Bulutangkis.com – Usai berkarir sebagai atlit, Candra Wijaya, peraih medali emas Olimpiade Sidney 2000 bersama Tony Gunawan, kini melanjutkan dedikasinya pada pembinaan atlit-atlit bulutangkis di bawah naungan Candra Wijaya International Badminton Centre (CWIBC) yang berlokasi di Kosambi, Jakarta Barat.
Candra Wijaya, peraih medali emas Olimpiade Sidney 2000 bersama Tony Gunawan, yang sedari kecil berada di lingkungan keluarga yang semuanya mencintai bulutangkis, tak mudah baginya menjauh dari dunia bulutangkis usai berkarir sebagai atlit. Malah kini kecintaannya semakin bertambah. Dan ini dibuktikannya dengan mendirikan pelatihan bulutangkis bagi umum di Kosambi, Jakarta Barat.
Candra Wijaya International Badminton Centre (CWIBC) demikian nama pelatihan bulutangkis yang dikelolanya. Melalui pelatihan bulutangkis yang didirikannya ini, Candra ingin menularkan semua ilmu dan pengalaman yang didapatnya selama berkarir di dunia bulutangkis. Pembinaan yang ada berjalan secara professional. Training module yang ada ingin menciptakan atlit-atlit yang handal dan professional.
Tak hanya melalui pelatihan bulutangkis di pemusatan latihan CWIBC tapi Candra juga menggalakkan kecintaan bulutangkis bagi masyarakat melalui turnamen bulutangkis yang mengusung nama besar Candra. Candra Wijaya Men’s Doubles Badminton Championships demikian nama turnamen yang telah berlangsung teratur selama tiga tahun terakhir. Melihat nama turnamen bulutangkis yang digelar, ini bukanlah turnamen bulutangkis biasa, tetapi mengkhususkan pada nomor ganda putra pada semua tingkatan umur mulai dari nomor Pemula, Remaja, Taruna, Gewasa dan Veteran.
‘’Ini memang turnamen khusus bulutangkis nomor ganda putra, karena memang prestasi saya selama ini sebagai atlit bulutangkis pada nomor ganda putra,’’ ungkap Candra Wijaya pada kesempatan obrol-obrol.
‘’Ini salah satu bentuk dedikasi saya kepada bulutangkis yang telah membesarkan nama saya. Saya berharap mantan atlit lain joke bisa membuat kejuaraan yang sama dengan membuat turnamen sesuai dengan spesialisnya,’’ tambah Candra.
Kecintaan dan dedikasi yang diperlihatkan Candra Wijaya mengundang seorang pengusaha sukses dari Medan, Hansen Laurence untuk bekerjasama memajukan bulutangkis di Indonesia. Bagi warga Medan, Hansen bukanlah nama yang asing. Sebagai pengusaha yang berada di bawah organisation Shamrock dikenal luas sebagai sosok yang mencintai olahraga bulutangkis, dan ini dibuktikan dengan mendirikan klub bulutangkis PB Shamrock di Medan.
‘’Candra dan saya telah lama bersahabat, dan kami sama-sama menggemari bulutangkis. Kami ingin bekerjasama memajukan bulutangkis Indonesia,’’ ungkap Hansen Laurence yang didampingi Candra Wijaya dalam suatu kesempatan obrol-obrol.
Hal senada dibenarkan Candra Wijaya, ‘’Dalam waktu dekat kita akan merealisasikan pembangunan gedung bulutangkis di Serpong.’’ Pembangunan GOR Bulutangkis tahap pertama dengan 10 lapangan, selanjutnya akan ditambah lagi 10 lapangan. GOR akan dilengkapi fasilitas pelatihan untuk atlit-atlit. Saat ini memang CWIBC masih menempati gedung pelatihan sementara di Kosambi, Jakarta Barat.
‘’Kerjasama dengan Shamrock tidak sebatas pembangunan sarana gedung bulutangkis bagi CWIBC saja, tapi juga hal lainnya di bulutangkis,’’ ungkap Candra. Dan Candra tak membantah akan adanya kerjasama pembinaan atlit-atlit CWIBC dengan atlit-atlit PB Shamrock Medan.
Sebuah langkah yang patut di puji bagi Candra Wijaya, peraih juara All England tahun 2003 berpasangan dengan Sigit Budiarto, yang tak mengenal kata lelah dalam memajukan bulutangkis Indonesia. (efka)
Candra Wijaya International Badminton Centre (CWIBC)
Ruko Taman Semanan Indah Blok D No. 11, Kosambi
Jakarta Barat 11750
Indonesia.
Email: cwibc@hotmail.com
Website: www.candrawijaya.com & www.cwibc.com


