Merasa Tidak Telanjang, Nikita Mirzani Bingung Ditegur KPI
January 17, 2012
JAKARTA- Mendapat teguran dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Nikita Mirzani merasa bingung. Sebab dia merasa ruang berekspresinya dibatasi.
Menurut Nikita, penampilannya di module acara Kakek-Kakek Narsis (KKN) yang tayang di Trans TV, tidak sevulgar yang dikira KPI.
"Di situ kan aku enggak telanjang atau pakai two pieces, tapi kenapa harus dipermasalahkan KPI," keluh Nikita kepada BeritaMusik yang dihubungi telepon selulernya, Senin (16/1/2012).
Selama ini, Nikita mengaku kalau pekerjaan yang diterimanya berdasarkan permintaan. Dan itu ada batasan tersendiri.
"Aduh KPI ada-ada saja deh, kan itu semua yang dijalani di KKN itu semua pakai script, coarse yang mana? Disitu telanjang," ungkapnya.
Meski bingung dan merasa kesal, Nikita mengaku hanya bisa pasrah mendapat teguran dari KPI.
"Kalau dipanggil, kapan joke saya siap menjelaskan duduk perkaranya," tandasnya.
Seperti diketahui, Nikita tersangkut kasus dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), terkait module acara Kakek-Kakek Narsis (KKN) yang tayang di Trans TV. Dalam layangan surat teguran KPI, Nikita dianggap terlalu vulgar, mengekslpoitasi payudaranya dengan menggoyang-goyangkannya di depan publik.
(efi)
Singgung Korban Perkosaan, Olga Ngaku Tak Sengaja
December 24, 2011
BeritaMusik.COM, Jakarta - Olga Syahputra telah dipanggil Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) terkait pernyataannya yang menyinggung korban perkosaan. Dalam pernyataannya, Olga mengaku tak sengaja menyinggung korban perkosaan.
"Ya biasa, dia menyatakan tidak bermaksud untuk mengolok-olok. Dia juga tidak ada niat untuk mengolok-ngolok," jelas Ezki Suyanto, Humas KPI, saat ditemui di kantor KPI, Jumat (23/12/2011).
Ezki menambahkan, dalam pengakuannya, Olga menyatakan apa yang dikatakannya adalah spontan.
"Dia hanya spontan aja. Ya biasalah Olga, begitu ngomongnya," sambung Ezki.
Olga Syahputra dilaporkan Lentera Indonesia, sebuah support grup untuk korban pemerkosaan. Olga dianggap menghina korban pemerkosaan saat bercanda di acara ulang tahun Trans TV. Dalam candaannya, Olga berperan sebagai suster ngesot yang mengaku diperkosan oleh sopir angkot.
Olga Diberi Buku Pedoman Perilaku Penyiaran
December 23, 2011
BeritaMusik.com - Ditemui usai mendapatkan pengarahan dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) di jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Jumat (23/12), presenter Olga Syahputra tampak bercerita dengan hati-hati.
"Aku seneng banget ya. Bangga banget akhirnya bisa mampir ke KPI dan ketemu sama temen-temen Lentera. Tadi banyak beberapa temen selebritas yang dipanggil. Ada Parto, Jessica, Raffi, 23 totalnya. Tapi ada beberapa yang gak datang," papar Olga.
Berbeda dengan Olga, Raffi Ahmad dan Jessica Iskandar tampak enggan memberikan komentar mengenai pemanggilan mereka ke KPI.
"Ini gue tadi dikasih buku, gue disuruh baca. Judulnya P3, Pedoman Perilaku Penyiaran," tutup Olga.
Sebelumnya, candaan Olga dalam sebuah acara TV yakni di mana dirinya berkelakar meninggal karena diperkosa sopir angkot sempat dikritik oleh pihak Lentera. Buntut dari permasalahan itu Olga dipanggil oleh pihak KPI. (BM/gum/aia)
Olga Syahputra Terancam Dilarang Tampil di TV?
December 20, 2011
BeritaMusik.com - Kasus candaan Olga Syahputra dalam acara ultah Trans Corp, DEKADE, Kamis (15/12) berbuntut panjang. Yang terbaru, pihak Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengaku bahwa Olga memang sering disebut sebagai objek pengaduan yang diterima KPI.
"Olga itu banyak menyinggung, gak cuma fisik. Tapi kadang udah agama atau kelompok tertentu. Dia tokoh yang sering disebut dalam pengaduan di berbagai acara, bukan sekali ini. Tahun 2010 kami pernah memanggil tayangan yang menampilkan Olga. Mereka bilang Olga itu kreatif dan spontan, sehingga susah mengaturnya," beber Nina Mutmainah selaku wakil ketua KPI.
Nina menambahkan, bahwa Olga memang banyak dianggap oleh masyarakat sering melecehkan individu tertentu. Bahkan ada yang pernah menyampaikan kalau Olga menyinggung agama tertentu.
Dijumpai di gedung Bapeten, Jakarta Pusat, Selasa (20/12) pagi, Nina menegaskan bahwa KPI akan memberikan sanksi secara administrasi dan teguran tertulis kepada Olga maupun acara TV yang menayangkan Olga.
"Kalau ada pelanggaran lagi, akan ada pembatasan durasi dan pemberhentian sementara. Acara Olga yang akan mendapatkan sanksi, Dahsyat juga pernah, komedi sahur SKS di Trans sudah 2 kali. Yang menyedihkan, Olga itu melecehkan orang dengan bentuk tubuh tertentu, tapi orang yang dilecehkan justru dicopot. Harusnya kan penyebabnya," tutup Nina.
Nina menambahkan bahwa ke depan, KPI ingin berbicara dengan Olga. Tidak hanya Olga, namun sejumlah nama komedian juga akan dipanggil sesuai dengan aduan dari masyarakat. (BM/ato/aia)
Silly Ngaku TVOne Setting Acara
November 24, 2011
BeritaMusik.com - Valencia Mieke Randa atau akrab disapa Silly dipanggil oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) terkait dugaan acara gift settingan yang ditayangkan oleh TVOne. Kepada KPI, Silly menceritakan semua yang dialaminya termasuk soal adanya acara settingan tersebut.
"Jadi hari ini kami memanggil Valencia untuk mengklarifikasi soal kasus dugaan gift settingan. Seperti sudah diketahui Silly datang ke acara tersebut karena diundang oleh Fifie Buntaran, dan akan menerima bantuan untuk Nando. Nando adalah anak yang sakit dan rencananya akan diberi dana," ujar Ezki Suyanto selaku Kordinator Isi Siaran (KPI) usai menemui Silly di kantor KPI, Gedung Bapetan Jl Gajah Mada, Jakarta Pusat, Kamis (24/11).
Namun sayangnya dalam acara tersebut, Silly tidak sama sekali menerima bantuan seperti yang dijanjikan. Bahkan, Silly mendengar sendiri kalau acara tersebut hanya settingan belaka.
"Setelah acara itu, dia tidak mendapatkan dana untuk Nando. Dia diberitahu kalau acara ini adalah settingan untuk TVOne. Bahkan contributor dan produser acaranya tahu kalau ini semuanya hanya settingan dan kepentingan gambar," ujar Ezki.
Karena kekecewaan tersebutlah, Silly yang datang ke acara tanggal 10 Nov meminta kepada TVOne untuk tidak menampilkan gambar dirinya.
"Dia juga mempertanyakan kredibilitas acara tersebut dan menghubungi Fifie dan contributor TVOne dan minta untuk tidak ditayangkan," pungkasnya. (BM/adt/dar)
KPI Persoalkan Komunikasi Reporter tvOne
November 22, 2011
BeritaMusik.com - Komisi Penyiaran Indonesia memanggil pihak tvOne terkait kasus gift conform uncover settingan yang diduga digelar artis Fifie Buntaran. Sebelumnya ajang amal settingan tersebut sempat diungkap oleh aktivis Valencia M R. Selain itu salah seorang contributor stasiun TV tersebut juga sempat mengirim BBM bahwa acara ini adalah penipuan.
"Tidak ada environment (atau) indikasi penipuan itu jawaban mereka. Yang kami persoalkan, bagaimana komunikasi contributor dengan ibu Valencia. Soal gambar itu tidak berpengaruh. Ada BBM yang diberikan contributor kepada Ibu Silly seolah-olah ini ada penipuan dan seolah-olah tvOne sudah tahu, ini yang masih belum bisa tuntas klarifikasi," ucap Judha Reksawan selaku komisioner KPI, ditemui di kantor KPI di gedung Bapeten, Jl Gadjah Mada no.8, Jakarta Pusat, Senin (21/11).
Lalu terkait masalah ini apakah contributor bakal dipanggil ke KPI? Menanggapi pertanyaan tersebut Judha berharap bahwa tvOne melakukannya secar internal. Keputusan bahwa contributor bakal dihadirkan atau tidak menjadi kewenangan tvOne.
"Kami berharap mereka melakukannya secara inner berkaitan dengan masalah yang kami pertanyakan tadi. Intinya soal contributor itu berkaitan dengan tvOne. KPI hanya berhubungan dengan lembaga penyiaran. Reporter dihadirkan atau tidak nantinya, itu kewenangan tvOne. Tapi kami punya banyak pertanyaan tentang itu," ucap Ibu Ezki Suyanto selaku koordinator isi siaran. (BM/adt/sjw)
KPI: Charity Nando, TV One Sebut Indikasi Penipuan
November 21, 2011
BeritaMusik.com - Kasus dugaan rekayasa acara penggalangan dana yang dituduhkan salah satu aktivis kemanusiaan Valencia MR (Silly) pada acara gift yang ditayangkan di Socialite TV One dan digagas oleh selebriti Fifie Buntaran memasuki babak baru. Di mana pihak Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) akhirnya memanggil TV One.
"Ini untuk merespon pengaduan masyarakat tentang acara itu. Kami mengundang pihak TV One untuk melakukan klarifikasi. Kami belum memutuskan apapun. Banyak pertanyaan yang belum dijawab," jelas Ezki Suyanto selaku koordinator isi siaran.
Disinggung mengenai kemungkinan Fifie akan dipanggil, Ezki berdalih itu merupakan hak dari TV One bukan KPI. KPI hanya berwenang menanyakan perihal pengaduan masyarakat.
"TV One bilang ada pengaduan pada Jumat (18/11) jam dua, ada komunikasi terhadap pengadu dan contributor agar gambarnya ditarik dan tidak ditayangkan. Kami juga menanyakan proses liputan seperti apa, karena katanya ada settingan untuk acara gift tersebut," lanjut Ezki.
"Yang belum bisa mereka jawab mengenai blog Silly. Tentang komunikasi seperti apa antara contributor dengan pengadu. Sepertinya pihak TV One tahu itu ada penipuan dan harusnya sebagai jurnalis fakta itu diungkapkan karena melibatkan nama Nando. Kami minta untuk diklarifikasi dan apa betul ada penipuan. Mereka bilang semua sudah diizinkan untuk ditayangkan setelah hasil rapat," tutupnya. (BM/adt/aia)
Panggil TV One, KPI Enggan Undang Fifie Buntaran?
November 21, 2011
BeritaMusik.com - Kasus dugaan rekayasa acara penggalangan dana yang dituduhkan salah satu aktivis kemanusiaan Valencia MR (Silly) pada acara gift yang ditayangkan di Socialite TV One dan digagas oleh selebriti Fifie Buntaran memasuki babak baru. Di mana pihak Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) akhirnya memanggil TV One.
"Ini untuk merespon pengaduan masyarakat tentang acara itu. Kami mengundang pihak TV One untuk melakukan klarifikasi. Kami belum memutuskan apapun. Banyak pertanyaan yang belum dijawab," jelas Ezki Suyanto selaku koordinator isi siaran.
Disinggung mengenai kemungkinan Fifie akan dipanggil, Ezki berdalih itu merupakan hak dari TV One bukan KPI. KPI hanya berwenang menanyakan perihal pengaduan masyarakat.
"TV One bilang ada pengaduan pada Jumat (18/11) jam dua, ada komunikasi terhadap pengadu dan contributor agar gambarnya ditarik dan tidak ditayangkan. Kami juga menanyakan proses liputan seperti apa, karena katanya ada settingan untuk acara gift tersebut," lanjut Ezki.
"Yang belum bisa mereka jawab mengenai blog Silly. Tentang komunikasi seperti apa antara contributor dengan pengadu. Sepertinya pihak TV One tahu itu ada penipuan dan harusnya sebagai jurnalis fakta itu diungkapkan karena melibatkan nama Nando. Kami minta untuk diklarifikasi dan apa betul ada penipuan. Mereka bilang semua sudah diizinkan untuk ditayangkan setelah hasil rapat," tutupnya. (BM/adt/aia)
Dirugikan, TVOne Belum Pilih Jalur Hukum
November 21, 2011
BeritaMusik.com - Pihak TVOne belum merasa perlu untuk menempuh jalur hukum terkait tuduhan melakukan 'charity settingan' yang dinilai telah merugikan namanya. Pemberitaan masih berdasarkan asumsi, karena TVOne pemilik acara Socialite, yang menayangkan liputan acara dimaksud.
"Banyak yang berasumsi kalau kita terlibat. Kalau soal asumsi memang tidak bisa dibatasi. Yang terpenting bagi kita adalah sebatas kita hanya melakukan klarifikasi, dan belum terpikir ke ranah hukum, meskipun kita adalah korbannya," ujar Totok Suryanto, General Manager Internal Affairs TV One usai dipanggil KPI di Gedung Bapeten Jl.Gajah Mada No.8, Jakarta Pusat, Senin (21/11).
Apakah pihak TV One merasa dirugikan? "Prinsipnya begini, karena kami datang ke sini untuk melakukan klarifikasi. Ya kami sudah berterima kasih sekali," ujarnya
Pihak TVOne sendiri mengakui jika acara pemberian bantuan hasil lelang itu memang benar adanya. Mereka joke sudah menanyakan kepada pihak penyelenggara. Namun, pihak TVOne tidak mengetahui mengenai adanya pihak yang diberikan bantuan.
"Setelah kita konfirmasi di acara tersebut memang ada. Persoalannya apakah ada yang diundang sebagai penerima atau tidak kita tidak tahu. Karena fokus kita memang tidak ke situ, tapi ke acara sosialitanya," ujar Totok. (BM/adt/dar)
TVOne Klarifikasi Tayangan Socialite ke KPI
November 21, 2011
BeritaMusik.com - Pihak TVOne akhirnya menunjukkan itikad baik dengan memenuhi panggilan dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Pemanggilan ini merupakan mekanisme dimana ada pengaduan yang dilakukan masyarakat kepada sebuah lembaga penyiaran.
"Kita memiliki itikad baik dengan KPI dengan memberikan penjelasan tentang salah satu tayangan kita. Mekanisme seperti ini adalah mekansime biasa, selaku KPI yang merupakan lembaga independen, untuk diskusi, makanya keberadaan publik juga kita perhatikan untuk memberikan penjelasan di sini," ujar Totok Suryanto, General Manager Internal Affairs TV One usai dipanggil KPI di Gedung Bapeten Jl.Gajah Mada No.8, Jakarta Pusat, Senin (21/11).
Pihak TVOne juga membantah jika pihaknya yang membuat acara tersebut. Namun, dalam kapasitas sebagai pihak yang diundang dalam acara yang dibuat oleh desainer Ina Lang.
"Kami jelaskan di sini bahwa kami pihak yang diundang. Kami punya gambar 3 titik dimana di gambar itu ada satu momen yang banyak narasumber, salah satu narasumber keberatan (Silly). Padahal gambar tersebut sangat umum," paparnya
"Program ini juga tidak mengangkat soal reality. Tapi mengangkat soal kehidupan sosialita yang memang sesuai dengan topik. Tapi kebetulan memang ada soal lelang pakaian," pungkasnya.
Sebelumnyua acara SOCIALITE di TVONe sedang ramai dibahas oleh tweeple karena adanya sekelompok socialita yang membuat acara gift settingan di mana mereka memanfaatkan penderitaan anak kecil bernama Nando. Nando adalah bocah berusia 10 tahun yang menderita bocor ginjal. Namun karena gagal operasi usus anak kecil ini harus dikeluarkan, dan kondisinya semakin parah.
Seorang aktivis bernama Valencia M R yang diundang untuk datang. Setelah memberitahu orang tua Nando, aktivis ini hadir di tempat acara dan begitu haru dengan antusiasme orang-orang yang bahkan membuat bid Rp 100 juta dan 90 juta untuk baju yang dipamerkan. Ia sempat merasa begitu haru karena begitu banyak malaikat yang mau membantu Nando.
Namun usai acara ia diberitahu bahwa acara tersebut hanya settingan. Bahkan tidak ada sedikitpun bantuan yang mereka berikan untuk Nando. Kecewa dengan acara tersebut ia meminta gambarnya dan Nando sama sekali tidak ditayangkan, namun setelah melihat tayangan tersebut di TV, ia melihat gambarnya masih muncul. (BM/adt/faj)


