Film ‘PERAHU KERTAS’ Rilis Debut Teaser Trailer!
April 20, 2012
BeritaMusik.com - Novel berjudul PERAHU KERTAS rekaan Dewi Lestari memang seperti racun bagi pecinta sastra yang butuh sajian cocktail namun tetap berisi. Tak heran jika balutan kisah cinta 'ajaib' dari novelnya membuat Starvision dan Mizan productions tertarik mengadaptasi dalam bentuk visual.
Setelah memakan proses lumayan panjang, pada Rabu (18/4) kemarin, Starvision merilis teaser pertama film yang rencananya akan di rilis pada lebaran mendatang. Dalam teaser tersebut pertanyaan akan siapa pemeran tokoh dalam novelnya terjawab sudah. Karena sebelumnya mereka sempat merahasiakan siapa pemeran critical dalam versi layar lebar.
Pelantun tembang Tiba-Tiba Cinta Datang, Maudy Ayunda didapuk menjadi sosok Kugy yang aneh. Sedang Keenan yang hobi melukis diperankan oleh Adipati. PERAHU KERTAS menjadi ajang duet mereka kembali setelah sebelumnya membintangi MALAIKAT TANPA SAYAP.
PERAHU KERTAS berkisah tentang pertemuan antara Keenan dan Kugy, dua remaja dengan karakter bertolak belakang. Di mana dari pertemuan tersebut memberikan mereka harapan-harapan baru tentang cinta dan masa depan.
Selain dua nama artis di atas, PERAHU KERTAS turut di dukung oleh Dion Wiyoko, Ira Wibowo, Reza Rahadian dan Tio Pakusadewo. Sedang yang duduk di bangku penyutradaraan adalah Hanung Bramantyo yang sebelumnya sukses mengadaptasi AYAT-AYAT CINTA dan JOMBLO.
(BM/abs)
‘DILEMA’ Antisipasi Maraknya Film Horor Seks
March 3, 2012
BeritaMusik.com - Film dengan format omnibus DILEMA siap mengantisipasi maraknya film bergenre horor seks di Indonesia karena memiliki pesan positif yang disampaikan kepada masyarakat.
"Saat ini, pasar film nasional gemar menikmati film horor, terutama yang menampilkan beberapa potongan adegan seks," kata salah seorang sutradara film nasional Dilema di Surabaya, Jumat (02/02/2012).
Tapi, ia optimistis, dengan munculnya film bergenre play yang dirilis pada 23 Februari lalu itu dapat mengajak masyarakat untuk memilih film yang lebih berkualitas.
"Apalagi, film yang kami sajikan dengan mendaulat aktor kawakan Roy Marten tersebut bisa mendidik dan menambah pengetahuan masyarakat terhadap sisi gelap Jakarta yang belum banyak diketahui pasar film," ujarnya.
Untuk di Surabaya, jelas dia, film yang juga dibintangi Wulan Guritno, Pevita E Pearce, Jajang C Noer, Slamet Rahardjo, Ray Sahetapy, Tio Pakusadewo, Baim Wong, Ario Bayu itu bisa disaksikan di salah satu pusat perbelanjaan.
"Walau hanya ditampilkan di satu mal, kami menyajikannya dalam empat kali jam tayang. Kami harap animo pasar film Surabaya lebih besar dibandingkan dengan kota lain seperti Jakarta," katanya.
Mengenai ceritanya, salah seorang artis film tersebut, Roy Marten menambahkan, karya itu merupakan sebuah film omnibus yang terdiri dari lima cerita (multiplot) dan dikemas menjadi satu rangkaian film.
"Ada empat sutradara yang terlibat dalam film ini antara lain Adilla Dimitri, Robert Ronny, Rinaldy Puspoyo, dan Robby Ertanto. Mereka adalah sutradara muda berbakat dan memiliki karakter khas masing-masing," katanya.
Sementara Jakarta yang menginspirasi sutradara muda tersebut dikemas khusus dengan mengangkat cerita dari dunia hitam, underground, premanisme, dan sisi lain dari dunia hukum. "Bahkan bagaimana cerita di balik dunia kepolisian di Indonesia," katanya.
Ia meyakini, film itu dapat menarik perhatian masyarakat perfilman, karena cerita yang disajikan merupakan dunia nyata di Tanah Air. Baginya, film ini juga menceritakan kisah hidup yang pernah dialaminya.
"Khususnya, ketika saya selama sembilan bulan berhubungan dengan dunia kepolisian. Kami harap karya sineas muda ini dapat membantu masyarakat untuk memahami bahwa kehidupan akan selalu menemukan jalannya," katanya. (antara/dar)
Dilema, Totalitas Lesbian dan Produser
February 26, 2012
BeritaMusik.COM, Jakarta - Wulan Guritno sibuk 'Dilema'. Totalitas joke diberikan. Mulai menjadi lesbian, menggarap cerita sampai menjadi produser. Bagaimana cerita suka dukanya?
Berikut ini, wawancara BeritaMusik.COM dengan istri Adilla Dimitri ini di Sekai, Senopati, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, baru-baru ini.
Awalnya 'Dilema'?
Awal Januari 2011, Robby mengajak saya buat film putus-putus. Ada Adilla, Aldi, karena semuanya menjalani segi kreatifitas, akhirnya saya jadi produser buat cari duit.
Saya mengundurkan diri dari part gambler. Saya ajak Mas Robert Ronny. dia gantikan posisi saya. dia gantikan saya sebagai director. Tetapi kami berlima sama-sama garap semuanya. Kami menjahitnya menjadi satu film, dengan sutradara empat orang.
Lalu?
Kami melibatkan Slamet Raharjo, Ray Sahetapy, Lukman Sardi, Pevita, Roy Marten, Reza Rahardian, Jajang C Noer, Winky, Kenes dan Baim Wong.
Bagaimana menyambung lima film itu menjadi 'Dilema'?
Pelan-pelan, nyambung-nyambung, lama-lama menjadi satu kesatuan cerita. Untuk mengembangkannya, tetap harus berdiskusi demi menyatukan banyak tokoh dan cerita.
Sulitnya, ya, adu argumentasi. Sulitnya lagi saat modifying karena harus membuang 50 menit dari 150 menit, jadi 100 menit. Sebenarnya nggak pengen buang.
Keberaniannya darimana?
Ya karena sudah 13 tahun terjun di dunia akting. Bertemu banyak orang dan terlibat di banyak produksi, membuat saya memiliki passion. Sekarang ilmunya masih belajar banyak, tapi kalau nggak berani sampe kapan?
Sekarang memberanikan diri saja. ini proyek bersama, yang saling bantu dan mengingatkan. Saya berani, juga karena saya suka film, categorical film dan yang belum pernah, bikin film.
Bagaimana rasanya?
Ini film pertama karya rumah produksi saya sendiri. Ini sungguh tanggung jawab panjang.
Habis Dilemaakan ada lagi yang lain. Saya nggak mau pakai bendera lain. kalau yang mau membantu banyak, tapi saya ingin proyek pertama ini sendiri. Saya pikir, mungkin rumah produksi besar saja, belum tentu bisa membuat film ini.
Susahnya dan perjuangannya bikin film ini seperti apa?
Robby Ertanto (sutradara 7 Hati 7 Wanita 7 Cinta, red) bisa meyakinkan saya. Sebelumnya saya mengatakan, 'Saya orang lama, tapi hanya pemain. Tak pengalaman menjadi produser'.
Tetapi Robby bisa meyakinkan saya, dan mengatakan saya bisa. Bertemu Januari 2011, lalu Maret 2011 sudah mulai yakin, dan kami nekat. Saat itu, saya sebagai produser belum kepikiran duit, tapi malah sudah tahu pemainnya. Kami mendatangi pemainnya dan krunya, dengan niat, dan segala kekurangan dan kelebihannya,"
Harapannya?
Film seperti ini komersial di luar negeri. Semoga populer di sini. Toh, ini masih kulit-kulitnya, tak terlalu dalam, bisa berat. Tipe ini baru, jadi harus setengah idealis, setengah komersil. Soal pemainnya yang kawakan semuanya, untuk menarik penonton. Selain karena juga harus diperankan oleh aktor-aktor hebat. Jadi ini bukan sekadar sensasi.
Targetnya apa?
Saya optimis Dilema ditonton, dengan biaya yang tak lebih dari Rp5 miliar. Seharusnya kan biayanya, Rp10 miliar hingga Rp15 miliar. Karena ini pilihan baru. Tetapi kami punya aim dan mudah-mudahan siapa joke yang menonton, dari segala segmentasi kena. Target utamanya 17 tahun ke atas.
Target untung?
Break eventuality point, kenalah. Siapa sih, yang nggak pengen untung. Tetapi, yang penting bisa menyenangkan orang, dan siap bikin film lagi," tuturnya.
Soal adegan lesbian dengan Pevita Pearce?
Adegan ciuman lesbi itu asli. Tanpa trik kamera. kalau pakai trik kamera mengganggu jalinan perasaan saya dengan Pevita. Saya pas adegan ciuman itu tanpa diputus-putus, dan hanya tiga kali adegan. Semuanya mengalir dengan dialog yang utuh dan intens.
Begitu sum dan menikmati?
Kalau Wulan Guritono yang melakukan, pasti saya nggak mau, geli. Tetapi karena itu Rima (peran Wulan), otomatis saya pengen mencium Pevita. Saya nggak ada persiapan, awalnya agak mikir juga. Saya baru sum setelah masuk ke Pulau Umang untuk syuting. Saat itu, saya mulai memperhatikan Pevita. Agar bisa jatuh cinta, saya perhatikan apa yang disuka dari Pevita. Ya, Pevita itu profesional. Aura dan chemistry-nya oke, nggak ada jarak.
Target penghargaan?
Pengen (penghargaan) yang terbaik (filmDilema). Selama ini piala yang saya dapat cuma empat. Tetapi memang usahanya, untuk yang terbaik. Semoga dengan penghargaan memudahkan untuk project berikutnya, seperti mudah mendapatkan sponsor. Ada The Reid, Negeri 5 Menara dan lainnya. Ya, siap bersaing di penghargaan. Sementara di bioskop, kan sudah pasti berbagi penonton.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Film dramaDilemaproduksi WGE Pictures dan 87 Films merupakan satu kesatuan film feature, yang terdiri dari lima cerita dan disutradarai empat sutradara. Yakni, Adilla Dimitri, Robert Ronny, Rinaldy Puspoyo, dan Robby Ertanto.
Dilema dengan bintang aktor dan aktris kawakan serta terkenal. Mulai dari Roy Marten, Tio Pakusadewo, Ray Sahetapy, Slamet Rahardjo, Jajang C Noer, Lukman Sardi, Ario Bayu, Winky Wiryawan, Reza Rahardian, Baim Wong, Verdi Solaiman, Wulan Guritno, Pevita Pearce, Rangga Djoned sampai Kenes Andari.
Film berdurasi 100 menit yang mengangkat cerita mulai dari dunia hitam, underground, premanisme dan sisi lain dari hukum dan dunia polisi di Indonesia ini siap rilis di bioskop nasional, mulai Kamis, 23 Februari 2012. mor
Alasan Wulan Guritno Mau ‘Dilema’ Raih Penghargaan
February 22, 2012
BeritaMusik.COM, Jakarta - Wulan Guritno berharap film pertama yang diproduserinya, Dilema meraih penghargaan. Alasannya?
"Pengen (penghargaan) yang terbaik (film Dilema). Selama ini piala yang saya dapat cuma empat. Tetapi memang usahanya, untuk yang terbaik," ungkap Wulan di Sekai, Senopati, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (21/2).
Wulan berharap Dilema yang diproduserinya, mendapat penghargaan film demi memudahkan bisnis rumah produksi WGE Pictures yang dikelolanya.
"Semoga dengan penghargaan memudahkan untuk project berikutnya, seperti mudah mendapatkan sponsor," tuturnya penuh harap.
Wulan menuturkan, Dilema joke siap bersaing dengan banyak film Indonesia, yang tayang tahun 2012 ini. "Ada The Reid, Negeri 5 Menara dan lainnya. Ya, siap bersaing di penghargaan. Sementara di bioskop, kan sudah pasti berbagi penonton," tuturnya.
Film play Dilema produksi WGE Pictures dan 87 Films merupakan satu kesatuan film feature, yang terdiri dari lima cerita dan disutradarai empat sutradara. Yakni, Adilla Dimitri, Robert Ronny, Rinaldy Puspoyo, dan Robby Ertanto.
Dilema dengan bintang aktor dan aktris kawakan serta terkenal. Mulai dari Roy Marten, Tio Pakusadewo, Ray Sahetapy, Slamet Rahardjo, Jajang C Noer, Lukman Sardi, Ario Bayu, Winky Wiryawan, Reza Rahardian, Baim Wong, Verdi Solaiman, Wulan Guritno, Pevita Pearce, Rangga Djoned sampai Kenes Andari.
Film berdurasi 100 menit yang mengangkat cerita mulai dari dunia hitam, underground, premanisme dan sisi lain dari hukum dan dunia polisi di Indonesia ini siap rilis di bioskop nasional, mulai Kamis, 23 Februari 2012. mor
Wulan Guritno-Pevita Pearce Ciuman di "Dilema"
February 22, 2012
JAKARTA - Wulan Guritno pertama kali berkiprah di balik layar sebagai produser dalam film play omnibus berjudul Dilema. Di proyek film kerja sama dengan suaminya, Adilla Dimitri, Wulan beradegan lesbian bersama Pevita Pearce.
Beradegan lesbi dengan Pevita, Wulan memastikan itu benar-benar dilakukannya tanpa ada rekayasa.
"Asli, tanpa trik kamera. Kalau pakai trik kamera mengganggu jalinan perasaan saya dengan Pevita. makanya, saya pas adegan itu run loyal dan tiga kali adegan, tanpa diputus-putus, mengalir dengan dialog yang utuh, intens," kata Wulan saat ditemui di Senopati, Jakarta Selatan, Selasa (21/2/2012) malam.
Kendati menikmati beradegan lesbi dengan Pevita, namun ada cerita di balik adegannya yang sum dan begitu menikmati.
"Tapi kalau Wulan Guritono yang melakukan pasti saya enggak mau, gue geli. Tapi karena itu Rima (peran Wulan), otomatis pengen mencium Pevita. Enggak ada persiapan, agak mikir juga, tapi pas totalitas ya setelah masuk ke Pulau Umang. Di situ gue mulai perhatikan Pevita, itu yang tepat. Agar bisa jatuh cinta perhatikan apa yang kita suka. sekarang geli. Pevita itu profesional, Aura dan chemistry-nya oke, enggak ada gap," jelasnya.
Dilema dengan bintang aktor dan aktris kawakan serta terkenal. Mulai dari Roy Marten, Tio Pakusadewo, Ray Sahetapy, Slamet Rahardjo, Jajang C Noer, Lukman Sardi, Ario Bayu, Winky Wiryawan, Reza Rahardian, Baim Wong, Verdi Solaiman, Wulan Guritno, Pevita Pearce, Rangga Djoned sampai Kenes Andari.
Film berdurasi 100 menit ini siap dirilis Kamis, 23 Februari 2012, serentak di seluruh bioskop Tanah Air.(nsa)
Asli, Ciuman Bibir Wulan Guritno-Pevita Pearce
February 22, 2012
BeritaMusik.COM, Jakarta - Wulan Guritno mendalami peran lesbian dalam film Dilema. Tanpa trik kamera, Wulan asli ciuman bibir dengan Pevita Pearce. Benarkah?
"Adegan ciuman lesbi itu asli. Tanpa trik kamera. kalau pakai trik kamera mengganggu jalinan perasaan saya dengan Pevita," ungkap Wulan di Sekai, Senopati, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (21/2).
Wulan harus sum dalam adegan cerita Rendezvousdalam film Dilema berformat omnibus. Seperti, istri Adilla Dimitri ini yang tak mau adegan ciuman dengan Pevita terputus-putus.
"Saya pas adegan ciuman itu tanpa diputus-putus, dan hanya tiga kali adegan. Semuanya mengalir dengan dialog yang utuh dan intens,"
Begitu sum dan menikmati?
"Kalau Wulan Guritono yang melakukan, pasti saya nggak mau, geli. Tetapi karena itu Rima (peran Wulan), otomatis saya pengen mencium Pevita," paparnya tersenyum
"Saya nggak ada persiapan, awalnya agak mikir juga. Saya baru sum setelah masuk ke Pulau Umang untuk syuting. Saat itu, saya mulai memperhatikan Pevita. Agar bisa jatuh cinta, saya perhatikan apa yang disuka dari Pevita," imbuhnya.
Wulan joke mengaku dibantu Pevita saat melakukan adegan tersebut. "Ya, Pevita itu profesional. Aura dan chemistry-nya oke, nggak ada jarak," imbuh Wulan.
Film play Dilema produksi WGE Pictures dan 87 Films merupakan satu kesatuan film feature, yang terdiri dari lima cerita dan disutradarai empat sutradara. Yakni, Adilla Dimitri, Robert Ronny, Rinaldy Puspoyo, dan Robby Ertanto.
Dilema dengan bintang aktor dan aktris kawakan serta terkenal. Mulai dari Roy Marten, Tio Pakusadewo, Ray Sahetapy, Slamet Rahardjo, Jajang C Noer, Lukman Sardi, Ario Bayu, Winky Wiryawan, Reza Rahardian, Baim Wong, Verdi Solaiman, Wulan Guritno, Pevita Pearce, Rangga Djoned sampai Kenes Andari.
Film berdurasi 100 menit ini siap rilis di bioskop nasional, mulai Kamis, 23 Februari 2012. mor
Hamil, Wulan Guritno Pede Produseri "Dilema"
February 19, 2012
JAKARTA - Kendati tengah berbadan dua, Wulan Guritno tetap bekerja. Bahkan, istri Adilla Dimitri itu berhasil menggarap film baru berjudul Dilema. Padahal saat itu, dirinya tengah hamil enam bulan.
"Iya, jadi pas syuting itu aku lagi hamil enam bulan, tapi penampilannya malah jadi dapat. Kan tampangnya gitu kan," kata Wulan usai nonton bareng di XXI Plaza Senayan, Jakarta, Minggu (19/2/2012).
Film tersebut merupakan pertaruhan bagi pasangan suami istri Wulan Guritno dan Adilla Dimitri. Pasalnya melalui WGE Pictures, mereka memproduseri film tersebut dengan dibantu 87 Films milik Robby Ertanto.
Lewat Dilema, pasangan tersebut mencoba meramu film omnibus yang terdiri atas lima kisah dan disutradarai empat sutradara. Salah seorangnya, Adilla Dimitri. Sementara Wulan menjadi produsernya.
Film Dilema dibintangi berbagai aktor ternama seperti Tio Pakusadewo, Slamet Rahardjo, Roy Marten, Lukman Sardi, Jajang C. Noer, Pevita Pearce, Baim Wong, Aryo Bayu dan Reza Rahardian. Film ini juga akan siap tayang di bioskop pada 23 Februari 2012.
(nsa)
Emir Fahira Tak Sangka Kalahkan Idola
December 12, 2011
BeritaMusik.com - Artis cilik Emir Fahira berhasil memenangkan Piala Citra untuk nominasi Pemeran Utama Pria Terbaik di ajang Festival Film Indonesia (FFI) 2011 lewat film Rumah Tanpa Jendela. Dia berhasil menyisihkan sejumlah pemain film comparison Alex Komang (Surat Kecil Untuk Tuhan), Ferdy Taher (Masih Bukan Cinta Biasa), Oka Antara (Sang Penari), dan Tio Pakusadewo (Tebus).
"Perasaannya ya nggak bisa dijelaskan, jelas sih nggak nyangka. Saingan-saingan saya hebat-hebat! Mereka jago-jago! Yang jelas, senang banget, saya speechless," ujar Emir kepada wartawan, usai menerima penghargaan dari Festival Film Indonesia 2011 di Hall D Kemayoran, Jakarta, Sabtu (10/12/2011) malam.
Pemeran Aldo dalam film Rumah Tanpa Jendela tersebut berulang kali menyebut bahwa para saingannya di nominasi tersebut lebih baik dari dirinya. "Yang pale saya kagumi, Oom Tio Pakusadewo. Kalau lihat dia, benar-bener gila! Tak menyangka juga bisa mengalahkan dia," ujarnya.
Meski menang, Emir mengaku tetap akan fokus ke sekolahnya. Diharapkan dengan penghargaannya tersebut, Emir ingin mendedikasikan pada kiprahnya di industri sinema Tanah Air.
"Mudah-mudahan melalui penghargaan ini saya bisa membuat yang terbaik untuk perfilman Indonesia," pungkasnya. (BM/hen/dar)
Terbaik Piala Citra, Emir Mahira Tumbangkan Senior
December 10, 2011
BeritaMusik.com - Nama bintang berusia 14 tahun Emir Mahira bersinar di ajang Anugerah Piala Citra FFI 2011. Akting naturalnya di RUMAH TANPA JENDELA mengantarkan bintang kelahiran Jakarta, 19 Sep 1997 ini menjadi pemilik gelar bintang utama terbaik di Anugerah Piala Citra FFI 2011.
Yang menarik Emir Mahira mampu menumbangkan para seniornya di ajang penghargaan ini. Emir mampu menyingkirkan 4 pesaing comparison yaitu Alex Komang (SURAT KECIL UNTUK TUHAN), FERDY TAHIER (MASIH BUKAN CINTA BIASA), Oka Antara (SANG PENARI), dan Tio Pakusadewo (TEBUS).
Prestasi ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi Emir Mahira. Selain itu keberhasilan ini sekaligus bukti adanya regenerasi di dunia perfilman, di mana aktor terbaik tak selalu didominasi bintang senior.
Emir Mahira joke tampak bahagia kala melangkah ke atas panggung. Setelah memberi ucapan terima kasih kepada orang-orang yang membantunya karirnya selama ini, Emir mempersembahkan kemenangan ini bagi anak-anak di Indonesia, terutama yang berkebutuhan khusus.
RUMAH TANPA JENDELA yang mengantarkan Emir Mahira menjadi Pemeran Utama Pria Terbaik Anugerah Piala Citra FFI 2011, bercerita tentang persahabatan tulus antara Rara (Dwi Tasya) dan Aldo (Emir Mahira). Rara yang ingin memiliki jendela di rumah kumuhnya, percaya suatu hari keinginannya akan terkabul. Sementara Aldo adalah anak berkebutuhan khusus yang membutuhkan teman yang mengerti dirinya. (BM/sjw)
Emir Mahira, Pemeran Utama Pria Terbaik
December 10, 2011
BeritaMusik.COM, Jakarta - Aktor cilik Emir Mahira meraih penghargaan sebagai Pemeran Utama Pria Terbaik di ajang FFI 2011. Emir meraih penghargaan berkat aktingnya yang memukau dalam film Rumah Tanpa Jendela.
Emir mengalahkan senior-seniornya seperti Alex Komang (Surat Kecil Untuk Tuhan), Ferdy Tahir (Masih Bukan Cinta Biasa), Oka Antara (Sang Penari) dan Tio Pakusadewo (Tebus).
"Yang jelas sih saya nggak nyangka. Saingan saya hebat-hebat, mereka jago-jago. Yang jelas senang banget," kata Emir polos, usai menerima penghargaan di Malam Anuegerah FFI 2011 di Kemayoran, Jakarta, Sabtu (10/12).
Saat ini Emir tengah menunggu film terbarunya, Garuda di Dadaku 2 tayang pada 15 Desember mendatang. Dengan penghargaan ini, Emir berharap bisa lebih maju kedepannya di bidang akting.
"Mudah-mudahan melalui penghargaan ini saya bisa membuat yang terbaik untuk perfilman Indonesia," harapnya.


