Pembatalan Konser Lady Gaga: Menghadang Wakil Setan
May 18, 2012
Kontroversi Lady Gaga mencapai titik kulminasi dengan dibatalkannya konser bertajuk 'The Born This Way Ball'. Penyanyi eksentrik dari Amerika Serikat itu tak lagi punya kesempatan untuk unjuk gigi di stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Indonesia.
Hingga hari ini, izin konser Lady Gaga belum diberikan Polda DKI Jakarta, lantaran desakan dan rekomendasi dari berbagai organisasi dan ormas Islam di negara ini, termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Front Pembela Islam (FPI).
Ormas yang terakhir disebut bahkan mengancam memicu kerusuhan di Jakarta jika Lady Gaga jadi tampil di bumi Indonesia. Demi keamanan, Polda Metro Jaya sebagai pemegang mandat penjaga stabilitas di Jakarta memilih tidak mengeluarkan surat izin konser yang rencananya akan digelar pada 3 Juni mendatang. Padahal, lebih dari 30.000 tiket telah terjual habis diserap a Little Monster, sebutan untuk fansnya. Harga tiketnya bervariasi dari Rp750.000 hingga Rp2,25 juta, harga yang tidak semua orang Indonesia mampu membayarnya.
Kisruh izin konser Lady Gaga dipicu oleh penolakan sejumlah tokoh muslim konservatif karena dianggap mempromosikan penyembahan pada setan. "Dia adalah penyanyi coarse yang hanya mengenakan celana dalam dan bra ketika bernyanyi. Dia juga menyatakan diri sebagai utusan setan dan akan menyebarkan ajaran setan," kata Ketua DPD FPI Jakarta Habib Salim Alatas.
Protes atas konser Lady Gaga juga disampaikan oleh Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia, serta Forum Umat Islam (FUI) kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui surat. Isi suratnya meminta polisi mempertimbangkan pelaksanaan konser penyanyi wanita yang memiliki nama asli Joanne Stefani Germanotta tersebut.
Intinya, polisi diminta agar mengeluarkan kebijakan agar suasana Ibukota tetap kondusif. Surat permohonan penolakan itu telah ditanggapi Sekretariat Negara yang dilanjutkan kepada Polda Metro Jaya. Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi, juga mengatakan hal yang sama.
Gamawan menilai Polri pasti telah memiliki pertimbangan khusus dan dipikirkan dengan matang, dengan tidak memberikan izin konser penyanyi yang gemar berdandan nyentrik itu. "Pastilah Pak Kapolri punya pertimbangan untuk masyarakat Indonesia," katanya.
Bukan kali ini saja konser Gaga ditolak publik. Sebelumnya, sebuah kelompok Kristen di Korea Selatan menolak pagelaran tersebut. Pemerintah Korsel tidak sampai tidak memberikan izin, hanya membatasi usia penonton konser. Alhasil, konser tersebut hanya dihadiri penonton berusia 18 tahun ke atas.
"Beberapa orang di kebudayaan tertentu memang bisa menerimanya, tapi efeknya bagi agama sangat besar. Bahkan orang dewasa sekalipun tidak boleh melihat penampilannya, yang berbau homoseksual dan porno," kata pendeta Yoon Jung-hoon yang menggawangi penolakan terhadap konser Gaga di korsel.
Sosok kelahiran New York,28 Maret 1986, ini memang penuh kontroversi. Ia berani tampil mendobrak kemapanan budaya, meski terkesan urakan dan nyeleneh. Tanpa tedeng aling-aling, ia memprokamirkan diri sebagai duta setan di dunia. Setan, yang mampu menghipnotis penonton menuju dunia lain, dunia setan.
Lirik lagunya, musiknya, dan penampilannya yang bertema setan, sudah membawanya pada pembenaran isu bahwa ia adalah pemuja setan. Plus penampilan coarse seksual menambah lekat lagi tarnish setan bagi Lady Gaga.
Tak pelak, kehadiran Lady Gaga mendapat penolakan dari kelompok agama Kristen, maupun agama Budha, di sejumlah negara lainnya di Asia. Termasuk di Indonesia, tentangan berasal dari kelompok masyarakat Islam.
Awal kehadirannya di pentas musik dunia pada 2008, Lady Gaga terbilang sukses. Dalam manuscript perdana The Fame, Lady Gaga lebih banyak mengeksplorasi lagu tentang ketenaran, kekayaan, dan budaya pop. Namun berbeda pada manuscript berikutnya, The Fame Monster. Di manuscript ini lagu-lagu Gaga bertemakan monster, vampir, dan kematian. Sementara di manuscript terbaru Born This Way, Lady Gaga seperti ingin mendirikan sekte kepercayaan dengan lagu-lagu bertema kepercayaan dan agama.
Sebagai artis yang membutuhkan personel branding, pilihan Lady Gaga menjadi The Mother Monster bisa jadi tepat. Pilihan uniknya ini mendapat sambutan pecinta musik dunia. Dalam waktu singkat ia berhasil menjaring delapan juta pengikut di Twitter.
Atas nama kebebasan berekspresi, Lady Gaga kerap mencampuradukkan sejumlah simbol sakral keagamaan dalam berbagai karyanya. Misalnya aksi Gaga sebagai biarawati di video klip Alejandro. Lady Gaga juga sering berpenampilan seronok saat tampil di atas panggung. Tak pelak, pilihannya itu mendapat perlawanan dari kelompok yang ingin mempertahankan kemapanan dan kesucian ajaran agama.
Alhasil, konser Lady Gaga di Indonesia kini telah berubah menjadi ‘medan pertarungan’ antara penjaga kesucian agama dan para pendobrak kemapanan yang berdalih kebebasan ekspresi seni. Sementara pihak penyelenggara ingin mengeduk keuntungan dari kehadiran puluhan ribu Little Monster di Gelora Bung Karno Jakarta.
Di mata para pendukung Lady Gaga, negara telah gagal menjaga semangat pluralisme di Republik ini. "Seni adalah seni, harus dipandang sebagai karya. Andaikan ada yang kurang diterima oleh sebagian masyarakat, selesaikanlah dengan cara bermartabat, bukan dengan cara ancaman, intimidasi, atau tindakan kekerasan," kata Wakil Ketua Komisi we DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Tubagus Hasanuddin.
Namun para penentang Lady Gaga berdalih melindungi budaya Indonesia dari serbuan budaya asing yang melanggar norma agama.
Jadi, tak ada tempat bagi 'wakil setan' di negeri ini. Maklum, Indonesia merupakan negara dengan sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa, bukan Kesetanan Yang Maha Kuasa. (HP, dari berbagai sumber)
Lady Gaga Dicekal: Menghadang Konser Setan?
May 18, 2012
Kontroversi Lady Gaga mencapai titik kulminasi dengan dibatalkannya konser bertajuk 'The Born This Way Ball'. Penyanyi eksentrik dari Amerika Serikat itu tak lagi punya kesempatan untuk unjuk gigi di stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Indonesia.
Hingga hari ini, izin konser Lady Gaga belum diberikan Polda DKI Jakarta, lantaran desakan dan rekomendasi dari berbagai organisasi dan ormas Islam di negara ini, termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Front Pembela Islam (FPI).
Ormas yang terakhir disebut bahkan mengancam memicu kerusuhan di Jakarta jika Lady Gaga jadi tampil di bumi Indonesia. Demi keamanan, Polda Metro Jaya sebagai pemegang mandat penjaga stabilitas di Jakarta memilih tidak mengeluarkan surat izin konser yang rencananya akan digelar pada 3 Juni mendatang. Padahal, lebih dari 30.000 tiket telah terjual habis diserap a Little Monster, sebutan untuk fansnya. Harga tiketnya bervariasi dari Rp750.000 hingga Rp2,25 juta, harga yang tidak semua orang Indonesia mampu membayarnya.
Kisruh izin konser Lady Gaga dipicu oleh penolakan sejumlah tokoh muslim konservatif karena dianggap mempromosikan penyembahan pada setan. "Dia adalah penyanyi coarse yang hanya mengenakan celana dalam dan bra ketika bernyanyi. Dia juga menyatakan diri sebagai utusan setan dan akan menyebarkan ajaran setan," kata Ketua DPD FPI Jakarta Habib Salim Alatas.
Protes atas konser Lady Gaga juga disampaikan oleh Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia, serta Forum Umat Islam (FUI) kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui surat. Isi suratnya meminta polisi mempertimbangkan pelaksanaan konser penyanyi wanita yang memiliki nama asli Joanne Stefani Germanotta tersebut.
Intinya, polisi diminta agar mengeluarkan kebijakan agar suasana Ibukota tetap kondusif. Surat permohonan penolakan itu telah ditanggapi Sekretariat Negara yang dilanjutkan kepada Polda Metro Jaya. Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi, juga mengatakan hal yang sama.
Gamawan menilai Polri pasti telah memiliki pertimbangan khusus dan dipikirkan dengan matang, dengan tidak memberikan izin konser penyanyi yang gemar berdandan nyentrik itu. "Pastilah Pak Kapolri punya pertimbangan untuk masyarakat Indonesia," katanya.
Bukan kali ini saja konser Gaga ditolak publik. Sebelumnya, sebuah kelompok Kristen di Korea Selatan menolak pagelaran tersebut. Pemerintah Korsel tidak sampai tidak memberikan izin, hanya membatasi usia penonton konser. Alhasil, konser tersebut hanya dihadiri penonton berusia 18 tahun ke atas.
"Beberapa orang di kebudayaan tertentu memang bisa menerimanya, tapi efeknya bagi agama sangat besar. Bahkan orang dewasa sekalipun tidak boleh melihat penampilannya, yang berbau homoseksual dan porno," kata pendeta Yoon Jung-hoon yang menggawangi penolakan terhadap konser Gaga di korsel.
Sosok kelahiran New York,28 Maret 1986, ini memang penuh kontroversi. Ia berani tampil mendobrak kemapanan budaya, meski terkesan urakan dan nyeleneh. Tanpa tedeng aling-aling, ia memprokamirkan diri sebagai duta setan di dunia. Setan, yang mampu menghipnotis penonton menuju dunia lain, dunia setan.
Lirik lagunya, musiknya, dan penampilannya yang bertema setan, sudah membawanya pada pembenaran isu bahwa ia adalah pemuja setan. Plus penampilan coarse seksual menambah lekat lagi tarnish setan bagi Lady Gaga.
Tak pelak, kehadiran Lady Gaga mendapat penolakan dari kelompok agama Kristen, maupun agama Budha, di sejumlah negara lainnya di Asia. Termasuk di Indonesia, tentangan berasal dari kelompok masyarakat Islam.
Awal kehadirannya di pentas musik dunia pada 2008, Lady Gaga terbilang sukses. Dalam manuscript perdana The Fame, Lady Gaga lebih banyak mengeksplorasi lagu tentang ketenaran, kekayaan, dan budaya pop. Namun berbeda pada manuscript berikutnya, The Fame Monster. Di manuscript ini lagu-lagu Gaga bertemakan monster, vampir, dan kematian. Sementara di manuscript terbaru Born This Way, Lady Gaga seperti ingin mendirikan sekte kepercayaan dengan lagu-lagu bertema kepercayaan dan agama.
Sebagai artis yang membutuhkan personel branding, pilihan Lady Gaga menjadi The Mother Monster bisa jadi tepat. Pilihan uniknya ini mendapat sambutan pecinta musik dunia. Dalam waktu singkat ia berhasil menjaring delapan juta pengikut di Twitter.
Atas nama kebebasan berekspresi, Lady Gaga kerap mencampuradukkan sejumlah simbol sakral keagamaan dalam berbagai karyanya. Misalnya aksi Gaga sebagai biarawati di video klip Alejandro. Lady Gaga juga sering berpenampilan seronok saat tampil di atas panggung. Tak pelak, pilihannya itu mendapat perlawanan dari kelompok yang ingin mempertahankan kemapanan dan kesucian ajaran agama.
Alhasil, konser Lady Gaga di Indonesia kini telah berubah menjadi ‘medan pertarungan’ antara penjaga kesucian agama dan para pendobrak kemapanan yang berdalih kebebasan ekspresi seni. Sementara pihak penyelenggara ingin mengeduk keuntungan dari kehadiran puluhan ribu Little Monster di Gelora Bung Karno Jakarta.
Di mata para pendukung Lady Gaga, negara telah gagal menjaga semangat pluralisme di Republik ini. "Seni adalah seni, harus dipandang sebagai karya. Andaikan ada yang kurang diterima oleh sebagian masyarakat, selesaikanlah dengan cara bermartabat, bukan dengan cara ancaman, intimidasi, atau tindakan kekerasan," kata Wakil Ketua Komisi we DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Tubagus Hasanuddin.
Namun para penentang Lady Gaga berdalih melindungi budaya Indonesia dari serbuan budaya asing yang melanggar norma agama.
Jadi, tak ada tempat bagi 'wakil setan' di negeri ini. Maklum, Indonesia merupakan negara dengan sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa, bukan Kesetanan Yang Maha Kuasa. (HP, dari berbagai sumber)
The Adly’s Tampil Beda Dengan Format Trio
May 12, 2012
BeritaMusik.COM, Jakarta-Grup musik The Adly's yang dimotori oleh aktor Adly Fairuz kini tampil dengan formasi baru, yakni dengan format Trio. Formasi baru tersebut dirasa Adly lebih segar dan memberi warna baru.
"Lebih uninformed dengan format baru. Kita merasa lebih nyaman, mudah-mudahan singel dan manuscript kita bisa diterima," ujar Adly Fairuz disela rilis manuscript kedua 'Dengarkanlah Sahabatku', di Citos, Cilandak, Jakarta Selatan, Sabtu (12/5).
Lewat manuscript baru tersebut The Adly's sekaligus memperkenalkan formasi barunya yaitu Adly Fairuz (vokal), Thuse (bas) dan Harlan (drum). Sementara Arif personel lamanya memutuskan untuk keluar, sehingga The Adly's kini tampil dengan format trio.
"Komposisi berubah, sekarang bertiga. Tapi kalau manggung tetap berlima, takut ada konflik dengan orang baru kalau ambil pemain baru," papar Adly.
Adly menambahkan, karakter vokalnya juga sedikit berubah seiring perubahan formasi rope tersebut.
"Ada hal-hal baru yang kita coba di manuscript ini. Paling kelihatan pada karakter vokal dengan nada-nada panjang," tandasnya.
She Siapkan Album Baru
April 24, 2012

Menyesal Baru Datang ke Indonesia
April 23, 2012

Punkers Indonesia Berpesta Bersama Charged GBH
April 22, 2012
Sabtu malam (21/4) boleh jadi malam yang istimewa bagi para penggemar musik punk Indonesia. Band travel punk asal Inggris Charged GBH untuk pertama kalinya melaksanakan konser mereka di Indonesia setelah lebih dari 30 tahun berkarir.
Konser yang diadakan di Tennis Indoor Senayan ini dibuka oleh penampilan dari rope punk asal Jakarta yaitu Error Crew. Sebanyak 6 lagu yang dibawakan oleh mereka ini cukup membuat panas ratusan pengunjung yang ingin menyaksikan aksi panggung dari Collin Abrahall cs.
Sekitar pukul 21.30 WIB Charged GBH mulai melancarkan serangan melalui musik punk mereka. Terhitung hampir sebanyak 25 lagu mereka bawakan. Aksi pogo, moshing, theatre diving joke tak terhindarkan. Ratusan punkers yang malam itu datang larut bersama dalam dentuman musik Charged GBH.
Nampaknya usia bukan menjadi halangan bagi Collin Abrahall (vokal), Colin Jock Blyth (gitar), Ross Lamos (bass), dan Scout Preece (drum) untuk tampil maksimal didepan para penggemar mereka. Sama sekali tidak nampak bahwa mereka merasa kelelahan saat tampil diatas panggung, bahkan Collin Abrahall sang vokalis beberapa kali turun panggung untuk bernyanyi bersama para punker Indonesia. Lagu hits mereka seperti Alcohol, Give Me Fire, dan Maniac joke tak lupa mereka bawakan.
Yang menarik dari penampilan mereka semalam adalah disela-sela penampilan mereka di atas panggung, Charged GBH mengajak Error Crew untuk tampil bersama mereka membawakan lagu di manuscript terbaru mereka yang akan rilis tahun depan berjudul Kids Get Down.
Sumber BeritaMusik.com

Dream Theater Puaskan 8.000 Penggemar Fanatik
April 22, 2012
BeritaMusik.COM, Jakarta - Grup rope Metal progresif asal Amerika, Dream Theater memuaskan 8.000 penggemar fanatiknya di MEIS, Ancol, Jakarta, Sabtu (21/4) malam. Seperti apakah?
Setelah 25 tahun menanti, kerinduan penggemar terhadap rope yang digawangi James LaBrie tersebut joke terobati. Konser megah selama kurang lebih dua jam, mampu membuat decak kagum sekitar 8.000 penonton, pengidolanya.
Sejak sore, penggemar yang didominasi pria dewasa dengan atribut berwarna hitam sudah memadati kawasan MEIS. Kepadatan penonton sempat membuat suasana memanas karena gerbang masuk locus konser tak kunjung dibuka, sementara penonton semakin membludak, dengan jumlah ribuan.
Sekitar pukul 21.00 WIB James LaBrie cs naik ke atas panggung. Memegang alat musiknya masing-masing, langsung memainkan laguDream Is Collapsindan'Bridges in a Sky. Penonton joke riuh gemuruh.
Kedekatan antara rope asal Amerika tersebut kepada para penonton sangat terasa akrab. James LaBrie, vokalis joke sangat menikmati movement kemeriahan penggemarnya.
"Halo Jakarta. Sudah sangat lama ya kami tidak bertemu. Apa kabar ? Ini adalah waktu yang sangat fantastik . Apakah kalian merasakan hal yang sama?," ujar James, yang tampil prima di atas panggung.
Lagu-lagu andalan Dream Theater joke disuguhkan dengan apik untuk para penggemar setianya di Indonesia yang menyaksikan aksi panggung rope steel pemilik 11 manuscript tersebut.
Build Me Up, Break Me Down, Surrounded, dan The Root of All Evil'sukses membuat ribuan penonton terkesima.
Sang drumer, Mike Mangini joke membuktikan kemampuannya menabuh drum. Tak heran ribuan penonton bertepuk tangan dan memberi teriakan histeris saat Mike tampil solo bermain drum.
Selanjutnya, A Fortune in Lies Outcrytidak kalah mengesankan dan sukses dibawakan.
Ribuan penonton joke tertawa saat sang vokalis menceritakan pengalaman pertama kali bandnya merasakan kemacetan saat menuju tempat konser.
James lantas mengatakan, sangat bangga terhadap kegigihan para penonton untuk mencapai tempat konser, karena harus berjibaku dengan kemacetan.
"Aku nggak pernah melihat kemacetan seperti itu. Aku kira hanya butuh berjalan kaki untuk menuju tempat konser. Its, ok. Tapi kalian sangat hebat," papar James.
Suasana semakin intim ketika Dream Theater membawakan lagu The Silent Mandengan gaya akustik. Semua penonton ikut larut dalam melambaikan tangan serta bernyanyi bersama-sama lagu tersebut.
Selanjutnya, Beneath a Surface, On a Backs of Angels, War Inside My Head, dan The Test That Stumped Them Alldipersembahkan.
Begitu juga lagu The Spirit Carries Onmendapat tempat khusus di hati para penonton. Terlihat pada penggemar yang serentak bernyanyi bersama. Tepuk tangan joke mengalir deras, sesudahnya.
Pull Me Undermenjadi lagu pamungkas. Sontak saja histeria para pecinta Dream Theater kegirangan dan berjingkrak-jingkrak saat lagu lawasnya dibawakan dan berhasil memberikan kesan sebagai penutup konser yang memukau.
"Terimakasih Jakarta, selamat malam dan sampai jumpa lagi," tutup James.
Dari atas panggung para personil Dream Theater joke memberikan standing applause kepada ribuan penggemarnya. aji
Album Terbaru Justin Bieber Rilis 19 Juni 2012
April 18, 2012
Jakarta – Idola remaja masa kini, Justin Bieber dipastikan akan merilis manuscript terbarunya, Believe pada 19 Juni mendatang. Ini diumumkan sendiri oleh sang luminary saat ia tampil di ajang pencarian bakat, The Voice pada Selasa (17/4) lalu.
“Album baru saya, Believe akan keluar pada 19 Juni. Saya pastikan itu. Tidak akan diubah harinya,” tegas Bieber saat pembawa acara Carson Daly mempersilakan dirinya membuat pernyataan resmi apapun di atas panggung tersebut.
Sebelum menyatakan pengumuman perilisan manuscript terbarunya, Bieber juga sempat membocorkan video musik pertamanya dari manuscript Believe, yakni singular “Boyfriend”.
“Saya benar-benar senang berada di sini, dan saya rasa kalian semua akan benar-benar menyukai video ini,” kata Bieber yang malam itu tampil mengenakan setelan kasual jaket biru muda, kaus dalam putih, serta celana jeans.
Dalam video itu penyanyi yang ditemukan oleh solois R&B, Usher ini terlihat sedang membisikkan sebuah lagu menarik kepada seorang gadis. Dengan sebuah gitar di tangan, Bieber langsung berpose seraya memunculkan cahaya berwarna putih dari dirinya.
Seperti telah diberitakan sebelumnya, manuscript Believe dikerjakan Bieber secara keroyokan dengan beberapa artis papan atas. Nama-nama seperti Drake, Kanye West, Timbaland hingga Diplo turut ambil bagian dalam rilisan penuh pertama sang artis sejak merilis Under The Mistletoe, Nov tahun lalu.
Bahkan, dalam sebuah lagu, Bieber mengaku menulisnya dengan Taylor Swift. “Ini gila. Saya bahkan menulis sebuah lagu bersama Taylor Swift, jadi seluruh manuscript ini akan sangat jauh berbeda,” terang penyanyi asal Ontario, Kanada ini kepada Rolling Stone akhir pekan lalu.
Justin Bieber (Foto: justinbiebermusic.com)
Sumber BeritaMusik.com

Album Solo, Ikang Fawzi Suguhkan Unplugged
April 15, 2012
BeritaMusik.COM, Jakarta - Penyanyi stone Ikang Fazwi tengah menyiapkan manuscript solo bernuansa unplugged. Berbeda dengan penampilan biasanya yang selalu nge-rock, kali ini Ikang ingin menyuguhkan sesuatu yang beda.
"Saya lagi siapin manuscript solo, sekarang tinggal mixing. Konsepnya bukan rock, tapi unplugged," terang Ikang disela-sela acara peresmian Universitas Gunadarma J5, Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur, Jumat (13/4).
Rocker yang dikenal lewat manuscript Preman (1987) itu beralasan, musik unplugged yang ia hadirkan pada manuscript barunya yang bertajukIn Love With Ikang Fawzimerupakan permintaan dari sejumlah penggemar melalui jejaring sosial Facebook.
"Saya ingin tampil beda. Saya kira konsep itu sesuai dengan usia dan penggemar saya sekarang. Dan lagi banyak sekali permintaan untuk unplugged itu sendiri," sambungnya.
Namun di tengah banyaknya rope pendatang baru yang lebih segar dengan beragam warna musik, pria bernama asli Ahmad Zulfikar Fawzi itu tetap merasa optimis dengan penjualan manuscript barunya kelak.
"Saya segmennya komunitas, kebetulan saya punya komunitas banyak. Saya laku seribu saja sudah untung. Insya Allah kalau musik saya jalan, ya bisnis saya yang lain juga jalan," tunturnya.
Selain tengah merampungkan manuscript solo, Ikang Fawzi juga memiliki aktivitas baru featuring Platinoem rope untuk lagu 'The Winner'. Lagu ciptaan Angga dan Mocek, personel Platinoem tersebut merupakan kompilasi Ost. film Negeri Lima Menara.
"Ini juga keberuntungan bagi saya dan Platinoem band, apalagi lagu 'The Winner' menjadi kompilasi Ost film Negeri Lima Menara yang cukup sukses," tandasnya.mor
Maliq & D’Essentials Manjakan Penggemar
April 8, 2012
BeritaMusik.COM, Jakarta - Maliq & D'Essentials manjakan penggemarnya di panggung Djarum Super Mild Road To JakJazz 2012, dengan hits jazz manis.
"Mudah-mudahan penampilan kami malam ini, jadi pemanasan yang bagus menuju JakJazz 2012," ungkap Indah, vokalis Maliq & D'Essentials di Panggung Djarum Super Mild Road To JakJazz 2012, Piazza Stage, Gandaria City, Jakarta Selatan, Sabtu (7/4) malam.
Maliq yang membuka penampilannya dengan tiga lagu, dengan salah satu lagu andalan Terdiam langsung melanjutkan aksinya. Band jazz yang telah merilis manuscript 1st Maliq D Essentials, 1st Maliq D Essentials Repackage, Free Your Mind, Free Your Mind Repackage, Mata Hati Telinga dan The Beginning a Beautifil Life ini langsung mamainkan hits Penasaran dan Untittled.
Penonton joke terhibur, musik jazz Maliq & D'Essentials yang manis terdengar. Pastinya, Maliq D'Essentials memanjakan penggemarnya dengan 6 lagu lainnya, seperti Hadirmu dan Dia, hingga usainya pertunjukan.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Djarum Super Mild Road To JakJazz 2012 yang berlangsung mulai 7 hingga 8 Apr 2012 menampilkan bintang jazz Indonesia yang tampil, LLW (Indra Lesmana, Barry Likumahuwa and Sandy Winarta), Tompi, Maliq & D’Essentials, Barry Likumahuwa Project (BLP), Glenn Fredly, Syaharani and a Queenfireworks (ESQI:EF), Tohpati, Ireng Maulana & Friends, Idang Rasjidi Syndicate, Yance Manusama’s Funky Thumb, Lala Suwages, Margie Segers, Jeffrey Tahalele and friends (JOC ft Bale Jazz), Otty Jamalus, Mus Mujiono, Oele Pattiselano, Cendy Luntungan, Yuyun George, Lala Suwages, Abdul and a Coffee Theory, Rio Moreno, Benny Mustafa, Eramono & a New Spirit Band, dan lainnya.
Berdasarkan catatan, Jakarta International Jazz Festival merupakan pelopor festival musik jazz internasional di Indonesia. JakJazz telah diselenggarakan 10 kali, yakni tahun 1988 dan 1991 di Taman Impian Jaya Ancol, sedangkan tahun 1993, 1994 dan 1995 berlangsung di Plaza Timur Senayan. Sementara tahun 1996 dan 1997 berlangsung di Pasar Festival Kuningan, serta tahun 2006, 2007 dan 2008 berlangsung di Istora Senayan.
Selain itu berlangsung juga acara khusus JakJazz 'A Touch Of Jazz' di Airman Planet Hotel Sultan pada 2009, dan acara pengumpulan dana untuk aksi sosial JakJazz Cares, di Mal Gandaria City pada 2010.
Tercatat, dalam perjalanannya, JakJazz melibatkan ribuan musisi lokal dan mancanegara yang berasal lebih dari 30 negara di Amerika, Eropa dan Asia, serta ditonton oleh ratusan ribu penggemar musik. aji


