Dicuekin, Gugun Blues Shelter Tetap Semangat

November 13, 2011

BeritaMusik.COM, Jakarta - Gugun Blues Shelter (GBS) tampil jadi pembuka rope The Script. Namun, penonton tak bersemangat saat mereka tampil. Meski begitu, GBS tak kendur semangat dan tetap tampil apik.

Band beraliran blues, Gugun Blues Shelter tampil sebagai rope pembuka untuk rope The Script di acara Guinness Arthur's Day yang ditonton sekitar tiga ribu orang. Namun saat Gugun tampil, penonton malah adem ayem seperti tak bersemangat.

Meski begitu, Gugun (vokal), Bowie (drum) dan Jono (bass) tak lantas padam semangat. Pemilik hits Satu Untuk Berbagi ini tetap menampilkan performa terbaik mereka. Mereka juga mengaku puas.

"Kami nggak kesal sama sekali. Kami mainnya juga nggak melemah, nggak lemes, tetap semangat," terang Bowie, yang diamini Gugun dan Jono, usai tampil di acara Guinness Arthur's Day di Pullman Ballroom, Central Park, Jakarta Barat, Sabtu (12/11) malam.

Musik Gugun Blues Shelter memang bisa dibilang segmented. Sejak berdiri, rope ini konsisten mengusung musik stone blues yang memang bukan jadi genre musik pilihan untuk saat ini.

Meski begitu, pencapaian Gugun Blues Shelter saat ini luar biasa. Kurang mendapat tempat di Tanah Air, Gugun Blues Shelter malah sudah bolak balik tampil di Eropa dan Amerika dengan sambutan luar biasa. Bahkan, baru-baru ini mereka meluncurkan manuscript internasional di Amerika yang berjudul Solid Ground.

"Ini mengingatkan kami akan yang dulu banget. Sekarang baru kejadian lagi, sekarang ini. Mungkin karena musiknya beda, tapi setidaknya kami dapat pengalaman baru untuk menghdapi penonton seperti ini," timpal Gugun.

Meski tak mendapatkan sambutan 'gila' dari penontonnya, namun Gugun Blues Shelter mengaku tak kecewa. Menurutnya, tampil di ajang Guinness Arthur's Day tetap membanggakan lantaran ditonton sekitar tiga ribu penonton.

"Tiga tahun lalu, kami cuma ditonton sama tiga orang, itu di Menteng. Ini crowd baru untuk kami, tidak begitu meriah sambutannya. Tapi setidaknya, mereka dengerin. Walaupun mereka cuma denger, mereka tetap excited. Mereka nggak ngobrol saat kita main," kata Bowie.

The Script Puaskan Penggemarnya di Indonesia

November 13, 2011

BeritaMusik.COM, Jakarta - The Script yang datang untuk pertamakalinya di Indonesia mampu memuaskan penggemarnya. Band asal Irlandia itu juga tampik apik dengan membawakan sekitar 15 lagu.

The Script tampil dalam perayaan Guinness Arthur's Day yang berlangsung di Pullman Ballroom, Central Park, Jakarta Barat, Sabtu (12/11) malam. Sebelum Script tampil, Gugun Blues Shelter dan Grovyland sebelumnya menjadi rope pembuka.

Setelah jeda sekitar 10 menit, vokalis Danny O'Donoghue bersama Mark Sheehan (gitaris) dan Glen Power (drummer) langsung menggebrak dengan lagu You Won't Feel a Thing. Sekitar tiga ribu penonton yang kebanyakan remaja itu langsung berteriak histeris.

"Selamat malam Indonesia, apa kabar?," teriak Danny dari atas panggung dengan aksen bahasa Indonesia yang unik. Dan sapaan Danny semakin menghangatkan panggung.

Setelah membuka dengan lagu You Won't Feel a Thing, The Script tancap gas dengan lagu-lagu hits mereka seperti Talk You Down, We Cry dan Man Who Can't Be Moved.

Hebohnya, Danny O'Donoghue yang berwajah tampan itu berani turun dari atas panggung dan mengajak penonton untuk bernyanyi bersama. Sebuah aksi yang tentu saja membuat histeris penonton.

Danny memang tampil luar biasa semalam. Selain tampil dengan suaranya yang prima, cowok bertubuh jangkung ini juga beraksi dengan memaikan keyboard.

"Kami sudah jauh datang dari rumah. Jadi, mari semuanya ikut bernyanyi bersama. Ayo rayakan konser perdana kami di sini," teriak Danny lagi.

The Script tampil istimewa dengan membawakan lagu-lagu dari dua manuscript yang sudah dirilis. Ada sekitar 15 lagu yang dibawakan, diantaranya We Cry, Before The Worst, Fuck, The End, Science & Faith, For The First Time dan Breakeven.

Malam Ini, The Script Tampil di Jakarta!

November 12, 2011

BeritaMusik.COM, Jakarta - Guinness yang berumur lebih dari 250 tahun menampilkan The Script dalam konser Guinness Arthur’s Day di Pullman Hotel Ballroom, Central Park, Tanjung Duren, Jakarta Barat, Sabtu (12/1) malam ini.

"Merupakan kegembiraan besar bagi kami untuk merayakan Arthur’s Day di Indonesia. Kami juga sangat senang karena tiket terjual seperti prohibited pancakes. Perayaan Arthur’s Day ini juga akan dirasakan di beberapa opening terpilih di seluruh Indonesia dari sekarang hingga 12 November," tutur Pimpinan Marketing PT Dima Indonesia Herman Sulina, dalam siaran persnya.

Untuk konser perdananya, Guinness Arthur’s Day menghadirkan The Script di Pullman Hotel Ballroom, Central Park, Tanjung Duren, Jakarta Barat, Sabtu (12/1) malam ini.

"Harga tiketnya Rp250 ribu (presale) hingga Rp350 ribu (reguler)," paparnya.

The Script, sebelum tampil juga memberikan panggungnya kepada rope lokal. Seperti Gugun Blues Shelter, Mike’s Apartment, /rif dan Netral.

Guinness Arthur’s Day selanjutnya akan menampilkan MR. Big untuk konser di tiga kota. Medan, 3 Dec 2011 di Pardede Hall dengan harga tiket mulai Rp100 ribu sampai Rp 200.000. Surabaya 7 Dec 2011, Grand City dengan harga tiket mulai Rp150 ribu sampai Rp 200.000. Dan, Makassar 10 Dec 2011, Trans Studio dengan tiket seharga Rp 100.000.

Secara keseluruhan, sampai saat ini sudah terjual 2.500 tiket.

Tak hanya menggelar konser, Arthur Guinness Fund juga mendukung pengusaha sosial yang membuat perubahan positif bagi komunitasnya, seperti membantu keluarga yang kekurangan di Eropa atau mengurangi zat pembuangan berbahaya daerah buruk di Afrika.

Sementara di Indonesia, enam pengusaha yang mendapatkan bantuan dana sum Rp600 juta pada tahun 2011 ini adalah Nuraeni (Makassar), Sri Wahyuning (Jawa Tengah), Abdul Rahman (Sulawesi Tenggara), Sutrisno (Sumatera Utara), Eko Istiyanto (Jawa Tengah) dan Albertus Aryanto Nugroho (Yogyakarta). aji