Nirwan Dewanto, Pemeluk Islam Yang Perankan Uskup Soegija

May 25, 2012


BeritaMusik.com - Heboh gossip bahwa film SOEGIJA disebut sebagai upaya kristenisasi ditanggapi enteng oleh pemain utamanya, Nirwan Dewanto.Mengambil sudut pandang perjuangan mempertahankan kemerdekaan, Nirwan menjamin bahwa tidak ada promotion agama dalam film yang dibintanginya.

"Saya muslim. Dalam film ini saya berperan sebagai uskup pertama di Indonesia. Setelah syuting dan setelah menonton film ini, keyakinan Islam saya sama sekali tidak goyah. Jangan menilai sebelum anda menontonnya secara utuh," ujarnya ditemui usai screening film di Platter Café, Setiabudi, Kuningan, Jaksel, Kamis (24/5).

Nirwan mengaku semula bimbang untuk terjun ke dunia akting. Sosok baru dalam dunia film ini lebih dikenal sebagai seorang sastrawan. “Di sastra saya sudah nyaman. Kalau terjun di film ini saya harus total. Saya harus meninggalkan semua pekerjaan saya di Jakarta dan juga keluarga saya," kenangnya.

Nirwan memang tidak mengikuti casting karena kemiripan wajahnya pada tokoh Soegijapranata lah yang membuatnya Garin tertarik memintanya menjadi pemeran utama. Meski pada awalnya ia menolak untuk bergabung, setelah dua-tiga minggu kemudian ia menerima ajakan Garin.

"Saya tertarik pada ide-ide yang tegas dalam menghadapi perbedaan dan melakukan toleransi. Skripnya saja berubah 12 kali lebih. Garin bergulat dengan tokoh-tokoh di film ini. Karena itu saya yakin ide besar akan muncul dalam laku pemain. Karenanya saya ikut," jelasnya ketika ditanya apa yang membuatnya berubah pikiran.

Untuk menyelami karakter, sebagai pemain baru, Nirwan memperoleh banyak bantuan dari Garin. "Penyelaman karakter itu saya lakukan karena diancam metode Garin yang sering kali menyimpang dari skrip. Kejutan-kejutan di lapangan membuat saya terkejut saat nonton. Pesan dalam film ini kuat.
Dan tantangannya saya harus menjalankan pesan-pesan dalam film ini
dalam kehidupan nyata," urainya panjang. (BM/dka)

Soegija, Nirwan Dewanto Dapat Pengalaman Bathin

May 18, 2012

BeritaMusik.COM, Jakarta - Nirwan Dewanto mengaku mendapat pengalaman bathin selama menjalani proses syuting film 'Soegija'. Nirwan yang seorang Muslim membintangi tokoh Soegija yang merupakan uskup pertama di Indonesia.

Nirwan yang selama ini berprofesi sebagai penyair, mengaku sempat menolak tawaran sutradara Garin Nugroho untuk membintangi Soegija. Namun, ia tidak menyesal sudah berani menerima pekerjaan itu.

"Masalahnya saya bukan aktor dan nggak punya waktu. Tapi saya bisa cuti dan syuting. Keputusan saya tepat karena punya pengalaman bathin di film ini, syuting itu seperti perang," ungkap Nirwan saat usai acara 'Apa Di Balik Soegija' di Hotel Grand Melia, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (16/5)

Meski berperan sebagai seorang uskup bijak, Nirwan tidak terpengaruh. Ia joke malah senang bisa berbaur dengan teman-temanya yang baru diketahui ternyata beragama katolik.

"Saya juga bertemu teman-teman lama di sana dan baru tahu mereka Katolik tapi film ini nggak buat saya jadi katolik," tuturnya.

Film Soegija merupakan proyek terbaru Garin Nugroho mengenai sejarah yang mengambil latar tahun 2940-an. Film itu melibatkan lebih dari 2.775 orang dengan menggunakan enam bahasa dan menghabiskan dana Rp12 milyar. Film ini akan ditayangkan di seluruh di Indonesia mulai 7 Juni 2012. fei

Garin: Kekuatan Annisa di Wajah Yang Khas Jawa

December 1, 2011

BeritaMusik.com - Perempuan asal Muntilan yang juga cucu seorang pembuat Buntil, makanan khas Muntilan, dipilih oleh Garin Nugroho untuk membintangi film Soegija. Gadis bernama lengkap Annisa Hertami Kusumastuti menjadi pemeran utama wanita, dengan peran sebagai Mariyem.

Annisa sebelumnya punya pengalaman bermain film yang dibuat para mahasiswa Multi Media Training Center (MMTC), tempatnya kuliah selama ini.

"Ketika saya dinyatakan diterima, ini merupakan kado terindah ulang tahun saya yang ke-23 dari Tuhan. Sebab, ketika dinyatakan diterima, tepat pada hari ulang tahun 7 Oktober," ucap Annisa ketika ditemui di sela-sela syuting di Pabrik Gula Gondang, Klaten.

Tentu saja Annisa merasa senang sekali bisa bermain film yang disutradarai Garin. Terlebih dipasang sebagai pemeran utama wanita.

Film Soegija sendiri mengangkat kisah kepahlawanan Mgr Soegijapranata yang dikenal sebagai seorang Pahlawan Nasional dan juga Uskup pribumi pertama di Indonesia.

Posisinya sebagai pemimpin Gereja Katolik saat itu, tidak menghalanginya untuk berjuang secara sum demi kemerdekaan bangsa Indonesia. Perjuangan Soegijapranata memang bukan perjuangan dengan senjata, tetapi lebih banyak dengan diplomasi.

Bermain dalam film Soegij inilah bisa dikatakan Annisa melangkah memasuki dunia film secara profesional. Maka tak heran, bila dia mendapat dukungan dignified dari keluarga dan teman maupun sahabatnya.

"Saya selalu menekankan bahwa ini adalah pekerja seni, artis, dan bukan selebritis," tutur lulusan SMA Muhammadiyah II Yogya ini.

Annisa dalam film Soegija akan memerankan Mariyem yang terpisah dari kakaknya akibat perang kemerdekaan. Kisah di masa perang adalah kisah terpisahnya manusia dari orang-orang yang dicintai, kisah terpecahnya kemanusiaan.

Film ini menceritakan Annisa akan bermain dengan Nirwan Dewanto sebagai pemeran Mgr. Soegijapranata, Butet Kartaredjasa yang berperan sebagai Koster Toegimin (pembantu pastor).

Tak ada kesulitan bagi Annisa dalam memerankan Mariyem. Semua dilakukan dengan bersungguh-sungguh menghayati perannya.

"Kalau ada kesulitan kan saya bisa tanya, belajar dengan Mas Garin, Mas Landung Simatupang sebagai behaving manager dan Whani Darmawan sebagi casting director," ujar lulusan SMP Negeri 8 Yogya.

Garin sendiri merasa puas dengan akting Annisa yang memerankan Mariyem. Bila tetap konsisten dengan permainannya, Garin memprediksi Annisa akan menjadi bintang film besar dikemudian hari.

"Kekuatan Annisa itu di wajahnya yang Indonesia khas Jawa, umur yang masih muda dan tingkat konsentrasi serta disiplin kerja yang tinggi. Inilah yang sangat jarang ditemui dalam dunia industri film saat ini," tegas Garin(antara/dar)

Garin Nugroho Sempat Susah Cari Perempuan Jawa

December 1, 2011

BeritaMusik.COM, Jakarta - Garin Nugroho sempat kesulitan mencari gadis berwajah khas Jawa untuk peran utama wanita dalam film Soegijapranata yang tengah digarapnya.

Film berlatar belakang tahun 1940 hingga 1949 itu membutuhkan sosok perempuan berwajah yang khas Jawa. Sementara menurut Garin saat ini layar kaca dihiasi oleh wajah campuran Indonesia-asing.

"Tak mudah menemukan perempuan ayu dengan wajah khas Jawa di saat ini. Selama ini kalau lihat sinetron-sinetron yang hadir kan wajah-wajah bule," ujar Garin Nugroho melalui telepon selular, Rabu (30/11).

Namun setelah melakukan syuting beberapa hari di wilayah Yogyakarta dan Klaten, akhirnya Garin menemukan talenta baru, yakni Annisa Hertami Kusumastuti.

"Ketika saya lihat dia, saya pikir ini cocok dipasang sebagai pemeran utama wanita," terang Garin.

Annisa dalam film Soegijapranata akan berperan sebagai Mariyem yang terpisah dari kakaknya akibat perang kemerdekaan. Di sini Annisa akan bermain dengan Nirwan Dewanto sebagai pemeran Mgr. Soegijapranata, Butet Kartaredjasa yang berperan sebagai Koster Toegimin (pembantu pastor).

Garin sendiri merasa puas dengan akting Annisa yang memerankan Mariyem. "Kekuatan Annisa itu di wajahnya yang Indonesia khas Jawa, umur yang masih muda dan tingkat konsentrasi serta disiplin kerja yang tinggi. BeritaMusik yang sangat jarang ditemui dalam dunia industri film saat ini," tutur Garin. aji

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.BeritaMusik.com around ponsel dan Blackberry !

Garin Nugroho Akhirnya Pilih Annisa

November 30, 2011

BeritaMusik.com - Sutradara Garin Nugroho setelah sekian lama pada akhirnya memilih Annisa sebagai pemeran utama wanita dalam film Soegijapranata, yang saat ini tengah dalam proses produksi.

Garin saat dihubungi, Senin (28/11/2011) mengatakan, dia merasa lega setelah sekian lama dipusingkan dengan tak menemukan pemeran utama wanita untuk film Soegijapranata yang kini tengah digarap.

Menurutnya, film yang mengambil environment pada tahun 1940 - 1949 membutuhkan wajah yang khas Jawa.

"Tidaklah mudah menemukan perempuan ayu dengan wajah khas Jawa di saat sekarang. Kalau lihat sinetron-sinetron yang hadir kan wajah-wajah bule," ujarnya.

Garin mengatakan, ketika pertama kali melihat Annisa dia langsung merasa cocok untuk dipasang sebagai pemeran utama wanita. Dia berharap Annisa akan membuat film Indonesia terasa hadir kembali, mungkin dia dapat menggantikan artis berwajah Indonesia, Tuti Indra Malaon.

Garin menjelaskan, pertemuan dengan Annisa terjadi saat mempersiapkan segala sesuatu untuk keperluan syuting film Soegijapranata. Kemudian datanglah seorang gadis yang melamar untuk bermain film.

"Saat itu saya langsung tertarik, sehingga langsung meminta anak buah saya memotret gadis tersebut sebanyak-banyaknya dari berbagai sudut," papar Garin.

Annisa Hertami Kusumastuti, gadis yang berwajah ayu khas Jawa yang menarik perhatian Garin, sineas terkemuka di Indonesia itu. (antara/dar)

Djaduk Ferianto: Soegijapranata Sosok Pahlawan Terselip

November 9, 2011

BeritaMusik.com - Music Director film Soegija, Djaduk Ferianto menilai, Mgr Soegijapranata tokoh dalam film tersebut merupakan sosok pahlawan yang terselip, karena silent diplomacy yang diusungnya adalah karya besar yang terabaikan.

Butuh ketelitian dan kejelian untuk memasukkan instrumen yang harmoni dengan gambar, kata Djaduk, yang memilih alat-alat musik, seperti ukulele dan piano untuk menciptakan nuansa dash dulu dalam film itu.

Syuting perdana film Soegija besutan sutradara kawakan Garin Nugroho yang berlangsung di kompleks Gereja Gedangan, Semarang, terkendala cuaca mendung.

"Dari pagi tadi hampir tidak ada sinar matahari sama sekali alias mendung," kata Asisten Sutradara Romo FX Murti Hadi Wijayanto SJ, ditemui di sela-sela syuting perdana film Soegija, Senin (07/11/2011).

Film Soegija menceritakan tentang tokoh Monsinyur (Mgr) Soegijapranata, pahlawan nasional yang juga uskup pribumi pertama di Indonesia yang turut berperan besar melawan penjajah, baik Belanda maupun Jepang.

Meski terkendala cuaca mendung, ia mengatakan, proses syuting harus tetap berjalan karena waktu pengambilan gambar di Kota Semarang dijadwalkan hanya berlangsung selama 14 hari, setelah itu berlanjut ke lokasi selanjutnya.

Dalam salah satu adegan, menggambarkan prosesi pentahbisan Mgr Soegijapranata sebagai uskup. Pelataran Gereja Gedangan 'disulap' sedemikian rupa mencitrakan latar zaman perjuangan sesuai dengan kisah sang tokoh.

Romo Murti mengakui, pengambilan gambar perdana memang melibatkan banyak pemain yang memenuhi gereja, karena umat Gereja Gedangan ketika itu sangat banyak, mulai kalangan warga asing hingga pribumi.

"Posisi Romo Kanjeng (sapaan akrab Mgr Soegijapranata) sebagai pemimpin umat tidak menghalanginya secara sum untuk berjuang demi kemerdekaan Indonesia," katanya.

Karena itu, kata dia, Romo Kanjeng melakukan perjuangan tidak dengan senjata, namun lebih banyak menggunakan cara diplomasi, termasuk berperan besar dalam negosiasi gencatan senjata saat Pertempuran Lima Hari di Semarang.

"Saat Pertempuran Lima Hari di Semarang pecah, Romo Kanjeng melakukan negosiasi dengan pimpinan Jepang dan Sekutu di Gereja Gedangan. Karena itu, latar film ini antara periode 1940-1949," katanya.

Perjuangan tanpa senjata, kata dia, atau disebut juga "silent diplomacy" yang diusung Romo Kanjeng diterapkan pula di wilayah gereja yang dipimpinnya, termasuk saat ada tentara Jepang datang bertemu.

"Di gereja yang menjadi tempat tinggalnya ini, Romo Kanjeng bersikap tegas meminta orang-orang Jepang yang ingin bertemu, harus meletakkan senjatanya di luar, karena lingkungan agama adalah zona damai," katanya.

Melalui film Soegija yang dijadwalkan sudah bisa dinikmati penikmat bioskop pertengahan 2012 mendatang, Romo Murti berharap mampu memacu kembali semangat dan rasa nasionalisme di tengah kondisi bangsa saat ini.

Selain Gereja Gedangan Semarang, pengambilan gambar film Soegija yang menelan biaya sekitar Rp12 miliar itu akan dilakukan di sejumlah lokasi, seperti kompleks Pabrik Gula Gondang Klaten, kawasan Yogyakarta, dan Ambarawa. (antara/dar)

Garap Film ‘Soegija’, Garin Habiskan Rp12 Miliar

November 7, 2011

BeritaMusik.COM, Jakarta - Garin Nugroho menyebut film terbarunya, 'Soegija' adalah film termahal yang pernah ia garap. Yakni berbiaya Rp12 Miliar.

Film kepahlawanan tersebut menelan biaya hingga Rp 12 Milliar. Menurut Garin film tersebut termasuk film fantastis dan termahal yang pernah ia buat.

"Ya bisa di bilang ini film termahal yang pernah saya buat. Hampir dua kali lipat dari Opera Jawa yang pernah saya buat. Luar biasa," terang Garin saat dihubungi melalui telepon selular, Senin (7/11).

Film tersebut menggandeng sejumlah nama artis, Di belakang layar ada Landung Simatupang sebagai pelatih akting dan Whani Darmawan sebagi casting director. Sementara para pemain film tersebut diantaranya Nirwan Dewanto (pemeran utama Mgr Soegijaprana ), Olga Lidya dan Hengky Soelaiman dll. Di bagian musik, Garin menggandeng musisi Djaduk Ferianto dan Endah Laras (penyanyi asal Solo).

Film tersebut mengambil environment antara tahun 1940-1949. Selain itu film yang mengambil lokasi syuting di Semarang, Ambarawa, Klaten dan Yogyakarta tersebut melibatkan melibatkan 500 pemain dan 200 kru.

"Banyak sejarah penting yang terjadi pada masa menjelang kemerdekaan RI di Gereja Gedangan dan akan diangkat dalam film ini. Selanjutnya pengambilan gambar juga akan dilakukan di Yogyakarta seperti di Gereja Bintaran, Panti Rapih, Stasiun Tugu, serta Klaten, Ambarawa dan sekitarnya," papar Garin.

Film 'Soegija' tersebut rencananya akan diputar di bioskop seluruh Indonesia pada bulan Juni 2012. fei

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.BeritaMusik.com around ponsel dan Blackberry !