Paul McCartney Mampu Sihir 150.000 Penggemarnya
May 13, 2012
BeritaMusik.COM, Mexico City - Paul McCartney tetap menjadi seorang dewa musik bagi penggemarnya di Mexico City, Meksiko. Paul mampu menaklukan 150.000 penggemarnya dalam konser tersebut.
Meski usianya akan segera menginjak 70, namun orang takkan pernah lupa dengan energi dan kemampuan legenda hidup The Beatles itu. Paul masih mampu memuaskan penggemarnya dalam konser yang berlangsung selama tiga jam itu.
Konser tersebut dalam rangka memperingati hari ibu dan disponsori oleh kantor walikota Mexico City.
"Lagu ini justru untuk semua Anda Mamacitas," kata Paul di atas panggung, seperti dikutip Dailymail.
Carlos Cordero, seorang mahasiswa musik di Mexico City, berkomentar mengenai konser tersebut, "Apakah Anda tahu mengapa Meksiko adalah salah satu penonton terbaik di dunia? Orang di sini pergi ke konser untuk melarikan diri dari neraka di hidup mereka."
"Aku senang konser ini setidaknya membuat orang lupa untuk dua atau tiga jam tentang pemilu, pemerintah dan situasi sosial dan ekonomi yang saat ini sedang dialami Meksiko," tambahnya.
Super Junior Sabet 3 Penghargaan di ‘e-Awards’ Singapore
May 3, 2012
BeritaMusik.com - Super Junior tak hentinya menorehkan prestasi luar biasa. Setelah kemarin membuat rekor baru dengan menjadi nomor satu di draft song Taiwan dalam waktu sum 100 Minggu, kini Super Junior membuktikan kualitas mereka di Singapore.
Dengan manuscript MR SIMPLE yang luar biasa gaungnya di Asia dan bahkan Internasional, Super Junior sukses menyabet penghargaan di tiga kategori dalam Singapore’s ‘e-Awards‘ Music Ceremony. Tentu saja prestasi ini adalah hal yang luar biasa karena keseluruhan kategori dalam ajang penghargaan tersebut hanya berjumlah 14.
Seperti yang dilansir oleh allkpop.com, Super Junior memenangkan posisi pertama dalam kategori Most Popular Group, Most Popular Korean Artist, serta Most Popular U-Weekly Cover. Baik para ELF Singapore maupun Korea merasa sangat bangga pada idola mereka karena prestasi ini tak mudah didapatkan.

Most Popular Group Singapore’s ‘e-Awards‘ Music Ceremony around Allkpop.com
‘e-Awards’ disponsori oleh China’s kinship Wanbo, Radio 1003, and OMY. Ajang penghargaan ini menganugerahkan penghargaan pada bintang-bintang berbakat luar biasa di bidang musik, film, TV, serta radio melalui pilihan pemirsa.
Ajang penghargaan tersebut akan digelar pada tanggal 15 Mei di Taiwan. Bagaimana ELF Indonesia, apakah kalian juga bangga pada Super Junior? (BM/alk/rzm)
Dinominasikan di Ajang Internasional, ‘DILEMA’ Didukung Pemerintah
May 1, 2012
BeritaMusik.com - Kemenangan DILEMA yang diproduseri Wulan Guritno dalam ajang Festival Film Detektif Internasional di Kota Moskow tentu menambah daftar prestasi yang ditorehkan sineas tanah atmosphere dalam ajang internasional.
Bahkan, film omnibus yang digarap Wulan bersama dengan beberapa sutradara muda ini berhasil menyabet penghargaan tertinggi, yakni The Best Feature Film. Sebuah kado manis bagi Wulan yang bertindak produser. Pasalnya ia dan tim produksi telah melewati banyak tantangan dalam pembuatan film ini, seperti misalnya masalah pendanaan dan juga jumlah penonton.
Beruntung bagi tim DILEMA karena untuk keberangkatan mereka ke Moskow ini, mereka mendapat dukungan dari pemerintah, terutama Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Segera setelah mendapat undangan dari Moskow, Wulan dan kawan-kawan menembusi Kementrian untuk meminta sponsor.
"Kan kalau biaya sendiri mahal, tapi kalau ga datang kan kita masuk nominasi. Karena bawa nama negara jadi kita cuma ke kementrian minta sponsor," tulis Wulan lewat BBM kepada BeritaMusik.com®.
Wulan pun merasakan bahwa pemerintah mendukung pekerja film sebagai salah satu bentuk ekonomi kreatif. Ia dan tim DILEMA langsung mendapat unite dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif atas nominasi yang diperoleh DILEMA di ajang internasional ini.
"Dibiayai pemerintah karena masuk nominasi. Kita proceed waktu dapat surat dari festival kita masuk nominasi," tulisnya kembali lewat BBM. Wulan dan tim yang berangkat ke Moskow, di antaranya, sang suami, Adilla Dimitri, sutradara Robby Ertanto, dan aktris Jajang C Noer mendapat bantuan akomodasi dan fasilitas selama berada di Moskow. (BM/dka)
Papua Memang Indonesia
April 29, 2012

Umat Nasrani Korsel Tolak Lady Gaga
April 22, 2012

Kecelakaan, Olivia Dewi Terpengaruh Alkohol
April 18, 2012
Meski Kepolisian Daerah Metro Jaya telah mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3), tapi peyelidikan mengenai kebakaran di mobil Nissan Juke yang dikendarai Olivia Dewi, saat terjadi kecelakaan di kawasan Jalan Sudirman, tetap akan dilakukan.
“Sudah SP3, tersangka selaku korban meninggal dunia. Percikan api muncul akibat gesekan besi reklame, dan soal pembakaran masih butuh pendalaman,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, Rabu, 18 Apr 2012.
Sementara menurut Dirlantas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Dwi Sigit, dari hasil uji laboratorium forensik, diketahui bahwa Olivia Dewi terbukti mengkonsumsi minuman beralkohol. Dan kecelakaan terjadi karena yang bersangkutan terpengaruh alkohol saat mengemudi.
“Etanol di hati, darah, dan empedu. Sekitar 623 mg dari hasil labfor, kalau normal 300 mg,” kata Dwi Sigit.
Sementara itu, kuasa hukum keluarga Olivia Dewi, OC Kaligis tidak mau banyak mempermasalahkan pernyataan polisi. Timnya juga sedang melakukan penelitian terkait dengan ada tuduhan bahwa kliennya terpengaruh alkohol.
“Kami juga sedang teliti. Tapi bagaimana mungkin polisi bisa tahu kalau Olivia menggunakan alkohol. Saat ditemukan saja yang bersangkutan sudah menjadi abu,” katanya.
Menurut Kaligis, pernyataan yang dikeluarkan polisi seperti ada pesan dari sponsor. Karena itu, dia berharap polisi tidak sembarangan mengeluarkan pernyataan.
“Karena ini masih dalam penyelidikan. Harusnya polisi menahan diri, jangan seperti ada pesan sponsor,” katanya.
Sebelumnya keluarga Olivi melaporkan Nissan Grup ke Sentra Pelayanan Kepolisian Polda Metro Jaya, Kamis, 12 Apr 2012. Ayah Olivia, Soerijo Gondo, menilai ada keganjilan sehingga menyebabkan Nissan Juke terbakar dan membuat anaknya meninggal. Menanggapi hal ini, polisi memastikan bahwa itu adalah hak keluarga.
sumber

Profesi Baru Timberlake: Desainer Interior
April 17, 2012
Predikat sebagai artis serba bisa patut dialamatkan kepada penyanyi sekaligus aktor Justin Timberlake. Ia diketahui memiliki bisnis pakaian, sebagian saham situs jejaring sosial Myspace, dan bahkan mensponsori mobil balap.
Terbaru, bintang film ‘The Social Network’ ini menjajal karier sebagai desainer interior. Dilansir dari laman Daily Mail, Timberlake berencana meluncurkan koleksi produk interior dengan tag HomeMint. Dalam bisnis barunya ini, kekasih Jessica Biel tersebut bekerjasama dengan desainer Estee Stanley.
“Ini benar-benar kolaborasi dengan Estee. Saya kira saya tidak bisa melakukannya jika kami tidak bersama-sama. Kami sudah saling kenal sejak lama dan bekerjasama untuk rumah saya,” ujar Timberlake kepada majalah Elle Decor.
Pelantun ‘Cry Me a River’ ini juga mengatakan, ia menyukai gaya interior yang sangat bersih serta sedikit moderen. Timberlake bukan satu-satunya selebritas yang bekerjasama dengan BeachMint, perusahaan di balik StyleMint, HomeMint dan BeautyMint. Aktris Kate Bosworth misalnya, merancang aksesori untuk JewelMint.
indonews

Pertama kali Marie tampil di hadapan Publik setelah masuk ke sekolah desain.
April 9, 2012
Pada 8 April, indication Marie membuat penampilan kejutan sebagai tamu di acara presentasi untuk penghargaan kreatif, “DIGITAL FRONTIER GRAND PRIX 2012“.
ini adalah penampilan publik pertama untuk Marie setelah memasuki Parsons The New School untuk Desain di New York musim gugur tahun ini. Dia berkomentar, “Saya seorang mahasiswa. Saya membuat pakaian dengan tangan saya sendiri. Aku tidak bisa melakukan grafis, itu hal yang indah, jadi aku iri pada teman-teman yang ahli “.
Meskipun Marie belajar di luar negeri di Amerika, dia masih melanjutkan kegiatan modeling-nya di Jepang. Sementara penonton terpesona, ia menyerahkan buket bunga kepada para pemenang grand prix.
The “DIGITAL FRONTIER GRAND PRIX 2012″ adalah penghargaan kreatif yang disponsori oleh lembaga pendidikan, Digital Hollywood. Para pemenang dipilih di antara lebih dari 1.000 karya yang diciptakan oleh siswa, yang termasuk animasi CG dan seni grafis.
Tahun ini grand prix dipegang oleh Oba Ryo, Kubota Hiroki, Komiya Kentaro, Takahashi Ayumi, dan “Ride On” Hachiya Norimichi itu. Karya mereka akan diputar sebagai entri khusus pada “Festival Film Pendek”.
XoveR@indonews.com

Inilah List Performer Dream Concert 2012
April 6, 2012
BeritaMusik.com - Dream Concert bakal digelar pada tanggal 12 Mei 2012 mendatang, dengan menghadirkan bintang-bintang papan atas Korea, mulai pada pukul 06:30 sore, bertajuk we Love Korea Dream Concert 2012, di World Cup Stadium di Seoul.
Konser ini diselenggarakan oleh Korea Entertainment Producer’s Association (dengan Presiden Kim Young Jin) dan disponsori oleh Menteri Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata Korea, serta perusahaan Hyundai.
Selama ini Dream Concert bisa disebut sebagai konser terbesar di Korea, dan telah diselenggarakan sebanyak 18 tahun. Kamis (05/04), asosiasi tersebut mengungkap tempat dan waktu penyelenggaraan konser, beserta list performer.
List bintang yang bakal tampil dalam konser tersebut antara lain: TVXQ, SNSD, Kara, T-ara, IU, 2PM, B2ST, 2AM, Secret, Miss A, MBLAQ, Sistar, 4Minute, Infinite, ZE:A, Davichi, K.Will, dan Teen Top.
"Saya berharap konser ini bakal membantu orang-orang di seluruh dunia menemukan mimpi dan tujuan mereka yang baru, melalui dunia musik di mana tidak ada batasan di dalamnya," ungkap President Kim Youn Jin.
Ketika berlangsungnya konser tersebut, bakal ada beasiswa yang diberikan oleh Korea Entertainment Producer’s Association dan Hyundai kepada remaja kurang mampu. Sementara tiket konser bisa didapat mulai tanggal 17 Apr mendatang di website resmi Dream Concert. (enk/sjw)
Mari Kembali ke Penggemar!
March 18, 2012
Jakarta – Banyak rope bernama besar di Indonesia kini pusing tujuh keliling. Reputasi sebagai artis mainstream yang menjual manuscript jutaan keping, RBT diunduh hingga jutaan kali, memiliki segudang hits, penggemar tersebar dari Sabang sampai Merauke ternyata tak mampu menyelamatkan karir musik mereka secara berkepanjangan di masa depan.
Tak ayal setelah tiga atau empat manuscript dihasilkan nama besar mereka di beberapa tahun lalu hanya tinggal kenangan. Gone with a wind.
Banyak sekali contoh kasusnya jika ingin menyebut nama. Sosok-sosok artis atau rope yang sangat terkenal beberapa tahun lalu karena hampir setiap hari mendominasi layar kaca kita sekarang ini hanya tinggal seonggok nama besar saja.
Musik baru mereka tak lagi ditunggu, event organizer sudah jarang yang memanggil, sementara kehidupan harus terus berjalan dan membutuhkan ongkos tidak sedikit. Benar dapur harus tetap ngebul tapi darimana datangnya asap jika tiada api?
Sudah lama kita ketahui bahwa sistem dan mekanisme pembayaran royalti musik bagi artis/pencipta lagu di Indonesia tidak pernah beres, bahkan hingga epoch digital yang serba transparan dan dukungan authorised dari UU Hak Cipta dan UU ITE telah menjaminnya. Belum lagi masalah pembajakan musik yang masih menjadi lingkaran setan, malah semakin menghebat dan naik kelas berhubung kini pembajakan online (illegal downloading) semakin menjadi tren di Tanah Air.
Lalu bagaimana artis/pencipta lagu bertahan mendapatkan penghasilan dari profesi mereka sementara CD mereka tidak lagi laku bahkan dibajak, sementara tawaran manggung tak kunjung datang?
Banyak artis atau personel rope kemudian terpaksa hijrah dan berbisnis diluar musik agar tetap mendapat penghasilan. Banyak pula tag rekaman yang kemudian gulung tikar. Mereka merasa berbisnis musik semakin sulit di Indonesia. Pendengar musik semakin banyak namun pembeli musik semakin sedikit, itulah kenyataan pahitnya.
Beberapa penyebab kegagalan rope Indonesia dalam mempertahankan karir musik mereka hingga panjang umur di industri musik adalah karena kegagalan mereka dalam membangun basement massa penggemar (fanbase) dan tidak mengonsep rope mereka sebagai code sedari awal.
Rata-rata mereka sudah cukup puas dan terlena dengan kesuksesan hari ini sehingga sulit untuk berpikir bahkan terlalu malas untuk menyiapkan rencana pengembangan karir di masa depan.
Saya sering memerhatikan band-band mainstream di Indonesia kebanyakan memang dibesarkan oleh peran tag rekaman mereka, bukan besar karena dukungan fans. Beberapa bahkan sengaja direkayasa eksistensinya oleh tag rekaman dengan diguyur marketing budget yang sangat besar. Single mereka diputar oleh ratusan stasiun radio di seluruh Indonesia, tampil playback/lip sync di berbagai acara musik pagi di TV hingga manggung di berbagai konser gratisan dalam rangka promosi sebuah produk. Akhirnya mereka memang menjadi artis bernama besar namun sayangnya tidak mengakar.
Saking terlenanya dengan kesuksesan hari ini mereka seperti melupakan esensi utama membangun karir musik dan lebih sibuk wara-wiri di infotainment. Mereka malas mengembangkan fanbase dan lupa mengubah rope mereka menjadi sebuah brand yang menguntungkan. Akhirnya semakin sering kita mendengarkan kisah band-band mainstream yang karirnya membusuk sebelum waktunya tadi.
Sedikit sekali artis/band di Indonesia yang serius untuk mengembangkan fanbase. Padahal mereka yang berniat untuk menggarapnya sejak awal akan menikmati hasilnya kemudian. Pernahkah Anda memerhatikan bahwa di Indonesia jarang sekali kita memiliki penggemar musik (fans) yang constant dan berdedikasi?
Diluar Slankers dan Oi (fans Iwan Fals), sekarang ini kita hanya mengenal fans sebuah rope adalah juga fans dari rope lainnya. Jadi jika ia adalah penggemar Samsons maka bisa jadi ia juga penggemar Nidji, Kerispatih, bahkan S⃜. Fans musik di Indonesia cenderung ngefan dengan lagu. Bahkan mereka hanya constant kepada singular yang hits. Jika sebuah lagu enak dan hits maka mereka akan nge-fan, jika ada lagu baru yang hits mereka akan segera pula berpindah.
Tidak ada lagi pengalaman mendengarkan dan mengapresiasi musik dengan cara membeli album. Pengalaman memandangi sampul manuscript yang indah, membaca lirik yang menggerakkan, menyimak manuscript sendirian dengan CD actor di kamar sembari mengingat nama-nama orang dalam daftar terima kasih artis/band menjadi aktivitas yang langka sekarang.
Tidak perlu lagi menabung untuk membeli CD atau kaset karena semuanya sudah tersedia dengan mudahnya di dunia maya. Parahnya lagi, semakin sedikit yang membeli manuscript CD dan lebih senang mengunduh singular secara ilegal karena dianggap gratis dan halal. Ironisnya, banyak fans yang belakangan ini tanpa sungkan bahkan meminta link download manuscript yang ilegal kepada artisnya sendiri around Twitter atau Facebook.
Jangan salahkan juga jika mereka tidak paham tentang HKI (Hak Karya Intelektual) atau Hak Cipta karena memang sosialisasi tentang hal tersebut sangat minim dari pemerintah atau kalangan industri rekaman sendiri. Alhasil para penggemar musik ini memang tidak pernah diedukasi untuk menghargai hasil karya cipta artis/band dengan cara membeli manuscript atau mengunduh secara authorised musik mereka.
Ini agaknya merupakan imbas dari industri musik kita yang suka serba instan dan lebih mementingkan meraup keuntungan sesegera mungkin dibanding berinvestasi untuk membangun fanbase artis yang loyal. Kondisi ini semakin diperparah dengan eksposur yang salah dari pemberitaan artis-artis di infotainment yang lebih senang mengungkap gosip dan skandal kehidupan pribadi bukan membahas karya dan prestasi dari artis tersebut.
Sementara di saat menikmati konser dari artis idola, ternyata rata-rata fans juga masih jarang sekali yang rela masuk dengan membayar tiket dan setia menunggu jebolan. Lucunya untuk patungan membeli minuman keras biasanya sangat cepat dan ketika sampai di dalam venue seringkali bukannya menikmati konser melainkan terlibat tawuran dengan sesama penonton atau fans juga.
Kebanyakan para penonton konser artis-artis lokal kita hingga kini masih disubsidi oleh sponsor-sponsor komersial seperti rokok, telekomunikasi selular dan sebagainya. Tak heran jika sejak puluhan tahun yang lalu hingga sekarang, harga tiket konser artis-artis Indonesia yang dilakukan di areal terbuka seperti tak pernah mengalami kenaikan berarti.
Bayangkan, untuk menyaksikan sebuah festival musik dengan line-up artis-artis terkemuka sebesar Soundrenaline saja mereka cukup merogoh kantong Rp 25 ribu. Bandingkan dengan tiket festival Big Day Out di Australia yang angka bisa mencapai Rp. 1,5 juta per harinya.
Idealnya seorang fan adalah aset berharga bagi artis/bandnya. Tak ada rope yang besar dan kemudian legendaris di dunia hanya karena dukungan tag rekaman, melainkan fans. Karena fans ini sejatinya akan selalu membeli CD, kaset, DVD, piringan hitam, merchandise, tiket konser sebagai bentuk dukungan nyata dan timbal balik mereka kepada artis idola yang telah ikut menghibur dan membahagiakan kehidupan sehari-hari dengan musik dan lagu yang mereka ciptakan.
Manajemen artis seharusnya bisa lebih mengeksplorasi ide agar tercipta fanbase yang constant terhadap artis mereka. Tidak perlu mahal dan repot pula mengelolanya. Hal-hal sederhana dan di jaman sekarang sudah menjadi standar adalah membuka akun di berbagai media sosial dan jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, ReverbNation, BandCamp, MySpace hingga blog. Namun sebelum semua itu dirambah ada baiknya juga kita mengecek apakah situs resmi artis kita masih ter-update informasi-informasi terbaru artis secara rutin dan periodik?
Dengan tren anjloknya angka penjualan manuscript rekaman fisik berupa CD, kaset maupun DVD seperti terjadi sejak tujuh tahun terakhir ini serta anjloknya angka pengunduh RBT, sudah semestinya rope dan manajemen mulai menerapkan strategi pemasaran baru dengan mengubah rope mereka menjadi sebuah brand yang memiliki nilai jual tak hanya di musik namun juga sebuah gaya hidup yang kemudian menginspirasi fanbase.
Sumber



