.::::::....%%%.::::::::.%%%.::::::....%%%.::::::::.
tag:blogger.com,1999:blog-183253109560640633. 2011-04-21T19:59:43.256-07:00.:::::....%%%.:::::.%%%.:::::....%%%.:::::. admin@loveindonesia
Blogger: Blog not found

Blog has been removed

Sorry, a blog during cengal17.blogspot.com has been removed. This residence is not accessible for new blogs.

Did we design to see your blog here? See: 'I can't find my blog on a Web, where is it?'

Sherly Maulida
tag:blogger.com,1999:blog-3130129362965640328. 2011-07-28T18:35:30.421-07:00. Sherly Maulida. www.sherly-maulida.blogspot.com . Sherly Maulida. http://www.blogger.com/profile ...
The Alvianto
Pregnancy Photos :

Carita Trip I, II, III 4 Months Pregnant
Magazine: AyahBunda 8 Months Pregnant

NURHANA TIRTAAMIJAYA

Pendahuluan,

Pembaca blog yang budiman, saya ingin postingkan salah satu hasil karya seorang Suffi Modern, KH Agus Mustofa, yang berjudul: “ MENGUBAH TAKDIR…”

Buku yang berjudul Mengubah Takdir ini adalah salah satu buku Best Seller di Indonesia, disamping sekitar 16 buah buku lainnya hasil karya dari Agus Mustofa, yang telah di cetak dan dipasarkan di Indonesia.

Agus Mustofa, lahir di Malang 16 Agustus 1963, anak dari Syeh Djapri Karim, seorang guru tarekat intens( pernah duduk dalam Pembina Partai Penganut Tarekat Indonesia, pada zaman Bung Karno), sehingga sejak kecil ia sangat akrab dengan filsafat seputar pemikiran Tasawwuf.

Agus Mustofa adalah sarjana jurusan Teknik Nuklir, Fakultas Teknik, Universitas Gajah Mada, Jogyakarta.

Perpaduan antara ilmu Tasawwuf dan sains, telah menghasilkan tipikal pemikiran unik pada dirinya, terutama setelah bersinggungan dengan Profesor Ahmad Baiquni dan Ir Sahirul Alim MSc, sebagai dosennya…

Hasil karyanya yang berjudul MENGUBAH TAKDIR, adalah hasil diskusi, penelitian dan analisa yang mendalam dari berbagai ayat suci al Quran selama lebih dari 20 tahun….

Hasil karyanya menurut pengamatan saya, akan sangat berguna bagi kita yang beragama Islam, digunakan sebagai salah satu acuan utama untuk mencapai “ Kesuksesan dan Kebahagiaan didunia dan diakhirat”,… disamping beberapa karya filosof dan motivator dari barat seperti: Antony Robbins, Dale Carnegie, Kahlil Gibran, Napoleon Hill, dll.

Posting ini adalah modifying dari bukunya yang terdiri dari 239 halaman, disingkat agar lebih mudah dimengerti, tanpa merubah maknanya….

BAB 1

TAKDIR,

RUKUN IMAN KEENAM

Beriman kepada Takdir, bukan berarti percaya begitu saja, tanpa memahami maksudnya.

Beriman, adalah meyakini dengan berdasar pada pemahaman yang bertumpu pada akal, bukan hanya sekedar “ikut ikutan”, tanpa memahami “apa itu” Takdir…

Allah berfirman: QS. ISRAA (17) : 36

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak punya pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya, pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungan jawabnya.

Selanjutnya Allah juga berfirman, bahwa orang yang beriman adalah orang yang menggunakan akal. Bukan hanya sekedar percaya dan ikut ikutan….

QS. YUNUS (10) : 100

Dan tidak ada seorangpun akan beriman, kecuali dengan izin Allah, dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang orang yang tidak menggunakan akalnya.

Artinya, orang yang tidak menggunakan akalnya dalam mencari keimanan, dia tidak akan pernah bisa menemukan keimanan yang sesungguhnya,…hanya ikut ikutan saja.

QS. YUNUS (10) : 36

Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti, kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran.

Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.

Jadi, beriman adalah sebuah proses keyakinan secara akal. Menggunakan potensi kecerdasan. Tidak boleh sekedar ikut ikutan, menggunakan dugaan dugaan tidak berdasar.

Jadi pada saat kita menyatakan beriman kepada Takdir, kita harus berdasarkan akal pikiran sehat. Kita harus paham betul tentang arti “Takdir”…

Jadi penempatan Takdir sebagai Rukun Iman Keenam, justru kita harus menggalinya sebagai kepahaman yang berdasarkan kecerdasan akal pikiran. Bukan justru tidak berani mempelajarinya dan percaya begitu saja dan ikut ikutan.

BAB 2

TAKDIR,

RULE OF THE GAME

Konsep Takdir sengaja diperkenalkan oleh Allah kepada manusia, dengan tujuan memberitahukan mekanisme sunatullah kepada manusia. Maksudnya, untuk mendorong kehidupan manusia agar sukses dunia akhirat.

Agar hidup manusia sukses, ia harus tahu tatacara kehidupan yang sesuai dengan sunatullah. Kehidupan adalah “Permainan”, kata Allah. Sedangkan Takdir adalah salah satu dari aturan mainnya.

Kalau para pemain ingin sukses dan memenangkan permainan, ia harus paham aturannya.

Allah telah memberitahukan aturan mainnya melalui ayat suci al Quran…

QS. MUHAMMAD (47): 36

Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Dan jika kamu beriman dan bertaqwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak meminta harta hartamu.

Ya, begitulah, berulang kali Allah mengatakan didalam Quran bahwa hidup adalah permainan. Karena itu didalamnya dikenal istilah menang dan kalah. Orang yang banyak melakukan ibadah disebut sebagai orang yang menang.

Sedangkan orang yang sedikit melakukan kebajikan dan ibadah, disebut sebagai orang yang kalah.

QS. AL MAIDAH (5): 48

Dan kami turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab kitab itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu.

Untuk tiap tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang.

Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikanNya satu umat saja, tetapi Allah hendak menguji pemberianNya kepadamu, maka berlomba lombalah berbuat kebajikan.

Hanya kepada Allah-lah kamu kembali semuanya, lalu diberitahukanNya kepadamu apa yang kamu perselisihkan itu.

QS. AL HAJJ (22): 77

Hai orang orang beriman. rukulah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapatkan kemenangan.

QS. ASH SHAAFFAAT (37): 61

Untuk kemenangan serupa ini, hendaklah berusaha orang orang yang bekerja.

Allah menggambarkan hidup ini bagaikan sebuah perlombaan untuk mencapai kemenangan. Semakin keras usahanya dan semakin banyak kebajikannya, ia akan memenangkan perlombaan tersebut.

Jadi sebenarnya permainan hidup ini adalah sebuah permainan untuk berkarya sebanyak banyaknya. Bahkan berlomba lomba dalam berbuat kebajikan. Tidak ada tempat untuk orang bermalas malasan,yang pasrah bongkokan, yang lalai dan berdiam diri.

Allah menghargai orang yang bekerja keras untuk kesuksesan hidup dunia akhirat !

Banyak orang menunggu Hidayah, tanpa berusaha keras. Padahal petunjuk dan hidayah hanya diberikan kepada orang yang bekerja keras mencari, menemukan, disertai berbuat kebajikan.

Petunjuk dan hidayah tidak akan diberikan Allah kepada orang yang berdiam diri, tidak berusaha mencari, apalagi tidak meyakini. Petunjuk tidak akan diberikan kepada orang zalim, fasik dan kafir.

QS. YUNUS (10): 9

Sesungguhnya orang orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka akan diberikan petunjuk oleh Tuhan mereka karena keimanannya, dibawah mereka mengalir sungai sungai didalam surga yang penuh kenikmatan.

QS. ISRAA’ (17): 15

Barang siapa yang berbuat sesuai dengan hidayah Allah, maka sesungguhnya dia berbuat itu untuk keselamatan dirinya sendiri; dan barang siapa yang sesat, maka sesungguhnya dia tersesat bagi kerugian dirinya sendiri. Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, dan Kami tidak akan meng’azab sebelum mengutus seorang rasul.

QS. ASY SYUURA (42): 30

Dan segala musibah yang menimpa kamu, adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar dari kesalahan kesalahanmu.

BAB 3

KONSEP KLASIK TAKDIR

Perdebatan tentang Takdir adalah imbas dari zaman awal perkembangan Islam, sesudah Rasulullah wafat, sampai abad pertengahan. Pemahamannya, khas zaman itu. Barangkali, sekarang kita melihat ada beberapa celah yang perlu diperbaiki supaya sesuai dengan pemikiran modern.

Perkembangan sains dan teknologi memiliki andil yang sangat besar dalam memahami konsep Takdir. Namun, sebelum melangkah kepada konsep complicated tentang Takdir, kita perlu memahami perkembangan pemikiran pada zaman itu, supaya kita tahu bedanya.

Secara umum, perdebatan tentang konsep Takdir, terbagi dlam 3 kutub:

  1. Kutub yang pertama adalah mereka yang memandang Takdir sebagai kewenangan mutlak Sang Khaliq. Mereka diwakili oleh kelompok JABBARIYAH. Kelompok ini muncul pada abad 2 H. Tokohnya berasal dari kalangan Yahudi, yang bermaksud merusak kepahaman umat Islam tentang Takdir. Tokohnya yang terkenal adalah Thalut bin Ashom, dibantu oleh beberapa penyebar faham ini, antara lain Ibban bin Sam’an, Ja’ad bin Dirham dan Jaham bin Shafwan. Dalam paham kelompok ini, manusia tidak memiliki kewenangan sedikitpun tentang Takdir. Ketetapan Allah ini diyakini sudah ditetapkan sejak manusia belum diciptakan. Karena itu manusia bagaikan wayang kulit yang dimainkan oleh dalang. Nasib wayang kulit sepenuhnya hanya ditentukan oleh dalang. Wayang kulit tidak berhak protes atau mengubah sedikitpun peran yang dikehendaki sang dalang….Pasrah.
  2. Kutub yang kedua adalah kelompok yang pahamnya sama sekali berseberangan dengan kelompok kutub pertama. Mereka diwakili oleh kelompok MU’TAZILAH dan QADARIYAH. Kelompok kedua ini justru mengakui kebebasan kehendak manusia secara mutlak. Aliran MU’TAZILAH disebarkan oleh Abu Khudzaifah bin Atho Gahazali, sekitar tahun 699-749 Masehi. Sedangkan QADARIYAH disebarkan oleh Ma’bad al Jauhari al Bishri dan Al Jaddu bin Dirham, sekitar tahun 689 Masehi. Mereka berpendapat bahwa Allah tidak ikut campur tangan terhadap urusan manusia, karena Allah telah menyerahkan Kehendak dan KekuasaanNya kepada manusia. Maka manusia bisa berkehendak sebebas bebasnya, dengan segala konsekwensinya. Kesuksesan dan kegagalan hidup manusia berada dalam genggaman tangan manusia itu sendiri.
  3. Kutub yang ketiga adalah yang berada ditengah tengah. Mereka mencoba memadukan keduanya. Kelompok ini diwakili oleh ASY’ARIYAH. Dikembangkan di Irak oleh Ali bin Ismail bin Salim, pada tahun 873-935 Masehi. Menurut faham mereka, manusia bebas berkehendak, tetapi manusia tidak memiliki hak untuk menentukan hasil akhirnya. Manusia hanya berperan sebagian saja dari kesuksesannya, yaitu pada tataran kehendak dan usaha. Tapi penentuan hasil akhir, sepenuhnya berada ditangan Allah. Tapi dalam berjalannya waktu, kelompok Asy’ariyah ini lebih condong ke aliran Jabariyah, sehingga sering dianggap cabang dari aliran Jabariyah juga….

Ketiga aliran ini hidup terus dari zaman ke zaman dan memiliki pengikutnya masing masing. Sehingga konsep Takdir dalam komunitas Islam sampai sekarang masih tetap rancu dan masih menjadi perdebatan sengit, sesuai pemahaman ketiga kutub tersebut.

Konsep Takdir yang lebih bisa diterima oleh umat Islam modern, adalah yang dikemukakan oleh Ibnu Rusyd, nama lengkapnya Abul Walid Muhamad bin Ahmad bin Muhammad bin Rasyidi. Lahir di Cordova, Spanyol, tahun 1126 Masehi. Meninggal 1201 Masehi.

Menurut Ibnu Rusyd, manusia memiliki kebebasan tertentu dalam menentukan hidupnya, tetapi Allah menentukan hasilnya lewat Hukum Sebab Akibat.

Namun demikian, konsep yang dikemukakan sekitar 9 abad yang lalu itu, memang belum tuntas, belum sepenuhnya memuaskan semua pihak.

Untuk itu, dlam buku ini saya ingin mengambil sudut pandang yang lebih holistik/menyeluruh dalam menguraikan konsep Takdir.