Seorang Kaskus Geek Yang Ingin Memberikan Informasi Unik-Unik di Sekitar Kalian!
Greeting!
Selamat datang buat pendatang baru,,, generally para Maman-Ijah Rangers!!!!
Finally,,, kita punya rumah sendiri!!!!!!!
di sini kita bebas mau cuap-cuap apah ajah,, khususnya tentang Maman-Ijah (Arman dan Zahira)salah satu karakter di “Putri yang ditukar” series,,, tapi di sini juga kita bebas mau ngomongin hal-hal lain, mau ngomongin korea,, india,, telenovela,, atopun ngobrolin harga sembako yang terus naek,,, pokonya bebas,, asal ngobrolnya pake bahasa yang enak dan sopan…
dan yang pale penting,,, Ekspresikan rasa cinta kita kepada dua tokoh kesayangan kita ini(Maman-Ijah),, dengan tidak menghujat dan mencela tokoh-tokoh lain,,, kritik boleh tapi tidak mengejek membabi buta…kecuali ke tokoh2 yg antagonis,,lha??? sama ajah yah??!!..he… tapi khusus buat tokoh antagonis yang memang karakternya dibuat untuk bikin kita kesel,,cukup dikasii puisi dengan bahasa yang asikk, nggak pake kata kasar!!!
Ekspresikan rasa cinta kita kepada Maman-Ijah dengn cara yang asikk dan kreatif,,, misalnya, komen2 yang asikk, bikin FanFiction,, bikin FanVid,, bikin FanPhoto,,FanPic… apa ajah,,, bebas,, semua orang bebas berkreasi,,, and once again,, tanpa menghujat tokoh lain!!! inget tab line kita,, WE’RE DIFFERENT!!!!!
pokonya Maman-Ijah Rangers bersatu….
No Offense,,Keep Smile,,,,,, Tebarkan cinta!!!!!!!!!!
Trio Limited Edition
Lets cekidot
1. Salah Pengertian di Malam Pertama
Si Brian baru saja kawin sama Tukiyem. Tapi gara-gara terlalu bersemangat pas siang harinya pas kawinan, jadinya malamnya mereka kecapekan dan gak berhubungan intim. Malam harinya mereka sempet-sempetnya makan bakso bersama di dalam kamar. Ibunya Brian menguping dari balik pintu dan mendengar suara…
Tukiyem: “Mas, sudah tak kocok-kocok gak keluar-keluar.” (Sambil mengocok botol sambal.)
Brian: “Jelas aja, wong lobangnya kecil gitu!”
Tukiyem: “Ya sudah, ujungnya tak gunting yo?”
Ibunya Brian langsung kaget bagai petir menyambar di tengah malam, mendobrak pintu kamar dan teriak, “Jangan!!! Anu anak saya jangan digunting!”
Brian & Tukiyem: **#@##%&??!!!
2. Tinggal Digoyang
Sepasang pengantin, Samijan dan Cathy, akan melalui malam pertamanya. Setelah resepsi kawinan kelar, pengantin ini masuk kamar. Di kamar sudah bertumpuk kado-kado dari teman-teman mereka. Satu persatu kado dibuka, satu lagi, kemudian lagi, dan lagi, dan satu kado lagi dibuka. Mendadak Cathy tertawa girang. Aya naon teh? Ternyata Cathy membuka kado yang isinya sepatu… Pas mau dicoba, ternyata gak muat. Dia terus memaksa, namun sia-sia. Samijan jadi tidak tega.
Samijan: “Kenapa, sempit?”
Cathy: “Iya mas, sakit nih…”
Samijan: “Saya masukin prlan-pelan deh ya?”
Cathy: “Iya mas, jangan keras-keras tapi?”
Samijan joke memasukkan sepatu tadi dengan agak maksa.
Cathy: “Mas, sakit mas… anunya terlalu sempit…”
Samijan: “Tahan dulu donk, saya coba lagi ya?”
Ternyata, Mpok Mimmien, mami Cathy lagi nguping di balik pintu kamar pengantin… rupanya sang ibu ini lagi mikir ngeres… Tidak tega melihat anak perempuanya kesulitan saat malam pertama, terpaksa sang ibu mempelai wanita menyela dari balik pintu.
Mpok Mimien: “Kenapa nak, susah masuk?”
Cathy: “Iya Nyak…”
Samijan: “Kekecilan sih Mi…”
Mpok Mimien: “Coba kamu olesin dengan atmosphere liur…”
Samijan: “Saya coba dulu Mi...”
Cathy: “Cepat dong mas, dipoles ama atmosphere liur…”
Dengan tergesa-gesa Samijan memoles seluruh permukaan kaki isterinya dengan atmosphere liur.
Samijan: “Coba dimasukkan lagi ya sayang???”
Cathy: “Iya mas…”
Setelah dimasukkan kaki yang dipolesi liur tadi ternyata dengan mudah masuk.
Samijan: “Nah… masuk kan???”
Cathy: “Iya..."
Mpok Mimien: “Nah… tuh bisa masuk kan? Sekarang tinggal digoyang, nak.”
3. Pengalaman Malam Pertama Udin
Sehari sebelum malam pengantinnya yang pertama, Udin, si anak lugu bingung dan nanya pada bapaknya.
“Bos, kalo mau ngelakuin malam pertama gimana sih pa…?” tanya Udin dengan polos.
“Gini… pertama ambil barang yang sering kamu mainkan pada masa remajamu dulu, kemudian masukkan ke tempat pipis istrimu…”, jawab papanya tenang.
Keesokan harinya, tepat pada malam pengantinnya, Udin buru-buru mengumpulkan mainan pada masa remajanya dan memasukkannya ke dalam toilet.


