Kenny G Pukau Publik Balikpapan

November 16, 2011

Kenny G (ANTARA/Teresia May)Balikpapan - Pemain saksofon sopran kondang asal Seattle, Amerika Serikat, Kenny G, memukau para penggemarnya di Balikpapan, Kalimantan Timur, dalam konser tunggalnya, Senin (14/11) malam.

Penerima Grammy Award untuk manuscript Heart and Soul itu muncul di Panggung Dome, Balikpapan Sport and Convention Center, setelah penyanyi muda Raisa membuka konser dengan tiga lagu.

Pemain saksofon itu turun dari panggung dan berjalan menuju meja guard pertunjukan di belakang deretan kursi penonton kelas festival.

Setelah teknisinya di meja guard itu membetulkan sesuatu dari alat yang melekat di pinggangnya, lantas, nada-nada dari tembang The Moment meluncur dari saksofon pria yang memulai karier musisi profesional di usia 17 tahun itu.

Sontak para penonton yang semula hanya bertepuk tangan ketika Kenny G melintas di tengah-tengah mereka, langsung mengabadikan momen itu dengan beragam gadget, mulai dari kamera berbagai jenis telepon seluler, kamera di komputer tablet, kamera digital mini, kamera digital SLR, hingga kamera video.

Dari tribun yang mengelilingi lantai Dome, pemandangan terlihat menakjubkan. Bermandi cahaya lampu sorot, Kenny G yang berambut keriwil berwarna kuning keemasan bak dirubung ribuan kunang-kunang merah dan kuning.

Pria bernama asli Kenneth Bruce Gorealick itu juga menunjukkan betapa panjang napas yang dimilikinya. Kenny G meniup saksofonnya pada nada E dan menahannya hingga 2 menit tanpa jeda, bahkan sambil berjalan naik kembali ke panggung.

Kenny sambil tersenyum lebar kemudian menyapa penonton. "Selamat malam," ujarnya dalam bahasa Indonesia logat sengau khas bule. Meski sering ke Indonesia, malam itu tercatat sebagai konser perdananya di Balikpapan.

Para penonton kembali memberinya applaus meriah. Dua lagu dengan irama Latin Amerika menjadi menu berikutnya. "This is `Havana`," Kenny memberi pengantar lagu yang dari manuscript The Moment itu.

Kenny G juga meminta penonton memberi apresiasi kepada Robert Templer, pemain piano yang menggiringinya. Templer adalah teman bermain dan teman sekolahnya.

Tepuk tangan meriah terus diberikan penonton di sela setiap lagu. Berturut-turut kemudian Forever in Love, Loving You, Silhoutte, hingga lagu pamungkas My Heart Will Go On, lagu versi instrumental dari soundtrack film peraih Oscar, Titanic.

Kenny G juga mengapresiasi para penggemarnya dengan memberikan sebuah saksofon dengan merk dirinya. Kenny mengundi sendiri pemenang saksofon itu dari potongan tiket penonton.

Pemenang malam itu adalah seorang pemuda, yang datang bersama ibunya. Kenny G meminta keduanya naik ke atas panggung dan duduk di kursi yang disediakannya.

Kenny G kemudian seolah memainkan lagu khusus untuk pemenang yang beruntung ini.

Kenny G juga memainkan sebuah lagu yang didedikasikan untuk Nat King Cole, pianis dan penyanyi, legendaris Amerika Serikat.

Ketika intro My Heart Will Go On dimainkan, tepuk tangan panjang kembali berderai. Sampai Kenny G dan Robert Templer membungkukkan badan, memberi hormat pada penonton.

Beberapa penonton berteriak dan membuat koor minta Kenny kembali untuk satu lagu tambahan. Namun, konser sudah benar-benar berakhir. "Seratus menit yang nyaris tak terasa," kata Melinda, seorang penonton yang khusus datang dari Samarinda. EL, Ant