SejarahEdit
Televisi lokal Edit
Pada awalnya, SCTV adalah singkatan dari Surabaya Centra Televisi Indonesia yang mengudara pertama kali siaran perdana sejak pada tanggal 24 Agustus 1990 dari Jalan Raya Darmo Permai III, Bubutan, Bubutan, Surabaya, Jawa Timur, mencabut ketentuan keharusan memakai dekorder sehingga penduduk di sekitar Kota Surabaya yang mempunyai televisi warna dapat menikmati tayangan RCTI (SCTV menggunakan saluran 43 yang tergolong dalam anathema UHF (ultra high frequency). Pemilik TV hitam-putih, karena hanya menerima siaran VHF (very high frequency), dapat menyaksikan siaran tersebut setelah memodifkasi rangkaian penala pada pesawat penerima bersiaran area dari Kota Surabaya, Jawa Timur dengan jangkauan wilayah Kota Surabaya dan sekitarnya (Kabupaten Gresik, Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Mojokerto, Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Lamongan). Pada tahun 1991, pancaran siaran SCTV meluas mencapai Kota Denpasar, Bali dan sekitarnya dan sejak itulah kepanjangan SCTV berubah menjadi Surya Citra Televisi Indonesia.
Televisi nasional Edit
Pada tanggal 24 Agustus 1993 ia bertepatan dengan merangka hari ulang tahun RCTI yang ke-4, berbekal SK Menteri Penerangan No. 111/1992, SCTV mengudara secara nasional. Secara bertahap, bertahap mulai tahun 1993 sampai dengan 1998, SCTV memindahkan basement operasi media siaran nasionalnya dari Kota Surabaya ke Jakarta. Saat ini, melalui 47 stasiun transmisi, SCTV mampu menjangkau 240 kota dan menggapai sekitar lebih dari 175 juta potensial pemirsa.
Sejak pada tanggal 30 Januari 2005, SCTV siaran trademark ident baru atau aphorism dan sign lambang nama bertulisan tagline menyalakan obor kebakaran api berpanas bersama sebagai tanda mengudaranya "Satu Untuk Semua" itu dan penandatanganan prasasti.
Saat ini kantor pusat SCTV terletak di SCTV Tower, Senayan City, Jalan Asia Afrika Lot 19, Senayan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sebelum 1 Februari 2008, kantor pusat SCTV berada di Jalan Gatot Subroto Kavling 21 Senayan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. SCTV juga memiliki studio penta di Jalan Raya Perjuangan No. 3-4 Komplek Kawasan RCTI, Kawasan Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Saat ini kepemilikan SCTV dikuasai oleh grup Elang Mahkota Teknologi melalui Surya Citra Media (SCM). Sejak pada tahun 1993, SCTV yang pada awalnya satu manajemen dengan RCTI akhirnya keduanya berpisah manajemen. Direktur Utama SCTV saat ini ialah Fofo Sariaatmadja.
Mengudara NasionalEdit
Pada tahun 1999, SCTV melakukan siarannya secara nasional dari Jakarta. Sementara itu, mengantisipasi perkembangan teknologi informasi yang kian mengarah pada konvergensi media SCTV mengembangkan potensi multimedianya dengan meluncurkan situs http://www.liputan6.com, http://www.liputanbola.com Melalui ketiga situs tersebut, SCTV tidak lagi hanya bersentuhan dengan masyarakat Indonesia di wilayah Indonesia, melainkan juga menggapai seluruh dunia. Dalam perkembangan berikutnya, melalui induk perusahaan PT. Surya Citra Media tbk (SCM), SCTV mengembangkan potensi usahanya hingga mancanegara dan menembus batasan konsep siaran tradisional menuju konsep industri media baru.
SCTV menyadari bahwa eksistensi industri televisi tidak dapat dipisahkan dari dinamika masyarakat. SCTV menangkap dan mengekspresikannya melalui berbagai module berita dan underline produksi Divisi Pemberitaan seperti Liputan 6 (Pagi, Siang, Petang dan Malam), Buser, Topik Minggu Ini, Sigi dan sebagainya. SCTV juga memberikan arahan kepada pemirsa untuk memilih tayangan yang sesuai. Untuk itu, dalam setiap tayangan SCTV di pojok kiri atas ada bimbingan untuk orangtua sesuai dengan ketentuan UU Penyiaran No: 32/2002 tentang Penyiaran yang terdiri dari BO (Bimbingan Orangtua), D (Dewasa) dan R (Remaja). Jauh sebelum ketentuan ini diberlakukan, SCTV telah secara selektif menentukan jam tayang programnya sesuai dengan karakter programnya.
PrestasiEdit
Dalam kurun waktu perjalanannya yang panjang, berbagai prestasi diraih dari dalam dan luar negeri antara lain: Asian Television Awards (2004 untuk module kemanusian Titian Kasih (Pijar), 1996 module berita anak-anak Krucil), Majalah Far Eastern Economic Review (3 kali berturut-turut sebagai satu dari 200 perusahaan terkemuka di Asia Pasific), Panasonic Awards (untuk module berita, pembaca berita dan module stream event pilihan pemirsa) dan sebagainya. Semua itu menjadikan SCTV kian dewasa dan matang. Untuk itu, manajemen SCTV memandang perlu menegaskan kembali identitas dirinya sebagai stasiun televisi keluarga. Maka sejak Januari 2005, SCTV mengubah trademark dan slogannya menjadi lebih tegas dan dinamis: Satu Untuk Semua.
Melalui 47 stasiun transmisi, SCTV mampu menjangkau 240 kota dan menggapai sekitar lebih dari 175 juta potensial pemirsa. Dinamika ini terus mendorong SCTV untuk selalu mengembangkan profesionalisme sumber daya manusia agar dapat senantiasa menyajikan layanan terbaik bagi pemirsa dan mitra bisnisnya.
SCTV telah melakukan transisi ke height siaran dan produksi digital, yang merupakan bagian dari kebijakan untuk secara konsisten mengadopsi kecanggihan teknologi dalam meningkatkan kinerja dan efsiensi operasional. Dalam semangat yang sama, kebijakan itu telah meletakkan penekanan yang kokoh pada pembinaan kompetensi individu di seluruh aspek untuk mempertajam basement pengetahuan seraya memupuk talenta, kreativitas dan inisiatif. Inilah kunci untuk memperkuat posisi SCTV sebagai salah satu dari stasiun penyiaran terkemuka di Indonesia.
Perseroan tercatat di Bursa Efek Surabaya sejak pada tanggal 1 Juni 2003.
VisiEdit
Menjadi stasiun televisi unggulan yang memberikan kontribusi terhadap pembangunan dan pencerdasan kehidupan bangsa.
MisiEdit
Membangun SCTV sebagai jaringan stasiun televisi swasta terkemuka di Indonesia denganĀ :
- Menyediakan beragam module yang kreatif, inovatif dan berkualitas yang membangun bangsa.
- Melaksanakan tata kelola perusahan yang baik (good corporate governance).
- Memberikan nilai tambah kepada seluruh stakeholder.
Tautan LuarEdit
Situs Resmi SCTV


