Pesta Karya
Setiap orang memiliki karakter dan kesenangan yang berbeda. Namun, salah satu hal yang bisa menyatukan perbedaan-perbedaan dalam keharmonisan adalah.. pesta.
Bulan ini Kineforum hadir dengan tema Pesta Karya. Mari bersama sama merayakan Q! Film Festival yang tahun ini berusia 10 tahun. OK. Video -5thJakarta International Video Festival 2011 juga akan meramaikan pesta karya dengan beragam video dari berbagai penjuru dunia. Hadir pula CinCanada yang mengajak kita mengintip kehidupan di wilayah Kanada bagian utara, film dokumenter Jerman yang mengangkat bagaimana orang-orang di Ougadougou, Korea Utara, Wyoming, dan India mencoba mewujudkan mimpi mereka tentang sinema, dan tiga film dari Add Word Productions. Lalu, bulan ini akan ditutup dengan pesta karya lewat module Courts-Circuits Spcial courts d’cran #5, pemutaran film-film pendek Indonesia-Prancis.
Pesta Karya adalah tentang kebersamaan, tentang kebahagiaan menunjukkan karya, melihat cerita dari berbagai dunia, berbagai kalangan datang, dengan dan untuk berbagi.
Wow! Mari berpesta dengan 100 orang setiap hari, berdiskusi dengan para pembuat film setiap hari, dan menunjukkan karya kepada 700 orang setiap minggu. Atur waktumu sekarang dan bersiap-siap lah menjadi bagian dalampestadankarya!
Selamat berpesta di Kineforum!
Salam,
Sugar Nadia Azier
Manajer Kineforum
10thQ! Film Festival Jakarta 2011
Q! Film Festival kembali hadir di Jakarta pada tanggal 1-8 Oktober 2011. Ada kompilasi film-film pendek yang terkumpul dalamBreak The Chain,Family Matter,Finger Licking Good,Killing Me Softly,Pink Homemade, danUnder a Sheets. Juga film-filmfeaturedalam programI’ve Got a Power,Abrakaboobra,Born This Way,Jar of Hearts,Pop a Cherry, danBroken Heels. Untuk jadwal Q!FF di Kineforum, silakan download disini. Untuk keterangan, sinopsis film, keterangan dan ketentuan lainnya, silakan buka www.q-munity.org
Pada tahun ini, OK. Video kembali hadir di Kineforum lewat beragam programnya. Untuk jadwal OK! Video di Kineforum, silakan download disini. Untuk keterangan, sinopsis film, keterangan dan ketentuan lainnya, silakan bukawww.okvideofestival.org
25 Inspiring Music Video in Indonesia (2001 –2011)
“Lewat karya-karya video dalam kompilasi ini bisa dilihat bagaimana middle video musik masih bisa terus berkembang lebih jauh lagi, bukan hanya sebagai karya seni kontemporer, tapi juga sebagai bahasa ungkap. Karya-karya video ini menegaskan kekuatan video musik lebih sebagai ekspresi artistik dan mampu melepaskan diri dari logika komersialitas video musik pada umumnya.” – Indra Ameng, Kurator Program
Open Submission Selections (Cinema Video)
Program ini menawarkan video pilihan yang masuk adalah karya luar biasa yang tak hanya menunjukkan talenta produksi video yang kreatif dan inovatif namun juga teknologi pembuatan video yang kian canggih.60 video terpilihmeliputi video dari50 negaradari seluruh penjuru dunia.Panel kurator dan stafOK. Video FLESHmenyaring lebih dari500 videountuk menentukan60 video terpilih, untuk selanjutnya diputar.
Focus On Sebastian Diaz Morales
“Program Focus On Sebatian Diaz Morales pada OK. Video FLESH adalah pembacaan atas pencapaian bahasa video dan sinema seorang Sebastian Diaz Morales. Seniman yang kini tinggal di Amsterdam ini terkenal dengan ‘sinema video’ dengan bahasa puitis.” – Hafiz, Kurator Program
Oberhausen on Tour 2011 -From a International Short Film Festival Oberhausen
OK. Video FLESH mengundang International Short Film Festival Oberhausen untuk menghadirkan karya-karya pilihan di Jakarta. Tujuannya untuk membuka prespektif baru tentang seni video yang berkembang saat ini—bahwa hubungan saling terkait antara seni video dan sinema telah melahirkan eksperimental visible dan ekspresi-ekspresi baru dalam bahasa audiovisual di festival Oberhausen. Harapannya tentu agar module ini menjadi inspirasi bagi para pelaku seni video dan film pendek di Indonesia.
There is a Video Cassette in a Soup
Tinjauan63menitsejarahseni video,disutradarai olehStefaanDecostere,yang berkolaborasi denganDerconpada konsep,menggunakangrafis-elektronik untuk menggabungkankutipandan wawancarasenidan senimandari seluruhdunia,dan hasilyang penuh dengan keindahanyang tidak konvensional.
Focus On Vincent Moon
Vincent Moon sejak 5 tahun yang lalu telah membuat lebih dari 300 video dan kini hidup berpindah-pindah dari satu negara ke negara lain. Ia secara terus-menerus mengerjakan berbagai macam plan film yang memiliki relasi khusus dengan musik, dan menggunakan internet untuk menyebarkan karya filmnya secara gratis.
Kanada bagian utara adalah salah satu wilayah alam liar yang luas yang tersisa di muka bumi, yang mencakup daerah yang terbuka, binatang-binatang liar dalam jumlah yang banyak, dan tempat tinggal bangsa Inuit dan penduduk asli lainnya. Saat ini Kanada bagian utara tengah mengalami transformasi yang sangat cepat di tengah-tengah perburuan akan sumber daya minyak, gas alam dan intan yang berlimpah. Meski demikian, banyak tradisi yang masih bertahan, dan para wisatawan berkunjung karena tertarik akan cahaya Aurora Borealis yang menari-nari di langit, pemandangan yang mempesona dan warisan budaya penduduknya yang kaya. Bulan ini, Kanada bagian utara akan menjadi fokus serangkaian film yang akan diputar di Kineforum. Datang dan berkunjunglah bersama kami ke wilayah dinamis ini yang telah memainkan peran yang tak terpisahkan dalam sejarah dunia Barat.
Atanarjuat a Fast Runner(2000) DVD 161 menit Kanada B. Inuktitut English Subtitle Sutradara: Zacharias Kunuk Pemain: Natar Ungalaaq, Sylvia Ivalu, Peter-Henry Arnatsiaq UNTUK 15 TAHUN KE ATAS
Film ini diadaptasi dari legenda suku Inuit, yang bercerita tentang suatu masyarakat Inuit nomaden yang tiba-tiba kehidupan mereka dikacaukan oleh seorang dukun yang menyebabkan persaingan antar keluarga.
The Journals of Knud Rasmussen(2006) DVD 110 menit Kanada, Denmark B. Inuktitut English Subtitle Sutradara: Zacharias Kunuk, Norman Cohn Pemain: Pakak Innuksuk, Leah Angutimarik, Neeve IrngautUNTUK 15 TAHUN KE ATAS
Mengambil cerita di daerah Igloolik tahun 1922, film ini mengisahkan tentang seorang dukun dan anak perempuannya yang harus memilih antara shamanisme atau ajaran Kristen.
Before Tomorrow(Le Jour avant lelendemain)(2008) DVD 93 menit Kanada B. Inuktitut English Subtitle Sutradara: Marie-Hlne Cousineau, Madeline Ivalu Pemain: Peter-Henry Arnatsiaq, Madeline Ivalu, Paul-Dylan Ivalu UNTUK 15 TAHUN KE ATAS
Diambil dari novel klasik karya penulis Denmark Jorn Riel, film ini mengetengahkan kisah dari Kutub Utara mengenai seorang perempuan Inuit dan cucu kesayangannya yang, sekembalinya ke perkampungan mereka dari pulau untuk menjemur ikan, menemukan bahwa keluarga mereka telah musnah karena infeksi yang dibawa oleh pendatang kulit putih. Saat mereka kembali ke pulau mereka harus menghadapi kenyataan menjadi manusia yang terakhir di muka bumi.
Red Umbrella (Payung Merah)(2010) DVD 10 menit B. Indonesia English Subtitle Sutradara: Edward Gunawan, Andri Cung Pemain: Atiqah Hasiholan, Rio Dewanto, Zubir Mustaqim UNTUK 15 TAHUN KE ATAS
Malam begitu larut, dan supir taksi bernama Reza lebih ingin berada di rumah, tetapi harus menyusuri jalanan mencari penumpang. Naiklah kemudian seorang penumpang cantik dan misterius. Ketika taksi hampir sampai di rumah yang dituju, perempuan itu menghilang. Dari Ayah si perempuan, Reza segera memahami masa lalu kelam penumpangnya yang misterius, lalu belajar menghargai orang-orang yang ia cintai
WINNER- 2011 Asian Short Film Awards @ Screen Singapore
Borrowed Time(2011) DVD 8 menit B. Indonesia English Subtitle Sutradara: Edward Gunawan, Lucky Kuswandi Pemain: Atiqah Hasiholan, Edward Gunawan, Andrew Trigg, Marissa Trigg UNTUK 15 TAHUN KE ATAS
Angela adalah seorang suster yang bekerja di rumah Caesar untuk merawat istrinya, Paula, yang sedang sakit parah. Suatu hari, Paula mengetahui perselingkuhan mereka dan kembali terserang stroke. Selagi Caesar menunggui Paula membaik, Angela harus mengambil keputusannya sendiri untuk meninggalkan Caesar.
Broken Vase(2010) DVD 16 menit B. Indonesia English Subtitle Sutradara: Edward Gunawan Pemain: Atiqah Hasiholan, Marissa Trigg UNTUK 15 TAHUN KE ATAS
Catherine mengobral barang di garasi sebelum pindah ke Hawaii bersama tunangannya, Paul. Datanglah Susan yang semula terlihat sebagai pelanggan biasa, namun ternyata mantan kekasih Paul. Ia datang ke rumah itu untuk mengambil barang-barangnya. Sambil berusaha mengenali Susan lebih jauh, Catherine harus menghadapi rahasia masa lalu tunangannya dan mengambil sikap atas segala keragu-raguan nya terhadap sang tunangan.
Comrades in Dreams(2006) Dokumenter DVD 100 menit English Subtitle Sutradara: Uli Gaulke UNTUK 15 TAHUN KE ATAS
Film ini menampilkan orang-orang yang di berbagai belahan dunia yang sangat berbeda mencoba mewujudkan mimpi mereka tentang sinema dan menunjukkan film pada orang-orang. Ada Lassane dan teman-temannya di
Ougadougou, Burkina Faso; Han Jong Sil di Chong-San-Ri, Korea Utara; Penny Teffertiller di Wyoming, AS; dan Anup, yang membuat sinema keliling di negara bagian Maharashtra, India.
A courts d’cran menggabungkan pemutaran film dan debat setiap bulannya, serta menawarkan ruang diskusi bagi film pendek Indonesia dan Prancis. Puncak dari module ini mengambil bentuk sebuah festival berjudul Courts-Circuits : Spcial courts d’cran dan tahun ini adalah edisi ke-limanya.
Diseleksi oleh mitra tetap kami, Festival Film Pendek Internasional Clermont-Ferrand dan Signes de Nuit, Festival Seni Dokumentasi dan Kreasi Audiovisual dan Sinematografi di Paris, sejumlah film pendek Prancis akan hadir. Disamping itu, hasil kerja sutradara muda independen dan mahasiswa film Indonesia akan disuguhkan. Tidak ketinggalan, diskusi mengenai distribusi dan ekshibisi film pendek di Indonesia akan mengiringi pemutaran film ini.
Berkesinambungan dengan acara ini, CampusFrance akan memperlihatkan tinjauan pendidikan tinggi sinematografi di Prancis dan peluang pemberian beasiswa bagi mahasiswa Indonesia untuk bidang tersebut.
Mari Bermimpi dan Bertualang!
Bermimpi adalah hal yang mudah, tapi tidak semudah mewujudkannya. Kemarin adalah visi, esok adalah mimpi, dan hari ini menandaiawalmasa depanbaru yang beranidiisi dengansemua impiankita. Dengan bertualang kita akan menemukan potongan-potongan inspirasi untuk mewujudkan mimpi.
September ini Kineforum mengajak bertualang dan bermimpi lewat menonton dan berdiskusi dengan sutradara- sutradara muda yang juga akan berbagi pengalaman.
Kita akan menyaksikan kumpulan film pendek dari Paul Agusta yang terangkum dalam ‘Hearts, Memories, and Dreams’. Paul Agusta mengajak kita bertualangan menyelami kisah cinta, impian dan kenangan melalui puisi-puisi yang menjadi inspirasi karya-karyanya.
Kita juga akan menyaksikan cerita panjang berjudul “Euphoria” dari Pandu Birantoro. Sebuah film yang mengisahkan perasaan sebenarnyaakan hubungan personal maupun kelompok demi satu tujuan: mewujudkan impian.
Ada pula kisah pertemuan, sebuah reuni di hari-hari terakhir seorang lelaki dengan orang-orang yang disayanginya, di “Les Invasions Barbares”. Film yang berbungkus drama-komedi ini memenangkan kategoriBest Foreign Language FilmpadaAcademy Awards2004.
Pada bulan ini, Kineforum bekerja sama dengan U.S. Embassy akan kedatangan sutradara dari Amerika yaitu Mustafa Davis dengan film-filmnya yang berjudul“Wayward Son” dan “Deen Tight”. Kedua film itu bercerita tentang perjuangan Muslim di Amerika untuk menemukan keseimbanganantara budayadanagama mereka.
Jangan sampai terlewat kisah Iron dan Kiwong, dua pemuda yang memilih hidup sebagai pedagang tahu, sementara tetap memegang teguh mimpi-mimpinya, dalam film dokumenter panjang berjudul “Dongeng Rangkas”. Film ini merupakan produksi Forum Lenteng dan Komunitas Saidjah Forum.
Kineforum juga mengisi hari Minggu dengan film-film anak dan mengajak anak-anak atau adik-adik bertualang di hari libur dengan menonton “Petulangan Sherina” dan “Die Konferenz Der Tiere”atau “Konferensi Hewan-Hewan”, sebuah film animasi Jerman yang diangkat dari kisah milik Erich Kstner.
Saatnya menyaksikan dan merangkaipuzzleinspirasi. Mari wujudkan impian karena kita adalah pemenang.
Selamat bertualang dan mewujudkan mimpi!
Sugar Nadia Azier
Manajer Kineforum
World Documentary
Dongeng Rangkas(2011) Dokumenter DVD 75 menit B. Indonesia English Subtitle Sutradara: Andang Kelana, Badrul “Rob” Munir, Fuad Fauji, Hafiz, Syaiful Anwar Produksi: Forum Lenteng, Akumassa, Saidjah Forum UNTUK 17 TAHUN KE ATAS
Dongeng Rangkas menggambarkan situasi sebuah kota kecil yang terletak 120 KM dari ibu kota Jakarta yaitu Rangkasbitung. Kota yang menjadi terkenal oleh buku Multatuli itu, sepertinya begitu lambat tumbuh, diantara hingar-bingar pembangunan pasca Reformasi. Filem Dongeng Rangkas adalah sebuah dokumenter panjang yang berkisah tentang dua pemuda yang hidup paska Reformasi 1998. Iron dan Kiwong adalah dua pemuda yang memilih hidup sebagai Pedagang Tahu, sementara mimpi-mimpinya tetap dipegang teguh. Kiwong bermimpi menjadi pemuda yang lebih baik, yang menjadikan keluarga hidup lebih baik dari sebelumnya. Sedangkan Iron, percaya musik adalah anugrah dari Tuhan, dan ia ingin terus mengembangkan fantasi musiknya di jalur Underground.
Films by Mustafa DavisUNTUK 12 TAHUN KE ATAS
Pada bulan ini, Kineforum kedatangan sutradara muda, Mustafa Davis, untuk menonton dua filmnya sekaligus berdiskusi. Dua filmnya mengangkat seputar muslim di Amerika, yang mencari dan menemukan keseimbangan antara budaya dan agama mereka. Untuk melihat karya-karyanya dan mengenal lebih jauh tentang dia, bisa dilihat di situswww.mustafadavis.com
World Cinema Features
Les Invasions Barbares (The BarbarianInvasions)(2003) DVD 99 menit B. Perancis English Subtitle Sutradara: Denys Arcand Pemain: Rmy Girard, Stphane Rousseau, Marie-Jose Croze, Marina Hands UNTUK 18+
Pada hari-hariterakhirnya,seorang pria sekaratkembali bertemu denganteman lama, mantan kekasih,mantan istri,dan putranya yang tidak ia kenal.
Euphoria(2011) DVD 130 menit B. Indonesia English Subtitle Sutradara: Pandu Birantoro Pemain: Ananda Moechtar, Suryanata Hatta, Maurits Fandoe, Indri Sriwattana UNTUK 15 TAHUN KE ATAS Donasi Rp10.000,-
Film ini mengisahkan empat orang yang terlibat di dalam produksi teater berjudul “Srikandi” yang sedang dalam perjalanan untuk mencari jati diri mereka danEuphoriamereka masing-masing. Harris adalah anak seorang pengusaha sukses yang ditugaskan mengaudit produksi teater. Ia telah lama berjuang untuk membuktikan diri dan keluar dari bayang-bayang ayahnya. Giras adalah seorang sarjana muda yang tengah berusaha untuk menjadi seniman terkemuka. Ia bergabung menjadi storyboarder. Ara, penggila olahraga yang mengikuti jejak ibunya menjadi penari, mendapatkan peran utama di “Srikandi” dan bertemu dengan Vanya yang membuatnya mengevaluasi kembali apa yang dia tahu tentang orientasi seksualnya, cinta dan dirinya sendiri . Karakter terakhir adalah Valerie, yang kembali ke Indonesia setelah sepuluh tahun tinggal di Rusia. Ia mempertanyakan apa arti keluarga dan tempat tinggal sebenarnya.
World Shorts
Hearts, Memories, and DreamsUNTUK 18 TAHUN KE ATAS
Ini merupakan tema kompilasi lima film pendek terbaru dari Paul Agusta. Paul Agusta adalah seorang penulis danfilmmakerkelahiran Jakarta, 1 Sep 1980. Ia telah meyutradarai dua film panjang,Kado Hari Jadi(2008) danAtThe Very Bottom of Everything(2010). Keduanya telah diputar di berbagai festival daneventfilm di berbagai negara termasuk International Film Festival Rotterdam 2009 dan 2010. Saat ini, ia sedang mengerjakan omnibusParts of a HeartdanMenara Bala, sebuahthrillersupernatural.
The Game Kiss(2010) 9 menit B. Indonesia English Subtitle Sutradara: Paul Agusta
Salah satu bagian yang telah selesai dari omnibus 10 cerita oleh Paul Agusta berjudulParts of a Heart. Bercerita tentang apa yang terjadi ketika perasaan terpendam antara dua sahabat yang sudah lama terpendam tiba-tiba muncul ke permukaan.
The Memory Room 1(2011) 2 menit B. Indonesia English Subtitle Sutradara: Paul Agusta
Sebuah adaptasi video dari puisi berjudul yang sama oleh Paul Agusta, sebagian dari seriVideo Poemsyang sedang ia kerjakan.
The Last Time(2011) 2 menit B. Indonesia English Subtitle Sutradara: Paul Agusta
Sebagian lagi dari omnibus Parts of a Heart. Peter telah ditinggal pacarnya, Tri, selama 6 bulan tanpa kabar. Tiba-tiba Tri minta bertemu. Film pendek ini menggambarkan pertemuan mereka yang mungkin saja akan menjadi pertemuan terakhir.
Dream #2(2011) 2 menit B. Indonesia English Subtitle Sutradara: Paul Agusta
Sebuah adaptasi video dari puisi berjudul yang sama oleh Paul Agusta, sebagian dari seri Video Poems yang sedang dia kerjakan.
Why Isn’t Peter Happy(2011) 14 menit B. Indonesia English Subtitle Sutradara: Paul Agusta
Sebagian lagi dari omnibusParts of a Heart. Apa yang terjadi ketika seorang pria yang sebenarnya bahagia, mulai meragukan kebahagiannya? Dan bagaimana jika pada saat yang bersamaan, muncul sebuah godaan berat?
Film Anak
Petualangan Sherina(1999) 35mm 123 menit B. Indonesia Sutradara: Riri Riza Pemain: Sherina Munaf, Derby Romero, Ratna Riantiarno, Didi Petet, Mathias Muchus, Ucy Nurul, Djaduk Ferianto UNTUK SEMUA UMUR
Sherina yang baru saja pindah ke Bandung mendapat musuh di sekolah barunya bernama Sadam. Permusuhan mereka berubah menjadi persahabatan ketika keduanya diculik oleh Pak Raden, anak buah Kertaredjasa.
Die Konferenz der Tiere (Konferensi Hewan-Hewan)(1969) Animasi DVD 95 menit B. Jerman Subtitel: B. Indonesia Sutradara: Curt Linda Pengisi Suara: Anita Bucher, Paul Brks, Rosemarie Fendel, Klaus Havenstain UNTUK SEMUA UMUR
Karena manusia tampaknya tak mampu lagi menciptakan perdamaian di bumi, hewan-hewan sirkus yang diselamatkan bertindak aktif. Mereka menghimbau dilakukannya sebuah konferensi hewan. Tamu kehormatan pada konferensi ini adalah anak-anak yang wajib mendapatkan perhatian demi masa depan mereka. Ketika himbauan perdamaian ini perlahan hilang tanpa didengar manusia, hewan-hewan mengambil tindakan: semua anak-anak di seluruh dunia menghilang dalam waktu satu malam disembunyikan para hewan, sampai pihak yang berkuasa kembali menggunakan akal sehat mereka.
Guru Cerdas Menonton Film (closed-event)
Menyadari begitu besarnya kekuatan film yang sangat efektif dalam menginternalisasi sebuah nilai, maka Kineforum Dewan Kesenian Jakarta, Plot Point dan Lazuardi-Next menyelenggarakan kegiatan Nonton Bareng Guru-Guru.Kegiatan yang melibatkan guru-guru sebagai peserta ini bertujuan mengupayakan terjadinya proses ‘melek’ film,sehingga para peserta tidak saja menjadi penonton yang pasif tapi kritis.
Nonton bareng ini dilaksanakan pertama kali pada tanggal 28 Juni, lalu dilanjutkan pada 13 Agustus lalu. dan akan kembali diadakan pada tanggal 17 Sep ini. Film yang ditonton adalah Petualangan Sherina dan materi untuk kelas diskusinya berupafilmeditingdansoundoleh Cesa David.
Cerdaskan anak Indonesia dengan film Indonesia!
The Taste of Freedom
Saya ingat sewaktu kecil kita merayakan hari kemerdekaan di RT atau RW lingkungan rumah kita dengan ikutan lomba makan kerupuk, balap karung, balap gundu (kelereng) di sendok, sampai panjat pinang. Lalu malamnya di tengah-tengah lapangan yang ada di RT/RW kita akan dibangun panggung besar dimana setiap pemenang lomba dianugerahi hadiah dan akan ada pertunjukkan musik semalam suntuk sambil menikmatipotluck party(alias pesta makanan hasil swadaya sumbangan warga setempat). Malam itu semua warga bergembira, bertemu muka dan bercanda dengan tetangga-tetangga dan semua anak-anak kecil bisa tetap bermain sampai lewat jam tidurnya.
Semua perlombaan dan protocol itu masih berlangsung sampai sekarang. Namun saya tidak lagi berada di tengah-tengah keramaian. Kini yang saya lakukan untuk menikmati 17 Agustus adalah dengan leyeh-leyeh lebih lama di tempat tidur. Sangat tidak produktif dan kadang saya sering bertanya pada diri sendiri, kemana semua energi yang dulu saya miliki untuk melakukan semua petualangan dan bersenang-senang seperti itu? Hmmm, apakah kebebasan bermain itu kini hilang termakan usia dan kesibukan bekerja? Atau karena semangat kecintaan saya terhadap negeri ini mulai memudar akibat setiap hari membaca berita-berita tentang korupsi, pelanggaran HAM dan sebagainya di koran? Saya jadi teringat satu kutipan seorang pemimpin bernama John F. Kennedy, yang mungkin sudah seringkali dipakai atauover rated. Namun kalimat klise ini tetap mampu menggelitik ketika kita butuh suntikan nasionalisme. Bunyinya begini:ask not what your nation can do for you; ask what we can do for your country. Basi sih, tapi ada benarnya. Lakukan saja apa yang bisa kita lakukan untuk negeri ini. Kecil atau besar tidak jadi masalah. Yang penting kita lakukan sesuatu untuk bangsa dengan hati.
Jadi, daripada pusing memikirkan pemerintahan kita yang carut marut atau tidak punya ide untuk merayakan hari kemerdekaan, mendingan nonton fillm-film pilihan Kineforum di bulan Agustus 2011. Ada trilogi Merah Putih, Darah Garuda dan Hati Merdeka. AdaWorld Filmseru sepertiRiver of LifedanCe Quil Faut De Vivre (The Right of Living)dari Kanada tentang kebebasan itu sendiri. Juga kompilasiVideo Diarybuatan anak muda dalam module Jalan Remaja 1208 dari komunitas Kampung Halaman untuk memperingati Hari Remaja Internasional pada 12 Agustus. Semuanya bisa ditonton secara gratis, lho. Dan siapa tahu, sepulang dari Kineforum, Anda bisa tersenyum lagi dan memandang negeri ini dengan kacamata yang lebih baik.
Salam,
Meninaputri Wismurti
Programmer
Trilogi Merah Putih
Merah Putih(2009) DVD 109 menit B. Indonesia English Subtitle Sutradara: Yadi Sugandi Pemain: Lukman Sardi, Teuku Rifnu Wikana, Doni Alamsyah, Darius Sinathrya, Zumi Zola, Rahayu Saraswati, Astri Nurdin UNTUK 15 TAHUN KE ATAS
Enam orang pemuda dengan dari latar belakang yang berbeda-beda sedang mengikuti pelatihan militer sekitar tahun 1947. Sebelum mereka menyelesaikan masa latihan di sebuah kamp pelatihan, Belanda datang dan membumihanguskan tempat tersebut dan membunuh teman-teman seangkatan mereka. Keenam pemuda tersebut: Amir, Thomas, Dayan, Marius dan Soerono berhasil lolos dari kejaran Belanda untuk kemudian melawan balik.
Darah Garuda (Merah Putih II)(2010) DVD 105 menit B. Indonesia English Subtitle Sutradara: Yadi Sugandi & Conor Allyn Pemain: Lukman Sardi, Teuku Rifnu Wikana, Doni Alamsyah, Darius Sinathrya, Zumi Zola, Rahayu Saraswati, Astri Nurdin, Atiqah Hasiholan, Ario Bayu, Rudy Wowor UNTUK 15 TAHUN KE ATAS
Sebuah cerita mengenai kelompok heroik kadet yang bergerilya di pulau Jawa pada tahun 1947.Terpecah oleh rahasia-rahasia mereka di masa lalu, dan konflik yang tajam dalam hal kepribadian, kelas sosial dan agama, keempat lelaki muda bersatu untuk melancarkan sebuah serangan nekat terhadap kamp tawanan milik Belanda, demi menyelamatkan para perempuan yang mereka cintai.
Hati Merdeka (Merah Putih III)(2011) DVD 102 menit B. Indonesia English Subtitle Sutradara: Yadi Sugandi & Conor Allyn Pemain: Lukman Sardi, Teuku Rifnu Wikana, Doni Alamsyah, Darius Sinathrya, Zumi Zola, Rahayu Saraswati, Astri Nurdin, Atiqah Hasiholan, Ario Bayu, Rudy Wowor, Michael Bell UNTUK 15 TAHUN KE ATAS
Dengan latar belakang masa revolusi di awal tahun 1948, sekelompok kadet menjadi pasukan gerilya elit setelah kejadian pembunuhan massal para calon prajurit di tahun 1947. Setelah menyelesaikan misi yang berakhir tragis dengan kehilangan anggota, kesetiaan kelompok ini kembali diuji dengan mundurnya pimpinan mereka, Amir, dari Angkatan Darat. Para kadet membawa dendam mereka dalam perjalanan misi mereka ke Bali tempat Dayan yang bisu tinggal, untuk membalas dendam kepada Belanda.
CinCanada
Ce Quil Faut De Vivre (The Necessities of Life)(2008) DVD 102 menit Kanada English Subtitle Sutradara: Benot Pilon Pemain: Natar Ungalaaq, Denis Bernard, Paul-Andr Brasseur, veline Glinas UNTUK 15 TAHUN KE ATAS
Pada tahun 1952, seorangpemburuInuitbernamaTivii, mengidap illness dan meninggalkan rumah beserta keluarganya untuk memulihkan diri di home Quebec City. Ia menjadi rapuh, bukan karena penyakitnya melainkan karena dihadapkan dengan dunia yang sepenuhnya asing. Sampai akhirnya ia dipertemukan dengan Kaki, seorang bocah yatim piatu.
Special Grand Prize of Jury of theMontreal World Film Festival 2008
Canada’s acquiescence for Best Foreign Language Film during a 81stAcademy Awards
River of Live(2007) Dokumenter DVD 53 menit Kanada English Subtitle Sutradara: Werner Welcher UNTUK 12 TAHUN KE ATAS
YukonRiver Questadalah lombatahunan kanodan boat terpanjang dunia, yakni sepanjang740kilometergaris pantaisungaikasar pada malam hari. Film ini merupakansebuah cerita menggembirakan dari kelompok perempuan yangmenghadapi kematiandan memahamibetapa berharganya hidup ini. Dengan mengikutiYukon River Quest, merekamenggambarkan apaartinya menjadibenar-benar hidup.
Jalan Remaja 1208: Me, Instan?
Jumat, 12 Agustus 2011 – pukul 15.00
KompilasiVideo Diarydari para remaja di daerah dari inisiatif Kampung Halaman untuk gerakan Jalan Remaja. Kineforum bekerja sama dengan Kampung Halaman, menyelenggarakan Jalan Remaja 1208 (JR 1208), sebuah module menyuarakan sikap dan cara pandang komunitas remaja Indonesia ke publik melalui media. Kegiatan kampanye bersama ini merupakan refleksi remaja Indonesia di Hari Remaja Internasional yang diperingati pada tanggal 12 Agustus tiap tahunnya. Tema tahun ini adalahMe, Instan?yang diangkat untuk menanggapi gaya hidup jaman sekarang yang serba instan. Gaya hidup yang serba instan ini disadari bisa menumbuhkan sifat curang, mudah menyerah, memikirkan diri sendiri dan menghllangkan hal-hal penting yaitu bahwa proses, kerja keras, jujur itu adalah hal yang dibutuhkan untuk membentuk kepribadian yang bertanggung jawab.
Layar Klasik Indonesia(closed-event)
Selama beberapa bulan ke depan, Kineforum bekerja sama dengan Cinemags, sebuah majalah yang membahas banyak hal seputar film. Untuk bulan ini, dengan acara bertajuk Layar Klasik Indonesia, kami memutarkan film Kejarlah Daku Kau Kutangkap (1986). Dibintangi Deddy Mizwar dan Lydia Kandau, disutradarai oleh Chaerul Umam, dan naskahnya ditulis oleh Asrul Sani, sebuah film tentang cinta dan kedudukan suami-istri dalam rumah tangga. Tidak hanya memutarkan filmnya, tetapi juga dilanjutkan dengan diskusi, baik dengan para aktor maupun kru film lainnya.
Acara ini juga diselenggarakan bersama teman teman #AsrulSaniFansClub dariIndonesian MovieMakers UnitedDatabase (IMMUD)dan Kinekuma Pictures (Paul Agusta), PlotPoint (Ginatri S Noer) dan Ceritamu.com – Forum Cerita Film (Edwin Rizky Supriyadi) dan akan berlangsung selama beberapa bulan berikutnya. Untuk mengikuti atau mendapat informasi acara ini, silakanfollowupdateditwitter@CINEMAGSNEWS.
Nonton Bareng Guru(closed-event)
Sejak bulan Juni 2011 lalu, Kineforum, PlotPoint, serta Lazuardi-Next, mengadakan acara menonton bersama beberapa guru-guru di Jakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan film, baik karakter maupun teknis, serta pembekalan materi mengenai metode pengajaranmovie-learning. Dalam diskusi juga dijelaskan mengenai klasifikasi film, sehingga para guru ini bisa memilih film yang sesuai dan tepat untuk putra-putri maupun siswa-siswinya. Setelah sebelumnya memutar dan berdiskusi tentang film ‘Garuda di Dadaku’, bulan ini film ‘Denias (Senandung di Atas Awan)’ yang akan diputar dan didiskusikan. Kerja sama ini masih akan berlangsung untuk beberapa bulan ke depan.
Human Touch
Apa hal yang pale menyenangkan menjadi manusia?”
Pertanyaan itu tiba-tiba diajukan keponakan saya yang kelas 4 SD pada suatu minggu. Dengan kaget, karena anak sekecil ini bisa melontarkan pertanyaan se’dalam’ itu, saya balik bertanya (juga karena ingin mengulur waktu memikirkan jawabannya), “Kalau menurut kamu apa?” Dia joke menjawab sambil tersenyum lebar, “Hati.”
Terus terang, saya sempat tertegun mendengar jawaban itu dan tampaknya dia makin senang melihat mimik wajah saya. Dia joke langsung menceritakan, bahwa menurutnya, bentuk hati manusia (yang sering dilihat di toko pernak-pernik) adalah cantik dan manusia memiliki kemampuan untuk memberikan hatinya kepada orang lain (dia bilang begitu karena salah seorang teman menghadiahinya bantal berbentuk hati).
Lalu…
Menurut saya, walaupun bentuk hati manusia tak segamblang imaji keponakan saya itu, tapi mekanisme ‘memberikan hati’ seperti yang dia katakan sangat luar biasa. Bahwa perbuatan dan niat baik manusia, apapun bentuknya, mengandung sejuta makna. Apalagi bila kita bisa memberikan hati, peduli, dan berempati dengan orang lain yang membutuhkan (tertindas).
Kita diberikan empati, hati, dan akal untuk menghargai manusia lain apapun bentuk, asal, agama, warna kulit, pilihan hidupnya. Bagilah empati Anda dengan menikmati film-film pilihan kerjasama KONTRAS dengan Q!FilmFestival dan Kineforum selama bulan Juli di mana kebebasan hidup, perbedaan, dan hak asasi manusia dirayakan.Human Touch’s matter!Selain itu, jangan lupa menikmati cerita singkat manis yang dikumpulkan komunitas film Boemboe di bulan Juli. Masih ada pilihan film-film dari Swiss dan Kanada diWorld Films. Dari negeri sendiri, nikmati lagi film Tanda Tanya dan 3 Hati 2 Dunia 1 Cinta.
Semuanya bisa Anda nikmati, seperti manisnya rasa kebebasan manusia itu sendiri.Let’s celebrateCivil Libertis!
Meninaputri Wismurti
Programmer Tamu
World Cinema Features
Das Fliegende Klassenzimmer (The Flying Classroom)(2002) DVD 110 menit B. Jerman English Subtitle Sutradara: Tomy Wigand Pemain: Hans Broich-Wuttke, Hauke Diekamp, Francois Goeske, Anja Kling UNTUK SEMUA UMUR
Jonathan telah merasakan enam sekolah asrama. Kesempatan terakhirnya adalah St. Thomas School Leipzig. Ia bertemu teman-temannya, mobil kereta yang terabaikan, pria misterius bernama Bob, dan skrip sebuah drama,The Flying Classroom. Petualangan yang membawanya mengenal nilai persahabatan dan keberanian.
Die Konferenz der Tiere (The Conference of The Animals)(2010) Animasi DVD 93 menit B. Jerman English Subtitle Sutradara: Reinhard Klooss, Holger Tappe Pemain: Billy Beach, Jim Broadbent, James Corden UNTUK SEMUA UMUR
Sekelompokhewan,yang menunggubanjir tahunanuntuk mendapatkan makanandan air, baru mengetahui bahwamanusia,yang telahmenghancurkanhabitat mereka,telah membangun bendunganuntukdijadikan sebuah resorrekreasi.
Pnktchen und Anton(1999) DVD 107 menit B. Jerman English Subtitle Sutradara: Caroline Link Pemain: Elea Geissler, Max Felder, Juliane Koehler, Aug Zirner UNTUK SEMUA UMUR
Pnktchen dan Anton adalah teman yang sangat dekat. Pnktchen muda tinggal di rumah yang besar sedangkan Anton adalah anak laki-laki dari seorang ibu yang sakit dan menjanda serta memiliki masalah finansial. Mereka saling membantu lalu kemudian beberapa masalah muncul. Dua keluarga bermasalah akhirnya menyadari tindakan yang perlu dilakukan.
Emil und Die Detektive (Emil and The Detectives)(2001) DVD 111 menit B. Jerman English Subtitle Sutradara: Franziska Buch Pemain: Tobias Retzlaff, Anja Sommavilla, Jurgen Vogel, Maria Schrader, Kai Weisinger UNTUK SEMUA UMUR
Ketika Emil berumur 11 tahun, ia berkeliling kota Berlin dan uangnya dicuri. Sementara Emil mengikuti pencurinya, ia bertemu dengan Pony. Pony adalah kepalagankdetektif cilik yang ingin membantu Emil. Ketika Pony tertangkap oleh pencuri tersebut, petulangan joke dimulai.
3 Hati 2 Dunia 1 Cinta(2010) DVD 108 menit B. Indonesia Sutradara: Benni Setiawan Pemain: Reza Rahadian, Laura Basuki, Arumi Bachsin UNTUK 15 TAHUN KE ATAS
Bekerja sebagai wartawanfreelancedan terobsesi jadi penyair, Rosid (Reza Rahadian) yang lahir di keluarga Muslim yang taat, tampak menarik bagi Delia (Laura Basuki) yang beragama Katolik dan aktivis kampus. Keduanya mempertahankan keyakinan masing-masing tetapi saling mengagumi. Sayangnya orangtua masing-masing tidak setuju.
Tanda Tanya(2011) 35mm 106 menit B. Indonesia Sutradara: Hanung Bramantyo Pemain: Reza Rahadian, Revalina S. Temat, Agus Kuncoro, Endhita, Rio Dewanto, Henky Solaiman UNTUK 15 TAHUN KE ATAS Donasi Rp10.000,-
Mengisahkan tentang konflik keluarga dan pertemananyang terjadi di mana antar individu, dengan latar belakang berbeda, memiliki hubungan satu sama lain. Hubungan antar keluarga maupun individu ini terkait dengan masalah perbedaan pandangan, status, agama dan suku.
Cool Canada
Return to Kandahar(2003) Dokumenter DVD 65 menit B. Inggris Sutradara: Paul Jay, Nelofer Pazira UNTUK 15 TAHUN KE ATAS
Nelofer Pazira kembali ke Afghanistan untuk mencari temannya yang hilang.
Small Places, Small Homes(2006) Dokumenter DVD 60 menit B. Inggris Sutradara: Julia Fong, Hana Abdul UNTUK 15 TAHUN KE ATAS
Sebuahdokumenter tentangimigranminoritasyang tumbuh dikota kecilKanada.
Film-film Isu HAM
Kanan Hijau Kiri Merah(2010) Dokumenter DVD 49 menit B. Indonesia Sutradara: Dandhy Dwi Laksono UNTUK 15 TAHUN KE ATAS
Film ini menceritakan tentang komentar teman, guru dan orang terdekat Munir. Tentang kehidupan dia ketika masih muda. Selain itu, film ini juga menceritakan tentang Munir yang menjadi inspirasi bagi kelompok muda untuk berjuang bisa lewat lagu dan lainnya.
Bunga Dibakar(2005) Dokumenter DVD 46 menit B. Indonesia Sutradara: Ratrikala Bhre Aditya UNTUK 15 TAHUN KE ATAS
Film ini bercerita tentang Munir, seorang aktivis yang terbunuh oleh racun di pesawat Garuda ketika hendak meneruskan pendidikan S2nya di Belanda. Selain itu film ini menceritakan apa yang ia kerjakan dan juga pertemuan Munir dengan belahan hatinya, Suciwati, yang kerap mendampinginya dikala mendapat teror atas apa yang dilakukannya, juga tingkah lucu dua buah hatinya.
HiStory(2006) Dokumenter DVD 29 menit B. Indonesia Sutradara: Steve Pillar Setiabudi UNTUK 15 TAHUN KE ATAS
Menceritakan tentang perkembangan persidangan kasus Munir dengan terdakwa Pollycarpus Budihary priyanto, commander Garuda Boeing, yang didakwa membunuh Munir di pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA 794 dengan racun Arsenik yang dicampurkan dengan makanan, selama dalam penerbangan.
Memecah Kebisuan Dokumenter DVD 22 menit B. Indonesia Sutradara: Muhammad Zulfan UNTUK 15 TAHUN KE ATAS
Bercerita tentang tragedi Mei 1998 sebelum jatuhnya pemerintahan Soeharto, yakni kebakaran, penjarahan. Suara-suara saksi, korban dan keluarga korban yang kehilangan anaknya ditampilkan dengan gambar yang bagus.
Swiss Animasi Demokrasi Animasi DVD 23 menit Swiss Sutradara: Akinori Oishi UNTUK 15 TAHUN KE ATAS
Kumpulan animasi menarik yang mencoba memudahkan kita mengerti tentang apa itu demokrasi dan hal-hal seputarnya.
Local Flavour by Q! Film Festival DVD 73 menit Indonesia UNTUK 18 TAHUN KE ATAS
Film-film ini adalah buatan Indonesia dan dibuat oleh orang Indonesia. Semuanya tersembunyi hingga kebenaran menunjukkan dirinya di akhir. Ini adalah tentang sebuah impian masa kecil, impian yang mengganggu, selingkuh dan kejutan hadiah ultah dan cerita-cerita kehidupan yang terbentang di antaranya.
Birthday Gift(Daud Sumloang/Stea Lim) Gay/Tidak(Sigi Wimala, 12 min, 2009) Kuda Laut(Shalahudin Siregar, 25 min, 2009) Gincu(Agnes Cristina, Givary Malik Sutawikana, 2 min, 2010) Sang Badut & Pengantin(Billy Christian, 27 min, 2010)
Boemboe Forum
Boemboe Forum 2010berlangsung diPusat Kebudayaan BelandaErasmus HuisJakartapada tahun 2010 lalu. Kompilasi ini menghadirkan 5 film pendek Indonesia berdurasi 79 menit.UNTUK 12 TAHUN KEATAS
Fronteira (Tapal Batas)(2008) 26 menit Jakarta Sutradara: Emil Heradi
Seorang pemberontak Fretelin dan tentara Indonesia terjebak di ladang ranjau yang sama.
Kompetisi Festival Film Pendek Konfiden 2008, JakartaCourts-Circuits 2009, JakartaGanesha Film Festival 2010, ITB Bandung3 Cities Short Film Festival 2010, Maumere, Bangkalan, Mataram
Hujan Tak Jadi Datang(2009) 16 menit Yogyakarta Sutradara: Yoseph Anggi
Sepasang pegawai toko perabot rumah terjebak dalam situasi perselingkuhan. Namun, salah satu pihak masih dilanda keraguan. Di lounge pelanggan, mereka menjawab keraguan itu.
Cinemanila International Film Festival 2009Festival Film Pendek Konfiden 2009, JakartaInternational Film Festival Rotterdam 2010Singapore International Film Festival 2010Purbalingga Film Festival 2010
Di Bawah Tangan(2010) 16 menit Surabaya Sutradara: Rosana Yuditia
Juwairiyah dan Istifaroh adalah dua orang perempuan yang tinggal di desa dengan kultur agama dan adat Madura yang sangat kental. Kemiskinan dan tekanan adat memaksa perempuan-perempuan di desa itu untuk segera menikah. Demi memenuhi kebutuhan hidup, kedua perempuan itu bersedia menikah sirri tanpa perlu mengenal lebih dulu calon suami mereka.
Dramativi(2009) 13 menit Solo Sutradara: Noves Hendiansa
Televisi merupakan kotak ajaib yang dapat menyulap seseorang untuk menjadi autis. Televisi membuatnya asyik dengan dirinya sendiri tanpa menghiraukan segala sesuatu yang ada pada sekitarnya, bahkan lingkungan keluarganya sendiri.
Mereka Sudah Sampai di Jawa(2009) 8 menit Jakarta Sutradara: Andra Fembriarto
Seorang laki-laki melarikan diri menuju pantai sebab kawasan sekitarnya sudah dipenuhi oleh zombie-zombie yang tersebar dari dunia luar dan akhirnya datang juga di pulau jawa. Namun ia joke tidak bisa kabur dari hal terburuk yang akan terjadi pada dirinya.
Boemboe Forum 2011yang telah memasuki tahun ke delapan, menghadirkan 6 film pendek Indonesia. Acara ini merupakan kerja sama Boemboe.org dengan Klub Kajian Film IKJ, serta didukung oleh Kineforum. Bentuk acara akan berupa presentasi oleh peserta Boemboe Forum dan pemutaran karya peserta, lalu dilanjutkan dengan diskusi selama kurang lebih 30 menit setiap karyanya.UNTUK 12 TAHUN KE ATAS
Film Dunia Sempit (Billy Christian), Mampus 2: Hilang (Jaka Wiradinata), Paotere (Andi Arfan Sabran) dan
Fullan (Eldiansyah Ancha Latief) akan diputar di Kelas GA 2A Lantai 2 FFTV IKJ pada pukul 14.00-17.45.
Film ’Cuma 5 Ribu’ (Yusuf Radjamuda) dan Mamalia (Tumpal Tampubolon) akan diputar di Kineforum pada pukul 18.30 – 20.00
*) Catatan:
Bila pembuat film yang bersangkutan tidak hadir sejak awal acara, film karyanya akan diputar pada akhir acara.
Dunia Sempit(2010) 24 menit Jakarta Sutradara: Billy Christian
Tentang Arie yang merasa tidak bisa mencapai mimpinya utk bekerja di dunia conform karena tubuh besarnya. Terinspirasi dari cerita “It’s Me project” karya Arie Prestiwanti.
Asia Africa Film Festival 2011 Terasinema 2011
Mampus 2: Hilang(2011) 20 menit Surabaya Sutradara: Jaka Wiradinata
Salim terbangun di tempat umum dalam keadaan yang janggal. Dia harus menemukan jati dirinya dengan uang Rp. 500 dan nomer telepon.
Surabaya AnimNation
Paotere (The Fish Market)(2009) 16 menit Makassar Sutradara: Andi Arfan Sabran
Reza (9 tahun) dan Arfah (12 tahun) adalah anak-anak dengan tanggung jawab yang besar. Keduanya harus bekerja di pasar ikan, sejak fajar menyingsing hingga malam menjelang. Selain harus membantu orangtua menghidupi keluarganya, mereka juga punya mimpi-mimpi untuk diwujudkan.
Jakarta International Film Festival, Indonesia 2009Finalis Film Dokumenter Terbaik, Festival Film Dokumenter Yogyakarta 2009
Fullan(2010) 7 menit Palu Sutradara: Eldiansyah Ancha Latief
Fullan adalah pemuda sederhana yang ada di kota Palu, pukul 17:30 Fullan melakukan rutinitasnya ke mesjid. Sepanjang perjalananya menuju mesjid, Fullan bertemu dengan beberapa orang yang meminta pertolonganya.
EFEK (Eksebisi Felem Kita), Palu 2010Juara 3 Islam Movie Days Universitas Indonesia Jakarta 2011.Presentasi Jaringan Film Independen/JALIN Sulawesi Tengah, Festival Film Solo 2011
‘Cuma 5 Ribu’(2009) 10 menit Palu Sutradara: Yusuf Radjamuda
Uang 5 ribu rupiah sering kali dianggap remeh. Namun uang senilai itu bisa jadi sangat berharga, nyawa joke bisa bergantung padanya.
EFEK (Eksebisi Felem Kita), Palu 2009Nominasi ‘Film dengan Teknis Terbaik’, MAFVIE Fest 2010
Presentasi JALIN Sulawesi Tengah, Festival Film Solo 2011
Mamalia(2010) 9 menit Jakarta Sutradara: Tumpal Tampubolon
Wati mencari sebuah alamat, dibantu Maman, seorang tukang ojek. Ketika alamat yang dicari tak kunjung ditemukan, Wati menawarkan Maman sebuah pengalaman termanis dalam hidupnya.
Film Mamalia adalah bagian dari omnibus Belkibolang (2010) yang terdiri dari 9 film pendek karya 9 sutradara muda Indonesia dan diputar perdana di JiFFest 2010
Download Jadual Program Kineforum Juni 2011(.pdf)
A Change Would Do Me Good!
Perubahan. Satu kata yang mengundang sejuta makna. Mudah untuk diucapkan tapi sulit untuk dilakukan. Billy Crystal, pemeran tokoh Harry dalam filmWhen Harry Met Sallybilang,change is such a tough work. Bahkan dari hal sederhana seperti ketika pacar kita bilang dia harus pindah sekolah atau pindah kerja ke kota bahkan negara lain. Mungkin reaksi pertama yang timbul adalah termenung, tercekat dan berpikir, duh apa jadinya hidup saya tanpa orang ini ya? Semua kebiasaan yang kita bangun bersamanya dalam sekejap harus runtuh atas nama perubahan. Tidak ada lagi orang yang menanyakan kabar setiap pagi atau seseorang yang bisa kita SMS‘goodnight and honeyed dreams’sebelum tidur. Semua kebiasaan mau tak mau harus berganti atau setidaknya disesuaikan ke sesuatu yang mungkin tak terpikir oleh kita sebelumnya.
Beberapa memilih melampiaskannya dengan menciptakan play beberapa babak, beberapa lain memilih menjauh agar tidak terlalu merasakan sakitnya perpisahan (ketika menulis ini saya teringat part sequence House dimana Dr. House menjauh dari Cuddy karena ia tidak mau merasakan sakit), beberapa lagi memilih untuk menerima perubahan dengan terbuka sambil berpikir “Tenaannggg masih ada skype, cinta masih bisa lanjut” atau malah berpikir “Asyiiikkk mumpung dia nggak ada, saya bisa cari pacar baru, dong!”
Perubahan memang tidak mudah. Lihat saja negara kita yang butuh waktu 30 tahun untuk mau melek dan berbenah, (lucunya proses berbenah ini malah disalahartikan dengan membiarkan orang berbuat semaunya). Namun perubahan tetap akan terjadi dan apapun hasilnya nanti, perubahan akan melahirkan harapan baru, pandangan/ide baru, impian baru, warna baru, membuka pintu ke hidup yang bisa jadi berbeda dari sebelumnya. Karena itu saya merasa sebuah perubahan di bulan Juni yang masih saja dituruni hujan, akan memberikan kebaikan dan mengapa saya memilihnya untukProgram Kineforum Juni 2011.Like Sheryl Crow sings, A Change Would Do You Good!
Seperti film-filmAlain Resnaisdi Kineforum bulan Juni ini. Pertemuan yang dialami karakter-karakter unik di film sepertiL’anne derniere Marienbad (Last Year during Marienbad), StaviskydanMon oncle d’Amrique (My American Uncle)membawa setiap pribadi ke situasi yang tak biasa.Kita joke bisa belajar arti perubahan dari mata dua bocah Afghanistan yang terpisah dari keluarga dan berusahasurvivedi tengah perang sambil tetap mencari keluarganya diThe Sweetest Embrace: Return to Afghanistan,film dari Kanada.Atau bagaimana seorang perempuan harus melakukan perubahan drastis akibat tuntutan suami dan keluarga dalam film Indonesia terbaru,Khalifah.Perubahan manis joke bisa dinikmati dalam kumpulan film pendek Indonesia koleksiBoemboe Forum 2009, seperti cerita soal lelaki yang menemukan dompet wanita di filmNyarutang.Selain itu nikmati pula perubahan lucu dan unik di kumpulan filmFuture Shorts One, seperti dalam filmMusclesdanRita.Saya tidak memaksa Anda untuk berubah. Saya hanya ingin Anda tetap memiliki berbagai pilihan untuk menikmati hidup yang tak selamanya abadi ini dan sebelum terlambat, kenapa tidak sesekali mencoba membuka pintu yang lain?
Programmer Tamu
Meninaputri Wismurti
L’anne dernire Marienbad (Last Year during Marienbad)(1961) DVD 94 menit B. Perancis English Subtitle Sutradara: Alain Resnais Pemain: Delphine Seyrig, Giorgio Albertazzi, Sacha Pitoff UNTUK 15 TAHUN KEATAS
Sebuah kisah ambigu di sebuahchateau,tentang seorang pria dan wanita yang mungkin pernah atau mungkin tidak pernah bertemu tahun sebelumnya di Marienbad.
Golden Lion Award – Venice Film Festival 1961
Nominated Best Writing, Story and Screenplay – Written Directly for a Screen – Academy Award 1963
Hiroshima Mon Amour(1959) DVD 90 menit B. Perancis English Subtitle Sutradara: Alain Resnais Pemain: Emmanuelle Riva, Eiji Okada UNTUK 18 TAHUN KEATAS
1959.Seorang wanita mudaPrancis telahmenghabiskan malamdengan seorang pria Jepang,di Hiroshima, di manadia pergiuntuk syutingsebuah filmtentang perdamaian. Laki-laki itu mengingatkannya pada pria pertamayang dicintainya. Semuanya terjadi selama Perang DuniaII dania adalah seorang prajuritJerman. Film ini berkisah tentang memoridan yang dilupakan.
Mon oncle d’Amrique (My American Uncle)(1980) DVD 125 menit B. Perancis English Subtitle Sutradara: Alain Resnais Pemain: Grard Depardieu, Nicole Garcia, Roger PierreUNTUK 15 TAHUN KEATAS
Prof. Henri Laborit menggunakan kisah dari kehidupan tiga manusia untuk membahas teori-teori perilaku bertahan hidup, pertempuran, penghargaan dan hukuman, serta kecemasan.
Nominated for Best Writing, Screenplay Written Directly for a Screen – Academy Awards 1981
Grand Prize of a Jury – Cannes Film Festival 1980
Boemboe Forum 2009 diadakan Pusat Kebudayaan ItaliaIstituto Italiano di CulturaJakarta menghadirkan 6 film pendek Indonesia beserta pembuatnya. Kompilasi film-film pendek ini berdurasi 62 menit.UNTUK 12 TAHUN KEATAS
Across The Universe(2007) DVD 16 menit Jakarta Sutradara: Steven F. Winata
Sebuah hiburan tentang kekerasan dan absurditas televisi.
Europe On Screen 2007
Kawon(2007) DVD 4 menit Solo Sutradara: Joko Narimo
Ketika dalam posisi kalah, aku adalah orang yang benar-benar sendiri dan asing sebagaimana maling. Tapi meski dalam terali besi, aku masih bebas menari.
Nyarutang(2009) DVD 10 menit Purbalingga Sutradara: Asep Triyatno
Jono yang menemukan dompet Adel secara tidak sengaja berusaha membayar hutang atas uang yang dipakainya.
Finalis Kompetisi Film SMA Se-Banyumas Besar, Purbalingga Film Festival 2009
Jangan Bilang Aku Gila(2008) DVD Dokumenter 18 menit Jember Sutradara: Kiki Febriyanti
Suharto dan Rufiana adalah mantan penderita gangguan jiwa yang sembuh setelah menjalani terapi di pesantren Al-Ghafur, Bondowoso. Rufiana kini telah menikah dan dikaruniai seorang anak, sedangkan Suharto tetap tinggal di pesantren. Baik Rufiana maupun Suharto berusaha untuk dapat kembali ke keluarga dan masyarakat. Bisakah keluarga dan masyarakat menerima keberadaan mereka?
Finalis Festival Film Dokumenter Yogyakarta 2008
Calling Herman(2008) DVD Dokumenter 5 menit Makassar English Subtitle Sutradara: Adityahmad, Patmawaty Taibe, Nur Azikin dan Kiri Depan Community
Herman sangatsukahandphone, apa yang akan ia bicarakan melaluihandphone?
Appalshop Convening, Yogyakarta 2008
Indonesia Bukan Negara Islam(2009) DVD Dokumenter 9 menit Jakarta Sutradara: Jason Iskandar
Film dokumenterstop motiontentang dua orang siswa Muslim yang bersekolah di sekolah Katholik berpendapat tentang Indonesia dan Islam sebagai agama mayoritas.
Purbalingga Film Festival 2009
Film Terbaik Kategori Pelajar Festival Film Dokumenter Yogyakarta 2009
Future Shorts One – Jun 2011
Future Shorts One kembali keliling dunia pada bulan Juni, membawa film-film pendek terbaik untuk acara internasional, di mana penonton dengan budaya yang bertabrakan, dipertemukan.UNTUK 15 TAHUN KEATAS.
Big Day(2010) DVD Norwegia Sutradara: Emil Trier
Para siswa perempuan Rampaging Scandinavian merasakan bagaimana ‘suka-duka’ sebuah malam yang besar.
Muscles(2009) DVD Australia Sutradara: Edward Housden
Millie, saudari Richard, memang bukan binaragawan terkenal di dunia. Ia adalah seorang gadis 14 tahun yang didominasi testosteronnya dan merupakan kekuatan yang dominan dalam keluarganya. Apa yang terjadi ketika Millie adalah seorang anak yang lebih ‘laki-laki’ daripada Richard?
Rita(2009) DVD Italy Sutradara: Fabio Grassadonia & Antonio Piazza
Rita berusia 10 tahun dan buta sejak lahir. Ia tinggal di tepi laut Palermo. Ia seorang yang keras kepala, selalu ingin tahu, dan merasa selalu digagalkan oleh ibunya yang terlalu protektif dan diktator. Dunia yang sesak di rumahnya tiba-tiba ‘diterobos’ oleh sebuah kehadiran yang misterius.
Peaches ‘Show Stopper’(2010) DVD USA Sutradara: Caroline Sascha Cogez
Satu hari dalam kehidupanpeach,dibintangi Charlotte Munck.
Bruce(2009) DVD UK Sutradara: Tom Judd
Apa yang terjadi ketika sebuahvideo gamemenjadi kenyataan?
Scumbag, Pervert and The Girl In-Between(2011) DVD China, Republic of (Taiwan) Sutradara: Bruce Hwang Chen
Seorang buangan SMA mencoba untuk mengesankan seorang gadis dengan mendapatkan kembali celana pendek sang gadis yang dicuri dari seseorang yang aneh di kota.
Heartwork(2010) DVD Jerman Sutradara: Nils Strven
Sebuah perjalanan yang intens ke kehidupan malam di Berlin – sebuah set ke trek Trentemller, Moan.
It Could Have Been A Perfect World(2011) DVD Indonesia Sutradara: Adhyatmika Euuy
Sebuah paper untuk jiwa yang sepi – karena terkadang, butuh dua orang kesepian (loners)untuk menjadi sepasang kekasih (lover).
Not The Cops, Not The Blacks, Not The Whites(2004) DVD 72 menit Switzerland B. Perancis English Subtitle Sutradara: Ursula Meier UNTUK 15 TAHUN KEATAS
Dari yang merasa pale benar sampai terjadinya dialog antar budaya – sebuah transformasi menakjubkan dari Polisi Jenewa yang telah membentuk integrasi unik dan skema mediasi. Proyek ini tidak akan pernah terwujud tanpa upaya dari seorang perempuan pekerja komunitas Perancis-Tunisia dan dukungan teman polisinya.
The Way we Look At You(2004) DVD 51 menit Switzerland B. Perancis English Subtitle Sutradara: Jean-Stephane Bron UNTUK 15 TAHUN KEATAS
Cerita tentang lima pertemuan, komik dan tragis secara bersamaan, terjebak dalam sebuah mobil di sekolah mengemudi. Lima pasangan bersatu demi mendapatkan Surat Izin Mengemudi tetapi terpisahkan karena kewarganegaraan dan bahkan karena warna kulit mereka masing-masing.
The Sweetest Embrace: Return to Afghanistan(2008) DVD Dokumenter 74 menit Canada English Subtitle Sutradara: Najeeb Mirza UNTUK 15 TAHUN KEATAS
Soorgul dan Amir, dua bocah Afghanistan yang terlupakan, kembali ke negara mereka untuk mencari keluarga mereka setelah dibawa ke Tajikistan (Soviet) 16 tahun silam. Film ini merupakan sebuah kisah intim perlawanan terhadap salah satu pemandangan pale keras sekaligus pale indah di dunia, di mana kehidupan telah dibentuk oleh perang dan kesulitan tetapi masih ada semangat yang tangguh.
The Water Bearer(2007) DVD Dokumenter 52 menit Canada English Subtitle Sutradara: Pascal Glinas UNTUK 15 TAHUN KEATAS
Pencarianairbersih membuat umatKatolikdanketurunanMuslimdi PulauFloresbekerja sama dan bersama dengan Gilles Raymond, seseorang dariQuebec, mewujudkan demokrasi langsung. Sebuahroad moviedi mana solidaritas mengatasi rasa kalah dan kemurahan hati mengalahkan korupsi.
Khalifah(2011) DVD 94 menit B. Indonesia Sutradara: Nurman Hakim Pemain: Marsha Timothy, Indra Herlambang, Ben Joshua, Titi Sjuman UNTUK 15 TAHUN KEATAS Donasi Rp10.000
Khalifah, gadis 23 tahun yang bekerja di sebuah salon kecantikan, dijodohkan ayahnya dengan pria bernama Rasyid. Ia begitu mengabdi kepada suaminya, termasuk ketika ia diminta memakai jilbab dan cadar. Perubahan drastis joke dialami Khalifah.
Program Kineforum Mei 2011: My So-CalledWeekend
My So-Called Weekend
Biasanya begitu kamis bruise tiba, saya langsung membuat daftar hal-hal yang ingin saya lakukan pada hari Jumat, Sabtu dan Minggu. Mulai dari makan enak bareng teman segeng, creambath, pijat, shopping, nge-date(kalau lagi punya pacar) bahkan sampai ke hal-hal yang agak ambisius seperti bangun pagi untuk ke gym atau yoga. Semua hal yang tidak pernah bisa kita lakukan di hari kerja karena kesibukan yang menggila. Hal-hal yang selalu kita harap bisa lakukan, namun yang terjadi di ujung hari kita hanya bisa terkapar di atas tempat tidur, setibanya di rumah.
Lucunya rutinitas menulis daftar ini membuat saya tersenyum-senyum sendiri karena adanya harapan akan sesuatu yang baru. Malah kadang rasanya seperti deg-degan menunggu SMS dia atau balasan twitter-nya. Sesuatu di luar rutinitas sehari-hari. Walau mungkin pada kenyataannya, hanya satu-dua hal saja dari daftar itu yang bisa terpenuhi. Tapi tetap saja, sebuah harapan membuat hidup lebih mendebarkan. Harapan membantu manusia menyadari bahwa seburuk-buruknya hari Senin, toh masih ada hari Jumat, Sabtu atau Minggu yang menyimpan kejutan dan memberikan kita sesuatu yang berarti untuk ditunggu.
Begitu pula dengan pilihan film-film dunia yang diputar tiap akhir pekan di Kineforum pada bulan Mei ini. Mulai dari omnibus Belkibolang yang penuh kejutan kecil di akhir cerita, betapa menyenangkannya menerima kartu pos di zaman chatter seperti di The Postcard dan Police Box karya Josh Kim, menikmati indahnya bunga sakura dari sudut pandang yang berbeda di Hanami, bahwa bertinju joke bisa terlihat cantik di Beautiful Boxer atau membiarkan hati menerima bahwa angan kadang menjadi indah ketika hanya terbang dibawa angin di Marie dalam kumpulan film pendek Lucky Kuswandi.
Kali ini saya akan masukkan satu hal lagi yang akan saya kerjakan di akhir minggu. Merayu seekor beruang untuk nonton film akhir pekan gratis di bioskop Kineforum TIM. Biar bahasa Indonesianya makin lancar dan syukur-syukur makin sayang saya…
Meninaputri Wismurti
Programmer
Facebooked(2009) DVD 15 menit B. Indonesia English Subtitle Sutradara: Siti Nurul Anniza Pemain: Aziman Fadhli, Agus Mediarta, RR Nissa Pressinawangi KP, Marazuddin Budianto H UNTUK 12 TAHUN KEATAS
Tulisan Rezky di Facebook membuat gurunya, Sarjono, tersinggung. Rezky merasa ia tidak melakukan hal yang salah tetapi Sarjono tetap menyudutkannya. Lalu, Rezky joke merencanakan sebuah pembalasan.
Linimas(s)a(2011) DVD Dokumenter 45 menit B. Indonesia English Subtitle Sutradara: Dandhy Dwi Laksono UNTUK 12 TAHUN KEATAS
“Linimasa” atau “timeline” merupakan istilah yang banyak digunakan dalam penggunaan media sosial di tengah-tengah “massa” digital. Film ini menggambarkan kekuatan gerakan sosial di ranahofflinemaupunonlinedan menceritakan pemanfaatan Internet dan media sosial oleh orang biasa untuk melakukan hal yang luar biasa.
Pemutaran Perdana #linimas(s)a Sabtu, 7 Mei (17.00) akan disertai diskusi bersama @donnybu, Inisiator @internetsehat dan #linimas(s)a
Belkibolang(2010) DVD Kompilasi Film Pendek 87 menit B. Indonesia English Subtitle UNTUK 18 TAHUN KEATAS Donasi Rp10.000,00
Sembilan cerita tentang hubungan dua manusia urban. Tentang kepercayaan, ketegangan, penipuan terselubung dan monster. Semua ada di Jakarta malam hari.
Payung–Agung Sentausa,babibutafilm, 6”24’
Sebuah pertemuan antara Wahyu, seorang pekerja keras, dengan Fitri, menghangatkan dinginnya malam.
Percakapan Ini–Ifa Isfansyah, babibutafilm, 9”59’
Percakapan antar tetangga, Omen dan Nuri, tentang hubungan, pilihan dan rasa keibuan. Percakapan tak berawal ataupun berakhir.
Mamalia– Tumpal Tampubolon, zuura cinema and babibutafilm, 8”27’
Wati mencari sebuah alamat, dibantu Maman, sang tukang ojek. Saat alamat belum juga ditemukan, Wati berhasil membuat Maman tertidur dalam pelukannya.
Planet Gajah– Rico Marpaung, dermaga films, 12”40’
Seorang peramal melihat angka 25 dan 2010. Malam ini Nathan merayakan ulang tahunnya yang ke 25 di tahun 2010. Apakah yang akan terjadi?
Tokek– Anggun Priambodo, babibutafilm, 10”15’
Malam ini PLN kembali menggilir rumah2 untuk gantian mematikan lampu. Edwin mencoba menikmati malam gelap gulita sambil mendengarkan pembicaraan tetangga, hingga sebuah tokek menghampirinya.
Peron– Azhar Lubis, timecode pictures, 8”06’
James selalu memakai ipod nya sambil membayangkan cewek-cewek di stasiun, tiap hari. Malam itu, seorang cewek hinggap lebih lama dari sekedar imajinasinya.
Ella– Wisnu Surya Pratama, renjani films and babibutafilm, 7”55’
Ella bersiap-siap mudik menjelang lebaran. Sahabatnya, pak Gendut, menyiapkan makan malam pale enak, sambil merayakan persahabatan mereka.
Roller Coaster– Edwin, babibutafilm, 9”21’
Sepasang sahabat lama bermain-main di sebuah hotel, sambil menguji nilai persahabatan mereka.
Full Moon– Sidi Saleh, babibutafilm, 11”34’
Isna ingin merayakan keriaan tahun baru bersama Bobi, suaminya. Malam Tahun Baru berhasil mendekatkan sekaligus menjauhkan mereka.
Pemutaran Jumat, 6 Mei 2011 (19.30) akan dilanjutkan tanya jawab dengan pembuat film.
FUTURE SHORTS– Lihat sinopsisdi sini.
Beautiful Boxer(2004) DVD 118 menit B. Thailand English Subtitle Sutradara:Ekachai Uekrongtham Pemain: Asanee Suwan, Sorapong Chatree, Orn-Anong Panyawong UNTUK 15 TAHUN KEATAS
Berdasarkankisahnyatadari kehidupan Parinya Charoenphol, seorang petinju Muaythai yang menjalani operasi perubahan jenis kelamin menjadi seorang wanita.
Hanami (Cherry Blossoms)(2008) DVD 127 menit B. Jerman, Jepang, Inggris English Subtitle Sutradara: Doris Drrie Pemain: Elmar Wepper, Hannelore Elsner, Aya Irizuki, Maximilian Brckner UNTUK 18 TAHUN KEATAS
KetikaTrudimengetahui bahwasuaminyaRudimengidap penyakit serius,merekapergikeLautBaltik. Kemudian di sanaTruditiba-tibameninggal.Ruditerpukul apalagi ketikaia mengetahui bahwa istrinya ingin hidup yang sama sekali berbeda, di Jepang.
Were The World Mine(2008) DVD 95 menit B. Inggris English Subtitle Sutradara: Tom Gustafson Pemain: Tanner Cohen, Wendy Robie, Judy McLane, Zelda Williams UNTUK 15 TAHUN KEATAS
JikaAndamemilikiramuan-cinta,siapa yangakanAnda pilih untukjatuh cintakepadaAnda? Timotius mencoba melarikan diridari realitassuramsekolahnyamelaluilamunan-lamunan ‘musikal’nya dan menjawab pertanyaan tadi dengan cara yang sangatnyata.
Claudia/Jasmine(2008) DVD 112 menit B. Indonesia English Subtitle Sutradara: Awi Suryadi Pemain: Kirana Larasati, Kinaryosih UNTUK 15 TAHUN KEATAS
Claudia adalah seorang gadis SMU yang sangat percaya bahwa satu wanita diciptakan untuk satu manusia.Sedangkan Jasmine adalah seorang wanitaindependent, pekerja keras, dan skeptis tentang cinta. Keduanya memiliki rahasia yang sama.
The Police Box(2006) DVD 7 menit B. Korea English Subtitle Sutradara: Josh Kim Pemain: Carol Chan, Josh Kim, Kirsty Lam UNTUK 15 TAHUN KEATAS
Seorang gadis menulis surat cinta untuk seorang polisi dan meletakkannya dalam sebuah kotak di pos jaga. Suatu hari seorang anak laki-laki yang cemburu melihat gadis itu merusak kotak tersebut dan memutuskan untuk memainkan trik antara mereka berdua.
The Postcard(2007) DVD 15 menit B. Korea English Subtitle Sutradara: Josh Kim Pemain: Suh Inwoo, So Yun Park, Sun Zoo Park, Simo UNTUK 15 TAHUN KEATAS
Dua perempuan petugas kantor pos keliru dengan mengira bahwa seorang pelanggan sedang mencoba untuk mendapatkan perhatian mereka dengan menuliskan surat cinta terbuka pada kartu pos yang dikirimkan. Namun, sebenarnya kartu-kartu tersebut ditujukan untuk orang lain.
Marie!(2004) DVD 9 menit English Subtitle Sutradara: Lucky Kuswandi Pemain: Marie Mojica, Ash Steffy UNTUK 15 TAHUN KEATAS
Seorang wanitaeksentrikbernama Marie bertemupriaimpiannya. Karenarasa atas realitasdanfantasi, masalaludan masa depan, yang bertabrakan dalam pikirannya,diaharus memutuskanapakah dia akanmengambilkesempatanuntuktinggaldi saat iniataumengejarmimpi yangsukar dipahami itu.
Black Cherry(2005) DVD 5 menit English Subtitle Sutradara: Lucky Kuswandi Pemain: Juliana Sutarman UNTUK 15 TAHUN KEATAS
Seorang wanitamenemukandirinyadihadapkandengangambardirinya:siapaia dan apayang membuat ia seorang wanita? Saat iamenemukan cerihitamyangmenggoda, iadipaksauntuk mengeksplorasi dan akhirnya mengendalikan penuh tubuhnya sendiri.
STILL(2005) DVD 15 menit English Subtitle Sutradara: Lucky Kuswandi Pemain: Jason Woo UNTUK 15 TAHUN KEATAS
Seorang pemuda menjalani hidupnya dengan ragu, dipenuhi keinginan untuk menyelesaikan masalah dengan ayahnya.
A Letter of Unprotected Memories(2008) DVD 9 menit English Subtitle Sutradara: Lucky Kuswandi Pemain: Juliana Sutarman UNTUK 15 TAHUN KEATAS
Lucky Kuswandi mengajak kita serta ke dalam sebuah perjalanan personal yang dialaminya ketika Imlek kini menjadi ‘tanggalan merah’. Perayaan hari istimewa itu senantiasa membawanya kembali ke masa kecilnya saat perayaan Imlek masih dilarang.
Sampai Besok (Until The Morning Comes)(2009) DVD 21 menit English Subtitle Sutradara: Lucky Kuswandi & Moonaya Pemain: Moonaya, Justin Flood UNTUK 15 TAHUN KEATAS
Pasanganmudamenghabiskanhari terakhirmerekadirumahbersama-sama,melaluitugasdanrutinitasseperti biasa, denganharapanbahwabesok, segala sesuatu akantetapsama.
Pemutaran film akan dilanjutkan dengan tanya jawab dengan pembuat film.
Pada bulan Apr tahun ini kineforum mengundang kurator tamu Meninaputri Wismurti untuk menyusun module tematik tentang perempuan. Film-film dunia yang ia sajikan di kineforum bulan ini bercerita tentang hal-hal kecil, tentang kekurangan dan kelebihan menjadi perempuan. Ia ingin mengembalikan gagasan tentang perempuan kepada tubuh dan jiwa yang menjalani, bukan semata-mata mengulang mitos kepahlawanan atau tunduk pada stereotip.
Selain module tematik tentang perempuan, pada bulan ini kineforum menawarkan variasi film-film pendek dalam World Shorts, mulai dari dokumenter Indonesia mengenai tradisi tato, pengungkapan tentang pembunuhan massal komunitas Tionghoa sampai film-film animasi internasional.
Kami juga kembali mempresentasikan film-film dokumenter panjang. Mulai dari karya Ucu Agustin tentang buruknya layanan kesehatan, sampai pada film konser Bonita and a Husbands. Dari khazanah film dokumenter dunia kami mendapat kehormatan mempresentasikan karya para sutradara dan pemerhati persoalan Tibet dalam Festival Film Tibet. Presentasi Festival Film Tibet ini dimungkinkan berkat kerjasama dengan Yayasan Atap Dunia yang setiap tahun secara rutin menghadirkan ruang diskusi mengenai persoalan Tibet.
Selamat menonton dan berdiskusi di kineforum!
Mari bergembira menjadi perempuan. Bukan karena jasa Kartini atau wanita-wanita hebat di masa lampau. Tapi karena jasa dan upaya kita sendiri untuk menerima diri kita apa adanya. Segala kekurangan maupun kelebihan. Mari bergembira akan hal-hal kecil nan sederhana yang begitu menarik perhatian perempuan, seperti memakai celana dan rok pada saat bersamaan atau menikmati bau tanah sehabis tersiram hujan sambil minum teh. Lagipula menurut hasil penelitian umur hidup perempuan jauh lebih lama dari para pria karena perempuan cenderung lebih bebas mengungkapkan apa yang dirasa. Mari tersenyum, tertawa, meringis dan menangis bersama pilihan film-film dunia Kineforum yang menceritakan keindahan dan keburukan, kekuatan dan kelemahan, kebahagiaan dan kesedihan, kekaguman dan ketakutan menjadi seorang perempuan. Apa adanya.
Meninaputri Wismurti
God Forbid Greater Evil(2002) DVD Drama-Komedi 107 menit B. Kroasia Subtitel B. Inggris Sutradara: Snježana TribusonUNTUK 15 TAHUN KEATAS
Dengan latar belakang tahun 60an, Frula, bocah berusia 11 tahun, tinggal di sebuah rumah yang dekat dengan tempat pemakaman kota. Ia tumbuh besar dengan mendengarkan musik-musik pemakaman, dalam keluarga yang ‘sibuk’: ayah yang pemarah, ibu yang peduli terlalu banyak hal, nenek yang selalu menggurut tentang anti-komunis, adik yang suka melukai hati, dan teman sekolah yang lebih kuat. Frula harus berjuang untuk mendapatkan tempatnya di bawah matahari.
Sto je muskarac ber brkova? (What is A Man Without A Moustache?)(2005) DVD Drama-Komedi 120 menit B. Kroasia Subtitel B. Inggris Sutradara: Hrvoje Hribar UNTUK 21 TAHUN KEATAS
Sebuah komedi romantis yang terjadi di kehidupan pedalaman Kroasia. Ada seorang jandan muda nan kaya dan pendeta Katolik tak bernama. Seorang ayah yang pekerja keras dan putrinya yang jatuh cinta pada puisi Haiku. Setiap orang seperti berada dalam masalah masing-masing. Lalu pelatihan militer dimulai dan sang Jendral dengan kumisnya joke datang.
Me Myself(2007) DVD Drama-Komedi 110 menit B. Thailand Subtitel B. Inggris Sutradara: Pongpat Wachirabunjong UNTUK 21 TAHUN KEATAS
Ini adalah sebuah cerita tentang seorang pria yang tidak dapat mengingat dan seorang wanita yang tidak berhasrat mencintai. Mereka bertemu di suatu malam dalam suatu kecelakaan mobil danboothtelepon. Cinta terjadi ketika ketika kamu tidak mengharapkannya.
881(2007) DVD Komedi-Musikal 105 menit Singapore Subtitel B. Inggris Sutradara: Royston Tan UNTUK 15 TAHUN KEATAS
Dua perempuan, satu mimpi.Little PapayadanBig Papayatumbuh besar dengan mengidolakan Chen Jin Lang, Raja Hokkien Getai, dan mereka bermimpi menjadi penyanyi-penyanyi Getai. Kisah pilu mereka terkait dengan teman dan supir mereka, Guan Yin, yang mawas diri dan sangat sensitif. Cerita ini berdasarkan adegan Getai Singapura.
Sita Sings The Blues(2008) DVD Animasi-Musikal 82 menit B. Inggris Subtitel B. Inggris Sutradara: Nina Paley SEMUA UMUR
Film ini menceritakan legenda Rama dan Sita dalam animasi berwarna dan lebih baik dibandingkan para putri Disney. Namun, sekarang kamu dapat menonton dan mendengarnya dari sudut pandang Sita, sementara ia menyanyikannya dalam nada cinta yang biru (blues), dengan sentuhan humor.
Ghosted(2009) DVD Drama-Thriller 89 menit B. Jerman Subtitel B. Inggris Sutradara: Monika TreutUNTUK 21 TAHUN KEATAS
Sebuah cerita cinta misterius antara Hamburg dan Taipei. Kasus pembunuhan tak terpecahkan terhadap seorang kekasih Taiwan membuat Sophie Schmitt disorientasi. Hal-hal aneh terjadi dan tiba-tiba kilasan memori datang dan pergi.
To Each Her Own(2009) DVD Drama 100 menit B. Inggris Subtitel B. Inggris Sutradara: Heather TobinUNTUK 21 TAHUN KEATAS
Jessica, seorang wanita muda dan sudah menikah, terjungkar balik hidupnya setelah bertemu Casey. Sebuah ikatan romantis terjalin begitu cepat di antara mereka. Namun, hidup adalah memilih. Apakah ia akan mengorbankan keluarga dan semua yang ia tahu, untuk sebuah cinta yang besar tapi baru dan tidak diketahuinya?
Que Sera?(2005) DVD Dokumenter 55 menit Swiss Subtitel B. Inggris Sutradara: Dieter FahrerUNTUK 12 TAHUN KE ATAS
Di Bern, sebuah visi utopis adalah realita sehari-hari. Sebuah tempat penitipan anak dan panti jompo di satu atap. Namun, yang muda dan yang tua tinggal bersama bukan sekedar eksperimen di kebijakan sosial. Hal ini menjadi metafor yang puitis antara kematian dan kelahiran kembali.
Swiss Kiss(2008) DVD Dokumenter 30 menit Swiss Subtitel B. Inggris Sutradara: Raphael Engel & Phillipe MachUNTUK 18 TAHUN KE ATAS
Penasaran bagaimana ciuman ala Swiss? Dokumenter yang pendek, berwarna, dan manis ini akan membawakan jawaban atas pertanyaan bagaimana sebuah ciuman manis itu, khususnya dari Swiss.
Ndudah(2009) Digital Dokumenter 22 menit B. Indonesia & B. Jawa Subtitel B. Inggris Sutradara: FX Harsono UNTUK 15 TAHUN KEATAS
AyahsenimanFX Harsono menyimpan manuscript foto misterius. Ternyata sang ayah adalah seorang tukang potret yang telah mengabadikan bukti pembantaian orang-orang Tionghoa di sekitar Blitar pada akhir tahun 1940-an.
Kembali Merajah Mentawai(2010) DVD Dokumenter 30 menit B. Mentawai Subtitel B. Indonesia Sutradara: Rahung Nasution UNTUK 15 TAHUN KEATAS
Aman Durga Sipatiti, seniman tato yang berbasis di Jakarta, mengunjungi tetua adat Mentawai Aman Lusin Kerei Sangaimang. Suatu upaya pendokumentasiantitiatau tato Mentawai yang kini nyaris “punah” dan hanya tersisa di pulau Siberut.
Gue Inez(2011) DVD 20 menit B. Indonesia Sutradara: Steven Winata Pemain: Indri, Donny Damara, Astri NurdinUNTUK 12 TAHUN KEATAS
Tentang seorang gadis yang bernama Inez, yang lahir dari dua suku berbeda yaitu Padang dan Sunda. Inez suka pindah-pindah sekolah. Kali ini Inez pindah ke kota Bogor dan masuk ke sekolah yang baru. Di sekolah yang baru Inez mencoba beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Berhasilkah ia?
Dunia Sempit(2011) DVD 20 menit B. Indonesia Sutradara: Billy Christian Pemain: Pinky Ovien, Aty Fathyah, Fransisca Pusvitasari, Audrey Viscananda UNTUK 12 TAHUN KEATAS
Dunia terasa sangat sempit bagi Arie.Literally. Dengan tubuh besarnya, ia menghadapi tantangan lebih besar dari orang lain. Dalam mewujudkan mimpi besarnya masuk ke duniafashion, ia belajar berbesar hati dan mencintai diri sendiri.
Swiss Kiss Miss 1 DVD 84 menit Swiss Subtitel B. InggrisUNTUK 21 TAHUN KE ATAS
Sebuah kompilasi film-film pendek dari Swiss berupa karya non-animasi: Cot (Next) Connie The Man Who Doesn’t Want Anything The Mourning of Joy Stork Perpetuum Mobile La Touche
Swiss Kiss Miss 2 DVD 61 menit Swiss Subtitel B. InggrisUNTUK 18 TAHUN KE ATAS
Sebuah kompilasi film-film pendek dari Swiss berupa karya animasi:Tango Lola Amourette Danny Boy Big Brother Benedict and a Organ Laterarius Miramare Pink Nanuq Schlaf Winter Sonata First Contact Jack N Jill
Conspiracy of Silence(2010) DVD Dokumenter 70 menit B. Indonesia Subtitel B. Inggris Sutradara: Ucu Agustin UNTUK 13 TAHUN KEATAS
Konspirasi keheningan telah tersulam begitu mendalam di korps dokter medis Indonesia. Bahwa, hak-hak pasien secara sadar dibungkan dan diabaikan tanpa perlindungan dari pemerintah. Film ini mengangkat realita pelanggaran hak asasi manusia ke permukaan.
Semalam Di Rumah Bonita: A Concert Film(2011) DVD 130 menit B. Indonesia Sutradara: Paul Agusta & Kyo Hayanto Agusta UNTUK 15 TAHUN KE ATAS
Pada 2 Desember 2010, Bonita & a HusBand mengadakan konser tunggal bertajuk “Konser Terima Kasih” di Teater Salihara. Film ini merekam keseluruhan dari konser tersebut dengan sedikit sisipan wawancara dan dokumentasi latihan persiapan Bonita & a HusBand.
The Reincarnation of Khensur Rinpoche(1991) DVD Dokumenter 62 menit B. Tibet Subtitel B. Inggris Sutradara: Ritu Sarin & Tenzing Sonam UNTUK 15 TAHUN KEATAS
Kisah tentang biksu Tibet dan pencarian atas reinkarnasi gurunya, Khensur Rinpoche, yang meninggal empat tahun sebelumnya. Pencarian mengarah pada seorang bocah berusia empat tahun yang mencintai alam dan kebijaksanaan.
A Stranger in My Native Land(1998) DVD Dokumenter 32 menit B. Tibet Subtitel B. Inggris Sutradara: Ritu Sarin & Tenzing Sonam UNTUK 15 TAHUN KEATAS
Sebuah film tentang kisah pribadi nan pedih dari kunjungan pertama Tenzing Sonam ke tanah airnya. Film ini menangkap pertemuan dengan kerabat lama yang hilang dan menyampaikan rasa keputus-asaan Tibet sebagai negara di bawah pendudukan.
Free Tibet(1998) DVD Dokumenter 90 menit B. Inggris Subtitel B. Inggris Sutradara: Sarah Pirozek UNTUK 15 TAHUN KEATAS
Film ini merupakan sebuah dokumenter yang mengkombinasikan kumpulanfootage‘San Fransisco Tibetan Freedom Concert’ tahun 1996, yang berhasil menarik 100.000 orang datang ke Golden Gate Park, dengan klip-klip isu yang terkait. Dan tentunya beberapa bagian dari pertunjukan Bjork, Foo Fighters, Yoko Ono, Sonic Youth, Smashing Pumpkins, dan artis yang terlibat lainnya.
Tibet: Cry of a Snow Lion(2002) DVD Dokumenter 104 menit B. Inggris Subtitel B. Inggris Sutradara: Tom PiozetUNTUK 15 TAHUN KEATAS
Sebuah film tentang pendudukan Cina atas Tibet dan sejarah atas penindasan dan perlawanan di sana.
Dreaming Lhasa(2005) DVD 90 menit B. Tibet Subtitel B. Inggris Sutradara: Ritu Sarin & Tenzing Sonam UNTUK 15 TAHUN KEATAS
Karma, seorang pembuat film Tibet dari New York, pergi ke Dharamsala, tempat pengasingan Dalai Lama di India Utara, untuk membuat sebuah dokumenter tentang mantan tahanan politik yang telah melarikan diri dari Tibet. Ia ingin berhubungan kembali dengan ‘akar’nya, tetapi juga ‘melarikan diri’ dari hubungan kembali dengan ‘rumahnya’ yang memburuk.
Leaving Fear Behind(2008) DVD Dokumenter 25 menit B. Tibet Subtitel B. Inggris Sutradara: Dhondup Wangchen & Golog Jigme UNTUK 15 TAHUN KEATAS
Dengan mengambil gambar di dalam Tibet, film ini merupakan kumpulan kesaksian luar biasa dari orang-orang biasa yang siap bercerita pada dunia tentang apa yang mereka derita di bawah penindasan dan pendudukan Cina.
Tibet’s Cry For Freedom(2008) DVD Dokumenter 52 menit B. Tibet & B. Inggris Subtitel B. Inggris Sutradara: Lara Damiani UNTUK 15 TAHUN KEATAS
Film ini menyingkap kebenaran tentang perjuangan panjang tanpa kekerasan untuk kebebasan Tibet. Film ini menggambarkan sejarah Tibet dari zaman pendudukan Cina hingga perdebatan masa kini antara “Jalan Tengah dan Indepedensi” dan mengkaji isu-isu hak asasi manusia, penganiayaan politik, dan perusakan lingkungan tanah yang dikenal sebagai “Atap Dunia”.
Tibet in Song(2009) DVD Dokumenter 86 menit B. Tibet Subtitel B. Inggris Sutradara: Ngawang Choephel UNTUK 12 TAHUN KEATAS
Melihat kehidupan dan perjuangan masyarakat Tibet dan budaya mereka melalui musik.
The Sun Behind The Clouds(2010) DVD Dokumenter 79 menit B. Tibet, B. Mandarin, B. Inggris Subtitel B. Inggris Sutradara: Ritu Sarin & Tenzing Sonami UNTUK 15 TAHUN KEATAS
Lima puluh tahun setelah kejatuhan negaranya, dapatkah Dalai Lama membuat terobosan dalam usahanya menemukan solusi bagi pertanyaan-pertanyaan Tibet?
The Farm: Angola, USA(1998) DVD Dokumenter 88 menit B. Inggris Subtitel B. Inggris Sutradara: Jonathan Stack, Wilbert Rideau, Liz Garbus UNTUK 18 TAHUN KEATAS
Film ini mengikuti kehidupan dari enam tahanan penjara di Angola, Louisiana, yang menyampaikan kisah-kisah pribadi mereka akan kehidupan, kematian, dan kelangsungan hidup di dunia yang tak mudah ditinggalkan.
Liberia: An Uncivil War(2004) DVD Dokumenter 102 menit B. Inggris Subtitel B. Inggris Sutradara: Jonathan Stack UNTUK 18 TAHUN KEATAS
Di musim panas 2003, Liberia, sekutu Afrika tertua Amerika, berada dalam kekacauan total. Dengan akses dan gambar yang menakjubkan, film ini menawarkan semacam ‘dibalik layar’ akan konflik militer yang menghancurkan bangsa.
Mendekati bulan Maret setiap tahun, selalu ada suasana harap-harap cemas di kineforum. Berharap menemukan dan menawarkan keasyikan baru dari penggalian teks-teks sejarah film Indonesia, sekaligus cemas melihat betapa banyak film yang sudah tidak bisa lagi ditonton dalam format terbaiknya.
Dari penghitungan sementara kami, hanya tak sampai 10 persen dari sekitar 3.000 judul film yang pernah dibuat di kepulauan Nusantara sejak 1926 yang dapat diakses di arsip film. Angka ini sungguh menyedihkan!
Tentu saja bagi kami, makin lama semakin besar tantangan untuk menemukan kopi film yang layak putar sambil tetap menjaga kekayaan perspektif lintas waktu dalam Sejarah adalah Sekarang (SAS). Tapi kami yakin, akan makin banyak kawan seiring dalam kerja mewujudkan pelestarian sejarah film Indonesia yang lebih baik.
Seperti komitmen awal kineforum, acara ini adalah upaya generasi saat ini memberi makna kembali pada ‘masa lalu’. Pada acara tahun ini kineforum menampilkan hasil kuratorial dari para programmer muda yang baru pertama kali melakukan pembacaan terhadap film-film Indonesia klasik dan mempresentasikannya ke hadapan publik. Bersamaan dengan itu pula, Forum Lenteng dan kineforum mengadakan suatu kegiatan khusus untuk membaca kembali karya-karya Usmar Ismail bersama para penulis muda. Menjelang akhir bulan, situswww.filmindonesia.or.id juga mengadakan Klinik Kritik bagi para penulis yang ingin menempuh karir di bidang kritik film.
Selain itu, para kurator pameran Sejarah Bioskop dan Kebijakan Film di Indonesia juga membuat pengembangan format presentasi dari basement information yang terus tumbuh setiap tahun. Tahun ini kami ingin menonjolkan pembacaan terhadap kebijakan film dan menerapkan kajian sejarah untuk memahami persoalan hari ini.
Acara tahun ini lebih banyak diwarnai oleh kegiatan penulisan, kajian atau diskusi. Banyak sekali pihak yang menunjukkan kepada kami betapa pentingnya menciptakan wadah yang bukan saja menyenangkan dan mencerdaskan, tapi juga membuka peluang profesional bagi para pemula.
Dengan ini kami ingin memenuhi tuntutan itu dan melakukannya bersama teman-teman baru. Anda mau menemani kami kan?
Selamat membuat sejarah!
Lisabona Rahman
Manajer Program Kineforum
Kineforum meminta maaf jika kondisi beberapa duplicate film yang diputar tidak optimal dan sewaktu-waktu dapat mengganggu jalannya pemutaran. Hal ini dikarenakan kondisi penyimpanan dan pengarsipan film di Indonesia yang masih buruk.
Darah dan Doa (1950) 35mm 128 menit B. Indonesia Sutradara: Usmar Ismail Pemain: Del Juzar, Farida, Aedy Moward, Sutjipto, Awal, Johanna, Suzanna, Rd Ismail UNTUK 15 TAHUN KEATAS
Cerita perjalanan panjang prajurit RI yang diperintahkan kembali ke pangkalan semula, dari Jogjakarta ke Jawa Barat. Film ini menunjukkan bahwa revolusi saat itu memakan banyak korban dan membuat manusia saling memerangi satu sama lain.
Enam Djam di Djogdja (1951) 35mm 116 menit B. Indonesia Sutradara: Usmar Ismail Pemain: Del Juzar, R. Sutjipto, Aedy Moward, Rd Ismail, N. Damajanti, H. Al Rasjid UNTUK 12 TAHUN KEATAS
Setelah Yogyakarta diduduki oleh Belanda, pasukan Republik Indonesia melakukan perang gerilya. Pada suatu ketika Yogyakarta diserbu dan bisa diduduki walaupun hanya selama enam jam yang dikenal sebagai “Serangan Oemoem” 1 maret 1949.
Lewat Djam Malam (1954) 35mm 102 menit B. Indonesia Sutradara: Usmar Ismail Pemain: AN Alcaff, Netty Herawati, Dhalia, Bambang Hermanto, Rd Ismail, Awaludin, Titien Sumarni UNTUK 12 TAHUN KEATAS
Mengisahkan seorang bekas pejuang, Iskandar, yang kembali ke masyarakat, dan coba menyesuaikan diri dengan keadaan yang sudah asing baginya.
Tamu Agung (1955) 35mm 107 menit B. Indonesia Sutradara: Usmar Ismail Pemain: M. Pandji Anom, Tina Melinda, Hassan Sanusi, Sulastri, Cassim Abbas, Kuntjung, Chitra Dewi, Nina Amora UNTUK 15 TAHUN KEATAS
Pak Midi diutus untuk menjemput Tamu Agung, yang akan mengunjungi desa Sukaslamet. Namun, di kota, pak Midi malah keluyuran.
Tiga Dara (1956) DVD 116 menit B. Indonesia Sutradara: Usmar Ismail Pemain: Chitra Dewi, Indriati Iskak, Mieke Wijaya, Rendra Karno, Fifi Young, Bambang Irawan UNTUK 12 TAHUN KEATAS
Tiga dara, Nunung, Nana, dan Nenny, cukup bikin pusing si nenek. Pertentangan antara Nunung yang pendiam dan Nana yang agresif berhasil ditanggulangi oleh si bungsu yang lincah, Nenny.
Asrama Dara (1958) DVD 125 menit B. Indonesia Sutradara: Usmar Ismail Pemain: Bambang Hermanto, Citra Dewi, Fifi Young, Aminah Cendrakasih, Rendra Karno, Suzanna UNTUK SEMUA UMUR
Sebuah cerita tentang dara-dara yang memiliki masalahnya masing-masing di sebuah asrama yang dipimpin oleh Ibu Siti.
Pedjuang (1960) 35mm 127 menit B. Indonesia Sutradara: Usmar Ismail Pemain: Bambang Hermanto, Chitra Dewi, Rendra Karno, Bambang Irawan UNTUK 15 TAHUN KEATAS
Sekitar tahun 1947, sebuah peleton pimpinan Letnan Amin mendapat tugas untuk mempertahankan sebuah jembatan yang sangat strategis. Di balik pasukan itu, berlindung sejumlah pengungsi. Antara lain Irma, anak keluarga menengah yang sinis terhadap perjuangan kemerdekaan.
Tuan Tanah Kedawung (1970) DVD 127 menit B. Indonesia Sutradara: Lilik Sudjio Pemain: Suzanna, Farouk Afero, Maruli Sitompul, Dicky Suprapto, Tina Melinda, Awaludin UNTUK 15 TAHUN KE ATAS
Kisah perebutan harta di zaman tuan-tuan tanah, zaman Belanda. Tuan Tanah Kedawung sedih melihat istri pertamanya meninggal. Hal ini justru yang diharap istri mudanya, Zubaedah.
Beranak Dalam Kubur (1971) DVD 82 menit B. Indonesia Sutradara: Awaludin Pemain: Suzanna, Mieke Wijaya, Dicky Suprapto, Ami Prijono UNTUK 18 TAHUN KE ATAS
Dhora, mengesankan penderita psiokopat. Ia membunuh ibunya untuk menguasai perkebunan Ciganyar dan juga membunuh ayah tirinya dan adiknya Laila.
Sorga Yang Hilang (Si Buta dari Goa Hantu) (1977) DVD 102 menit B. Indonesia Sutradara: Pitrajaya Burnama Pemain: Ratna Timoer, Kandar Sinyo, Hadisjam Tahax, Maruli Sitompul, Torro Margens UNTUK 15 TAHUN KE ATAS
Di sebuah hutan gersang di Bromo, Badra (si Buta) berjumpa dengan seorang wanita yang ditandu, diserang oleh sekawanan gerombolan. Badra joke beraksi.
Rama Superman Indonesia (1974) DVD 74 menit B. Indonesia Sutradara: Frans Totok Ars Pemain: Boy Shahlani, Aug Melasz, Jenny Rachman, Djauhari Effendi, Bambang Hermanto UNTUK 15 TAHUN KE ATAS
Andi ,penjaja koran yang suka menolong, mendapat jimat kupu-kupu emas. Bila jimat itu dicium, maka ia bisa jadi orang kuat yang dapat terbang, berkostum bak Superman, tapi bernama Rama.
Darna Ajaib (1980) DVD 95 menit B. Indonesia Sutradara: Lilik Sudjio Pemain: Nia Zulkarnaen, Lydia Kandou, Ryan Hidayat, Donny Nurhadi, Ria Irawan, Dian Ariestya UNTUK SEMUA UMUR
Darna adalah anak ajaib mirip Superman. Ia lahir dalam keadaan terbungkus plasentanya. Itulah yang membuatnya jadi anak ajaib.
Gundala Putra Petir (1981) DVD 90 menit B. Indonesia Sutradara: Lilik Sudjio Pemain: Teddy Purba, Pitrajaya Burnama, WD Mochtar, Aug Melasz, Anna Tairas, Ami Prijono UNTUK 12 TAHUN KE ATAS
Ir. Sancoko diam-diam melakukan percobaan menyuntikkan cairan anti petir. Hasilnya luar biasa. Tubuhnya jadi tahan terhadap arus listrik dan punya kekuatan luar biasa.
Madame X (2010) 35mm 106 menit B. Indonesia Sutradara: Lucky Kuswandi Pemain: Aming, Shanty, Marcell Siahaan, Fitri Tropica UNTUK 18 TAHUN KE ATAS
Ketika Ibukota di sebuah negeri antah berantah terancam oleh kemunculan Kanjeng Badai dan partai politiknya yang militan dan homophobia, keselamatan negeri ini bergantung pada Adam. Ia harus memenuhi takdirnya sebagai seorang super favourite Madame X.
Raja Jin Penjaga Pintu Kereta (1974) DVD 98 menit B. Indonesia Sutradara: Wahab Abdi Pemain: Sukarno M. Noor, Rina Hassim, Mansjur Sjah, Tan Tjeng Bok, Mang Udel UNTUK 15 TAHUN KEATAS
Gono, bekas pemain lenong dengan peran khas Raja Jin, bertugas jadi penjaga pintu lintasan kereta api. Ia tak pernah melepas peran lenong yang sangat disenanginya itu, tapi tak bisa diteruskan karena keluarga istrinya sangat benci pada pekerjaannya sebagai pemain lenong itu.
Taksi (1990) 35mm 89 menit B. Indonesia Sutradara: Arifin C. Noer Pemain: Meriam Bellina, Rano Karno, Nani Widjaja, Charlie Sahetapy, Dorman Borisman UNTUK 15 TAHUN KEATAS
Giyon, sarjana filsafat, sempat menetap di rumah tantenya yang feodal. Ia memilih menjadi sopir taksi karena perlawanannya terhadap “tradisi” dan lingkungannya.
Badut-badut Kota (1993) 35mm 103 menit B. Indonesia Sutradara: Ucik Supra Pemain: Dede Yusuf, Ayu Azhari, Jajang C. Noer UNTUK 15 TAHUN KEATAS
Dedi kawin muda dengan Menul, hingga harus hidup mandiri dengan bekerja sebagai badut di sebuah taman hiburan. Pekerjaan ini tidak bisa mencukupi kebutuhan hidupnya, hingga ia bersama beberapa kawan mencoba lepas dari jerat kemiskinan itu.
Marsinah (2000) 35mm 112 menit B. Indonesia Sutradara: Slamet Rahardjo Pemain: Megarita, Dyah Arum, Tosan Wiryawan, Intarti, Liem Ardianto Lesmana, Djoko Ali UNTUK 18 TAHUN KEATAS
Berasal dari kisah nyata buruh Marsinah yang menjadi lambang perlawanan buruh karena dibunuh saat memperjuangkan hak-hak buruh di tempatnya bekerja, PT Catur Putra Surya (CPS), di Sidoarjo.
Janji Joni (2005) 35mm 85 menit B. Indonesia English Subtitle Sutradara: Joko Anwar Pemain: Nicholas Saputra, Mariana Renata, Rachel Maryam, Fedi Nuril, Surya Saputra UNTUK 15 TAHUN KEATAS
Joni, seorang pengantar rol film antar bioskop, yang bertekad tidak akan pernah terlambat mengantar rol film sebagai bukti kecintaannya pada pekerjaan.
Perempuan Kedua (1990) DVD 95 menit B. Indonesia Sutradara: Ida Farida Pemain: Widyawati, Sophan Sophiaan, Ida Iasha, Zainal Abidin, Novia Kolopaking UNTUK 15 TAHUN KE ATAS
Perkawinan dr. Yanuar dan Rani SH yang tenteram dan bahkan dijadikan teladan orang-orang ternyata sedang terguncang.
(dalam materi film terdapat trademark stasiun TV)
Biola Tak Berdawai (2002) 35mm 101 menit B. Indonesia English Subtitle Sutradara: Sekar Ayu Asmara Pemain: Ria Irawan, Nicholas Saputra, Jajang C. Noer, Dicky Lebrianto UNTUK 15 TAHUN KE ATAS
Renjani meninggalkan kota kelahirannya, Jakarta, untuk mengubur masa lalu dan keinginannya untuk menjadi penari balet. Ia pindah ke Yogya dan mengabdikan hidupnya dengan merawat anak-anak tunadaksa yang tidak dikehendaki kelahirannya oleh orangtua mereka.
Betina (2006) DVD 66 menit B. Indonesia Sutradara: Lola Amaria Pemain: Kinaryosih, Tutie Kirana, Agastya Kandou, Fahmi Alatas, Zairin Zain UNTUK 18 TAHUN KE ATAS
Betina terpikat dengan seorang pria pengurus makam, padahal ia dikelilingi laki-laki yang penuh nafsu terhadap tubuhnya.
Mereka Bilang, Saya Monyet! (2007) DVD 82 menit B. Indonesia Sutradara: Djenar Maesa Ayu Pemain: Titi Sjuman, Henidar Amroe, Ray Sahetapy, Bucek Depp, Joko Anwar UNTUK 18 TAHUN KE ATAS
Tumbuh dengan luka masa lalu, Adjeng seolah memiliki kepribadian ganda: anak manis di depan ibu, liar di belakangnya.
Red Cobex (2010) 35mm 107 menit B. Indonesia Sutradara: Upi Avianto Pemain: Indy Barends, Tika Panggabean, Cut Mini, Sarah Sechan, Aida Nurmala, Lukman Sardi UNTUK 15 TAHUN KE ATAS
Geng Red Cobex beranggotakan ibu-ibu dari berbagai daerah: Mama Ana, Tante Lisa, Yu Halimah, Mbok Bariah dan Cik Meymey. Mereka sekumpulan ibu yang membela kaum lemah dan sangat anti kemaksiatan.
Intan Berduri (1972) DVD 104 menit B. Indonesia Sutradara: Turino Djunaidy Pemain: Benyamin S, Rima Melati, Farouk Afero, Mansjur Sjah, Rachmat Kartolo, Windy Djatmiko, Yatie Octavia UNTUK 15 TAHUN KE ATAS
Potensi komik Benyamin S dan Rima Melati diolah menjadi satir dalam film ini.
Inem Nyonya Besar (1976) 16mm 98 menit B. Indonesia Sutradara: Mochtar Soemodimedjo Pemain: Doris Callebaute, Eddy Gombloh, Gatot Subroto, Enny Kusrini, Syamsu UNTUK 15 TAHUN KE ATAS
Inem adalah tokoh pembantu yang naik pangkat jadi nyonya besar. Wajah Eurasia Doris Callebaute bertemu dengan kebaya dan… perhatikan roman mukanya: ia adalah perpaduan kepercayaan diri dan femme fatale.
Kejarlah Daku, Kau Kutangkap (1985) 35mm 109 menit B. Indonesia Sutradara: Chaerul Umam Pemain: Lydia Kandou, Deddy Mizwar, Ully Artha, Ikranagara, Usbanda UNTUK 15 TAHUN KE ATAS
Sebuah cerita kocak tentang cinta dan kedudukan suami-istri dalam rumah tangga. Lydia Kandou membawakan peran Mona dengan cemerlang.
Ibunda (1986) 35mm 103 menit B. Indonesia Sutradara: Teguh Karya Pemain: Tuti Indra Malaon, Niniek L. Karim, Ria Irawan, Alex Komang, Onny Mayor UNTUK 12 TAHUN KE ATAS
Perhatikan pemeranan Tuti Indra Malaon sebagai Ibu Rakhim, janda priyayi, selalu bersikap mengambil alih beban hidup anak-anaknya.
Naga Bonar (1986) 35mm 108 menit B. Indonesia Sutradara: M.T. Risyaf Pemain: Deddy Mizwar, Nurul Arifin, Afrizal Anoda, Roldiah Matulessy, Wawan Sarwani UNTUK 12 TAHUN KE ATAS
Naga Bonar, bekas tukang copet tanpa pendidikan, naif, rasa setia kawannya besar, tapi nekat dan jujur. Inilah karya peran Deddy Mizwar yang tak terlupakan.
Fiksi (2008) 35mm 108 menit B. Indonesia Sutradara: Mouly Surya Pemain: Ladya Cheryl, Donny Alamsyah, Kinaryosih, Soultan Saladin, Inong UNTUK 15 TAHUN KE ATAS
Ladya Cheryl memainkan Alisha, gadis yang sedang berkenalan dengan cinta lalu dengan cepat dikuasai obsesi.
Rumah Dara (2010) 35mm 95 menit B. Indonesia Sutradara: Mo Brothers Pemain: Shareefa Danish, Imelda Therinne, Arifin Putra, Julie Estelle, Ario Bayu, Sigi Wimala, Mike Lucock UNTUK 18 TAHUN KE ATAS
Shareefa Danish membawakan peran perempuan anggun dan misterius sebagai Dara. Bersiaplah tercengang.
Djenderal Kantjil (1958) DVD 79 menit B. Indonesia Sutradara: Nya Abbas Akup Pemain: Achmad Albar, Chitra Dewi, Rendra Karno, Menzano, Mangopul Panggabean UNTUK SEMUA UMUR
Permintaan Arman akan pistol-pistolan ditolak ayahnya, tapi si ibu setuju. Dengan pistol mainan itu Arman membentuk pasukan “Berani Mati” bersama-sama teman-temannya, Hamdan dan lain-lain.
Langitku Rumahku (1989) 35mm 102 menit B. Indonesia English Subtitle Sutradara: Slamet Rahardjo Pemain: Soenaryo, Banyubiru, Pitrajaya Burnama, Yati Sunarjo UNTUK SEMUA UMUR
Kisah persahabatan Andri, anak orang kaya, dengan Gempol, anak gembel penjual kertas bekas.
Anak Seribu Pulau (1996) DVD Dokumenter 72 menit B. Indonesia Sutradara: Srikaton, Nan T Achnas, Garin Nugroho UNTUK SEMUA UMUR
Perjalanan mengunjungi anak-anak dari Aceh, Kalimantan, dan Papua. Tutur bahasa gambar yang cantik tentang tunas-tunas muda Nusantara.
Petualangan Sherina (1999) 35mm 123 menit B. Indonesia Sutradara: Riri Riza Pemain: Sherina Munaf, Derby Romero, Ratna Riantiarno, Didi Petet, Mathias Muchus, Ucy Nurul, Djaduk Ferianto, Butet Kertaradjasa UNTUK SEMUA UMUR
Sherina yang baru saja pindah ke Bandung, mendapat musuh di sekolah barunya bernama Sadam. Permusuhan mereka berubah menjadi persahabatan, karena keduanya diculik oleh Pak Raden.
Garuda di Dadaku (2009) 35mm 97 menit B. Indonesia Sutradara: Ifa Isfansyah Pemain: Emir Mahira, Christian Aldo, Ikranagara, Maudy Koesnaedi, Ari Sihasale, Marsha Aruan, Baron Siregar UNTUK SEMUA UMUR
Sebuah cerita tentang Bayu, yang masih duduk di kelas 6 Sekolah Dasar, memiliki satu mimpi: menjadi pemain sepak bola hebat.
Nakalnya Anak-Anak (1980) DVD 105 menit B. Indonesia Sutradara: Susilo SWD Pemain: Zainal Abidin, Gina Adriana, Ira Maya Sopha, Ryan Hidayat, Dina Mariana UNTUK SEMUA UMUR
Surya, pensiunan kapten kapal dan duda dengan lima anak, pusing dengan anak-anaknya karena tidak menuruti aturan keras yang diterapkannya. Akhirnya seorang guru muda, Utari, mencoba bertahan terhadap gangguan anak-anak itu dan sedikit demi sedikit “menaklukkannya”.
Ira Maya Putri Cinderella (1981) DVD 97 menit B. Indonesia Sutradara: Willy Wilianto Pemain: Ira Maya Sopha, Paulina Djakman, Rudy Salam, Gordon Subandono, Linda Karim, Ruth Pelupessy UNTUK SEMUA UMUR
Ira Maya adalah bayi dari Putri Cinderella dan Baginda Raja. Saat pesta kelahirannya, ia hendak dijodohkan dengan putra Raja Tetangga. Namun, Peri Jahat muncul dan memberi kutukan bahwa Ira Maya akan mati bila tertusuk jarum.
Neraca Kasih (1982) DVD 113 menit B. Indonesia Sutradara: Henky Solaiman Pemain: Joice Erna, Kiki Amelia, Yessy Gusman, Tuti Indra Malaon, Zainal Abidin UNTUK 12 TAHUN KE ATAS
Setelah ditinggal mati suaminya, Dameria terpaksa merelakan Sari diadopsi oleh budenya, Purwanti.
Si Badung (1989) DVD 120 menit B. Indonesia Sutradara: Imam Tantowi Pemain: Purnomo, Nurhuda UNTUK SEMUA UMUR
Jarir, guru tua dan kepala sekolah di sebuah kota kecil, adalah profil pendidik yang sebenarnya. Ia harus berhadapan dengan Irfan yang penuh semangat dan memiliki konsep pendidikan modern. Dua konsep pendidikan ini, harus berhadapan dengan kelompok anak-anak yang badung.
Hiphopdiningrat (2010) DVD 65 menit B. Indonesia English Subtitle Sutradara: Muhammad Marzuki and Chandra Hutagao UNTUK 15 TAHUN KE ATAS
Inilah sebuah cerita unik tentang kultur hip bound dari kota Jogja, dimana kebudayaan civic bertemu dengan tradisi Jawa untuk menciptakan produk kesenian kontemporer.
Metamorfoblus (2010) Dokumenter DVD 96 menit B. Indonesia English Subtitle Sutradara: Dosy Oemar UNTUK 18 TAHUN KEATAS
Sebuah film Slank dan Slankers; cerita tentang perjalanan Slank dan pengaruh musik Slank terhadap Slankers dan Indonesia.
Seringai – Generasi Menolak Tua (2010) DVD Dokumenter 60 menit B. Indonesia English Subtitle Sutradara: Bramantyo Hernomo UNTUK 15 TAHUN KEATAS
Dokumentasi perjalanan hidup rope stone oktan tinggi Seringai selama sekitar delapan tahun. Bisa juga menjadi sebuah pernyataan gairah rope Seringai terhadap musik rock, di mana mereka menghembuskan nafas segar ke dalam kancah musik stone lokal sejak 2002.
The Songstress and The Seagull (2010) DVD 50 menit B. Indonesia English Subtitle Sutradara: Paul Agusta UNTUK 15 TAHUN KEATAS
Pada Nov 2009, kedua penyanyi ini dipasangkan bersama di atas panggung Djakarta Atmosphere 2009 dan menghadirkan pertunjukan yang tak terlupakan.
Semalam Di Rumah Bonita: A Concert Film (Pemutaran Perdana) (2011) DVD 130 menit B. Indonesia Sutradara: Paul Agusta & Kyo Hayanto Agusta UNTUK 15 TAHUN KE ATAS
Pada 2 Desember 2010, Bonita & a HusBand mengadakan konser tunggal bertajuk “Konser Terima Kasih” di Teater Salihara. Film ini merekam keseluruhan dari konser tersebut berikut wawancara dan suasana latihan Bonita & a HusBand.
ACARA PENDUKUNG
TERBUKA UNTUK UMUM
1-31 Maret 2011 (13.00 – 20.00)
Tempat : Galeri Cipta 3
Pameran Sejarah Bioskop Indonesia menampilkan alur sejarah, cuplikan berita, foto tentang perjalanan bioskop Indonesia dari 1900 hingga kini. Pameran yang diselenggarakan setiap tahun sejak 2008 ini adalah pameran yang tumbuh seiring penambahan materi. Tahun ini kami menonjolkan pembacaan terhadap kebijakan film dan menerapkan kajian sejarah untuk memahami persoalan hari ini.
Dari Gambar Tangan ke Layar Lebar
TERBUKA UNTUK UMUM
Pembicara: John de Rantau
5 Maret 2011 (Jam16.00)
Tempat : Galeri Cipta 3
Setelah tahun lalu diskusi mengenai hantu-hantu dalam film horor Indonesia, diskusi tahun ini mengajak kita untuk mengamati sejarah perkembangan film-film yang berasal dari cerita komik, baik di Indonesia maupun dunia, bersama John de Rantau lewat temuan-temuan yang tak kalah menarik.
TERBATAS UNTUK PESERTA
26 Maret 2011 (Jam 10.00-17.00)
Taman Ismail Marzuki
Jumlah kritikus film di Indonesia bisa dihitung dengan sebelah tangan. Banyak yang menyebut diri sebagai kritikus film, namun sebetulnya tidak memiliki modal utamanya yaitu metode dalam mengkritik atau menilai sebuah film. Penilaian atas sebuah film tidak pernah berhenti di ‘bagus’ atau ‘buruk’, tapi terus berkembang sesuai dengan konteks sosial dan budaya. Di kesempatan ini, situs web Film Indonesia bekerja sama dengan Bulan Film Nasional 2011 dan Rumah Film mengadakan Klinik Kritik Film yang akan diasuh oleh JB Kristanto dan Eric Sasono. Peserta klinik telah melalui proses seleksi dan hasil tulisan mereka setelah klinik dijalankan bisa dilihat diwww.filmindonesia.or.iddanwww.rumahfilm.org
Kontak:
Lintang Gitomartoyo
+6221 70637941
katalogfi@filmindonesia.or.id www.filmindonesia.or.id
Tema Bahasan: Kerja Kamera dalam film-filmAnak Seribu Pulau(1996)
TERBUKA UNTUK UMUM
Pembicara: Agni Ariatama
26 Maret 2011 (JAM 18.30)
Tempat : Galeri Cipta 3
Mengisi kekurangan dunia pendidikan grave kita, kineforum memulai inisiatif baru ‘Belajar Bersama’ pada tahun ini. Sesi pertama diadakan dalam konteks acara Sejarah adalahSekarang 5. Dalam kegiatan ini kami mengundang para profesional di bidang gambar bergerak (film dan video) untuk menerangkan pada kita bagaimana mereka mencipta karyanya dengan bahasa gambar-suara (audio-visual). Lewat inisiatif ini kami mengajak Anda menjadi penonton yang mampu memahami bahasa film dengan mendengarkan cerita para kreator tentang cara mereka menuturkan bahasa gambar-suara.
(Kegiatan ini didahului pemutaran film Anak Seribu Pulau di Teater 1 TIM XXI jam 17.00)
30 Maret 2011 (Bazaar jam 12.00 Konser Musik jam 19.00)
Kelelawar Malam
Notturno
(Tiket: Rp 25.000 Kapasitas: 200 Kursi)
Tempat : Teater Studio
Konser musik dan concert melibatkan para pemusik Indonesia serta beberapa komunitas di bidang seni, khususnya film, untuk bersama-sama merayakan Hari Film Nasional tanggal 30 Maret. Sudah menjadi tradisi bahwa setiap tahun, konser musik Sejarah adalahSekarang selalu menampilkan band-band Indonesia masa kini. Kali ini, module Konser Musik SAS akan menampilkan sebuah pertunjukan musik yang didedikasikan untuk 3 genre film yang inspirasinya diambil dari film-film nasional. Sedangkan concert tahun ini, tidak hanya sekedar menjadi ruang pertemuan, baik antar komunitas maupun dengan publik, tetapi juga ajang adu kreativitas serta akses untuk mengoleksi produk-produk yang menunjukkan kecintaan terhadap film Indonesia.
Download Jadual Program Kineforum Januari 2011 (.pdf)
Bulan pertama tahun 2011 kami buka dengan rangkaian perayaan ulangtahun organisasi perupa dan pemerhati ruang kota ruangrupa yang ke-10. Kami merasa bangga bisa ikut sebagai bagian dari perayaan ini. Banyak karya baru yang kita saksikan, kawan baru yang kami temui dan hal-hal baru yang kami pelajari.
Dalam paruh bulan yang kedua kami secara bertahap melengkapi lagi kineforum sebagai sarana belajar melalui karya film/video. Tiga film Indonesia terbaru yaituJakarta Maghrib,Hope danWorking Girls akan kami putarkan untuk penonton kineforum. Ketiga film juga akan diiringi diskusi dengan para pembuat film supaya kita bisa melihat dari dekat perkembangan gagasan mereka. Selain ketiga film terbaru ini, kami juga mendapat kesempatan memperkenalkan kembali filmRokkap yang berlatar daerah Sumatera Utara.
Selain itu, setiap akhir minggu kami secara khusus memutarkan dua judul film Prancis untuk anak dan remaja. Melalui module khusus ini kami ingin mengajak kawan-kawan belia untuk mengenal kehidupan anak-anak seusianya di belahan dunia yang lain.
Pada akhir bulan kami dengan bangga ikut mempersembahkan rangkaian karya Ratana Pestonji, bapak perfilman Thailand. Kami bekerjasama dengan antara lain Thai Film Foundation dan programmer Prima Rusdi untuk memperkenalkan karya-karya klasik Asia Tenggara di Jakarta.
Selamat menonton dan berdiskusi di kineforum!
RURU.MOV
Program Pemutaran Film dan Video acara Decompression #10, perayaan ulang tahun ke-10 Ruang Rupa 3-12 Januari 2011 http://ruangrupa.org
Jakarta Maghrib (Jakarta Twilight) (2010) DVD 75 menit B. Indonesia dengan English Subtitle Sutradara: Salman Aristo Pemain: Indra Birowo, Widi Mulia, Asrul Dahlan, Lukman Sardi, Reza Rahadian, Adinia Wirasti UNTUK 15 TAHUN KEATAS Donasi Rp10.000,00
Jakarta Maghrib adalah sebuah usaha untuk menangkap suasana civil saat sedang menuju kontemplasinya. Semua hubungan manusia menemui ambang batasnya di waktu Maghrib, itulah benang merah dari 6 cerita yang ada. Sepasang suami istri yang ingin bercinta dalam IMAN CUMA INGIN NUR, seorang preman dan penjaga musholla dalam ADZAN, penghuni kompleks perumahan) yang menunggu tukang nasi goreng langganan mereka dalam MENUNGGU AKI, sepasang kekasih yang mencari jalan pintas dalam JALAN PINTAS, anak kecil yang ketakutan dalam CERITA SI IVAN, dan pertemuan dari semua tokoh tersebut dalam BA’DA.
Rokkap (Rongkap) (2010) DVD 75 menit B. Indonesia Sutradara: B.M. Joe, Ginanti Rona Tembang Sari, Hendra ‘Pay’ Pemain: Kinaryosih, Alex Abbad, Agastya Kandou, Sarah Jane, Tongam Sirait, Iyuth Pakpahan UNTUK 15 TAHUN KEATAS
Film play percintaan dengan kultur budaya Batak antara Lingga (Kinaryosih) yang tuna netra dengan Bow (Alex Abbad), seorang fotografer. Dilatari harmonisasi hasapi (alat musik normal Batak) dan keindahan Danau Toba.
Karena kecelakaan di masa kecil, Lingga, 31 tahun, menjadi tuna netra, tapi gadis Batak ini memiliki kemampuan melukis. Hasil karyanya itu dijual untuk menghidupi ayah dan kakak perempuan yang sangat menyayanginya. Bow terpaksa menyanggupi permintaan kedua sahabatnya, Gun dan Ivy untuk melakukan sesi fotopre-wedding di Danau Toba. Bow yang awalnya tertarik pada lukisan Lingga akhirnya bertemu dengan pelukisnya. Keduanya saling jatuh cinta satu sama lain meski ayah Lingga tidak menyetujui hubungan itu begitu saja dan juga Bow belum sepenuhnya putus dari kekasihnya, Vienna yang tinggal di Bali.
Ali Zaoua (2000) DVD 90 menit B. Maroko-Perancis dengan English Subtitle Sutradara: Nabil Ayouch Pemain: Mounm Kbab, Mustapha Hansali, Hicham Moussoune, Abdelhak Zhayra UNTUK 15 TAHUN KEATAS
Ali Kwika, Omar dan Boubker adalah anak-anak jalanan. Di kehidupan keseharian yang sulit, sebuah persahabatan terbangun antara mereka. Segera setelah Ali tewas dalam perkelahian antara geng, ketiga temannya memiliki satu tujuan: untuk membuat penguburan yang layak bagi Ali. Mereka akan dibantu oleh seorang nelayan yang telah berteman dengan Ali.
Les choristes (The Chorus) (2004) DVD 97 menit B. Perancis dengan English Subtitle Sutradara: Christophe Barratier Pemain: Grard Jugnot, Franois Berland, Jean-Paul Bonnaire, Jean-Baptiste Maunier UNTUK 12 TAHUN KEATAS
Fond de l’Etang adalah sekolah asrama untuk anak-anak bermasalah yang terletak di pedesaan Perancis. Pada pertengahan abad kedua puluh, dijalankan oleh Rachin M. pokok, seseorang yang disiplin dan egoistis yang secara “resmi-tidak resmi” menjalankan peraturan dengan mantra “aksi – reaksi”, yang berarti bahwa akan ada konsekuensi berat untuk setiap anak laki-laki yang dianggap melakukan kesalahan. Hingga M. Clment Mathieu, seorang pria paruh baya datang untuk mengajar disana. Mathieu tidak percaya atas kebijakan “aksi – reaksi”, dan ia mulai menggunakan musik sebagai pendekatan baru.
Working Girls (Perempuan Pencari Nafkah) (2010) Dokumenter DVD 123 menit B. Indonesia dengan English Subtitle Sutradara: Sammaria Simanjuntak & Sally Anom Sari; Yosep Anggi Noen; Nitta Nazyra C. Noer & Daud Sumolang UNTUK 15 TAHUN KEATAS Donasi Rp10.000,00
Tiga film dokumenter pendek ini mengangkat kisah perempuan-perempuan yang membawa perubahan di lingkungan mereka. Dalam 5 MENIT LAGI AH AH AH, sutrada Sammaria & Sally membawa kita pada Ayu Riana, yang pada usia 14 tahun sudah memenangkan kontes idola dangdut di TV nasional, sekaligus menjadi tulang punggung keluarga. Di ASAL TAK ADA ANGIN, sutradara Yosep menampilkan para perempuan yang setia pada profesi mereka di pertunjukan ketoprak. Sementara di ULFIE PULANG KAMPUNG, sutradara Nitta & Daud mengikuti perjalanan Ulfie, waria asal Aceh yang berusaha membuat warga kampungnya mengerti bahaya HIV/AIDS. Meskipun dihadang berbagai kesulitan, Ulfie dan semua perempuan dalam film ini berusaha untuk bertahan hidup sambil terus bertekad membawa kebaikan bagi lingkungan sekitar mereka.
Hope (2010) Dokumenter DVD 71 menit B. Indonesia dengan English Subtitle Sutradara: Andibachtiar Yusuf UNTUK 12 TAHUN KEATAS Donasi Rp10.000,00
Indonesia kini telah cukup dewasa sebagai sebuah negara. Tapi kedewasaan tersebut ternyata tidak sejalan dengan kemapanan di segala bidang. Namun di tengah “kekacauan” tersebut masih ada individu-individu yang hebat, yang menunjukkan bahwa masih ada harapan di Indonesia.
Mengejar Impian (2010) Dokumenter DVD 47 menit B. Indonesia Sutradara: Nia Dinata UNTUK 12 TAHUN KEATAS
”Mengejar Impian” menyajikan kisah nyata dari lima orang remaja — Aang Kunaifi, Cahya Nur Aisah, Octika Adinda Putri, Praptaning Budi Utami dan Rahmatillah. Kelima remaja yang memiliki banyak kesamaan yakni sama-sama cerdas, berprestasi, namun berasal dari keluarga prasejahtera, sehingga kelimanya harus berjuang keras untuk dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA. Bagi kelima remaja ini, dapat duduk di bangku SMA merupakan sebuah impian yang hanya bisa menjadi nyata bilamana mereka mendapatkan beasiswa.
Sugar Is Not Sweet (Nam Tan Mai Wan) (1965) 35mm 134 menit B. Thailand dengan English Subtitle Sutradara: R.D. Pestonji UNTUK 15 TAHUN KEATAS
Chaokun Jaroenkesa, pemilik dari ‘Kesajaroen’, sebuah toko yang menjual produk perawatan rambut rontok, hendak membayar hutang kepada temannya yang seorang India, yang menciptakan regulation yang menyokong kesuksesan perusahaannya, dengan menyuruh Manas, anaknya yang tidak bisa apa-apa untuk menikahi Nam Tan (Sugar), putri kesayangan temannya itu dengan imbalan 2 juta baht.
Sugar Is Not Sweet adalah film terakhir R.D. Pestonji. Film ini membawa beragam aspek filmmainstream bersamaan: romansa, humor, sex dan lagu-lagu, tapi dalam waktu yang bersamaan pula, film ini seolah mentertawakan apa yang disebut dengan filmmainstream.
Black Silk (Prae Dum (1961) 35mm 129 menit B. Thailand dengan English Subtitle Sutradara: R.D. Pestonji Pemain: Ratanavadi Ratanabhand, Senee Wisaneesarn, Tom Wisawachart. UNTUK 15 TAHUN KEATAS
Prae adalah seorang janda yang berpakaian serba hitam sebagai caranya berduka atas kematian suaminya. Hubungannya dengan Thom, pengelola klub malam, menuntunnya terlibat dalam suatu pembunuhan, di mana Seni, pemilik klub malam dan bos dari Thom dan Thom sendiri, melakukan hal itu bersama-sama untuk hidup yang lebih baik. Bukannya membantu Thom dan Prae memenuhi harapan tentang cinta mereka, situasinya justru membuat mereka mendorong jauh harapan mereka satu sama lain, membuat hidup mereka menjadi jungkir-balik, dan bahkan mencegah mereka untuk bisa saling bertemu satu sama lain.
Prae Dum, sebuah cerita kriminal yang disebut-sebut sebagai filmnoir pertama Thailand. Film ini adalah sebuah karya klasik yang luar biasayang menggunakan teknikpembuatan film artistik untuk mengembangkan ceritadanmenyampaikanpesannya. Film ini pernah diputar diBerlin International Film Festival pada tahun 1961.
Country Hotel (1958) 35mm 102 menit B. Thailand dengan English Subtitle Sutradara: R.D. Pestonji UNTUK 15 TAHUN KEATAS
Paradise Hotel adalah sebuah bar pinggiran yang kecil dengan satu ruangan. Ketika Riam, seorang wanita muda yang misterius datang dan menanyakan sebuah ruangan, ia diberitahu bahwa ruangan tersebut sudah tersewa. Riam mengatakan bahwa ia memiliki 12 anak dan seorang pedagang opium. Chana, seorang pemuda yang tinggal di satu-satunya ruangan itu, sama saja misteriusnya. Ketika Chana menolak untuk berbagi ruangan dengan Riam, ia harus tidur di sebuah lounge yang ada di bar.
Hal itu yang memulai hubungan “tidak biasa” antara mereka berdua, yang harus bertahan sebagai suami dan istri ketika mafia menginvasi hotel. Mereka telah diberi peringatan bahwa Chana berhubungan dengan pengiriman uang dalam jumlah besar yang akan datang ke hotel. Chana dan Riam mengikuti asumsi para criminal bahwa mereka menikah dan bersama-sama dalam satu ruangan. Rasa cinta kemudian terungkap ketika Chana menyelamatkan Riam saat salah satu Bandit menyerangnya. Keduanya merencanakan jalan keluar, tetapi kemudian situasi semakin rumit ketika para kerakusan para criminal mulai menyandung mereka.
Dark Heaven (1958) 35mm 102 menit B. Thailand dengan English Subtitle Sutradara: R.D. Pestonji UNTUK 15 TAHUN KEATAS
Pestonji membuat sebuah filmfeature lain lagi, Dark Heaven, untuk Kachara Film, sebuah perusahaan film yang dimiliki oleh seorang karibnya. Dengan semangat untuk kemajuan filmnya dan industri perfilman di Thailand, ia membuat film berwarna dan memperluas penggunaan lagu-lagu dalam naratif. Berdasarkan lakon yang dibuat oleh penulis ternama, Suwat Woradilok, sebuah cerita yang pernah digunakan untuk play TV sebelum Pestonji memutuskan untuk menggunakannya sebagai dasar dari film ini. Alur film ini sangat luar biasa, tetapi hati yang sebenarnya dari film ini adalah lagu-lagunya.
Download Jadual Program Kineforum Desember 2010
27 Nov – 5 Desember 2010 http://jiffest.org twitter: @jiffest
Lieber Fidel (Dear Fidel) (2000) Dokumenter DVD 92 menit B. Jerman Subtitel B. Inggris Sutradara: Wilfried Huismann UNTUK 15 TAHUN KEATAS
Film ini berkisah tentang Marita Lorenz sebelum ia melakukan perjalanan ke Kuba di musim roughly tahun 2000, sebuah perjalanan ke masa lalunya dengan Fidel Castro. Pembuat film ini menemaninya dalam perjalanan tersebut dan medokumentasikan play berbahaya tentang cinta seumur hidupnya pada Fidel Castro.Pada saat yang sama, cerita Marita memberikan kilasan yang mengejutkan mengenai rahasia-rahasia dari Perang Dingin.
1968 – Mythos und Wirklichheit (Mitos dan Kenyataan) (2007) Dokumenter DVD 45 menit B. Jerman Subtitel B. Inggris Sutradara: Peter Hartl dan Jean-Christoph Caron UNTUK 15 TAHUN KEATAS
Orang muda di seluruh dunia memberontak dan menuntut dirombaknya tatanan yang ada. Dengan mengambil contoh peristiwa-peristiwa di Amerika Serikat dan di Jerman, di Praha dan di Paris, Peter Hartl dan Jean-Christoph Caron menunjukkan sasaran, tuntutan dan ilusi ‘Angkatan 68’ pada ‘tahun edan’ itu.
Madame X (2010) Fiksi 35mm 106 menit B. Indonesia Subtitel B. Inggris Sutradara: Lucky Kuswandi Pemain: Aming, Shanty, Marcell Siahaan, Fitri Tropica UNTUK 18 TAHUN KEATAS
Ketika Ibukota di sebuah negeri antah berantah terancam oleh kemunculan Kanjeng Badai dan partai politiknya yang belligerent danhomophobia, keselamatan negeri ini bergantung pada Adam, seorang penata rambut yang kemayu, dengan kekuatan tas make-up dan peralatan dandan, juga perpaduan seksi antara seni bela diri dan gerak tari, Adam harus mengalahkan Kanjeng Badai dan istri-istrinya yang gemulai sebelum Kanjeng Badai memenangkan pemilu. Akankah sepatu berhak tingginya berubah menjadi pantofel, riasanglitternya menjadi debu, atau celana kulitnya jadi celana kain? Ketika semua menjadi samar, hanya ada satu yang pasti: Adam harus memenuhi takdirnya sebagai seorangsuper hero Madame X,super hero pembela kaum minoritas.
Rangkaian pemutaran Madame X dihadiri oleh tim pembuat film dan diikuti diskusi mengenai produksi, tata artistik, musik dan elemen-elemen lain yang menjadikan film ini suatu karya utuh.
Nama Saya Selasih (2004) Dokumenter DVD 23 menit B. Indonesia Subtitel B. Inggris Sutradara: Jajang C. Noer UNTUK 15 TAHUN KEATAS
Selasih, nama samaran Sariamin Ismail, lahir di Sumatera Barat tahun 1909. Selasih sangat produktif dan telah menerbitkan puluhan buku sebelum wafat pada tahun 1995. Terkenal karena sifat kemandiriannya, sebagian besar karangannya mendukung perluasan kesempatan untuk perempuan.
Atas Nama (2010) Dokumenter DVD 60 menit B. Indonesia Subtitel B. Inggris Sutradara: M. Abduh Aziz UNTUK 18 TAHUN KEATAS
Potret Peraturan-peraturan Daerah yang yang diskriminatif dan cenderung meng-kriminalisasikan kaum perempuan dari berbagai wilayah di Indonesia.
Untuk Apa (2008) Dokumenter DVD 25 menit B. Indonesia Subtitel B. Inggris Sutradara: M. Ichsan dan Iwan SetiawanUNTUK 18 TAHUN KEATAS
Tentang semrawutnya kepercayaan dan konteks dibalik praktek sunat perempuan.
Befreier und Befreite (1992) Dokumenter DVD Bagian I: 94 menit, Bagian II: 111 menit B. Jerman Subtitel B. Inggris Sutradara: Helke Sander UNTUK 18 TAHUN KEATAS
Setelah selama 46 tahun membisu, untuk pertama kalinya para wanita yang pada akhir Perang Dunia Kedua diperkosa oleh tentara Rusia berbicara tentang pengalaman kekerasan yang membekas itu. Di bagian pertama film ini para wanita itu sendiri yang bercerita. Dalam percakapan dengan para tentara pertanyaan pokoknya adalah mengapa bisa terjadi pemerkosaan masal ketika Tentara Merah memasuki Jerman. Pada bagian kedua diuraikan dampak-dampak yang mendalam terhadap para wanita yang menjadi korban dan anak-anak yang lahir akibat pemerkosaan tersebut.
Budak Nafsu/Fatima (1983) Fiksi DVD 94 menit B. Indonesia Sutradara: Sjuman Djaya Pemain: Jenny Rachman, El Manik UNTUK 18 TAHUN KEATAS
Fatima mengalami kekerasan seksual serdadu Jepang ketika melindung anaknya. Ia kemudian dikirim ke tangsi militer Jepang di wilayah Malaya sebagai perempuan penghibur para serdadu. Setelah kemerdekaan republik pun, Fatima tidak mengalami nasib yang lebih baik.
Perawan Desa (1978) Fiksi DVD 127 menit B. Indonesia Sutradara: Frank Rorimpandey Pemain: Yatti Surachman, Rae Sita, Maruli Sitompul UNTUK 18 TAHUN KEATAS
Sumirah diperkosa empat berandal. Dalam pemeriksaan polisi, kejadiannya malah terbalik. Karena paksaan, Sum mengaku mencari popularitas. Di pengadilan sedikit demi sedikit fakta sebenarnya diungkap. Sebuah film pengadilan terbaik yang pernah dibuat, berkat dialog yang bernas dan hidup.
Marsinah (Cry Justice) (2000) Fiksi 35mm 112 menit B. Indonesia Sutradara: Slamet Rahardjo Pemain: Megarita, Dyah Arum, Tosan Wiryawan UNTUK 18 TAHUN KEATAS
Kisah tentang bencana hukum dan ketidakadilan yang diangkat dari kisah nyata buruh Marsinah yang menjadi lambang perlawanan buruh. Ia mengalami penyiksaan seksual dan dibunuh saat memperjuangkan hak-hak buruh di tempatnya bekerja, PT Catur Putra Surya (CPS), di Sidoarjo.
Perempuan Punya Cerita (Chants of Lotus) (2007) Fiksi 35mm 112 menit B. Indonesia Subtitel B. Inggris Sutradara: Nia Dinata, Upi, Lasja F. Susanto, Fatimah T. Rony Pemain: Rachel Maryam, Rieke Diah Pitaloka, Kirana Larasati, Fauzi Baadila, Shanty, Sarah Sechan, Susan Bachtiar UNTUK 18 TAHUN KEATAS
Oleh pembuatnya film ini disebut film antologi, karena berisikan empat cerita dan dibuat oleh empat sutradara tentang satu tema: perempuan, atau lebih khusus lagi masalah reproduksi perempuan. Keempatnya mengisahkan masalah tadi dalam konteks sosial yang berbeda, tapi semua tokoh utamanya mengalami kekalahan menghadapi “kekuasaan” yang ada di luar dirinya.
November 2010
Download Program Kineforum Nov 2010
Europe on Screen 2010
Europe on Screen (Festival Film Eropa) 2010: Europe in Motion Jakarta Screening 5-12 Nov 2010 http://europeonscreen.org or follow on chatter @EuropeonScreen
World Cinema Features
Lieber Fidel (Dear Fidel) (2000) Dokumenter DVD 92 menit B. Jerman Subtitel B. Inggris Sutradara: Wilfried Huismann UNTUK 15 TAHUN KEATAS
Film ini berkisah tentang Marita Lorenz sebelum ia melakukan perjalanan ke Kuba di musim roughly tahun 2000, sebuah perjalanan ke masa lalunya dengan Fidel Castro. Pembuat film ini menemaninya dalam perjalanan tersebut dan medokumentasikan play berbahaya tentang cinta seumur hidupnya pada Fidel Castro.Pada saat yang sama, cerita Marita memberikan kilasan yang mengejutkan mengenai rahasia-rahasia dari Perang Dingin.
1968 – Mythos und Wirklichheit (Mitos dan Kenyataan) (2007) Dokumenter DVD 45 menit B. Jerman Subtitel B. Inggris Sutradara: Peter Hartl dan Jean-Christoph Caron UNTUK 15 TAHUN KEATAS
Orang muda di seluruh dunia memberontak dan menuntut dirombaknya tatanan yang ada. Dengan mengambil contoh peristiwa-peristiwa di Amerika Serikat dan di Jerman, di Praha dan di Paris, Peter Hartl dan Jean-Christoph Caron menunjukkan sasaran, tuntutan dan ilusi ‘Angkatan 68’ pada ‘tahun edan’ itu.
Madame X (2010) Fiksi 35mm 106 menit B. Indonesia Subtitel B. Inggris Sutradara: Lucky Kuswandi Pemain: Aming, Shanty, Marcell Siahaan, Fitri Tropica UNTUK 18 TAHUN KEATAS
Ketika Ibukota di sebuah negeri antah berantah terancam oleh kemunculan Kanjeng Badai dan partai politiknya yang belligerent dan homophobia, keselamatan negeri ini bergantung pada Adam, seorang penata rambut yang kemayu, dengan kekuatan tas make-up dan peralatan dandan, juga perpaduan seksi antara seni bela diri dan gerak tari, Adam harus mengalahkan Kanjeng Badai dan istri-istrinya yang gemulai sebelum Kanjeng Badai memenangkan pemilu.
Akankah sepatu berhak tingginya berubah menjadi pantofel, riasan glitternya menjadi debu, atau celana kulitnya jadi celana kain? Ketika semua menjadi samar, hanya ada satu yang pasti: Adam harus memenuhi takdirnya sebagai seorang super favourite Madame X, super favourite pembela kaum minoritas.
Rangkaian pemutaran Madame X dihadiri oleh tim pembuat film dan diikuti diskusi mengenai produksi, tata artistik, musik dan elemen-elemen lain yang menjadikan film ini suatu karya utuh.
World Documentaries
Nama Saya Selasih (2004) Dokumenter DVD 23 menit B. Indonesia Subtitel B. Inggris Sutradara: Jajang C. Noer UNTUK 15 TAHUN KEATAS
Selasih, nama samaran Sariamin Ismail, lahir di Sumatera Barat tahun 1909. Pada mulanya diberi nama Basariah, namun nama ini kemudian diganti dengan Sariamin. Sesudah menanjak karirnya sebagai pengarang pada tahun ’30-an, Selasih menggunakan nama samaran lain seperti Seleguri, tapi karya-karya yang pale terkenal diterbitkan di bawah nama “Selasih”. Selasih sangat produktif dan telah menerbitkan puluhan buku sebelum wafat pada tahun 1995. Terkenal karena sifat kemandiriannya, sebagian besar karangannya mendukung perluasan kesempatan untuk perempuan.
40 Years of Silence (2009) Dokumenter DVD 86 menit B. Indonesia Subtitel B. Inggris Sutradara: Robert Lemelson UNTUK 15 TAHUN KEATAS
Antropolog psikologis Robert Lemelson mengajak kita memahami tragedi 1965 di Indonesia dari sudut pandang mishap kejiwaan yang dialami para korbannya, baik orang dewasa maupun anak-anak.
Pemutaran film pada 3 Nov 2010 dihadiri oleh sutradara dan diikuti sesi tanya-jawab.
First Timers
Metamorfoblues (2010) Dokumenter DVD 96 menit B. Indonesia Subtitel B. Inggris Sutradara: Dosy Oemar UNTUK 15 TAHUN KEATAS
Sebuah film Slank dan Slankers; cerita tentang perjalanan Slank dan pengaruh musik Slank terhadap Slankers dan Indonesia.
Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan
Atas Nama (2010) Dokumenter DVD 60 menit B. Indonesia Subtitel B. Inggris Sutradara: M. Abduh Aziz UNTUK 18 TAHUN KEATAS
Potret Peraturan-peraturan Daerah yang yang diskriminatif dan cenderung meng-kriminalisasikan kaum perempuan dari berbagai wilayah di Indonesia.
Untuk Apa (2008) Dokumenter DVD 25 menit B. Indonesia Subtitel B. Inggris Sutradara: M. Ichsan dan Iwan SetiawanUNTUK 18 TAHUN KEATAS
Tentang semrawutnya kepercayaan dan konteks dibalik praktek sunat perempuan.
Befreier und Befreite (1992) Dokumenter DVD Bagian I: 94 menit, Bagian II: 111 menit B. Jerman Subtitel B. Inggris Sutradara: Helke Sander UNTUK 18 TAHUN KEATAS
Setelah selama 46 tahun membisu, untuk pertama kalinya para wanita yang pada akhir Perang Dunia Kedua diperkosa oleh tentara Rusia berbicara tentang pengalaman kekerasan yang membekas itu. Di bagian pertama film ini para wanita itu sendiri yang bercerita. Dalam percakapan dengan para tentara pertanyaan pokoknya adalah mengapa bisa terjadi pemerkosaan masal ketika Tentara Merah memasuki Jerman. Pada bagian kedua diuraikan dampak-dampak yang mendalam terhadap para wanita yang menjadi korban dan anak-anak yang lahir akibat pemerkosaan tersebut.
Budak Nafsu/Fatima (1983) Fiksi DVD 94 menit B. Indonesia Sutradara: Sjuman Djaya Pemain: Jenny Rachman, El Manik UNTUK 18 TAHUN KEATAS
Fatima mengalami kekerasan seksual serdadu Jepang ketika melindung anaknya. Ia kemudian dikirim ke tangsi militer Jepang di wilayah Malaya sebagai perempuan penghibur para serdadu. Setelah kemerdekaan republik pun, Fatima tidak mengalami nasib yang lebih baik.
Perawan Desa (1978) Fiksi DVD 127 menit B. Indonesia Sutradara: Frank Rorimpandey Pemain: Yatti Surachman, Rae Sita, Maruli Sitompul UNTUK 18 TAHUN KEATAS
Sumirah diperkosa empat berandal. Dalam pemeriksaan polisi, kejadiannya malah terbalik. Karena paksaan, Sum mengaku mencari popularitas. Di pengadilan sedikit demi sedikit fakta sebenarnya diungkap. Sebuah film pengadilan terbaik yang pernah dibuat, berkat dialog yang bernas dan hidup.
Marsinah (Cry Justice) (2000) Fiksi 35mm 112 menit B. Indonesia Sutradara: Slamet Rahardjo Pemain: Megarita, Dyah Arum, Tosan Wiryawan UNTUK 18 TAHUN KEATAS
Kisah tentang bencana hukum dan ketidakadilan yang diangkat dari kisah nyata buruh Marsinah yang menjadi lambang perlawanan buruh. Ia mengalami penyiksaan seksual dan dibunuh saat memperjuangkan hak-hak buruh di tempatnya bekerja, PT Catur Putra Surya (CPS), di Sidoarjo.
Perempuan Punya Cerita (Chants of Lotus) (2007) Fiksi 35mm 112 menit B. Indonesia Subtitel B. Inggris Sutradara: Nia Dinata, Upi, Lasja F. Susanto, Fatimah T. Rony Pemain: Rachel Maryam, Rieke Diah Pitaloka, Kirana Larasati, Fauzi Baadila, Shanty, Sarah Sechan, Susan Bachtiar UNTUK 18 TAHUN KEATAS
Oleh pembuatnya film ini disebut film antologi, karena berisikan empat cerita dan dibuat oleh empat sutradara tentang satu tema: perempuan, atau lebih khusus lagi masalah reproduksi perempuan. Keempatnya mengisahkan masalah tadi dalam konteks sosial yang berbeda, tapi semua tokoh utamanya mengalami kekalahan menghadapi “kekuasaan” yang ada di luar dirinya.
September 2010
Program Grid Kineforum Sep 2010
Rangkaian karya pendek yang kami hadirkan bulan ini seperti komposisi nada-nada staccato yang pendek, sekaligus nyelekit.
Bulan ini kineforum DKJ ingin menyorot lagi khazanah film pendek Indonesia yang begitu kaya. Pendekatan dan cara berceritanya beragam… dan yang lebih menyenangkan lagi, film-film ini dibuat oleh figur-figur baru yang segar dan piawai!
Menonton karya-karya pendek ini sungguh menimbulkan optimisme bahwa film Indonesia itu penuh warna dan kemampuan para pembuatnya joke jauh dari kesan seragam yang sehari-hari kita saksikan di baliho pajangan bioskop. Mudah-mudahan mereka bertahan dengan orisinalitas idenya supaya film Indonesia masa depan makin kaya.
Lewat module bulan ini kami ingin memperkenalkan pembuat film muda Denny Kristianto, juga merayakan karya baru Edwin, mendengarkan kisah anak-anak muda yang beranjak dewasa pada sekitar 1965 lewat karya Abduh Aziz dan Lasja F. Susatyo dan memberi jalan kepada mahasiswa IKJ yang segera akan lulus dan menempuh dunia film profesional!
Pesan yang ingin kami sebarkan bulan ini pendek saja: mari optimis!!
Sampai ketemu di kineforum!
Program 1 (World Documentary) UNTUK 12 TAHUN KEATAS
Tambuah Ciek! (Add One!) (2010), Dokumenter, DVD, 26 menit, B Indonesia Subtitle English, Sutradara: Aditya Utama, Pemain: Adjis doaibu
Adjis, adalah seorang anak muda yang mendatangi beberapa tempat makan Masakan Minang yang ada di Jakarta. Dia tertarik untuk melihat keunikan yang ada disana dikarenakan banyaknya restoran dan warung Masakan Minang yang tersebar di Jakarta baik yang terkenal maupun tidak terkenal.
Around a Sea (2010), Dokumenter, DVD, 15 menit, B Indonesia Subtitle English, Sutradara: Bernard Realino Danu K
Beberapa nelayan Cilincing, Jakarta mengeluh tentang masalah sampah yang selalu mereka hadapi setiap hari tanpa kemajuan. Limbah yang mengotori atmosphere Cilincing mengakibatkan banyak ikan dan kerang mati. Mengambil hasil kerja mereka diganggu laut, bahkan penurunan pendapatan. Namun, ironisnya, masyarakat di sekitarnya membantu mencemari laut pantai dengan sampah rumah tangga ke pantai pesisir dengan alasan sampah kurangnya tempat berlindung. Masyarakat telah menjadi lebih dan lebih terbiasa dengan sampah. Kesadaran akan pentingnya konservasi sumber daya alam laut yang ditinggalkan. Sayangnya oleh masyarakat pesisir itu sendiri.
Tjidurian 19 (2009), Dokumenter, DVD, 41 menit, B Indonesia, Sutradara: Abduh Aziz, dan Lasya Susatyo
Rumah-kantor ini dimiliki oleh kepala urusan inner LEKRA itu, Oey Hay Djoen. Itu disita, diduduki, kemudian dijual kepada pihak ketiga oleh pejabat negara Orde Baru. Sekarang telah berubah menjadi gedung bertingkat mewah. Rezin Orde Baru secara sistematis dan constructional menyita bangunan dan dimakamkan memori yang menciptakan kesenjangan yang signifikan dalam lintasan sejarah bangsa. Amrus Natalsya, Amrazan Ismail Hamid, S. Anantaguna, Hersri Setiawan, Martin Aleida, Putu Oka Sukanta, dan T. Iskandar AS semua berbagi pengalaman mereka, serta mereka merasa kehilangan yang mendalam. Di rumah ini budaya bahwa mereka tidak hanya memproduksi karya mereka sebelumnya, tetapi juga dilaksanakan kesetaraan, dan berdebat tentang estetika, politik, dan ideologi.
Program 2 (Film Pendek Fiksi)UNTUK 18 TAHUN KEATAS
Film-Film Pendek Edwin
Hulahoop Soundings(2008), Fiksi, DVD, 7 menit, B. Indonesia, Sutradara: Edwin, Pemain: Ladya Cheryl, Nicholas Saputra.
Lana, gadis pekerja hotel yang selalu bermain hulahoop setiap pagi di atap hotel yang datar sambil melayani obrolan telepon seks dari pelanggannya. Lana dan hulahoopnya memiliki daya tarik magis yang menarik Nico untuk melupakan yang lainnya.
Trip To The Wound (2007), Fiksi, DVD, 6 menit, B. Indonesia, Sutradara: Edwin, Pemain: Ladya Cheryl.
Suatu malam, saat menaiki sebuah bus, Shilla berjumpa dengan Carlo. Shilla adalah seorang kolektor. Ia mengoleksi kisah-kisah di balik bekas luka. Carlo tak akan bisa melupakan perjalanan itu.
A Very Boring Conversation(2006), Fiksi, DVD, 10 menit, B. Indonesia, Sutradara: Edwin, Pemain: Tutie Kirana, Wahu Yuyu.
Sebuah perbincangan yang berawal dari soal musik dan e-mail, lalu perlahan beralih ke hal-hal yang tidak logis, yang memungkinkan perubahan dari hubungan “ibu-anak” menjadi hubungan “pria-wanita”.
A Very Slow Breakfast(2002), Fiksi, DVD, 6 menit, B. Indonesia, Sutradara: Edwin, Pemain: Sandra Dewi, Anggun Priambodo, Iwuk Tamam, Yadi Timo.
Film yang mengeksplorasi perasaan tentang individualitas dan lunturnya nilai-nilai keluarga. Sebuah upaya untuk mendefinisikan kembali makna keluarga dalam dunia modernitas yang berubah.
Dajang Soembi (Perempoean Jang Dikawini Andjing)(2004), Fiksi, DVD, 7 menit, Sutradara: Edwin, Pemain: Ine Febriyanti, Faozan Rizal.
Penceritaan kembali legenda Dajang Soembi. Putranya menjadi seorang pembunuh karena ingin menjadi kekasih ibunya sendiri. Sebuah cerita rakyat yang absurd, diceritakan dan diciptakan dalam bentuk film bisu.
Kara, Anak Sebatang Pohon(2005), Fiksi, DVD, 10 menit, B. Indonesia, Sutradara: Edwin, Pemain: Clarine Baharrizki, Ladya Cheryll, Ela Garo.
Kara adalah seorang anak perempuan yang tinggal di tempat terisolasi. Ayahnya menghilang setelah Ronald membunuh ibunya. Seorang jurnalis yang melakukan invasi ke dalam hidupnya membuat ia memutuskan mencari Ronald untuk mendapatkan sebuah jawaban akhir.
Nairobi Notes(2010), Fiksi, DVD, 14 menit, B. Indonesia, Sutradara: Edwin, Pemain: Bikassy M. Bijos, Jenipher Nelimah Nabutono, dan Robert Matumbai.
Film-Film Pendek Denny Kristianto
Vert(2009), Fiksi, DVD, 14 menit, B. Perancis, Sutradara: Denny Kristianto, Pemain: Alan Kerneuzet, Judicael Boni, Ti Hsuan Chiu.
Terusir dari naungannya, seorang tunawisma menyusuri kesendirian jalanan kota Paris untuk mencari tempat berteduh baru. Sedikit demi sedikit dia kehilangan obyek memori masa lalu mengenai kediaman idealnya dan dia harus berkreasi untuk menciptakan tempat baru yang bisa dia panggil, “Rumahku!”.
Official Selection: In Competition Evora International Film Festival 2009, Portugal
Cote Courts Francais Rencontres Henry Langlois Film Festival 2009, France
Fuse(2009), Fiksi, DVD, 13 menit, B. Perancis, Subtitle English, Sutradara: Denny Kristianto, Pemain: Ange-Pierre Drevelle, Jean Haas, Philippe DeBrugadda.
Seorang anak lelaki pergi membeli sebuah engine sekering baru, diganggu oleh segerombolan temannya, dan bertemu dengan sebuah orang-orangan sawah. Apa yang dia cari?
Program 3 (Film Pendek Fiksi) UNTUK 12 TAHUN KEATAS
Perjalanan Untuk Kembali (2010), Drama Road Movie, DVD, 18 menit, B Indonesia Subtittle B Inggris, Sutradara: Mulyadi Witono, Pemain: Sigit Hardadi, Panji Ilham, dan Nana Christian. UNTUK 12 TAHUN KEATAS
Soebrata minta diantarkan anaknya Bagas kerumahnya di Puncak, Bogor. Bagas terpaksa mengantarkan ayahnya Soebrata bersama temannya Toni, sedangkan Bagas harus menghadiri rapat penting di kantornya.
Fly (2010), Drama, DVD, 18 menit, B Indonesia, Sutradara: Deny Setiawan, Pemain: Epy Kusnandar, dan Hanah Al-rashid.
Epi Kuswoyo adalah seorang seniman yang suka pergi ke pantai untuk melukis. Epi senang melukis dengan pemandangan yang indah. Setelah ia menemukan tempat yang cocok, ia mulai duduk dan siap untuk melukis. Tapi setelah satu jam, dia tidak mendapatkan inspirasi untuk melukis.
Sang Penggoda (2010), Drama, DVD, 24 menit, B Indonesia, Sutradara: Nandra Y, Pemain: Hikamt Usman, dan Epy Kusnandar
Muslimin, seorang muslim yang sedang mengasingkan diri dari ”dunia barat” serta peradabannya sendiri yang ia yakini telah teracuni oleh ”dunia Barat” dengan melakukan perjalanan ke suatu tempat yang sangat jauh, jauh sekali, hingga pada suatu waktu ia menemukan sebuah peti kemas yang bertuliskan U.S.A (Amerika Serikat). dihadapannya. Benda itu mengusik batinnya dan Muslimin berusaha sekuat tenaga untuk mengetahui dan menghancurkan apa joke yang ada di dalam peti kemas itu. Dalam usahanya Muslimin dihadapkan dengan seseorang yang ia kenal di masa lalu, Ujang, yang membuka banyak lembaran kisah dirinya dan Ujang, namun kali ini Ujang tidak seperti yang pernah ia kenal.
Apa isi peti kemas itu?
Angin (2010), Drama, DVD, 20menit, B Indoenesia, Sutradara: Winaldo Artaraya Swastia, Pemian; Aditya Jaya, Ine Febriyanti, dan Pepeng
Dhammariya adalah seorang bhikkhu yang mengabdikan dirinya di sebuah vihara yang jauh dari kota. Suatu hari, ia menemukan sebuah ponsel umat yang tertinggal di kamar tamu saat tamu tersebut berlatih meditasi. Dhammariya menjadi tergoda dan menggunakannya untuk menelepon keluarganya. Hal ini membuatnya rindu terhadap keluarganya dan menjadi tidak tenang dalam meditasi karena melekat dengan ponsel tersebut.
Viveka (2010), Drama, DVD, 20 menit, B Indonesia, Sutradara: Erik Wirawan
Kesedihan melanda sebagian besar anggota grup wayang, menjelang jam-jam pementasan terakhir mereka. Lakon “Bale sigala-gala” dipilih untuk menjadi lakon pada pementasan terakhir tersebut. Lakon ini sendiri bercerita tentang usaha Druyadana yang berencana menjebak pandawa lima serta dewi kunti di dalam sebuah istana, untuk kemudian dibakar hidup-hidup bersama istana itu. Lakon ini sebetulnya sengaja dipilih untuk melambangkan nasib para anggota kelompok wayang tersebut, karena sebentar lagi gedung pertunjukkan mereka akan diratakan oleh tanah dan dialih fungsikan sebagai gedung baru.
Program 4 (Film Pendek Fiksi) UNTUK 12 TAHUN KEATAS
Kotak Bermain Clara (2010), Drama, DVD, 15 menit, B Indonesia, Sutradara: William Candra, Pemain: Waode G Nadella, Teuku Rifnu Wikana, dan Ismi Malinda.
Clara yg menyukai menonton sinetron merasa akan mengalami hal yg sama seperti yg dia tonton,yaitu di siksa dan di aniaya oleh papanya. Karena tontonan sinetron itu mbuat dia jauh dari Papanya yang membuat dirinya merasa terancam,padahal Papanya tidak seperti yang dia pikirkan. Suatu kali,disinetron terlihat adegan anak yang membunuh ayahnya karena dia tidak mau disiksa lagi. Hal ini membuat Clara mempunyai pikiran yang sama dengan si anak. Saat mati lampu di saat dia menonton sinetron,dia mencari cari pappy dan mamanya. Clara melihat pappy dan mamanya sedang berhubungan badan yang membuatnya berfikir,papanya sedang menyakiti mamanya. Clarapun lari ke dapur dan mengambil pisau dan menusuk papanya.
Garis Pantai (2010), Drama, DVD, 14 menit, B Indonesia, Sutradara: Meisha Felaroze, Pemain: Aji Santosa, Trittya Krissanti, dan Wawan Cenut.
Bontot hidup terasing di sebuah pantai kecil bersama Bapak dan Emak karena tidak sanggup bertahan dari sulitnya berjuang hidup di kota. Bapak dan Emak dapat menerima keadaan keluarga mereka yang serba apa adanya—makan seadanya, baju seadanya, bahkan tidur beralaskan seadanya di rumah ‘temuan’ mereka yang apa adanya—tanpa pernah bermimpi untuk sebuah kehidupan yang lebih baik. Bontot berbeda. Bontot adalah seorang anak kecil dengan sebuah mimpi yang besar yaitu BERSEKOLAH!!!
Embun (2010), Drama, DVD, 15 menit, B Indonesia, Sutradara: Nur Muhammad Taufik, Pemain:
Sukabumi pada tahun 2010, hiduplah sebuah keluarga yang sangat harmonis. Nita (15 tahun) adalah anak pertama, gadis imut dan sayang terhadap adiknya. Adiknya bernama Andi (8 tahun) yang memiliki keterbelakangan mental, mereka hidup sangat sederhana karena kedua orang tuanya berprofesi sebagai buruh tani serabutan di sawah orang.
Program 5 City Project
Keadaan yang ‘nyata’ dan terekam dalam sebuah tabung pancar locus liar module unggulan dari setiap stasiun publish yang ada. Pada akhirnya, giliran kami yang melakukan “hak jawab” keinginan program-program televisi itu, yang dibuat untuk pirsawan dengan me-reka ulang bentuk visible daro televisi ke dalam karya video.
Program 6 (World Documentary) UNTUK 12 TAHUN KEATAS
Fashion 1 Hari : Potret Jurnalisme Fashion (2010), Drama Dokumenter, DVD, 38 menit, B Indonesia, Sutradara: Syahmedi Dean, Pemain: Samuel Mulia.
Sebuah roughly documenter yang mengangkat kehidupan jurnalisme conform di Indonesia. Ditampilkan bagaimana kehidupan dan proses kerjasama jurnalis yang bekerja di majalah fashion. Dilengkapi dengan dokumentasi ketika peliputan conform week di London, Milan, Paris dan dibintangi oleh jurnalis-jurnalis fashion.
Et Elle Crea La Femme (2006), Dokumenter, DVD, 84 menit, B Prancis Subtittle B Indonesia, Sutradara: David Teboul.
Film Et ELLE cra la femme melihat kembali perjalanan sejarah majalah Elle, kreasi-kreasinya, juga kaitan sejarahnya dengan pergerakan perempuan sejak tahun 60-an, serta keberadaannya yang terus belanjut hingga kini melampaui sejarah fashion. Film ini menyajikan dasar dari dunia conform sampai kepribadiannya, ilmu-ilmu sosial, dan sejarah majalah tersebut dalam memahami ”keseriusan dalam ketidak-karuan, ironi dalam keseriusan” yang dideklarasikan Hlne Lazareff, sang pendiri, untuk membenarkan penerbitannya di tahun 1945.
World Cinema Feature
May (2008), Drama, 35mm, 105 menit, B Indonesia, Sutradara: Viva Westi, Pemain: Jenny Chang, Yama Carlos, Jajang C. Noer, dan Lukman Sardi. UNTUK 15 TAHUN KEATAS
Mengatasi perbedaan kulit diantara mereka, Antares dan May saling mencintai. Pada suatu hari di bulan Mei 1998, mereka terpisah dan tidak pernah lagi bertemu. May berpikir Antares meninggalkannya, dan dengan pikiran itu, ia menjalani hidup. May keluar dari Indonesia untuk melupakan kepedihannya. Suatu ketika ia diperkosa sekelompok orang. Jika saja Antares tidak sedang meliput kerusahan Mei saat itu, May pasti tidak mengalami kejadian pahit tersebut
9th Q! Film Festival Jakarta
22 Sep – 3 Oktober 2010 (informasi silakan lihat www.q-munity.org)
Agustus 2009
Tentang Masa Muda, Kepercayaan dan Gerak Zaman
DOWNLOAD jadwal pemutaran Kineforum bulan Agustus’09 *pdf
Sampai hari kelima pembukaan Agustus tahun, kami masih berperan sebagai tuan rumah Q Film Festival yang ke-8. Setelah festival berakhir, kami menampilkan dua karya pertama dari dua orang sutradara. Program yang kami mulai sejak Sep 2007 ini mulai banyak diminati oleh para sutradara pemula dan dengan senang hati kami menyediakan ruang putar kami agar karya-karya pendatang baru ini bisa dinikmati penonton. Dalam minggu yang pertama ini kami juga menjadi tuan rumah bagi acara diskusi website kritik Rumah Film yang akan membahas dengan rinci Eliana, Eliana karya Riri Riza.
Sepanjang bulan ini juga, lewat karya-karya yang berbeda kami kembali memilih fokus dunia masa muda: dunia remaja dan anak-anak. Mungkin tidak banyak di antara kita yang tahu bahwa tanggal 12 Agustus ditetapkan sebagai Hari Pemuda Internasional. Dua film cerita dan satu film dokumenter dari Jerman memperkenalkan kita kepada dunia anak-anak yang kompleks dan penuh dengan pilihan-pilihan yang penting. Pada pertengahan dan akhir bulan, para remaja dari tiga SMU di Jakarta berkumpul untuk menyaksikan karya-karya yang mereka hasilkan dalam Tawuran Festival Film Pendek Pelajar 2009.
Pada module World Cinema Features bulan ini, kami menyajikan satu bagian khusus yang terdiri dari film-film dengan tema Islam hasil karya pembuat film Indonesia. Kedatangan bulan Ramadhan dan lingkungan sekitar kita yang masih dipenuhi kabar dan gosip soal bom bunuh diri membuat kami ingin mengajak melihat kembali agama Islam dalam masyarakat kita. Kami menyajikan satu judul dari dekade 1980-an dan judul-judul lain dari kurun 5-6 tahun lalu. Mari kita lihat bagaimana Islam dan masyarakat kita tumbuh bersama dan berubah. Bagian ini juga kami lengkapi dengan satu kompilasi film-film pendek tentang bagaimana orang-orang yang berbeda latar belakang memilih dan mengamalkan kepercayaan.
Selain itu kami juga memutarkan 2 judul film dari Cuba, pilihan Klub Kajian Film IKJ. Kalau disandingkan, dua film ini datang dari periode yang terpaut 40 tahun lamanya. Kita jarang sekali bisa menonton film dari Kuba, kali ini kita bahkan bisa melihat wajahnya kini dan dari masa lalu.
Selamat menonton dan berdiskusi di kineforum!
Q Film Festival
Pleasure Factory, 85 menit, DVD, B. Inggris, Mandarin, Tagalog, Cantonese / Subtitel B. Inggris. Sutradara: Ekachai Uengkrothai. UNTUK 21 TAHUN KE ATAS
Menceritakan dongeng para pencari kesenangan di are Geylang, yang dikenal sebagai red-light district di Singapura. Seorang lelaki yang kehilangan keperjakaannya, gadis kecil yang ’dipaksa’ dewasa dan pelacur tua yang ingin kembali ke masa lalu dengan membeli seorang pengamen.
Pusan International Film Festival, Montreal World Film Festival
3-Day Weekend (2007), 84 menit, DVD, B. Inggris. Sutradara: Rob Williams. UNTUK 17 TAHUN KE ATAS
Apa yang biasanya Anda lakukan tiap prolonged weekend? Berlibur dengan pasangan sambil berusaha menyalakan kembali api cinta? Bagaimana bila ada bumbu cerita lain dan kehadiran orang ketiga? Apakah hubungan yang sudah lama terjalin bisa bertahan?
Philadelphia International Gay & Lesbian Film Festival
Flooding In The Time of Drought (2009), 92 menit, DVD, B Jepang, Korea, Mandarin, Thailand, Indonesia, Malaysia / Subtitel B. Inggris. Sutradara: Sherman Ong. UNTUK 17 TAHUN KE ATAS
Jakarta banjir, itu sudah biasa. Singapura banjir? Mungkin jadi tidak biasa karena dalam film yang menggabungkan teknik dokumenter dan fiksi ini, penuh dengan cerita manis para penduduk asing di tengah derasnya atmosphere yang mengalir.
Hong Kong International Film Festival
Girl Inside (2007), 70 menit, Subtitel B. Inggris. Sutradara : Maya Gallus. UNTUK 21 TAHUN KE ATAS
Mengikuti perjalanan Madison selama 3 tahun dalam mewujudkan impiannya untuk menjadi perempuan dan percakapan-percakapan unik dengan sang nenek. Sebuah eksploraso pencarian arti menjadi seorang perempuan sejati
Me… My Self (Koh Hai Rak Jong Jaroen), (2007), 117 menit, B Thailand / Subtitel B. Inggris. Sutradara: Pongpat Wachirabunjong. UNTUK 17 TAHUN KE ATAS
Segala sesuatu mulai dari perasaan, pikiran dan keputusan yang kita ambil adalah milik kita sesungguhnya. Film ini menunjukkan bahwa cinta, apapun bentuknya, tetap sesuatu yang berarti tanpa mempedulikan darimana asal kita atau siapapun yang kita cintai.
Soul Maid (2008), 95 menit, B. Inggris. Sutradara: Jeff Maccubbin, Jeffrey McHale, dan Mohr and Joe Steiff. UNTUK 17 TAHUN KE ATAS
Sebuah dongeng dunia complicated yang romantis, lucu tak tertahankan dan juga politically incorrect, yang terinspirasi dari kisah Si Putri Tidur. Tentang pahlawan yang ‘penyakitan’, seorang dewi yang tak biasa, seorang kekasih dan seorang pendeta.
The Age of Innocence (1993), 139 menit, B. Inggris. Sutradara: Martin Scorsese. UNTUK 17 TAHUN KE ATAS
Newland Archer bertunangan dengan May Welland. Namun kehadiran Countess Olenska memberikan warna baru tersendiri dalam hidupnya. Sebuah kisah cinta yang menggugah dan memberi arti baru pada kata ‘perselingkuhan’. Film ini terpilih secara khusus dalam Q!FilmFestival 2009 sebagai bagian dari territory fashionably queer.
The Fifth Element (1997), 126 menit, B. Inggris. Sutradara: Luc Besson. UNTUK 17 TAHUN KE ATAS
Konon setiap lima tahun sekali, seorang ‘Penjahat Nomor Satu’ akan muncul ke permukaan bumi dan berusaha menghancurkan kehidupan. Namun Mondoshawan, seekor alien, kembali ke masa lalu untuk membinasakan senjata yang bisa mengancam kehidupan ‘Penjahat Nomor
Satu’.
Ima Vep (1997), 99 menit, B. Inggris. Sutradara: Olivier Assayas. UNTUK 17 TAHUN KE ATAS
Bercerita tentang kehidupan seorang sutradara Ren Vidal (Jean-Pierre Laud) yang membuat re-make film bisu klasik Les Vampires. Maggie Cheung berperan sebagai dirinya sendiri, dimana ia ikut casting sebagai Irma Vep. Namun di saat bersamaan Maggie Cheung bertemu dengan Zoe (Nathalie Richard), penjahat licik yang menyamar sebagai Irma Vep untuk merampok.
HOME MADE :
Kuda Laut (2009), 25 menit, B. Indonesia. Sutradara: Shalahuddin Siregar. UNTUK 21 TAHUN KE ATAS
Kuda Laut adalah sebuah cerita tentang bagaimana dua orang harus berhadapan dengan konstruksi masyarakat tentang orientasi seksual dan pernikahan dan harus menyerah pada konstruksi itu.
Nolelty Lead (2009) 57 menit, B. Indonesia / Subtitel B. Inggris. Sutradara: Hernandes Saranella. UNTUK 17 TAHUN KE ATAS
Setelah sering beradu pendapat dengan ayahnya, Sena memutuskan untuk meninggalkan keluarganya dan mewujudkan impiannya untuk menjadi seorang waria dan manusia sesungguhnya. Demi membeli rumah baru, dia joke memulai bab baru kehidupannya dengan bekerja di sebuah salon.
Scent (2009), 5 menit, B. Inggris. Sutradara: David Maurice Gill. UNTUK 17 TAHUN KE ATAS
Kisah seorang lelaki yang memberikan perhatian penuh pada segala macam aroma yang tersebar di setiap sudut kota dan berharap membawanya kembali pada kenangan akan aroma tubuh kekasihnya yang hilang.
San Fransico LGBT, OutFest
Marie! (2004), 8 menit, B. Indonesia. Sutradara: Lucky Kuswandi. UNTUK 17 TAHUN KE ATAS
Seorang perempuan eksentrik bernama Marie membutuhkan seorang lelaki pujaan dan selalu membayangkan kehidupannya di masa depan dengan lelaki tersebut, tanpa bertindak apapun. Namun di satu hari, dia harus memutuskan untuk berhadapan dengan kenyataan atau tetap tinggal mengejar impian.
10 notation Short Film festival Taiwan 2005
World Cinema Features
Las aventuras de Juan Quin Quin (1967), Komedi, DVD, 113 menit, Hitam-Putih, B. Spanyol / Subtitel B. Inggris. Sutradara : Julio Garca Espinosa. Pemain : Julio Martines, Erdwin Fernandez, Adelaida Raymat, dan Enrique Santiesteban. UNTUK 15 TAHUN KE ATAS
Ini adalah cerita jenaka tentang Juan Quin Quin, seorang petani miskin yang hidup di Kuba pada masa pra-revolusi. Meski demikian, ia juga bekerja di sirkus, petarung banteng, dan bahkan berperan sebagai Kristus dalam kelompok teater keliling. Ia kemudian bergabung dengan revolusi.
Paginas del diario de Mauricio (2006), Drama, DVD, 135 menit, B. Spanyol / Subtitel B. Inggris. Sutradara: Manuel Prez Paredes. Pemain: Blanca Rosa Blanco, Carlos Enrique Almirante dan Enrique Molina. UNTUK 18 TAHUN KE ATAS
Havana, suatu hari di bulan Sep 2000. Pertandingan Olimpiade akan dilaksanakan di Sidney. Mauricio berulang tahun yang ke-60. Seorang laki-laki, sendiri dan patah hati karena kematian istrinya yang tiba-tiba. Cerita disampaikan sebagai serangkaian masa lalu. Dua belas tahun terakhir kehidupannya. Dimensi particular dikombinasikan dengan konteks sosial Kuba di akhir abad 20. Sebuah dekade yang ditandai dengan perubahan sosial, politik dan ekonomi yang melahirkan etik dan dasar bagi kelahiran generasi baru, generasi yang memasuki milenium baru di Kuba.
Mondscheinkinder (Children of a Moon) (2006), Drama, 87 menit, DVD, B. Jerman / Subtitel B. Indonesia. Sutradara: Manuela Stacke. Pemain: Leonie Krahl, Lucas Calmus, Lucas Hardt, dan Walter Kreye. UNTUK 12 TAHUN KE ATAS
Paul ingin sekali menjadi seorang astronot. Hal tersebut merupakan salah satu permainan kesukaannya. Kakak perempuan paul, Lisa selalu menjadi partner di luar angkasa dalam setiap permainan. Lisa bertemu dengan Simon yang juga ikut bermain dengannya. Tetapi ketika kesehatan paul tidak baik, mereka membutuhkan pertolongan paul dalam melanjutkan permainan tersebut.
Kroko (2003), Drama, 92 menit, DVD, B. Jerman / Subtitel B. Inggris. Sutradara: Sylke Enders. Pemain: Franziska Junger, Alexander Lange, Hinnerk Schonemann, dan Danilo Bauer. UNTUK 15 TAHUN KE ATAS
Julia gadis berumur 16 tahun, dia memanggil dirinya dengan sebutan Kroko. Hidupnya bergantung dari teman-teman, dari mengunjungi diskotik lokal, dan terkadang melakukan perampokan bersama teman-temannya. Dirumah, Kroko meneror ibunya dengan beberapa kebodohannya. Kroko berusaha untuk keluar dari pola kehidupannya yang sekarang yang sering mengkonsumsi alkohol, dan kebodohan ibunya dalam mengatasi kedua anaknya.
ISLAM INDONESIA : DULU dan SEKARANG
Perempuan Berkalung Sorban (2009), Drama, 135 menit , 35mm, B. Indonesia. Sutradara: Hanung Bramantyo. Pemain : Revalina S Temat, Joshua Pandelaki, Widyawati, dan Oka Antara. UNTUK 15 TAHUN KE ATAS
Sebuah kisah pengorban anak seorang anak kyai Salafiah, Anissa. Seorang perempuan dengan pendirian kuat, cantik dan cerdas. Anissa hidup dalam lingkungan keluarga kyai di pesantren Salafiah putri Al Huda, Jawa Timur yang konservatif. Baginya ilmu sejati dan benar hanyalah Qur’an, Hadist dan Sunnah. Dalam pesantren Salafiah putri Al Huda diajarkan bagaimana menjadi seorang perempuan muslim dimana pelajaran itu membuat Anissa beranggapan bahwa Islam membela laki-laki, perempuan sangat lemah dan tidak seimbang.
Titian Serambut Dibelah Tujuh (1982),Drama, DVD, B. Indonesia. Sutradara: Chaerul Umam. Pemain: Dewi Irawan, El Manik, Soultan Saladin, dan Rachmat Hidayat UNTUK 15 TAHUN KE ATAS
Seorang guru muda mencoba menentang cara berpikir dan sistem pendidikan kolot. Tantangan datang dari guru lama, juga dari godaan istri guru itu yang menebar memfitnahnya.
3 Doa 3 Cinta (2008), Drama, 114 menit, 35mm, B. Indonesia. Sutradara: Nurman Hakim, pemain: Dian Sastrowardoyo, Nicholas Saputra, Jajang C Noer, dan Butet Kertaradjasa. UNTUK 15 TAHUN KE ATAS
Ini cerita tentang tiga sahabat, Huda, Rian dan Syahid, tiga remaja yang tinggal di pesantren di sebuah kota kecil yang terletak di daerah Jawa Tengah. Mereka punya rencana dalam hidup mereka masing-masing setelah lulus dari pesantren dan SMA sebulan lagi. Mereka memiliki sebuah lokasi rahasia, sebuah dinding tua di belakang pesantren, di mana mereka menulis harapan-harapan mereka di dinding. Hingga sebuah situasi merubah hidup mereka.
Film ini hanya diputar satu kali pada 15 Agustus 2009, 19.30.
AKU ANAK SALEH (UNTUK SEMUA UMUR)
Salat Yuk, DVD, Drama, 30 menit. Sutradara: Adha Muawiah, pemain: Neno Warisman, Muchtar Sum, Fanny Sam, dan Irwan
Anak sejak dini. Berisi film dan peragaan salat, sehingga dapat digunakan sebagai bahan pengajaran di sekolah-sekolah dasar dan taman kanak-kanak.
Saum, Drama, DVD, 8 menit. Sutradara: Hadrah Daeng Ratu
Tentang anak 8 tahun bernama Ale yang pertama kali belajar puasa. Siang hari teman-teman sebayanya mendatangi Ale sambil makan es krim. Ale yang polos, harus mempertahankan puasanya
Buku Telpon (2003),Drama, 5menit, DVD. Sutradara: Danial Rifki, pemain: Yusuf, Wulan, dan Alan
Tiga murid SD menceritakan pengalaman pale membahagiakan dalam hidup mereka
Anak-anak Lumpur (2009), Drama, 20 menit, DVD. Sutradara: Danial Rifki, pemain: Aflachul Mukmin, Iswatul Yatima, dan Lukmanul Hakim
Kisah tentang anak-anak korban lumpur panas Lapindo, yang berjuang mempertahankan “harta” yang masih tersisa dalam hidup mereka
Aku Sayang Markus (2007), 10 menit, DVD. Sutradara: Danial Rifki, pemain: Alyssa P. Ashari, dan Jonathan Momogim
Markus menderita HIV sejak lahir. Teman dan tetangga menolak kehadirannya. Bahkan sekolah dengan sengaja mengeluarkannya. Hanya Ajeng, seorang teman sebaya, yang bisa menyayangi dia dengan tulus
First Timer
Di Atas Kanvas Cinta (2009), Drama, 95 menit, B. Indonesia. Sutradara: Damien Dematra, pemain: Syahnagra, dan Keke Ansory.
HTM Rp 10,000,-
Seorang pelukis senior, Syahnagra mengalami kebuntuan dalam berkreasi dan menyewa indication muda cantik. Ternyata ia menemukan bukan hanya kreatifitasnya kembali, namun juga sebuah kepelikan cinta yang membelit sanubarinya. Cinta yang melampaui segala batas yang kemudian bermain dengan ironi.
cin(T)a (2009), Drama, 79 menit, B. Indonesia / Subtitel B. Inggris. Sutradara: Sammaria Simanjutak, pemain: Sunny Soon, dan Saira Jihan –KHUSUS UNTUK UNDANGAN-
Cina dan Annisa mencintai Tuhan, dan Tuhan mencintai mereka berdua. Tetapu Cina dan Annisa tidak bisa saling mencintai karena mereka berdua memanggil nama Tuhan dengan nama yang berbeda.
Diskusi bersama Rumah Film
Eliana-eliana (2002), Drama, 83 menit, 35mm. Sutradara: Riri Riza. Pemain: Jajang C. Noer, Rachel Maryam, Henidar Amroe, dan Marcela Zaliyanty.
Eliana adalah seorang wanita muda yang hubungannya tidak akur dengan ibunya sejak Eliana menyakiti sekaligus mempermalukan perasaan ibunya saat Eliana kabur ke Jakarta pada hari pernikahannya lima tahun silam. Ketika dia pulang ke rumah setelah kehilangan pekerjaannya, tiba-tiba dia menemukan ibunya sudah ada di rumah kontrakannya. Pada saat yang bersamaan mereka menyadari bahwa teman sekontrakan Eliana, Heni telah menghilang.
Diskusi bersama : Ekky Imanjaya
Moderator : Hikmat Darmawan (editor rumahfilm.org)
World Documentary
The Villa, Dokumenter, DVD, 83 menit, B. Jerman/Subtitel B. Inggris. Sutradara: Calle Overweg. UNTUK 12 TAHUN KE ATAS
The Villa adalah asrama anak-anak yang tidak lagi tinggal bersama orangtua mereka. Saat masuk ke asrama, mereka harus menyesuaikan diri dengan suatu keluarga besar yang baru. Seperti juga saudara, ada ketegangan dan perkelahian di antara mereka. Calle Overweg membuat film ini bersama dengan beberapa anak yang tinggal di The Villa
CROSSROAD (UNTUK 15 TAHUN KE ATAS)
School Swap – The Islamic School (2003), dokumenter, DVD, 15 menit, B. Belanda / Subtitel B. Inggris. Sutradara: Ingeborg Jansen.
Asha belajar di sekolah umum. Dia mencoba belajar di sekolah Islam selama satu minggu. Dia tadinya mengira semua anak perempuan menutup rambutnya. Tapi ternyata mereka punya pilihan yang berbeda-beda. Asha belajar dari Raheema cara memakai kerudung, dan Asha mengajari Raheema cara memanjat pohon.
Kala Lereina (2008) 14 menit, DVD. Sutradara: Kukuh Yudha Karnanta dan Kuncoro Indra.
Lereina dibesarkan dalam keluarga dengan dua kultur yang berbeda, Jawa dan Yahudi. Kedua orangtuanya juga memeluk keyakinan yang berbeda. Ayahnya yang keturunan Jawa beragama Islam, sedangkan ibunya beragama Kristen. Perbedaan ini sempat membuat Lereina bingung, namun kini ia telah menetapkan pilihannya
Indonesia Bukan Negara Islam (2009) 10 menit, DVD. Sutradara: Jason Iskandar.
Sharing dua orang siswa SMA beragama Islam yang bersekolah di sekolah Katolik tentang kebhinekaan dan keberagaman di Indonesia. Divisualisasikan dengan foto-foto hitam putih tanpa video.
Entah… (Confused) (2006) 6 menit, DVD. Sutradara: Sherin.
Sherin, remaja berdarah campuran China dan India. Sang Ayah yang berdarah China memeluk agama Budha dan Sang Ibu memeluk agama Hindu, Sherin sendiri bersekolah di sekolah Katholik. Sherin bingung untuk menentukan yang mana yang akan dia pegang sebagai keyakinannya.
Kulo Ndiko Sami (I am The Same as You Are) (2005), 18 menit, DVD, B. Indonesia. Sutradara: Gunritno, Moh Sobirin, dan Rabernir.
Film ini bercerita tentang komunitas Sikep atau Samin di wilayah Pati dan sekitarnya, dalam mempertahankan tradisi yang mereka miliki di tengah modernisasi jaman. Mereka menolak kebijakan yang melarang mereka mengisi kolom agama di KTP dengan “Adam”, suatu hal yang menimbulkan persoalan dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Tawuran (UNTUK 15 TAHUN KE ATAS)
Pemutaran Hasil Workshop Tawuran Festival Film Pendek Pelajar 2009
(15-16 Agustus 2009)
TAWURAN FESTIVAL FILM PENDEK PELAJAR 2009
(28-29 Agustus 2009)
Kata “tawuran” identik dengan kekerasan yang dilakukan “keroyokan” antar kelompok anak SMA. Melalui festival ini, Yayasan Konfiden mengajak teman-teman pelajar untuk tetap “keroyokan” menyampaikan gagasan lewat film pendek. Festival tingkat pelajar ini dimulai dengan convention produksi film pendek, yang hasilnya akan bersaing bersama film pendek lain yang ikut serta dalam kompetisi nasional. Kegiatan yang ada dalam festival ini adalah pemutaran film pendek yang lolos seleksi dalam kompetisi, dan diskusi mengenai penggunaan audio visible dalam kelas.
Selamat mengikuti dan melebur dalam dunia film pendek pelajar Indonesia!
Agustus 2008
Pertemuan yang (Lebih) Sebentar
Juli 2008
Liburan di kineforum yuk!
Juni 2008
Bagaimana Rasanya…??
Mei 2008
April 2008
Perempuan, Perdamaian
Maret 2008
Sejarah adalah Sekarang
Februari 2008
Yang Terbaik Dari Eropa
Januari 2008
Impian/dreams
Desember 2007
Jelang Jiffest 2007
November 2007
Kedatangan
Oktober 2007
Playing Between Elephants
Diskusi: Undang Undang perfilman dan keberadaan Lembaga Sensor Film
Pembicara: Ibu Budiati Abi Yoga (mantan anggota BP2N & Prasidi Group), Tito Imanda (sineas perfilman), Abduh Azis (ketua bidang module DKJ)
THINK ACT CHANGE 2007
Courts-Circuit & World Comedy
1 9 6 5
Diskusi 1 9 6 5
Pembicara: Farishad Latjuba (Sutradara Klayaban), Riri Riza (Sutradara GIE), Ginatri S Noer (Penulis Skenario Lentera Merah), Nan T Achnas (Sutradara Pasir Berbisik), Jajang C Noer (Pemeran Djakarta 66)
September 2007
A Tribute to Michelangelo Antonioni
(Maybe) Losing My Religion
Looking Back
Agustus 2007
Menolak Hilang Ingatan!
Komedi, Sepakbola dan (Tentang) Kota
Kita menjelang musim liburan dalam bulan Juni ini. Suasana Jakarta menjadi lebih riang, terutama juga karena kota ini menyambut hari jadinya yang ke – 478. Kamipun ikut menawarkan perayaan, tentu bukan tanpa catatan, bersama film-film dari berbagai genre yang berkomentar tentang kehidupan kota. Bukan hanya soal Jakarta, kita juga akan melihat bagaimana para pembuat film bercerita dan bersikap tentang kota. Dari Jakarta, Jogjakarta dan Berlin, para seniman dan pembuat film menyuarakan pengalaman mereka tentang kehidupan (dan tentang kematian) di kotanya masing-masing.
Di kineforum juga ada suasana berbeda buat musim perayaan ini dan kami menawarkan dua hal yang sudah menjadi bahasa concept dunia: komedi dan sepakbola. Kami ajak Anda berakhir minggu bersama film-film Warkop DKI di layar lebar dan menyaksikan seorang anak muda Jerman yang terobsesi membuat film kung fu. Pemutaran film-film Warkop DKI juga akan dihadiri oleh Indro Warkop yang akan berbagi cerita tentang salah satu kelompok lawak pale legendaris di Indonesia ini. Bagi para penutur bahasa sepakbola, kami ajak Anda memahami kecintaan para JakMania terhadap sepakbola, nostalgia para penggemar sepakbola di sebuah warung di Brazil dan cerita kemenangan dua klub sepakbola perempuan dari dua belahan dunia.
Perayaan berlanjut, bukan hanya kota yang merayakan hari jadinya, juga organisasi bangsa Asia Tenggara (ASEAN). Kita akan kedatangan film-film cerita dari bangsa serumpun, yang jarang sekali mampir ke layar bioskop kita.
Terakhir, kami menawarkan pengalaman nonton film horor karya Dario Argento, sang master film horor dan detektif dari Italia.
Selamat menonton dan berdiskusi di kineforum!
Sinopsis
Tentang Kota
Jakarta 1 kata (2004), 4 menit, dokumenter. Sutradara: Tasya P. Maulana.
Sutradara film ini berjalan seputar kota, menemui warganya dan minta pernyataan mereka tentang Jakarta, dalam 1 kata.
Kompilasi karya video City2City
City2City adalah proyek inisiatif LOWave (Prancis-Jerman),LIP dan Kinoki, sepanjang bulan Januari – Februari 2007 silam, mengajak setiap individu untuk mengalami kotanya masing-masing. Wajah kota seperti apa yang akan dilestarikan dan dikembangkan pada tahun-tahun mendatang?
Urban Guerillas (2003), 81 menit, (bahasa Jerman dengan subtitel Inggris). Pemain: Felix Kasper Kalypso, Ilke Uener, Idil Uener, Neco Celik, Ingeborg Westphal, Serpil Turhan, Sofia Bavas. Sutradara: Neco Celik.
Ini soal dunia hip hop, persahabatan yang tanpa batas dan tak kenal tabu, saat mereka juga ditantang untuk menjadi diri sendiri. Para rapper, DJ, breakdancer dan seniman graffiti dari dunia hip bound sendirilah yang menciptakan dan bercerita soal dunia mereka.
Pemenang Penghargaan Penonton Festival Film Nuremberg, Jerman (2004).
Screen Docs
Diskusi : Rabu, 13 Juni 2007
Pembicara : Ucu Agustin (sutradara film Death in Jakarta), Vero (produser film Death in Jakarta)
Sofyan (WALHI)
Death in Jakarta (2006), 28 menit, dokumenter. Sutradara: Ucu Agustin.
Kematian adalah hal yang unik di Jakarta, karena bukanlah perkara yang gampang untuk mati di sini.Pemenang Kompetisi Naskah, kategori Dokumenter Pendek pada Festival Film International Jakarta 2005.
The First Step (2006), 30 menit, dokumenter. Sutradara: Aryo Danusiri dan IGK Trisna Permana.
Konflik antar suku yang terjadi di Sambas, Kalimantan Barat, 1999, meninggalkan mishap yang mendalam bagi sebagian besar imigran di sana. Beberapa wanita Madura berusaha membangun kembali hubungan dengan orang-orang Melayu di Sambas. Namun sampai saat ini, langkah pertama menuju perdamaian masih terasa berat untuk ditempuh.
Comedies
Kebab Connection (2004), 96 menit, (bahasa Jerman dengan subtitel Inggris). Pemain: Nora Tschirner, Denis Moschitto, Gueven Kirac, Hasan Ali Mete, Sibel Kekilli, Adnan Maral. Sutradara: Anno Saul.Tak ada seorangpun yang menganggap serius Ibo alias Ibrahim (Moschitto). Ia terobsesi menyutradarai film kung fu Jerman pertama. Trailer filmnya membuat Ibo mulai terkenal tapi jalan memang tak selalu mulus…
Pemenang Audience Award Festival Film Llubljana, Slovenia (2005), nomine German Camera Award 2005 untuk Film Terbaik dan Editing Terbaik.
Retrospektif Warkop DKI
Mana Bisa Tahan (1990), 85 menit. Pemain : Warkop DKI ( Dono, Kasino, Indro) Sally Marcelina, Nurul Arifin, Pitrajaya Burnama, Zainal Abidin. Sutradara: Arizal.
Dono mempunyai dua orang pacar yaitu Windy dan Cindy sehingga sering sukar mengatur pertemuan dan sering salah paham. Kasino dan Indro iri hingga membuat berpacaran Dono berantakan dengan menjelek-jelekan Dono.Bisa Naik Bisa Turun (1991), 85 Menit. Pemain : Warkop DKI ( Dono, Kasino, Indro), Kiki Fatmala, Fortunella, Gitty Srinita, Tile, Ineke Koesherawati, Diding, Boneg. Sutradara: Arizal.
Warkop belajar jadi Satpam yang ternyata dikomandani oleh seorang pasein rumah sakit jiwa. Lalu mereka bekerja disebuah perusahaan yang menjadi seorang wanita, karena perusahaan membutuhkan seorang pekerja wanita.
Film terlaris we di Jakarta tahun 1992 menurut information Perfin.
Bebas Aturan Main (1993), 85 Menit. Pemain: Warkop DKI (Dono, Kasino, Indro), Diah Permatasari, Gitty Srinita, Lela Anggraini. Sutradara: Tjut Djalil.
Dono, Kasino, dan Indro yang kehilangan celana ketika sama-sama sedang buang atmosphere besar di WC umum ditempat hiburan. Dono mengambil celana bapak yang ada disebelahnya dan ternyata bapak tersebut pacar dari Dono, Kasino, dan Indro.
Film terlaris we di Jakarta tahun 1994 menurut information Perfin.
Bagi Bagi Dong (1993), 86 menit. Pemain: Warkop DKI ( Dono, Kasino, Indro), Kiki Fatmala, Diana Lidya Khan, Emri Margono, Diding, Boneg. Sutaradara: Tjut Djalil.
Dono yang tinggal dengan kedua sahabatnya dan pacarnya masing-masing sering iri karena belum punya pacar. Maka dia pergi ke sebuah dukun dan diberi tikus. Di rumah tikus tersebut terlepas dan membuat takut pacar-pacarnya.
Sepak Bola
Boleiros (1998), 93 menit. Sutradara: Urgo Giorgetti.Enam part dokumentasi kehidupan para mantan bintang sepak bola Brazil yang sudah menua. Enam orang tua berkumpul di suatu caf di Sao Paulo dan bercerita mengenai masa lalu. Cerita yang timbul bisa lucu, penuh nostalgia dan sedikit melankolis.
Im Vorwrtsgang (2005), 13 menit. Sutradara: Peter Behle.
Sepakbola wanita lebih populer dan berkembang di daerah Jerman Timur dibandingkan dengan di Jerman Barat. Ketika Jerman bersatu mereka memiliki kesebelasan sepakbola wanita yang tangguh. Suatu catatan perkembangan sepakbola wanita di Jerman sejak 1970.
Adelante Muchachas (2004), 60 menit. Sutradara: Erika Harzer dan Kalle Stayman.Seydi dan Wendy dari kesebelasan Compartir. Cristel dan Kenia dari kesebelasan Motagua. Compartir ialah kesebelasan anak jalanan sedangkan Motagua kesebelasan putri-putri anak orang kaya. Di lapangan yang berdebu bertemulah dua dunia yang biasanya tak saling sapa, dipersatukan oleh kecintaan pada sepakbola. Mereka punya satu persamaan: merasa disepelekan oleh kesebelasan sepakbola lelaki dan oleh Perkumpulan Sepakbola Nasional.
The Jak (2007), 75 menit. Sutradara: Andibachtiar Yusuf & Amir PohanJakarta, ibukota Indonesia dengan penduduk 15 juta jiwa, ratusan suku dan ribuan bahasa, tapi satu hal menyatukan mereka semua… SEPAKBOLA!!!
CinemASEAN
Pada tahun 2007, ASEAN merayakan ulang tahunnya yang ke-40. Berbagai perayaan diadakan oleh seluruh negara anggota ASEAN, baik di tingkat nasional maupun regional. CinemASEAN adalah salah satu acara yang dicanangkan oleh Indonesia. Acara tersebut mencoba menampilkan film-film kontemporer ASEAN, yang biasanya sulit ditonton di bioskop-bioskop Indonesia.
Melalui CinemASEAN, kami berharap dapat meningkatkan apresiasi publik terhadap kekayaan warisan budaya Asia Tenggara, membangkitkan kesadaran ASEAN dan menumbuhkan perasaan “ke-kita-an” di antara bangsa-bangsa Asia Tenggara.
ASEAN adalah sebuah organisasi informal yang terdiri dari Brunei, Kamboja, Indonesia, Lao, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam. Pemimpin-pemimpin ASEAN sepakat untuk membentuk ASEAN Community pada 2015 berlandaskan tiga pilar yaitu Masyarakat Keamanan, Ekonomi dan Sosio-Kultural ASEAN. CinemASEAN juga akan diadakan di Yogyakarta (2 – 5 Juli 2007).
Katanho (2002), 113 menit. Dibintangi Ly Chan Siha. Sutradara: Tith Thearith.Ibunya seorang penjual kayu bakar, ayahnya seorang pekerja bangunan. Di rumah beratap rumbia, Molika juga tinggal dengan neneknya yang buta. Ketika ayahnya meninggal karena kecelakaan dan ibunya jatuh sakit, Molika yang baru berumur 13 tahun tabah berjuang untuk menghidupi keluarganya sambil sekolah. Sampai suatu hari gurunya memberi tugas khusus….
Pemenang Film Terbaik pada Penghargaan Nasional Kamboja 2006.
Donsol (2006), 105 menit. Dibintangi Angel Aquino, Sid Lucero, Bembol Roco, Simon Ibarra, Kenneth Ocampo, Aaron Junatas, Mark Gil. Sutradara: Adolfo Alix, Jr.Cinta adalah samudera emosi. Ikan hiu paus, mahluk memukau dari laut dalam, singgah di laut biru sekitar Donsol sekali setahun. Daniel, yang gemar berenang dengan hiu paus, jatuh hati kepada Teresa, jelita dan semisterius tamu tahunan dari laut itu. Dihantui kegetiran cinta masa lalu dan masa depan yang tak menentu, keduanya menemukan cinta.
Pemenang Film Cerita Berbiaya Rendah Terbaik pada Festival Film Internasional Fort Lauerdale, AS (2006).
The First Step (2006), 30 menit, dokumenter. Sutradara: Aryo Danusiri dan IGK Trisna Permana.
Konflik antar suku yang terjadi di Sambas, Kalimantan Barat, 1999, meninggalkan mishap yang mendalam bagi sebagian besar imigran di sana. Beberapa wanita Madura berusaha membangun kembali hubungan dengan orang-orang Melayu di Sambas. Namun sampai saat ini, langkah pertama menuju perdamaian masih terasa berat untuk ditempuh.
Comedies
Kebab Connection (2004), 96 menit, (bahasa Jerman dengan subtitel Inggris). Pemain: Nora Tschirner, Denis Moschitto, Gueven Kirac, Hasan Ali Mete, Sibel Kekilli, Adnan Maral. Sutradara: Anno Saul.
Tak ada seorangpun yang menganggap serius Ibo alias Ibrahim (Moschitto). Ia terobsesi menyutradarai film kung fu Jerman pertama. Trailer filmnya membuat Ibo mulai terkenal tapi jalan memang tak selalu mulus…
Pemenang Audience Award Festival Film Llubljana, Slovenia (2005), nomine German Camera Award 2005 untuk Film Terbaik dan Editing Terbaik.
Retrospektif Warkop DKI
Mana Bisa Tahan (1990), 85 menit. Pemain : Warkop DKI ( Dono, Kasino, Indro) Sally Marcelina, Nurul Arifin, Pitrajaya Burnama, Zainal Abidin. Sutradara: Arizal.
Dono mempunyai dua orang pacar yaitu Windy dan Cindy sehingga sering sukar mengatur pertemuan dan sering salah paham. Kasino dan Indro iri hingga membuat berpacaran Dono berantakan dengan menjelek-jelekan Dono.
Bisa Naik Bisa Turun (1991), 85 Menit. Pemain : Warkop DKI ( Dono, Kasino, Indro), Kiki Fatmala, Fortunella, Gitty Srinita, Tile, Ineke Koesherawati, Diding, Boneg. Sutradara: Arizal.
Warkop belajar jadi Satpam yang ternyata dikomandani oleh seorang pasein rumah sakit jiwa. Lalu mereka bekerja disebuah perusahaan yang menjadi seorang wanita, karena perusahaan membutuhkan seorang pekerja wanita.
Film terlaris we di Jakarta tahun 1992 menurut information Perfin.
Bebas Aturan Main (1993), 85 Menit. Pemain: Warkop DKI (Dono, Kasino, Indro), Diah Permatasari, Gitty Srinita, Lela Anggraini. Sutradara: Tjut Djalil.
Dono, Kasino, dan Indro yang kehilangan celana ketika sama-sama sedang buang atmosphere besar di WC umum ditempat hiburan. Dono mengambil celana bapak yang ada disebelahnya dan ternyata bapak tersebut pacar dari Dono, Kasino, dan Indro.
Film terlaris we di Jakarta tahun 1994 menurut information Perfin.
Bagi Bagi Dong (1993), 86 menit. Pemain: Warkop DKI ( Dono, Kasino, Indro), Kiki Fatmala, Diana Lidya Khan, Emri Margono, Diding, Boneg. Sutaradara: Tjut Djalil.
Dono yang tinggal dengan kedua sahabatnya dan pacarnya masing-masing sering iri karena belum punya pacar. Maka dia pergi ke sebuah dukun dan diberi tikus. Di rumah tikus tersebut terlepas dan membuat takut pacar-pacarnya.
Sepak Bola
Boleiros (1998), 93 menit. Sutradara: Urgo Giorgetti.
Enam part dokumentasi kehidupan para mantan bintang sepak bola Brazil yang sudah menua. Enam orang tua berkumpul di suatu caf di Sao Paulo dan bercerita mengenai masa lalu. Cerita yang timbul bisa lucu, penuh nostalgia dan sedikit melankolis.
Im Vorwrtsgang (2005), 13 menit. Sutradara: Peter Behle.
Sepakbola wanita lebih populer dan berkembang di daerah Jerman Timur dibandingkan dengan di Jerman Barat. Ketika Jerman bersatu mereka memiliki kesebelasan sepakbola wanita yang tangguh. Suatu catatan perkembangan sepakbola wanita di Jerman sejak 1970.
Adelante Muchachas (2004), 60 menit. Sutradara: Erika Harzer dan Kalle Stayman.
Seydi dan Wendy dari kesebelasan Compartir. Cristel dan Kenia dari kesebelasan Motagua. Compartir ialah kesebelasan anak jalanan sedangkan Motagua kesebelasan putri-putri anak orang kaya. Di lapangan yang berdebu bertemulah dua dunia yang biasanya tak saling sapa, dipersatukan oleh kecintaan pada sepakbola. Mereka punya satu persamaan: merasa disepelekan oleh kesebelasan sepakbola lelaki dan oleh Perkumpulan Sepakbola Nasional.
The Jak (2007), 75 menit. Sutradara: Andibachtiar Yusuf & Amir Pohan
Jakarta, ibukota Indonesia dengan penduduk 15 juta jiwa, ratusan suku dan ribuan bahasa, tapi satu hal menyatukan mereka semua… SEPAKBOLA!!!
CinemASEAN
Pada tahun 2007, ASEAN merayakan ulang tahunnya yang ke-40. Berbagai perayaan diadakan oleh seluruh negara anggota ASEAN, baik di tingkat nasional maupun regional. CinemASEAN adalah salah satu acara yang dicanangkan oleh Indonesia. Acara tersebut mencoba menampilkan film-film kontemporer ASEAN, yang biasanya sulit ditonton di bioskop-bioskop Indonesia.
Melalui CinemASEAN, kami berharap dapat meningkatkan apresiasi publik terhadap kekayaan warisan budaya Asia Tenggara, membangkitkan kesadaran ASEAN dan menumbuhkan perasaan “ke-kita-an” di antara bangsa-bangsa Asia Tenggara.
ASEAN adalah sebuah organisasi informal yang terdiri dari Brunei, Kamboja, Indonesia, Lao, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam. Pemimpin-pemimpin ASEAN sepakat untuk membentuk ASEAN Community pada 2015 berlandaskan tiga pilar yaitu Masyarakat Keamanan, Ekonomi dan Sosio-Kultural ASEAN. CinemASEAN juga akan diadakan di Yogyakarta (2 – 5 Juli 2007).
Katanho (2002), 113 menit. Dibintangi Ly Chan Siha. Sutradara: Tith Thearith.
Ibunya seorang penjual kayu bakar, ayahnya seorang pekerja bangunan. Di rumah beratap rumbia, Molika juga tinggal dengan neneknya yang buta. Ketika ayahnya meninggal karena kecelakaan dan ibunya jatuh sakit, Molika yang baru berumur 13 tahun tabah berjuang untuk menghidupi keluarganya sambil sekolah. Sampai suatu hari gurunya memberi tugas khusus….
Pemenang Film Terbaik pada Penghargaan Nasional Kamboja 2006.
Donsol (2006), 105 menit. Dibintangi Angel Aquino, Sid Lucero, Bembol Roco, Simon Ibarra, Kenneth Ocampo, Aaron Junatas, Mark Gil. Sutradara: Adolfo Alix, Jr.
Cinta adalah samudera emosi. Ikan hiu paus, mahluk memukau dari laut dalam, singgah di laut biru sekitar Donsol sekali setahun. Daniel, yang gemar berenang dengan hiu paus, jatuh hati kepada Teresa, jelita dan semisterius tamu tahunan dari laut itu. Dihantui kegetiran cinta masa lalu dan masa depan yang tak menentu, keduanya menemukan cinta.
Pemenang Film Cerita Berbiaya Rendah Terbaik pada Festival Film Internasional Fort Lauerdale, AS (2006).
I Not Stupid (2002), 110 menit. Dibintangi Richard Low, Xian Yun, Selena Tan, Huang Po Ju, Shawn Lee, Joshua Ang, Cheryl Chan. Sutradara: Jack Neo.
Mereka mencap kita kelas yang tidak mampu sekolah. Saya tidak mau dipandang rendah sepanjang hidup. Kalau nilai ulangan ini jelek, habislah saya. Bagi saya naik pangkat sekarang tidak penting. Saya cuma khawatir anak saya. Apa dia bisa bertahan di masyarakat yang hanya menghargai Bahasa Inggris dan Matematika. Saya sadar pemerintahmu malu dengan pemakaian Bahasa Inggris yang kacau… kalau saya bule, saya tidak perlu lagi belajar Bahasa China.
Nomine Film Asia Terbaik pada Festival Film Hongkong 2003.
The Overture (2004), 103 menit. Dibintangi Anuchit Saphanphong, Adul Dulyarat, Arratee Tanmahapran, Narongit Tosa-nga, Phongphat Wachirabanjong, Phuwaird Phunpuang, sumeth Ong-Ard. Sutradara: Itti-sunthorn Wichailak.
Sorn dilahirkan untuk mengerti harmoni alam dan menerjemahkannya ke dalam musik. Setelah dewasa, Sorn menjadi musisi istana terkenal. Kejeniusannya mendorongnya untuk menentang pemerintah Thailand, yang selama Perang Dunia II melarang musik tradisional Thailand atas nama peradaban Barat.
Film pilihan Thailand untuk Film Berbahasa Asing Terbaik pada Academy Awards 2005, pemenang Musik dan Tata Suara Terbaik pada Festival Film Asia Pasifik 2004.
Mystery of Snow (2003), 135 menit. Dibintangi Lwin Moe, Lu Min, Nyunt Win, Tun Tun Win, Soe Myat Nandar, Nilar Aung Aung, Myint Myint Khine. Sutradara: Sin Yaw Mg Mg.
Cerita tentang petualangan seorang laki-laki mencari ayahnya yang tergulung badai glasier ketika mencari spesies kupu-kupu langka.
Film terbaik Myanmar Motion Picture Academy Awards 2004.
Body of Work: 4 Film Sutradara Dario Argento
Dario Argento (l. 1940) adalah salah satu sutradara genre suspense, horor dan film detektif yang pale terkenal di dunia. Karyanya adalah salah satu acuan terpenting bagi penggemar dan pembuat film horor di seluruh dunia. Ia sering disebut “Hitchcock dari Italia”, walaupun inspirasi karyanya sebenarnya lebih banyak ia dapatkan dari Ingmar Bergman, Grimm bersaudara dan Edgar Allan Poe.
L’Ucello dalle Piume di Cristallo (1970), 103 menit. Dibintangi Tony Musante, Suzy Kendall.
Film yang diambil dari novel berjudul “The Screaming Mimi” karya Frederic Brown, tentang seorang penulis Amerika yang menyelidiki pembunuhan sequence di kota Roma. Film ini adalah entrance Argento sebagai sutradara film detektif.
Suspiria (1976), 95 menit. Dibintangi Jessica Harper, Stefania Casini.
Suzy Banner, seorang gadis Amerika yang melakukan perjalanan pertama ke Eropa untuk belajar di suatu akademi balet terkenal di Freiburg, Jerman. Sejak hari pertama ia menyadari ada hal menakutkan yang terjadi di tempat yang sakral itu.
Tenebre (1982), 110 menit. Dibintangi Lamberto Bava, Christian Borromeo.
Penulis kisah misteri Amerika Peter Neal yang sukses, melakukan tur ke Roma, di mana karyanya telah merajai daftar buku terlaris. Ia mendapati bahwa seseorang telah menggunakan bukunya sebagai inspirasi melakukan pembunuhan.
Non ho Sonno (2000), 113 menit. Dibintangi Stefano Dionisi, Chiara Caselli.
Seorang detektif insomniak tertarik memecahkan suatu kasus pembunuhan, dibantu seorang polisi muda yang sangat cerdas dan menguasai kecanggihan teknologi.
Program ini bisa diselenggarakan karena kerjasama kineforum dengan kinoki, In-Docs, Goethe-Institut Jakarta, Istituto Italiano di Cultura.
—————-
1 – 7 Mei 2007
Dengar! Jangan Sekedar Melihat
Catatan Akhir Sekolah (2005), 100 menit. Sutradara: Hanung Bramantyo. Dibintangi oleh Vino Bastian, Ramon Y Tungka, Marcel Chandrawinata, Christian Sugiono dan Joanna Alexandra.
Berkisah tentang 3 anak SMU yang ingin membuat sebuah film dokumenter tentang sekolahnya yang akan dipasang pada pentas seni akhir tahun.
Video Diary:
CUMA WC Wendy, Delia, Ati, Natalia 6 mins
Banyak kamera yang terpasang di penjuru sekolah kami. Ada satu tempat yang luput yaitu WC!
KEYAKINANKU ADALAH AKU Febriani Sari, Daniel 7 mins
Keyakinan beragamaku yang terkekang oleh tradisi yang dipegang oleh kedua orang tuaku
SATU DETIK YANG ABADI Monika, Marcelina 7 mins Jakarta
Apa yang terjadi jika aku yang belum pernah memiliki Hp berkamera mendapatkan pinjaman dan menggunakan Hp berkamera ini dalam 24 jam?
BONGSENG Yuwono, Patric, Andri, Armando 4.50 mins
Di dalam lapas, kami berkomunikasi tanpa suara.
ANAK NEGARA vs ANAK PIDANA Ridwan, Rustam, Jefri, Junaedi, Sibarani 7.35 mins
Inilah bedanya Anak Negara dengan Anak Pidana.
PERPUSTAKAANKU YANG PERMAI 9.50 mins
Perpustakaan sekolahku selalu sepi. Kenapa ya?
JAM KOSONG…?! CAPEK DECH… Sunarni, Irma, Ririn,Rita 07:05
Siswa yang bersemangat datang kesekolah, harus kecewa dengan adanya jam kosong.
Ada apa sebenarnya?
BEHIND THE SCENE “KAMI BICARA” Tim “Kami Bicara” 10 mins
Temuan-temuan selama proses convention di sekolah.
Gue Gak Mau Salah Jalan (2006), 70 menit. Sutradara: Yudhistira Purwanto. Dibintangi oleh Ario Astungkoro, Lucky Muhammad, Andre Octa Budiman, Rudini Septiana, Muhammad Syahrial, Daymas Arangga.
Sekelompok remaja SMU yang akan menghadapi ujian akhir untuk menentukan masa depan. Bukan hanya masa depan mereka yang harus ditentukan, tapi juga hidup sehari-hari yang keras di mana mereka harus berhadapan dengan sahabat, bimbingan belajar dan orang tua…
———————
8 – 14 Mei 2007
Peristiwa Perubahan
Student Movement (2002), 43 menit. Sutradara: Tino Saroenggalo. (Dokumenter, DVD, B. Indonesia)
Rekaman tentang gerakan mahasiswa pada masa perubahan politik menuju pergantian rezim pemerintahan Indonesia pada tahun 1998. Film ini mengajukan pendapat yang menarik tentang mengapa aksi mahasiswa kadang-kadang disertai tindak kekerasan.
Nyanyian Negeri Sejuta Matahari (2006), 63 menit. Sutradara: Edwin. (Dokumenter, DVD, B. Indonesia)
Dokumenter tentang anak-anak di kamp pengungsian di Banda Aceh dan Meulaboh yang terilhami untuk membuat video diary setelah menonton “Untuk Rena” karya Riri Riza. Suatu dokumenter yang dengan hangat menangkap kehidupan di Aceh setelah peristiwa tsunami akhir tahun 2004.
Videogramme einer Revolution (1992), 120 menit. Sutradara: Harun Farocki & Andrei Ujica. (Dokumenter, DVD, B. Rumania/Jerman dengan subtitel B. Inggris)
Rekonstruksi elektronik dari “tele-revolusi” Rumania tahun 1989, berdasarkan perubahan dalam sudut pandang kamera. Farocki, seorang pembuat film dokumenter, dan Ujica, filsuf media, bertahan ketat pada urutan kronologis peristiwa yang terjadi. Mereka mulai dari hari Ceausescu mengucapkan pidato terakhirnya sampai akhir malam di mana, pertama kalinya di televisi, versi pendek dari pengadilan Ceausescu disiarkan. Film ini mengungkap hubungan antara kamera dan sejarah dalam versi “fiksionalisasi” dari suatu revolusi fiktif.
——————–
15 – 20 Mei 2007
Sepak Bola
Fimpen, der Knirps (1973), 89 menit. Sutradara: Bo Widerberg.
Mackan, seorang bintang sepak bola Swedia yang baru pulang sebagai pahlawan Swedia karena membawa timnya menang atas Jerman, suatu hari dikalahkan oleh seorang anak berumur 6 tahun di lapangan sepak bola tempat categorical anak-anak. Mimpi buruk untuk seorang bintang sekaligus awal karir yang gemilang bagi si anak berusia 6 tahun itu. Sebuah film mengenai seorang anak yang berbakat, tapi harus kehilangan masa kecilnya.
Depth of Field (2004), 88 menit. Sutradara: Gil Mehnert.
Menjelang ajalnya, Hans Gnter Korte mengenang cinta yang memabukkan sekaligus rumit. Cintanya ternyata bukan pada Marion, fotografer muda yang ia temui, melainkan pada seorang bintang sepakbola yang tak biasa.
The Miracle of Bern (2004), 118 menit. Sutradara: Shnke Wortmann.
Pada 4 Juli 1954 kesebelasan nasional Jerman masuk final piala dunia dan menang melawan Hongaria di final Piala Dunia di Swiss. Kemenangan ini buat banyak orang Jerman merupakan kelahiran kembali satu bangsa. Kekalahan dalam perang dunia kedua seperti tergantikan oleh kemenangan ini.
———————–
21 – 27 Mei 2007
Body of Work: Ami Prijono
Cintaku di Kampus Biru (1976), 109 menit. Pemain: Roy Marten, Enny Haryono, Rae Sita, Yatie Octavia, Farouk Afero, El Manik.
Anton (Roy Marten) adalah mahasiswa cerdas, aktivis dan merasa diri penakluk wanita. Ia tidak saja berusaha merebut hati teman-teman sesama mahasiswa, ia juga berusaha melunakkan hati seorang dosen perempuan yang galak.
Salah satu film terlaris pada tahun 1976 di Jakarta.
Jakarta Jakarta (1977), 115 menit. Pemain : Ricca Rachim, Rae Sita, El Manik, Deddy Sutomo, Marsito Sitorus, Rudy Salam, Doddy Sukma, Nugraha, Johan Mardjono.
Sebuah niat untuk melukiskan kehidupan Jakarta, yang penuh kontras dan keras.Tumbur Silitonga (El Manik) datang ke Jakarta dengan penuh harapan, termasuk percintaan antara Tumbur dan Rini (Ricca Rachim).
Pemenang Piala Citra FFI 1978 untuk Film, Sutradara, Skenario, Pemeran Pembantu Pria dan Artistik.
Roro Mendut (1982) – 109 menit. Pemain : Meriam Bellina, Mathias Muchus, WD Mochtar, Sunarti Rendra, Sofia WD, Clara Sinta, Pedro Sudjono, Abdi Wiyono, Kies Slamet, Mirna Coleman, Gito, Gati, Marwoto, Waluyo, Kadariyah, Bagong Kussudiardjo.
Roro Mendut adalah seorang wanita muda yang cantik di Kadipaten Pati. Dia telah menolak untuk dijadikan selir oleh Tumenggung Wiroguno. Roro mencintai Pronocitro, Wiroguno joke menghalangi hubungan mereka demi menegakkan citra keagungan dan kekuasaan Mataram.
Pemenang Piala Citra FFI 1983 untuk Artistik. Unggulan FFI 1983 untuk Film, Sutradara, Pemeran Utama Pria, Fotografi dan Musik.
Yang (1983) – 107 menit. Pemain : Zoraya Perucha, Rano Karno, Nani Widjaja, Zainal Abidin, Pitrajaya Burnama, Ita Agusta, A Nugraha, Ida Leman, Afrizal Anoda.
Yogi yang tidak memiliki kepercayaan diri karena dikekang oleh ibunya. Perjodohan yang tidak diketahuinya membuatnya ngambek dan tidak bisa menjawab ujiannya sehingga tidak lulus. Keisengannya pergi ke klab malam mempertemukannya dengan seorang hostes bernama Sita. Yogi langsung jatuh cinta kepadanya.
Unggulan FFI 1984 untuk Sutradara, Pemeran Utama Pria, Pemeran Utama Wanita, Pemeran Pembantu Wanita, Editing, Fotografi, Film. Pemenang Piala Suryosumanto FFI 1984 untuk pendatang baru Soraya Perucha.
———————
28 – 31 Mei 2007
Body of Work: Kenji Mizoguchi
Ugetsu Monogatari (1953), 94 menit. Dibintangi oleh Masayuki Mori, Machiko Kyo, Kinuyo Tanaka, Eitaro Ozawa, Ikio Sawamura.
Pada abad ke-16, di tengah perang saudara, dua petani ambisius mencoba mengeruk keuntungan besar. Film ini merupakan kombinasi dua novel misterius karya Akinari Ueda (1734-1809) yang dirangkai secara bebas. Mengisahkan ambisi manusi untuk hidup makmur dengan memancing di atmosphere keruh dan akhirnya masuk ke dalam sebuah dunia yang misterius.
Pemenang San Marco Silver Lion Prize pada Festival Film Internasional Venice 1953 (Pada tahun 1953 tidak ada peraih penghargaan Golden Lion).
Tales of a Taira Clan (Shin Heike Monogatari) (1955), 108 menit. Dibintangi oleh Narutoshi Hayashi, Raizo Ichikawa, Tatsuyo Ishiguro, Michiyo Kigure, Akitake Kono.
Komandan pasukan khusus Kapten Tadamori kembali ke Kyoto setelah kemenangannya yang gemilang menumpas perompak di laut Barat Jepang. Ia tidak diakui sebagai pahlawan. Film ini adalah pernyataan penting Mizoguchi tentang runtuhnya kekuasaan kaum elit konservatif dan struktur penindasan dalam suatu masyarakat.
———————
16 – 22 Apr 2007
Dalam module ini kita melihat bagaimana kehidupan seseorang diceritakan kembali dalam film. Biografi adalah tema yang cukup jarang diangkat ke dalam film Indonesia. Dengan sengaja kami tidak membedakan film dokumenter dengan film cerita, hanya memperhatikan bagaimana para pembuat film menampilkan kembali tiap tokoh dan dengan demikian membentuk citra tokoh-tokoh tersebut di hadapan publik.
We will see how a person’s life is retold in a film. Biography is a subject that is surprisingly not really many represented in Indonesian films. We purposedly brew documentaries and underline films, to mix some-more on how film makers paint any persona to a public.
Sinopsis Film / Film Synopsis
Pakubuwono XII : Berjuang Untuk Sebuah Eksistensi (2004), 45 menit, dokumenter. Sutradara: IGP Wiranegara.
Menceritakan tentang Sinuhun Paku Buwono XII (PBXII) dalam mempertahankan Keraton Surakarta agar terus eksis. Beliau dianugerahi pangkat Letnan Jenderal Tituler oleh presiden RI pertama atas jasanya dalam ikut berjuang pada masa pergolakan.
Film ini memenangkan Piala Citra sebagai dokumenter terbaik FFI 2005.
A film about Sinuhun Paku Buwono XII’s (PB XII) onslaught to keep a existence of a Keraton Surakarta. He was given honest admiration as Lieutenant General Titular by a initial Indonesian boss for his loyalty during a capricious times after Indonesia’s independence.
This film was awarded a Best Documentary during a Indonesian Film Festival 2005.
Tjoet Nja’ Dhien (1986), 133 menit. Sutradara: Eros Djarot. Dibintangi oleh Christine Hakim, Pitrajaya Purnama, Slamet Rahardjo, Hendra Yanuarti.
Tjoet Nja Dhien (Christine Hakim) bersama Teuku Umar (Slamet Rahardjo), memimpin rakyat Aceh bersama-sama memerangi penjajah Belanda. Setelah Teuku Umar tewas, Tjoet Nja Dhien melanjutkan perjuangannya bersama anaknya, Tjoet Gambang (Hendra Yanuarti). Film ini mengaskan bahwa kekuatan iman adalah segalanya.
Film ini memenangkan 8 piala Citra pada FFI 1988 dan film Indonesia pertama yang diputar di Festival Film Cannes.
Tjoet Nya’ Dhien (Christine Hakim) was on a side of her father Teuku Umar (Slamet Rahardjo), heading a people of Aceh’s onslaught conflicting Dutch occupation. When Teuku Umar died, Tjoet Nya’ Dhien continues a onslaught with together with her child Tjoet Gambang (Hendra Yanuarti). A story about how faith can be a usually thing that matters.
This film won 8 Citra Awards during a Indonesian Film Festival 1988 and is a initial Indonesian film screened during a Cannes Film Festival.
Misbach: Di Balik Cahaya Gemerlap (2007), 40 menit, dokumenter. Sutradara: Edwin.
Profil Misbach Yusa Biran, pembuat film yang aktif sejak sejarah film Indonesia dicatat hingga sekarang, dimana kecintaannya terhadap film Indonesia tidak pernah padam. Misbach mendirikan arsip film pertama di Asia, yang kita sebut Sinematek Indonesia.
Edwin adalah sutradara muda yang pernah mengejutkan masyarakat film ketika filmnya Kara, Anak Sebatang Pohon menjadi film pendek Indonesia pertama yang diundang oleh Festival Film Cannes pada tahun 2005.
A form of Misbach Yusa Biran, a film builder that started being concerned in a theatre given a really beginning. His adore for Indonesian cinema led him to co-found a initial film repository in South-east Asia, that is now famous as Sinematek Indonesia.
Edwin is a immature executive who astounded Indonesian film theatre when his film Kara, Daughter of a Tree became a initial Indonesian brief film to be invited by Cannes Film Festival 2005.
——————
7 – 15 Apr 2007
Tengok Kembali Q Film Festival Q Film Festival Revisited
Tanpa terasa Q Film Festival Jakarta sudah memasuki tahunnya yang keenam (2006) dan akan segera memasuki tahun ketujuh. Q Film Festival adalah peristiwa film tahunan bertemakan gender dan seksualitas. Festival ini berlangsung di Jakarta dan beberapa kota lain di Indonesia. Dalam module ini kita akan melihat kembali film-film terbaik pilihan para penonton festival ini.
We are coming a seventh year of Jakarta’s Q Film Festival in 2007. We will revisit their assembly favorites in this program.
Sinopsis Film/Film Synopsis
My Own Private Idaho (1991), 102 menit, Amerika Serikat. Dibintangi River Phoenix, Keanu Reeves, James Russo, Chiara Caselli. Sutradara: Gus outpost Sant.
Mike (River Phoenix) pemuda yang pendiam, happy dan menderita narkolepsi. Ia jatuh cinta pada Scott. Bersama mereka memulai perjalanan untuk mencari ibu Mike, berangkat dari Portland ke Idaho lalu ke Italia, sementara Scott menemukan seorang perempuan cantik di perjalanan.
Mike (River Phoenix) is quiet, happy and suffers from narcolepsy. He is in adore with Scott. Together, they embark on a query to find Mike’s mother, roving from Portland to Idaho to Italy, with Scott picking adult a pleasing lady along a way.
Goldfish Memory (2003), 85 menit, Irlandia. Dibintangi Sean Campion, Fiona O’Shaughnessy, Fiona Glascott, Peter Gaynor. Sutradara: Elizabeth Gill.
Film ini adalah cerita ringan tentang susah-senangnya berpacaran di kota Dublin saat ini. Satu-satunya hal yang bisa mereka sepakati adalah bahwa cinta adalah hal yang wajib ada dalam hidup kita. Film ini adalah eksplorasi sifat alamiah cinta yang jenaka, baik heteroseksual, happy maupun yang di antaranya.
GOLDFISH MEMORY is a jaunty demeanour during a dangers and delights of dating in contemporary Dublin. The usually thing they can all determine on is that adore is a one thing we can’t live without. Exploring a laughable inlet of love, straight, happy and in-between,
Uwaki no Bokura Naughty Boys (2001), 76 menit, Jepang. Dibintangi Yuji Kuwa, Akio Yoshioka, Kouichi Imaizumi. Sutradara: Kouichi Imaizumi.
Petualangan manga dalam bentuk realistis tentang dua cowok Jepang menemukan apa yang betapa menggodanya satu malam di Shinjuku untuk orang-orang yang naif.
A real-life Manga tour follows dual Japanese boys who learn what a singular night in Shinjuku binds for thoughtless lovers.
Wolves of Kromer (1998), 82 menit, Inggris. Dibintangi Boy George (suara), James Layton, Lee Williams, Margaret Towner, Rita Davies. Sutradara: Will Gould.
Pada suatu ketika di desa di Kromer tinggallah dua serigala muda yang tampan. Pada suatu hari, seorang jahat dan kaki tangannya membunuh majikan mereka, menjebak para serigala dan membuat segerombolan orang fanatik yang marah mengacungkan obor ke hadapan sepasang serigala ini. Tapi siapa sebetulnya yang akan hidup bahagia selamanya?
Once on a time in a encampment of Kromer lived dual pleasing immature wolves. One day a disagreeable aged crone and her nonsensical sidekick kill their mistress, support a wolves, and stimulate a torch-bearing host of eremite zealots to find reprisal on a untimely pair. But who will live happily ever after?
Like It Is (1998), 90 menit, Inggris. Dibintangi Steve Bell, Ian Rose, Roger Daltrey, Dani Behr, Jude Alderson, Emile Charles. Sutradara: Paul Oremland.
Craig adalah seorang pemuda yang mengalami kehidupan keras di Blackpool, mencari uang dengan bertinju dan sulit menerima bahwa dirinya gay. Ia bertemu dengan Matt, pemuda London yang bekerja di industri musik. Perasaan Matt, tuntutan pekerjaannya dan impian Matt untuk menjalankan bar musik stone menempatkan hubungan mereka dalam bahaya.
Craig is a severe child in Blackpool, picking adult money as a bare-knuckle bar fighter, also carrying a tough time usurpation that he’s gay. He meets Matt, a Londoner operative in a song industry. Matt’s feelings, work demands, Matt’s dream to run a stone bar and Craig’s miss of pursuit skills mix to put Craig and Matt’s attribute in jeopardy.
——————-
1 – 6 Apr 2007
“Achtung: Doc Tales!”
rangkaian film dokumenter Jerman kontemporer
Film dokumenter Jerman terus merintis jalan ke layar lebar dan menarik lebih banyak penonton selama sepuluh tahun terakhir. Rangkaian film dokumenter Jerman pemenang penghargaan ini menunjukkan usaha untuk terus memperbarui seni naratif film dan dramaturgi dengan menampilkan para pembuat film pale berpengaruh dalam bidang dokumenter. Andres Veiel, Volker Koepp dan Uli Gaulke mewakili kutub aliran pendekatan sinematik yang berlawanan dalam pembuatan film dokumenter dari tiga generasi. Bakat-bakat muda seperti Bettina Braun dan Sebastian Winkels mendapatkan perhatian karena karakter eksperimental yang sangat hidup dalam karya-karya entrance mereka. Malte Ludin membuat kejutan bagi penonton Jerman dengan potret intim tentang sejarah keluarganya yang begitu rumit tanpa khawatir akan gelombang emosi pribadi yang akan dialami mereka.
Menengok kembali pada masa lalu Jerman yang berat dengan cara bercerita baru adalah aspek penting dalam karya dokumenter sejak Perang Dunia II. (Kecenderungan untuk ‘menengok kembali’ mungkin sekarang dianggap sebagai karakter klise yang disebut ‘khas Jerman”).
Sebagian dari rangkaian ini berhubungan dengan dampak ingatan yang aktual dan menghidupkan kembali sejarah, sementara separuh lagi menampilkan peta kehidupan Jerman saat ini dan kondisi sosialnya, suatu gambaran tentang orang-orang yang mengejar mimpi demi membangun masa depan mereka.
“Achtung: Doc Tales!”
a collection of contemporary german documentaries
German documentary films continue to emerge onto a large shade and attract wider audiences via a final 10 years. This collection of award-winning German films focuses on new attempts to replenish a art of film exegesis and theatre by presenting a many influencial artists in a documentary field. Andres Veiel, Volker Koepp and Uli Gaulke paint roughly conflicting cinematic approaches in documentary formats of 3 opposite generations of filmmakers. Young talents as Bettina Braun and Sebastian Winkels were frequency acclaimed for a sharp-witted experimential impression of their initial works. Malte Ludin astounded German assembly with a insinuate mural of what is his possess formidable family birthright though fearing an pinnacle personal tiderope walk.
Reflecting a formidable German past with new ways of storytelling has been an critical aspect of documentary work ever given World War II. (The bent ‘to demeanour back’ competence be a worldwide clich of a impression thread mostly named “typically German”).
As many as half of a films in this module are traffic with a tangible impact of memories and move story to live, a other half concentrates on benefaction german lifescapes and amicable conditions, describing a onslaught of dreamchasing characters given to get a reason of their future.
Sinopsis Film/Film Synopsis
Was Lebst Du? Whatz up? (2004), 84 menit. Sutradara: Bettina Braun. (DVD, B. Jerman dengan subtitel B. Inggris)
Ali, Kais, Ertan dan Alban adalah empat sahabat yang bercita-cita jadi bintang hip hop. Mekipun mewakili latar belakang bangsa yang berbeda, mereka jadi sangat dekat karena kesamaan nasib sebagai keturunan imigran. Mereka muda, sekilas kelihatan macho, kasar dan tak tahu sopan santun. Di antara mereka sendiri berkembang ikatan kebersamaan meskipun pada saat yang sama saling bersaing.
Was Lebst Du? Whatz up? (2004), 84 minutes. Directed by Bettina Braun. (DVD, German with English Subtitle)
Ali, Kais, Ertan and Alban are good friends who dream of apropos hip bound stars. Their backgrounds are worlds detached though being immigrants in Germany brings them together. They are young, macho, severe and bold during initial glance. They rise clever society ties while constantly competing with any other.
Heirate Mich Marry Me (2003), 105 menit. Sutradara: Jeanette Eggert dan Uli Gaulke. (35 mm, B. Jerman, Spanyol dengan subtitel B. Inggris)
Saat liburan di Havana, Erik bertemu dengan perempuan Kuba bernama Gladis. “Ini cinta pada pandangan pertama,” katanya. Setahun kemudian, Gladis dan anak laki-lakinya yang berumur 8 tahun naik pesawat, penuh harapan walau dengan mata berkaca-kaca, meninggalkan pulau itu. Setibanya di Hamburg, mereka memulai kehidupan yang lucu, kadang menyakitkan dan penuh kejutan. Cerita ini adalah tentang kedatangan mereka, kepergian, pertikaian perempuan dan laki-laki, juga tentang tabrakan dua kebudayaan.
Heirate Mich Marry Me (2003), 105 minutes. Directed by Jeanette Eggert and Uli Gaulke. (35 mm, German, Spanish with English Subtitle)
During his holidays in Havana, Erik meets a Cuban lady named Gladis. “It was adore during initial sight,” he says. A year later, Gladis and her 8-year-old son residence a plane, full of hope, though also with tears in their eyes, to leave a island. After their attainment in Hamburg, a 3 follow a trail full of comical, infrequently painful, and startling events. But a twists and turns of this trail tell a story of arrival, departure, a conflict of a sexes, and a quarrel of cultures.
7 Brder Seven Brothers (2003), 86 menit. Sutradara: Sebastian Winkels. (35 mm, B. Jerman dengan subtitel B. Inggris)
“Kalau kau ingin menemukan kebenaran, tanyakanlah kepada tujuh laki-laki bersaudara.” (Pepatah Cina)
Tujuh laki-laki bersaudara (lahir antara 1929 dan 1945) datang ke suatu ruang netral untuk bertutur tentang keluarga mereka yang berasal dari Mlheim. Mereka sama sekali tidak diwawancarai, cuma diundang bercerita. Tujuh jalan kehidupan yang berbeda ditunjukkan oleh generasi yang masa kecilnya berawal atau berakhir pada “Titik Nol” pasca Perang Dunia II pada tahun 1945. Eksperimen dokumenter yang menunjukkan rangkaian mozaik cerita personal yang juga membawa kita mengenal sejarah Jerman.
7 Brder Seven Brothers (2003), 86 minutes. Directed by Sebastian Winkels. (35 mm, German with English Subtitle)
“If we are looking for a truth, we contingency ask 7 brothers.” (Chinese proverb)
Seven brothers (born between 1929 and 1945) come to a neutral space to away tell their family’s story from Mlheim. Seven opposite paths in life demonstrate to a frequency listened era whose childhood finished or usually began with a “Stunde Null“ in 1945. An insinuate mosaic between a brothers emerges combining a form of family star mirroring German story in an surprising way.
Die Spielwtigen Crazy For Acting (2004), 108 menit. Sutradara: Andres Veiel. (35 mm, B. Jerman, Inggris, Yunani dengan subtitel B. Inggris)
Dokumenter tentang mahasiswa akting. Is memperlihatkan aktor yang sedang berakting – dan yang sedang tidak berakting. Film ini adalah dokumenter yang umumnya kita mengerti sebagai usaha menangkap kehidupan yang sebenarnya. Kehidupan sendiri pasti harus dibentuk ulang supaya bisa diperlihatkan dalam bentuk film dokumenter, seperti juga karakter manusia harus dibentuk ulang supaya bisa ditampilkan di atas panggung, sebagai aktor.
Die Spielwtigen Crazy For Acting (2004), 108 minutes. Directed by Andres Veiel. (35 mm, German, English, Greek with English Subtitle)
A documentary on behaving pupils. He shows a actors behaving – and not acting. “Die Spielwtigen” is a documentary that we generally take as an try to constraint genuine life. Life, no doubt, has to be shaped to be respectable as a documentary, usually a approach characters have to be shaped to be respectable on a stage, as actors.
2 oder 3 Dinge, die ich von ihm wei 2 or 3 Things we Know About Him (2005), 85 menit. Sutradara: Malte Ludin. (35 mm, B. Jerman, Slovakia dengan subtitel B. Inggris)
Malte Ludin memeriksa dampak Nazisme di keluarganya. Hanns Ludin, ayah Malte, adalah Duta Besar Jerman pada masa pemerintahan Nazi di Slovakia. Ia adalah penandatangan perintah deportasi yang membuat ribuan warga Yahudi ke kamp Auschwitz. Hanns Ludin dihukum karena kejahatan perang pada tahun 1947. Malte Ludin menunggu sampai ibunya (Erla) meninggal untuk membuat film ini. Ia menampilkan kakak-kakak perempuannya yang punya kenangan manis dan menyatakan bahwa ayah mereka pasti tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi di Auschwitz.
2 oder 3 Dinge, die ich von ihm wei 2 or 3 Things we Know About Him (2005), 85 minutes. Directed by Malte Ludin. (35 mm, German, Slovak with English Subtitle)
Malte Ludin examines a impact of Nazism in his family. Malte’s father, was Third Reich’s envoy to Slovakia. Hanns Ludin sealed a sequence to expatriate thousands of Jewish to Auschwitz camp. Hanns Ludin was executed for quarrel crimes in 1947. Malte waited until after a genocide of his mother, Erla, to make this film. He facilities his sisters who have lustful memories and state that their fathers competence have not famous a whole law about what happened in Auschwitz.
Herr Zwilling und Frau Zuckermann Mr. Zwilling and Mrs. Zuckermann (1999), 126 menit. Sutradara: Volker Koepp. (35 mm, B. Jerman, Rusia, Ibrani dengan subtitel B. Inggris)
Ny. Zuckermann seorang optimis yang puitis, bersahabat dengan Tuan Zwilling, seorang pesimis. Keduanya berasal dari komunitas Yahudi dan menjalani usia tua di Czernowitz, kota kecil yang sepi di Ukraina bagian Barat, tak jauh dari perbatasan Rumania. Mereka berdua adalah saksi bagaimana wilayah ini sering sekali berganti penguasa – dari Austria, Rumania, Rusia dan Jerman. Di kota ini berbagai bangsa hidup bersama, sekaligus juga diadu domba. Kota ini juga adalah salah satu jantung kehidupan budaya komunitas Yahudi, yang dideportasi oleh Rusia, dimusuhi oleh para petani Ukraina dan dimusnahkan oleh Jerman. “Kami makhluk langka,” kata Ny. Zuckermann. Dan dalam film Volker Koepp ini, hidup mereka berjalan terus.
Herr Zwilling und Frau Zuckermann Mr. Zwilling and Mrs. Zuckermann (1999), 126 minutes. Directed by Volker Koepp. (35 mm, German, Russian, Hebrew with English subtitle)
Mrs. Zuckermann is a elegant optimist and Mr. Zwilling is her pessimist counterpart. Both come from Jewish encampment and spend their retirement age in Czernowitz, a secluded city in a Western Ukraine, not distant from a Rumanian border. They declare how this limit city is upheld on from one management to another – from Austria, Rumania, Russia and to Germany. In Czernowitz people from opposite nations live together and used conflicting another. This city was once a core of a informative life of Jewish community, who were deported by a Russians, bereaved by a Ukrainian farmers and murdered by a Germans. “We’re extincts,” Mrs. Zuckermann says. And in Volker Koepp’s film they live on.
Program ini bisa diselenggarakan karena kerjasama Kineforum Dewan Kesenian Jakarta dengan Goethe-Institut Jakarta.
—————–
7 – 31 Maret 2007
Sejarah adalah Sekarang
Lima puluh tujuh tahun sejak Darah dan Doa dibuat dan delapan puluh satu tahun sejak produksi film pertama di Indonesia dicatat, film Indonesia tetap ada. Hari Film Nasional adalah saat yang tepat untuk menikmati bersama pencapaian dalam film Indonesia, serta melihat kembali apa makna film Indonesia buat kita sekarang.
Sejarah bukan cuma terjadi pada suatu waktu di masa lalu, tapi dilihat kembali dan diartikan ulang dengan cara berbeda oleh tiap generasi. Setiap kali kita melihat dan memberi arti pada sejarah, saat itu pulalah sejarah lahir kembali. Karena itu kineforum Dewan Kesenian Jakarta mempersembahkan Sejarah adalah Sekarang. Kami mengajak pemirsa muda mengalami dan membuat sendiri sejarah film Indonesia: melihat perjalanan waktu lewat karya conductor Asrul Sani, kehidupan para perempuan muda dari tahun 1950-an dan 2000-an, serta kegelisahan tentang film yang diangkat oleh para pembuat film muda Indonesia. Dalam module ini perjalanan sejarah film Indonesia dilihat dari berbagai sudut pandang, mulai dari mereka yang terlibat dalam industri sampai para pecinta film yang hidup dalam komunitas-komunitas film.
Kami juga mengajak masyarakat untuk mendukung Sinematek Indonesia, salah satu sumber ingatan kita tentang film nasional. Kami bersama perancang grafis Radhit Syaharzam untuk mengolah desain lima print film Indonesia dan membuatnya menjadi produk, yang hasil penjualannya disumbangkan sebagai pendukung dana perawatan bagi Sinematek Indonesia.
Acara
Pemutaran Film:
7 – 11 Maret 2007
Girls Just Wanna Have Fun (Kurator: Lisabona Rahman)
Para perempuan muda dalam rangkaian film ini mencari kebahagiaan dengan caranya masing-masing dan menghadapi tantangan ketika bertemu dengan orang tua yang berbeda kepentingan. Akankah mereka berhasil mencapai kebahagiaan?
(Film: 100% Sari, Asrama Dara, Tiga Dara, Virgin)
12 – 17 Maret 2007
Pemutaran Koleksi Komunitas Film
1. Koleksi Forum Lenteng: Massroom Project. Forum Lenteng adalah kelompok mahasiswa yang melakukan studi, riset, dokumentasi tentang film dan kota. Kegiatan komunitas bertempat ini Lenteng Agung, Jakarta Selatan.
2. Awas! Video Kami Merekam: Perjalanan Konfiden. Konfiden adalah komunitas pengumpul film pendek dan pembuat kompetisi nasional film pendek yang pale tua di Indonesia. Dalam module ini kita akan melihat sejarah film pendek Indonesia lewat koleksi arsip Konfiden.
18 – 23 Maret 2007
Asrul Sani: (‘Arsitek’) Cetak Biru Lintas Waktu (Kurator: Prima Rusdi)
Sepanjang karirnya sebagai penulis skenario selama lima dekade (sejak 1952 hingga 1991), Asrul Sani menuntaskan sekitar 50 judul naskah film. Bila skenario kerap diibaratkan sebagai cetak biru dari sebuah film, maka sejumlah ‘bangunan’ yang berangkat dari cetak biru guratan Asrul masih terasa ‘kokoh’ hingga saat ini.
(Film: Lewat Djam Malam, Titian Serambut Dibelah Tujuh (1982), Naga Bonar, Istana Kecantikan)
24 – 27 Maret 2007
(Film) Tentang Film (Films) About Films
Apa kata generasi muda dunia film Indonesia tentang film? Enam film: Bioskop Kita Lagi Sedih, Arisan, Kita Harus Bikin Film!, Kuldesak, Laporken Kenapa, dan Janji Joni akan menunjukkan pada kita jawaban mereka.
28 – 31 Maret 2007
Membuat Sejarah
Indonesian Cinema, Misbach: Di Balik Cahaya Gemerlap, dan Untuk Kaum Muda adalah tiga film yang menggambarkan perjalanan sejarah dari sudut pandang pembuat film muda.
Acara Pendukung:
Poster di T-Shirt!!
Menolak Hilang Ingatan: Penggalangan Dana untuk Perawatan Film Koleksi Sinematek Indonesia
7 – 31 Maret 2007
Lobi TIM 21, Taman Ismail Marzuki
Dalam acara ini Kineforum Dewan Kesenian Jakarta akan melakukan kerjasama dengan Sinematek Indonesia untuk penggalangan dana, yaitu menjual T-Shirt dengan gambar koleksi print film Sinematek Indonesia (jumlah terbatas). Dana yang dihasilkan dari kegiatan ini dipergunakan untuk perawatan koleksi film dalam arsip Sinematek Indonesia yang secara berkala diputar di Kineforum.
DKJ mempersembahkan sebuah diskusi dengan tajuk “Apa Kabar Hari Ini, Asrul Sani?” lewat kacamata sastra, teater, dan film
24 Maret 2007
10.00 – 18.00 WIB
Galeri Cipta 3, Taman Ismail Marzuki
Seminar Sinematografer
1. Analisa Skenario
2. Prosedur Produksi
3. Teknologi Film/Televisi
4. Menjaga kualitas visible pada saat pasca-produksi
Biaya investasi convention untuk peserta:
1. Siswa dan mahasiswa – Rp50.000,00
2. Umum dan profesional – Rp150.000,00
(Tempat Terbatas)
PEMBICARA :
Nan T Achnas M.A Sutradara Film
Tino Saroengallo Manajer Produksi
Agni Ariatama M.Sn Pengajar Sinematografi
Sastha Sunu Editor
27 Maret 2007
09.00 – 15.00 WIB
Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki
Hari Film Nasional 2007: Benih Film Indonesia
Pemutaran Film, Diskusi, Pameran Foto dan Poster
30 Maret 2007
08.00 – 22.00 WIB
Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki
—————–
1 – 6 Maret 2007
Menjelang peringatan Hari Film Nasional 30 Maret 2007, Kineforum Dewan Kesenian Jakarta (d/h Artcinema) mengundang Anda untuk menyaksikan tiga film yang berkaitan dengan sejarah film dunia. Setelah ketiga film ini, Kineforum Dewan Kesenian Jakarta mengadakan module Sejarah adalah Sekarang (7-31 Maret 2007), rangkaian pemutaran film, diskusi dan pencarian dana melalui penjualan t-shirt dengan ilustrasi print film koleksi Sinematek Indonesia.
Sinopsis Film/Film Synopsis
Dziga (genre beragam, 65 mnt)
Kompilasi Film Pendek Dziga Stichting ini adalah hasil interpretasi pembuat film muda Belanda terhadap teori film Dziga Vertov, seorang pembuat film Rusia yang telah menetapkan dasar teori film tentang gambar, editing, musik dan gerak. Kumpulan ini jauh dari kesan studi ilmiah, justru para pembuat film muda dalam kumpulan ini seperti sedang bermain bersama dengan salah seorang dewa sejarah film dunia.
Dziga (various genres, 65 minutes)
A gathering of brief films from Dziga Stichting that include of immature Dutch film makers’ interpretations of Russian executive Dziga Vertov’s theories. Vertov pioneers studies and theories on picture, editing, song and movements in film. This gathering frequency has grave systematic atmosphere, it seems that a immature film makers are personification together with one of a gods in world’s film history.
Cinma Invisible: The Book (Cinma Invisible—Het Boek), 73 mnt. Bahasa Belanda dengan subtitel Inggris. Sutradara: Kees Hin.
Navigator kita adalah perempuan yang mendatangi toko buku untuk mencari kumpulan skenario film yang dibukukan, “Anthologie du Cinema Invisible”, yang diterbitkan untuk memperingati seratus tahun sinema. Dari keseratus karya yang tak pernah jadi kenyataan ini, inti dari sepuluh proyek dipilih dan tampil dalam film ini. Nukilan dari Chaplin dan Clouzot, Zazie Dans Le Metro, Battleship Potemkin dan lain-lain dipadukan untuk menghasilkan dokumenter fantasi yang menularkan semangat bermain. Suatu karya yang dipersembahkan untuk dunia film.
Cinma Invisible: The Book (Cinma Invisible—Het Boek), 73 mintes. Dutch with English subtitle. Director: Kees Hin.
Our navigator is a lady who visits a bookshop in hunt of a collection of unfilmed screenplays, “Anthologie du Cinema Invisible,” that was published to applaud a initial centenary of cinema. From these 100 unrealized works, a hint of 10 projects are comparison to be presented in this film. Excerpts from Chaplin and Clouzot, Zazie Dans Le Metro, Battleship Potemkin and some-more are total to emanate this anticipation documentary film with an spreading witty spirit. A work that pays loyalty to all cinema.
M (M-Eine Stadt Sucht Einen Moerder), 107 mnt. Bahasa Jerman dengan subtitel Inggris. Sutradara: Fritz Lang. Dibintangi Peter Lorre, Otto Wernicke, Gustaf Gruendgens, Ellen Widmann, Paul Kemp, Theo Lingen.
Seorang pembunuh yang selalu memilih korban anak-anak mengancam kehidupan Berlin yang tenteram. Para penjahat di kota Berlin merasa terancam karena penggeledahan dan penyelidikan yang dilakukan polisi. Baik para penjahat maupun polisi berlomba menemukan si pembunuh. Para penjahat berhasil menangkapnya lebih dulu.
M adalah film bicara Fritz Lang yang pertama dan dianggap sebagai salah satu film terbaik dalam sejarah film Jerman.
M (M-Eine Stadt Sucht Einen Moerder), 107 minutes. German with English subtitle. Director: Fritz Lang. Starring: Peter Lorre, Otto Wernicke, Gustaf Gruendgens, Ellen Widmann, Paul Kemp, Theo Lingen.
A child killer threatens a relaxed life in Berlin and alarms a population. The crooks are hindered in their essential exchange by military searches and investigation. Both a crooks and a military go in hunt of a many feared murderer. The crooks got to him first.
M is Fritz Lang’s initial talkie and dubbed as one of a best in German film history.
—————-
11 – 18 Februari 2007
Sinopsis Film/Film Synopsis
Cinta Pertama (1973), 110 menit. Sutradara: Teguh Karya. Dibintangi Christine Hakim, Slamet Rahardjo, Robby Sutara, Norma Muchsin, Ully Artha
Sebuah kisah cinta antara Ade (Christine Hakim) dan Bastian (Slamet Rahardjo) setelah pertemuan pertama mereka di dalam gerbong kereta api. Akankah mereka berhasil memperjuangkan cinta mereka?
First Love (1973), 110 minutes. Directed by Teguh Karya. Starring Christine Hakim, Slamet Rahardjo, Robby Sutara, Norma Muchsin, Ully Artha
A adore story between Ade (Christine Hakim) and Bastian (Slamet Rahardjo) after a assembly any other in a train. Will they eventually attain in fighting for their love?
Kejarlah Daku, Kau Kutangkap (1985), 109 menit. Sutradara: Chaerul Umam. Dibintangi Lydia Kandau, Deddy Mizwar, Ully Artha, Henky Solaiman
Sebuah cerita kocak tentang cinta dan kedudukan suami istri dalam rumah tangga. Apakah Mona (Lydia Kandau) yang tunduk dengan suaminya Ramadhan (Deddy Mizwar) dapat mempertahankan rumah tangga mereka?
Chasing Game (1985), 109 minutes. Directed by Chaerul Umam. Starring Lydia Kandau, Deddy Mizwar, Ully Artha, Henky Solaiman
A comedy of adore and matrimony politics. Will Mona (Lydia Kandau) who is cooperative to Ramadhan (Deddy Mizwar), be means to make their matrimony last?
Cinta dalam Sepotong Roti (1990), 97 menit. Sutradara: Garin Nugroho. Dibintangi Tio Pakusadewo, Rizky Erzet Theo, Adjie Massaid
Sebuah film yang melukiskan masalah seks secara tidak vulgar. Mayang (Rizky Theo), Harris (Adjie Massaid) dan Topan (Tio Pakusadewo) merupakan tiga sahabat dimasa kanak-kanak. Sebuah perjalanan mempertemukan mereka kembali dengan permasalahan dan sebuah cinta segitiga.
Love in a Slice of Bread (1990), 97 minutes. Directed by Garin Nugroho. Starring Tio Pakusadewo, Rizky Erzet Theo, Adjie Massaid
A film that addresses sex in a pointed way. Mayang (Rizky Theo), Harris (Adjie Massaid) and Topan (Tio Pakusadewo) are buddies given their childhood. A tour brings them behind together with a problem and a adore triangle.
Program ini bisa diselenggarakan karena kerjasama Kineforum dengan Sinematek Indonesia dan Multivision Plus . Lembaga arsip film Sinematek Indonesia merupakan arsip film pertama di asia tenggara yang didirikan bersamaan dengan berdirinya gedung/lembaga pusat perfilman H.Usmar Ismail pada 20 Oktober 1975.
——————–
1 – 7 Februari 2007
George Kamarullah bekerja sebagai sinematografer sejak awal 1970-an. Selain debutnya sebagai seorang sinematografer, George Kamarullah merupakan salah satu aktor film Indonesia yang layak disebut bentukan dari sineas ternama Teguh Karya. Namanya semakin dikenal oleh Indonesia bahkan dunia ketika filmnya Tjoet Nja’ Dhien yang mengambil gambar scenery hutan di di Aceh yang eksotis di Pulau Sumatera ini mendapat sambutan yang sangat baik yang kemudian mendapatkan Piala Citra 1988 untuk sinematografi terbaik, setelah sebelumnya mendapatkan piala citra dalam kategori yang sama untuk film Ibunda pada tahun 1986 dan Doea Tanda Mata pada tahun 1985. Dalam module kali ini akan ada kesempatan untuk tanya jawab dengan George Kamarullah tentang kerja sinematografinya.
George Kamarullah works as cinematographer given early 1970s. Besides his entrance as cinematographer, Kamarullah was one of Indonesian actors who was operative really closely with Indonesia’s distinguished executive Teguh Karya. Kamarullah’s work got wider open courtesy after carrying done Tjot Nja’ Dhien that was shot in a outlandish timberland landscapes of Aceh in Sumatera, that also won 1988 Citra endowment for best cinematography. He also was awarded best sinematographer for Doea Tanda Mata and Ibunda in dual uninterrupted year: 1985 and 1986. This module will have a Q&A event with George Kamarullah about his cinematography.
Sinopsis Film / Film Synopsis
Seputih Hatinya Semerah Bibirnya (1980), 120 menit. Sutradara: Slamet Rahardjo. Dibintangi oleh Christine Hakim, Menzano, Frans Tumbuan, El Manik, Aug Melasz.
Berkisah tentang sebuah keluarga bapak dan ibu Pahala Simbolon dengan permasalahannya. Anak bungsunya yang sungkan bertemu keluarganya, anak keduanya yang terlalu dominan dan Bungalan (Christine Hakim) yang selalu menjadi penengah dalam keluarga itu. Maka mereka joke kembali menyusuri masa lalu…
As White as Her Heart, as Red as Her Lips (1980), 120 minutes. Directed by Slamet Rahardjo. Starring Christine Hakim, Menzano, Frans Tumbuan, El Manik, Aug Melasz.
A story about a Simbolons and their family affairs. The youngest has problems saying a family, a second child is too winning and Bungalan (Christine Hakim) who always be a dove in a family. They are embarking on a outing to a past…
Doea Tanda Mata (1984), 118 menit. Sutradara: Teguh Karya. Dibintangi Jenny Rachman, Alex Komang, Sylvia Widiantono, Piet Pagau, Henky Solaiman.
Gunadi (Alex Komang), pemuda Klaten yang baru kawin setahun terbius oleh gerakan perlawanan ditahun 1930-an. Ia meninggalkan kehidupan normalnya dan bergabung dengan sebuah pegerakan bawah tanah. Sebuah cerita yang penuh dengan intrik dan dendam.
Memento(1984), 118 minutes. Directed by Teguh Karya. Starring Jenny Rachman, Alex Komang, Sylvia Widiantono, Piet Pagau, Henky Solaiman.
Gunadi (Alex Komang), a newly marry immature male from Klaten is inebriated by insurgency transformation in 1930s. He abandons his normal life and joins an subterraneous movement. A story about swindling and resentment.
Ibunda (1986), 103 menit. Sutradara: Teguh Karya. Dibintangi Tuti Indra Malaon, Alex Komang, Ayu Azhari, Niniek L. Karim, Ria Irawan.
Ibu Rakhim (Tuti Indra Malaon), janda priyayi, selalu bersikap mengambil alih beban hidup anak-anaknya. Sebenarnya ia ingin berbagi beban kepada anak tertuanya, Farida (Niniek L. Karim), tapi tak selalu bisa. Beban tadi akhirnya dibagi dengan mahasiswa yang kos dirumahnya dan pembantunya yang juga memiliki karakter dan masalahnya sendiri. Kerepotan masalah ini yang kemudian menjadi sebuah jelujuran kisah. Usaha tadi lebih sebagai sebuah dosa, karena penyelesaian datang dengan berjalannya waktu.
Mother (1986), 103 minutes. Directed by Teguh Karya. Starring Tuti Indra Malaon, Alex Komang, Ayu Azhari, Niniek L. Karim, Ria Irawan.
Mrs Rakhim (Tuti Indra Malaon), an elegant widow, always tries to take on her children’s problems. She indeed wishes that she can share that with her eldest, Farida (Niniek L. Karim), though never could. Instead she spills it out to students who lease bedrooms in her house, as good as a residence supporter who is a impression and has her possess problems. Complications of this problem is woven into a story. An act of repentance, while fortitude comes along as time passes by.
Tjoet Nja’ Dhien (1986), 133 menit. Sutradara: Eros Djarot. Dibintangi oleh Christine Hakim, Pitrajaya Purnama, Slamet Rahardjo, Hendra Yanuarti.
Teuku Umar (Slamet Rahardjo), memimpin rakyat Aceh dengan didampingi istrinya, Tjoet Nja Dhien (Christine Hakim) dan anaknya Tjoet Gambang (Hendra Yanuarti) yang bersama-sama memerangi penjajah Belanda. Setelah Teuku Umar tewas, Tjoet Nja Dhien melanjutkan perjuangannya. Film ini mengaskan bahwa kekuatan iman adalah segalanya.
Tjoet Nja’ Dhien (1986), 133 minutes. Directed by Eros Djarot. Starring Christine Hakim, Pitrajaya Purnama, Slamet Rahardjo, Hendra Yanuarti.
Teuku Umar (Slamet Rahardjo) led a people of Aceh’s onslaught conflicting Dutch function together with his wife, Tjoet Nya’ Dhien (Christine Hakim) and his child Tjoet Gambang (Hendra Yanuarti). When Teuku Umar died, Tjoet Nya’ Dhien continues a struggle. A story about how faith can be a usually thing that matters.
Selamat Tinggal Jeanette (1987), 85 menit. Sutradara: Bobby Sandy. Dibintangi oleh Meriam Bellina, Nani widjaja, Ria Irawan, Mathias Muchus.
Sebuah cinta antarbangsa yang mengalami keretakan antara Suryono (Mathias Muchus) yang berasal dari Solo dan Jeanette, wanita cantik asal Perancis. Apa yang akan terjadi selanjutnya?
Selamat Tinggal Jeanette (1987), 85 minutes. Directed by Bobby Sandy. Starring Meriam Bellina, Nani widjaja, Ria Irawan, Mathias Muchus.
An intercultural adore story between Suryono (Mathias Muchus) from Solo and a French lady Jeanette (Meriam Bellina) is going by a bad time. What happens next?
Taksi (1990), 89 menit. Sutradara: Arifin C. Noer. Dibintangi oleh Meriam Bellina, Rano Karno, Nani Widjaja, Henky Solaiman.
Dua tokoh yang mencoba mencari jati diri. Giyon (Rano Karno), sarjana filsafat yang memilih menjadi supir taksi karena perlawanannya terhadap “tradisi” dan lingkungannya. Desi (Meriam Bellina), wanita kawin muda yang suaminya sangat takut pada orangtua dan ingin hidup mandiri dengan menjadi penyanyi. Mereka dipertemukan oleh seorang bayi.
Taksi (1990), 89 minutes. Directed by Arifin C. Noer. Starring Meriam Bellina, Rano Karno, Nani Widjaja, Henky Solaiman.
Two people in hunt of their identities. Giyon (Rano Karno), a truth tyro who choses to work as cab motorist to insurgent conflicting his family’s tradition and their surroundings. Desi (Meriam Bellina), a immature lady who is married to a male who is fearful of his parents, tries to find eccentric life by being a singer. Both met given of a baby.
———————–
25 – 31 Januari 2007
Komedi Indonesia / Indonesian Comedy
Comedies by Nya’ Abbas Akup
Nyak Abbas Akup (1932-1991), seorang sutradara yang konsisten membuat film komedi bermuatan sindiran sosial sejak tahun 1950-an. Humor dalam karyanya seringkali muncul dari karakter laki-laki dan perempuan yang punya kepribadian terbelah, di rumah bisa lemah, sementara di luar galak. Dalam filmnya, cinta dan seks juga hampir selalu jadi sumber konflik yang konyol. Penyutradaraannya mengukuhkan banyak aktor sebagai aktor komedi yang sangat penting dalam film Indonesia. Ia memperoleh Piala Citra melalui film Ambisi (1973), Cintaku di Rumah Susun (1987) dan Boneka dari Indiana (1990).
Nyak Abbas Akup (1932-1991), consistently destined domestic comedy films given a 1950s. The amusement in his works mostly come out of confused gender identities, between a personal and a open realms. In his films, adore and sex are always a source of absurd conflicts. His instruction noted a birth of many critical Indonesian comedy actors. He was awarded with Citra Awards from a Indonesian Film Festival for Ambisi (1973), Cintaku di Rumah Susun (1987), Boneka dari Indiana (1990).
Sinopsis Film / Film Synopsis
Tiga Buronan (1957), 111 menit. Dibintangi Bing Slamet, Bambang Irawan, Citra Dewi, Udjang, Menzano. (Bahasa Indonesia dengan subtitel Bahasa Inggris)
Sekelompok criminal yang diketuai Mat Codet (Bing Slamet) mencoba menguasai sebuah desa. Usaha ini tidak berhasil karena dihalangi Maman (Bambang Irawan), pemuda desa yang baru kembali dari merantau. Mat Codet dan Maman bertikai bukan cuma perkara keamanan kampung, tapi juga bersaing mendapatkan cinta seorang perempuan.
Three Outlaws (1957), 111 minutes. Starring Bing Slamet, Bambang Irawan, Citra Dewi, Udjang, Menzano. (Indonesia with English subtitle) A organisation of outlaws led by Mat Codet (Bing Slamet) is perplexing to order a village. Maman (Bambang Irawan), a male who usually returned to a village, tries to stop them. Mat Codet and Maman not usually quarrel for control over a village, though also to win a woman’s love.Matt Dower (1969), 108 menit. Dibintangi S. Bagio, Rahayu Effendi, Mansjur Sjah, Hassan Sanusi, Maya Sopha. (Bahasa Indonesia tanpa subtitel)
Matt Dower (S. Bagio) yang dianggap kurang waras oleh penduduk setempat karena merasa kemelaratan desanya akibat pemerasan Nukulom. Dalam perjalanannya mencari Nukulom Matt dower sampai ke sarang Matt Geledek (S. Bagio). Ia disambut gembira, istri Matt geledek (Rahayu Effendi) bahkan merayunya.
Matt Dower (1969), 108 minutes. Starring S. Bagio, Rahayu Effendi, Mansjur Sjah, Hassan Sanusi, Maya Sopha. (Indonesian though subtitles) Matt Dower (S. Bagio) is consedered a goofy by people in his encampment given he thinks that a encampment became bad given of coercion by Nukulom. In his query to find Nukulom, Matt Dower meets Matt Geledek (S. Bagio). He was really many welcomed, generally by Matt Geledek’s mother (Rahayu Effendi).Cintaku di Rumah Susun (1987), 101 menit. Dibintangi Eva Arnaz, Deddy Mizwar, Rima Melati, Asmuni, Doyok, Tuti Indra Malaon, Jajang C. Noer. (Bahasa Indonesia dengan subtitel Bahasa Inggris)
Sebuah sketsa karikatural tetang kehidupan di rumah susun sederhana yang kehidupan penghuninya beraneka ragam. Dalam lingkungan ini terjadi persahabatan dan pertikaian antar penghuni yang penuh rahasia dan intrik.
Love during a Apartment (1987), 101 minutes. Starring Eva Arnaz, Deddy Mizwar, Rima Melati, Asmuni, Doyok, Tuti Indra Malaon, Jajang C. Noer. (Indonesian with English subtitle) A mimic on lower-middle category unit life with a comic residents. Friendships and fights coexist in a neighborhood, any with a possess secrets and intrigues.Boneka Dari Indiana (1990), 94 menit. Dibintangi Meriam Bellina, Didi Petet, Lydia Kandou, Ida Kusuma, Eeng Saptahadi. (Bahasa Indonesia tanpa subtitel)
Cerita tentang Egy (Didi Petet) seorang suami yang berada di bawah kekuasaan istrinya (Lydia Kandou). Setelah perkenalannya dengan Eya (Meriam Bellina), Egy mengalami perubahan besar yang mengancam rumah tangganya.
Doll from Indiana (1990), 94 minutes. Starring Meriam Bellina, Didi Petet, Lydia Kandou, Ida Kusuma, Eeng Saptahadi. (Indonesian though subtitles) Egy (Didi Petet) is a father underneath despotic control of his mother (Lydia Kandou). After he meets Eya (Meriam Bellina), Egy practice a large change in his life that threatens his marriage.
2106 views, 0 favs, 2 embeds


