CD Review: Various Artists A Tribute to KLa Project / KLa Corp.
December 7, 2011
Sebuah manuscript reverence yang baik tidak memiliki batasan dalam pemilihan grup atau musisi yang turut serta, dan A Tribute to KLa Project berhasil menyuguhkan hal ini. Album persembahan ini menampilkan pengisi yang beragam, mulai dari contingent R&B RAN hingga section cocktail stone Ungu, penyanyi solo belia Vidi Aldiano hingga comparison Pongki Barata, dan pembawa bendera new call The Upstairs hingga kaisar Republik Cinta Ahmad Dhani. Dari segi reinterpretasi, lagu yang terdapat pada sebuah manuscript persembahan seyogyanya memiliki porsi tepat antara karakter grup atau musisi asli yang memiliki lagu tersebut dengan karakter grup atau musisi yang membawakan ulang. Dalam kasus A Tribute to KLa Project, RAN yang membawakan “Tentang Kita”, The Upstairs dengan “Lantai Dansa”, Ahmad Dhani dengan “Terpurukku di Sini”, Violet dengan “Bahagia Tanpamu”, dan Maliq & D’Essentials dengan “Prasangka” berhasil mencapai hal tersebut. Kelima pengisi tersebut membuat lagu KLa Project menjadi milik mereka tanpa menghilangkan sidik jari Katon Bagaskara, Romulo ”Lilo” Radjadin, dan Adi Adrian. Namun pengisi lainnya terasa bermain terlalu aman dalam menerjemahkan ulang lagu-lagu KLa Project. Seperti Ungu dan Kerispatih yang masing-masing membawakan “Yogyakarta” dengan lebih akustik dan “Menjemput Impian” yang seperti memamerkan kemampuan vokal Fandy Santoso, vokalis baru Kerispatih. Karakter kedua rope tersebut memiliki porsi yang relatif kecil jika dibandingkan dengan karakter rope aslinya. Sebaliknya Babas, yang membawakan ”Sudi Turun ke Bumi” dengan gaya industrial, nyaris menghilangkan rasa KLa Project pada versinya. Walaupun begitu, upaya KLa Project dalam meremajakan lagu-lagunya pantas diacungi jempol.
SUMBER : Indofiles.org
KLa Project Gandeng 10 Penyanyi di Album Tribute
November 9, 2011
BeritaMusik.COM, Jakarta - KLa Project menggandeng 10 penyanyi untuk manuscript 'Tribute to Kla Project'. Dalam manuscript baru itu lagu-lagu hits Kla Project akan dibawakan dengan aransemen berbeda.
Seperti Ahmad Dhani yang membawakan lagu 'Terpurukku Di Sini', rope Ungu dengan lagu 'Yogyakarta', Pongki Barata dengan lagu 'Meski Tlah Jauh', RAN dengan lagu 'Tentang Kita', dan Kerispatih dengan lagu 'Menjemput Impian'
Pemilihan 10 penyanyi itu diakui berdasarkan penilaian dari yang terbaik dan memiliki kualitas.
"Artis-artis yang ada di manuscript 'Tribute to Kla Project' ini adalah yang terbaik saat ini. Itu secara subyektif kami. Ya nama-nama besar dan mereka punya kualitas tersendiri, punya massa tersendiri, dan tentu juga artisnya mau menyanyikannya," ucap Adi, kibordis KLa di Central Park, Jakarta Barat, Selasa (8/11).
Menurut Lillo sang gitaris, KLa Project berkeinginan manuscript reverence to KLa Project diisi lebih dari 10 lagu. Namun karena keterbatasan kapasitas dan perijinan yang merepotkan membuat produser mengemas yang sudah bersedia.
Lalu seberapa jauh keterlibatan Kla Project dalam sisi aransemen baru?
"Kita sangat memberikan kebebasan. Ada beberapa artis yang bilang, kita susah menghilangkan ciri khas yang lama. Kita cuma memberi support, bahwa ini adalah lagu baru, bagaimana kamu bawakan menjadi hits. Ada yang saya temani, terus kita blending juga," ungkap Lilo.
Album Tribute to KLa Project itu tidak dijual di tempat sembarangan. Band yang terdiri dari Katon, Lilo dan Adi itu sengaja mendistributorkan melalui supermarket supaya mudah terjangkau. mor
"A Tribute to KLa Project" Terjual 30 Ribu Keping!
November 8, 2011
Jakarta - Album musik bertajuk A Tribute to KLa Project dilaporkan telah menembus angka penjualan 30 ribu keping. Padahal, manuscript yang berisikan 10 lagu laris KLa yang dilantunkan oleh sejumlah musisi/penyanyi kondang Tanah Air itu telah, belum genap sebulan berada di pasaran.Hal tersebut dijelaskan oleh Johan Widjaja, Direktur Utama KLa Corporation, yang juga eksekutif produser dari manuscript tersebut, Selasa (8/11) petang, di Central Park, Jakarta.
Album A Tribute to KLa Project berisikan lagu-lagu laris yang pernah dirilis Katon Bagaskara, Lilo, dan Adi Adrian, mulai tahun 1998, dari sembilan manuscript musik milik KLa Project, sebelum manuscript teranyar mereka, Exellentia, yang rilis pada Nov 2010.
Para pengisi manuscript tribut ini, yakni RAN, The Upstairs, Ungu, Vidi Aldiano, Ahmad Dhani, Violet, Pongki Barata, Babas, Maliq & D`Essentials, serta Kerispatih.
Menurut Lilo, selaku produser dan penggagas, manuscript ini dibuat untuk menjawab keinginan publik yang masih lekat ingin mendengar lagu-lagu kenamaan milik KLa Project. Bermula dari ide tersebut, disusunlah sebuah repertoir yang diisi oleh para musikus dan penyanyi diluar KLa Project. "Karena konsepnya sebagai manuscript tribute, saya membebaskan kepada seluruh artis pengisi untuk melakukan interpretasi sebebas-bebasnya, sesuai dengan ciri musikalitas mereka masing-masing," jelas gitaris contingent legendaris ini.
"Sebuah penghargaan bagi kami, sebagai musisi, melihat bahwa teman-teman musisi dan vokalis, bahagia melakukan interpretasi pada musik kami. Apalagi, pada generasi yang berbeda-beda dari para artis yang mengisi manuscript ini," ujar Katon, menimpali pernyataan koleganya.
Hal serupa dilontarkan oleh Adi --keyboardist KLa Project-- , seraya menyatakan apresiasinya terhadap sepuluh artis yang terlibat dalam manuscript ini, yang menurutnya telah bekerja keras mengintrepretasikan karya-karya KLa Project.
"Mereka memberikan nafas baru pada industri musik Indonesia. Serta, melalui terjemahan lagu-lagu hits KLa Project oleh para pengisi albumnya, ini membawa manfaat yang signifikan pula bagi para artis yang membawakannya," demikian Adi. EL


