Reza Rahardian tak Merasa Tersaingi
May 23, 2012

Festival Film Bandung Dihelat Besok
May 11, 2012
Jum'at, 11 Mei 2012 16:19 wib
Iman Herdiana - BeritaMusik
BANDUNG - Festival Film Bandung (FFB) kembali digelar. Ajang anugerah film terbesar di Jawa Barat ini, akan dihelat di halaman Gedung Sate dan Lapangan Gasibu, Jalan Diponegoro, Sabtu 12 Mei 2012 pukul 19.00 WIB.
Pengumuman Film dan Narafilm Terpuji FFB 2012 akan dibuka oleh Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ahmad Heryawan, serta akan ditayangkan live di salah satu televisi swasta nasional. Acara ini didukung Forum Film Bandung dan Bidang Kesenian dan Perfilman Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jabar.
Kepala Disparbud Jabar, Nunung Sobari mengungkapkan, FFB sudah berlangsung secara berkelanjutan selama 25 tahun. Kegiatannya mengumumkan Nominasi Film dan Narafilm Terpuji untuk Film (versi Bioskop) dan Sinetron (Film versi Televisi).
Pengumuman tersebut berdasarkan hasil pengamatan Regu Pengamat FFB selama satu tahun (Maret 2011-Maret 2012). Film yang diamati adalah, film-film yang diputar di bioskop-bioskop di Bandung.
"Jumlah film yang beredar di Bandung pada periode pengamatan sebanyak 87 judul film nasional, dan 114 judul film impor," sebut Nunung, di Bandung, Jumat (11/5/2012).
Pada periode yang sama, Regu Pengamat Sinetron FFB mengamati 327 judul sinetron, baik sinetron sequence maupun sinetron lepas (FTV) yang ditayangkan di berbagai stasiun televisi.
Lebih lanjut Nunung mengungkapkan, di usianya yang ke-25, FFB membuka lembaran baru. Yaitu puncak acara disiarkan secara langsung oleh televisi swasta nasional. Penganugerahan juga akan dihadiri artis, sineas, produser film, tokoh perfilman, mahasiswa, pelajar, seniman, dan budayawan.
Menurutnya, Kota Bandung memiliki catatan sejarah penting bagi perfilman Tanah Air. Misalnya, lahirnya film pertama di Indonesia dengan judul Lutung Kasarung. Film itu dibuat berkat terjalinnya kemitraan antara pemerintah yang pada waktu itu dijabat Bupati Bandung, RAA Wiranatakusumah V dengan pihak swasta, dalam rangka pembuatan film pada tahun 1926. Kerja sama ini mencetuskan lahirnya Festival Film Bandung.
“Banyak pekerja seni film asal Jabar yang sukses dalam meniti karir di bidang perfilman di Indonesia,” jelas Nunung.
Pihaknya akan terus mendorong dunia perfilman terus mengalami kemajuan. Salah satunya, turut memberikan penghargaan film dan narafilm terpuji ini.
“Ini salah satu bentuk penghargaan kepada sineas film," tutupnya.
(ega)Justin Bieber Dapat Penghargaan Dari Tribeca Film Festival
April 5, 2012
BeritaMusik.com - Justin Bieber dan manajernya Scooter Braun bakal bakal mendapat penghargaan dari Tribeca Film Festival. Hal tersebut dikonfirmasi langsung oleh panitia penyelenggara.
Keduanya bakal menerima penghargaan tahunan ke-3 Disruptive Innovation Awards sebagai bentuk penghargaan atas penemuan Bieber di YouTube dan perayaan atas dampak yang telah ia dan Braun lakukan kepada budaya populer di masyarakat.
Bieber dan Braun diharapkan menghadiri acara di New York University's Stern School of Business, Jumat, 27 Apr mendatang.
Disruptive Innovation Awards sendiri oleh penyelenggara ditujukan kepada mereka yang idenya telah menjadi pendobrak dalam masyarakat dan nantinya berpengaruh kepada masa depan kebudayaan.
Penghargaan ini juga akan diberikan kepada produser dan pendiri Def Jam Records, Rick Rubin, pencipta Twitter, Jack Dorsey dan John Wood, pendiri organisasi non profit, Room to Read.
Baru saja mendapatkan penghargaan Kids Choice Awards beberapa waktu lalu, keberuntungan masih berpihak padanya lewat datangnya penghargaan ini. Selamat ya Bieber! (dgs/dka)
Garin Nugroho Dapat Menantu Sutradara
March 12, 2012
JAKARTA, BeritaMusik.com -- Sutradara Garin Nugroho (50) menikahkan anaknya yang juga sutradara, Kamila Andinisari, Sabtu (10/3/2012), di Jakarta. Menantunya juga sutradara, Ifa Isfansyah, yang akhir tahun lalu mendapat penghargaan Citra sebagai sutradara terbaik lewat film Sang Penari.
"Saya kenal Ifa sudah lama, sejak di Yogyakarta dulu. Kami malah suka kerja bersama di Jogja-NETPAC Asian Film Festival," kata Garin tentang sang menantu.
Selain menunggu proses pascaproduksi film terbarunya, Soegija, yang berkisah tentang tokoh-tokoh dengan latar budaya dan agama berbeda, bahu-membahu mempertahankan kemerdekaan, Garin juga sibuk mempersiapkan pernikahan anak pertamanya itu. Walau harus dipusingkan dengan daftar undangan, ia menikmati saat-saat seru bersama keluarga. Apalagi semua anaknya, termasuk yang tengah menuntut ilmu di Eropa, berkumpul. "Kami becandaan. Mereka menggoda saya dan saya balik goda. Kami tertawa-tawa bersama, sementara istri saya cuma senyum-senyum saja melihat kami," cerita Garin tentang istrinya, Riani Ikawati.
Walaupun mengaku tak campur tangan pada rincian pernikahan itu, Garin memesan sendiri beskapnya khusus dari Yogyakarta. "Mohon doa restunya ya...," kata Garin serius. (EDN)
Aa Gatot: Perfilman Indonesia Harus Belajar Dari Iran
March 10, 2012
BeritaMusik.com - Ketua Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) Gatot Brajamusti mengharapkan insan perfilman Indonesia dapat belajar dari perfilman Iran.
"Untuk membuat satu film saja di Iran ada yang memakan waktu 10 tahun. Saya yakin, kalau film Indonesia jika dibuat dalam jangka waktu yang panjang bisa bersaing seperti film Iran," kata Gatot Brajamusti dalam acara pembukaan Festival Film Iran di Gedung Pusat Perfilman H Usmar Ismail, Jakarta, Jumat (09/03/2012).
Film Iran sejak beberapa tahun terakhir berjaya di beberapa ajang penghargaan dunia. Namun puncaknya, pada perhelatan Academy Award 2012, dimana film Iran A Separation mendapatkan Oscar untuk kategori film berbahasa asing terbaik. Setiap tahunnya Iran memproduksi sedikitnya 7.000 judul film, baik film panjang maupun pendek.
Kegiatan Festival Film Republik Islam Iran itu merupakan rangkaian kegiatan Pekan Budaya Iran yang digelar 7-13 Maret yang berlangsung di Museum Nasional. Festival film Iran sendiri dilangsungkan 9-12 Maret di gedung pusat perfilman Haji Usmar Ismail.
Sementara itu, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar mengharapkan sineas-sineas Indonesia dan Iran bisa bekerja sama untuk menciptakan film yang berkualitas.
"Pemerintah berharap insan perfilman Indonesia dan Iran bisa bekerja sama dan saling bertukar pengetahuan," ujar Sapta dalam sambutan pembukaan Festival Film Iran.
Sapta mengatakan film-film Iran terkenal dengan pesan-pesan dignified dan penuh nuansa Islami. "Festival fim ini juga diharapkan mampu merekat persahabatan antara kedua negara,"tambah dia.
Di tempat yang sama, Menteri Kebudayaan dan Bimbingan Islam Iran Sayed Mohammad Hosaini mengatakan salah satu ciri film yang dibuat oleh Iran adalah tidak pernah menonjolkan kekerasan.
"Kami membuat film yang sarat dengan nilai budaya. Dan kini dunia Barat mengakui kualitas film Iran," kata Hosaini.
Hosaini joke mengatakan Iran tidak akan segan-segan untuk bertukar pengetahuan dengan tokoh perfilman Indonesia. (antara/dar)
Perfilman Iran Naik Pamor
March 10, 2012
BeritaMusik.com - Setiap tahunnya Iran memproduksi sedikitnya 7.000 judul film, baik film panjang maupun pendek, ujar salah seorang sutradara asal Iran Hasan Najafi. Nama Iran memang sedang naik pamor dalam kancah perfilman dunia setelah film A SEPARATION produksi Iran keluar sebagai Best Foreign Languange Film dalam Academy Awards 2012 kemarin.
"Setiap tahunnya kami memproduksi 200 film panjang. Namun jika digabungkan dengan film pendek maka jumlahnya mencapai 7.000 film," ujar Hasan Najafi dalam kata sambutannya pada pembukaan Festival Film Republik Islam Iran di Jakarta, Jumat (09/03).
Seperti yang dilansir Antaranews.com, Hasan Najafi mengatakan pemerintah Iran memberi perhatian serius kepada dunia perfilman yang ada di negaranya. Perhatian yang diberikan pemerintah itu, katanya, dikarenakan banyak film-film asing yang dinilai merusak akhlak. "Persaingan di dunia perfilman saat ini merupakan hal yang serius dalam hal budaya. Oleh karena itu Iran menciptakan film yang bagus dan beretika," ujarnya.
Untuk menciptakan film yang berkualitas, lanjutnya, Iran tidak melepaskan satu hal, yakni kaderisasi. Salah seorang produk dari kaderisasi itu adalah Asghar Farhadi, sutradara film A SEPARATION yang baru saja mendapatkan penghargaan. Film tersebut menceritakan tentang pasangan Iran yang sedang menjalani proses perceraian, namun menjadi spesial karena sentuhan tradisi, keadilan serta hubungan pria dan perempuan Iran yang lebih modern.
"Karena kaderisasi itu pulalah, perfilman Iran tidak akan pernah hilang di muka bumi ini," tambahnya lagi. Dia mengharapkan ke depannya insan perfilman Indonesia-Iran dapat bekerja sama di bidang perfilman. (antara/dka)
Agni Pratistha Raih Penghargaan Model Star Award
February 2, 2012
BeritaMusik.com - Mantan Putri Indonesia 2006 ini lagi-lagi berhasil menunjukkan prestasi di kancah internasional. Agni Pratistha berhasil meraih gelar Model Star dalam ajang 2012 Asia Model Festival Awards yang digelar di Seoul, Korea Selatan.
Saat dijumpai di Cafe Aria, Plaza Panin Bank di jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan pada Rabu (1/2) lalu, Agni joke memaparkan pengalamannya selama berada di Korea Selatan. Dalam ajang tersebut kostum yang dikenakan sangat unik dan modern. Bahkan di negara tersebut, gaun Indonesia mendapat respon yang bagus.
"Kostumnya unik banget. Pakai bajunya modern. Indonesia tuh desainernya bagus-bagus. Pakaiannya prolonged dress pakai kain tenun gitu. Respon disana bagus banget. Pakai bajunya tradisional dan gampang banget dikenalin. Nggak pakai batik," ungkap Agni.
Ketika ditanya bagaimana sistem penilaian yang dilakukan dalam ajang tersebut, Agni mengungkapkan bahwa pemenang ditentukan murni dari penilaian juri, dan bukan dari polling SMS. Selama di sana, Agni juga getol melakukan promosi kebudayaan Indonesia agar semakin dikenal negara lain.
"Ini penilaian juri, bukan polling SMS. Sehari-hari di sana pakai kain tenun dan batik, serta aksesoris dan perhiasan Indonesia. Setiap kali ke luar negeri itu juga yang saya lakukan," lanjutnya. (BM/gum/ris)
Wong Aksan Bikin yang Berbeda
January 25, 2012
JAKARTA, BeritaMusik.com -- Musisi Aksan Sjuman (41) alias Wong Aksan menjanjikan sesuatu yang berbeda dalam pergelaran Gatotkaca Jadi Raja yang akan digelar pada 4 Februari 2012 di Senayan City, Jakarta. Dia menjadi song scoring dalam acara itu.
”Tidak ada musik Jawa atau gamelan. Tanpa gamelan joke sudah cukup unik. Jangan membayangkan ini seperti cerita wayang. Datanglah dengan berpikir bahwa ini ide yang baru, jangan membawa support macam-macam,” ungkapnya.
Untuk pengalaman pertamanya ini, Aksan akan membuat musiknya menjadi seperti dalam film. ”Kami akan membuat musiknya jauh lebih menarik. Lagu-lagunya juga lebih banyak,” ucap mantan penggebuk drum Dewa 19 ini.
Aksan pernah menggarap musik untuk film Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, dan Serdadu Kumbang. Ia joke pernah menggondol penghargaan FFI 2009 lewat film King.
Menurut Aksan, musik stone akan mendominasi pergelaran budaya itu.
”Sebenarnya yang agak sulit adalah menggabungkan musik dengan gambar-gambar multimedia dan adegan-adegannya. Beberapa hal berkaitan dengan sinkronisasi secara teknis ini yang susah,” ujar Aksan yang bermain dalam film Lovely Luna (2004).
Dalam pergelaran budaya dengan cerita pewayangan ini, Aksan membuat tujuh lagu yang akan dinyanyikan Titi DJ dan Aqi ”Alexa”. (SIE)
Yuk, Nikmati Karya Film Jerman
January 14, 2012
JAKARTA, BeritaMusik.com -- German Cinema akan menampilkan sepuluh film Jerman baru dalam kurun waktu lima tahun terakhir bagi penonton Indonesia, demikian disampaikan Atase Pers Kedutaan Besar Jerman, Christoph Seeman, di Jakarta.
Festival film "German Cinema" ini akan berlangsung selama 12 hari mulai tanggal 14-25 Januari 2012, di lima kota besar di Indonesia yaitu: Jakarta, Makassar, Medan, Surabaya, dan Yogyakarta.
"Pilihan film yang akan ditampilkan bervariasi mulai dari drama, komedi hingga sejarah, kami berharap semuanya dapat memberikan gambaran pada masyarakat Indonesia tentang masyarakat Jerman," kata Christoph Seeman.
Seluruh film yang akan diputar dilengkapi dengan terjemahan Bahasa Inggris dan bisa ditonton gratis. Pemesanan tempat dapat dilakukan melalui kontak yang telah ditunjuk di setiap kota.
"Target penonton yang kami harapkan adalah kaum muda Indonesia, agar mereka bisa memelihara jalinan hubungan baik yang sudah terjalin dari generasi sebelumnya yang lebih tua," kata Kepala Kebudayaan Goethe untuk Indonesia, Frank Werner.
Sutradara pemenang piala Oscar, Florian Gallenberger, hadir dalam pembukaan German Cinema tersebut. Salah satu karya Florian Gallenberger yang diputar adalah "John Rabe" (2009), yang merupakan film epik sejarah berlatar belakang kota Nanking di China pada epoch 30-an yang telah memenangkan berbagai penghargaan termasuk Bavarian Film Price 2009 untuk kategori penghargaan produser dan aktor terbaik.
"Bagi yang menyukai tema nilai kemanusiaan, sejarah dan terutama yang sudah muak dengan tontonan ala Hollywood, kalian harus datang untuk menonton film ini," kata Florian Gallenberger.
"German Cinema" diselenggarakan dalam rangkaian JERIN (Jerman-Indonesia) yang merupakan perayaan kemitraan antar dua negara yang telah terjalin selama 60 tahun pada 2012 ini.
Sutradara "Sang Penari" Akan Jadi Menantu Garin Nugroho
December 29, 2011

BeritaMusik IMAGES/BANAR FIL ARDHI
Sutradara muda Kamila Andini bersama ayahnya, Garin Nugroho, yang sekaligus menjadi produser, menghadiri jumpa pers peresmian dimulainya proses produksi film The Mirror Never Lies di Hongkong Cafe, Jakarta, Selasa (21/9/2010). Pembuatan film ini bekerja sama dengan WWF Indonesia. Ceritanya tentang play keluarga di Wakatobi yang kehidupannya bergantung pada laut.
JAKARTA, BeritaMusik.com — Sutradara muda Kamila Andini memiliki kabar bahagia. Putri sutradara kawakan Garin Nugroho ini akan melangsungkan pernikahannnya pada 2012 dengan sutradara film Sang Penari, yang menyabet penghargaan Sutradara Terbaik Festival Film Indonesia 2011, Ifa Isfansyah.
"Ya, benar, insya Allah. Tahu dari mana?" kata perempuan yang akrab disapa Dini ini ketika dihubungi BeritaMusik.com melalui telepon genggamnya di Jakarta, Kamis (29/12/2011).
Namun, sayangnya, Dini belum mau berbagi cerita secara lengkap mengenai rencana pernikahannya dengan Ifa, termasuk soal persiapannya. "Kalau soal nikahan, belum boleh cerita banyak. Memang ada rencana ke situ, keluarga sudah berdiskusi, tapi pamali kalau diceritain sekarang," tutur Dini, berahasia. "Persiapannya kami jalani saja. Kebetulan kan aku anak pertama. Keluargaku dan aku juga masih belajar untuk mempersiapkan pernikahan," jelas Dini.
Karena persiapan pernikahannya, aku Dini, ia bisa jadi akan menunda penggarapan film barunya, yang akan bercerita tentang budaya Bali dan ditargetkan akan dikerjakan mulai awal 2012. "Film di Bali kayaknya (digarap) setelah nikahan. Lagi pula, film itu masih cari produser, investor, jadi belum bisa jalanlah," ungkapnya. "Kalau (persiapan) nikahan lebih repot, ya filmnya ditunda dulu. Tapi, kalau investornya datang duluan, ya enggak tahu deh," ujarnya, lalu tertawa.


