Hotman Paris: Angie Bisa Bebas

April 30, 2012

JAKARTA, BeritaMusik.com — Meskipun politisi Partai Demokrat yang juga mantan Putri Indonesia, Angelina Sondakh, menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Kosupsi (KPK) terkait kasus dugaan korupsi wisma atlet SEA Games Palembang, tetapi, menurut advokat Hotman Paris, Angelina bisa bebas jika hakim menggunakan hukum pembuktian.

"Dari segi hukum pembuktian, Angelina bisa bebas. Tapi kalau hakim menggunakan hukum keyakinan, bisa masuk (bersalah). Tapi itu sebatas pada kasus wisma atlet," ujar Hotman dalam wawancara di Hotel Atlet Century, Jakarta Selatan, Senin (30/4/2012).

Menurut Hotman, pembuktian KPK terhadap Angie cukup lemah. Angie dituduh menerima sebagian uang Rp 5 miliar yang diberikan Mindo Rosalina Manullang, bawahan Nazaruddin. Uang itu diberikan Rosa kepada politisi PDI-P we Wayan Koster lewat stafnya di DPR.

"Jadi gini loh, dalam kasus Nazaruddin hakim menggunakan keyakinan semata. Karena secara bukti Nazaruddin tidak terbukti. Contoh, apakah seorang anggota DPR boleh menjadi pemegang saham," jelas Hotman.

"Kedua uang itu dari swasta ke swasta. Jadi hakim itu melakukan keyakinan, bukan pembuktian," lanjutnya.

Dengan analisisnya yang seperti itu, Hotman cukup yakin jika Angie akan dibebaskan. "Dalam perkara Angelina, jika hakim melakukan pembuktian, kemungkinan Angelina akan bebas karena waktu uang itu diantarkan Rp 5 M yang menerima menurut BAP itu bukan Angelina, tetapi staf dari Koster. Yang tidak pernah di-BAP oleh KPK. Itu pertanyaan yang menggelitik kenapa KPK tidak pernah mem-BAP orang yang menerima uang," kupas Hotman.

"Yang kedua, menurut penuturan Rossa, uang itu sebagian diantarkan ke Angie dan Angie bilang uang itu diserahkkan kepada Jefrie. Yang aneh, Jefrie tidak pernah di-BAP KPK. Apakah ini ada kedekatan dengan orang kuat. Jadi itu staf Koster hingga saat ini kami sendiri enggak tahu siap orangnya. Karena dia dan Jefrie tidak pernah ada di BAP," lanjutnya.

"Jadi saya bilang kalau hakim pakai pembuktian, Angie bisa bebas. Tapi itu sebatas wisma atlet, kalau Departemen Pendidikan saya tidak tahu karena saya enggak ikut," tambahnya.

Giring "Nidji": Lebih Baik Uang Korupnya Dibagikan ke Rakyat

February 20, 2012

JAKARTA - Angelina Sondakh (Angie) telah menjadi tersangka Wisma Atlet SEA Games, Palembang. Pentolan rope Nidji, Giring, ikut prihatin dengan kasus yang menimpa istri almarhum Adjie Massaid itu.
 
Dengan adanya wakil rakyat yang melakukan korupsi, Giring mengimbau kepada pemerintah untuk memberantasnya.

"Sedih banget, karena negara ini masih banyak orang miskin, tapi mereka malah korupsi. Mereka dipilih rakyat, tapi mereka ngecewain rakyat," ujarnya saat ditemui di Studio RCTI Kebun Jeruk, Jakarta Barat, Senin (20/2/2012).

Dari pengamatannya terkait kasus korupsi, penyanyi berambut kribo ini menyarankan kepada pemerintah untuk menanggapi dengan serius.

"Agar uang negara bisa berguna, lebih baik uang korupnya dibagikan ke rakyat. Digunakan lebih baik, jadi lebih berguna buat orang banyak," harapnya.(nsa)

Camelia Malik: Angie Sudah Tahu Yang Harus Dijalani

February 6, 2012

BeritaMusik.com - Pedangdut Camelia Malik merupakan salah satu di antara tamu acara tahlilan transport setahun Adjie Massaid yang digelar di kediaman Angelina Sondakh di Taman Cilandak II Blok B No.14, Jakarta Selatan. Minggu (5/2/12/2012).

Camelia Malik menegaskan, bahwa kedatangannya murni untuk acara tahlilan, tidak ada pembicaraan lain, apalagi bicara tentang kasus yang kini sedang dihadapi oleh Angelina Sondakh.

"Karena ini tahlilan jadi kita enggak bicara yang lain-lain, semua ada jalurnya sendiri-sendiri. Saya rasa Angie sudah tahulah apa yang harus dijalani," terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, KPK telah menetapkan Angelina Sondakh atau Angie, Jumat (3/02/2012) sebagai tersangka baru dalam kasus dugaan suap proyek pembangunan wisma atlet SEA Games di Jakabaring, Palembang.

"Adjie itu bukan sahabat, tapi saudara, cukup kehilangan lah. Ya saya ke sini karena diundang dan pasti datang. Hanya itu saja di dalam enggak ada apa-apa, baca Yasin, tahlilan, makan sederhana, lebih banyak saudara," tambah Camelia memperkuat alasan kedatangannya.

Kondisi Angie, menurut Camelia Malik tidak ada yang aneh, dan biasa-biasa saja, seperti bisa disaksikan seperti waktu-waktu sebelumnya. "Biasa saja, masih seperti yang biasa dilihat," pungkasnya. (BM/gum/dar)

Angelina Sondakh Sudah di Luar Kontrol YPI

February 6, 2012

BeritaMusik.com - Pihak Yayasan Puteri Indonesia, tidak banyak memberikan komentar seputar penetapan Angelina Sondakh sebagai tersangka kasus korupsi Wisma Atlet, Jakabaring, Palembang. Angie, sendiri merupakan Puteri Indonesia 2001.

"Kami cukup prihatin dengan apa yang dihadapi oleh Angie, tapi kita tidak bisa banyak memberi tanggapan, karena kita masih berpegang dengan praduga tak bersalah," ungkap Mega Angkasa, selaku Kepala Humas YPI saat ditelepon, Senin (6/2/2012).

Pihak YPI joke mengaku selalu memberikan pesan kepada para Puteri Indonesia untuk selaku menjaga nama baik mereka, meski mereka sudah tidak lagi terikat kontrak, termasuk kepada Angie.

"Kita selalu berpesan kepada semua Puteri Indonesia agar selalu menjaga nama baik Yayasan Puteri Indonesia, walaupun sudah meletakkan jabatan sebagai Puteri," tegasnya.

"Kita tidak bisa memberikan banyak komentar, karena ini sudah di luar kontrol Yayasan Puteri Indonesia. Angie juga sudah cukup lama, dia kan Puteri Indonesia tahun 1991, sudah sebelas tahun. Lingkungan juga mempengaruhi, jadi itu sudah di luar kontrol kita. Itu sudah menjadi tanggung jawab pribadi," sambungnya.

KPK telah menetapkan Angelina Sondakh atau Angie, Jumat (3/02/2012) sebagai tersangka baru dalam kasus dugaan suap proyek pembangunan wisma atlet SEA Games di Jakabaring, Palembang. Dia sebagai tersangka baru setelah sebelumnya bendahara Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin yang terlebih dulu ditetapkan sebagai tersangka dan sedang menjalani sidang.

Saat didesak YPI tetap menolak memberikan komentarnya. "Kita tidak bisa komentar, kita tunggu saja proses pengadilan. Kita masih memengan prinsip praduga tidak bersalah," pungkasnya. (BM/hen/dar)

Angelina Sondakh Siap Jalani Penahanan

February 6, 2012

BeritaMusik.com - Sejak statusnya ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), artis yang juga anggota DPR RI, Angelina Sondakh sulit ditemui oleh para wartawan untuk dimintai klarifikasi.

Namun melalui adik iparnya, Tjandra Mudji Condrodiningrat atau Mudji Massaid mengabarkan bahwa kondisinya baik-baik saja dan tetap bisa tersenyum di antara anggota keluarganya yang lain. Maklum saat itu memang sedang dilaksanakan transport setahun suaminya, Adjie Massaid.

"Angie is doing excellent also with a family, and she is smiling now. Everybody is praying for Adjie," ungkap Mudji Massaid di depan rumah Angelina Sondakh di Taman Cilandak E-14 Cilandak, Jakarta Selatan, Minggu (5/2/2012).

Di tempat yang sama, sepupu Adjie Massaid, Candra Rajasa menolak memberikan keterangan terkait proses hukum yang sedang dijalani oleh Angelina Sondakh. Acara malam itu memang hanya diperuntukkan untuk kegiatan tahlilan.

"Kita tak tahu masalah itu. Kita cuma hari ini merayakan 1 tahun tahlilan Adjie Massaid dan semua keluarga dan anak-anak baik saja," ungkap Candra Rajasa, yang berada di samping Mudji.

Namun Mudji menegaskan, baik Angie dan keluarga besarnya siap menjalani proses pemeriksaan yang dilakukan oleh KPK, termasuk kemungkinan jika akan melakukan penahanan pada ibu satu anak yang juga wakil sekretaris Partai Demokrat itu.

"Angie and everybody from a family is ready," tegas pria yang sempat digosipkan dekat dengan Angie itu.

KPK telah menetapkan Angelina Sondakh atau Angie, Jumat (3/02/2012) sebagai tersangka baru dalam kasus dugaan suap proyek pembangunan wisma atlet SEA Games di Jakabaring, Palembang. Dia sebagai tersangka baru setelah bendahara Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin yang terlebih dulu ditetapkan sebagai tersangka dan sedang menjalani sidang. (BM/gum/dar)

Tidak Disiplin, Irfan Bachdim Diancam Dipecat

January 7, 2012

BeritaMusik.com - Sejak menjadi indication iklan, dan namanya melambung ketika memperkuat Timnas di Piala AFF 2010, catatan kedisiplinan Irfan Bachdim dinilai cukup memprihatinkan.

Manajemen Persema mengancam memecat suami Jennifer Bachdim itu dari tim berjuluk Laskar Ken Arok itu karena mangkir dari pemusatan latihan, tanpa pemberitahuan, baik kepada manajemen maupun pelatihnya, Slave Radovski.

CEO Persema Didied Purnawan Affandi di Malang, Sabtu, mengaku sanksi tegas harus diterima Irfan jika terbukti mangkir dari latihan dan TC Persema di Batu.

"Irfan tidak bisa bersikap seenaknya karena dia terikat kontrak dengan Persema selama dua tahun. Apapun kegiatannya harus sepengetahuan manajemen," katanya.

Jika Irfan sudah tiba di Malang, pihaknya akan memanggil pemain blasteran Indonesia-Belanda itu untuk mempertanggungjawabkan sikapnya itu.

Selain terancam dicoret dari tim, Irfan juga harus rela dipotong gajinya sebagai denda sebesar satu juta rupiah per hari. Pemotongan gaji setiap pemain yang mangkir dari latihan itu sesuai perjanjian (kontrak).

Didied joke menegaskan di Persema tidak ada pemain bintang dan diistimewakan. Siapapun yang tidak disiplin dan melanggar ketentuan kontrak, katanya, pasti akan disanksi.

Sebelumnya Irfan juga pernah dicoret dari Timnas U-23 yang dipersiapkan untuk menghadapi SEA Games XXVI di Palembang karena juga mangkir dari pemusatan latihan Timnas U-23.

Kasus Irfan di Timnas U-23 yang kala itu dilatih oleh Rachmad Dharmawan tersebut juga sampai di meja Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Irfan akhirnya dijatuhi denda Rp100 juta dan hukuman tidak boleh membela timnas selama satu tahun dengan masa percobaan tiga bulan.

"Saya tahu dia (Irfan, red.) pemain bagus, tapi kalau indipliner buat apa, justru nanti akan berpengaruh buruk terhadap tim," kata pelatih Persema, Slave Radovski.

Karena tidak disiplin dan mangkir dari TC, Irfan juga terancam tidak diturunkan ketika Persema menghadapi Bontang FC, 15 Januari 2012.  (antara/dar)

Berakhir, Panitia SEA Games 2011 Cuek Dengan Partner Kerja?

December 27, 2011

BeritaMusik.com - Ketika ditemui di kawasan Slipi, Jakarta Barat, Sabtu (24/12), Hendry Lee dan Donny selaku pihak Mata Elang mengungkapkan kekecewaannya kepada panitia SEA Games 2011. Mengenai tidak adanya ungkapan terima kasih dalam eventuality olahraga yang berakhir akhir Nov itu.

Dalam eventuality di mana Indonesia meraih gelar juara umum itu, Hendry mengaku pihaknya sudah bekerja keras demi suksesnya lighting, terutama saat upacara pembukaan dan penutupan.

Maka tak heran kalau sebulan sebelum acara dibuka, 80 truk yang digunakan mengangkut barang yang dibutuhkan, sudah meluncur ke Palembang.

Sebagai anak bangsa, semangat Hendra Lie dan Donny yang diback-up presenter Helmy Yahya begitu bersemangat menangani problem-problem yang muncul dalam proses, memang benar-benar ingin membuktikan bahwa Indonesia bisa!

Itu sebabnya, problem yang kadang mencengangkan, misalnya ketika barang mereka terhambat karena urusan bea cukai, diterobos saja sendiri.

‘"Semua kita hoop dengan baik. Yang penting, Indonesia sukses bukan hanya di lapangan olahraganya, tapi juga sangat sukses ketika menyajikan hiburan opening dan shutting acara itu," tegas hendry.

Maka semua problem yang muncul, dijadikan bagian menarik dari usaha dan upaya menspektakulerkan pembukaan dan penutupan SEA Games 2011 itu.

"’Kita tidak mau cengeng. Kita punya pengalaman panjang untuk menghandle problem. Misalnya, ketika hujan turun deras saat opening. Hujan masuk tabung kembang api. Bisa dibayangkan bagaimana anak-anak menangani itu, dan tepat pada waktunya, harus muncul seperti tidak ada apa-apa," kata Donny.  (BM/adt/aia)

Pihak Mata Elang Kecewa Pada Panitia SEA Games 2011

December 27, 2011

BeritaMusik.com - Meriahnya pembukaan dan penutupan ajang olahraga SEA Games 2011 yang berlangsung di Palembang, Sumatera Selatan beberapa waktu yang lalu menyisakan kesan tersendiri bagi salah satu panitianya yang menyediakan jasa tata lampu, Mata Elang.

Bahkan Mata Elang mengaku kecewa karena jerih payahnya selama di Palembang seakan tidak dihargai. Pasalnya, dalam salah satu iklannya di sebuah surat kabar, tidak ada ucapan terimakasih kepada Mata Elang.

"Seharusnya pihak panitia utama menghargai dengan jujur para kru itu penting. Masalahnya di beberapa advertorial besar, jangankan ucapan terima kasih kepada kru, nama perusahaan tempat mereka bernaung seperti Mata Elang atau perusahaan kembang apinya Donny dan Emporiumnya Helmy Yahya joke tak tersebutkan," ungkap Hendry Lee.

Selaku pihak dari Mata Elang, Hendry memang pantas kecewa. Karena pihak panitia eventuality olahraga terakbar di Asia Tenggara itu sama sekali tidak menunjukkan sikap yang menyenangkan pada kru lapangan.

"Karena tidak ada yang berterima kasih, kamilah yang wajib berterima kasih kepada mereka. Kepada kru yang sudah mati-matian banting tulang mengerjakan itu," lanjutnya.

"Bayangkan, mereka izin sama keluarga bekerja ke luar kota, ketika diumumkan jadinya seperti di sebuah koran harian besar di negeri ini, terima kasihnya malah kepada orang yang saya undang dan saya bayari,’’ kata Hendry saat ditemui di ruang kerjanya, bilangan Slipi, Jakarta Barat, Sabtu (24/12) malam. (BM/adt/aia)

‘PENGEJAR ANGIN’ Masuk Tiga Kategori Nominasi FFI

December 2, 2011

BeritaMusik.com - Film yang diproduksi di daerah Sumatera Selatan berjudul PENGEJAR ANGIN masuk nominasi dalam festival film Indonesia 2011. Film arahan Hanung Bramantyo yang diproduksi dalam rangka menyambut Sea Games lalu itu masuk nominasi dalam tiga kategori.

Ada tiga kategori menjadi nominasi dalam film yang mengambil lokasi gambar di Sumsel tersebut, kata penanggung jawab film Pengejar Angin, Robby Kurniawan di Palembang, Jumat (02/12/2011).

PENGEJAR ANGIN menjadi nominasi untuk kategori peran pembantu pria terbaik atas nama Mathias Muchus, selanjutnya penyunting gambar terbaik Wawan we Wibowo dan pengarah sinematografi terbaik, Faozan Rizal. Pengumuman pemenang nominasi FFI itu direncanakan dilaksanakan pada 10 Desember 2011.

Ia berharap, film yang menceritakan kehidupan masyarakat Kabupaten Lahat dan Muara Enim, Sumsel itu bisa menjadi pemenang.

Film yang menceritakan perjuangan seorang atlet yang bapaknya 'bajing loncat' atau penjahat jalanan dengan sasaran mobil itu, bertujuan memotivasi masyarakat dalam mencapai cita-cita.

Memang, lanjut Robby yang juga Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Provinsi Sumsel itu, film Pengejar Angin merupakan satu-satunya film daerah yang bisa masuk dalam Bioskop 21.

Bahkan film yang kebanyakan dibintangi pemain lokal tersebut diminati masyarakat di Indonesia. Lebih dari 50 ribu warga di Indonesia menyaksikan film tersebut dan sekarang ini ada beberapa bioskop masih memutarnya.

Pengejar Angin sendiri merupakan produk film daerah dan pembiayaannya melalui APBD Sumsel. (antara/dar)

Akad Nikah Ibas – Aliya Pukul 10.00 WIB

November 24, 2011

BeritaMusik.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan melangsungkan pernikahan putera keduanya Edhie Baskoro Yudhoyono dengan puteri Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, Siti Rubi Aliya Rajasa, di Istana Cipanas, Kamis (24/11/2011) pagi.

Akad nikah akan dilangsungkan pada pukul 10.00 WIB dan disaksikan sekitar 1.000 undangan.

Rencananya Wakil Presiden Boediono akan menjadi saksi pernikahan untuk calon pengantin pria, sedangkan sesepuh Partai Amanat Nasional Amien Rais akan menjadi saksi pernikahan untuk calon pengantin perempuan.

Persiapan prosesi pernikahan di Istana Cipanas tersebut sudah dilakukan sejak beberapa hari lalu, termasuk pemasangan tenda baik di kompleks Istana Cipanas maupun lapangan depan Istana Cipanas.

Panitia pernikahan menempatkan media peliput acara tersebut di Media Centre di depan Istana Cipanas.

Pada Rabu (23/11) malam, Presiden sempat melangsungkan rapat terbatas di Istana Cipanas, membahas evaluasi penyelenggaraan SEA Games di Jakarta dan Palembang serta penyelenggaraan KTT ASEAN di Bali.

Saat rapat tersebut hadir Wakil Presiden Boediono, para Menko, Menpora, Menteri ESDM, Kapolri, Panglima TNI, Ketua KONI, Gubernur Sumsel, Gubernur Bali dan Gubernur DKI Jakarta, serta sejumlah pejabat lainnya. Rapat dilangsungkan mulai pukul 19:30 WIB.

Pantauan di kawasan Cipanas, hingga Kamis sekitar pukul 06.00 WIB, arus lalu lintas kendaraan dari dua arah masih lancar meski kecepatan rata-rata 30 kilometer per jam.

Kendaraan para tamu undangan yang berangkat dari Jakarta akan dipusatkan di tempat peristirahatan Kilometer 45 Gadog untuk kemudian diatur menuju kawasan Cipanas sehingga tidak menimbulkan kemacetan dan kerumitan lalu lintas.

Pada Rabu (23/11) juga dilakukan geladi bersih akad nikah yang diikuti oleh Ibas, panggilan akrab Edhie Baskoro.  (antara/dar)

Next Page »