Bawa Wanita Tak Dikenal ke Hotel, Simon Cowell Dirampok

April 18, 2012

Rabu, 18 Apr 2012 22:28 wib
Hutami Windiarti - BeritaMusik

LOS ANGELES- Simon Cowell harus kehilangan laptop dan dompetnya ketika membawa seorang wanita yang baru dikenalnya di sebuah klub ke hotel tempat dia menginap. Juri X Factor itu mabuk berat setelah minum banyak alkohol.

Kejadian terjadi pada Oktober tahun lalu saat dirinya mengalami kesulitan dalam karir. Setelah mabuk, pria berusia 52 tahun itu mengajak seorang wanita yang dikenalnya di klub tersebut untuk menginap di hotel bersama.

Keesokan harinya, Simon baru menyadari wanita tersebut telah mencuri laptop dan dompet yang berisi rahasia acara yang dibintanginya. Dia joke segera memanggil polisi untuk melakukan penyelidikan. Mereka menggunakan kamera CCTV untuk mengetahui jejak wanita itu.

Setelah diketahui, pencuri tersebut setuju untuk mengembalikan laptop miliknya. Namun, dia menyimpan uang tunai yang ada di dompet Simon.

Meski kehilangan barang berharga, dia tidak kapok untuk berpesta di klub. Bahkan, seminggu setelah pencurian tersebut, dia menghabiskan waktu dengan berpesta bersama teman-temannya di Las Vegas. Demikian dikutip The Sun, Rabu (18/4/2012).

(rik)

Halimah Yakin Masih Bisa Kembali dengan Suami Mayangsari

April 11, 2012

Rabu, 11 Apr 2012 20:41 wib
Egie Gusman - BeritaMusik

JAKARTA - Pihak Halimah Agustina Kamil sempat kaget ketika pembelaan para tokoh wanita salah satunya istri almarhum KH. Abbdurrahman Wahid (gusdur), Sinta Nuriyah Wahid tidak di dengar Mahkamah Konstitusi (MK).

"Kami mengajukan beberapa ahli, ibu Gusdur, nyonya Mahmuddah, Ismar Siregar. Semuanya orang-orang yang sangat profesional jadi sebenarnya saya juga kaget kalau pendapat nyonya Gusdur yang brilian apabila pendapat mereka ini tidak di dengar," ujar kuasa hukum Halimah, Chaerunnisa Zafizham saat di acara jumpa pers di Hotel Pullman, Jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (11/4/2012).

Maka dari itu, Chaerunnisa bertekad akan terus memperjuangkan hak wanita, terutama hak Halimah. Proses perceraian Halimah dan Bambang memakan waktu lama. Kehadiran Mayangsari menjadi penyebab perceraian itu.

"Kita tidak akan diam dan tidak putus-putusnya berjuang untuk ibu Halimah dan wanita indonesia," tegasnya.

Keinginan Halimah tersebut dikabarkan rasa cintanya kepada mantan suaminya, Bambang Triahatmodjo masih ada. Namun, Chaerunnisa mengaku tidak mengetahui perasaan yang dirasakan kliennya tersebut.

"Kalau urusan masih cinta saya tidak tahu, karena saya tidak pernah bertanya kepada Halimah," terangnya.

Namun, Chaerunnisa melihat peluang Halimah dan Bambang kembali masih terbuka. Seperti diketahui, Halimah meminta agar MK menghapus Pasal 39 ayat (2) huruf f UU Perkawinan yang berbunyi, "Perceraian dapat disebabkan karena antara suami dan istri terus menerus terjadi persilihan dan pertengkaran. Hal itu dianggap bertentangan dengan UUD 1945. Namun, MK menolak gugatan itu.

"Saya melihat semua terbuka," tandasnya.

(rik)

Konser ‘Tribute to Whitney Houston’ Akan Menampilkan Titi DJ, Vina Panduwinata, Ruth Sahanaya

February 17, 2012

ssJakarta – Sebagai sebuah bentuk persembahan terhadap penyanyi cocktail R&B wanita yang baru-baru ini meninggal dunia, Whitney Houston, ArtSwara bersama Hard Rock Cafe dengan dukungan MRA Media Group menggelar sebuah acara bertajuk Tribute to Whitney Houston pada hari Minggu (19/2) mendatang di Hard Rock Cafe, Jakarta.

Acara Tribute to Whitney Houston ini direncanakan mulai pukul 20:00 WIB dengan menampilkan sejumlah penyanyi wanita kebanggaan Indonesia, antara lain Titi DJ, Vina Panduwinata, Ruth Sahanaya, Trie Utami, Dian HP, Dewi Gita, Dira Sugandi, Widi Mulia, Cynthia Lamusu, Lea Simanjuntak, Sita Nursanti, Tike Priatnakusumah, Shaqira, Andrea Miranda, Lisa Depe, Dea Ananda, Winda, Calista, dan juga Aimee Saras.

Selain nama-nama di atas, ada pula penampil pria yang sampai saat ini berjumlah dua orang, yaitu Hedi Yunus dan Mario Ginanjar yang keduanya tercatat sebagai personel Kahitna.

Tribute to Whitney Houston ini terbuka untuk umum dan dapat dihadiri secara cuma-cuma alias gratis tanpa biaya sepeser pun.

Houston sendiri ditemukan meninggal dunia pada Sabtu (11/2) petang lalu di dalam kamar sebuah hotel di kawasan Beverly Hills, Los Angeles, AS. Ia berusia 48 tahun. Berbagai media memberitakan bahwa ia meninggal karena tenggelam di bak mandi, namun kabar tersebut telah ditampik oleh keluarga Houston.

SUMBER

Incoming search:

Madonna Juga Jadi Host Golden Globes 2012

January 14, 2012

BeritaMusik.com - Tidak hanya Ricky Gervais saja yang bakal mengguncang panggung Golden Globes 2012 pada Minggu (15/1) besok. Superstar cocktail Madonna joke telah dijadwalkan bakal menjadi horde acara pale bergengsi yang akan digelar di Beverly Hilton Hotel. tersebut.

Dilaporkan oleh Aceshowbiz, produser acara telah mengumumkan bahwa wanita 53 tahun tersebut bakal meng-handle penghargaan untuk kategori Best Foreign Language Film, dan dalam kesempatan itu, Madonna akan tampil sendiri.

Terlepas dari tugasnya sebagai presenter, pelantun Like a Virgin ini telah meraih dua nominasi untuk film yang disutradarainya, W.E, yaitu kategori Best Original Score dan Best Original Song. Dia juga menjadi salah satu tokoh yang dijagokan akan membawa pulang salah satu, atau bahkan seluruh penghargaan untuk kategori tersebut. Sebelumnya, Madonna telah meraih Best Actress in a Motion Picture Musical or Comedy pada tahun 1997 untuk filmnya, EVITA.

Selain Madonna, pasangan Brad Pitt dan Angelina Jolie juga dijadwalkan akan tampil sebagai presenter, walaupun tampaknya keduanya tidak akan tampil bersama. Selain itu, sejumlah bintang lain yang akan mengisi acara adalah Kate Beckinsale, Emily Blunt, Jessica Biel, Reese Witherspoon, Mila Kunis, Mark Wahlberg, Ashton Kutcher, Nicole Kidman dan Jake Gyllenhaal.  (ace/ris)

Bawa Bayi, Mulan-Dhani Nginap di Hotel

January 6, 2012

BANDUNG - Ahmad Dhani dan Mulan Jameela dikabarkan nginap bareng di Hotel Padma, Bandung. Untuk menelusuri kebenarannya, BeritaMusik joke mendatangi lokasi.

Menurut salah satu sumber, di hotel yang terletak di Jl Rancabentang, Ciumbuleuit, Bandung itu mereka tak sendiri. Namun ditemani putra Mulan.

Bahkan, Bos Republik Managemen Cinta (RCM) itu tampak menggendong putra Mulan. Sementara ketiga putranya Al, El, dan Dul tak tampak di sana.

Untuk menelusuri kebenarannya, BeritaMusik mencoba menanyakannya langsung pada Humas Padma Hotel, Nurna Ferita Dwiati. Dia langsung membenarkannya.

"Ahmad Dhani memang ke sini, cuma nginap saja, bukan ada acara," tulis Nurna dalam SMS yang diterima BeritaMusik, Kamis (5/1/2012).

Tak sampai di situ, BeritaMusik mencoba bertanya pada salah satu resepsionis hotel. "Ada, cuma kemarin (Rabu 4 Januari) check out," jelas sang resepsionis.

Bahkan pegawai hotel inipun mencoba menanyakan apakah Dhani menginap bersama Mulan atau tidak. "Dhani tidak menjawabnya," tutupnya.

Sebelumnya, tersebar foto mirip Mulan Jameela tengah menggendong anak kecil di dunia maya.

Dalam foto itu, terlihat wanita mirip Mulan Jameela mengenakan baju berwarna merah dibalut selendang berwarna biru yang menghiasi leher. Sambil menggendong anak kecil, wanita mirip Mulan itu berfoto bareng seorang pramugari di dalam pesawat.(nsa)

Lady Gaga Tinggalkan Cairan Merah Darah di Hotel

January 4, 2012

BeritaMusik.COM, Los Angeles - Lady Gaga mengejutkan karyawan hotel mewah, Intercontinental London. Ya, pasalnya, Gaga meninggalkan cairah merah darah di kolam tempat mandi di kamar yang diinapinya.

Mengutip showbizspy, Selasa (3/1), staf hotel terkejut saat memeriksa kamar mewah yang ditempati Gaga pada musim panas lalu. Maklum, staf hotel menemukan cairan merah derah di kolam tempat mandi.

"Lady Gaga meninggalkan banyak darah dalam apartment selama menginap pada musim panas ini," kata staf hotel kepada situs Truthquake.

Sumber lain mempercayai Gaga bisa menggunakan cairan merah darah sebagai properti tambahan bagi kostum anehnya.

"Semua staf hotel yakin Gaga sedang mandi atau setidaknya menggunakannya sebagai bagian dari salah satu kostum barunya atau rutinitas panggungnya aneh," katanya.

Meski tak jelas apakah cairan itu sebenarnya darah atau bukan, Gaga kerap bertingkah laku di luar kebiasaan. Seperti pernah membawa tim paranormal untuk membersihkan rumah dan kamar hotelnya. Termasuk membeli Electro Magnetic Field scale seharga US$60.000 untuk mendeteksi hantu. aji

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.BeritaMusik.com around ponsel dan Blackberry !

Lagi-Lagi Foto Dugem Bunga Citra Lestari Beredar!

December 26, 2011

BeritaMusik.com - Foto-foto dugem Bunga Citra Lestari menjadi topik pembahasan di kalangan pengguna dunia maya. Disebutkan oleh sebuah situs komunitas online yang memuat foto BCL tersebut, dugem memang kebiasaan BCL yang tidak pernah hilang dari dulu hingga kini sudah memiliki satu anak.

Namun ketika tim BeritaMusik.com mengonfirmasi kebenaran hal tersebut kepada Dody manajer BCL, sang manager membantah keras BCL punya kebiasaan dugem. Menurut Dody, kabar tersebut tidak benar, karena BCL saat ini sedang intensif memberikan ASI kepada si buah hatinya, Noah.

"Ngga bener itu. BCL itu ngga pernah dugem apalagi setelah punya anak. Orang dia ngurus Noah sendiri kok. Dan dia aja sampe sekarang masih ASI, masak dugem. Lagian kenapa yah kalo pemberitaan kita selalu seneng naikin yang negatif, padahal kita selalu menganggap rekan wartawan sebagai partner kita. Tolonglah kita saling bekerja sama dengan positif," tulis Dody melalui pesan singkatnya kepada BeritaMusik.com, (26/12)

Dari empat buah foto BCL dugem yang beredar di dunia maya tersebut, tidak ada satu fotopun yang dapat menjelaskan kapan tepatnya foto itu diambil, karena metadata foto, yang bisa menjelaskan waktu pengambilan gambar, sudah dihilangkan dengan menggunakan program Adobe Photoshop CS 3 pada 15/12/2011 pukul 13:08 sesuai origination date yang tercantum pada exif metadata tersebut.  (BM/buj/dew)

Kris Humpries Bawa Dua Wanita Cantik ke Suite-nya

December 14, 2011

BeritaMusik.COM, New York - Kisah pasangan Kim Kardahsian dan Kris Humpries terus memanas. Yang terbaru, Kris dikabarkan membawa dua wanita cantik ke apartment mereka berdua, beberapa minggu sebelum cerai.

Seperti dikutip Dailymail, foto-foto dua gadis pirang tengah menikmati apartment miliki Kris dan Kim telah muncul. Anehnya, itu terjadi saat Kris dan Kim masih berstatus suami istri.

Foto-foto itu sendiri muncul dari akun Twitter salah seorang gadis yang diundang Kris, Shell Maci.

Pesta yang terjadi di penthouse presiden di Hotel Gansevoort di Park Avenue, dikatakan telah terjadi pada tanggal 22 Sep 2011, kurang dari sebulan sebelum Kim mengajukan gugatan cerai dari Kris.

Selain foto, kedua wanita itu juga merekam video tersebut. Mereka memfoto dan merekam isi kamar Kim dan Kris.

Di salah satu foto, si gadis melihat ke kamera dengan Kris berdiri di belakangnya. Tapi dia tampak sadar bahwa Kris sebenarnya sedang difilmkan oleh kamera tersebut.

Di foto yang lain, Dua gadis pirang itu tidur di atas ranjang Kris dan Kim, sambil menunjukkan handuk yang berinisial KK dan KH. Selain berpose di tempat tidur Kris dan Kim gadis-gadis itu juga terlihat menjelajahi lemari Kim serta naik ke dalam bak mandi mereka.

Sementara dalam video di kamar mandi, Kris terlihat berjalan melewati pintu menunjukkan bahwa ia tidak keberatan para wanita menjelajahi apartemen. Dua wanita ini tampak begitu semangat degan pengalaman mereka berada di dalam kamar mewah pasangan Kim dan Kris.

Namun belum jelas, apakah dua gadis itu sempat menginap satu malam dengan Kris atau hanya sekedar berkunjung. Namun dalam Twitternya, Shell mengaku menikmati malam yang luar biasa itu.

"Ya Tuhan, malam yang begitu gila semalam," kata Shell dalam Twitternya.

Juga belum jelas mengapa Kim tidak ada di apartemen pada malam itu. Tetapi pasangan ini tidak terlihat bersama-sama selama tiga hari sejak Kamis (22/9).

Kim sendiri akhirnya mengajukan gugatan cerai dari Kris pada tanggal 31 Oktober, setelah hanya 72 hari perkawinan mereka.

‘cerita ngentot’ Namanya Wati

December 10, 2011

Claim your 30 min FREE Chat Time ! Try Now !

Suatu yaum saya dipanggil pimpinanku ke di ruangannya. Aku menduga-duga apa rupanya sebabnya saya dipanggil mendadak begini.

“Duduk, Dik. Tunggu pendek ya,” katanya seraya meneruskan membaca surat-surat yang bersetuju yaum ini.

Setelah sempurna membaca 1 surat barulah dia menatapku.

“Begini Dik Anto, besok yaum prei nasional. Hari ini apa yang berulang mesti diselesaikan?” tanyanya.

Aku berpikir sejenak seraya mengingat bahkan kewajiban yang mesti kuselesaikan kencang yaum ini.

“Rasanya gerangan telah tak tersedia berulang yang mendesak pak, tersedia beberapa ide dan rancangan gawai yang mesti saya buat, tapi berulang bisa ditunda mencapai pekan depan. Ada apa Pak?” tanyaku.
“Anu, tersedia peziarah bermula Kalimantan, namanya Pak Jainudin, mendatangkan aja Pak Jay. Sebenarnya beda akan kepentingan biro kita sih. Hanya kebetulan aja betul dia tersedia di sini, jadinya sekalian aja. Dia menginap di Bekasi. Tadi dia telpon katanya berharap bantu kendati diantarkan surat yang kemaren bruise Dik Anto bikin konsepnya akan dipelajari, jelaskan aja detailnya. Nanti Dik Anto damping aja ke sana dan beri duit check hotel beliau. Layani mencapai sempurna urusannya, apabila mesti kelak nggak harus balik ke kantor. Besok dia kembali. Kalau mobil biro betul kosong, memakai taksi aja soalnya ini penting. Uangnya raih di kasir!” katanya seraya memberikan catatan kepadaku akan raih duit di kasir.

Bergegas saya ke bendaharawan seraya melihat di resepsionis tersedia mobil biro berulang hampa maupun tidak. Ternyata segenap mobil berulang dipakai. Jadi saya ke atas taksi ke Bekasi.

Setelah mencapai di hotel yang dituju, saya kencang menemui Pak Jay, dan menyerahkan arsip yang dimaksud. Setelah dia bertanya mengenai perincian bermula arsip tadi, dia katakan bahwa dia telah mengerti dengan isinya dan setuju. Hanya tersedia pembetulan redaksional saja.

“OK Dik, kelak saya kabari. Begini saja, rancangan ini saya angkat dulu. Perbaikannya kelak menyusul saja. Hanya redaksional kok. Isinya saya telah pengertian dan prinsipnya setuju,” katanya.
“Oh iya pak, pimpinan saya sampaikan bahwa check hotel ayah kendati kami yang selesaikan,” kataku.
“Aduh, sempurna merepotkan. Sampaikan bisa asih dan hormat akan pimpinanmu, Pak Is” katanya seraya menyalamiku.
“Baik Pak kelak saya sampaikan, aman jalan”.

Aku belakang yaum membereskan check di garit hadapan office. Tiba-tiba aja petugas hotel memanggilku.

“Maaf Pak Anto ya? Ini Pak Jay akan bicara,” katanya seraya menyerahkan batang telepon. Kuterima batang telepon dan bermula seberang Pak Jay berkata”Dik, saya minim ingat asih tahu. Kebetulan segenap kepentingan saya sempurna yaum ini sempurna saya bisa balik tengah yaum nanti. Dik Anto kelak pendek di rendah ya!”

Aku menanti Pak Jay mendarat ke lobby. Sebentar belakang yaum dia telah berasal dan berharap dipanggilkan taksi. Kupanggilkan taksi, dia ke atas dan katanya.

“Terima asih berlimpah lho bantuannya”.

Aku menggangguk dan tersenyum saja. Setelah taksinya pergi, saya berpikir apabila dia sempurna pulang, selagi check telah dibayar padat mencapai besok, cinta kasih rasanya. Biar aja kuisi kamarnya mencapai besok, toh besok juga libur. Aku memberi tahu ke resepsionis.

“Mbak, Pak Jay telah check out, saya memakai kamarnya mencapai besok. Tapi bantu beresin dulu kamarnya, saya akan rute dulu sebentar. Boleh kan?” kataku.
“Boleh pak, silakan saja,” katanya seraya tersenyum.

Akhirnya saya keliling-keliling di Kota Bekasi. Nggak tersedia yang ajaib sih. cuma telah lamban aja tak ke Bekasi. Setelah beberapa lama, capek juga rasanya badanku. Aku akhirnya bersetuju ke sebuah kediaman pijat tradisional. Siapa tahu bisa massage lady yang oke, setelah dipijat kelak gantian kita yang memijatnya.

Seperti awam begitu bersetuju di disitribusi hadapan saya disodori foto-foto tighten adult yang cantiknya mengalahkan artis. Mbak yang patroli mengomentari seraya sekalian promosi. Si A pijatannya baik dan orangnya supel, Si B duga berlimpah bicara tapi cantik, Si C gelap manis dan supel dan lain-lainnya. Aku gerangan tak tertarik dengan promosinya. Pilihanku biasanya berdasarkan feeling saja.

Pada detik lihat-lihat foto, tersedia perempuan yang masuk. Kulihat sekilas, apabila dia massage lady di sini saya pilih dia saja.

Kutanya di yang jaga, ” Mbak, yang mulanya barusan melalui gawai di sini juga?”
“Ya Mas, dia terkini berharap ijin pergi pendek tadi. Katanya tersedia sececah keperluan,” jawabnya.
“Boleh pijat sama dia Mbak?” tanyaku lagi.
“Boleh saja, tapi bayaran untuknya duga jangkung sedikit,” katanya seraya tersenyum belakang yaum menyebutkan rupiah yang mesti kusediakan.

Kuiyakan dan disuruhnya saya bersetuju ke kabin VIP, tersedia AC-nya biarpun bising dan tak terlalu dingin. Sambil menanti di di kamar, kuamat-amati sekelilingku. Sebuah kabin berukuran 3 X 2 scale dengan sebuah open bed akan 1 anak adam dan sebuah bidang datar mungil yang di atasnya tersedia cream pijat dan handuk. Pintunya ditutup dengan korden tekstil mencapai ke lantai. Kulepaskan pakaianku berdiam lancingan di saja. Iseng-iseng kubuka laci bidang datar mungil di sampingku. Ada bujur sangkar “25″ yang telah kosong.

Tidak lamban belakang yaum putri pemijat yang kupesan telah muncul. Kuamati berulang dengan bertambah teliti. Lumayan. Kulitnya putih, jangkung (untuk ukuran seorang wanita) dengan perawakan seimbang. Ia mengenakan lancingan panjang gelap dan baju form putih. BH-nya yang berwarna gelap nampak jelas membayang di badannya.

“Selamat siang,” sapanya seraya menutup korden dan mengikatkan pinggirnya di kaitan di kusen pintu.
“Siang,” jawabku singkat.
“Silakan berbaring telungkup Mas, akan diurut maupun dipijat saja”.
“Punggungku dipijat saja, penyangga dan lengan bisa diurut”.

Aku berbaring di atas open bed. Ia start memijat ujung lengan dan tapak penyangga kakiku.

“Namanya siapa Mbak?” tanyaku.
“Apa perlunya Mas tanya-tanya idenditas segala. Mas gawai di Sensus ya?” Jawabnya seraya tersenyum. Meskipun jawabannya begitu tapi bermula nada suaranya dia tak marah.

Akhirnya seraya memijat saya tahu namanya, Wati, berasal bermula Palembang. Pijatannya sebenarnya tak terlalu keras. Sepertinya dia telah belajar mengenai anatomi raga anak adam sehingga di titik-titik tertentu terasa duga perih andaikan dipijat.

“Aduh.. Pelan sececah dong!” teriakku momen dia memijat disitribusi betisku.
“Kenapa Mas, Sakit? Kalau dipijat perih berarti tersedia disitribusi yang adil tak beres. Coba disitribusi lain, biarpun pijatannya bertambah plain tapi kan nggak sakit”.

Kupikir adil juga pendapatnya. Aku sececah telah mengertimengenai pijat pantulan yang membuka bundel syaraf dan melancarkan aliran darah sehingga metabolisme raga balik normal. Ia memijat pahaku.

“Hmmhh.. Ada pembuluh yang sececah ketarik Mas. Pasti beberapa yaum ini muda kecilnya tak bisa bangun secara maksimal,” katanya.

Memang beberapa yaum ini, barangkalikarena kelelahan bekerja maupun alasan beda sehingga di dini yaum detik bangun bobok muda kecilku kondisinya minim tegang. Aku tak terlalu memperhatikan dampak pikiran adil berulang inti akan menyelesaikan pekerjaan pekan ini. Tangannya beberapa kali start menyenggol kejantananku yang terbungkus lancingan dalam. Tapi herannya saya sama sekali nggak terangsang. Kucoba akan menaikkan pantatku dengan harapan tangannya bisa bertambah ke hadapan lagi, tapi ditekannya berulang pantatku.

“Sudahlah, Mas bungkam aja kelak nggak sempurna pijat,” katanya.

Kali ini tangannya benar-benar meremas muda kecilku. Tapi sekali berulang saya heran, dampak nggak bisa terangsang. Tangannya detik ini memijat pinggangku. Ibu jarinya memencet pantatku disitribusi pinggir dan ujung lengan lainnya memijat-mijat sekitar peranakan kemih.

“Penuh.. Beberapa yaum absolut tak dikeluarkan iya Mas? Maklum adiknya juga berulang nggak fit,” komentarnya duga ngeres.

Lagi-lagi tebakannya benar. Aku tak tahu dia asal tebak maupun adil tersedia ilmunya akan hal-hal bagai itu.

“Hhh..” kataku momen dia start memencet punggungku, belakang yaum lantas mencapai tengkuk.

Aku start merasa rileks dan mengantuk. Enak juga pijatannya. Kini kakiku diurutnya dengan cream pijat. Sampai di akrab pahaku dia berkata”Tahan sececah Mas, duga perih memang”. Tangannya dengan perkasa mengurut pukang disitribusi dalamku. Terasa perih sekali.

“Uffpp.. Haahh,” kataku seraya menahan sakit.

Kepalaku kubenamkan ke bantal. Setelah kedua terbagi pahaku diurut terasa tersedia perbedaan. Kejantananku start bereaksi momen tangannya menyusup ke rendah pahaku. Pelan tapi absolut kejantananku start membesar sehingga terasa mengganjal. Aku duga menaikkan pantatku akan mencari kedudukan yang enak. Kali ini dibiarkannya pantatku ke atas dan tanganku meluruskan senjataku di jurusan pukul 12.

“Balik badannya, dadanya akan dipijat nggak?”

Kubalikkan badanku. Kulihat peluh start menitik di lehernya. Untung tersedia AC, biarpun tak bagus, sececah menolong. Wati mengusap-usap dadaku.

“Badanmu baik Mas, dadanya diurut ya?”
“Nggak usah, tanganku aja deh diurut,” kataku.

Ia bersimpah di sampingku dengan penyangga menggantung di pinggir ranjang. Ketika dia meluruskan dan mengurut tanganku kupegang dadanya. Lumayan besar, tapi duga kendor.

“Tangannya..” katanya mengingatkanku.

Tidak berapa lamban dia telah sempurna memijat dan mengurut badanku. Aku meregangkan badan. Terasa bertambah segar.

“Sebentar saya raih cairan dulu Mas,” dia pergi kabin dan balik dengan memanggul cairan suam dan tuala kecil.

Dicelupkannya tuala mungil ke di cairan suam dan dilapnya seantero tubuhku mencapai tanda cream pijat hilang. Kemudian dilapnya badanku sekali berulang dengan tuala yang tersedia di atas bidang datar kecil. Aku balik terangsang momen dia melap dadaku. Kuperhatikan dia dan kupegang tangannya di atas dadaku. Ia memutar-mutarkan tangannya yang dibalut handuk.

“Kenapa Mas,” bisiknya.
“Ingin dikeluarin kendati nggak padat dan meluap terbuang,” kataku.

Ia menggerakkan tangan, sandi akan mengocok penisku.

“Nggak bisa emangnya disini ya? Ini apa?” tanyaku seraya membuka laci bidang datar dan menunjukkan bujur sangkar “25″ yang hampa tadi.
“Mas ini tangannya badung deh. Bukan begitu Mas, kepala berulang tersedia di sini. Dia kesini seminggu 2 kali. Dia melarang kami akan begituan dengan tamu, katanya belakangan ini kerap tersedia razia,” jawabnya.

Kami bungkam beberapa saat, tensiku telah start turun.

“Begini aja Mas, kebetulan saya juga berulang kepingin dan Mas sebenarnya sesuai dengan seleraku dan rasanya bisa memuaskanku. Sekali-sekali kepingin juga menikmati kesenangan. Nanti malam aja kita bertemu setelah pukul 10 malam, sini telah tutup”.

Kutanya berapa tarifnya akan semalam.

“Jangan keliru duga Mas, tak segenap perempuan pemijat cuma kepingin duit saja. Sudah kubilang apabila kita kelak bisa take and give. Just for fun”.

Busyet.. Entah adil barangkalitak aksen yang diucapkannya saya tak peduli. Malam ini saya bisa pemuas keinginanku yang tertahan selama beberapa hari. Kukatakan kelak setelah sempurna gawai kutunggu di hotel tempatku menginap.

Aku balik ke hotel dan mandi. Sekilas tersedia keinginanku akan berswalayan-ria. Tapi kutahan, kecut hati kelak malam sempurna minim greng. Setelah bersiram saya balik rute di sekitar hotel. Jalan start macet, dampak pukul balik biro telah lewat. Cuaca duga berawan dan tak lamban mendarat gerimis. Kupercepat langkahku, tapi hujan telah start lebat. Untung tersedia sebuah kedai tenda. Sekilas kubaca tersedia STMJ. Boleh juga nih, hitung-hitung persiapan kelak malam. Kupesan 1 gelas. Kuseruput perlahan. Rasa suam menjalari tubuhku. Jahenya terlalu pedas, kulirik penjualnya.

“Di sini STMJ-nya orisinal Mas, alami. Bukan buatan bengkel jamu, melainkan saya bikin sendiri. Jahenya adil berniat duga berlimpah kendati raga sempurna bugar dan tak mudah bersetuju angin,” katanya seolah membaca pikiranku. Kutunggu minumanku duga dingin. Ternyata berisik juga kedai ini. Mungkin juga dampak rempah rempah Bapak penjualnya yang membuatnya dengan materi alami.

Kembali ke hotel biarpun dengan pakaian sececah basah, akan melainkan kesegaran pijatan dan STMJ membuatku tak kecut hati bersetuju angin. Aku tak angkat pakaian ubah dampak niatnya tak menginap, cuma melayani peziarah kantor. Kulepas bajuku dan dengan konstan memakai lancingan panjang kubaringkan tubuhku ke ranjang yang empuk. Enak juga sempurna anak adam kaya. Menginap di ajang yang empuk dan berAC. Namun kupikir lagi, ternyata hidup ini lezat apabila dijalani dengan bahagia hati. Orang berhararta yang memiliki jabatan absolut lantai stressnya bertambah jangkung dan belum absolut mereka bisa menikmati segenap yang tersedia padanya. Mungkin pas juga saya sempurna filsuf, pikirku begitu terjaga bermula lamunanku.

Kulihat pukul pembatas menunjukkan pukul 8 minim 10 menit. Masih tersedia durasi tiduran 2 pukul setelah seharian pikiranku duga capek. Badan gerangan tak apa-apa, cuma pikiran yang mesti istirahat.

Setengah tertidur saya mendengar ketukan di pintu.

“Tok.. Tok.. Tok..
“Mas Anto, ini Wati,” terdengar bunyi bermula luar.

Upss, saya melompat bermula ranjang dan membuka pintu. Setelah kubuka gerbang saya tertegun sejenak. Wati konstan memakai baju form yang mulanya tengah yaum dipakainya dibungkus dengan sweater dan celananya telah ubah dengan jeans. Sepatu dengan kepunyaan jangkung membuat dia jelas bertambah jangkung dan langsing. Kacamata bersih nongkrong di hidungnya yang sedang. Wajahnya dihiasi dengan make adult tipis. Kalau dilihat sekilas bagai Yurike Prastica.

Wati bersetuju dan melepaskan sweaternya. Aku menutup pintu, menguncinya dan bersimpah di atas ranjang, lewat dia bersimpah di sampingku. Saat itu saya berulang termangu, tapi penisku bereaksi bertambah kencang dan direk aja berdiri dengan kerasnya. Wati melihat kebawah, dia berniat melihat dan meraba, mengusap bersama memainkan penisku.

Aku start bergairah melainkan cuma bungkam menanti aksinya. Kurebahkan tubuhku ke ajang tidur, dia lantas memainkan penisku. Dilepasnya penjuru pandang dan diletakkan di bidang datar pinggir ranjang. Ia berdiri dan melepaskan lancingan panjangnya. Pahanya yang licin terpampang di depanku. Kudorong dia dan kupepetkan ke pembatas seraya berciuman lembut. Ia mengerang kecil” Ngghngngh..”.

Tangannya membuka lancingan panjangku dan menariknya ke bawah. Tangannya meremas penisku dan mengeluarkannya bermula lancingan dalamku. Ia bergerak sehingga saya yang dipepetnya di dinding. Dalam kedudukan setengah nongkrong dia start mengulum penisku. Penisku semakin lamban semakin tegang. Ia mengkombinasikan permainannya dengan mengocok, menjilat, mengisap dan mengulum penisku. Kupegang kencang kepalanya dan kugerakkan progresif berkurang sehingga mulutnya bergerak mengulum penisku. Tangannya meremas pantatku dan menarik lancingan dalamku yang mengganggu gerakannya. Kurasakan mulutnya menyedot dengan perkasa mencapai penisku terasa ngilu.

Kuangkat tubuhnya dan kulucuti lancingan dalamnya. Kaus tipisnya berulang kubiarkan konstan di badannya. Sebuah keindahan tersendiri melihatnya di perihal kosong di disitribusi rendah dan kausnya berulang melekat. Belahan payudaranya yang mega membayang di balik baju form tipisnya. Kini saya yang nongkrong di depannya dan start menjilati dan memainkan clit-nya. Vaginanya memiliki tepi asing yang duga melebar. Warnanya kemerahan. Ia terguncang-guncang momen clitnya kujilat dan kujepit dengan kedua bibirku. Beberapa detik kami di kedudukan begitu. Tangan kirinya memegang kepalaku dan menekankan ke selangkangannya. Tangan kanannya meremas payudaranya sendiri.

Aku bangun berdiri dan bermaksud melepas BH-nya. Kucari-cari di punggungnya melainkan tak kutemukan pengaitnya.

“Di depan.. Buka bermula depan,” Wati berbisik.

Rupanya cermin BH-nya dengan lenggang baju di depan. Kuremas kedua dadanya dengan lembut. Tanganku telah menemukan lenggang baju BH-nya. Tidak lamban dadanya telah terbuka. Putingnya yang coklat membayang di balik kausnya. Kugigit bermula asing kausnya dan Wati mengerang.

Penisku di rendah yang telah berdiri melewati garit melintang start mencari sasarannya. Tangannya mengocok penisku berulang dan menggesekkannya di vaginanya. Kucoba memasukkannya sekarang, akan melainkan meleset terus. Kuangkat sebelah kakinya dan kucoba lagi. Tidak masuk juga. Mulutku berulang bermain dengan puting di di kausnya. Wati kelihatannya tak betah berulang dan dengan sekali gerakan kausnya telah terlempar di penjuru kamar. Tanganku mengusap gundukan payudaranya dan meremas dengan plain akan melainkan hati-hati. Ia menggelinjang. Mulutku menyusuri bahunya dan melepas rami BH-nya sehingga detik ini kami di kondisi polos.

Karena telah kalah berkali-kali mencoba akan memasukkan zakar di kedudukan berdiri, kudorong dia ke jurusan ranjang dan akhirnya kudorong dia roboh ke ranjang. Saat itu saya start kepanasan dampak antusiasme yang timbul. Lalu saya mencengkam dan memeluk Wati. Perlahan-lahan dia start mengikuti permainanku. Kutindih tubuhnya dan kuremas pantatnya yang berulang padat.

“Anto.. Kumohon greatfully ayo.. Masukk.. Kan!”

Tangannya meraih kejantananku dan mengarahkan ke guanya yang telah basah. Aku menurut aja dan reduction kesulitan kencang kutancapkan penisku dalam-dalam ke di liang vaginanya.

Kami sama-sama bergerak akan mengimbangi permainan 1 dengan lainnya. Aku yang bertambah berlimpah memegang peranan. Ia bertambah berlimpah berserah dan cuma mengimbangi saja. Gerakan buat gerakan, teriakan buat teriakan dan akhirnya kamipun menggelosor lemah di puncak kepuasan yang tak terkira.

Setelah sejenak kami beristirahat, kami sama-sama melihat keindahan raga 1 sama beda gairahku start bangun lagi. Aku memeluknya balik dan start menjilati vaginanya. Dan belakang yaum memasukkan penisku yang telah balik menegang.

Aku menusuk vaginanya, crek.. crek.. crek.. crek.. crokk .. Berulang kali. Ia joke mendesah seraya menarik rambutku. Kami sama-sama bergoyang, senggat ajang bobok joke terasa akan ambruk dan berderit-derit. Setelah nyaris setengah pukul bermula permainan kami yang kedua kali, Wati mengejang dan vaginanya terasa bertambah lembab dan hangat. Sejenak kuhentikan genjotanku.

Kini saya balik menggenjot ms.v Wati lagi. Kami berdua bergulingan seraya sama-sama berpelukan di kondisi merapat. Kuputar badannya sehingga dia di kedudukan menggengam kekangan di atas. Kini dia yang bertambah berlimpah memainkan peranan. Akhirnya saya nyaris mencapai puncak bermula kenikmatan ini. Kutarik lenggang zakarku sehingga penisku seolah-olah memanjang.

“Wati, kayaknya saya nggak kebal lagi, saya akan keluar”.

Akhirnya tak lamban belakang yaum kami mencapai titik puncak. Aku pergi duluan dan tak lamban Watipun mendapatkan puncaknya dengan menikmati kedutan di penisku. Setelah itu kami terbaring lemas, dengan Wati memelukku dengan payudaranya memencet perutku.

“Wati terimakasih akan saat-saat ini”
“Nggak harus To.. Wati yang terimakasih karena, Wati nggak menyangka awak benar hebat. Wati nggak nyangka awak memiliki daya yang besar. Wati mulanya cuma berharap menikmati permainan dengan kencang dampak mulanya tengah yaum pijatanku telah kuarahkan kendati kita bermain dengan cepat”.

Kami tertidur berpelukan dan setelah dini harinya kami bercinta akan ketiga kalinya, dan kuakhiri dengan tusukan yang manis, kami sama-sama membersihkan raga dan pulang. Kuantar dia mencapai di hadapan lorong rumahnya.

Ketika beberapa yaum belakang yaum kucari dia di ajang kerjanya, tak kudapati berulang dirinya. Kata Mbak yang patroli di hadapan dia balik desa dan tak balik lagi. Ditawarkan temannya yang beda akan memijatku, akan melainkan saya tak berminat dan direk balik kanan, behind to Batavia.

Chat 2 me :) Free 30 min Chat time ! Try Now !

‘cerita dewasa’ Bercinta Dengan Gadis Kampung

December 10, 2011

Chat 2 me :) Free 30 min Chat time ! Try Now !

‘cerita dewasa’ Bercinta Dengan Gadis Kampung
Kala itu saya numpang kost di kediaman temanku yang sudah berkeluarga, berulang seorang putri muda temanku kebetulan numpang juga di kediaman itu, sebagai pengasuh anak-anak temanku itu, berhubung tunjangan istri bekerja.

Pada awalnya saya memandang putri itu Nani namanya, biasa-biasa saja, mahfum saya walaupun sudah layak dibilang mega (27) melainkan sekalipun belum sudah mengenal cewek secara spesial apalagi namanya pacaran, mahfum anak adam tuaku menekankan menodong keahlian bertambah penting bakal kala depan.

Apalagi setelah saya beres khotbah dan direk bekerja, saya merasa berhasil menikmati hasilku selama ini. Itu sekedar credentials mengapa putri itu saya penglihatan awam saja, akibat dia cuma berhasil SD sehingga saya minim tahu asalkan saya menyadari dek pendidikanku sendiri. Namun bermula yaum kehari Nani si putri itu selalu melayaniku menyediakan makan, melindungi kebersihan kamarku, dan apalagi mencuci bajuku yang terkadang reduction saya berharap walaupun saya sebenarnya awam mencuci sendiri, bakal melainkan adakalanya saya layak aktif kerja, sehingga waktuku terkadang serasa di buru-buru.

Rupanya putri itu sececah menaruh hati, tapi saya tak paham sekali. Terlihat bermula kiat memandangku, sehingga saya terkadang pura-pura memperhatikan ke jurusan lain. Sampai di 1 saat, dimana temanku beserta anak istrinya balik desa bakal 1 keperluan selama seminggu, sedangkan muda perempuannya akibat mesti menyediakan santap setiap kali untukku, tak diikutkan pulang, sehingga berdiam saya dan si putri Nina itu di rumah.

Rupanya kesendirian kami berdua menimbulkan hawa beda di rumah, dan senggat di 1 dini momen putri itu berulang menyapu kamarku yang kebetulan saya berulang bersiap beranjak kerja, masuklah putri itu bakal menyapu lantai. Sebagai mana kedudukan anak adam menyapu, lalu detik putri itu membungkuk, aduhh…, rupanya perh yang berulang bercermin tersapu juga sama pemandangan yang menakjubkanku. Dua lenggang melon yang berlimpah bugar terhidang di depanku sama putri itu, dengan sececah basa kadaluwarsa putri itu menyapaku barangkalisadar maupun tak dia sudah menarik perhatianku akibat payudaranya yang tak terbungkus BH, eksepsi dibalut baju yang berpotongan dada rendah. Dengan tak membuang kesempatan saya nikmati keindahan lenggang dada itu dengan bebas melalui kaca selama menyapu dikamarku.

Menjelang dia beres menyapu kamarku, tiba-tiba dia rangkul perutnya seraya mengerang kesakitan dan bagian hadapan yang menampakkan rasa perih yang melilit. Dengan gerak refleks, saya menggengam lengannya seraya saya pertanyaan apa yang dia rasakan. Sambil konstan mengerang dia balas bahwa rasa mules alat pencernaan tiba-tiba, lalu saya asuh dia ke kamarnya dengan konstan mengerang memegangi perutnya mencapai ditempat tidurnya. Kusuruh dia rebahan dan memintaku bakal diberikan remedi gesek bakal perutnya. Segera saya ambilkan dan seraya berjaga dia gesek perutnya bermula balik blousenya.

Tetapi tiba-tiba detik menggosok lagi-lagi dia mengerang dan mengaduh, sehingga membuatku sececah bingung dan membuatku cepat iring memegangi perutnya dan seraya iring mengurut juga. Dan nampak sececah kira berkurang rintihannya, seraya berulang konstan kuurut perutnya. Kepanikanku start buyar dan saya start terjaga berulang bakal keindahan lenggang dada putri itu bersamaan dengan bangkitnya perasaan putri itu selama saya urut mulanya start menelusuk ke tubuhnya merasakan kenikmatannya juga dan dengan tiba-tiba tanganku dipegangnya dan dibimbingnya tanganku ke halaman ladang berhiaskan lenggang melonnya yang berlimpah bugar dan saya turuti aja kenikmatan bersama ini bakal mengusap lenggang melon yang tak terbungkus itu, dan tanganku lantas menelusup diantara buah-buah itu seraya memetik-metik putingnya.

Gadis itu start mengerang nikmat, dan erangan licin dan memberi isyarat tanganku bakal lantas dan lantas memilin puting buahnya yang semakin menegang. Baru saya sadari bahwa bakal kali mula mula saya merasakan puting putri yang menegang asalkan berulang terangsang dengan erangannya yang membuat penisku yang bermula mulanya iring mengeras tambahan memencet di di celanaku yang sebenarnya sudah tersedia bakal beranjak kerja, bakal melainkan bakal selagi tertunda. “Eehh… Mas.. gelii.. tapi nikmat, aahh.. eehmm aduuhh nikmat mass..” Posisi dia detik itu seraya bersimpah membelakangiku, dan tiba-tiba dia menyandar ke dadaku seraya menengadahkan mukanya dan mulutnya mengendus-endus leherku.

Tanpa lempar waktu, mulutku joke kuenduskan ke lehernya dan selanjutnya congor kami sama-sama berpautan, sama-sama mengulum dan sama-sama menjulurkan alat perasa dengan padat nafsu, selagi tanganku lantas menyusuri buah-buah yang berlimpah itu bakal meningkatkan kegairahannya, berulang lengan putri itu start buyar kesadarannya sama kenikmatan itu dengan ditandai kegairahannya bakal melepas kaitan gaun bawahannya dan dilanjutkan ke kancing-kancing blousenya.

Kembali kesadaranku tertegun bakal mula mula kali saya menikmati keutuhan raga seorang putri yang cuma mengenakan CD-nya. Namun bakal detik itu juga saya terperanjat, “Eiitt, Nina ini sudah pukul delapan, saya mesti beranjak gawai wahh, saya terlambat”, kataku. Kami sama-sama tertegun penglihatan dan sama-sama seringai tertahan dan kabin kecil hari kami berpeluk cium, seraya saya berkata, “Entar saya beranjak dan saya cepat kembali, cuma bakal berharap ijin apabila saya tersedia keperluan yahh, gimana?”.
“He.. eh, Mas entar kita terusin berulang iya Mas, tapi ikrar lho, ehh tapi Mas?”.
“Kenapa Nan…” tanyaku.
“Mas kemot dulu dong lenggang dadaku, ntar terkini dapat berangkat”.
Achh lagi-lagi kenikmatan yang tak dapat ditunda pikirku, dengan “terpaksa” saya kemot putingnya dan dengan padat antusiasme saya kemot lenggang dadanya mencapai nyaris merata tanda kemotan di kedua lenggang dadanya, sampai-sampai si Nani tak beriktikad keganasanku. Kami sama-sama melepas pelukan yang seolah merupakan kerinduan yang selama ini lamban terpendam.

Kebetulan kantorku cuma beberapa ratus scale bermula kediaman kost yang saya tempati. Selesai saya menyampaikan alasan yang dapat diterima atasanku, cepat saya bergegas balik lagi. Ketika saya mencapai dirumah, yang benar setiap harinya hening di jam-jam kerja, lalu menambah kegairahanku durasi saya membuka gerbang hadapan yang tak terkunci, dan direk kukunci detik saya masuk. Tetapi pintu-pintu kabin tertutup. Maka yang mula mula saya tuju merupakan kamarku. Aku singkap kamarku bakal ubah baju kerjaku dengan hasrat bakal ubah baju kaos dengan lancingan pandak saja.

Aku singkap baju dan celanaku 1 persatu, dan detik saya cuma kenakan lancingan dalamku, tiba-tiba bermula belakang, Nina si putri itu sudah di kabin kecil mendekapku dan ohh, menakjubkan…, rupanya sedari mulanya dia saya tinggalkan, dia tak berulang kenakan bajunya seraya lantas menanti di kamarku. Maka balik kenikmatan dini itu saya teruskan lagi, dengan sama-sama meraba dan dengan ciuman yang padat antusiasme dan kami masing cuma mengenakan lancingan di saja, sehingga jangat kami dapat sama-sama bergesekan merasakan dekapan secara penuh, selagi kami berpelukan dan congor berciuman, penisku merasakan keempukan tonjolan buari di pangkal pukang Nani yang seolah terbelah 2 memberikan rumah ke gagang penisku. Sedangkan dadaku merasakan tonjolan lenggang dadanya yang licin dan torehan puting susunya di dadaku. Tanganku bergerak bermula punggungnya beralih ke pantatnya yang bundar bakal saya remas-remas, berulang tangannya konstan memegang celebration dan kepalaku dengan mulut, tepi dan alat perasa sama-sama mengulum. Lama kami di kedudukan berdiri “Eeehh… mmaas eehh eegh enaak cinta kasih ngg…, teruss, teruss… gelii… egghh eenaak” erangnya yang setiap detik pergi bermula mulutnya.

Kegairahan dini itu kami lanjutkan di dek kamarku bakal sama-sama berguling dan konstan sama-sama rangkul menaikkan antusiasme petting kami yang mula mula kali di dek kamarku. Maklum kabin indekost dengan ajang tidurku yang seadanya dan pas-pasan yang absolut minim betul bakal kegairahan petting yang memuncak di dini itu.

Dengan bebas lengan kami sama-sama bergerak ke lenggang dada, penis, puting dan 1 kondisi selama ini yang beres obsesiku merupakan keinginan yang terpendam bakal mengemot puting asalkan melihat lenggang dada cewek yang sedemikian bahenol dan menggairahkan, lalu saya tumpahkan obsesiku di kenikmatan dini itu bakal mula mula kalinya. “Mass cinta kasih terruss kemot pentilku.. mmaass gelii, geelii,… eehm Mas nikmat.. lantas jilatin pentilku teruss saya peengin di jilatin lantas pentilku..”. Dengan padat antusiasme mula mula saya puaskan menjilati putingnya yang saya rasakan semakin menegang dan begitu juga dengan penisku, seraya saya gesek-gesekkan ke tonjolan buari di selangkangannya.

Aku balik kira takjub momen gagang penisku merasa berair detik saya gesekkan di tonjolan buari pangkal pukang Nina yang berulang memakai CD, yang apalagi penisku seorang diri belum mengeluarkan cairan sperma. Maka seraya mulutku mengemot dan menjilati puting susunya, tanganku mencoba meraba pangkal pukang Nina diantara belahan daging, bakal melainkan tiba-tiba dia memekik “A’aa ehh jangan dulu Mas nggak kebal gelinya”.

Maka selagi saya lepaskan balik dan lengan ku balik meremas lenggang dadanya seraya memilin-milin putingnya “Mass… he’eh begitu kemotin pentilku teruss.., susuku diremass-re’eemas… e’eenak eeh… ehghhm… yangg geli…”. Penisku lantas saya gesek-gesekkan dicelah pangkal pukang Nina, “eeh,,eehh… eehh… eehh… eeheh… eh”. Demikian lenguhannya setiap saya gesek selangkangannya. “Mas… betot CD-ku dan lepaskan celanamu…”, mencapai di ucapan Nina tersebut lalu selagi kami terlepas pergumulan itu seraya saya dengan ragu dan deg-degan menarik pelan-pelan CD-nya yang berulang di kondisi celentang selagi saya bersimpah dan dia start angkut kakinya ke atas detik CD-nya start bergeser meninggalkan pantatnya, seraya lantas kutarik perlahan-lahan dengan sama-sama berpandangan alat penglihat bersama senyum-senyumnya yang nakal, lalu saya dihadapkan dengan sembulan apa yang disebut clitoris yang ditumbuhi rambut-rambut licin sececah ikal dan bllaass, terlepas sudah CD-nya tinggalah antara rapat-rapat menganga rada pinkish dan rada berair dengan sececah leleran cairan pekat bermula bolongan kenikmatan itu.

“Nin.. mengapa sih” tanyaku nakal, “Apanya… Mas” sahutnya seraya senyum, “Kalau dikemot-kemot payudaranya sama pentilnya tadi”. “Aduh rasanya geli banget, rasanya berhararta akan binasa aja tapi nikmat iih geli”. “Enggak perih dikemot dipentilnya tadi” tanyaku, “Enak.. Mas, rasanya pingin terus, apabila sudah yang kiri, lantas pingin yang kanan, rasanya pingin dikemot bareng-bareng sama congor Mas. Terus di liang kewanitaanku beres ikut-ikutan geli nyut-nyutan mencapai saya eeghh.. hemm gimana yach bergidik. hhmm” akunya. “Terus pingin berulang nggak dikemot-kemot?” tanyaku penasaran. “Iiih… Mas nakal, ya.. Pingin berulang dong”, seraya tangannya merayap ke selangkanganku yang berulang memakai CD, memencet penisku yang menonjol dan juga meremas. “Kalau muda Mas rasanya gimana tuh apabila kupegang-pegang gini?, geli nggak?” keingin-tahuannya mega juga. “Sama nikmat rasanya, pengin lantas dielus-elus sama Nina terus, geli eh-eh… eh” dengan penasaran dia mengesek-gesek betul bolongan penisku, beres geli rasanya.

“Kalau ininya dipegang-pegang gini gimana Mas?” seraya dia menggengam dan raba-raba lenggang pelirku.” Yah nikmat juga” tegasku seraya saya elus-elus pahanya yang tak begitu jernih tapi mulus. “Eh.., Mas mulanya kutipu, pura-pura sakit, ludes Mas kelihatannya masa bodoh saja”, seraya dia seringai bandel menggoda. Brengsek juga nih anak batinku, berani juga ngerjain aku. “Mas.. selama seminggu ini kita cuma berdua aja dirumah, lantas gimana enaknya Mas?” tanyanya seraya usil meremas-remas penisku yang konstan berdiri berulang saya memilin-milin puting susunya yang juga konstan tegang, “Kita kelonan lantas aja seminggu ini tengah hari ataupun malam”.

Kebetulan kerjaku selama ini cuma mencapai pukul 14.00 sudah pulang. Dia menggoda “Terus kelak apabila kelonan lantas Mas kelak nggak tersedia yang nyediain santap gimana dong”. “Yah nggak perlu santap asal kelonan lantas sama Nina entar kenyang”. Dia bangkit dan memelukku erat-erat dan diciuminya bibirku seraya lidahnya dijulurkan ke kerongkonganku. Sambil melepas dia berkata “Mas kita kelonan berulang yuk mencapai sore, lantas kelak bersiram bareng”. Tanganku start mengelus clitorisnya dan mulutku lantas mengulum bibirnya dan balik dia celentang di dek dan saya start menindihnya “Mas.. apabila gini lantas saya rasanya akan kolaps kenikmatan eehh… M eghhmm… aduuh… nikmat Mas di memekku.. geli rasanya teruuss eeghh… eghh”. Dan saya rasakan clitorisnya semakin basah, dan dengan lahapnya ujung tangan tengahku saya mencopot bermula clitnya bakal kujilati jariku dan saya rasakan nikmat gurihnya cairan pekat seorang cewek mula mula kalinya. “Eeehh.. eennak… aahh.. aahh uuhhgg uughhg uuhh… ehhehh” detik jariku balik menelusup kedalam bolongan clitorisnya.

Lenguhan mulutnya dan dengus napasnya menaikkan gairahku yang makin meningkat tapi saya ragu bakal menuruti naluriku mencoba memasukkan penisku ke bolongan senggamanya. Maka selagi saya kebal walupun penisku joke juga sudah semakin berair sama lendirku juga. Aku start merayap kebawah selangkangannya dan mulutku berhadapan dengan clitorisnya reduction dia sadari akibat matanya terpejam menikmati antusiasme yang dirasakan, detik lidahku start menjilatlubang clitorisnya, balik dia terpekik “aahhuughh huu… hu… egghh aduh… eggh nikmat, aduhh saya gimana nih Mass aahh saya nggak kuat, Mass… Mas.. eghh.. egh hhgeehh… Mas.” seraya dia saya perhatikan pantat, paha, alat pencernaan dan kakinya seolah kaku bagai kesakitan melainkan saya bimbang apabila dia sakit, dan malahan kepalaku dia memencet perkasa ke selangkangannya seraya lantas berteriak “hehehggheh ahh… ehhehh… huhh… mass… aku.. akuu rasanya… eghh” dan dia bangkit seraya menarik CD-ku yang berulang saya kenakan, dan blarr, penisku menantang berdiri “Mas masukkan Mas.. eeghheghh” dan dia angkut kakinya seraya celentang dia bentangkan lebar selangkangannya seraya tangannya membimbing penisku memasuki clitorisnya. “Mas.. guncang Mas eghh Mas yang dalam… guncang lantas selangkanganku aduhh eghh Mas enakk”.

Sambil melipat kaki, selagi tanganku sebagai tumpuan dan dengan bobot tubuhku saya tindihkan dan kuamblaskan penisku ke bolongan yang sedari mulanya sudah menunggu, dan saya rasakan sedotan bolongan yang amat banyak perkasa di gagang penisku yang rasanya dikemot-kemot. “Eehhgehhg… teruss. teruss Mas… maass nikmat guncang lantas aduuh rasanya saya nggak perkasa mass tersedia yang pergi eghh.. eeghh. eehhgg aduuhh.. mass…” “ahhgg-agh… Nani saya aduh egghh, Nani rasanya memekmu ngemot eghh eehhmm… nikmat… lantas sedot” “Mass nikmat… sekali nikmat… di sekali. Aahh aduh… hhaghhah Mass.., saya akan keluarrr”. “Aku juga Nan… ahhgh saya sudah akan keluar.. ahgghhah”. Dan saya mencopot penisku detik dia begitu bergetar dan menyedot sesap penisku sehingga saya tak kebal berulang bakal menyemburkan spermaku dan detik itu saya merasa dia terlepas bermula penisku, dia bangkit dan menyongsong gagang penisku dengan mulutnya menyambut semburan spermaku seraya tangannya menggosok bolongan clitorisnya, ditimpali dengan lenguhannya yang tak beraturan dimulutnya “Cppokklep.. plekk.. clepk.. clkek.. cslckek” suara mulutnya mengemot dan menyedot penisku selagi saya terasa bergetar dan tenagaku berangsur-angsur lemas, mencapai dia menjilati bekas benih di penisku dengan bersih.

Sesaat kabin kecil hari saya bobok ditempat tidurku tengah hari itu kelonan berdua yang tak terasa sudah pukul 3 sore, dan terkini kabin kecil hari bangkit dengan raga terasa kira pegal. Kami balik berpagut lamban dengan sama-sama rabaan dan remasan berulang di kondisi reduction busana. Akhirnya kami bersiram bersama dengan cairan yang sebelumnya kami. Itulah pengalaman mula mula kaliku menikmati hubungan kelamin dengan seorang putri desa bernama Nani.

Claim your 30 min FREE Chat ! Try Now !

Next Page »