Lebih Menghibur, AXN Beyond Ganti Nama Jadi beTV

March 30, 2012

JAKARTA- Mulai 2 Apr 2012, saluran AXN Beyond berubah menjadi saluran Televisi hiburan yang baru di Asia: beTV!. Saluran yang akan memberikan suguhan tayangan-tayangan ringan dan segar serta menggugah.  
beTV adalah destinasi utama untuk tayangan ringan terbaik, beTV adalah tempat penonton bisa duduk santai dan menikmati tayangan-tayangan serta tokoh-tokoh favorit atau baru, rileks, tertawa, atau sekedar melepas lelah.
 
Program-program unggulan beTV di bulan Apr ini adalah sequence sitcom baru Rob yang diciptakan dan dibintangi aktor kocak Rob Schneider (Deuce Bigalow dan The Hot Chick) yang diambil dari kisah cinta kilat, kehidupan dan pernikahannya dengan produser TV asal Meksiko, Patricia Azarcoya Arce. Selain itu, ada tayangan kocak “I Get That A Lot” yang merekam reaksi publik saat melihat selebriti papan atas Hollywood menjalani pekerjaan sehari-hari. Demikian rilis yang diterima BeritaMusik, Jumat (30/3/2012).
 
Dalam sequence Rob, Rob Schneider memerankan sosok arsitek lansekap yang sukses namun memiliki recurrent compulsive commotion (kelainan dan pikiran akibat kekhawatiran yang tidak masuk akal). Setelah menjalani kisah cinta kilat selama enam minggu dengan Maggie (Claudia Bassols, Spain… on a Road Again), wanita yang jauh lebih muda, cantik dan pintar, keturunan Meksiko dan bekerja sebagai penerjemah, ia memutuskan untuk menikahi perempuan yang sebenarnya tidak sepadan dengannya itu.
 
Setelah kawin lari ke Las Vegas, pasangan ini harus memberitahukan berita pernikahan mereka kepada orang tua Maggie yang penuh praduga dan terlalu melindungi anak kesayangan mereka. Sang ibu Rosa (Diana Maria Riva, Our Family Wedding) dan ayah Fernando (Cheech Marin, Once Upon a Time in Mexico), beserta seluruh anggota keluarga besarnya, sangat terkejut dengan berita itu, terutama sinis dengan pilihan pasangan hidup yang diambil Maggie, kecuali paman Maggie, Hector (Eugenio Derbez, Jack and Jill), sosok yang tidak disukai di keluarga, yang langsung mengumumkan bahwa ia adalah sahabat baru Rob.
 
Bujang lapuk yang baru saja menjadi bagian dari keluarga besar Maggie yang berdarah Meksiko-Amerika dan punya hubungan kekerabatan sangat erat, Rob kini harus beradaptasi dengan berbagai perbedaan budaya dan ketidakpuasan para anggota keluarga Maggie tentang diri Rob.
 
Para ipar menganggap Rob tidak pantas untuk Maggie, karena Rob adalah sosok yang tidak peka, pendek, tua, dan tidak bisa memberikan upacara pernikahan akbar yang selama ini mereka ingin berikan kepada Maggie.
 
Mulai dari upaya-upayanya untuk ngobrol dengan para ipar, hingga insiden Rob merusak tempat mengenang arwah kakek Maggie yang mengakibatkan nenek Abuelita (Lupe Ontiveros, El Norte) murka, Rob melakukan apa yang ia bisa lakukan untuk merebut hati keluarga Maggie, dan bisa hidup bahagia dengan istri yang sangat ia cintai.
 
Yang juga tampil Perdana di beTV bulan Apr ini adalah “I Get That A Lot”, sequence tayangan-tayangan khusus yang menghadirkan para selebriti Hollywood yang menjalani pekerjaan sehari-hari seperti pramusaji, pramuniaga, dan kasir yang disertai kamera tersembunyi untuk merekam reaksi para konsumen dan orang-orang yang lewat. Saat didekati oleh orang-orang yang mengenali mereka, para selebriti akan berkelit dan bilang “I get that a lot” "Oh saya memang sering disebut mirip selebriti” hingga akhir segmen.
 
Saksikan reaksi dan betapa kagetnya publik saat melihat supermodel Heidi Klum bekerja di restoran Pizza; Paris Hilton sebagai staf SPBU, aktor dan rapper Ice-T berjualan sepatu; penyanyi nation LeAnn Rimes menjadi pramusaji; penyanyi-aktris Jessica Simpson sebagai teknisi computer; idol fesyen Tim Gunn menjadi kasir restoran cepat saji; Pamela Anderson menjual pakaian dalam di opposite Victoria's Secret; Jerry Springer menjadi pelayan di restoran Italia; serta pembawa acara dan pakar gaya hidup Martha Stewart sebagai staf toko perlengkapan kerajinan tangan!
 
Saluran yang bisa disaksikan di 15 negara di Asia, beTV, dimiliki sepenuhnya oleh Sony Pictures Entertainment dan dikelola Sony Pictures Television Networks, Asia, yang juga mengoperasikan AXN, Animax, Sony Entertainment Television dan ONE.
(uky)

Anya Dwinov: Kita Enggak Perlu Ikut-ikutan Melanggar Hukum

March 27, 2012

Pengantar Redaksi

Anya Dwinov memiliki berbagai macam kesibukan. Selain dikenal sebagai presenter dan pemain sinetron, ia juga tergolong orang yang peduli dengan masa depan dan menapak sebagai pengusaha.

Salah satu bentuk pemikiran jangka panjang Anya tampak dari langkahnya berwirausaha di bidang kuliner dan berinvestasi properti. Akan tetapi, ia menyadari keterbatasan waktu dan tenaga. Untuk itu ia menggandeng mitra kerja. Kuncinya, memilih mitra yang memiliki pemikiran sejalan dengan Anya.

Ia tidak segan-segan menganggap dirinya kuno. Tidak heran Anya memilih menabung dalam bentuk emas dibandingkan dengan berinvestasi saham. Selain menyimpan emas, ia juga lebih nyaman menanam investasi dalam bentuk properti.

Segala kesibukan Anya tidak membuatnya kelelahan, apalagi berpuas diri. Kini ia bermimpi lain yang tidak jauh-jauh dari properti, yaitu memiliki hotel sendiri. Sebagai manusia, Anya ingin meraih hasil terbaik dari usahanya dan mengoptimalkan potensi yang ia miliki.

Saya tertarik pada trik bisnis Anda. Dengan rendah hati Anda berkata mengikuti orang Madura, yakni menyimpan kekayaan Anda dengan menabung dalam bentuk emas. Ajari saya trik-trik usaha dong?

(Sukurno Atik Setiawan, xxxx@rpxholding.com)

Wah, syukur deh kalau trik saya ternyata bisa Anda gunakan juga, lumayan ya, bisa berhias sambil menabung. He-he-he....

Mengenai trik usaha saya yang lainnya, tidak banyak berbeda dengan wirausaha lain. Dasarnya kita sama. Paling yang bisa saya tambahkan... Keinginan manusia untuk terus berkembang adalah wajar, tetapi jangan sampai salah melangkah, apalagi berinvestasi dengan diiming-imingi hasil yang besar.

Pelajari dan cermati offer atau perencanaan yang ditawarkan kepada Anda, periksa dan double check latar belakang serta pengalaman dari bentuk usaha tersebut, juga orang yang menawarkannya.

Karena kaki dan tangan kita cuma sepasang, usaha-usaha tambahan kita sering membutuhkan partner/mitra. Pilihlah mitra yang ritme kerja dan pemikirannya sejalan. Pemilihannya dapat dimulai dari kawan yang Anda sudah kenal lama dan dekat (meskipun tidak selalu menjamin), minimal kita sudah mengurangi risiko terkejut oleh cara berpikir dan ritme kerja orang yang baru kita kenal.

Saya selalu bilang kepada semua orang, karyawan-karyawati sampai mitra saya, bahwa saya tidak punya kemampuan telepati alias membaca pikiran orang. Jadi, daripada bicara (curhat) kepada sesama yang tidak memiliki kompetensi untuk mengambil keputusan dalam melakukan perubahan, lebih baik bicarakan sama saya langsung, tanpa berbelit-belit. Termasuk kekecewaan atau ketidaksetujuan terhadap saya.

Kiat-kiat apa yang Anda lakukan dalam berinvestasi? Apakah pernah mengalami kerugian?

(Bambang Harianto, Batam)

Saya termasuk orang yang kuno, jadi saya lebih nyaman untuk berinvestasi pada hal-hal yang bisa saya pegang dan awasi sendiri. Hal-hal seperti investasi di saham (reksa dana dan sebagainya) bukan hal yang memikat saya saat ini. Jadi saya lebih nyaman menaruh uang di usaha yang bisa saya kelola dan jalankan sendiri, atau properti, atau di tabungan saja.

Perihal tabungan, ada tips yang bisa saya bagi untuk orang-orang yang ingin menabung sedikit-sedikit. Buka rekening kedua di bank yang sama dengan rekening penerimaan gaji, tetapi jangan ambil fasilitas ATM, m-banking, e-banking, atau fasilitas apa joke yang mempermudah uang itu keluar dari rekening tersebut. Jadi rekening itu murni untuk ”celengan” saja. Setiap bulan begitu terima gaji, langsung send sekian persennya, bisa 10-30 persen, ke rekening celengan itu.

Bisa juga, belilah properti meskipun semurah apa pun. Properti yang surat-suratnya benar pasti akan menjadi investasi jangka panjang yang menguntungkan. Tips dari saya: jangan membeli vila peristirahatan jika ingin dijadikan properti investasi, kecuali berpikir untuk dikembangkan sebagai tempat usaha. Ruko/rukan menjadi pilihan investasi properti yang terbaik karena pale mudah naik.

Alhamdulillah saya belum pernah mengalami kerugian. Mudah-mudahan segala usaha pencegahan yang saya lakukan bisa menjauhkan diri saya dari kerugian.

Mbak Anya, sebagai seorang pengusaha, apakah Anda taat membayar pajak?

(Adrian Hernando, Cirebon)

Tentu saja dong.


Mbak Anya Dwinov, bisa kita kerja sama di bidang agen perjalanan dan sebagainya?

(Muhdar Hasanat, Ternate, Maluku Utara)

Tentu, kenapa tidak? Apalagi jika kerja sama ini bisa membuka lebih banyak pilihan bagi wisatawan lokal ataupun mancanegara untuk berwisata menikmati Indonesia. Bentuk kerja sama apa yang bisa kita jalin?

Sebagai pebisnis dan tentu saja pembayar pajak, bagaimana komentar Mbak Anya soal banyaknya petugas pajak yang rekeningnya menyimpan miliaran rupiah? Mbak kesal atau enggak pedulikah sama koruptor, yang tak kunjung habis dari negeri kita?

(Susie Su Dimara, Tangerang)

Tentu saja saya prihatin. Tetapi saya santai saja. Memang menjengkelkan. Tetapi saya tidak sampai terusik lalu memutuskan tidak bayar pajak. Biar orang-orang tersebut saja yang melanggar hukum, kita enggak perlu ikut-ikutan melanggar hukum kan!?

Saya sempat bingung dengan orang-orang yang asyik ”iri-iri”-an dengan keberhasilan orang dalam melakukan pelanggaran sehingga mereka akhirnya merasa perlu mengikuti yang salah dari si pelanggar itu.

Namun, saya sudah menemukan jawaban yang cocok untuk diri saya. Saya tidak mau menyamakan diri saya satu turn dengan orang-orang yang tidak benar hidupnya. Jadi ngapain saya mengikuti sesuatu yang saya tahu itu tidak baik untuk saya. Saya adalah orang yang lebih baik daripada mereka. Lebih kaya mungkin tidak, tapi lebih benar hidupnya he-he-he.

Jadi bisa disimpulkan, saya tidak ambil hati, walaupun tetap saya harus tahu. Agar saya bisa mengukur sudah seberapa baik dan benar hidup saya ini dibandingkan orang lain. Lalu, saya bisa menepuk diri saya sendiri, sambil berkata, ”I’ve finished great.”

Namamu unik. Seperti orang Rusia atau Polandia. Apa artinya? Sepertinya kamu punya mimpi besar atas usaha yang kamu jalani. Apa sih mimpi itu?

(Willy Soen, Solo)

Sebenarnya nama saya sangat Indonesia, Dwi > anak ke-2, Nov > lahir bulan November. Tetapi nama Anya memang didapat dari Rusia yang berarti ”agung”.

Saya selalu ingin menghasilkan yang terbaik dari apa joke yang sedang saya kerjakan, termasuk usaha-usaha saya, Jadi, saya ingin fokus mengoptimalkan segala potensi yang dimiliki usaha-usaha saya dulu sebelum mulai membuka usaha yang lain.

Saya memimpikan memiliki sebuah hotel yang masuk kategori tiny oppulance hotel.

Apa yang memotivasi diri Anda sehingga bisa sukses seperti sekarang?

Jujur saya punya kemauan, tetapi saya kurang di kemampuan untuk berusaha. Bagaimana agar saya bisa mengikuti jejak pengusaha Mbak Anya?

(Sifa, Nagoya Batam)

Jika diibaratkan cara gerak tubuh, jika sudah memiliki kemauan, berarti Sifa sudah berdiri. Sekarang tinggal memulai langkah kaki pertama. Kalau sampai Sifa belum berhasil menggerakkan kakinya, alasannya kenapa? Apakah karena lemas, tidak ada tenaga, alias tidak punya modal? Atau tidak mempunyai ruang untuk melangkah alias enggak ada kesempatan karena sibuk kerja? Atau memang malas? Motivasinya kurang kuat? Takut gagal?

Telusuri diri untuk mengetahui alasannya.

Pengalaman hidup saya, yang membuat saya mudah bergerak adalah passion saya dan keinginan saya untuk mandiri secara financial, dengan cara yang benar ya.

Jadi tips saya, kalau semua hal teknis tersedia, tetapi masih malas, buat usaha dari hobi Anda dulu. Karena kalau hobi kan tanpa menghasilkan uang joke Anda masih akan fokus dan mengeluarkan usaha penuh untuk menjadikannya lebih dan lebih lagi. Apalagi kalau memiliki nilai tambah seperti bisa menghasilkan uang dari hobi tersebut. Pasti lebih berbeda saat menjalaninya.

Setelah membuka restoran, apa masih ada impian Mbak yang belum terwujud?

(Husin Sutanto, Bogor)

Saya ingin memiliki hotel kecil di mana saya bisa tinggal di sana sehingga sesekali bisa menyapa dan bersosialisasi dengan tamu sendiri. Hotel kategori tiny oppulance hotel-lah. Amiin....

 
Dalam sehari ada berapa jam waktu luang untuk bersantai, melihat begitu sibuknya Mbak Anya?

(Rudy Wiryadi, Jakarta)

Tidak pernah menentu. Kelebihan kerja seperti saya adalah kesempatan untuk mengatur waktu lebih leluasa dibandingkan orang-orang yang kerja kantoran. Tetapi kekurangannya adalah kalau sudah kerja, tidak kenal jam kerja standar kebanyakan orang, yaitu delapan jam per hari.

Saya bisa kerja satu bulan penuh tanpa merasakan tanggal merah, alias tidak ada libur sama sekali, dengan rata-rata jam kerja 12-15 jam sehari. Tetapi saya bisa mengambil cuti panjang tanpa perlu memikirkan jatah cuti yang tersisa, he-he-he. Tetapi saya usahakan jam tidur harus bisa menyentuh minimal enam jam. Di luar itu, terkadang saya bisa mendapatkan empat hari yang benar-benar kosong sehingga bisa menjadi waktu luang saya.


Apa yang lebih Mbak Anya utamakan, karier di dunia party atau bisnis yang Mbak Anya jalani saat ini? Bagaimana pula Mbak Anya membagi waktu antara karier sebagai seorang hostess dan business woman? Sepertinya Mbak Anya sibuk sekali.

(Prawatya Endrawila Pawestri, Bekasi)

Saat ini tanggung jawab di dunia hiburan tidak bisa diwakilkan oleh fisik siapa joke kecuali saya sendiri. Jadi, secara fisik saya akan lebih sering terlihat di dunia hiburan. Tetapi usaha-usaha saya tetap mendapat porsi yang sama penting. Hanya dalam tugas hariannya saya memiliki orang-orang yang melaksanakan tugas itu. Saya bisa berbagi tanggung jawab pelaksanaannya ke tim saya.


Apa pendapat Anda tentang investasi di dunia asuransi ?

(Hendry, Tangerang)

Saya rasa semua orang dan semua hal perlu diasuransikan. Sebab, kita tidak pernah tahu risiko apa yang dapat terjadi pada diri kita, kapan, dan seberapa parah. Tinggal kita harus kritis dan tahu terlebih dahulu apa yang kita butuhkan dan tidak butuhkan. Kita perlu berwawasan cukup agar tahu module asuransi apa yang kita perlu ambil dan tidak, juga dari perusahaan asuransi apa yang bisa menyediakan module asuransi yang sesuai kebutuhan dan anggaran kita.


Mbak Anya kan sudah jarang terlihat di sinetron televisi. Apakah Mbak Anya punya rencana untuk kembali ke dunia entertainment?

(Yustinus Maherdian, xxxx@rocketmail.com)

Dunia hiburan sampai sekarang tidak saya tinggalkan, hanya tipe pekerjaannya saja yang sudah berbeda. Sudah sejak tahun 2005-2006 saya fokus pada presenter, tanpa menutup pintu untuk dunia akting, hanya mungkin belum ketemu yang sesuai.

Mbak Anya kan terkenal supersibuk dengan membintangi beberapa sinetron, berprofesi presenter, dan membuka usaha restoran. Bagaimana Mbak Anya mengatur waktu pribadi, kuliah, dan karier?

(Suud, Yogyakarta)

Saya sudah tidak aktif lagi di dunia sinetron sejak tahun 2005-2006. Sesekali ikut module yang singkat, seperti FTV dan sebagainya.

Pengaturan sebenarnya sederhana saja, jadwal yang saya utamakan adalah jadwal presenter atau MC atau tugas duta saya karena untuk melakukan pekerjaan tersebut saya wajib hadir secara fisik.

Setelah itu jadwal dari bisnis saya, karena secara fisik saya bisa diwakilkan, sedangkan pemikiran dan keputusan-keputusan bisa melalui e-mail, telepon, BBM, dan teknologi lainnya yang sudah tersedia untuk mempermudah hidup kita. Lalu, barulah ”me time” saya. ”Me time” itu termasuk keluarga dan kegiatan pribadi saya.

Apa yang Mbak berikan untuk bangsa Indonesia lewat banyak kesuksesan yang telah diraih Mbak Anya?

(Ali Ibrohim, Surabaya)

Lewat usaha tiga restoran dan jasa perjalanan saya, saya sudah menambah lapangan pekerjaan di Indonesia walau tidak sebanyak perusahaan-perusahaan besar. Tetapi ini sebuah permulaan.

Melalui karier di dunia hiburan, selain bisa menghibur, akhir-akhir ini saya banyak terlibat dalam acara-acara yang membantu mencerdaskan pemirsa, melalui talkshow yang saya pandu. Tema-tema yang saya bawakan membantu pemirsa untuk bisa memiliki pandangan dan jawaban dari sisi yang berbeda. Juga tanggung jawab saya sebagai duta yang membantu menyebarkan pengetahuan dan pilihan hidup yang bisa masyarakat pilih sebagai solusi peningkatan kualitas hidup mereka.


Jika disuruh memilih, Anda lebih memprioritaskan membintangi sinetron atau berbisnis?

(Dwi Astuti, Depok, Jawa Barat)

Kalau pertanyaannya antara sinetron atau bisnis, jelas saya pilih bisnis. Sudah sekian tahun saya tidak berperan dalam sinetron.

Tetapi kalau pertanyaannya antara presenter atau bisnis, melihat dari sisi pengerjaannya, saya taruh di turn prioritas yang sama, karena saya bisa mengerjakannya seiringan. Presenter menuntut fisik saya untuk hadir di tempat kerja saat bekerja. Tetapi bisnis bisa saya kelola tanpa perlu menghadirkan fisik saya di tempat. Dengan teknologi sekarang, jika kita punya sistem manajemen, bentuk pengawasan, serta orang-orang yang tepat, kita bisa menjalankan bisnis dari mana joke kita berada.

 
Apakah Anda sudah berkeluarga? Apa arti sebuah keluarga bagi Mbak Anya?

(Juni Giarsa, Palmerah, Jakarta Pusat)

Keluarga inti saya adalah orangtua saya, kakak laki-laki saya dan istrinya, serta tiga ekor anjing saya. Lalu ada keluarga besar saya. Tetapi kalau berumah tangga, saya belum. Status saya masih lajang.

Arti keluarga bagi saya adalah impian utama saya. Saya ingin membangun dan memiliki rumah tangga saya sendiri, tetapi saat ini saya belum bertemu pria yang Tuhan siapkan untuk saya.

(bee)

Silly Ngaku TVOne Setting Acara

November 24, 2011

BeritaMusik.com - Valencia Mieke Randa atau akrab disapa Silly dipanggil oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) terkait dugaan acara gift settingan yang ditayangkan oleh TVOne. Kepada KPI, Silly menceritakan semua yang dialaminya termasuk soal adanya acara settingan tersebut.

"Jadi hari ini kami memanggil Valencia untuk mengklarifikasi soal kasus dugaan gift settingan. Seperti sudah diketahui Silly datang ke acara tersebut karena diundang oleh Fifie Buntaran, dan akan menerima bantuan untuk Nando. Nando adalah anak yang sakit dan rencananya akan diberi dana," ujar Ezki Suyanto selaku Kordinator Isi Siaran (KPI) usai menemui Silly di kantor KPI, Gedung Bapetan Jl Gajah Mada, Jakarta Pusat, Kamis (24/11).

Namun sayangnya dalam acara tersebut, Silly tidak sama sekali menerima bantuan seperti yang dijanjikan. Bahkan, Silly mendengar sendiri kalau acara tersebut hanya settingan belaka.

"Setelah acara itu, dia tidak mendapatkan dana untuk Nando. Dia diberitahu kalau acara ini adalah settingan untuk TVOne. Bahkan contributor dan produser acaranya tahu kalau ini semuanya hanya settingan dan kepentingan gambar," ujar Ezki.

Karena kekecewaan tersebutlah, Silly yang datang ke acara tanggal 10 Nov meminta kepada TVOne untuk tidak menampilkan gambar dirinya.

"Dia juga mempertanyakan kredibilitas acara tersebut dan menghubungi Fifie dan contributor TVOne dan minta untuk tidak ditayangkan," pungkasnya.  (BM/adt/dar)

KPI Persilakan Fifie Buntaran Laporkan TVOne

November 23, 2011

BeritaMusik.com - Pihak Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) tidak akan ikut campur soal rencana artis Fifie Buntaran yang akan menempuh jalur hukum, melaporkan TVOne karena merasa dirugikan. Pihak KPI melihat hal itu sebagai hak setiap warga negara yang merasa dirugikan oleh siapapun dan mempersilakan jika hendak menempuh jalur hukum.

"Itu hak dia (Fifie Buntaran). Kalau KPI pake UU Penyiaran dan P3SPS. Kalau ada pihak lain yang menempuh di luar jalur itu, ya itu hak warga negara, KPI tidak akan terlibat," ungkap Ezki Suyanto selaku koordinator isi siaran KPI.

"TVOne merasa pihak yang diundang, bukan penyelenggara. Jadi kalau dipandang itu penipuan, TVOnee kan jadi korban. TVOne juga mengatakan sebagai korban. Jadi kalau semuanya bilang korban, siapa jadinya?" sahut Judha Reksawan selaku Komisioner KPI dengan nada bertanya.

Pihak TVOne, melalui Totok Suryanto selaku General Manager Internal Affairs memberikan klarifikasi ke KPI di Gedung Bapeten, Jl Gadjah Mada no.8, Jakarta Pusat, Senin (21/11/2011). TVOne menampik terlibat dalam acara gift yang dituduhkan settingan, kedatangannya hanya meliput acara sebagaimana contributor yang lain. KPI masih akan menelusuri adanya kemungkinan kerja sama antara TVOne dan penyelenggara gift settingan tersebut.

"Itu tadi kami tanya (adanya kerjasama), sejauh mana TVOne memahami bahwa module ini benar adanya, atau hanya settingan. Walaupun di BBM contributor TVOne, seolah-olah di rapat redaksi TVOne seolah-olah penipuan, tapi mereka mengatakan hasil rapat itu tidak termasuk penipuan," ungkapnya.

TVOne tetap menayangkan acara tersebut karena menganggap acara itu benar-benar ada (aktual), meski diakui tidak disetting khusus untuk Nando, bocah yang menderita gagal ginjal.

"Tahap berikutnya kami akan memanggil pihak pengadu (Valencia Mieke Randa atau Silly), serta bila perlu dua orang yang pihak TVOne undang," ungkap Judha.

KPI menegaskan pihak pengadu telah menyampaikan keberatannya yang seharusnya berdasarkan UU Penyiaran dan P3SPS harusnya diakomodir. Tayangan memang cuma 3 detik, namun 3 detik itu sangat berharga bagi pengadu.

"Yang pasti kita sudah meminta pihak TVOne untuk menjelaskan hal-hal yang masih 'missing link' itu, lalu kami akan memanggil Valencia untuk klarifikasi. Bisa kita pertemukan dengan TVOne, tapi tergantung Valencianya, kalau hanya mau bertemu dengan KPI, kami tidak memaksa," pungkas Ezki. (BM/adt/dar)

KPI: TVOne Abaikan Keberatan Silly

November 23, 2011

BeritaMusik.com - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) melihat adanya pengabaian oleh TVOne atas keluhan Valencia Mieke Randa atau Silly yang sebelumnya sudah disampaikan. Seharusnya TVOne mengakomodir permintaan yang bersangkutan, sesuai kesepakatan.

"Bisa saja bilang 3 detik pihak TVOne. Tapi si pengadu menganggap 3 detik itu bisa saja berharga untuk dia. Jadi ini bukan soal durasi, tapi soal bagaimana ada orang yang merasa menjadi korban dalam sebuah tayangan," ungkap Ezki Suyanto, selaku koordinator isi siaran KPI.

Pihak TVOne, melalui Totok Suryanto selaku General Manager Internal Affairs memberikan klarifikasi ke KPI di Gedung Bapeten, Jl Gadjah Mada no.8, Jakarta Pusat, Senin (21/11/2011). TVOne menampik terlibat dalam acara gift yang dituduhkan settingan, kedatangannya hanya meliput acara sebagaimana contributor yang lain. Pihaknya joke mengaku sudah melakukan pemotongan.

"Klarifikasinya, memang TVOne sudah melakukan pemotongan gambar, tapi masih ada gambar yang tayang. TVOne bilang itu bukan gambar utama, tapi Valencia berada di antara orang-orang dari sisi yang ditayangkan," sambung Judha Reksawan selaku Komisioner KPI.

KPI sendiri mengaku sudah menyaksikan rekaman tersebut. Dari sisi aturan, memang gambar itu tidak salah, menampilkan Ibu-ibu yang berkumpul. Tapi dari sisi pengadu yang keberatan dari gambar tersebut.

"Menurut kami pengadu sudah diabaikan hak-haknya meskipun hanya 3 detik saja dan tidak tighten up. Dia minta hal tersebut sebelum ditayangkan dan seharusnya diakomodir," ungkap Ezki.

Soal kenapa TVOne tetap menayangkan, Ezki mengungkapkan berdasarkan pernyataan Totok, kalau acara itu benar-benar ada dan mengaku tidak tahu-menahu soal adanya settingan atau apapun itu.

"Kenapa tetap ditayangkan, karena pihak TVOne menganggap acara itu benar-benar ada, tapi tidak disetting untuk si Nando. Itu ada keluarga desainer yang minta bantu," ungkapnya.  (BM/adt/dar)

Bersihkan Nama, Fifie Buntaran Siap Buka-Bukaan

November 22, 2011

BeritaMusik.com - Artis Fifie Buntaran berusaha membersihkan namanya atas berita gift settingan yang belakangan ramai diberitakan oleh media massa. Saat ini pihaknya sedang mengumpulkan data-data dari semua pihak termasuk dari Valencia Mieke Randa atau Silly, pihak yang sebelumnya menyampaikan keberatan atas penggunaan nama untuk kepentingan tayangan Socialite di TVOne.

Sunan Kalijaga, selaku pengacara Fifie Buntaran mempersilahkan jika ada orang yang ingin melaporkan kliennya ke jalur hukum, dan pihaknya joke siap membeberkan semua fakta yang terjadi.

"Kita sekarang ini akan mengumpulkan information dari pihak TVOne, Mbak Silly dan kita. Karena klien kami sudah jelas-jelas rugi karena nama baiknya dan cenderung fitnah. Sampai detik ini belum ada karena kami akan mengumpulkan barang bukti," ungkap Sunan Kalijaga, di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta, tempat Nando dirawat, Senin (21/11/2011).

"Kalau memang ada yang mendahului dalam locus ini, kita akan buka-bukaan karena saya sudah pegang kartunya semua," tegas Sunan.

Fifie mengungkapkan kalau sudah sepakat antara Silly dan pihak TVOne untuk tidak menayangkan gambar Silly dan Nando di module itu, namun kenyataan masih muncul walaupun hanya satu detik. Silly keberatan karena acara itu hanya settingan belaka, dan tidak memberikan apapun pada Nando.

Menurut Fifie, masalahnya dengan Silly sendiri hanya sebuah mis komunikasi dan sudah diselesaikan. Fifie menyebutnya hanya masalah novice dirinya dengan aktivis sosial itu.

"Ini sebenarnya mis komunikasi saja antara saya dan Silly, tapi masalah novice saya dan Silly sudah selesai sebelum tayangan Socialite itu ada. Sebelumnya Silly dan saya sebelum konfirmasi bahwa gambar Silly tidak ada satu detik pun," jelas Fifie(BM/dis/dar)

KPI: Charity Nando, TV One Sebut Indikasi Penipuan

November 21, 2011

BeritaMusik.com - Kasus dugaan rekayasa acara penggalangan dana yang dituduhkan salah satu aktivis kemanusiaan Valencia MR (Silly) pada acara gift yang ditayangkan di Socialite TV One dan digagas oleh selebriti Fifie Buntaran memasuki babak baru. Di mana pihak Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) akhirnya memanggil TV One.

"Ini untuk merespon pengaduan masyarakat tentang acara itu. Kami mengundang pihak TV One untuk melakukan klarifikasi. Kami belum memutuskan apapun. Banyak pertanyaan yang belum dijawab," jelas Ezki Suyanto selaku koordinator isi siaran.

Disinggung mengenai kemungkinan Fifie akan dipanggil, Ezki berdalih itu merupakan hak dari TV One bukan KPI. KPI hanya berwenang menanyakan perihal pengaduan masyarakat.

"TV One bilang ada pengaduan pada Jumat (18/11) jam dua, ada komunikasi terhadap pengadu dan contributor agar gambarnya ditarik dan tidak ditayangkan. Kami juga menanyakan proses liputan seperti apa, karena katanya ada settingan untuk acara gift tersebut," lanjut Ezki.

"Yang belum bisa mereka jawab mengenai blog Silly. Tentang komunikasi seperti apa antara contributor dengan pengadu. Sepertinya pihak TV One tahu itu ada penipuan dan harusnya sebagai jurnalis fakta itu diungkapkan karena melibatkan nama Nando. Kami minta untuk diklarifikasi dan apa betul ada penipuan. Mereka bilang semua sudah diizinkan untuk ditayangkan setelah hasil rapat," tutupnya.  (BM/adt/aia)

Panggil TV One, KPI Enggan Undang Fifie Buntaran?

November 21, 2011

BeritaMusik.com - Kasus dugaan rekayasa acara penggalangan dana yang dituduhkan salah satu aktivis kemanusiaan Valencia MR (Silly) pada acara gift yang ditayangkan di Socialite TV One dan digagas oleh selebriti Fifie Buntaran memasuki babak baru. Di mana pihak Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) akhirnya memanggil TV One.

"Ini untuk merespon pengaduan masyarakat tentang acara itu. Kami mengundang pihak TV One untuk melakukan klarifikasi. Kami belum memutuskan apapun. Banyak pertanyaan yang belum dijawab," jelas Ezki Suyanto selaku koordinator isi siaran.

Disinggung mengenai kemungkinan Fifie akan dipanggil, Ezki berdalih itu merupakan hak dari TV One bukan KPI. KPI hanya berwenang menanyakan perihal pengaduan masyarakat.

"TV One bilang ada pengaduan pada Jumat (18/11) jam dua, ada komunikasi terhadap pengadu dan contributor agar gambarnya ditarik dan tidak ditayangkan. Kami juga menanyakan proses liputan seperti apa, karena katanya ada settingan untuk acara gift tersebut," lanjut Ezki.

"Yang belum bisa mereka jawab mengenai blog Silly. Tentang komunikasi seperti apa antara contributor dengan pengadu. Sepertinya pihak TV One tahu itu ada penipuan dan harusnya sebagai jurnalis fakta itu diungkapkan karena melibatkan nama Nando. Kami minta untuk diklarifikasi dan apa betul ada penipuan. Mereka bilang semua sudah diizinkan untuk ditayangkan setelah hasil rapat," tutupnya.  (BM/adt/aia)

TVOne Klarifikasi Tayangan Socialite ke KPI

November 21, 2011

BeritaMusik.com - Pihak TVOne akhirnya menunjukkan itikad baik dengan memenuhi panggilan dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Pemanggilan ini merupakan mekanisme dimana ada pengaduan yang dilakukan masyarakat kepada sebuah lembaga penyiaran.

"Kita memiliki itikad baik dengan KPI dengan memberikan penjelasan tentang salah satu tayangan kita. Mekanisme seperti ini adalah mekansime biasa, selaku KPI yang merupakan lembaga independen, untuk diskusi, makanya keberadaan publik juga kita perhatikan untuk memberikan penjelasan di sini," ujar Totok Suryanto, General Manager Internal Affairs TV One usai dipanggil KPI di Gedung Bapeten Jl.Gajah Mada No.8, Jakarta Pusat, Senin (21/11).

Pihak TVOne juga membantah jika pihaknya yang membuat acara tersebut. Namun, dalam kapasitas sebagai pihak yang diundang dalam acara yang dibuat oleh desainer Ina Lang.

"Kami jelaskan di sini bahwa kami pihak yang diundang. Kami punya gambar 3 titik dimana di gambar itu ada satu momen yang banyak narasumber, salah satu narasumber keberatan (Silly). Padahal gambar tersebut sangat umum," paparnya

"Program ini juga tidak mengangkat soal reality. Tapi mengangkat soal kehidupan sosialita yang memang sesuai dengan topik. Tapi kebetulan memang ada soal lelang pakaian," pungkasnya. 

Sebelumnyua acara SOCIALITE di TVONe sedang ramai dibahas oleh tweeple karena adanya sekelompok socialita yang membuat acara gift settingan di mana mereka memanfaatkan penderitaan anak kecil bernama Nando. Nando adalah bocah berusia 10 tahun yang menderita bocor ginjal. Namun karena gagal operasi usus anak kecil ini harus dikeluarkan, dan kondisinya semakin parah.

Seorang aktivis bernama Valencia M R yang diundang untuk datang. Setelah memberitahu orang tua Nando, aktivis ini hadir di tempat acara dan begitu haru dengan antusiasme orang-orang yang bahkan membuat bid Rp 100 juta dan 90 juta untuk baju yang dipamerkan. Ia sempat merasa begitu haru karena begitu banyak malaikat yang mau membantu Nando.

Namun usai acara ia diberitahu bahwa acara tersebut hanya settingan. Bahkan tidak ada sedikitpun bantuan yang mereka berikan untuk Nando. Kecewa dengan acara tersebut ia meminta gambarnya dan Nando sama sekali tidak ditayangkan, namun setelah melihat tayangan tersebut di TV, ia melihat gambarnya masih muncul.   (BM/adt/faj)

Tanggapan Karni Ilyas Soal Charity Settingan

November 21, 2011

BeritaMusik.com - Terkait masalah salah satu module TVOne yang disebut-sebut sebagai acara settingan dan membuat kecewa banyak orang, Karni Ilyas, selaku Editor in Chief TVOne akhirnya angkat bicara lewat akun twitternya. Menurutnya, TVOne tidak pernah membuat acara settingan atau rekayasa.

"TV One tdk pernah membuat Charity setingan.Yg benar wartawan TV One meliput Charity yg dibikin sebuah yayasan," tulisnya mengklarifikasi berita yang beredar di media sejak hari Minggu (20/11) kemarin.

Beberapa discuss yang masuk ke chatter Karni Ilyas memang rata-rata adalah bentuk protes dan kecaman dari masyarakat yang menyayangkan adanya kejadian ini. Namun Karni Ilyas sendiri mengaku tidak tahu-menahu soal acara settingan yang sedang marak dibahas di media ini.

"Wartawan TV One hanya diundang ke acara itu. Kami pimpinan tdk tahu itu environment atau tidak," jawabnya pada salah satu discuss yang masuk.

Saat dimintai tanggapan soal gift palsu oleh salah seorang tweep, Karni menuliskan bahwa kegiatan tersebut tidak palsu, "Menurut penyelenggara, kegiatan itu tidak palsu."

Klarifikasi dari Karni ini tentunya belum dapat memuaskan rasa penasaran masyarakat. Masyarakat yang sudah terlanjur kecewa atas pemberitaan settingan acara penggalangan dana untuk Nando, bocah sepuluh tahun yang menderita kebocoran ginjal ini, tentunya ingin tahu kebenaran antara keterangan Fifie Buntaran dan Karni Ilyas.  (BM/dew)

Next Page »