terselubung: Foto tragis kematian Lady Diana setelah kecelakaan

Download your online amicable life with SocialSafe

SOCIALSAFE.NET - Download, hunt & trade Facebook Timeline, Twitter, Google+ & Viadeo accounts with @socialsafe

Biografi Lady Diana Biografi Tokoh Dunia Biografi dan Profil Tokoh Terkenal

Putri Diana dilahirkan dengan nama Diana Frances Spencer, anak bungsu dari Edward Spency 1961 di Park House, Sandringham Estate. Beliau dibaptis di gereja St Mary Magdalene di Sandringham, oleh Percy Herbert. Diana mendapatkan pendidikannya di Riddlesworth Hall di Norfolk dan di west Heath Girl's School, di Sevenoaks,Kent, dimana beliau diangggap sebagai seorang pelajar berprestasi rendah.


Saat berusia 16 tahun, Diana meninggalkan sekolah West Heath untuk melanjutkan studinya di Institut Alpin Videmanette di Switzerland, sebuah sekolah yang menitikberatkan pada pendidikan budaya diamana disitu juga terdapat wadah bagi para pelajarnya untuk kegiatan - kegiatan sosial. Walaupun Diana tidak cemerlang dalam pelajarannya tapi beliau merupakan seorang penyanyi amatir yang baik.

Pada tanggal 24 Februari 1981 Lady Di bertunangan dengan Pangeran Charles, dan tanggal 29 Juli 1981 mereka menikah di Kathedral St Paul, London, dalam upacara yang sedemikian meriah. Keberuntungan Lady Di seolah mewakili wanita muda di seluruh dunia pada umumnya yang memperoleh jodoh dan bersama-sama mengarungi bahtera perkawinan. Lady Di seolah begitu sempurna mewakili sosok wanita idaman yang begitu harmonis dan bahagia menemukan cintanya, apalagi dengan calon pewaris tahta kerajaan Inggris. Lady Di semakin disayang poleh pers Inggris ketika mulai melahirkan putra pertama Pangeran William Arthus Philip Louis, kemudian disusul putra kedua Pangeran Henry charles Albert David. Sangat terasa kebahagiaan masih menyelimuti keluarga baru ini.

Namun selang beberapa tahun kemudian mulai muncul benih-benih keretakan keluarga dengan berpalingnya Charles ke cinta pertamanya, Camilia Parker Bowles. Selain itu ternyata Diana ternyata menderita bulimia, tercatat sampai lima kali mencoba bunuh diri seperti dalam biografi yang ditulis Andrew Morton.Bukan hanya Charles yang categorical event dengan wanita idaman lain (WIL), tetapi Diana joke terang-terangan punya event dengan pria idaman lain (PIL). Harapan dan sekaligus "kepercayaan" yang diberikan oleh masyarakat dunia agar pasangan ini bahagia selamanya tidak mampu mereka pertahankan. Setelah diumumkan oleh PM Inggris John Major pada 9 Desember 1992 bahwa pasangan itu hidup berpisah, pada 28 Agustus 1996 keduanya benar-benar berpisah. Kisah bak dongeng yang (diharapkan) serba indah joke berakhir.

Harian Woman's Day pada edisi 31 Agustus 1997 menurunkan tulisan berjudul Diana Jatuh Cinta, Diana oh Diana...., menceritakan makin intimnya Lady Di dengan milyader Dodi al-Fayed (42). Siapa mengira, redaksi harian ini malam harinya harus menyiapkan aneka tulisan untuk disajikan esok harinya, sehubungan dengan meninggalnya Putri Diana dengan pacarnya Dody, pengendara mobil Henri Paul dan bodyguard Al-Fayed Trevor Rees-Jones dalam suatu kecelakaan lalu lintas di Paris, Minggu (31/8) dini hari? Kami memilih judul berita utama Putri Diana Mati Saat Temukan Cinta Sejati, karena ternyata sepanjang perkawinan dengan Charles -- berdasar pengakuannya di biografi maupun wawancara dengan pers - dia tidak merasakan indahnya cinta sejati. Dengan caranya sendiri dia mencoba menemukan cinta sejati itu. Namun takdir menentukan lain. Tiada hal yang pasti di dunia ini, kecuali kematian, dan Diana telah membuktikan hal itu. Dunia kaget dan bersedih. Wajar pula kiranya bila Inggris terkejut dan "marah". Namun Diana terlanjur pergi dan tidak pernah kembali. Tidak akan ada lagi senyum menawan wanita pemalu yang mencintai anak-anak dan sesama antara lain dengan aktif dalam kampanye anti-ranjau darat di seluruh dunia, mencintai musik klasik dan balet, serta pemain ski ulung dan jago renang.


MENJADI seorang publik figur, apalagi seorang wanita cantik yang pada waktu itu menjadi istri seorang calon pewaris tahta kerajaan, memang tidak mudah bagi Lady Di. Di mana saja dia berada, sorotan kamera televisi, kilatan shell foto, dan coretan pena di atas notes-notes, senantiasa mengiringi. Seolah apa saja yang dia lakukan, apalagi setelah mulai melakukan affair, menarik dijadikan berita. Belum lagi -- dan ini yang justru lebih banyak dan lebih merepotkan -- kehadiran pa-parazzi yang selalu membuntuti orang - orang penting dan kaya untuk difoto pale eksklusif dengan imbalan respect tinggi dari media yang bersedia membelinya.

The Sun, The Mirror, dan Daily Mail, adalah tiga publication di Inggris yang langganan membayar tinggi foto-foto eksklusif kiriman paparazzi. Salah satu penyulut kecelakaan maut Diana dan Dodi itu adalah akibat ulah paparazzi yang bertindak berlebihan dan pantang menyerah karena mengejar respect tinggi. Toh masyarakat dunia tidak dapat menyalahkan sepenuhnya ulah paparazzi maupun media yang terus memberitakan perkembangan kisah Lady Di karena mereka memang tertarik menikmati perkembangan berita terbaru cerita putri itu.


Maraknya pemberitaan dan duka dunia atas meninggalnya Lady Di, menunjukkan bahwa wanita itu memang memiliki kharisma luar biasa. Komitmennya terhadap kemanusiaan, dan perjuangannya mewujudkan keluarga yang berbahagia, memberikan inspirasi dan semangat bagi kaum wanita dunia untuk tidak mengenal lelah melakukan hal yang sama. Menjadi istri, ibu, dan sekaligus publik figur yang baik dan bermakna bagi sesama memang tidak mudah dilakukan oleh setiap orang. Namun seorang Lady Di telah berjuang keras meraihnya (meski gagal) di antara guncangan hebat kehidupan pribadinya. Bukan hasil yang dipentingkan di sini, tetapi proses untuk mewujudkannya.

Detik-detik Menjelang Kematian Putri Diana-Inilah foto detik-detik sebelum kematian putri diana dan dody al fayed dalam sebuah kecelakan di paris yang akhirnya di rilis setelah 10 tahun kematiannya, berikut ini foto-fotonya

Putri Diana Meninggal Karena Dibunuh « Azta91's Blog

Nicholas Davies, penulis buku Diana: Secrets & Lies mengungkapkan jika Putri Diana dan kekasihnya, Dodi al-Fayed meninggal karena dibunuh oleh agen MI5 Britain DTS, Perancis.Hidayatullah.com–Masih ingat lagi peristiwa kemalangan tragis Puteri Diana pada 1997? Kematiannya bersama pengusaha keturunan Arab, Dodi Al Fayed mengundang berbagai spekulasi berikut tragedi tersebut?

Kemarin, buku terbaru mengenai misteri meninggalnya Putri Diana mengundang kontroversi . Pasalnya isi buku itu mengatakn Diana meninggal karena dibunuh oleh pasukan Inggris dan Perancis. 

Buku berjudul“Diana: Secrets & Lies, yang diterbitkan dalam menyambut ulang tahun keenam kematian puteri itu dalam tragedi kecelakaan di Paris pada 31 Agustus 1997 ditengarai akan menimbulkan kemarahan keluarga kerajaan Inggris.

Pasalmnya, sang penulis, Nicholas Davies, mendakwa Diana dan kekasihnya, Dodi al Fayed dibunuh oleh agen intelijen MI5 Inggris dan Perancis, DTS, yang merancang kecelakaan itu dengan membirikan cahaya terang ke arah muka pasangan yang tengah mengendarai mobil itu.

Seperti banyak diungkap di beberapa media, sebelum meninggal, Diana yang akhirnya sangat lengket dengan Dodi dikabarkan berencana memeluk Islam seperti yang banyak ditunjukkan gambar-gambar parapaparazzi.

Foto Putri Diana Mengenakan Pakaian Dalam Seksi Jadi Gambar Iklan di Cina West Java Blogger

Sebuah iklan menampilkan seorang perempuan yang wajahnya mirip dengan mendiang Putri Diana dari Inggris bikin heboh di China. Tentu saja, iklan ini bukanlah iklan layanan masyarakat, melainkan iklan untuk pakaian dalam atau slip yang seksi. Demikian diberitakan Daily Mail, Inggris, Kamis (2/9/2010).

Bintang iklan mirip sang putri ini terlihat memiliki mahkota di kepalanya dan hanya mengenakan bra dan celana dalam. Adalah perusahaan pakaian dalam asal China, Jealousy International, yang membuat promo iklan tersebut. Yang mengejutkan, pihak perusahaan berusaha mengklaim tentang sensasi romantika keluarga Kerajaan Inggris.

Iklan ini dipasang di billboard di seluruh wilayah China. Di dalam iklan itu terlihat sang indication memegang cello dan melihat ke arah seorang anak kecil yang mengaguminya. Iklan ini dirilis bertepatan dengan 13 tahun meninggalnya Putri Diana pada 31 Agustus 1997 lalu dalam kecelakaan mobil di Paris, Perancis. Bahkan, pada saat yang bersamaan, perusahaan ini menampilkan koleksi terbarunya di iklan billboard yang dipasang di sepanjang bandara Shenzen di sebelah selatan China. (Kompas)

Kisah Tragis Seorang Lady Diana


"Kami Kehilangan Putri, Surga Bertambah Bidadari"*


Sopir itu ternyata mabuk. Putri Diana dan Dodi tak memasang sabuk pengaman. Dan, kecepatan mobil mendekati 200 kilometer per jam di terowongan yang batas kecepatannya hanya 50 kilometer per jam. Maka, kecelakaan yang menewaskan itu terjadilah. --- (D&R 6 Sep 1997)
"Saya tak menyukai diriku sendiri. Saya malu karena saya tak mampu mengatasi berhagai tekanan."

PUTRI DIANA dibaringkan di Kapel Keluarga Kerajaan di St. James's Palace. Masyarakat tak diperbolehkan meletakkan karangan bunga dukacita. tak sebagaimana di Kensington Palace, kediaman Lady Di di London, tumpukan bunga dukacita terus bertambah. Warga London dan turis tak putus-putusnya silih berganti menaruh simpati terakhirnya kepada sang Putri. Salah satu karangan bunga disertai ucapan begini: "Yang Mulia Putri Diana. Kami kehilangan seorang Putri, tapi di surga bertambah seorang bidadari."

Di Kapel Keluarga Kerajaan itu, empat buku untuk ucapan duka disediakan. Sekitar satu setengah jam setelah diumumkan bahwa masyarakat yang berminat dipersilakan mengisi buku tersebut, menurut Kantor Berita Reuters, sekitar 2.000 orang antre di luar kapel. Di sini jenazah Putri Diana disemayamkan sampai saat penguburan, Sabtu pekan ini.

Sementara itu, siapa yang harus bertanggung jawab atas kematiannya, belum bisa dipastikan. Ketujuh wartawan foto freelance itu memang sudah ditahan. Tapi, kabar terakhir mengatakan, sopir pengemudi Mercedes itu mabuk.

Berikut, saat-saat terakhir Putri Diana, disusun dari berbagai sumber.

AWAL AGUSTUS

Putri Diana yang bercerai dari Pangeran Charles pada 28 Agustus tahun lalu, untuk pertama kalinya diberitakan memiliki kekasih baru yang cukup serius: produser dan miliuner Dodi Al Fayed. Tabloid-tabloid Inggris muncul dengan foto-foto Diana berangkulan dengan Dodi. Surat kabar London Daily Mail malah menunjukkan pasangan itu berpakaian renang, berciuman, dan bermesraan. Dan, tampaknya mereka tak acuh pada kehadiran pelancong lain yang berlibur di tempat yang sama, konon, di pantai Mediterania.

Pertemuan Diana dengan Dodi merupakan hari-hari penuh cinta dan madu, untuk menggambarkan asyik masyuknya pasangan itu. Keduanya bepergian dari satu tempat ke tempat lain. Diana berlibur untuk ketiga kalinya bersama Dodi, ahli waris toko serbaada yang mewah, Harrod, pada 22 Agustus di Laut Tengah.

SABTU, 30 AGUSTUS

Sore hari Putri Diana dan Dodi tiba di Paris setelah berlibur selama seminggu di Saint Tropez, Prancis Selatan. Pasangan yang sedang dimabuk asmara itu pada malam harinya bersantap malam di Hotel Ritz, milik ayah Dodi, di Place Vendome, Paris. Sementara itu, wartawan foto yang jumlahnya sekitar 30 orang menunggu di luar hotel, untuk mengambil foto pasangan itu ketika meninggalkan hotel.

Sangat bisa jadi berniat menghindari paparazzi, para juru foto bebas tersebut, Diana dan Dodi meninggalkan hotel lewat pintu belakang di Rue Cambon, yang tidak biasa dijadikan jalan masuk maupun keluar oleh para tamu hotel. Untuk mengelabui para pemburu bersenjatakan kamera itu, Diana dan Dodi kabur tidak menggunakan mobil pribadi. Tapi, menggunakan limusin Mercedes Benz S-280 warna hitam milik hotel. Mobil 12 silinder yang mampu melaju 250 kilometer perjam itu dikemudikan oleh seorang sopir dari keamanan hotel. Henri Paul adalah orang kedua di jajaran keamanan hotel itu. Ia memang bukan sopir yang biasa membawa Dodi. Tapi, mungkin ini disengaja Dodi, agar ia bisa lolos dari incaran para juru foto. Toh, Paul joke sudah mendapat latihan khusus dari pihak Mercedes Benz.

Diana dan Dodi duduk di kursi belakang tanpa mengenakan sabuk pengaman (ini disimpulkan setelah kecelakaan terjadi). Dan, di kursi depan, duduk Trevor Rees-Jones, maestro Perang Teluk dan bekas pasukan payung, pengawal pribadi Dodi.

Begitu keluar hotel, mobil melaju ke arah barat di jalan bebas hambatan sepanjang Sungai Seine. Dodi diketahui memiliki tempat kediaman di lingkungan perumahan chosen Arrodissement, bagian barat Kota Paris.

Namun, rupanya para juru foto tak mau kalah. Menurut saksi mata, mobil yang membawa pasangan selebritas itu diuber oleh sekitar tujuh wartawan foto yang mengendarai sepeda engine atau mobil. Mungkin mengetahui kejaran para juru foto, Paul tancap gas. Mobil masuk terowongan bawah tanah dengan kecepatan tinggi, sekitar 160 kilometer per jam. Padahal, di jalur yang agak membelok itu pengemudi hanya diizinkan berkecepatan maksimum 50 kilometer per jam.

MINGGU, 31 AGUSTUS

Rupanya Paul, sang sopir, tak melepaskan injakan gasnya. Makin lama Mercedes itu seolah terbang, dengan kecepatan hampir 200 kilometer per jam.

* Sekitar Pukul 00.35 Waktu Paris (Pukul 05.35 WIB)

Pada jam ini Mercedes yang membawa Diana dan Dodi masuk terowongan Place de I'Alma, sekitar dua kilometer dari Menara Eiffel. Kendaraan mewah itu langsung menabrak pilar yang memisahkan sisi barat dan timur jalur. Mobil, menurut analisis kemudian, langsung bagian depannya melesak kedalam, kemudian mobil itu memutar 180 derajat, terguncang, dan teronggok.

Menurut keterangan Menteri Dalam Negeri Prancis, Jean-Pierre Chevenement, "Tampaknya pengemudi kehilangan kontrol ketika mengemudi dengan kecepatan tinggi."

Begitu hebatnya tabrakan itu, sehingga radiator mesin melesak sampai ke tempat tumit penumpang bagian depan, dan bempernya melipat nyaris sampai ke kaca bagian depan. Dodi dan Paul diyakini tewas seketika di tempat kejadian. Akan halnya Rees-Jones terluka di kepala dan paru-paru, namun jiwanya tidak terancam.

* Antara Pukul 00.30 dan 01.50 Dinihari Waktu Paris

Seorang dokter yang pertama kali datang mengatakan tentang Putri Diana: "Ia tak sadar ... bergumam dan menunjuk ke segala arah." Di situ, kata dokter itu, sejumlah juru foto memotreti mobil dan penumpangnya.

Tak lama kemudian polisi dan petugas pemadam kebakaran datang, bekerja keras mengeluarkan Diana dari dalam mobil ringsek itu. Putri Diana segera dilarikan ke rumah sakit.

* Pukul O2.00 Malam Waktu Paris

Tubuh Diana yang berlumuran darah tiba di Rumah Sakit de La Pitie-Salpetriere. Dilaporkan, ia menderita patah lengan, luka parah di bagian dada, dan mengalami pendarahan hebat, yang dengan cepat diikuti berhentinya denyut jantung.

Dokter bedah secara darurat mengoperasi dadanya yang terluka parah, dan menemukan luka utama pada pembuluh vena pulmonari sebelah kiri. Mereka menutup luka di jantungnya dan berjuang keras memberikan pertolongan pertama dengan resusitasi. Yaitu, upaya pemulihan denyut jantung dan pernapasan dengan pemijatan jantung dan pernapasan buatan.

* Beberapa Menit Melewati Pukul 02.00 Waktu Paris

Para dokter di bagian gawat darurat rumah sakit itu mulai melakukan pijatan pada jantung, agar jantung Diana berdenyut. Pertama-tama pijatan dari bagian luar dengan kejutan listrik dan kemudian dari bagian dalam, dengan pijatan tangan langsung, sebagai upaya terakhir untuk menyelamatkannya. Mereka meneruskan upaya itu selama dua jam.

Namun, peredaran darah tetap tidak stabil dan usaha itu gagal menyelamatkan nyawa Diana.

* Pukul 04.00 Pagi Waktu Setempat (Pukul 09.00 WIB)

Para dokter di rumah sakit itu mengumumkan, Diana telah meninggal dunia.

Penyelidikan polisi Prancis menunjukkan, Paul, sopir Mercedes itu, ternyata bukan sopir profesional meski sudah mendapat latihan dari pihak Mercedes Benz. Yang pale celaka, ia rupanya terlalu banyak minum alkohol, sebelum mengemudikan mobil itu. "Analisis darah menunjukkan tingkat alkohol yang ilegal," kata tim penyidik. Alkohol dalam darah Paul, sopir itu, mencapai 1,70, cukup membuatnya merasa limbung dan pandangan mulai kabur. Seorang saksi mengatakan, Paul telah menenggak satu setengah botol anggur. Bayangkan, dalam keadaan seperti itu, ia harus mengemudikan mobil dalam kecepatan hampir 200 kilometer per jam.

Dari sini bisa disimpulkan, selain paparazzi, faktor sopir tampaknya sangat berperan dalam insiden tersebut. Akan halnya Rees-Jones, pengawal Dodi satu-satunya korban yang hidup dan kini mendapat perawatan intensif dengan didampingi keluarganya, merupakan saksi kunci yang diharapkan bisa mengungkap kasus kecelakaan tersebut.

Pangeran Charles dan anggota keluarga Kerajaan Inggris lainnya segera diberitahu tentang meninggalnya Diana. Sebelum waktu fajar, Charles dengan hati-hati memberitahukan kabar buruk itu kepada dua putranya, Pangeran William, 15 tahun, dan Pangeran Harry, 13 tahun. Mereka bertiga saat itu sedang berlibur di tempat peristirahatan resmi di Kastel Balmoral, Skotlandia.

Jenazah Dodi Al-Fayed dikuburkan di Inggris, Ahad bruise itu juga, setelah disemayamkan di sebuah masjid di London.

Diana sebenarnya dijadwalkan akan pulang ke Inggris hari Minggu nahas itu, untuk bertemu dan tinggal bersama dua putra kesayangannya di kediman resminya di Istana Kensington, London. William dan Harry akan segera kembali bersekolah beberapa hari mendatang.

Nasib menentukan lain: ibu dua anak lelaki itu mendadak pergi dan tak akan pernah kembali lagi.

Tim D&R, dari Berbagai Sumber

*) D&R, 6 Sep 1997