‘CINTA DI SAKU CELANA’ Rilis Trailer Seru!

May 18, 2012


BeritaMusik.com - Satu lagi datang film Indonesia yang patut diantisipasi kehadirannya. Sebuah play komedi berjudul CINTA DI SAKU CELANA yang akan rilis pada 12 Juli 2012.

CINTA DI SAKU CELANA diadaptasi dari cerpen berjudul Cinta Di Saku Belakang Celana yang terangkum dalam sebuah kumpulan cerpen bertajuk I Didn't Loose My Heart, we Sold It On Ebay! karya Fajar Nugros.

Film yang disutardarai oleh Fajar Nugros tersebut ditulis naskahnya oleh Ben Sihombing. Nama Ben sebelumnya dikenal saat menulis skenario untuk film PENGEJAR ANGIN.

CINTA DI SAKU CELANA dibintangi oleh banyak aktor aktris ternama seperti Lukman Sardi, Ramon Jusuf Tungka, Donny Alamsyah, Endhita, Luna Maya dan Agus Kuncoro.

Film produksi Starvision ini berkisah tentang perjalanan seorang pria yang mengharapkan datangnya sebuah cinta sederhana dalam hidupnya. Sayangnya, cinta berjalan tak sesederhana itu.

(BM/abs)

Ariel Tak Pacari Momo "Geisha"

May 15, 2012

Selasa, 15 Mei 2012 19:00 wib

BANDUNG - Sejak dikabarkan putus dengan Luna Maya, hingga kini Ariel masih belum memiliki kekasih. Pemilik nama Nazriel Irham itu joke disebut-sebut mendekati Momo "Geisha". Namun sahabat Ariel di "New Peterpan", David membantahnya.

"Ariel, mungkin saya kurang tahu. Enggak sih, memang kalau untuk urusan pribadi kita jarang sharing," kata David ditemui di rising website New Peterpan di Bandung.

Penegasan keyboardist Peterpan itu mematahkan kabar bahwa Ariel tengah dekat dengan Momo "Geisha". Foto-foto keakrabaan mereka yang tersebar di dunia maya hanya sebatas pekerjaan.

"Momo itu dekat karena kita kebetulan ada proyek bareng, dan Momo orangnya sangat friendly. Saya kurang mengerti ya (dekat dengan Ariel)," tutupnya.

(Go Spot/Media/nsa)

Cinta di Saku Celana, Perburuan Pahit Getirnya Cinta

May 15, 2012

Selasa, 15 Mei 2012 12:08 wib
Chaerunnisa - BeritaMusik

JAKARTA - Starvision menampilkan sebuah film yang sangat beda, bicara tentang cinta dalam gaya bertutur komedi cerdas yang menelisik untuk menertawakan kecanggungan ekspresi dalam bercinta.

Bukankah kita selalu punya cinta pada pandang pertama, walaupun banyak yang terkubur karena kita "hanya menunggu kesempatan", bukan "mengejar kesempatan" tersebut.

Cinta di Saku Celana mengajak siapa saja untuk interospeksi, belajar mengomunikasikan rasa dan cinta, sebelum rasa dan cinta tersebut menenggelamkan semangat hidup kita.
 
Cinta di Saku Celana bercerita tentang usaha seorang laki-laki mengejar impiannya. Ahmad (Donny Alamsyah), tumbuh besar menjadi anak pintar di Panti Asuhan, sejak kecil dia tak mengenal cinta.

Film ini dimulai ketika Ahmad sudah bekerja sebagai pegawai pos, dalam setahun rutinitasnya berangkat pulang ke kantor menggunakan kereta api Commuter, Ahmad bertemu sosok yang menarik hatinya, Bening (Joanna Alexandra). Dengan kamera handycam tuanya, Ahmad selalu merekam Bening dari jauh. Ahmad menemukan perwujudan cinta dalam diri gadis itu.
 
Ibu Panti Asuhan (Vita Ramona) mendengar kabar dari anaknya, Gifar (Dion Wiyoko) bahwa Ahmad tengah jatuh cinta. Bu Panti yang merasa Ahmad sudah membantu hidup anaknya yang bodoh tapi playboy, langsung membantu Ahmad, memberinya masukan agar menulis surat dan menyatakan perasaannya pada Bening.
 
Antara segan dan menuruti saran Ibu Panti, Ahmad akhirnya menulis surat cinta yang akan dia berikan pada Bening di atas Commuter. Sayangnya, tepat ketika Ahmad hendak memberikan surat itu pada Bening, seorang copet berhasil mengambil dompet tempat di mana Ahmad menyelipkan surat cintanya.

Nasib kecopetan itu memberi ide pada Ahmad, bahwa daripada bersusah payah mendekati Bening, Ahmad meminta bantuan copet dari Pasar Senen bernama Gubeng (Ramon Y Tungka), dengan iming-iming imbalan uang. Gubeng si pangeran copet bersedia mencopetkan cinta untuk Ahmad.
 
Tapi pada hari Gubeng menjanjikan datang membawa cinta hasil copetannya, Gubeng tak datang, Ahmad joke meradang. Cinta membawa Ahmad bertemu Roy (Gading Marten) seorang pengedar narkotika, juga Bagas (Lukman Sardi), tunangan Bening yang selama ini sibuk berpindah dari satu negara ke lain negara. Lantas, pada siapa Ahmad harus meminta pertolongan untuk meraih cinta?
 
Kisah perburuan cinta yang absurd ini diadaptasi dari cerita pendek Cinta di Saku Belakang Celana yang dirilis pertama kali di note Facebook, cerpen itu kemudian diterbitkan Gramedia dalam buku kumpulan cerpen I Didn't Lose My Heart, we Sole it On eBay karya Fajar Nugros.

Starvision kemudian mengangkatkan ke layar lebar dengan skenario yang ditulis oleh Ben Sihombing. Penulis cerpennya, Fajar Nugros menyutradarainya sendiri, membuat Cinta di Saku Celana sebagai film keduanya setelah Queen Bee (2009), setelah tahun lalu menulis skenario Tendangan dari Langit (2011).
 
"Ini film tentang usaha, film yang jujur dan sederhana," kata Nugros tentang Cinta di Saku Celana.

Awalnya, Starvision akan merilis film ini di jaringan bioskop terbatas secara digital, namun melihat perkembangan terkini dan hasil akhirnya, film itu direncanakan dirilis di jaringan yang lebih luas, di Bioskop 21 dan jaringan bioskop lainnya.
 
Cesa David Luckmansyah sebagai editor film ini melihat potensi besar karya Fajar Nugros untuk festival di luar negeri, selain di pasar lokal.

"Ahmad yang pintar, harus mengejar cintanya tapi dia tak sendiri, harus bersaing dengan laki-laki cerdas, laki-laki licik dan laki-laki beruntung yang juga menginginkan cinta," ungkapnya.
 
Didukung pemain berkarakter Donny Alamsyah, Joanna Alexandra, Ramon Y Tungka, Gading Marten, Dion Wiyoko, Lukman Sardi, Enditha, Luna Maya, Masayu Anastasia, Lolita Putri, Imey Liem, Yati Surachman, Agus Kuncoro, Vita Ramona, Pricillia Tanamal, dan lainnya.
 
Slank mengalunkan single legendaris mereka "Foto Dalam Dompet" untuk menghiasi film ini, and single berjudul "Cinta di Saku Celana" yang ditulis oleh Ade Govinda. Sementara musik digarap oleh Candil, dan penata suara oleh Khikmawan Santosa, dilengkapi tata suara Dolby Digital.

Tontonan ini menjadi wajib bagi orang yang masih butuh cinta, dan dapat menyaksikannya di bioskop Tanah Air pada 12 Juli 2012.
 
Pemain :

Ahmad                        Donny Alamsyah
Bening                        Joanna Alexandra
Gifar                            Dion Wiyoko
Gubeng                      Ramon Y Tungka
Roy                              Gading Marten
Bagas                          Lukman Sardi
Briptu Nila                   Enditha
Ibu Kos                        Pricillia Tanamal
Ibu Panti Asuhan       Vita Ramona
Ahmad Kecil               Baim
Anak Panti                   Kayla Kristianto
Briptu Rahmat            Eko Kristianto
Sutradara Sinetron    Yanti Kristianto
 
Penampilan Khusus:

Letnan Polisi              Agus Kuncoro
Briptu Nila                   Endhita
Mbok Bening              Yati Surachman
Artis Film                     Luna Maya
Pacar Gifar #1            Masayu Anastasia
Pacar Gifar #2            Lolita Putri
Gadis Laundry            Imey Liem
                                   
                                   
Produser                     Chand Parwez Servia
Produser Eksekutif    Fiaz Servia
Reza Servia
Mithu Nisar
Sutradara                     Fajar Nugros
Produser Lini              Yanti Kristianto
Penulis Skenario        Ben Sihombing

(nsa)

David Eks "Peterpan" Sempat Ditelepon Ariel dari Rutan

May 10, 2012

Kamis, 10 Mei 2012 15:20 wib
Iman Herdiana - BeritaMusik

BANDUNG – Mantan keyboardist Peterpan, David mengaku sangat terganggu dengan operasi empedu yang penyembuhannya memakan waktu panjang. Bahkan, David hampir putus asa ketika harus menjalani operasi kebocoran empedu yang dialaminya.

Namun, David merasa bersyukur memiliki teman-teman yang terus mendukungnya. Terutama teman-temannya di rope Peterpan, seperti Uki, Lukman, Reza, termasuk Ariel yang kini masih mendekam di rutan Kebon Waru Bandung.

"Jelas kegiatan sangat terganggu. Tetapi teman-teman sangat suportif banget, mereka terus semangati saya meski sedang sibuk kerja," kata David di Bandung, Kamis (10/5/2012).

Lebih lanjut David mengungkapkan, Ariel bahkan sampai menghubunginya dari rutan Kebon Waru, Bandung, untuk menyemangati perkembangan David. Tetapi David tidak ingat apa yang diungkapkan Ariel, karena kondisinya sangat lemah.

"Waktu itu Ariel telepon di sela saya jalani operasi," ungkapnya.

Saat ditanya apakah Ariel menjenguk, sambil tertawa David membantahnya. "Enggak lah. Cuma waktu itu yang jenguk Luna Maya," imbuhnya.

David menjalani operasi empedu pada Juni 2011 di RS Advent Bandung. Sebelumnya, dia telah melakukan operasi di rumah sakit pemerintah, Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), tetapi diduga ada malpraktek sehingga empedunya mengalami kebocoran.

(ega)

Darius Sinatrya Stres Menangani Turnamen Futsal

May 4, 2012

BeritaMusik.COM, Jakarta - Aktor film Darius Sinatrya mengaku stres dalam mempersiapkan lomba turnamen futsal terbesar bertajuk Kit Futsalismo 2012.

Menurut suami Donna Agnesia itu, dalam kompetisi dilaksanakan di tujuh kota besar itu dirinya menanggung tanggungjawab besar.

"Ya buat Cataluna ini (event) terbesar. Ya, lumayan stres karena pressure-nya ya. Apalagi di tim pelaksana, mereka harus cari aim peserta, terus terjun langsung ke daerah," ujar Darius, di Ampera, Jakarta Selatan, Kamis (3/5).

Meski diakui banyak tekanan, berkat kerjasama yang baik dari semua tim penyelenggara, Darius berharap akan bisa mengatasi semua, mengingat ini turnamen ketiga yang diselenggarakan Cataluna Sportindo dan PT SC Johnson & Son Indonesia.

"Timnya luar biasa. Kita selalu berhasil sama-sama mengambil keputusan," katanya.

Pemain film 'Darah Garuda' itu menjelaskan, kejuaraan itu konsepnya turnamen.

"Setiap juara masing-masing grup daerah pada informal games akan berangkat ke Jakarta untuk bertanding di babak champion games," terangnya.

Tidak sekadar itu, Darius juga memiliki cita-cita, dengan penyelenggaran turnamen Kit Futsalismo 2012, akan semakin besar peluang pemain daerah untuk menjadi tim nasional

"Paling nggak, kalau punya niat pasti akan ada hasilnya. Toh dari sini mereka bisa dilirik sama timnas," tandasnya. mor

Darius Kecewa Lihat Kisruh Sepak Bola Indonesia

May 3, 2012

Kamis, 3 Mei 2012 22:07 wib
Egie Gusman - BeritaMusik

JAKARTA- Sebagai pecinta olahraga sepak bola, Darius Sinathrya sangat kecewa dengan prestasi persepakbolaan di Tanah Air. Untuk itu, katanya, sangat perlu membuat acara pencarian bakat khusus di daerah-daerah.

"Sebenarnya bukan aku saja yang kecewa, masyarakat Indonesia juga. Enggak ada kemajuan yang signifikan meskipun sudah banyak langkah. Nah, ini aku bikin untuk sedikit membantu memajukan persepakbolaan Indonesia. Tapi pale enggak kalau punya niat pasti akan ada hasilnya. Toh dari sini mereka dilirik sama timnas," ujar Darius saat ditemui di Restoran Raja Rasa, Ampera, Jakarta Selatan, Kamis (3/5/2012).

Dengan kondisi seperti itu, kata Darius, tepat jika acara Kit Futsalismo ini diselenggarakan untuk ketiga kalinya. Sama seperti dua tahun sebelumnya, acara ini tetap menggunakan sistem turnamen yang diikuti dari tingkat SMA, perguruan tinggi, dan umum.

Sebagai ubiquitous manajer Cataluna, suami Donna Agnesia itu mengaku banyak mengalami kendala dalam pencarian bakat ini. Karena dirinya juga harus terjun langsung ke daerah-daerah yang menjadi sasaran acara tersebut.

"Ya buat Cataluna terbesar, ya lumayan stres karena pressurenya ya, apalagi di tim pelaksana ya mereka harus cari aim peserta, terus terjun langsung ke daerah. Tapi puji Tuhan kita bisa cari solusinya. Kita tahu sepakbola kita masih carut-marut dan belum beres, ini bentuk sumbangsih kita," tandasnya.

Sepak bola Indonesia memang masih mengalami kisruh, khususnya masalah dualisme kompetisi. Parahnya lagi, pengurus lama PSSI epoch Nurdin Halid yang tak diakui FIFA makin membuat ricuh dengan membuat PSSI tandingan hingga berencana membentuk tim nasional tandingan.

(rik)

Luna Maya Ketagihan Bikin Film

April 23, 2012

BeritaMusik.com - Aktris cantik, Luna Maya kini mulai berani bermain di belakang layar. Setelah mengawali karir sebagai sutradara dalam film pendek LA Lights Indie Movie pada tahun 2010, saat ini ia  bersama dua orang temannya Sigi Wimala dan Ilya Sigma menyutradarai sebuah film yang berjudul PINTU HARMONIKA.

"Sibuk lagi bikin film PINTU HARMONIKA. Tentang anak-anak, tentang remaja juga. Basic-nya family drama," ujar Luna disela waktu istirahat syuting di kawasan Pangeran Jayakarta Kota, Jakarta Barat, Minggu (22/4).

Ketertarikan Luna Maya untuk membuat sebuah film dirasa sudah cukup lama. Namun, menurut pemain film ALEXANDRIA ini, waktu yang tepat adalah sekarang. "Sudah lama, cuma kesempatannya baru ada. Timming itu gak pernah salah jadi ini pas banget dari aku, Sigi dan Ilya Sigma," terangnya sambil tersenyum.

Dalam membuat sebuah film, Luna mengaku tidak ada inspirasi dari siapa-siapa. Tapi, ketertarikannya muncul saat Luna menggarap sebuah film pendek pada 2010 lalu. "Gak ada dari siapa-siapa cuma 2009 dapat kesempatan LA Light Indie Movie bikin film dari situ, buta banget gak ngerti cuma pengalaman syuting jadi aktor," tuturnya.

Ia joke akhirnya ketagihan untuk meneruskan bakat terpendamnya itu. "Aku pikir, dari situ aja dan beranikan diri aja, dan ternyata bikin nagih. Jadi aku pikir boleh lah dicoba lagi," tegasnya. (BM/gum/dew)

Sigi Sudah Rampung, Luna Masih Syuting

April 23, 2012

JAKARTA - Proyek film yang digawangi tiga sutradara perempuan, Luna Maya, Sigi Wimala, dan Ilya Sigma yang bertajuk Pintu Harmonika diperkirakan rampung sebelum akhir tahun ini. Saat ini, mereka disibukkan dengan proses produksi film berjenis omnibus tersebut. Kemarin (22/4) tiga sutradara perempuan itu mengunjungi lokasi syuting di kawasan Mangga Dua, Jakarta Utara.Kami kemari untuk ngunjungi Luna yang lagi syuting. Aku sudah empat hari syuting, udah beres. Kalau Anggi (sapaan akrab Ilya Sigma, Red.) kurang dua hari, jelas Sigi yang didampingi Anggi di lokasi syuting kemarin.Menurut Sigi, saat mengintip Luna yang sedang bekerja, rekannya tersebut sudah menyiapkan segala sesuatunya dengan baik. Tidak heran. Sebab, ini bukan yang pertama bagi Luna menyutradarai sebuah film. Dia sudah punya pengalaman sutradara. Semuanya lancar dan menyenangkan, jelas sutradara 28 tahun itu.Seperti Luna, Sigi joke menikmati jalannya syuting. Menurut dia, membuat film itu menyenangkan. Jadi, proses pembuatannya joke harus dibikin senyaman mungkin. Kami bikin film bukan semata-mata pengen eksis. Karena kami seneng, prosesnya ya harus dibuat menyenangkan, kata dia.Hal senada disampaikan Anggi. Baginya, membuat film terasa fun. Sebab, dari situ sutradara 29 tahun itu bisa mengekspresikan apa yang dia suka. Selain itu, ada kesenangan tersendiri saat berhubungan dan bekerja dengan orang-orang yang kompeten di bidangnya. Ini boat impian banget, ujarnya.Pernyataan yang tidak berbeda disampaikan Luna. Dia menuturkan, dalam membuat film, memang dibutuhkan kerja keras. Apalagi, filmnya kali ini bakal ditayangkan di bioskop-bioskop tanah air. Capek pastinya. Sampai enggak tidur, harus datang lebih pagi dari pemainnya dan cek semua harus perfect. Ini film bioskop, jadi harus ideal banget. Tapi tetap senang, apalagi kami sudah saling kenal dengan kru dan teman-teman yang lain. Rasanya bangga juga bisa bikin film, tuturnya saat diwawancarai terpisah kemarin.Sementara itu, lokasi syuting film tersebut sebagian besar di tiga ruko yang letaknya berderet. Film yang terdiri atas tiga film pendek tersebut memang mengisahkan tiga keluarga yang hidup bertetangga.Ini ada tiga kisah keluarga. Film aku judulnya Piano, filmnya Luna judulnya Skors. Kemudian, filmnya Anggi berjudul Otot. Masing-masing dari kami punya kisah keluarga dan mereka bertetangga, jelas Sigi.Ketika ditanya lebih lanjut tentang jalan cerita setiap film, Sigi menuturkan, film besutannya berkisah tentang seorang anak berusia 11 tahun yang berusaha menyelamatkan ibunya yang depresi. Genre filmnya memang play thriller gitu. Meski tokoh utamanya anak-anak, konfliknya lebih dark, jelas dia.Sementara itu, film milik Luna berkisah tentang remaja 13 tahun yang diskors dari sekolah. Genre film besutan Luna adalah drama. Film tersebut kontras dengan film yang disutradarai Anggi. Film berjudul Otot itu bergenre komedi romantis. Kisahnya sendiri tentang seorang remaja 17 tahun yang tengah jatuh cinta. Jadi, si cowok ABG ini pengen nggedein tubuhnya supaya berotot, kata Anggi.Sigi memaparkan, meski film berjenis omnibus tengah marak di tanah atmosphere dan di luar negeri, dia yakin Pintu Harmonika bisa diterima masyarakat. Dia menuturkan, film tersebut agak berbeda dengan omnibus yang lain. Setidaknya, ada tiga tema dan genre yang diusung dalam film tersebut.Ini ada tiga genre yang beda. Ini film keluarga yang bisa dinikmati orang tua dan anak. Look-nya dan temanya beda daripada film keluarga umumnya. Karena itu, kami yakin film ini bisa diterima dengan baik, imbuh dia. (ken/⚺/tia)

Luna Maya Ingin Jadi Makelar Tanah

April 22, 2012

Minggu, 22 Apr 2012 21:26 wib
Egie Gusman - BeritaMusik

JAKARTA- Kesibukannya sebagai sutradara, Luna Maya layak disebut sebagai artis yang multi talenta. Setelah menjadi sutradara, rencananya Luna ingin menekuni bisnis sebagai makelar tanah.

"Ingin jadi makelar tanah, enggak bercanda," ujar Luna saat ditemui di lokasi syuting film Pintu Harmonika di Jalan Pangeran Jayakarta, kota, Jakarta Barat, Minggu (22/4/2012).

Diakui Luna, dirinya selalu spontanitas bila melakukan pekerjaan baru. Seperti halnya saat dirinya memutuskan untuk fokus menjadi sutradara.

"Saat ini belum tahu dan bisa bikin apalagi, biasanya spontanitas sama seperti nge-direct film ini," jelas wanita asal Bali itu.

Saat ini, dirinya masih ingin fokus menjadi sutradara film. Apalagi, dirinya mengaku masih sangat baru, sehingga masih banyak yang harus dipelajarinya.

"Aku masih baru disini dan belajar, jadi ngalir saja dan lihat saja nanti," pungkasnya.

(rik)

Ine Febriyanti Garap Film dengan Biaya Sendiri

April 20, 2012

JAKARTA -- Satu lagi perempuan Indonesia yang menjadi sutradara film. Setelah Lola Amaria dan Luna Maya, kini Ine Febriyanti juga menyutradarai film.Film bergenre play tersebut diberi judul Tuhan Pada Jam 10 Malam yang sudah produksi sejak tahun 2010, namun banyak kendala. Film ini sebenarnya home industri (biaya sendiri), makanya film ini lama jadinya, kata Ine di Gothe Institute Menteng Jakarta Pusat, Jumat (20/4).Ine juga pernah menyutradarai film KPK yang terlebih dahulu rilis. Tapi, kata dia, ini merupakan film pertama yang disutradari Ine namun baru diluncurkan.Saat itu Arya Kusuma Dewa, mengingatkan kembali passion saya ke film. Sebenarnya saya sudah lama ingin jadi sutradara, tapi karena punya tiga anak, film ini menjadi lama produksinya, jelas Ine.Perempuan asal Semarang ini mengungkapkan, film ini terinspirasi dari kumpulan cermen Pistol Perdamaian. Di dalam film itu ada sebuah cerpen yang kemudian menginspirasi pembuatan film ini.Selain menjadi sutradara, Ine juga membuat skrip sendiri. Dalam perjalanan saya ingin merasakan irama dan bit. Saya kemudian mencoba membuat skrip sendiri, awalnya mau membuat 20 menit tapi jadinya malah 50 menit, kata Cover Girl Majalah Mode pada tahun 1992.Film ini mengisahkan seorang guru dignified Pendidikan Pancasila bernama Marwan Sikumbang. Ia memiliki murid kesayangan bernama Gadis.Pada suatu malam Gadis menginap di rumah Marwan. Pada jam 10 malam, Marwan yang guru dignified kehilangan kesadaran dan memberi pil koplo dan memutarkan film porno ke Gadis.Singkat cerita akibat egonya, Marwan kemudian memperkosa dan membunuh Gadis. Marwan akhirnya divonis bersalah oleh hakim dan di penjara di akhir cerita.Yang agak membingungkan, meski film ini berjudul Tuhan Pada Jam 10 Malam tapi sama sekali tidak mengupas soal keberadaan Tuhan. Menurut Ine, Tuhan dalam film bukan tuhan yang sebenarnya.Banyak manusia yang menuhankan Tuhan yang bukan Tuhan seseungguhnya. Banyak org menuhankan harta, kekayaan. Nah saat itu mereka mendapati Edging God Out (ego). Ketika Tuhan sudah keluar maka kita akan menemukan malapetaka, terangnya. (abu/jpnn)

Next Page »