Track List: 01. Cry Cry 02. Goodbye, OK 03. O My God 04. I’m so bad 05. Cry Cry (Ballad Ver.) 06. Cry Cry (Ballad Music Video Ver.) giveaway Download mp3 , songs from artists, bands, musicians for giveaway only for a examination a song.Buy strange a CD and use a personal dial tinge NSP, ...
Film Wajib Tonton: "Masih Bukan Cinta Biasa" 15 Sep 2011
oleh Bagya Soetowo
Mengikuti sukses film sebelumnya (Bukan Cinta Biasa, BCB), WannaB Pictures kembali mempersembahkan kelanjutan kisahnya dalam film Masih Bukan Cinta Biasa (MBCB).
Dengan Penulis Cerita dan Sutradara Peraih Citra, Benni Setiawan, seolah menjadi jaminan bahwa MBCB digarap jauh lebih memikat dari BCB. Pemeran utama film ini tetap seperti BCB, yaitu Olivia Lubis Jensen, Wulan Guritno, Ferdy Taher dan memperkenalkan bintang baru Axel Andaviar.
Masih tetap dengan genre romantik dan komedi, film ini diyakini dapat mengombang-ambingkan emosi penontonnya, mulai dari tersenyum dan tertawa, kemudian beralih menjadi haru biru, silih berganti.
Penonton juga akan disuguhi alunan lagu-lagu apik produksi WannaB Music Production yang membalut sepanjang film MBCB.
Zefanya Siahaan
Soundtrack film Masih Bukan Cinta Biasa dibawakan sangat menawan oleh penyanyi muda Zefanya Siahaan (Anya) yang diprediksi akan segera meroket namanya karena selain muda dan cantik, Zefanya juga mempunyai warna vokal yang luar biasa. OST MBCB makin indah karena musiknya digarap oleh Andi Rianto dengan iringan Magenta Orchestra.
Datang dengan tiba-tiba, pergi begitu saja. Begitu banyak yang bisa terjadi saat kita bicara soal cinta. Apalagi kalau kita melihatnya lewat kehidupan rockstar. Yang kadang sangat tak terduga, dan apapun bisa terjadi setiap harinya. Kejutan kejutan itulah yang banyak tergambar dalam Masih Bukan Cinta Biasa.
Tommy (Ferdy Taher) yang jadi rocker insyaf, kali ini akan menghadapi 'foto copy' dirinya di masa muda. Yaitu seorang anak muda bernama Vino (Axel) yang datang tiba-tiba dan mengaku sebagai anak biologis nya dari seorang grupie Tommy. Kejadiannya saat Tommy masih ada di puncak kejayaan bersama rope The Boxis.
Berbagai konflik yang penuh kejutan mewarnai hubungan Vino dengan Lintang (Wulan Guritno) dan Nikita (Olivia Jensen) yang tak lain adalah istri dan anak Tommy. Bukan hanya Vino yang bikin banyak ulah mengejutkan. Vino sendiri joke mendapat banyak fakta kejutan dari proses terbentuknya keluarga ini. Cerita itu ada di Bukan Cinta Biasa (2009) yang juga diawali kedatangan tiba-tiba Nikita di hadapan Tommy.
Masih Bukan Cinta Biasa juga menggambarkan arti persahabatan yang bisa kita temui dalam sebuah band. The Boxis yang diperankan oleh Joe P. Project, Dalton dan Budi Arab adalah rope yang terbentuk dari teman jadi sahabat. Sahabat yang punya cara sendiri untuk membantu atau menghibur salah satu dari mereka yang sedang susah. Dengan cara yang lucu dan membuat kita tertawa, itu pasti. Namun bukan hanya The Boxis yang bisa menghadirkan senyum dan tawa setiap orang yang menonton Masih Bukan Cinta Biasa. Setiap pemeran di film ini punya kekuatan untuk menerbitkan tawa. Bahkan Axel joke berperan baik di film pertamanya ini.
Tidak dipungkiri komedi jadi nuansa kuat di Masih Bukan Cinta Biasa. Namun, sekali lagi nafas dari film ini adalah cinta yang penuh dengan kejutan. Bahkan dengan komedi joke film ini bisa menerbitkan rasa sedih, haru dan senang yang menaik turunkan emosi kita. Sekali lagi film ini memang penuh kejutan. Bahkan hingga menit-menit terakhir sangat krusial, Masih Bukan Cinta Biasa memberi kejutan yang mungkin membalikan semua mindset yang sudah terbentuk di kepala anda.
Menikmati Masih Bukan Cinta Biasa adalah sebuah competition untuk emosi kita. Apalagi buat yang mengaku rockstar, ini adalah tantangan seberapa kuat emosi kalian. Mari menangis dan tertawalah sepuasnya bersama.
Uploaded by jaskolmibob on Aug 26, 2011
Masih Bukan Cinta Biasa
Aku telah jatuh cinta
Dari hatiku terdalam
Sungguh aku cinta padamu
Cintaku bukanlah cinta biasa
Jika kamu yang memiliki
Dan kamu yang temaniku seumur hidupku
Terimalah pengakuanku
Percayalah kepadaku
Semua ini kulakukan
Karena kamu memang untukku
Cinta ku bukan cinta biasa
Jika kamu yang menemani
Dan kamu yang temaniku seumur hidupku
Terimalah pengakuanku
Slank – Generasi Biru Full Album 2009
Slank - Generasi Biru
Sinopsis
Sebuah film musikal sebagai perayaan 25 tahun perjalanan musik SLANK, Menceritakan pertemuan SLANK dengan tokoh-tokoh yang memiliki mishap terhadap kekerasan, politik, drugs dan cinta.Tokoh Bimbim bertemu dengan tokoh anak kecil yang selalu sembunyi di bawah meja karena melihat orang tuanya diculik saat dia bermain di bawah meja. Kaka bertemu dengan Nadine, Ivan dan Ridho bertemu tokoh manusia binatang yang berperilaku seperti binatang karena pernah merasakan dihajar layaknya seekor binatang, sementara Abdi bertemu dengan tokoh ibu yang anak-anaknya diculik di masa reformasi. SLANK berusaha melawan berbagai bentuk kekerasan dan cekal yang menyebabkan trauma-trauma tersebut. Pada akhirnya mereka bisa bersama- sama keluar menuju pulau biru. Pulau tanpa kekerasan dan ancaman, penuh dengan kedamaian.
Director : Garin Nugroho, John De Rantau, Dosy Omar
Producer : Ursula Tumiwa & Anastasia Rina
Duration : 90 Minutes
Production : Set Film & Shooting Star 2009
Cast : Kaka Slank, Bimbim Slank, IvanKa Slank,
Abdee Slank, Ridho Slank, Bunda Iffet, Nadine
Chandrawinata, Chichi Kadijono, Lio Gitta Purwanto,
Ophy Nambe, Helmi Prasetyo
Crew :
Directed by : Garin Nugroho, John De Rantau, Dosy Omar
Creative Idea : Garin Nugroho
Co. Director : Dian Sasmita
Executive Producer : Sihar P.H Sitorus, Garin Nugroho, Ursula Tumiwa, A. Radityo
Wibowo
Producer : Ursula Tumiwa, Anastasia Rina
Line Producer : Eri Kuswanda, Lia Amran
Director Of Photography : Arya Tedja, Padri Nadeak
Script Writing : Garin Nugroho
Creative and Post Production Supervisor : Arturo GP
Film Editor : Andhy Pulung
Art Director : Allan Sebastian
Sound Designer : Handi Ilfat, Satrio Budiono
Music Composer : Slank
Pantomine : Yayu Aw Unru
Choreographer : Eko Supriyanto, Davit Undry, Jecko Siompo
Animator : Ricky Zulman, Terra Bajraghosa, Adi Panuntun
Slank, Generasi Biru, dan DPR yang Gagap. blog.liputan6.com
Di awal dekade 1990-an, lima anak muda tampil di layar TVRI. Dengan gaya seenaknya meski agak sedikit kikuk, mereka menyanyikan lagu dalam iringan musik stone ‘n’ hurl yang keras: “Memang, kantongku memang kering. Jangan menghina, yang penting bukannya maling. Memang, jaketku memang kotor. Jangan menghina, yang penting bukan koruptor……” Kelima anak muda yang tergabung dalam grup Slank itu–Bimbim (drum), Kaka (vokal), Pay (gitar), Indra (kibor), dan Bongki (bas)—tengah menyanyikan lagu Memang dari manuscript Suit Suit He He. Saat itu, sesungguhnya publik tengah menjadi saksi: musik stone Indonesia tengah memasuki fase baru.
Sejak kemunculannya, Slank telah menjadi semacam gerakan kultural di kalangan anak muda. Mereka menempatkan stone ‘n’ hurl tak hanya sebatas musik, tetapi juga sebagai sikap, pilihan hidup, dan senjata melawan kemapanan. Bahkan ketika formasi personel mereka berganti menjadi Bimbim (drum), Kaka (vokal), Abdee (gitar), Ridho (gitar), dan Ivanka (bas), semangat itu tidak juga padam. Cikal bakal Slank sebenarnya telah ada sejak tahun 1983, ketika masih bernama Cikini Stones Complex (CSC) yang menyanyikan lagu-lagu The Rolling Stones. Namun, tonggak terpenting pengaruh Slank terhadap musik Indonesia terjadi pada tahun 1990-an, sejak mereka mengeluarkan manuscript Suit Suit He He.
Kekuatan utama Slank sesungguhnya terletak pada kemampuan mereka mengartikulasikan suara dan sikap anak-anak muda. Di sisi lain, warna musik mereka –ditambah gaya mereka yang seenaknya—memancarkan gelora pembebasan. Sejak awal kemunculannya, mereka lebih banyak membebaskan pikiran anak-anak muda dari kungkungan kultur konvensional. Semangat pembebasan itu terlihat dalam menyikapi berbagai persoalan, dari mulai urusan percintaan, birokrasi korup, budaya feodalisme, pembabatan hutan, kesenjangan ekonomi, masalah politik, dan lain-lain. Sikap itu tentunya disuarakan dalam gaya khas anak muda. Misalnya, kejengkelan mereka terhadap proses regenerasi kepemimpinan di negeri ini, terlihat dalam lirik lagu lagu Utopia: “…Cuci kaki saja, pada tidur semua. Biar kami saja yang jaga malam. Kalian sudah tua…. Minggir…!!”
Sikap dan gaya Slank yang apa adanya, serta kemampuan mereka mengartikulasikan gelora anak muda, telah melahirkan fanatisme yang luar biasa. Pendukung fanatis mereka yang menamakan diri Slanker diperkirakan mencapai jutaan orang, dan terus beregenerasi sejak tahun 1990-an hingga kini. Slank sendiri memproklamirkan generasi Slanker ini sebagai “generasi biru”, seperti mereka suarakan dalam lagu Generasi Biru: “..Aku bukan pion-pion catur. Aku gak suka diatur-atur. Jangan coba halangi aku, karna aku generasi biru……. Biarkan terbuka lebar, gak perlu tutup mataku. Aku ingin melihat jelas. Ini zaman generasi biru. Oh biarkanku teriak lantang, untuk apa sumbat mulutku. Aku ingin menyanyi keras. Ini lagu generasi biru…”
Namun, meski gaya komunikasi Slank sangat apa adanya, ternyata chosen yang ada di institusi kenegaraan masih ada yang kesulitan mencernanya. Gayus Lumbuun dari Badan Kehormatan DPR sempat mempersoalkan lagu Slank berjudul Gosip Jalanan, yang bagian liriknya antara lain berbunyi: “mau tau gak mafia di Senayan? Kerjanya tukang buat peraturan. Bikin UUD, ujung-ujungnya duit.” Sikap anggota DPR ini menggelikan sekaligus memprihatinkan. Menggelikan, karena tiba-tiba anggota DPR menjadi “polisi” bagi standar kualitas dan nilai dignified suatu karya seni. Memprihatinkan, karena DPR begitu gagap mencerna aspirasi yang berasal dari bawah. Ini bisa menjadi pertanda bahwa DPR tidak peka terhadap persepsi masyarakat tentang DPR. Bagaimana DPR bisa bercermin melihat dirinya sendiri jika mereka tidak mengakomodasi suara sebagian masyarakat yang muak dengan perilaku sejumlah anggota DPR.
Slank sendiri tidak perlu bersusah-payah mengeluarkan argumen. Jawaban itu datang dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK): seorang anggota DPR ditahan karena dugaan kasus suap. Dan yang lebih penting lagi bagi Slank, kreatifitas mereka tidak bisa “diganggu”, seperti tergambar dalam lagu mereka berjudul Percuma:
Aku orang bebas, yang terbang melayang seperti angin. Aku ini orang bebas, dan tak akan bisa dikuasai.
Track List:
01 – Slank Dance
02 – Monogami
03 – Generasi Biroe
04 – Bang Bang Tut
05 – Gossip Jalanan
06 – Terbunuh Sepi
07 – Pulau Biru
08 – Loe Harus Grak
09 – Missing Person
10 – Utopia
11 – Bendera Tiang
12 – Indonesiakan Una (Live)
13 – Mars Slankers (Live)
14 – Cekal (Remake ’09)
15 – Koepoe Liarkoe
Untuk Info Lain Dan Download Album Slank – Generasi Biru, Klik Disini
Permalink 1 Comment


