Gaga Tak Akan "Melunak"

May 25, 2012

Aksi Unjuk Rasa Penolakan Lady Gaga (REUTERS/Supri)Jakarta - Gunjang-gunjing soal dibatalkannya konser Lady Gaga yang bakal digelar di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, masih terus bergulir. Padahal, pihak promotor konser dari penyanyi asal Amerika Serikat tersebut menampik kabar yang menyatakan, konser di Jakarta dibatalkan. Meski demikian, pihak promotor masih melakukan koordinasi dengan manajemen Lady Gaga, agar konser bisa digelar sesuai dengan jadwal, 3 Juni 2012.

Sementara, jelang konser perdananya di Jakarta, muncul pernyataan dari penyanyi bernama asli Stefani Joanne Angelina Germanotta itu. "The Jakarta conditions is 2-fold: Indonesian authorities direct we bury a uncover and eremite nonconformist separately, are melancholy violence," kicau Lady Gaga melalui akun Twitter-nya.

 

Troy Carter, manajer tur konser Lady Gaga menyatakan, perempuan berusia 26 tahun itu tak berniat untuk melunak. Meski, lanjut Carter, adanya larangan di Indonesia, setelah munculnya berbagai protes yang merujuk pada penampilan Gaga yang vulgar. "Konser akan berlangsung seperti yang direncanakan," katanya, seperti dilansir situs The Sun. Bisa jadi, konser di Jakarta bakal tetap digelar.

Namun gosip lain muncul di Jakarta. Carter dikabarkan memberikan pernyataan bahwa konser akan dibatalkan jika penyanyi yang kerap menuai kontroversi itu harus mengubah penampilannya. "Sebenarnya ia hanya memberikan gambaran bahwa kreatifitas bermusik tidak bisa dibatasi atau dikekang," kata Arief Ramadhoni, juru bicara pihak promotor, di Jakarta, Jum`at (25/5/2012) pagi, seperti dilaporkan wartawan BeritaMusiknews Wahyu Setiadi.

Carter, lanjut Arief, diminta untuk menjadi pembicara dalam sebuah acara yang bertajuk "Music Matters" di Singapura pada Kamis (24/5). Di acara tersebut, masih menurut Arief, Carter tidak spesifik berbicara soal pembatalan konser. Bahkan, Carter tak menyebutkan adanya pembatalan. "Disana, ia membagikan bagaimana pop enlightenment menjadi komoditi yang menarik, dan selalu menjadi sorotan. Dan hal tersebut terjadi di mana saja di seluruh dunia," paparnya.

Hanya kata "koordinasi" yang sering diucapkan oleh Arief kepada wartawan, saat sesi jumpa pers singkat yang dilakukan promotor konser. Selain masih melakukan koordinasi dengan manajemen Lady Gaga, pihak penyelenggara konser di Jakarta juga masih berupaya menggandeng pihak terkait, guna mendapatkan lampu hijau, baik dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Mabes Polri.

Lantas, apa upaya promotor jika konser Lady Gaga batal? Skenario terburuk itu belum bisa dijawab oleh pihak yang mendatangkan sang penyanyi. Yang pasti, untuk sementara ini, guna mengantisipasi ancaman-ancaman yang sudah dilontarkan berbagai organisasi masyarakat, jika konser Lady Gaga tetap digelar, pihak penyelenggara akan menyerahkan hal itu sepenuhnya pada pihak yang berwajib. "Soal detil keamanaannya itu kami serahkan pada kepolisian karena mereka yang lebih memahami. Oleh karena itu kita terus berkoordinasi," jelas Arief, seperti dikutip Antaranews.

Protes Terus Berlanjut
Usai pihak promotor menggelar jumpa pers singkat guna menjelaskan kepastian konser di Jakarta, berbagai organisasi masyarakat di sejumlah kota di Indonesia, terus menyuarakan penolakan mereka terhadap Lady Gaga. Seusai shalat Jum`at, massa dari Front Pembela Islam (FPI) menyambangi Polda Metro Jaya. Ratusan personil dari kesatuan Brimob diturunkan guna mengamankan jalannya aksi tersebut.

Menurut laporan wartawan BeritaMusiknews Antonious W Fernandez, ada beberapa poin yang disampaikan dalam aksi unjuk rasa tersebut. Pertama, penolakan terhadap Lady Gaga, bukan hanya soal pakaian, tapi juga menyangkut lirik lagu, simbol, gaya, karakter, dan ideologi. Kedua, FPI menolak usulan Lady Gaga "tampil dengan syarat", menilik dari peristiwa konser Lady Gaga di Filipina, yang juga tidak mengindahkan saran yang dikeluarkan oleh pemerintah Filipina untuk tidak menyanyikan lagu Judas dan Born This Way.

Di sisi lain, FPI juga menilai bahwa langkah yang diambil oleh pihak kepolisian sudah sesuai dengan prosedur dan wewenangnya. Sehingga FPI berharap agar pihak kepolisian tidak diintervensi dari pihak mana pun. Aksi yang digelar joke berlangsung singkat. Pasalnya, FPI merasa Polda Metro Jaya tidak memberikan rekomendasi atau surat izin penyelenggaraan konser tersebut. Dari Polda Metro Jaya, massa FPI kemudian bertandang ke Mabes Polri, guna menyampaikan tuntutan yang sama.

Tak hanya di Jakarta, penolakan Lady Gaga juga diserukan di Solo. Sekitar seratus orang anggota Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) Mudiriyah Solo melakukan aksi unjuk rasa di depan Mapolresta Surakarta, Jum`at (25/5) siang. Mereka melakukan orasi dan membentangkan sejumlah poster, antara lain bertuliskan, "Lady Gaga Merusak Moral", "Lady Gaga Hiburan Haram", "Lady Gaga Budaya USA", "Lady Gaga Rusak Moral Bangsa", dan "Lady Tak Jelas Statusmu Perempuan atau Laki-Laki".

Menurut Pimpinan JAT Mudiriyah Solo Muh Sholeh Ibrahim, JAT menolak konser Lady Gaga, karena bertentangan dengan prinsip-prinsip kehidupan berbangsa dan bernegara serta normal agama. Gaga juga dianggap sebagai ikon pornografi dan liberalisme budaya yang bertentangan dengan UUD 1945. Oleh karena itu, pihaknya kepada Kapolda Metro Jaya tetap konsisten mempertahankan rekomendasi tidak diizinkan konser lady Gaga di Jakarta.

Gaga Tak Perlu Dirisaukan
Pengamat musik Bens Leo berpendapat, tidak ada yang perlu dirisaukan dalam setiap pertunjukkan Lady Gaga. Karena pada dasarnya, lanjutnya, setiap artis internasional yang tampil dalam suatu negara, selalu mencoba menyesuaikan diri dengan negara tersebut. "Ada catatan penting, bahwa ketika mereka melakukan  pertunjukan,  menjadi sangat berbeda ketika masuk ke negara yang kontroversial," ujar Bens, di sebuah pusat perbelanjaan di kawasan Cilandak, Jakarta, Jum`at (25/5).

Mantan wartawan majalah Aktuil itu menjelaskan, kejadian ini sama seperti konser beberapa bintang internasional sebelumnya, yaitu Beyoncé dan Janet Jackson. Sebelumnya, kedua konser tersebut pernah dikhawatirkan "terlalu berlebihan", namun ternyata tidak terjadi apapun. Bens menjelaskan, walaupun konser Lady Gaga sempat diprotes di banyak negara di Asia, seperti Korea Selatan atau Filipina, namun nyatanya, konser berjalan dengan baik dan berjalan aman. "Pada setiap konsernya, Lady tampil secara baik dan mampu menyesuaikan diri," ujarnya.

Bens menambahkan, Jakarta merupakan tujuan akhir dari show Lady Gaga di Asia. Oleh karena itu, sangatlah wajar bila banyak fans berat The Mother Monster memperjuangkan konsernya tetap berjalan. "Venue di Jakarta adalah yang pale luas, karena dilakukan di (Gelora) Bung Karno, yaitu sebanyak 50 ribu orang. Jakarta pale ditunggu karena ia akan tampil dengan puluhan ribu penonton dengan pertunjukkan yang berbeda," jelsnya.

Sementara, seniman Butet Kartaredjasa menilai, pelarangan terhadap konser Lady Gaga bakal membawa preseden buruk terhadap citra Indonesia. Menurutnya, masyarakat sebenarnya juga memiliki pilihan untuk menonton atau tidak menonton sang Mother Monster. "Kalau saya sih sebenarnya nggak pernah nonton. Video klipnya juga saya nggak tahu. Tetapi kalau kenyataannya pertunjukkannya dilarang, saya nggak suka," ujar Butet, ditemui di kawasan Setiabudi, Jakarta, Kamis (24/5).

Ringkas cerita, menurut Butet, jika konser dibatalkan, bakal berdampak buruk bagi industri seni pertunjukan, terlebih bagi para pelaku bisnis yang mengandalkan artis mancanegara untuk tampil di Indonesia. "Saya kan juga seniman pertunjukkan, saya menolak pelarangan itu. Nanti bisa saja kelompok tertentu dapat melarang seni pertunjukkan yang lainnya di Indonesia." katanya.

Menurutnya, meskipun Lady Gaga mungkin memiliki citra yang negatif dan cenderung ekstrim, masyarakat tetap memiliki pilihan untuk tidak menonton. Jadi tidak perlu melakukan pelarangan untuk melakukan pertunjukkan. "Mau se-extreme apapun, kalau tidak suka ya tidak usah ditonton. Kalau dia konser, tidak usah dikunjungi. Kalau dia ada di TV, ya pindah channel," saran Butet. EL jcomments on

Diam-Diam Baim Wong Ikut Casting Film

May 24, 2012


BeritaMusik.com - Aktor Baim Wong baru sekali menjajal akting di dunia layar lebar lewat film DILEMA. Padahal, dari dahulu mantan kekasih Marshanda ini sudah ingin mengasah kemampuan akting di dunia film. Tetapi karena larangan dari produsernya, Baim tidak bisa memperlihatkan ability aktingnya. Karena itu, diam-diam Baim mengikuti casting pencarian pemain film.

"Sebenarnya sih bukan ada batasan ya, tapi kalau ga ada dia (produser. red) saya ga mungkin kaya gini. Jadi saya lebih memilih untuk sinetron daripada film yang saya sukain banget. Malah saya dulu pernah diam-diam casting di mana-mana. Lulus aja executive udah suka, saya juga mau categorical tapi baru kali ini (diizinin ama produser buat categorical film). Itu dari tahun 2005 dan baru di film DILEMA ini diizinin," urainya.

Ditemui di Hard Rock Kafe Jakarta, Baim mengaku sebenarnya akting di mana joke memiliki tantangan sendiri, termasuk kepuasan yang tak dapat diungkapkan lewat kata-kata.

"Buat saya akting apa ya, bukan yang tiba-tiba. Itu ga bisa dibeli, itu soal kepuasan batin. Di film ini, hasilnya seperti ini kalo mainnya dengan hati," kata Baim lagi, Rabu (23/05).

Ketika disinggung bagaimana pembagian waktu sinetron dan film ke depannya? Baim hanya menggeleng. "Wah saya gak tau ya. Tapi saya pribadi saya mau banget categorical film," imbuhnya. (BM/dis/sjw)

Soal Izin Konser Lady Gaga, Hormati Aparat

May 22, 2012

JAKARTA -- Aktris cantik Olga Lydia meminta masyarakat untuk tidak terlalu lama berpolemik soal konser Lady Gaga. Menurutnya, kebijakan mengenai larangan konser penyanyi kontroversi itu lebih baik diserahkan kepada aparat.Sebagai warga negara yang baik, kata Olga, semua harus taat pada konstitusi. Oleh karena itu, masyarakat yang taat pada konstitusi juga harus menghormati keputusan aparat.Kenapa kita hormat pada aparat, karena dia taat pada konstitusi. Inti dasarnya cuma itu, kata Olga Lydia saat ditemui di Grand Kemang Jakarta Selatan, Selasa (22/5).Olga berharap aparat kepolisian bisa mengambil kebijakan yang adil sehingga memuaskan semua pihak. Kebijakan yang diambil jangan hanya memihak kepada mereka yang bersuara keras dan berjumlah banyak.Aparat taat pada konstitusi bukan pada kepada suara terkeras. Bukan suara terbanyak. Karena kalau suara terbanyak, suara minoritas nggak pada bicara, ungkapnya. (abu/jpnn)

Glenn: Penolakan Lady Gaga Bagian dari Demokrasi

May 22, 2012

JAKARTA -- Penyanyi asal Ambon Maluku Glenn Fredly berharap konser Lady Gaga di Gelora Bung Karno (GBK) 3 Juni mendatang tetap terlaksana. Menurutnya, pelarangan Lady Gaga karena alasan akan merusak dignified bangsa sangat berlebihan.Indonesia menjadi area yang ingin disinggahi hostess dunia. Pertunjukan 2-3 jam tidak akan mengubah dignified penikmat musik Indonesia, kata Glenn Fredly di Grand Kemang Jakarta Selatan, Selasa (22/5),Lady Gaga, kata dia, lahir dari suara sebuah generasi yang menjadikan panggung sebagai tempat mengkritik. Pada saat orang menyangkutkan dengan dignified hal ini menjadi sangat lucu, sebut Glenn.Seharusnya, kata dia, konser ini tidak menjadi permasalahan besar. Sebab sebuah pertunjukan mempunyai nilai-nilai tersendiri. Apalagi konser Lady Gaga dilaksanakan di Jakarta yang merupakan kota majemuk dan memahami perbedaan.Jangan sempit saat berbicara kebudayaan. Kita punya kebudayaan yang sangat beragam, di tengah perubahan zaman dan globalisasi kita harus membuka pintu lebar-lebar terhadap perbedaan, sebut pelantun Januari ini.Ia sepakat dengan pakem-pakem dan aturan yang harus disepakati dalam sebuah pertunjukan. Glenn juga sangat memahami adanya ormas yang menolak kehadiran Lady Gaga di Indonesia. Penolakan itu adalah bagian dari demokrasi juga yang sudah kita pilih, ungkap Glenn. (abu/jpnn)

Sutiyoso Sesalkan Pelarangan Lady Gaga

May 21, 2012

JAKARTA, BeritaMusik.com -- Mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso menyayangkan adanya pelarangan konser Lady Gaga di Jakarta. Menurut Bang Yos, begitu ia kerap disapa, sudah seharusnya orang berkesenian jangan dilarang.

"Sambil menunggu masukan-masukan, kan itu jadi pertimbangan mereka. Saya yakin jalan keluar yang bijaksana dapat ditempuh," kata Bang Yos yang datang bersama istrinya, di resepsi pernikahan Anang-Ashanty, di Hotel Shangri-La, Jakarta, Minggu (20/5/2012) malam.

Sutiyoso mengaku mengenal profil Lady Gaga lewat media massa. "Ya, dari media lah. Saya sendiri belum pernah lihat," ujarnya.

Bang Yos berharap Konser Lady Gaga dapat berlangsung di Jakarta.

Sebelumnya, sejumlah penolakan datang terkait rencana konser Lady Gaga di Jakarta. Sebagian dari mereka menilai bahwa Lady Gaga tak layak dihadirkan karena dianggap berpenampilan seronok dan dikhawatirkan akan merusak dignified generasi muda. Tarian Lady Gaga juga dituding meniru gerakan protocol pemujaan setan.

Filipina Juga Tolak Lady Gaga

May 19, 2012

GELOMBANG penolakan terhadap Lady Gaga ternyata tak hanya terjadi di Indonesia. Bahkan masyarakat Filipina juga menolak keras kehadiran Lady Gaga di negara tersebut.Puluhan umat Kristen garis keras turun ke jalan di Manila pada Jumat (18/5) untuk menekan eventuality organizer penyelenggara konser Lady Gaga agar membatalkan konser penyanyi pelantun Poker Face itu. Para demonstran yang tergabung dalam Pemuda Biblemode Filipina itu mengaku sangat tersinggung dengan lagu Lady Gaga yang berjudul Judas. Alasannya, karena lagu itu dianggap berisi hujatan.Gaga dijadwalkan tampil di Manila pada Senin (21/5) dan Selasa (22/5). Wali Kota Pasay, Antonino Calixto mendesak promotor untuk memastikan dan mematuhi segala aturan yang ada di negara tersebut tentang larangan telanjang dan bertindak cabul.Meskipun kami menghormati ekspresi artistik dan musikal, saya tidak akan membiarkan siapapun atau kelompok apapun untuk melakukan tindakan seenaknya di kawasan yang berada di bawah kewenangan saya, ujar Antonio di dalam pernyataan resminya seperti dikutip Star Magazine, Jumat (18/5).Meskipun begitu, para pengunjuk rasa juga tetap mengancam akan menggugat si Mother Monster ini jika menyanyikan Judas di dalam konsernya di Manila.Sementara itu, tur konser Gaga yang bertajuk Born This Way Ball di Jakarta, Indonesia yang dijadwalkan berlangsung pada 12 Juni mendatang, juga tidak mendapat izin dari para pejabat setempat. Bahkan, untuk konser Gaga di Seoul, Korea Selatan, juga mendapat protes dan adanya larangan bagi penonton di bawah usia 18 tahun untuk menontonntya. (cha/jpnn)

Ki Kusumo: Jangan Paksakan Konser Lady GaGa!

May 19, 2012


BeritaMusik.com - Pro kontra mengenai konser Lady GaGa di Indonesia merupakan sesuatu yang wajar adanya dan memang tak bisa dihindari. Dalam polemik seperti ini, sudah selayaknya pemerintah dan pihak keamanan mementingkan faktor keamanan Jakarta jika nantinya diadakan konser GaGa.

"Jangan memaksakan. Lebih baik mencegah daripada mengobati. Kita harus bijak menyikapi, nggak bisa bicara sepihak. Sebagai ormas, KPMP (Komando Pejuang merah Putih) tak ada keterpihakkan, namun masalah ini melibatkan 2 kubu besar, yang menginginkan dan menolak, kalau bertemu pasti akan ribut dan berakhir ricuh. Polisi kan jelas-jelas tidak merekomendasikan izin," ujar Ketua Umum KPMP, Ki Kusumo saat dihubungi, Jumat (18/5) malam.

Paranormal yang juga aktif dalam kegiatan ormas KPMP ini menilai, polisi punya alasan kuat dan mendasar tentang larangan konser bertajuk Born This Way Ball ini.

"Polisi bukan takut karena ada tekanan dari ormas saja, tapi banyak elemen masyarakat yang memang menolaknya, nah kita harus menghormati itu," katanya. Meski khawatir konser bakal ricuh, namun Ki Kusumo memprediksi bahwa konser masih bisa digelar dengan syarat-syarat tertentu.

"Mungkin saja sih, yang penting tetap dijaga aturan, ada budaya yang harus didengar. Jadi kalau mau tampil lihat rambu-rambu, nggak usah erotis, nggak usah pakai protocol atau puja-puja setan, bajunya joke demikian, pakai baju jaipong joke juga bagus kok," tambahnya. (BM/adt/dka)

Lady Gaga Mungkin Diizinkan Di Luar Jakarta

May 19, 2012

JAKARTA -- Konser Lady Gaga masih alot proses perizinannya. Namun, tampaknya Mabes Polri akan mempertimbangkan tetap memperbolehkan penyanyi lagu Born This Way itu untuk pentas. Namun, tidak di Jakarta.Sekarang masih rapat terus, ada opsi dipindahkan ke Bali atau Batam, ujar sumber Jawa Pos di lingkungan Mabes Polri kemarin (18/05) . Soal perizinan itu dibahas di Badan Intelijen dan Keamanan (Baintelkam) Mabes Polri yang sekarang dipimpin Komjen Pratiknyo (mantan Kapolda Jatim).Polda Metro Jaya sudah mengirimkan surat rekomendasi agar izin Lady Gaga ditolak. Namun, Polri juga mednengar dari berbagai pihak yang mendukung. Sedang dicari solusi terbaiknya.Pilihan yang win win solution, kata perwira menengah ini.Saat dikonfirmasi, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen M Taufik menjelaskan, izin konser di Gelora Bung Karno memang sedang dibahas. Belum ditolak tapi juga belum disetujui, katanya.Jenderal bintang satu itu menjelaskan, panitia konser terburu-buru menjual tiket. Padahal, izin belum di tangan. Seharusnya tidak boleh begitu, katanya. Dia menjelaskan, izin yang harus didapat oleh pihak promotor tidak hanya dari kepolisian. Termasuk, izin visa dari pihak imigrasi, Kementrian Pariwisata, rekomendasi dari Polda Metro serta izin dari pihak tempat penyelenggaraan konser.Kami akan cek dulu satu per satu. Yang jelas kalau dari Polda Metro Jaya sudah menolak, ujar M Taufik. Kapan akan jelas - Dia tak bisa memastikan. Tidak bisa diburu-buru begitu dong, katanya.Pihak Polda Metro Jaya sendiri sangat yakin konser Lady Gaga tak akan dihelat di Jakarta.Kalau di wilayah Polda Metro sudah final. Tidak mungkin disini, kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto saat dihubungi kemarin.Mantan Kapolres Klaten ini menjelaskan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak promotor atau eventuality organizer (penyelenggara) konser Lady Gaga Mereka, lanjutnya, sudah memahami kalau Polda Metro Jaya tak merekomendasi helatan itu.Kami sudah lakukan koordinasi, dengan pihak promotor atau EO, Selasa (15/5). Di sana tukar menukar pendapat, ada perbincangan, ada beberapa masukan dan terakhir kesimpulannya Polda Metro Jaya menyampaikan tidak merekomendasi konser tersebut. Dan pihak promotor atau EO memahami hal itu,katanya.Rikwanto mengatakan, jika ada penyelenggaraan suatu acara yang tak mendapatkan izin tetap digelar, artinya melanggar hukum. Maka, pihaknya akan membubarkannya. Kalau tetap digelar, seperti yang sudah disampaikan Kapolda Metro Jaya (Irjen Pol Untung S Rajab), kalau menyelenggarakan acara tanpa izin itu melanggar hukum dan efeknya dapat dibubarkan paksa, tegasnya.Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta Sanusi Pane yang biasanya berseberangan dengan polisi kali ini mendukung larangan konser Lady Gaga. Kita pakai UU Anti Pornografi saja, pasal 19 dan 21, katanya di Jakarta kemarin (18/05).Menurut Neta dalam Pasal 21 Undang-undang Anti Pornografi disebutkan, masyarakat dapat berperan serta dalam melakukan pencegahan terhadap pembuatan, penyebarluasan, dan penggunaan pornografi.Sejumlah artis Indonesia sudah beberapa kali dicekal untuk tampil, terutama artis-artis dangdut karena dianggap mempertontonkan porno aksi. Jadi sangat pantas pula, jika ada artis asing yang hendak mempertontonkan pornoaksi segera dilarang, sehingga tidak ada diskriminasi dalam penegakan UU Antipornografi,katanya.Juru bicara promotor Big Daddy Arif Romadhoni mengaku optimistis konser bisa berjalan. Sat ini kami sedang melakukan upaya upaya, mohon bagi para pembeli tiket dan masyarakat menunggu kepastian, katanya.Arif mengaku belum bisa menjelaskan sikap resmi Big Daddy selaku pengundang Lady Gaga ke Indonesia. Nanti setelah ada arahan, akan segera saya sampaikan secepatnya, katanya.(rdl/jan)

Konser Lady Gaga Tetap Digelar, Jakarta Bisa Ricuh

May 18, 2012

BeritaMusik.COM, Jakarta - Kepastian batalnya konser Lady Gaga memang belum 100 persen. Namun, jika konser tetap akan berlangsung, bisa dipastikan Jakarta akan ricuh.

Kemungkinan itu sangat bisa terjadi menurut paranormal Ki Kusumo yang juga Ketua Umum Komando Pejuang Merah Putih. Menurutnya, jika konser tetap dilanjutkan, peluang Jakarta akan ricuh sangat besar.

"Kita harus bijak menyikapi, ngga bisa bicara sepihak. Sebagai ormas, KPMP tak ada keterpihakan, namun masalah ini melibatkan dua kubu besar, yang menginginkan dan menolak. Kalau bertemu pasti akan ribut dan berakhir ricuh. Toh polisi kan jelas-jelas tidak merekomendasikan konser tersebut," ujar Ki Kusumo saat dihubungi, Jumat (18/5).

Ki Kusumo menilai, polisi punya alasan mendasar tentang larangan konser bertajuk Born ThisWay Ball ini. Bukan cuma karena desakan Front Pembela Islam (FPI) dan ormas-ormas lain yang mendesak untuk menolak, namun juga banyak elemen yang tak mau ada konser Lady Gaga.

"Saya yakin Polisi bukan takut karena ada tekanan dari ormas saja, tapi banyak elemen masyarakat yang memang menolaknya. Nah, kita harus menghormati itu," sambung Ki Kusumo.

Mengenai pengakuan Big Daddy selaku promotor yang telah mendapatkan restu dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia menurut Ki Kusumo, hal itu sah-sah saja.

"Mereka punya pandangan tersendiri. Menganggap konser ini menguntungkan negara, bukan hanya perorangan," terangnya.

Shah Rukh Khan Berkelahi di Stadion

May 17, 2012

MUMBAI, BeritaMusik.com - Superstar Bollywood Shah Rukh Khan dilaporkan ke polisi dan dilarang masuk stadion kriket terbesar di Mumbai menyusul perkelahiannya dengan petugas stadion itu, Kamis (17/5/2012).

Aktor yang juga pemilik tim Liga Premier India, Kolkata Knight Riders, itu membawa sejumlah remaja termasuk Suhana putrinya ke lapangan Stadion Wankhede seusai sebuah pertandingan pada Rabu (16/5/2012) malam.

Seorang petugas keamanan berusaha menghalangi mereka bermain, kata fotografer AFP yang melihat kejadian itu.

"Para petugas keamanan memintanya keluar, tapi Shah Rukh Khan memulai perkelahian," kata Nitin Dalal, sekretaris Asosiasi Kriket Mumbai, kepada NDTV.

"Dia memasuki lapangan setengah jam setelah pertandingan. Para petugas mengatakan padanya bahwa itu bukan saat yang tepat. Dia kemudian marah dan menggunakan kata-kata kasar," kata Dalal.

Ditambahkannya, MCA telah mengajukan laporan pada kepolisian dan akan mencekal penyuka berat olahraga kriket itu dari Stadion Wankhede di masa mendatang.

"Dia tidak akan diizinkan (masuk stadion) untuk pertandingan apapun. Apakah itu uji coba, pertandingan internasional, pertandingan T20 ataupun IPL sejak saat ini. Itu sudah kami putuskan," tegas Ravi Savant, bendahara MCA.

Savant mengatakan, Presiden MCA Vilasrao Deshmukh termasuk di antara pejabat dan petugas keamanan yang "diserang" Khan. Dia menegaskan, pencekalan itu akan berlaku "seumur hidup".

Penampilan Khan yang berkeringat dan lusuh jauh berbeda dibandingkan citra yang selalu ditampilkannya dalam berbagai iklan dan film yang dibintanginya selama ini.

Salah satu bintang Bollywood yang pale kondang itu juga terlibat pertengkaran hebat pada Januari lalu, setelah seorang perempuan sutradara menuduhnya menyerang suaminya pada sebuah pesta.

Aktor berusia 46 tahun itu juga dipanggil ke pengadilan di Jaipur bulan ini setelah dia tertangkap basah merokok di stadion kriket terbesar kota itu. Dia telah melanggar peraturan larangan merokok di stadion tersebut.

Seorang pemimpin comparison Partai Bharatiya Janata, Balbir Punj, berpendapat, sebagai ikon dan tokoh publik, Khan "seharusnya tahu bagaimana harus bertingkah laku di hadapan publik".

Punj merujuk sebuah insiden yang terjadi bulan lalu ketika Khan ditahan petugas imigrasi AS di bandara New York.

"Ketika dia dipermalukan di Amerika, seluruh bangsa mendukungnya. Dia seharusnya menghormati orang lain dan hukum harus berjalan sesuai jalur," kata politikus comparison itu.

Next Page »