IDP Siap Go International

May 22, 2012

JAKARTA - Indah Dewi Pertiwi (IDP) mendapat kesempatan langka. Penyanyi asal Jawa Barat itu akan menjadi wakil Indonesia di ajang Music Matters yang digelar di Singapura 22-26 Juni 2012.Di ajang tersebut, IDP akan ditonton oleh produser, promotor dan code dari luar negeri. Hal ini sepertinya akan menjadi batu loncatan buat IDP untuk go internasional.Jika sudah dibukakan jalan aku harus jalani, yang pasti aku jalanin saja yang sekarang. Semoga semua berjalan dengan lancar, kata IDP di Restoran Nelayan Jakarta, Selasa (22/5).DP akan membawakan tiga lagu yang dimedley. Satu lagu diambil dari manuscript terbarunya, dua lagu lainnya dari luar negeri.Tapi saya akan membawa budaya Indonesia di dua lagu luar negeri yang saya bawakan. Saya sendiri akan nari jaipongan dan musiknya diaransemen dengan memasukan unsur suling dan gamelan, kata IDP.Selain berlatih persiapan lain yang dilakukan IDP adalah menyiapkan mental. Surprise juga waktu dikabarin akan perform di sana. Saya terus nanya di sana nanti harus ngapain, pokoknya persiapan mental sajalah, ungkapnya. (abu/jpnn)

T2 Garap Video Klip di Jepang

May 21, 2012

JAKARTA -- Duet T2, Tika dan Tiwi, kembali membuat gebrakan. Setelah sukses dengan lagu Bukan Jodoh, T2 kini membuat video klip terbaru. Hebatnya, video klip tersebut dibuat di Jepang.Pengerjaannya lima hari empat malam. Model video klip dari sana, hair character dan make adult artist yang bikin Cathy Perry. Orang-orangnya baik banget, modelnya juga mau tidak dibayar, kata Tiwi di Studio RCTI Kebon Jeruk Jakarta, Senin (21/5).Tiwi mengaku awalnya hanya akan liburan di Jepang dan tidak merencanakan membuat video klip. Awalnya hanya mau liburan, ungkapnya.Pentolan Akademi Fantasi Indonesia (AFI) tersebut mendapat banyak pengalaman berharga selama membuat di Jepang. Di negeri Sakura tersebut, T2 belajar banyak tentang kedisiplinan. Mereka disiplin banget sama waktu. Beda banget kerja ama orang luar. Semuanya serba spontan, kata Tiwi.Hal yang membuat Tiwi terkaget-kaget karena masyarakat Jepang ada yang mengenal T2. Pas di Harajuku kaget karena ada yang kenal T2, ungkap mantan kekasih Ade Govinda itu.Selain membuat video klip, Tiwi dan Tika tak menyia-nyiakan waktu untuk berbelanja. Seneng liat character anak-anak muda di Shibuya, nyentrik tapi keren-keren. Aku beli beberapa baju juga, jelasnya. (abu/jpnn)

Ratna Listy Rilis Single ‘Jangan Menyerah’

May 21, 2012

BeritaMusik.COM, Jakarta - Cukup lama tak terdengar namanya, Ratna Listy ternyata kini lebih konsentrasi di dunia nyanyi. Ratna baru saja merilis singular terbaruJangan Menyerah.

Sejak tak lagi menjadi presenter Bedah Rumah, nama Ratna Listy memang jarang terdengar. Meski begitu, bukan berarti Ratna menghilang dari dunia entertain. Ratna yang usianya kini menginjak 38 lebih berkonsentrasi menjadi penyanyi.

Berkat penghargaan di ajang Anugerah Musik Indonesia 2010 untuk kategori Karya Musik Berbahasa Daerah lewat manuscript Janur Melengkung, Ratna tercambuk lebih tekun mendalami musik. Jangan Menyerah joke menjadi pertarungan kedua Ratna di industri musik.

"Saya joke masih punya keyakinan, para fans pasti menunggu comeback-nya saya di dunia tarik suara. Ya, mudah-mudahan saja single ini bisa ditanggapi positif para penggemar musik di Indonesia," harap Ratna, saat ditemui di Jakarta, Minggu (20/5).

Tembang Jangan Menyerahmerupakan lagu yang berkisah tentang nasehat antigalau. Ratna ingin siapa joke yang mendengar lagu tersebut tak besedih, meski tengah patah hati.

"Sebab kehilangan cinta itu bukanlah segalanya. Nah, lewat lagu Jangan Menyerah, saya ingin memberikan semacam motivasi," tutur ibu dari Reiki (8) dan Keisha (6) ini.

Ratna Listy berani menyebut bahwa cinta pertamanya di dunia karir adalah sebagai penyanyi. Maka itu sampai kapanpun dia tidak ingin meninggalkannya.

"Saya kangen saja sama dunia panggung (off air) atau tampil di module musik di layar-layar televisi," ujar bintang sinetronMenjemput Impianitu. mor

Pembatalan Konser Lady Gaga: Menghadang Wakil Setan

May 18, 2012

Kontroversi Lady Gaga mencapai titik kulminasi dengan dibatalkannya konser bertajuk 'The Born This Way Ball'. Penyanyi eksentrik dari Amerika Serikat itu tak lagi punya kesempatan untuk unjuk gigi di stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Indonesia.

Hingga hari ini, izin konser Lady Gaga belum diberikan Polda DKI Jakarta, lantaran desakan dan rekomendasi dari berbagai organisasi dan ormas Islam di negara ini, termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Front Pembela Islam (FPI).

Ormas yang terakhir disebut bahkan mengancam memicu kerusuhan di Jakarta jika Lady Gaga jadi tampil di bumi Indonesia. Demi keamanan, Polda Metro Jaya sebagai pemegang mandat penjaga stabilitas di Jakarta memilih tidak mengeluarkan surat izin konser yang rencananya akan digelar pada 3 Juni mendatang. Padahal, lebih dari 30.000 tiket telah terjual habis diserap a Little Monster,  sebutan untuk fansnya. Harga tiketnya bervariasi dari Rp750.000 hingga Rp2,25 juta, harga yang tidak semua orang Indonesia mampu membayarnya.

Kisruh izin konser Lady Gaga dipicu oleh penolakan sejumlah tokoh muslim konservatif karena dianggap mempromosikan penyembahan pada setan. "Dia adalah penyanyi coarse yang hanya mengenakan celana dalam dan bra ketika bernyanyi. Dia juga menyatakan diri sebagai utusan setan dan akan menyebarkan ajaran setan," kata Ketua DPD FPI Jakarta Habib Salim Alatas.

Protes atas konser Lady Gaga juga disampaikan oleh Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia, serta Forum Umat Islam (FUI) kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui surat. Isi suratnya meminta polisi mempertimbangkan pelaksanaan konser penyanyi wanita yang memiliki nama asli Joanne Stefani Germanotta tersebut.

Intinya, polisi diminta agar mengeluarkan kebijakan agar suasana Ibukota tetap kondusif. Surat permohonan penolakan itu telah ditanggapi Sekretariat Negara yang dilanjutkan kepada Polda Metro Jaya. Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi, juga mengatakan hal yang sama.

Gamawan menilai Polri pasti telah memiliki pertimbangan khusus dan dipikirkan dengan matang, dengan tidak memberikan izin konser penyanyi yang gemar berdandan nyentrik itu. "Pastilah Pak Kapolri punya pertimbangan untuk masyarakat Indonesia," katanya.

Bukan kali ini saja konser Gaga ditolak publik. Sebelumnya, sebuah kelompok Kristen di Korea Selatan menolak pagelaran tersebut. Pemerintah Korsel tidak sampai tidak memberikan izin, hanya membatasi usia penonton konser. Alhasil, konser tersebut hanya dihadiri penonton berusia 18 tahun ke atas.

"Beberapa orang di kebudayaan tertentu memang bisa menerimanya, tapi efeknya bagi agama sangat besar. Bahkan orang dewasa sekalipun tidak boleh melihat penampilannya, yang berbau homoseksual dan porno," kata pendeta Yoon Jung-hoon yang menggawangi penolakan terhadap konser Gaga di korsel.

Sosok kelahiran New York,28 Maret 1986, ini memang penuh kontroversi. Ia berani tampil mendobrak kemapanan budaya, meski terkesan urakan dan nyeleneh. Tanpa tedeng aling-aling, ia memprokamirkan diri sebagai duta setan di dunia. Setan, yang mampu menghipnotis penonton menuju dunia lain, dunia setan.

Lirik lagunya, musiknya, dan penampilannya yang bertema setan, sudah membawanya pada pembenaran isu bahwa ia adalah pemuja setan. Plus penampilan coarse seksual menambah lekat lagi tarnish setan bagi Lady Gaga.

Tak pelak, kehadiran Lady Gaga mendapat penolakan dari kelompok agama Kristen, maupun agama Budha, di sejumlah negara lainnya di Asia. Termasuk di Indonesia, tentangan berasal dari kelompok masyarakat Islam.

Awal kehadirannya di pentas musik dunia pada 2008, Lady Gaga terbilang sukses. Dalam manuscript perdana The Fame, Lady Gaga lebih banyak mengeksplorasi lagu tentang ketenaran, kekayaan, dan budaya pop. Namun berbeda pada manuscript berikutnya, The Fame Monster. Di manuscript ini lagu-lagu Gaga bertemakan monster, vampir, dan kematian. Sementara di manuscript terbaru Born This Way, Lady Gaga seperti ingin mendirikan sekte kepercayaan dengan lagu-lagu bertema kepercayaan dan agama.

Sebagai artis yang membutuhkan personel branding, pilihan Lady Gaga menjadi The Mother Monster bisa jadi tepat. Pilihan uniknya ini mendapat sambutan pecinta musik dunia. Dalam waktu singkat ia berhasil menjaring delapan juta pengikut di Twitter.

Atas nama kebebasan berekspresi, Lady Gaga kerap mencampuradukkan sejumlah simbol sakral keagamaan dalam berbagai karyanya. Misalnya aksi Gaga sebagai biarawati di video klip Alejandro. Lady Gaga juga sering berpenampilan seronok saat tampil di atas panggung. Tak pelak, pilihannya itu mendapat perlawanan dari kelompok yang ingin mempertahankan kemapanan dan kesucian ajaran agama.

Alhasil, konser Lady Gaga di Indonesia kini telah berubah menjadi ‘medan pertarungan’ antara penjaga kesucian agama dan para pendobrak kemapanan yang berdalih kebebasan ekspresi seni. Sementara pihak penyelenggara ingin mengeduk keuntungan dari kehadiran puluhan ribu Little Monster di Gelora Bung Karno Jakarta.

Di mata para pendukung Lady Gaga, negara telah gagal menjaga semangat pluralisme di Republik ini. "Seni adalah seni, harus dipandang sebagai karya. Andaikan ada yang kurang diterima oleh sebagian masyarakat, selesaikanlah dengan cara bermartabat, bukan dengan cara ancaman, intimidasi, atau tindakan kekerasan," kata Wakil Ketua Komisi we DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Tubagus Hasanuddin.

Namun para penentang Lady Gaga berdalih melindungi budaya Indonesia dari serbuan budaya asing yang melanggar norma agama.

Jadi, tak ada tempat bagi 'wakil setan' di negeri ini. Maklum, Indonesia merupakan negara dengan sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa, bukan Kesetanan Yang Maha Kuasa. (HP, dari berbagai sumber)

Lady Gaga Dicekal: Menghadang Konser Setan?

May 18, 2012

Kontroversi Lady Gaga mencapai titik kulminasi dengan dibatalkannya konser bertajuk 'The Born This Way Ball'. Penyanyi eksentrik dari Amerika Serikat itu tak lagi punya kesempatan untuk unjuk gigi di stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Indonesia.

Hingga hari ini, izin konser Lady Gaga belum diberikan Polda DKI Jakarta, lantaran desakan dan rekomendasi dari berbagai organisasi dan ormas Islam di negara ini, termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Front Pembela Islam (FPI).

Ormas yang terakhir disebut bahkan mengancam memicu kerusuhan di Jakarta jika Lady Gaga jadi tampil di bumi Indonesia. Demi keamanan, Polda Metro Jaya sebagai pemegang mandat penjaga stabilitas di Jakarta memilih tidak mengeluarkan surat izin konser yang rencananya akan digelar pada 3 Juni mendatang. Padahal, lebih dari 30.000 tiket telah terjual habis diserap a Little Monster,  sebutan untuk fansnya. Harga tiketnya bervariasi dari Rp750.000 hingga Rp2,25 juta, harga yang tidak semua orang Indonesia mampu membayarnya.

Kisruh izin konser Lady Gaga dipicu oleh penolakan sejumlah tokoh muslim konservatif karena dianggap mempromosikan penyembahan pada setan. "Dia adalah penyanyi coarse yang hanya mengenakan celana dalam dan bra ketika bernyanyi. Dia juga menyatakan diri sebagai utusan setan dan akan menyebarkan ajaran setan," kata Ketua DPD FPI Jakarta Habib Salim Alatas.

Protes atas konser Lady Gaga juga disampaikan oleh Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia, serta Forum Umat Islam (FUI) kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui surat. Isi suratnya meminta polisi mempertimbangkan pelaksanaan konser penyanyi wanita yang memiliki nama asli Joanne Stefani Germanotta tersebut.

Intinya, polisi diminta agar mengeluarkan kebijakan agar suasana Ibukota tetap kondusif. Surat permohonan penolakan itu telah ditanggapi Sekretariat Negara yang dilanjutkan kepada Polda Metro Jaya. Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi, juga mengatakan hal yang sama.

Gamawan menilai Polri pasti telah memiliki pertimbangan khusus dan dipikirkan dengan matang, dengan tidak memberikan izin konser penyanyi yang gemar berdandan nyentrik itu. "Pastilah Pak Kapolri punya pertimbangan untuk masyarakat Indonesia," katanya.

Bukan kali ini saja konser Gaga ditolak publik. Sebelumnya, sebuah kelompok Kristen di Korea Selatan menolak pagelaran tersebut. Pemerintah Korsel tidak sampai tidak memberikan izin, hanya membatasi usia penonton konser. Alhasil, konser tersebut hanya dihadiri penonton berusia 18 tahun ke atas.

"Beberapa orang di kebudayaan tertentu memang bisa menerimanya, tapi efeknya bagi agama sangat besar. Bahkan orang dewasa sekalipun tidak boleh melihat penampilannya, yang berbau homoseksual dan porno," kata pendeta Yoon Jung-hoon yang menggawangi penolakan terhadap konser Gaga di korsel.

Sosok kelahiran New York,28 Maret 1986, ini memang penuh kontroversi. Ia berani tampil mendobrak kemapanan budaya, meski terkesan urakan dan nyeleneh. Tanpa tedeng aling-aling, ia memprokamirkan diri sebagai duta setan di dunia. Setan, yang mampu menghipnotis penonton menuju dunia lain, dunia setan.

Lirik lagunya, musiknya, dan penampilannya yang bertema setan, sudah membawanya pada pembenaran isu bahwa ia adalah pemuja setan. Plus penampilan coarse seksual menambah lekat lagi tarnish setan bagi Lady Gaga.

Tak pelak, kehadiran Lady Gaga mendapat penolakan dari kelompok agama Kristen, maupun agama Budha, di sejumlah negara lainnya di Asia. Termasuk di Indonesia, tentangan berasal dari kelompok masyarakat Islam.

Awal kehadirannya di pentas musik dunia pada 2008, Lady Gaga terbilang sukses. Dalam manuscript perdana The Fame, Lady Gaga lebih banyak mengeksplorasi lagu tentang ketenaran, kekayaan, dan budaya pop. Namun berbeda pada manuscript berikutnya, The Fame Monster. Di manuscript ini lagu-lagu Gaga bertemakan monster, vampir, dan kematian. Sementara di manuscript terbaru Born This Way, Lady Gaga seperti ingin mendirikan sekte kepercayaan dengan lagu-lagu bertema kepercayaan dan agama.

Sebagai artis yang membutuhkan personel branding, pilihan Lady Gaga menjadi The Mother Monster bisa jadi tepat. Pilihan uniknya ini mendapat sambutan pecinta musik dunia. Dalam waktu singkat ia berhasil menjaring delapan juta pengikut di Twitter.

Atas nama kebebasan berekspresi, Lady Gaga kerap mencampuradukkan sejumlah simbol sakral keagamaan dalam berbagai karyanya. Misalnya aksi Gaga sebagai biarawati di video klip Alejandro. Lady Gaga juga sering berpenampilan seronok saat tampil di atas panggung. Tak pelak, pilihannya itu mendapat perlawanan dari kelompok yang ingin mempertahankan kemapanan dan kesucian ajaran agama.

Alhasil, konser Lady Gaga di Indonesia kini telah berubah menjadi ‘medan pertarungan’ antara penjaga kesucian agama dan para pendobrak kemapanan yang berdalih kebebasan ekspresi seni. Sementara pihak penyelenggara ingin mengeduk keuntungan dari kehadiran puluhan ribu Little Monster di Gelora Bung Karno Jakarta.

Di mata para pendukung Lady Gaga, negara telah gagal menjaga semangat pluralisme di Republik ini. "Seni adalah seni, harus dipandang sebagai karya. Andaikan ada yang kurang diterima oleh sebagian masyarakat, selesaikanlah dengan cara bermartabat, bukan dengan cara ancaman, intimidasi, atau tindakan kekerasan," kata Wakil Ketua Komisi we DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Tubagus Hasanuddin.

Namun para penentang Lady Gaga berdalih melindungi budaya Indonesia dari serbuan budaya asing yang melanggar norma agama.

Jadi, tak ada tempat bagi 'wakil setan' di negeri ini. Maklum, Indonesia merupakan negara dengan sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa, bukan Kesetanan Yang Maha Kuasa. (HP, dari berbagai sumber)

Geisha Siapkan Album Baru

May 15, 2012

JAKARTA - Sukses dengan dua manuscript sebelumnya, Geisha kini mulai menggarap manuscript terbarunya. Band bergenre Art Rock Progressive tersebut kini sedang menyiapkan materi lagu untuk manuscript ketiga.Kita lagi bikin materi manuscript ketiga, prosesnya belum cuma lagi mantengin aja dulu. Kumpulin materinya aja dulu, kata Nard, salah satu personel Geisha saat ditemui di Studio RCTI Kebun Jeruk Jakarta, Selasa (15/5).Nard mengatakan, materi dalam manuscript ketika Geisha akan mengalami perubahan terutama dari segi lirik. Pastinya ada perbedaaan dalam lirik mungkin, ungkapnya.Ia mengungkapkan, Geisha tidak terpengaruh dengan boyband yang sedang ngetrend. Keterlambatan manuscript ini diantisipasi dengan mengeluarkan single.Kita nggak nunda, kita lebih liat chart-chart yang tinggi. Kalau orang masih menikmati kita tunggu turun aja, bukan karena boyband atau girlband, jelas Nard.Geisha merupakan sebuah grup musik asal Kota Pekanbaru, Riau, Indonesia yang dibentuk pada tahun 2003. Grup musik ini beranggotakan lima orang yaitu Momo (vokal), Roby (gitar), Nard (Bass), Dhan (keyboard), dan Aan (drum). (abu/jpnn)

Super Junior Rilis Video Behind The Scene PV ‘Opera’

May 7, 2012

BeritaMusik.com - Bintang Hallyu yang baru saja sukses menggelar konser selama 3 hari berturut-turut di Indonesia, Super Junior sepertinya siap untuk memperluas ekspansi ke musik Jepang.

Meski saat ini sedang tidak terlibat dalam promo di Korea, Super Junior lebih memilih untuk menyelesaikan tur solo mereka, Super Show 4. Dan usai digelar pada 27-29 Apr lalu di Indonesia, kini mereka siap untuk konser di Jepang pada 12-13 Mei nanti.

Seperti yang direncanakan, Super Junior akan merilis singular Jepang terbaru mereka, OPERA. Setelah merilis versi singkat dari PV Opera, ELF Jepang rupanya tidak bisa menunggu lagi sampai tiba perilisan singular dan PV full lagu yang tersebut.

Dilansir dkpopnews.net, dan semakin menarik rasa penasaran ELF, situs resmi Super Junior di Jepang merilis sebuah video mengenai proses syuting PV Opera tersebut.

Single Opera yang diambil dari salah satu lagu di manuscript Korea mereka, MR SIMPLE, direncanakan rilis pada 9 Mei mendatang. (dkp/aia)

Acha Septriasa Ingin Jadi Pekerja Kantoran?

May 6, 2012

BeritaMusik.com - Lama tidak terdengar kabarnya, mantan kekasih Irwansyah yakni Acha Septriasa rupanya kini sedang disibukkan dengan film terbarunya, RECTO VERSO. Lantas bagaimana dengan keinginannya sebagai pekerja kantor?

"Sekarang lagi reading film baru, RECTO VERSO. Cerita di film itu dan pemainnya ada banyak. Yang memproduseri Marcella Zalianty, sutradaranya Olga Lydia. Ini tentang percintaan dengan banyak kisah. Nyanyi juga masih jalan, ini lagi promo lagu soundtrack film BROKEN HEARTS. Kalau kuliahku udah selesai 18 Desember lalu," ungkap Acha.

Selebritis yang memilih kuliah di Malaysia ini juga mengungkapkan bahwa ke depan dirinya memiliki keinginan untuk menjadi pekerja kantor. Namun lantaran kesibukan syuting harus menjadi penghalang sementara.

"Iya nih, sibuk promosi lagu dan syuting, mundur lagi deh keinginan jadi pekerja kantor. Saya ingin berkarir sewajarnya dari bawah, prioritas itu harus mundur. Jadi mumpung masih ada waktu buat karir, jadi ingin berkarir dulu," jelasnya di kawasan Senayan City, Kamis (3/5) malam.

Lantas ke mana Acha selama ini jarang tampil di dunia entertainment? "Bukannya menghilang ya, saya kuliah 3 tahun juga bolak-balik Indonesia Malaysia. Kesempatan categorical film lebih banyak waktu kuliah. Tapi sekarang masih tetep jalan, sedang produksi baru kan." (BM/gum/aia)

Anggun Wakili Prancis di Ajang Eurovision 2012

May 1, 2012

Anggun yang tampil bersama finalis anjang kontes lagi di Eropa itu mengakui bahwa meskipun ia menjadi wakil untuk Prancis tetapi dirinya masih tetap orang Indonesia.

Prancis diajang Eurovision Song Contest 2012 akan diwakili oleh penyanyi Indonesia Anggun c. Sasmi, Kontes Eurovision sendiri akan dilangsungkan di Ibu Kota Azerbaidjan, Baku, pada tanggal 26 Mei mendatang.

Seperti dikutip kantor berita Antara di London Anggun C Sasmi mengatakan “Harapan saya di Eurovision hanya satu ya bisa menjadi pemenang,”  usai melantumkan lagu “You and I” dalam acara London Eurovision Party yang berlangsung di The Shadow Lounge, Soho, Minggu malam.

Anggun akan mempromosikan lagu baru yang berjudul Echo (You and I). “Saya akan membawakan lagu dari manuscript terbaru saya,” ujar Anggun yang menjadi duta Goodwill Ambassador untuk Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam memerangi kelaparan dunia.

Meski demikian, Anggun yang tampil bersama finalis kontes lagi di Eropa itu mengakui bahwa meskipun ia menjadi wakil untuk Prancis tetapi dirinya masih tetap orang Indonesia.

“Tubuh saya masih orang Indonesia,” ujar Anggun lagi yang tampil dengan angun mengunakan busana rancangan disainer terkemuka saat melantumkan lagu Echo yang liriknya ditulis Anggun bersama William Rousseau serta composer Jean Pierre Pilot dan William Rousseau. Anggun yang sebelumnya sukses dengan Album pertamanya sejak berkarir di luar negeri “La neige au Sahara” alias “Snow on a Sahara” menembus tangga lagu Eropa, bahkan dunia internasional pada tahun 1997.

Anggun hijrah ke Eropa untuk memulai karir pertama internasionalnya yaitu London, Amsterdam dan akhirnya Paris, dimana dia bertemu produser yang telah berhasil membuat lagu Celine Dion menjadi sukses. Bersama-sama mereka menciptakan Snow On The Sahara, yang menjadi hits di 33 negara di seluruh dunia dan membuat hits 5 besar di Eropa dan AS Top 20,  setelah kesuksesan tersebut Anggun memutuskan untuk menjadi warga negara Perancis.

Anggun yang pernah bernyanyi bersama artis besar seperti Peter Gabriel, Pras (The Fugees), Julio Iglesias dan Michael Bolton, sangat bangga disposition mewakili Prancis di ajang unik yang Eurovision Song Contest. Diakuinya lagu Echo (Kau Dan Aku) adalah lagu tentang esensi kehidupan – cinta antara dua orang.  Dalam rangka mengikuti kontes itu, Anggun telah berkeliling negara-negara di Eropa untuk mempromosikan lagunya tersebut. Dalam video klip, Anggun tampil seksi dalam balutan busana rancangan desainer kondang Jean-Paul Gaultier.

Anggun bisa mewakili Prancis karena saat ini memang sudah berkewarganegaraan Prancis. Meski demikian, Anggun mengaku tak meninggalkan ke-Indonesia-annya. Anggun tetap merasa dirinya sebagai orang Indonesia. Dalam London Eurovision Party yang berlangsung di bar terkemuka di Soho, hingga pukul tiga pagi para pengunjung dengan antusias ikut berjoget bersama Anggun.

antaranews.com

Beriklan di BeritaMusik.com

Jerman Istimewa Buat Sandhy

May 1, 2012

JAKARTA - Jerman adalah negara yang istimewa untuk Sandhy Sondoro. Kalau dulu dia tidak memutuskan pergi ke Jerman, belum tentu dia akan menjadi seperti sekarang.Hal itu diceritakan Sandhy seusai manggung di konser Jerin (Jerman Indonesia) yang diadakan Minggu malam (29/4) di Rolling Stone Cafe, Ampera, Jakarta Selatan.Jerman buat saya sangat istimewa. Mulai kurun waktu 1998 sampai sekarang, tanpa ada Jerman, enggak mungkin mental saya akan terbentuk seperti ini, kata penyanyi yang lahir di Jakarta, 12 Desember 1980 tersebut.Kala itu penyanyi yang baru merilis manuscript terbarunya, Find a Way, tersebut memutuskan untuk merantau ke Jerman. Di sana dia adalah minoritas. Saya Asia dan minoritas. Itu yang membuat saya mendapat tekanan, lanjutnya.Di sana Sandhy juga ngamen ke sana kemari. Karir musiknya sekarang ini dimulai dengan perjuangan keras. Kalau misalnya saya di sini terus, enggak ke Jerman, mungkin ceritanya akan lain, imbuh dia. Karena itu, ketika diminta untuk menjadi bintang di konser Jerin ini, pelantun Malam Biru tersebut menanggapi positif. Bahkan, pada Juli nanti dia akan mengadakan tur tiga kota di Jerman.Semacam tur kecil gitu lah. Saya nggak mau langsung melakukan (tur) besar-besaran. Yang kecil saja dulu, tapi semoga kelak akan menjadi besar, ucapnya di atas panggung. Sandhy sendiri saat ini dikenal sebagai solois papan atas tanah air. Kualitas suara dan bermusiknya tidak hanya diakui di Indonesia, tapi juga di dunia. Ketika ditanya apa misinya dalam bermusik, Sandhy menjawab untuk membuat orang happy.Pepatah hidup saya sih simpel. Saya ingin membuat semua orang merasa happy. Semua orang, semua ras, semuanya, tegasnya. Dalam konser yang berlangsung selama sejam itu, Sandhy menyanyikan beberapa lagu miliknya dan juga lagu orang lain. Si awal konser, dia terlihat sedikit salah tingkah. Salah seorang penonton ada yang nyeletuk. Grogi ya? katanya. Sandhy joke menjawab, Eh, grogi kan manusiawi.Karena penonton konser tersebut banyak orang Jerman, dia joke beberapa kali berinteraksi di panggung menggunakan bahasa Jerman. Meski terkadang, dia harus mengucapkan bahasa Jerman pelan-pelan sambil berpikir. Maklum, sudah lama nggak ngomong bahasa Jerman, lidahnya kaku nih, candanya. (jan/c14/tia)

Next Page »