Machica: ‘Pak Moer-Poppy The Untold Story’ Buku Sampah & Karangan Bebas!

April 2, 2012

Buku ‘Pak Moer-Poppy The Untold Story’ karya Derek Manangka menguak bagaimana kisah cinta Poppy Dharsono dan Moerdiono semasa masih hidup. Tersirat bagaimana ‘pengorbanan’ Poppy agar terus bisa bersama Pak Moer.

Tak hanya suka, duka Poppy joke diceritakan dalam buku tersebut. Terutama, bagaimana Poppy ‘seperti’ berjuang sendiri untuk merawat Pak Moer hingga mantan Mensesneg itu menghembuskan napas terakhir di Singapura, 7 Oktober 2011 lalu.

Awal mula bagaimana munculnya kisah cinta mereka juga membumbui buku tersebut. Tak ketinggalan, fakta-fakta yang selama ini mungkin tak banyak diketahui, misalnya tentang pernikahan mereka yang terjadi dua kali.

Buku itu seperti bercerita bahwa Poppy memang bukan cinta pertama Pak Moer, tapi Poppy adalah cinta terakhir bagi jenderal purnawirawan yang merupakan salah satu orang terkuat selama masa pemerintahan Soeharto itu.

Meskipun ditulis oleh orang lain, seorang wartawan senior, namun buku itu seolah mewakili sudut pandang Poppy. Seorang istri kesekian yang ingin menegaskan statusnya, di antara keberadaan nama-nama lain yang tak bisa disangkal. Nama-nama lain itu adalah istri pertama Pak Moer, Maryati dan pedangdut Machica yang tak diakui.

Sedikit keluar dari kisah cinta mereka, ada juga kisah sebuah wasiat yang berhubungan dengan warisan, yang diberikan sepenuhnya kepada Poppy. Hingga akhirnya hanya Poppy yang mendapat pengakuan dari negara sebagai istri Pak Moer.

Tapi, dalam buku tersebut juga disebut-sebut pedangdut berinisial ‘M’ yang seolah-olah ditempatkan sebagai “tokoh” antagonis. Tak sulit menebak bahwa yang dimaksud adalah Machica Muchtar. Tahukan dia?

“Saya rasa begini, bukan hanya merasa, itu pasti saya. Anda mau keliling dunia dengan inisial ‘M’ dan punya anak ‘IQ’ dan penyanyi dangdut dan menikah dengan Mensesneg itu udah pasti saya,” ujarnya.

Ketika dihubungi, Machica mengaku sudah membaca buku itu, dan merasa pedangdut berinisial ‘M’ itu tak lain adalah dirinya. Atas satu bab yang membahas tentang dirinya itu, Machica menumpahkan komentarnya.

“Semua itu karangan bebas semua, buku itu sampah dan tidak bertanggung jawab. Apa yang ada di buku itu tentang saya adalah sampah,” tegasnya tanpa tedeng aling-aling.

Tak hanya sampai di situ perempuan kelahiran 20 Maret 1970 itu menyemprot buku tersebut. Ia joke mengaku muak dengan apa yang ditulis di dalamnya. Menurutnya tak ada satu joke fakta yang benar tentang dirinya dalam buku itu.

indonews

Beriklan di BeritaMusik

Poppy Dharsono Rilis Buku, Machica Mochtar Terhina

March 20, 2012

JAKARTA - Mantan istri Moerdiono, Poppy Dharsono telah meluncurkan buku tentang kisahnya bersama almarhum Moerdiono berjudul ‘Pak Moer-Poppy: The Untold Story’.

Dalam buku tersebut, Poppy menuding Machica Mochtar yang mengaku dinikahi Moerdiono, dan semua kisah perjalanannya. Itu membuat Machica merasa dipermalukan, dihina dan dianiaya.

"Anda mau keliling seluruh dunia mencari inisial M dan anak IQ dan penyanyi dangdut, enggak mungkin ada samanya dong. Jadi bagi saya, dia sudah bikin buku, tapi isinya sampah semua. Maaf kata, kalau dia bisa menghina, ya saya juga kembali seperti itu. Jadi apa yang dia tulis, apa yang dia ceritakan, dia harus bertanggung jawab," kata Machica saat ditemui di kediamannya, Senin (20/3/2012) malam.

Poppy secara fact dan sistematis memojokkan Machica dengan melukiskan kisah pedangdut comparison itu, yang memperjuangkan diakuinya pernikahan dengan pak Moer tapi ditolak Pengadilan Agama Tigaraksa.

Meachica joke semakin mendidih, dia tak habis pikir mengapa Poppy begitu menyerangnya. Padahal dia tak pernah mendiskreditkan Poppy.

"Kisahmu dengan pak Moer, silakan, itu urusan percintaan kau dengan pak Moer. Saya juga dengan pak Moer ada anak saya. Saya tidak pernah melibatkan orang lain, dan tak mau tahu urusan orang lain," imbuhnya.

"Karena yang punya urusan sendiri dengan pak Moer itu cerita di masa lalu saya, saya menikah, saya hidup bersama, saya punya anak, itu yang saya ceritakan. Saya tidak pernah keluar dari situ. Tapi kemudian ada intimidasi, mengancam, ini orang lain yang memperlakukan saya begitu. Tapi apapun yang terjadi saya tetap bertanggung jawab karena ini darah daging saya," sambungnya.

Giwo Rubiyanto, mantan Ketua KPAI yang pada 2007 membenarkan upaya Machica meminta KPAI mempertemukan Moerdiono dengan Iqbal. Tapi almarhum kepada KPAI menolak bertemu dengan Iqbal.

"Tentunya yang opaking utama adalah melindungi anak-anak. Sesuai UU Anak nomor 03 tahun 2002, bahwa setiap warga negara dan setiap anak-anak harus diberikan hak-haknya sepenuhnya. Kemudian kami menjeaskan bahwa ingin ananda Iqbal bertemu, dasar hukumnya apa, kami jelaskan kepada Machica. Tetapi bapak Moerdiono menyampaikan secara jelas dan singkat bahwa beliau tidak akan pernah, dan pernah mengakui Iqbal sebagai anak kandungnya, begitu," tandasnya.(Go Spot/Media/nsa)