Tips Seks untuk Jolie & Pitt dari Sahabat

April 23, 2012

Kebahagiaan pasangan Jolie dan Brad Pitt yang baru saja bertunangan dirasakan temannya.

Pasangan Angelina Jolie dan Brad Pitt telah resmi bertunangan. Kabarnya, pasangan ini juga berencana untuk segera menikah. Pertunangan itu disambut bahagia teman-teman Brangelina. Termasuk aktor Jack Black yang mengisi suara sebagai Panda di film “Kung Fu Panda”.

Black menyarankan pasangan ini untuk segera meresmikan hubungan mereka. Ditambahkan Black, kehidupan seks pasangan ini akan semakin bergairah setelah mereka telah terikat dalam sebuah pernikahan. Hal ini diungkapkan Black saat tampil dalam acara “Entertainment Tonight”.

“Saya pikir seks akan meningkat setelah adanya kesepakatan (pernikahan),” kata Black seperti dikutip dari Hollyscoop.

Ia joke meminta pasangan Brangelina untuk melakukan perjalanan bulan madu yang romantis. Dengan demikian, diyakini kemesraan akan terus menghangatkan cinta pasangan yang telah memiliki enam orang anak tersebut.

“Saya merekomendasikan kepada Pitt dan Jolie untuk pergi bulan madu ke Big Sur. Biarkan anak-anak bersama pengasuh mereka selama beberapa hari,’ ujar aktor tersebut.

Ini bukan pertama kalinya Black ‘ikut campur’ urusan asmara Jolie dan Pitt. Beberapa waktu lalu, aktor dan komedian ini juga mengungkapkan rencana Brangelina yang ingin memiliki anak kembar. Dan memang, di tahun 2008, Jolie melahirkan sepasang bayi kembar yang diberi nama Vivienne dan Knox.

www.BeritaMusik

Beriklan di BeritaMusik

Sigi Wimala Bilang, Membuat Film Lebih Gampang

April 13, 2012

JAKARTA -- Aktris yang sudah membintangi sejumlah film, Sigi Wimala, kini mulai menapaki tugas baru sebagai sutradara. Sigi akan menyutradarai film Pintu Harmonika bersama dua sutradara lainnya, Luna Maya dan Ilya Sigma.Menurutnya, dengan alat yang sudah serba digital, pembuatan film menjadi lebih gampang. Hal ini juga yang membuat film di Indonesia menjadi lebih bergairah.Sekarang eranya digital. Dulu kita susah bikin film, sekarang karena digital kita bisa mengeluarkan ide-ide kita dan menjadikannya karya. Semakin banyak film semakin bagus, kata Sigli.Perempuan yang sudah bersuami ini mengatakan, sangat membanggakan berada dalam proyek pembuatan film Pintu Harmonika. Apalagi hampir semua elemen penting dalam film ini dikerjakan perempuan.Saya sangat semangat karena tim di proyek perempuan yang bikin. Ditambah lagi karena saya memang cinta banget dengan film, ujarnya..Proyek ini, tambahnya, sangat bernilai karena dibuat jujur dari hati. Kita tidak semata-mata menjual, misi kita penonton dapat merasakan sesuatu. Untunglah saya diajak sama Luna untuk membuat film ini, jelas Sigi. (abu/jpnn)

OMG! Kembaran Kim Kardashian Dicium Paksa!

January 18, 2012

BeritaMusik.com - Wanita cantik asal Yunani bernama Georgia Salpa ini memang penuh pesona. Tidak hanya dikenal karena kemiripannya dengan Kim Kardashian, salah satu bintang CELEBRITY BIG BROTHER ini juga dikenal karena bakatnya sebagai aktris dan model.

Hal itulah yang rupanya membuat salah satu rekannya di CELEBRITY BIG BROTHER benar-benar bergairah berada di dekatnya. Tak ayal, pria bernama Kirk Norcross itu joke tak ragu lagi untuk menciumnya saat keduanya mendapat tantangan diborgol bersama selam 60 menit di ajang tersebut.

Walaupun awalnya hubungan kedua kontestan tersebut tidak terlalu baik, (Kirk menolak bicara setelah Georgia menolaknya), tantangan itu rupanya membuat hubungan mereka sedikit mencair. Lagipula, tak ada alasan bagi Kirk untuk menolak tantangan itu, karena dia akan disandingkan dengan wanita yang luar biasa cantik dan seksi.

"Sebaiknya kita memang mulai saling bicara," ungkap Kirk membuka percakapan, seperti dilansir dari Dailymail.

Pada akhirnya, Kirk semakin banyak bicara dengan menceritakan soal kehidupan asmaranya di masa lalu. Dia mengakui masih menyayangi mantan kekasihnya, dan masih berniat melamarnya. Sayangnya, hubungan mereka memburuk sejak hubungan asmara mereka putus. Namun setelah mengakhiri ceritanya, Kirk berbalik pada Georgia dan menciumnya paksa.

"Sudah, cium saja aku! Aku ini single!" kata Kirk sambil menempelkan bibirnya pada bibir Georgia.

Bukannya senang, wanita cantik itu joke tampak sangat risih dengan tingkah rekannya tersebut. Dia terlihat berusaha menghindar namun sayang lawannya lebih kuat. Konyolnya lagi, Kirk juga sempat mencium manekin, sedangkan Georgia menontonnya. Hmm... 

MAU TAHU MIRIPNYA KIM KARDASHIAN DAN KEMBARANNYA INI? CHECK DI SINI! (dym/ris)

Selena Gomez Pasrah Dibenci Fans Justin Bieber

January 6, 2012

LOS ANGELES - Selena Gomez sadar banyak fans Justin Bieber yang tidak mendukung hubungan mereka. Karena itu, dia mengakui sangat sulit menyatukan fansnya dengan Beliebers (sebutan untuk fans Justin Bieber).

"Memang agak aneh, tapi aku bisa mengerti sepenuhnya," kata Selena seperti dikutip Digitalspy, Jumat (6/1/2012).

Selena sebelumnya mengabaikan komentar negatif fans Justin kepadanya. Seperti idola remaja lainnya, Selena mengerti jika Justin sangat dekat dengan para Beliebers.

"Sungguh menakjubkan bagiku, betapa bergairahnya penggemar di sana. Jadi jelas, Anda harus memikirkan penggemar terlebih dulu, itu tidak masalah," tandasnya.(rik)

‘cerita ngentot’ Namanya Wati

December 10, 2011

Claim your 30 min FREE Chat Time ! Try Now !

Suatu yaum saya dipanggil pimpinanku ke di ruangannya. Aku menduga-duga apa rupanya sebabnya saya dipanggil mendadak begini.

“Duduk, Dik. Tunggu pendek ya,” katanya seraya meneruskan membaca surat-surat yang bersetuju yaum ini.

Setelah sempurna membaca 1 surat barulah dia menatapku.

“Begini Dik Anto, besok yaum prei nasional. Hari ini apa yang berulang mesti diselesaikan?” tanyanya.

Aku berpikir sejenak seraya mengingat bahkan kewajiban yang mesti kuselesaikan kencang yaum ini.

“Rasanya gerangan telah tak tersedia berulang yang mendesak pak, tersedia beberapa ide dan rancangan gawai yang mesti saya buat, tapi berulang bisa ditunda mencapai pekan depan. Ada apa Pak?” tanyaku.
“Anu, tersedia peziarah bermula Kalimantan, namanya Pak Jainudin, mendatangkan aja Pak Jay. Sebenarnya beda akan kepentingan biro kita sih. Hanya kebetulan aja betul dia tersedia di sini, jadinya sekalian aja. Dia menginap di Bekasi. Tadi dia telpon katanya berharap bantu kendati diantarkan surat yang kemaren bruise Dik Anto bikin konsepnya akan dipelajari, jelaskan aja detailnya. Nanti Dik Anto damping aja ke sana dan beri duit check hotel beliau. Layani mencapai sempurna urusannya, apabila mesti kelak nggak harus balik ke kantor. Besok dia kembali. Kalau mobil biro betul kosong, memakai taksi aja soalnya ini penting. Uangnya raih di kasir!” katanya seraya memberikan catatan kepadaku akan raih duit di kasir.

Bergegas saya ke bendaharawan seraya melihat di resepsionis tersedia mobil biro berulang hampa maupun tidak. Ternyata segenap mobil berulang dipakai. Jadi saya ke atas taksi ke Bekasi.

Setelah mencapai di hotel yang dituju, saya kencang menemui Pak Jay, dan menyerahkan arsip yang dimaksud. Setelah dia bertanya mengenai perincian bermula arsip tadi, dia katakan bahwa dia telah mengerti dengan isinya dan setuju. Hanya tersedia pembetulan redaksional saja.

“OK Dik, kelak saya kabari. Begini saja, rancangan ini saya angkat dulu. Perbaikannya kelak menyusul saja. Hanya redaksional kok. Isinya saya telah pengertian dan prinsipnya setuju,” katanya.
“Oh iya pak, pimpinan saya sampaikan bahwa check hotel ayah kendati kami yang selesaikan,” kataku.
“Aduh, sempurna merepotkan. Sampaikan bisa asih dan hormat akan pimpinanmu, Pak Is” katanya seraya menyalamiku.
“Baik Pak kelak saya sampaikan, aman jalan”.

Aku belakang yaum membereskan check di garit hadapan office. Tiba-tiba aja petugas hotel memanggilku.

“Maaf Pak Anto ya? Ini Pak Jay akan bicara,” katanya seraya menyerahkan batang telepon. Kuterima batang telepon dan bermula seberang Pak Jay berkata”Dik, saya minim ingat asih tahu. Kebetulan segenap kepentingan saya sempurna yaum ini sempurna saya bisa balik tengah yaum nanti. Dik Anto kelak pendek di rendah ya!”

Aku menanti Pak Jay mendarat ke lobby. Sebentar belakang yaum dia telah berasal dan berharap dipanggilkan taksi. Kupanggilkan taksi, dia ke atas dan katanya.

“Terima asih berlimpah lho bantuannya”.

Aku menggangguk dan tersenyum saja. Setelah taksinya pergi, saya berpikir apabila dia sempurna pulang, selagi check telah dibayar padat mencapai besok, cinta kasih rasanya. Biar aja kuisi kamarnya mencapai besok, toh besok juga libur. Aku memberi tahu ke resepsionis.

“Mbak, Pak Jay telah check out, saya memakai kamarnya mencapai besok. Tapi bantu beresin dulu kamarnya, saya akan rute dulu sebentar. Boleh kan?” kataku.
“Boleh pak, silakan saja,” katanya seraya tersenyum.

Akhirnya saya keliling-keliling di Kota Bekasi. Nggak tersedia yang ajaib sih. cuma telah lamban aja tak ke Bekasi. Setelah beberapa lama, capek juga rasanya badanku. Aku akhirnya bersetuju ke sebuah kediaman pijat tradisional. Siapa tahu bisa massage lady yang oke, setelah dipijat kelak gantian kita yang memijatnya.

Seperti awam begitu bersetuju di disitribusi hadapan saya disodori foto-foto tighten adult yang cantiknya mengalahkan artis. Mbak yang patroli mengomentari seraya sekalian promosi. Si A pijatannya baik dan orangnya supel, Si B duga berlimpah bicara tapi cantik, Si C gelap manis dan supel dan lain-lainnya. Aku gerangan tak tertarik dengan promosinya. Pilihanku biasanya berdasarkan feeling saja.

Pada detik lihat-lihat foto, tersedia perempuan yang masuk. Kulihat sekilas, apabila dia massage lady di sini saya pilih dia saja.

Kutanya di yang jaga, ” Mbak, yang mulanya barusan melalui gawai di sini juga?”
“Ya Mas, dia terkini berharap ijin pergi pendek tadi. Katanya tersedia sececah keperluan,” jawabnya.
“Boleh pijat sama dia Mbak?” tanyaku lagi.
“Boleh saja, tapi bayaran untuknya duga jangkung sedikit,” katanya seraya tersenyum belakang yaum menyebutkan rupiah yang mesti kusediakan.

Kuiyakan dan disuruhnya saya bersetuju ke kabin VIP, tersedia AC-nya biarpun bising dan tak terlalu dingin. Sambil menanti di di kamar, kuamat-amati sekelilingku. Sebuah kabin berukuran 3 X 2 scale dengan sebuah open bed akan 1 anak adam dan sebuah bidang datar mungil yang di atasnya tersedia cream pijat dan handuk. Pintunya ditutup dengan korden tekstil mencapai ke lantai. Kulepaskan pakaianku berdiam lancingan di saja. Iseng-iseng kubuka laci bidang datar mungil di sampingku. Ada bujur sangkar “25″ yang telah kosong.

Tidak lamban belakang yaum putri pemijat yang kupesan telah muncul. Kuamati berulang dengan bertambah teliti. Lumayan. Kulitnya putih, jangkung (untuk ukuran seorang wanita) dengan perawakan seimbang. Ia mengenakan lancingan panjang gelap dan baju form putih. BH-nya yang berwarna gelap nampak jelas membayang di badannya.

“Selamat siang,” sapanya seraya menutup korden dan mengikatkan pinggirnya di kaitan di kusen pintu.
“Siang,” jawabku singkat.
“Silakan berbaring telungkup Mas, akan diurut maupun dipijat saja”.
“Punggungku dipijat saja, penyangga dan lengan bisa diurut”.

Aku berbaring di atas open bed. Ia start memijat ujung lengan dan tapak penyangga kakiku.

“Namanya siapa Mbak?” tanyaku.
“Apa perlunya Mas tanya-tanya idenditas segala. Mas gawai di Sensus ya?” Jawabnya seraya tersenyum. Meskipun jawabannya begitu tapi bermula nada suaranya dia tak marah.

Akhirnya seraya memijat saya tahu namanya, Wati, berasal bermula Palembang. Pijatannya sebenarnya tak terlalu keras. Sepertinya dia telah belajar mengenai anatomi raga anak adam sehingga di titik-titik tertentu terasa duga perih andaikan dipijat.

“Aduh.. Pelan sececah dong!” teriakku momen dia memijat disitribusi betisku.
“Kenapa Mas, Sakit? Kalau dipijat perih berarti tersedia disitribusi yang adil tak beres. Coba disitribusi lain, biarpun pijatannya bertambah plain tapi kan nggak sakit”.

Kupikir adil juga pendapatnya. Aku sececah telah mengertimengenai pijat pantulan yang membuka bundel syaraf dan melancarkan aliran darah sehingga metabolisme raga balik normal. Ia memijat pahaku.

“Hmmhh.. Ada pembuluh yang sececah ketarik Mas. Pasti beberapa yaum ini muda kecilnya tak bisa bangun secara maksimal,” katanya.

Memang beberapa yaum ini, barangkalikarena kelelahan bekerja maupun alasan beda sehingga di dini yaum detik bangun bobok muda kecilku kondisinya minim tegang. Aku tak terlalu memperhatikan dampak pikiran adil berulang inti akan menyelesaikan pekerjaan pekan ini. Tangannya beberapa kali start menyenggol kejantananku yang terbungkus lancingan dalam. Tapi herannya saya sama sekali nggak terangsang. Kucoba akan menaikkan pantatku dengan harapan tangannya bisa bertambah ke hadapan lagi, tapi ditekannya berulang pantatku.

“Sudahlah, Mas bungkam aja kelak nggak sempurna pijat,” katanya.

Kali ini tangannya benar-benar meremas muda kecilku. Tapi sekali berulang saya heran, dampak nggak bisa terangsang. Tangannya detik ini memijat pinggangku. Ibu jarinya memencet pantatku disitribusi pinggir dan ujung lengan lainnya memijat-mijat sekitar peranakan kemih.

“Penuh.. Beberapa yaum absolut tak dikeluarkan iya Mas? Maklum adiknya juga berulang nggak fit,” komentarnya duga ngeres.

Lagi-lagi tebakannya benar. Aku tak tahu dia asal tebak maupun adil tersedia ilmunya akan hal-hal bagai itu.

“Hhh..” kataku momen dia start memencet punggungku, belakang yaum lantas mencapai tengkuk.

Aku start merasa rileks dan mengantuk. Enak juga pijatannya. Kini kakiku diurutnya dengan cream pijat. Sampai di akrab pahaku dia berkata”Tahan sececah Mas, duga perih memang”. Tangannya dengan perkasa mengurut pukang disitribusi dalamku. Terasa perih sekali.

“Uffpp.. Haahh,” kataku seraya menahan sakit.

Kepalaku kubenamkan ke bantal. Setelah kedua terbagi pahaku diurut terasa tersedia perbedaan. Kejantananku start bereaksi momen tangannya menyusup ke rendah pahaku. Pelan tapi absolut kejantananku start membesar sehingga terasa mengganjal. Aku duga menaikkan pantatku akan mencari kedudukan yang enak. Kali ini dibiarkannya pantatku ke atas dan tanganku meluruskan senjataku di jurusan pukul 12.

“Balik badannya, dadanya akan dipijat nggak?”

Kubalikkan badanku. Kulihat peluh start menitik di lehernya. Untung tersedia AC, biarpun tak bagus, sececah menolong. Wati mengusap-usap dadaku.

“Badanmu baik Mas, dadanya diurut ya?”
“Nggak usah, tanganku aja deh diurut,” kataku.

Ia bersimpah di sampingku dengan penyangga menggantung di pinggir ranjang. Ketika dia meluruskan dan mengurut tanganku kupegang dadanya. Lumayan besar, tapi duga kendor.

“Tangannya..” katanya mengingatkanku.

Tidak berapa lamban dia telah sempurna memijat dan mengurut badanku. Aku meregangkan badan. Terasa bertambah segar.

“Sebentar saya raih cairan dulu Mas,” dia pergi kabin dan balik dengan memanggul cairan suam dan tuala kecil.

Dicelupkannya tuala mungil ke di cairan suam dan dilapnya seantero tubuhku mencapai tanda cream pijat hilang. Kemudian dilapnya badanku sekali berulang dengan tuala yang tersedia di atas bidang datar kecil. Aku balik terangsang momen dia melap dadaku. Kuperhatikan dia dan kupegang tangannya di atas dadaku. Ia memutar-mutarkan tangannya yang dibalut handuk.

“Kenapa Mas,” bisiknya.
“Ingin dikeluarin kendati nggak padat dan meluap terbuang,” kataku.

Ia menggerakkan tangan, sandi akan mengocok penisku.

“Nggak bisa emangnya disini ya? Ini apa?” tanyaku seraya membuka laci bidang datar dan menunjukkan bujur sangkar “25″ yang hampa tadi.
“Mas ini tangannya badung deh. Bukan begitu Mas, kepala berulang tersedia di sini. Dia kesini seminggu 2 kali. Dia melarang kami akan begituan dengan tamu, katanya belakangan ini kerap tersedia razia,” jawabnya.

Kami bungkam beberapa saat, tensiku telah start turun.

“Begini aja Mas, kebetulan saya juga berulang kepingin dan Mas sebenarnya sesuai dengan seleraku dan rasanya bisa memuaskanku. Sekali-sekali kepingin juga menikmati kesenangan. Nanti malam aja kita bertemu setelah pukul 10 malam, sini telah tutup”.

Kutanya berapa tarifnya akan semalam.

“Jangan keliru duga Mas, tak segenap perempuan pemijat cuma kepingin duit saja. Sudah kubilang apabila kita kelak bisa take and give. Just for fun”.

Busyet.. Entah adil barangkalitak aksen yang diucapkannya saya tak peduli. Malam ini saya bisa pemuas keinginanku yang tertahan selama beberapa hari. Kukatakan kelak setelah sempurna gawai kutunggu di hotel tempatku menginap.

Aku balik ke hotel dan mandi. Sekilas tersedia keinginanku akan berswalayan-ria. Tapi kutahan, kecut hati kelak malam sempurna minim greng. Setelah bersiram saya balik rute di sekitar hotel. Jalan start macet, dampak pukul balik biro telah lewat. Cuaca duga berawan dan tak lamban mendarat gerimis. Kupercepat langkahku, tapi hujan telah start lebat. Untung tersedia sebuah kedai tenda. Sekilas kubaca tersedia STMJ. Boleh juga nih, hitung-hitung persiapan kelak malam. Kupesan 1 gelas. Kuseruput perlahan. Rasa suam menjalari tubuhku. Jahenya terlalu pedas, kulirik penjualnya.

“Di sini STMJ-nya orisinal Mas, alami. Bukan buatan bengkel jamu, melainkan saya bikin sendiri. Jahenya adil berniat duga berlimpah kendati raga sempurna bugar dan tak mudah bersetuju angin,” katanya seolah membaca pikiranku. Kutunggu minumanku duga dingin. Ternyata berisik juga kedai ini. Mungkin juga dampak rempah rempah Bapak penjualnya yang membuatnya dengan materi alami.

Kembali ke hotel biarpun dengan pakaian sececah basah, akan melainkan kesegaran pijatan dan STMJ membuatku tak kecut hati bersetuju angin. Aku tak angkat pakaian ubah dampak niatnya tak menginap, cuma melayani peziarah kantor. Kulepas bajuku dan dengan konstan memakai lancingan panjang kubaringkan tubuhku ke ranjang yang empuk. Enak juga sempurna anak adam kaya. Menginap di ajang yang empuk dan berAC. Namun kupikir lagi, ternyata hidup ini lezat apabila dijalani dengan bahagia hati. Orang berhararta yang memiliki jabatan absolut lantai stressnya bertambah jangkung dan belum absolut mereka bisa menikmati segenap yang tersedia padanya. Mungkin pas juga saya sempurna filsuf, pikirku begitu terjaga bermula lamunanku.

Kulihat pukul pembatas menunjukkan pukul 8 minim 10 menit. Masih tersedia durasi tiduran 2 pukul setelah seharian pikiranku duga capek. Badan gerangan tak apa-apa, cuma pikiran yang mesti istirahat.

Setengah tertidur saya mendengar ketukan di pintu.

“Tok.. Tok.. Tok..
“Mas Anto, ini Wati,” terdengar bunyi bermula luar.

Upss, saya melompat bermula ranjang dan membuka pintu. Setelah kubuka gerbang saya tertegun sejenak. Wati konstan memakai baju form yang mulanya tengah yaum dipakainya dibungkus dengan sweater dan celananya telah ubah dengan jeans. Sepatu dengan kepunyaan jangkung membuat dia jelas bertambah jangkung dan langsing. Kacamata bersih nongkrong di hidungnya yang sedang. Wajahnya dihiasi dengan make adult tipis. Kalau dilihat sekilas bagai Yurike Prastica.

Wati bersetuju dan melepaskan sweaternya. Aku menutup pintu, menguncinya dan bersimpah di atas ranjang, lewat dia bersimpah di sampingku. Saat itu saya berulang termangu, tapi penisku bereaksi bertambah kencang dan direk aja berdiri dengan kerasnya. Wati melihat kebawah, dia berniat melihat dan meraba, mengusap bersama memainkan penisku.

Aku start bergairah melainkan cuma bungkam menanti aksinya. Kurebahkan tubuhku ke ajang tidur, dia lantas memainkan penisku. Dilepasnya penjuru pandang dan diletakkan di bidang datar pinggir ranjang. Ia berdiri dan melepaskan lancingan panjangnya. Pahanya yang licin terpampang di depanku. Kudorong dia dan kupepetkan ke pembatas seraya berciuman lembut. Ia mengerang kecil” Ngghngngh..”.

Tangannya membuka lancingan panjangku dan menariknya ke bawah. Tangannya meremas penisku dan mengeluarkannya bermula lancingan dalamku. Ia bergerak sehingga saya yang dipepetnya di dinding. Dalam kedudukan setengah nongkrong dia start mengulum penisku. Penisku semakin lamban semakin tegang. Ia mengkombinasikan permainannya dengan mengocok, menjilat, mengisap dan mengulum penisku. Kupegang kencang kepalanya dan kugerakkan progresif berkurang sehingga mulutnya bergerak mengulum penisku. Tangannya meremas pantatku dan menarik lancingan dalamku yang mengganggu gerakannya. Kurasakan mulutnya menyedot dengan perkasa mencapai penisku terasa ngilu.

Kuangkat tubuhnya dan kulucuti lancingan dalamnya. Kaus tipisnya berulang kubiarkan konstan di badannya. Sebuah keindahan tersendiri melihatnya di perihal kosong di disitribusi rendah dan kausnya berulang melekat. Belahan payudaranya yang mega membayang di balik baju form tipisnya. Kini saya yang nongkrong di depannya dan start menjilati dan memainkan clit-nya. Vaginanya memiliki tepi asing yang duga melebar. Warnanya kemerahan. Ia terguncang-guncang momen clitnya kujilat dan kujepit dengan kedua bibirku. Beberapa detik kami di kedudukan begitu. Tangan kirinya memegang kepalaku dan menekankan ke selangkangannya. Tangan kanannya meremas payudaranya sendiri.

Aku bangun berdiri dan bermaksud melepas BH-nya. Kucari-cari di punggungnya melainkan tak kutemukan pengaitnya.

“Di depan.. Buka bermula depan,” Wati berbisik.

Rupanya cermin BH-nya dengan lenggang baju di depan. Kuremas kedua dadanya dengan lembut. Tanganku telah menemukan lenggang baju BH-nya. Tidak lamban dadanya telah terbuka. Putingnya yang coklat membayang di balik kausnya. Kugigit bermula asing kausnya dan Wati mengerang.

Penisku di rendah yang telah berdiri melewati garit melintang start mencari sasarannya. Tangannya mengocok penisku berulang dan menggesekkannya di vaginanya. Kucoba memasukkannya sekarang, akan melainkan meleset terus. Kuangkat sebelah kakinya dan kucoba lagi. Tidak masuk juga. Mulutku berulang bermain dengan puting di di kausnya. Wati kelihatannya tak betah berulang dan dengan sekali gerakan kausnya telah terlempar di penjuru kamar. Tanganku mengusap gundukan payudaranya dan meremas dengan plain akan melainkan hati-hati. Ia menggelinjang. Mulutku menyusuri bahunya dan melepas rami BH-nya sehingga detik ini kami di kondisi polos.

Karena telah kalah berkali-kali mencoba akan memasukkan zakar di kedudukan berdiri, kudorong dia ke jurusan ranjang dan akhirnya kudorong dia roboh ke ranjang. Saat itu saya start kepanasan dampak antusiasme yang timbul. Lalu saya mencengkam dan memeluk Wati. Perlahan-lahan dia start mengikuti permainanku. Kutindih tubuhnya dan kuremas pantatnya yang berulang padat.

“Anto.. Kumohon greatfully ayo.. Masukk.. Kan!”

Tangannya meraih kejantananku dan mengarahkan ke guanya yang telah basah. Aku menurut aja dan reduction kesulitan kencang kutancapkan penisku dalam-dalam ke di liang vaginanya.

Kami sama-sama bergerak akan mengimbangi permainan 1 dengan lainnya. Aku yang bertambah berlimpah memegang peranan. Ia bertambah berlimpah berserah dan cuma mengimbangi saja. Gerakan buat gerakan, teriakan buat teriakan dan akhirnya kamipun menggelosor lemah di puncak kepuasan yang tak terkira.

Setelah sejenak kami beristirahat, kami sama-sama melihat keindahan raga 1 sama beda gairahku start bangun lagi. Aku memeluknya balik dan start menjilati vaginanya. Dan belakang yaum memasukkan penisku yang telah balik menegang.

Aku menusuk vaginanya, crek.. crek.. crek.. crek.. crokk .. Berulang kali. Ia joke mendesah seraya menarik rambutku. Kami sama-sama bergoyang, senggat ajang bobok joke terasa akan ambruk dan berderit-derit. Setelah nyaris setengah pukul bermula permainan kami yang kedua kali, Wati mengejang dan vaginanya terasa bertambah lembab dan hangat. Sejenak kuhentikan genjotanku.

Kini saya balik menggenjot ms.v Wati lagi. Kami berdua bergulingan seraya sama-sama berpelukan di kondisi merapat. Kuputar badannya sehingga dia di kedudukan menggengam kekangan di atas. Kini dia yang bertambah berlimpah memainkan peranan. Akhirnya saya nyaris mencapai puncak bermula kenikmatan ini. Kutarik lenggang zakarku sehingga penisku seolah-olah memanjang.

“Wati, kayaknya saya nggak kebal lagi, saya akan keluar”.

Akhirnya tak lamban belakang yaum kami mencapai titik puncak. Aku pergi duluan dan tak lamban Watipun mendapatkan puncaknya dengan menikmati kedutan di penisku. Setelah itu kami terbaring lemas, dengan Wati memelukku dengan payudaranya memencet perutku.

“Wati terimakasih akan saat-saat ini”
“Nggak harus To.. Wati yang terimakasih karena, Wati nggak menyangka awak benar hebat. Wati nggak nyangka awak memiliki daya yang besar. Wati mulanya cuma berharap menikmati permainan dengan kencang dampak mulanya tengah yaum pijatanku telah kuarahkan kendati kita bermain dengan cepat”.

Kami tertidur berpelukan dan setelah dini harinya kami bercinta akan ketiga kalinya, dan kuakhiri dengan tusukan yang manis, kami sama-sama membersihkan raga dan pulang. Kuantar dia mencapai di hadapan lorong rumahnya.

Ketika beberapa yaum belakang yaum kucari dia di ajang kerjanya, tak kudapati berulang dirinya. Kata Mbak yang patroli di hadapan dia balik desa dan tak balik lagi. Ditawarkan temannya yang beda akan memijatku, akan melainkan saya tak berminat dan direk balik kanan, behind to Batavia.

Chat 2 me :) Free 30 min Chat time ! Try Now !

cerita dewasa ‘Semalam Bersama Penyanyi Cafe’

December 10, 2011

Chat 2 me :) Free 30 min Chat time ! Try Now !

cerita mega ‘Semalam Bersama Penyanyi Cafe’,Malam itu saya cooking dengan clientku di sebuah cafe. Sebuah rope datang menghibur pengunjung cafeteria dengan nada irama jazz. Lagu “I’m Old Fashioned” dimainkan dengan layak baik. Aku memperhatikan si penyanyi. Seorang putri berusia kira-kira 26 tahun. Suaranya adil amat berlimpah jazzy. Gadis ini wajahnya tak terlalu cantik. Tingginya minim bertambah 160 cm/55 kg. Tubuhnya padat berisi. Ukuran payudaranya sekitar 36B. Kelebihannya merupakan legok pipitnya. Senyumnya manis dan matanya berbinar indah. Cukup seksi. Apalagi suaranya. Membuat telingaku fresh.

“Para pengunjung sekalian.. Malam ini saya, Felicia bersama rope bakal menemani saudara semua. Jika tersedia yang kepingin bernyanyi bersama saya, mari.. saya persilakan. Atau andaikan kepingin ask lagu.. silakan”.

Penyanyi yang ternyata bernama Felicia itu start menyapa pengunjung Cafe. Aku cuma tertarik mendengar suaranya. Percakapan dengan customer menyita perhatianku. Sampai kabin mungil hari telingaku menangkap perubahan kiat bermain bermula si keyboardist. Aku melihat ke jurusan rope tersebut dan melihat Felicia ternyata bermain keyboard juga.

Felicia bermain solo keyboard seraya menyanyikan irama “All of Me”. Lagu Jazz yang amat berlimpah sederhana. Aku menikmati segala ragam nada irama dan berusaha mengerti segala ragam musik. Termasuk jazz yang adil ‘brain music’. Musik cerdas yang membuat otakku berpikir setiap mendengarnya. Felicia ternyata bermain amat berlimpah aman. Aku terkesima menemukan seorang penyanyi cafeteria yang sanggup bermain keyboard dengan baik. Tiba-tiba saya menjadi amat berlimpah tertarik dengan Felicia. Aku menuliskan ask laguku dan memberikannya melalui pelayan cafeteria tersebut.

“The Boy From Ipanema, please.. And your mobile number. 081xx. From Boy.”, tulisku di kertas ask sekalian menuliskan angka HP-ku. Aku melanjutkan percakapan dengan clientku dan tak lamban kabin mungil hari saya mendengar bunyi Felicia.
“The Boy From Ipanema.. Untuk Mr. Boy..?”

Bahasa badan Felicia menunjukkan bahwa dia kepingin tahu dimana saya duduk. Aku melambaikan tanganku dan tersenyum ke arahnya. Posisi dudukku jitu di hadapan rope tersebut. Jadi, dengan jelas Felicia dapat melihatku. Kulihat Felicia menimpali senyumku. Dia start memainkan keyboardnya. Sambil bermain dan bernyanyi, matanya menatapku. Aku joke menatapnya. Untuk menggodanya, saya mengedipkan mataku. Aku balik berbicara dengan clientku. Tak lamban kudengar bunyi Felicia menghilang dan berganti dengan bunyi penyanyi pria. Kulihat sekilas Felicia tak nampak. Tit.. Tit.. Tit.. SMS di HP-ku berbunyi.

“Felicia.” jelas catatan SMS di HP-ku. Wah.. Felicia meresponsku. Segera kutelepon dia.
“Hai.. Aku Boy. Kau dimana, Felicia?”
“Hi Boy. Aku di belakang. Ke kabin mandi. Kenapa kepingin tahu HP-ku?”
“Aku tertarik denganmu. Suaramu sexy.. Sesexy penampilanmu” kataku lantas terang. Kudengar gelak enteng bermula Felicia.
“Rayuan ala Boy, nih?”
“Lho.. Bukan rayuan kok. Tetapi pujian yang layak buatmu yang adil sexy.. Oh ya, balik bermula cafeteria pukul berapa? Aku damping balik ya?”
“Jam 24.00. Boleh. Tapi kulihat awak dengan temanmu?”
“Oh.. dia clientku. Sebentar berulang dia balik kok. Aku cuma mengantarnya mencapai parkir mobil. Bagaimana?”
“Okay.. Aku nanti ya.”
“Okay.. See we soon, sexy..”

Aku melanjutkan pandak percakapan dengan customer dan kabin mungil hari mengantarkannya ke ajang parkir mobil. Setelah clientku balik saya balik ke cafe. Waktu berulang menunjukkan pukul 23.30. Masih 30 menit lagi. Aku balik bersimpah dan memesan prohibited tea. 30 menit saya habiskan dengan memandang Felicia yang menyanyi. Mataku lantas menatap matanya seraya sesekali saya tersenyum. Kulihat Felicia dengan beriktikad awak menimpali tatapanku. Gadis ini menarik senggat membuatku kepingin mencumbunya.

Dalam perjalanan mengantarkan Felicia pulang, saya berniat menyalakan AC mobil layak mega sehingga suhu pada mobil adem sekali. Felicia jelas menggigil.

“Boy, AC-nya dikecilin yah?” lengan Felicia seraya meraih kenop AC bakal menaikkan suhu. Tanganku kencang menahan tangannya. Kesempatan bakal memegang tangannya.
“Jangan.. Udah akrab rumahmu kan? Aku tak kebal panas. Suhu segini saya terkini bisa. Kalau awak naikkan, saya tak tahan..” alasanku.

Aku adil kepingin membuat Felicia kedinginan. Kulihat Felicia dapat mengerti. Tangan kiriku berulang memegang tangannya. Kuusap perlahan. Felicia bungkam saja.

“Kugosok ya.. Biar hangat..” kataku datar. Aku memberinya stimuli ringan. Felica tersenyum. Dia tak menolak.
“Ya.. Boleh. Habis adem banget. Oh ya, awak berkenan jazz juga ya?”
“Hampir segala nada irama saya suka. Oh ya, terkini kali ini saya melihat penyanyi jazz perempuan yang dapat bermain keyboard. Mainmu terlena lagi.”
“Haha.. Ini malam mula mula saya berlangsung keyboard seraya menyanyi.”
“Oh ya? Tapi tak terlihat canggung. Oh ya, kudengar mulanya mainmu berlimpah memakai scale altered widespread ya?” saya kabin mungil hari memainkan lengan kiriku di tangannya seolah-olah saya bermain piano.
“What a Boy! Kamu tahu jazz scale juga? Kamu dapat berlangsung piano yah?” Felicia jelas terkejut. Mukanya terlihat penasaran.
“Yah, dulu berlangsung klasik. Lalu tertarik jazz. Belum ahli kok.” Aku berhenti di hadapan kediaman Felicia.
“Tinggal dengan siapa?” tanyaku momen kami bersetuju ke rumahnya. Ya, saya menerima ajakannya bakal bersetuju pandak walaupun ini telah nyaris pukul 1 pagi.
“Aku persetujuan kediaman ini dengan beberapa temanku sesama penyanyi cafe. Lainnya belum balik semua. Mungkin sekalian kencan dengan pacarnya.”

Felicia bersetuju kamarnya bakal mengganti baju. Aku tak mendengar bunyi gerbang kabin dikunci. Wah, kebetulan. Atau Felicia adil memancingku? Aku kencang berdiri dan berani membuka gerbang kamarnya. Benar! Felicia berdiri cuma dengan bra dan lancingan dalam. Di tangannya tersedia sebuah kaos. Kukira Felicia bakal berteriak terkejut maupun marah. Ternyata tidak. Dengan bebas dia tersenyum.

“Maaf.. Aku bakal pertanyaan kabin bersiram dimana?” tanyaku mencari alasan. Justru saya yang terbata bata melihat pemandangan cantik di depanku.
“Di kamarku tersedia kabin mandinya kok. Masuk aja.”

Wah.. Lampu hijau nih. Di kamarnya saya melihat tersedia sebuah keyboard. Aku tak beres ke kabin bersiram bahkan memainkan keyboardnya. Aku memainkan irama “Body and Soul” seraya menyanyi lembut. Suaraku awam aja juga permainanku. Tapi saya serius Felicia bakal tertarik. Beberapa kali saya membuat kesalahan yang kusengaja. Aku kepingin melihat sambutan Felicia.

“Salah tuh mainnya.” ulasan Felicia. Dia iring bernyanyi.
“Ajarin dong..” kataku.

Dengan kencang Felicia mengajariku memainkan keyboardnya. Aku bersimpah sedangkan Felicia berdiri membelakangiku. Dengan kedudukan bagai memelukku bermula belakang, dia menunjukkan sekilas catatan yang benar. Aku dapat merasakan nafasnya di leherku. Wah.. Sudah pukul 1 pagi. Aku menimbang-nimbang apa yang mesti saya lakukan. Aku memalingkan mukaku. Kini mukaku dan Felicia sama-sama bertatapan. Dekat sekali. Tanganku bergerak memeluk pinggangnya. Kalau ditolak, berarti dia tak bermaksud masalah denganku. Jika dia bungkam saja, saya dapat melanjutkannya. Kemudian tangannya menepis mulus tanganku. Kemudian dia berdiri. Aku ditolak.

“Katanya bakal ke kabin mandi?” tanyannya seraya tersenyum. Oh ya.. Aku melupakan alasanku membuka gerbang kamarnya.
“Oh ya..” saya berdiri.

Ada rasa sempit di dadaku menerima penolakannya. Tapi saya tak menyerah. Segera kuraih tubuhnya dan kupeluk. Kemudian kuangkat ke kabin mandi!

“Eh.. Eh, apa-apaan ini?” Felicia terkejut. Aku tertawa saja.

Kubawa dia ke kabin bersiram dan kusiram dengan air! Biarlah. Kalau bakal geram iya saya dapat saja. Yang jelas saya lantas berusaha mendapatkannya. Ternyata Felicia bahkan tertawa. Dia menimpali menyiramku dan kami sama-sama berair kuyup. Segera saya menyandarkannya ke pembatas kabin bersiram dan menciumnya!

Felicia menimpali ciumanku. Bibir kami sama-sama memagut. Sungguh nikmat bercumbu di suhu adem dan berair kuyup. Bibir kami sama-sama berlomba memberikan kehangatan. Tanganku merain kaosnya dan membukanya. Kemudian bra dan lancingan pendeknya. Sementara Felicia juga membuka kaos dan celanaku. Kami sama-sama berdiam cuma memakai lancingan dalam. Sambil lantas mencumbunya, lengan kananku meraba, meremas mulus dan menggiurkan payudaranya. Sementara lengan kiriku meremas bongkahan pantatnya dan sesekali menyelinap ke belahan pantatnya. Dari pantatnya saya dapat meraih vaginanya. Menggosok-gosoknya dengan jariku.

“Agh..” kudengar rintihan Felicia. Nafasnya start memburu. Suaranya voluptuous sekali. Berat dan basah. Perlahan saya merasakan penisku ereksi.
“Egh..” saya menahan nafas momen kurasakan lengan Felicia menggenggam gagang penisku dan meremasnya.

Tak lamban dia mengocok penisku senggat membuatku bertambah terangsang. Tubuh Felicia kuangkat dan kududukkan di wadah air. Cukup berat bercinta di kabin mandi. Licin dan tak dapat berbaring. Sewaktu Felicia duduk, saya cuma dapat menggiurkan buah dada dan mencumbunya. Sementara bokong dan vaginanya tak dapat kuraih. Felicia tak bakal duduk. Dia berdiri berulang dan menciumi puting dadaku!

Ternyata lezat juga rasanya. Baru kali ini putingku dicium dan dijilat. Felicia layak aktif. Tangannya tak telah melepas penisku. Terus dikocok dan diremasnya. Sambil melakukannya, badannya bergoyang-goyang seakan-akan dia berulang menari dan menikmati musik. Merasa terganggu dengan lancingan dalam, saya melepasnya dan juga melepas lancingan pada Felicia. Kami bercumbu kembali. Lidahku memencet lidahnya. Kami sama-sama menjilat dan menghisap.

Rintihan mungil dan desahan nafas kami sama-sama bergantian membuat alunan nada irama birahi di kabin mandi. Suhu yang adem membuat kami sama-sama merapat mencari kehangatan. Ada impresi yang berbeda bercinta momen pada kondisi basah. Waktu bercumbu, tersedia rasa ‘air’ yang membuat ciuman berbeda rasanya bermula biasanya.

Aku menyalakan showering dan kabin mungil hari di rendah cairan yang mengucur bermula shower, kami semakin suam merapat dan sama-sama merangsang. Aliran cairan yang membasahi rambut, durja dan seantero tubuh, membuat badan kami bertambah panas. Makin bergairah. Kedua tanganku meraih pantatnya dan kuremas kira keras, selagi bibirku melumat bertambah ganas tepi Felicia. Sesekali Felicia menggigit bibirku. Perlahan tanganku merayap ke atas seraya memijat enteng pinggang, kabin kecil dan pundak Felicia. Dari aksen tubuhnya, Felicia amat berlimpah menikmati pijatanku.

“Ogh.. Its nice, Boy.. Och..” Felicia mengerang.

Lidahku start menjilati telinganya. Felicia menggelinjang geli. Tangannya iring meremas pantatku. Aku merasakan buah dada Felicia bertambah tegang. Payudara dan putingnya terlihat begitu seksi. Menantang dengan puting yang menonjol coklat kemerahan.

“Payudaramu seksi sekali, Felicia.. Ingin kumakan rasanya..” candaku seraya tertawa ringan. Felicia memainkan bal matanya dengan genit.
“Makan aja kalo suka..” bisiknya di telingaku.
“Enak lho..” sambungnya seraya menjilat telingaku. Ugh.. Darahku berdesir. Perlahan pucuk lidahku mendekati putingnya. Aku menjilatnya pasti di pucuk putingnya.
“Ergh..” desah Felicia. Caraku menjilatnya lah yang membuatnya mengerang.

Mulai bermula pucuk alat perasa mencapai akhirnya dengan seantero lidahku, saya menjilatnya. Kemudian saya menghisapnya dengan lembut, kira perkasa dan akhirnya kuat. Tak lamban kabin mungil hari Felicia kabin mungil hari membuka kakinya dan membimbing penisku memasuki vaginanya.

“Ough.. Enak.. Ayo, Boy” Felicia memintaku start beraksi.

Penisku perlahan menembus vaginanya. Aku start mengocoknya. Maju-mundur, berputar, Sambil tepi kami sama-sama melumat. Aku berusaha plain membuatnya merasakan kenikmatan. Felicia dengan terampil mengikuti kala kocokanku. Kamu bekerja sama dengan koheren sama-sama memberi dan mendapatkan kenikmatan. Vaginanya berulang dempet sekali. Mirip dengan Ria. Apakah begini rasanya perawan? Entahlah. Aku belum telah bercinta dengan perawan, eksepsi dengan Ria yang integument daranya bersetuju sama ujung tangan pacarnya.

“Agh.. Agh..” Felicia mengerang keras. Lama kelamaan suaranya bertambah keras.
“Come on, Boy.. Fuck me..” ceracaunya.

Rupanya Felicia merupakan jenis perempuan yang bersuara plain momen bercinta. Bagiku menyenangkan juga mendengar suaranya. Membuatku terpacu bertambah hebat menghunjamkan penisku. Lama-lama tempoku bertambah cepat. Beberapa detik kabin mungil hari saya berhenti. Mengatur nafas dan mengubah kedudukan kami. Felicia menungging dan saya ‘menyerangnya’ bermula belakang. Doggy style. Kulihat buah dada Felicia sececah terayun-ayun. Seksi sekali. Dengan badung jariku meraba anusnya, kabin mungil hari memasukkan jariku.

“Hey.. Perih tau!” jerit Felicia. Aku tertawa.
“Sorry.. Kupikir lezat rasanya..” Aku menghentikan memasukkan ujung tangan ke anusnya melainkan konstan bermain-main di sekitar anusnya senggat membuatnya geli.

Cukup lamban kami berpacu pada birahi. Aku merasakan saat-saat orgasmeku nyaris tiba. Aku berusaha plain mengatur irama dan nafasku.

“Aku bakal nyampe, Felicia..”
“Keluarin di pada aja. Udah lamban saya tak merasakan semburan cairan pria” Aku kira terhenti. Gila, keluarin di dalam. Kalau bunting gimana, pikirku.
“Aman, Boy. Aku tersedia remedi anti bunting kok..” Felicia meyakinkanku. Aku yang tak yakin. Tapi kala bahlul ah. Dia yang menjamin, kan? Kukocok berulang dengan gencar. Felicia berteriak bertambah keras.
“Yes.. Aku juga nyaris sampe, Boy.. come on.. come on.. oh yeah..”

Saat-saat itu bertambah dekat.. Aku mengejarnya. Kenikmatan tak tara. Membuat saraf-saraf penisku kegirangan. Srr.. Srr..

“Aku orgasme. Sesaat kabin mungil hari kurasakan badan Felicia bertambah bergetar hebat. Aku berusaha plain menahan ereksiku. Tubuhku terkejang-kejang mengalami puncak kenikmatan.
“Aarrgghh.. Yeeaahh..” Felicia menyusulku orgasme.

Dia menjerit perkasa sekali kabin mungil hari membalikkan badannya dan memelukku. Kami kabin mungil hari bercumbu lagi. Saatnya after orgasm service. Tanganku memijat tubuhnya, memijat kepalanya dan mencumbu hidung, pipi, leher, buah dada dan kabin mungil hari perutnya. Aku membuatnya kegelian momen hidungku bermain-main di perutnya. Kemudian kuangkat dia. Mengambil tuala dan mengeringkan badan kami berdua. Sambil lantas mencuri-curi ciuman dan rabaan, kami sama-sama menggosok badan kami. Dengan badan bugil saya mengangkatnya ke ajang tidur, membaringkannya dan balik menciumnya. Felicia tersenyum puas. Matanya berbinar-binar.

“Thanks Boy.. Sudah lamban sekali saya tak bercinta. Kamu berhasil memuaskanku..”

Pujian yang tulus. Aku tersenyum. Aku merasa belum hebat bercinta. Aku cuma berusaha melayani setiap perempuan yang bercinta denganku. Memperhatikan kebutuhannya.

Aku amat berlimpah terkejut momen tiba-tiba gerbang kabin terbuka. Sial, kami mulanya kurang ingat mengunci pintu!! Seorang perempuan muncul. Aku tak luang berulang menutupi badan telanjangku.

“Ups.. Gak perlu terkejut. Dari mulanya saya udah tangkap suara teriakan Felicia. Tadi bahkan telah mengintip kalian di kabin mandi..” istilah perempuan itu. Aku kecolongan. Tapi apa dapat buat. Biarkan saja. Kulihat Felicia tertawa.
“Kenalin, dia Gladys. Mbak.. Dia Boy.” saya menganggukkan kepalaku padanya.
“Hi Gladys..” sapaku.

Kemudian saya berdiri. Dengan zakar lemah terayun saya mencari kaos dan lancingan pandak Felicia dan memakainya. Gladys bersetuju ke kamar. Busyet, ni anak diam sekali, Pikirku. Sudah pukul 2 pagi. Aku mesti pulang.

Chat 2 me :) Free 30 min Chat time ! Try Now !

2012, Mike Mohede Siap Menikah

December 5, 2011

JAKARTA, BeritaMusik.com -- Tahun 2012 sebentar lagi tiba. Ini saatnya banyak orang membuat resolusi sebagai acuan meraih impian yang ingin dicapai. Vokalis jebolan Indonesian Idol, Mike Mohede, joke memiliki impian itu. Mau tahu?

"Harapan di 2012 yakni pengin nurunin (berat badan) 10 kilogram lagi. Selain itu saya pengin nikah sih," kata Mike dalam wawancara di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Senin (5/12/2011).

Mike, yang kini berusia 28 tahun, merasa usianya cukup matang untuk membangun rumah tangga. "Sudah 28 tahun, karena katanya cowok 30 tahun masih nyantai. Tapi saya enggak mau terlalu jauh usianya dengan anak saya, saya mau ajak anak saya categorical bola nanti," jelas Mike.

Bila saatnya tiba, Mike ingin menikah secara sederhana tanpa harus menggelar pesta dengan biaya selangit. "Persiapan belum, saya mau yang biasa saja. Saya bukan orang yang suka ingar-bingar," tuturnya.

Tak hanya soal rencana menikah, Mike berujar jika saat ini dirinya begitu bergairah untuk melakukan banyak hal. "Saya baru pindah tag juga di Aquarius, saya punya gairah hidup lagi. Karier lagi mekar, badan lagi susut, love life lagi senang-senangnya," kata Mike. 

Kata Pacar Barunya, JLo Bergairah Seks Tinggi

November 16, 2011

LOS ANGELES, BeritaMusik.com -- Pria yang disebut-sebut sebagai pacar baru aktris dan vokalis Jennifer Lopez (JLo) mengaku bahwa perempuan berusia 42 tahun tersebut memiliki gairah seks yang seolah tak pernah terpuaskan.

Pria itu, Casper Smart, yang berumur 24 tahun, merupakan seorang penari. Ia bekerja untuk tur dunia JLo sejak enam bulan lalu. Tapi, dalam minggu-minggu belakangan ini, ia dan JLo mulai saling mengenal lewat sederet kencan. Mereka telah kedapatan berdua menghadiri sejumlah party di Las Vegas (Nevada, AS) dan meninggalkan hotel demi hotel sesudah menginap berdua malam demi malam.

Smart mengatakan bahwa JLo memiliki tubuh seorang perempuan yang berusia setengah dari umurnya. Seorang teman Smart menuturkan, "Casper mengatakan, JLo memiliki tubuh yang memesona dan bentuk tubuhnya lebih baik daripada bentuk tubuh cewek-cewek lain yang pernah bersamanya." Lanjut sumber yang sama, "Casper mengatakan, JLo memiliki tubuh perempuan berusia 20 tahun. Mereka tak terpisahkan saat ini." Menurut teman Smart itu lagi, "Itu hanya soal seks--dan tidak seorang joke yakin jika itu akan lebih dari sekadar seks di masa mendatang. Tapi, Smart menikmatinya untuk mencari tahu."

Sementara itu, seorang sumber dekat JLo membenarkan bahwa hubungan mereka tumbuh menjadi hubungan "senang-senang".  "Mereka berkencan dan menikmatinya," ucap sumber itu.

Di luar itu, ada yang menyebut bahwa Smart, yang berasal dari Anaheim (California), merupakan pria pengencan perempuan. Ia telah mengencani sederet perempuan cantik dan menari dengan bertelanjang dada di depan para perempuan yang berteriak-teriak di sebuah klab Hollywood. "JLo tak pelak lagi mengetahui bahwa pesona Smart sulit ditolak. Dengan perbedaan umur 18 tahun, saya ragu mereka memiliki banyak kesamaan. Tapi, siapa yang butuh berbincang-bincang ketika sudah menyatu secara fisik," kata orang dekat lain JLo.

JLo, yang punya dua anak, berpisah dari suaminya, Marc Anthony (43) empat bulan lalu, setelah berumah tangga selama tujuh tahun. Sebelum dengan Anthony, JLo pernah menikah dengan penari Cris Judd (42) dan perkawinan mereka hanya bertahan setahun hingga 2002.