Mulan Jameela Cium Tangan Ahmad Dhani

May 25, 2012


BeritaMusik.com - Pemandangan menarik terlihat sesaat sebelum pengumuman eliminasi peserta Indonesia Idol, Sabtu (26/5) dini hari. Yakni kala Anang Hermansyah meminta Mulan Jameela untuk mengucapkan selamat ulang tahun kepada Ahmad Dhani yang kini berusia 40 tahun.

Karuan wajah Mulan berubah. Apalagi wanita tersebut diminta mendekati meja dewan juri. Sambil tersenyum dan agak tertunduk Mulan joke menghampiri. Namun bukan ke Ahmad Dhani melainkan ke arah Anang.

"Lho, kok lewat belakang dan ke sini? Sebelah sana," ujar Anang menunjuk Dhani.

Mulan yang berada di belakang suami Ashanty ini joke menjawab. "Saya ada di sini buat Mas Anang. Hehehe, maaf ya Ashanty," katanya seraya salah tingkah.

Malah ketika disuruh memeluk Dhani, bekas personel twin Ratu tersebut malah memeluk juri asal Malaysia Jaclyn Victor. "Selamat ulang tahun Mas Dhani," ucap Mulan lalu ngeloyor turun panggung.

Melihat kekurang-lengkapan itu, Anang menjemput dan menggandeng tangan Mulan untuk kemudian disalamkan dengan Ahmad Dhani. Merasa terpojok, dengan wajah grogi, Mulan joke mencium tangan Dhani. Sementara Dhani hanya tersenyum melihat ulah Mulan sambil menggelengkan kepala.

  (BM/dis/sjw)

Gaga Tak Akan "Melunak"

May 25, 2012

Aksi Unjuk Rasa Penolakan Lady Gaga (REUTERS/Supri)Jakarta - Gunjang-gunjing soal dibatalkannya konser Lady Gaga yang bakal digelar di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, masih terus bergulir. Padahal, pihak promotor konser dari penyanyi asal Amerika Serikat tersebut menampik kabar yang menyatakan, konser di Jakarta dibatalkan. Meski demikian, pihak promotor masih melakukan koordinasi dengan manajemen Lady Gaga, agar konser bisa digelar sesuai dengan jadwal, 3 Juni 2012.

Sementara, jelang konser perdananya di Jakarta, muncul pernyataan dari penyanyi bernama asli Stefani Joanne Angelina Germanotta itu. "The Jakarta conditions is 2-fold: Indonesian authorities direct we bury a uncover and eremite nonconformist separately, are melancholy violence," kicau Lady Gaga melalui akun Twitter-nya.

 

Troy Carter, manajer tur konser Lady Gaga menyatakan, perempuan berusia 26 tahun itu tak berniat untuk melunak. Meski, lanjut Carter, adanya larangan di Indonesia, setelah munculnya berbagai protes yang merujuk pada penampilan Gaga yang vulgar. "Konser akan berlangsung seperti yang direncanakan," katanya, seperti dilansir situs The Sun. Bisa jadi, konser di Jakarta bakal tetap digelar.

Namun gosip lain muncul di Jakarta. Carter dikabarkan memberikan pernyataan bahwa konser akan dibatalkan jika penyanyi yang kerap menuai kontroversi itu harus mengubah penampilannya. "Sebenarnya ia hanya memberikan gambaran bahwa kreatifitas bermusik tidak bisa dibatasi atau dikekang," kata Arief Ramadhoni, juru bicara pihak promotor, di Jakarta, Jum`at (25/5/2012) pagi, seperti dilaporkan wartawan BeritaMusiknews Wahyu Setiadi.

Carter, lanjut Arief, diminta untuk menjadi pembicara dalam sebuah acara yang bertajuk "Music Matters" di Singapura pada Kamis (24/5). Di acara tersebut, masih menurut Arief, Carter tidak spesifik berbicara soal pembatalan konser. Bahkan, Carter tak menyebutkan adanya pembatalan. "Disana, ia membagikan bagaimana pop enlightenment menjadi komoditi yang menarik, dan selalu menjadi sorotan. Dan hal tersebut terjadi di mana saja di seluruh dunia," paparnya.

Hanya kata "koordinasi" yang sering diucapkan oleh Arief kepada wartawan, saat sesi jumpa pers singkat yang dilakukan promotor konser. Selain masih melakukan koordinasi dengan manajemen Lady Gaga, pihak penyelenggara konser di Jakarta juga masih berupaya menggandeng pihak terkait, guna mendapatkan lampu hijau, baik dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Mabes Polri.

Lantas, apa upaya promotor jika konser Lady Gaga batal? Skenario terburuk itu belum bisa dijawab oleh pihak yang mendatangkan sang penyanyi. Yang pasti, untuk sementara ini, guna mengantisipasi ancaman-ancaman yang sudah dilontarkan berbagai organisasi masyarakat, jika konser Lady Gaga tetap digelar, pihak penyelenggara akan menyerahkan hal itu sepenuhnya pada pihak yang berwajib. "Soal detil keamanaannya itu kami serahkan pada kepolisian karena mereka yang lebih memahami. Oleh karena itu kita terus berkoordinasi," jelas Arief, seperti dikutip Antaranews.

Protes Terus Berlanjut
Usai pihak promotor menggelar jumpa pers singkat guna menjelaskan kepastian konser di Jakarta, berbagai organisasi masyarakat di sejumlah kota di Indonesia, terus menyuarakan penolakan mereka terhadap Lady Gaga. Seusai shalat Jum`at, massa dari Front Pembela Islam (FPI) menyambangi Polda Metro Jaya. Ratusan personil dari kesatuan Brimob diturunkan guna mengamankan jalannya aksi tersebut.

Menurut laporan wartawan BeritaMusiknews Antonious W Fernandez, ada beberapa poin yang disampaikan dalam aksi unjuk rasa tersebut. Pertama, penolakan terhadap Lady Gaga, bukan hanya soal pakaian, tapi juga menyangkut lirik lagu, simbol, gaya, karakter, dan ideologi. Kedua, FPI menolak usulan Lady Gaga "tampil dengan syarat", menilik dari peristiwa konser Lady Gaga di Filipina, yang juga tidak mengindahkan saran yang dikeluarkan oleh pemerintah Filipina untuk tidak menyanyikan lagu Judas dan Born This Way.

Di sisi lain, FPI juga menilai bahwa langkah yang diambil oleh pihak kepolisian sudah sesuai dengan prosedur dan wewenangnya. Sehingga FPI berharap agar pihak kepolisian tidak diintervensi dari pihak mana pun. Aksi yang digelar joke berlangsung singkat. Pasalnya, FPI merasa Polda Metro Jaya tidak memberikan rekomendasi atau surat izin penyelenggaraan konser tersebut. Dari Polda Metro Jaya, massa FPI kemudian bertandang ke Mabes Polri, guna menyampaikan tuntutan yang sama.

Tak hanya di Jakarta, penolakan Lady Gaga juga diserukan di Solo. Sekitar seratus orang anggota Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) Mudiriyah Solo melakukan aksi unjuk rasa di depan Mapolresta Surakarta, Jum`at (25/5) siang. Mereka melakukan orasi dan membentangkan sejumlah poster, antara lain bertuliskan, "Lady Gaga Merusak Moral", "Lady Gaga Hiburan Haram", "Lady Gaga Budaya USA", "Lady Gaga Rusak Moral Bangsa", dan "Lady Tak Jelas Statusmu Perempuan atau Laki-Laki".

Menurut Pimpinan JAT Mudiriyah Solo Muh Sholeh Ibrahim, JAT menolak konser Lady Gaga, karena bertentangan dengan prinsip-prinsip kehidupan berbangsa dan bernegara serta normal agama. Gaga juga dianggap sebagai ikon pornografi dan liberalisme budaya yang bertentangan dengan UUD 1945. Oleh karena itu, pihaknya kepada Kapolda Metro Jaya tetap konsisten mempertahankan rekomendasi tidak diizinkan konser lady Gaga di Jakarta.

Gaga Tak Perlu Dirisaukan
Pengamat musik Bens Leo berpendapat, tidak ada yang perlu dirisaukan dalam setiap pertunjukkan Lady Gaga. Karena pada dasarnya, lanjutnya, setiap artis internasional yang tampil dalam suatu negara, selalu mencoba menyesuaikan diri dengan negara tersebut. "Ada catatan penting, bahwa ketika mereka melakukan  pertunjukan,  menjadi sangat berbeda ketika masuk ke negara yang kontroversial," ujar Bens, di sebuah pusat perbelanjaan di kawasan Cilandak, Jakarta, Jum`at (25/5).

Mantan wartawan majalah Aktuil itu menjelaskan, kejadian ini sama seperti konser beberapa bintang internasional sebelumnya, yaitu Beyoncé dan Janet Jackson. Sebelumnya, kedua konser tersebut pernah dikhawatirkan "terlalu berlebihan", namun ternyata tidak terjadi apapun. Bens menjelaskan, walaupun konser Lady Gaga sempat diprotes di banyak negara di Asia, seperti Korea Selatan atau Filipina, namun nyatanya, konser berjalan dengan baik dan berjalan aman. "Pada setiap konsernya, Lady tampil secara baik dan mampu menyesuaikan diri," ujarnya.

Bens menambahkan, Jakarta merupakan tujuan akhir dari show Lady Gaga di Asia. Oleh karena itu, sangatlah wajar bila banyak fans berat The Mother Monster memperjuangkan konsernya tetap berjalan. "Venue di Jakarta adalah yang pale luas, karena dilakukan di (Gelora) Bung Karno, yaitu sebanyak 50 ribu orang. Jakarta pale ditunggu karena ia akan tampil dengan puluhan ribu penonton dengan pertunjukkan yang berbeda," jelsnya.

Sementara, seniman Butet Kartaredjasa menilai, pelarangan terhadap konser Lady Gaga bakal membawa preseden buruk terhadap citra Indonesia. Menurutnya, masyarakat sebenarnya juga memiliki pilihan untuk menonton atau tidak menonton sang Mother Monster. "Kalau saya sih sebenarnya nggak pernah nonton. Video klipnya juga saya nggak tahu. Tetapi kalau kenyataannya pertunjukkannya dilarang, saya nggak suka," ujar Butet, ditemui di kawasan Setiabudi, Jakarta, Kamis (24/5).

Ringkas cerita, menurut Butet, jika konser dibatalkan, bakal berdampak buruk bagi industri seni pertunjukan, terlebih bagi para pelaku bisnis yang mengandalkan artis mancanegara untuk tampil di Indonesia. "Saya kan juga seniman pertunjukkan, saya menolak pelarangan itu. Nanti bisa saja kelompok tertentu dapat melarang seni pertunjukkan yang lainnya di Indonesia." katanya.

Menurutnya, meskipun Lady Gaga mungkin memiliki citra yang negatif dan cenderung ekstrim, masyarakat tetap memiliki pilihan untuk tidak menonton. Jadi tidak perlu melakukan pelarangan untuk melakukan pertunjukkan. "Mau se-extreme apapun, kalau tidak suka ya tidak usah ditonton. Kalau dia konser, tidak usah dikunjungi. Kalau dia ada di TV, ya pindah channel," saran Butet. EL jcomments on

Bertubuh Mungil, Dian Sastro Tetap Percaya Diri

May 25, 2012


BeritaMusik.com - Ada sedikit rasa minder pada diri Dian Sastro yang akan berangkat ke De Cannes Film Festival 2012 di Perancis. Pasalnya, tubuhnya yang mungil membuat dirinya harus berani tampil percaya diri saat bertemu dengan artis kelas dunia.
 
“Lumayan. Cuma saya percaya kalo percaya diri ya oke-oke aja ya, tapi kalau secara postur (tubuh) kita memang pale kecil ya orangnya, tapi ya nggak apa-apa lah, yang penting kita percaya diri dan yang penting oke-oke aja,” ucap Dian sesaat sebelum keberangkatannya ke paris melalui bandara Soekarno Hatta, Kamis (24/5) malam.
 
Meski tubuh mungilnya sedikit membuat minder, namun Dian siap memperlihatkan keindahan dan kecantikan wajah asli Asia beserta fashion couture-nya.
 
“Saya percaya Indonesia nggak kalah keren kok, jadi ya kita liat aja nanti,” ujarnya yang telah mempersiapkan pakaian hangat untuk di Prancis nanti. (BM/gum/rea)

Ke Paris, Dian Sastro Usung Karya 3 Desainer Indonesia

May 25, 2012


BeritaMusik.com - Menjadi kebahagiaan tersendiri bagi artis cantik satu anak ini, Dian Sastro yang dipercaya untuk menjadi salah satu perwakilan code envoy dari L’oreal Paris untuk wilayah Asia Tenggara.

Ditemui sesaat sebelum keberangkatannya di bandara Soekarno Hatta pada hari Kamis (24/5) malam, ibu dari Shailendra Naryama Sastraguna Sutowo ini mengungkapkan rasa bahagianya.

"Aku bener-bener beruntung banget. Setengah nggak percaya dan sungguh berterima kasih pada Tuhan. Dan sambutan temen-temen media yang positif sekali. Dan banyak yang support. Dan pengen membuat Indonesia bangga," ujarnya.

Keberangkatan Dian tentunya bukan hanya sebagai envoy dari L’oreal. Istri dari Indra ini juga disupport oleh tiga desainer asli Indonesia yang telah membuat rancangan khusus untuk dipakai pada malam red runner di D' Cannes Film Festival, Paris.

"Aku seneng juga bisa pamer kebolehan desainer-desainer muda Indonesia. Jadi punya kesempatan menunjukkan di red carpet. Ini bekerja sama dengan tiga desainer Eddy Betty yang sangat bagus, dan inspirasi dari kebaya, dan akan membuat sebuah kebaya. Sebastian Gunawan menampilkan dekorasi ikat batik tenun Bali. Didit Prasetyo yang saya gemari, juga akan membuat bahan dasar songket Palembang, dikerjakan oleh penenun di Palembang. Jadi conform couture," paparnya. (BM/gum/dew)

Pacari Pria Amerika, Uli Auliani Banyak Kendala

May 25, 2012

BeritaMusik.COM, Jakarta - Uli Auliani mengaku banyak kendala dalam menjalin hubungan dengan Reid Garrett, kekasih barunya asal Los Angeles, Amerika Serikat.

"Banyak halangan. Selain jauh, agama, beda pendapat, kebudayaan, beda banget. Semuanya, itu masalahnya. Tetapi kalau kami punya rasa yang kuat semuanya akan mudah," ujar Uli di RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (25/5).

NUli yang mengaku sudah empat bulan menjalin hubungan dengan Reid tersebut joke mengaku khawatir dengan perbedaan budaya. "Sebelum kami kenalan, dia sudah berkali-kali ke Indonesia. Jadi nggak banyak jarak juga," paparnya.

"Dia menghargai budaya Indonesia. Dan, kalau dia dikasih tahu soal budaya sini, dia menghargai, kok," imbuhnya. aji

Nirwan Dewanto, Pemeluk Islam Yang Perankan Uskup Soegija

May 25, 2012


BeritaMusik.com - Heboh gossip bahwa film SOEGIJA disebut sebagai upaya kristenisasi ditanggapi enteng oleh pemain utamanya, Nirwan Dewanto.Mengambil sudut pandang perjuangan mempertahankan kemerdekaan, Nirwan menjamin bahwa tidak ada promotion agama dalam film yang dibintanginya.

"Saya muslim. Dalam film ini saya berperan sebagai uskup pertama di Indonesia. Setelah syuting dan setelah menonton film ini, keyakinan Islam saya sama sekali tidak goyah. Jangan menilai sebelum anda menontonnya secara utuh," ujarnya ditemui usai screening film di Platter Café, Setiabudi, Kuningan, Jaksel, Kamis (24/5).

Nirwan mengaku semula bimbang untuk terjun ke dunia akting. Sosok baru dalam dunia film ini lebih dikenal sebagai seorang sastrawan. “Di sastra saya sudah nyaman. Kalau terjun di film ini saya harus total. Saya harus meninggalkan semua pekerjaan saya di Jakarta dan juga keluarga saya," kenangnya.

Nirwan memang tidak mengikuti casting karena kemiripan wajahnya pada tokoh Soegijapranata lah yang membuatnya Garin tertarik memintanya menjadi pemeran utama. Meski pada awalnya ia menolak untuk bergabung, setelah dua-tiga minggu kemudian ia menerima ajakan Garin.

"Saya tertarik pada ide-ide yang tegas dalam menghadapi perbedaan dan melakukan toleransi. Skripnya saja berubah 12 kali lebih. Garin bergulat dengan tokoh-tokoh di film ini. Karena itu saya yakin ide besar akan muncul dalam laku pemain. Karenanya saya ikut," jelasnya ketika ditanya apa yang membuatnya berubah pikiran.

Untuk menyelami karakter, sebagai pemain baru, Nirwan memperoleh banyak bantuan dari Garin. "Penyelaman karakter itu saya lakukan karena diancam metode Garin yang sering kali menyimpang dari skrip. Kejutan-kejutan di lapangan membuat saya terkejut saat nonton. Pesan dalam film ini kuat.
Dan tantangannya saya harus menjalankan pesan-pesan dalam film ini
dalam kehidupan nyata," urainya panjang. (BM/dka)

Dian Sastro Siapkan Bekal Anak Selama Ditinggal ke Paris

May 25, 2012


BeritaMusik.com - Kangen pada anak, sudah pasti akan dirasakan oleh artis Dian Sastrowardoyo selama menghadiri Cannes Film Festival yang digelar di Paris selama kurang lebih empat hari. Dia bakal meninggalkan Indonesia. Belum apa-apa, Dian sempat teringat sang anak saat melihat anak kecil di Bandara.
 
“Tadi aku jadi ingat Shai (panggilan sang anak) waktu sampai bandara lihat ada anak kecil,” terang Dian Sastro menjelang keberangkatannya di Bandara Soekarno Hatta, Kamis (24/5) malam.
 
Meski ada perasaan takut kangen anak, namun Dian tetap mencoba untuk profesional terhadap pekerjaannya. Dian tetap semangat mengemban tugas sebagai satu-satunya code envoy L’Oreal dari perwakilan Asia tenggara. Dia mengaku sudah mempersiapkan segala kebutuhan sang anak selama ditinggal.

"Ya takut kangen ya, tapi nggak apa-apa. Semua sudah saya persiapin sih, sudah lengkap, yang pasti nanti dia nggak kekurangan susu. Yang pasti nanti saya telepon terus dari sana, yang penting komunikasi,” ujarnya.

Dian pun sedikit bercerita tentang perkembangan tingkah laku sang anak, Shailendra Naryama Sastraguna Sutowo.

"Kalau makan (nasi) sekarang sih belum yah, tapi dia sudah mulai makan, jadi dicampur makanan. Sudah bisa berdiri juga, baru ngoceh-ngoceh saja, belum bisa ngomong,” ungkap Dian yang selalu membawa foto anaknya di handphone. (BM/gum/dar)

H-9, Lady Gaga Belum Diizinkan Konser di Jakarta

May 25, 2012

JAKARTA - Kurang 10 hari pelaksanaan konser Lady Gaga di Gelora Bung Karno (GBK) 3 Juni mendatang, pihak promotor Big Daddy tak juga mendapat izin dari kepolisian. Hal ini makin menguatkan indikasi bahwa sang Mother Monster itu batal manggung di Indonesia.Belum adanya izin dari kepolisian diungkapkan perwakilan Big Daddy, Arif Romadhoni saat menggelar press conferences di Elecletic Cafe Cilandak Town Square, Jumat (25/5). Sampai saat ini kami masih menjalin komunikasi dengan pihak terkait untuk mendapatkan izin konser, kata Arif.Ia juga membantah bahwa manajemen Lady Gaga sudah resmi membatalkan konser di Jakarta. Tidak pernyataan seperti itu. Saat ini tim Big Daddy masih di Singapura untuk mendiskusikan dengan Lady Gaga, jelasnya.Seperti diberitakan AFP, Lady Gaga melalui manajernya, Tony Carter, menyatakan membatalkan konser Lady Gaga di Indonesia. Hal ini disampaikan saat menjadi keynote orator di Music Matters Singapura. Alasannya, Lady Gaga merubah penampilan saat konser.Arif berjanji jika memang konser Lady Gaga memperoleh izin di Jakarta, pihaknya berjanji akan mematuhi nilai kesopanan yang dipegang masyarakat Indonesia. (abu/jpnn)

Garin Nugroho Sentil Pemimpin dengan Soegija

May 25, 2012

BeritaMusik.COM, Jakarta - Garin Nugroho kembali menggarap sebuah karya apik berjudul 'Soegija'. Diakui Garin, film tersebut kritikan untuk pemimpin dan politikus Tanah Air.

"Film hiburan memang harus komunikatif tanpa mendangkalkan kemanusiaan kita. Film ini tentang kepemimpinan di tengah kekacauan. Orang politik tidak punya mental politik, ini jadi surat catatannya Romoo Soegija, dan ini tepat untuk kehidupan sekarang ini," terang Garin, saat ditemui di premier film Soegija di Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (25/5).

Menurut Garin, film Soegija dibuat sekomunikatif mungkin dan bisa dipahami penonton. Film seperti itu pernah dibuat Garin seperti Daun di Atas Bantal dan Anak Seribu Pulau.

"Saya membikin film kalau berguna menjadi dialog di masyarakat. Daun di Atas Bantal itu kan ada Asiatic, kebetulan waktu itu lagi krisis di Asia," jelas Garin.

Soegija bukan satu-satunya pilihan Garin saat memilih untuk menggarap film tersebut. Ada Ki Hajar Dewantoro dan Wahid Hasyim yang juga berpeluang untuk menjadi tema film. Namun Garin akhirnya memilih 'Soegija', seorang uskup pertama di Indonesia.

"Saya selalu yakin kata-kata tokoh dalam film saya lewat Soegija itu akan membuka persoalan yang masih menjadi kelemahan terbesar bangsa ini," sambung Garin.

"Founding Father kita baik Soegija atau joke Soekarno mengatakan multikultur akan menjadi masalah di kemudian hari. Untuk itu saya pilih Soegija," ujarnya.

Ngotot Gelar Konser, Promotor Belum Dapatkan Izin

May 25, 2012

BeritaMusik.COM, Jakarta - Jelang konser Lady Gaga bertajuk 'Lady Gaga The Born This Way Ball' 3 Juni 2012 di Jakarta, pihak promotor masih belum mengantungi izin menyelenggarakan konser.

Sampai saat ini, Big Daddy Entertainment selaku promotor mengaku masih tetap mengupayakan untuk mendapat izin dari pihak kepolisian.

"Saat ini kami masih berupaya dengan pihak terkait untuk dapat izin. Kami masih bersabar, mereka masih mengkaji," ujar Arif Ramadhoni selaku Media Relation Big Daddy Entertainment dalam konprensi pers sosialisasi pelaksanaan konser di Chitos, Jakarta Selatan, Jumat (25/5).

Tidak hanya itu, Big Daddy juga sudah berkoordinasi dengan manajemen Lady Gaga untuk terus melakukan komunikasi. "Tim Big Daddy juga masih di Singapura dan masih berkomunikasi dengan baik. Mereka juga kooperatif dengan Indonesia," tuturnya.

Arif sendiri menegaskan, sampai saat ini belum ada rencana untuk membatalkan konser meski mengundang kontroversi dari berbagai kelompok.
"Jika memang dibatalkan, kami belum berani berspekulasi sampai sana. Karena kami terus berupaya agar konser berjalan dengan baik," tandasnya. fei

Next Page »