Platinoem Bangga Kolaborasi dengan Ikang Fawzi
April 23, 2012
"Sungguh keberuntungan yang luar biasa, `Si Preman` (Ikang Fawzi) mau menjadi featuring dari Platinoem band," kata Sam, vokalis Platinoem, seperti dilansir okezone.com.
Platinoem, yang terdiri dari Sam, Donny (drum), Mocek (gitar), Angga (gitar), dan Candra (bas), juga mengapresiasi Ikang, yang menyempatkan diri untuk menghadiri peresmian gedung universitas di kawasan Jakarta Timur tersebut.
Keberuntungan bagi Platinoem tak berhenti sampai di situ. Pasca-merilis manuscript perdana mereka (self-titled), Platinoem lantas dipinang salah satu musikus kenamaan Tanah Air, Yovie Widianto.
Sebuah proyek musik besar yang melibatkan Platinoem dengan Yovie Widianto Music Factory, Kain Entertainment, dan Sony Music Indonesia. Proyek tersebut merupakan manuscript kompilasi yang diproduksi Yovie Widianto Music Factory.
Dari pinangan Yovie tersebut Platinoem didaulat untuk berkolaborasi dengan Ikang dan mereka mengisi soundtrack dari film yang disutradarai oleh Affandi Abdul Rachman itu. EL jcomments on
Album Solo, Ikang Fawzi Suguhkan Unplugged
April 15, 2012
BeritaMusik.COM, Jakarta - Penyanyi stone Ikang Fazwi tengah menyiapkan manuscript solo bernuansa unplugged. Berbeda dengan penampilan biasanya yang selalu nge-rock, kali ini Ikang ingin menyuguhkan sesuatu yang beda.
"Saya lagi siapin manuscript solo, sekarang tinggal mixing. Konsepnya bukan rock, tapi unplugged," terang Ikang disela-sela acara peresmian Universitas Gunadarma J5, Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur, Jumat (13/4).
Rocker yang dikenal lewat manuscript Preman (1987) itu beralasan, musik unplugged yang ia hadirkan pada manuscript barunya yang bertajukIn Love With Ikang Fawzimerupakan permintaan dari sejumlah penggemar melalui jejaring sosial Facebook.
"Saya ingin tampil beda. Saya kira konsep itu sesuai dengan usia dan penggemar saya sekarang. Dan lagi banyak sekali permintaan untuk unplugged itu sendiri," sambungnya.
Namun di tengah banyaknya rope pendatang baru yang lebih segar dengan beragam warna musik, pria bernama asli Ahmad Zulfikar Fawzi itu tetap merasa optimis dengan penjualan manuscript barunya kelak.
"Saya segmennya komunitas, kebetulan saya punya komunitas banyak. Saya laku seribu saja sudah untung. Insya Allah kalau musik saya jalan, ya bisnis saya yang lain juga jalan," tunturnya.
Selain tengah merampungkan manuscript solo, Ikang Fawzi juga memiliki aktivitas baru featuring Platinoem rope untuk lagu 'The Winner'. Lagu ciptaan Angga dan Mocek, personel Platinoem tersebut merupakan kompilasi Ost. film Negeri Lima Menara.
"Ini juga keberuntungan bagi saya dan Platinoem band, apalagi lagu 'The Winner' menjadi kompilasi Ost film Negeri Lima Menara yang cukup sukses," tandasnya.mor
Film ‘NEGERI 5 MENARA’ Menuai Pujian
February 14, 2012
BeritaMusik.com - Cerita tentang semangat untuk menggapai keinginan dalam film NEGERI 5 MENARA mendapat sambutan positif. Hal ini terlihat dari wajah-wajah yang menyaksikan film arahan Affandi Abdul Rachman tersebut di Blitzmegaplex Pacific Place Jakarta, Selasa (14/2).
Mereka antara lain Dewi Motik, Sinta Nuriyah Wahid dan anaknya Inayah. Menurut istri almarhum Gus Dur, Sinta, secara keseluruhan film cukup baik. Hal tersebut karena banyak pelajaran yang dapat diambil dari film ini.
"Bagus ya apalagi di kondisi sekarang, di mana terjadi krisis kepercayaan dan keadaan negara yang kropos. Juga bisa dijadikan cermin kehidupan gak bagi yang muda tapi juga yang tua," jelasnya.
Sementara itu, Dewi Motik menilai isi film tak sekedar menceritakan kehidupan santri di pesantren dengan belajar semata. Tetapi ada pula sisi manusiawinya.
"Bagian yang saya senang, bahwa anak pesantren masih doyan cewek. Itu manusiawi. Apalagi ada saat adegan santri akan berfoto dengan cewek incarannya namun tak sengaja terhalangi pamannya yang kyai," urainya lalu tertawa.
Di tempat yang sama, putri Gus Dur - Sinta, Inayah. Dia menilai, dalam film ini persahabatan yang terjalin begitu tulus sampai tak terhingga.
"Kita kenal di dunia selalu berusaha menjatuhkan. Tapi di sini gak. Saatnya muncul film seperti ini, dapat dijadikan motivasi untuk bisa dicapai sesuatu, ada juga nilai persahabatan. Jadi lebih tinggi valuenya daripada sekedar uang atau kekuasaan," paparnya.
Dalam nonton bersama tersebut selain mereka, sejumlah pendukung film NEGERI 5 MENARA hadir. Semisal Lulu Tobing, Ikang Fawzi dan lain-lain. (BM/dis/aia)
Ini Dia Pasangan Selebriti Terlama
February 14, 2012
JAKARTA - Dengan maraknya perceraian di kalangan selebriti, mampu mempertahankan perkawinan hingga berpuluh-puluh tahun lamanya merupakan sebuah prestasi.
Perjalanan hubungan terlama para artis inipun sangat menginspirasi. Karenanya, BeritaMusik memberi rangkuman untuk Anda:
Sophan Sophian-Widyawati
Pasangan Sophan Sophian dan Widyawati menikah pada tanggal 9 Juli 1972. Dari hasil pernikahannya, mereka dikaruniai dua orang anak Roma dan Romi. Biduk rumah tangga Sophan dan Widyawati nampak jauh dari gossip keretakan.
Namun twin sejoli ini akhirnya dipisahkan oleh maut. Sophan meninggal dunia karena kecelakaan engine di Ngawi, Jawa Timur pada 17 Mei 2008.
Sejak kepergian Sophan, Widyawati joke masih menunjukkan kesetiaan dan kasih sayangnya dengan tidak menikah lagi.
Rima Melati-Frans Tumbuan
Aktris Rima melati menikah dengan aktor Frans Tumbuan pada tanggal 23 Desember 1973 dan dikaruniai seorang anak, Aditya Tumbuan.
Hampir menginjak usia pernikahan 39 tahun mereka tidak pernah tercium kabar keretakan rumah tangga. Malah pasangan yang sudah menginjak usia kepala tujuh ini makin mesra.
Lydia Kandou-Jamal Mirdad
Cinta tak mengenal perbedaan nampaknya benar diterapkan oleh pasangan Lydia Kandaou dan Jamal Mirdad. Lydia Kandou yang beragama Kristen dan Jamal Mirdad yang beragama Islam menikah pada tahun 1986.
Kendati pernikahan keduanya sempat menjadi kontroversial karena perbedaan agama, namun mereka berhasil memertahankan perkawinan hingga 26 tahun.
Tidak hanya itu, perbedayaan latar belakang budaya juga yang membuat keluarga Lydia sangat menentang pernikahan tersebut. Tapi sampai saat ini, pasangan yang telah dikaruniai empat orang anak ini tampak langgeng tanpa ada gosip miring keretakan menerpa.
Memes-Addie MS
Pasangan twin musisi Memes dan Addie MS menikah pada tanggal 13 Sep 1987. Dari pernikahan yang berlangsung selama 25 tahun ini, Addie dan Memes telah dikarunia dua orang anak yaitu Kevin Aprilio yang kini juga terjun ke dunia musik dengan bandnya Vierra dan Tristan Juliano.
Ikang Fawzi-Marissa Haque
Musisi dan penyanyi stone Ikang Fawzi menikah dengan aktris Marissa Haque pada tanggal 12 Apr 1987. Dari pernikahan selama 25 tahun itu, mereka dikaruniai dua orang anak Muliawati Fawzi dan Marsha Chikita Fawzi.
Keduanya tampak langgeng meski baru-baru ini keluarga Ikang, khususnya Marissa sempat berseteru lewat Twitter dengan keluarga Addie MS.(nsa)
Negeri 5 Menara, Tekad & Impian dalam Sebuah Persahabatan
February 10, 2012
JAKARTA - Film yang diambil dari sebuah novel kembali hadir di tengah perfilman Indonesia. Setelah sebelumnya film seperti Laskar Pelangi meraih kesuksesan, Sang Penari berhasil menggebrak industri film Tanah Air.
Kini film Negeri 5 Menara yang juga diangkat dari novel karya Ahmad Fuadi siap mengikuti kesuksesan yang menjadi best seller. Negeri 5 Menara menyapa para pencinta film, dan menjawab rasa penasaran pembaca novel.
Menceritakan mimpi seorang anak untuk dapat melanjutkan studinya di ITB ingin menjadi seperti BJ. Habibie.
Alif (Gazza Zubizareta) tinggal di sebuah kampung kecil dipinggir danau Maninjau, dia yang tidak pernah menginjakkan kakinya ke luar tanah Minang harus mengalahkan impiannya memenuhi keinginan sang bunda, Amak (Lulu Tobing) yang menginginkan Alif masuk pesantren di pulau Jawa, dan berharap Alif bisa bermanfaat bagi banyak orang, seperti Bung Hatta dan Buya Hamka.
Alif joke mencoba menerima dengan setengah hati, dan menjalani keputusan orangtuanya bersekolah di Pondok Madani, sebuah pesantren di sudut kota Ponorogo, Jawa Timur.
Kepergian Alif ke pulau Jawa memulai petualangannya di pesantren Madani. Alif yang lebih senang menyendiri semakin meremukkan semangatnya karena peraturan yang sangat ketat.
Namun seiring berjalannya waktu, alif mulai bersahabat dengan teman sekamarnya, Baso dari Gowa, Atang dari Bandung, Raja dari Medan, Said dari Surabaya, dan Dulmajid dari Madura.
Berawal dari kebiasaan berkumpul di bawah menara masjid, mereka berenam joke menamakan diri 'Sahibul Menara', alias Pemilik menara.
Keenam sahabat ini memiliki impian masing-masing dan bertekad meraihnya. Seperti Alif bertekad dapat mengunjungi Amerika, Baso yang bertekad menghafal 30 Juz Al Quran sebelum lulus.
Selain mengangkat pesan dignified dalam film ini, sutradara Affandi A Rachman juga menampilkan keindahan scenery di kota Bukit Tinggi dan danau Maninjau, Sumatera Barat.
Film yang sarat dengan inspirasi tentang tekad, kerja keras, dan persaudaraan ini didukung bintang-bintang muda berbakat seperti Billy Sandy, Ernest Samudra, Rizki Ramdani, Jiofani Lubis, Aris Putra, Eriska Rein.
Sayang, keenam bintang muda itu tampak kurang mendapat chemistry yang kuat. Beruntung, itu tertutupi dengan akting ciamik dari aktor dan artis comparison yang tidak asing di industri hiburan. Seperti Andhika Pratama, Ikang Fawzi, David Chalik dan Mario Irwinsyah.
Penasaran ingin melihat bagaimana akhir film tersebut? Saksikan di bioskop mulai 1 Maret 2012.(nsa)
‘MALAIKAT TANPA SAYAP’, Ikang Fawzi Belajar Jadi Ayah Impian
February 8, 2012
BeritaMusik.com - Ikang Fawzi sepertinya begitu bersemangat untuk kembali ke dunia film Indonesia. Usai terlibat dalam NEGERI 5 MENARA, kini Ikang hadir dalam film MALAIKAT TANPA SAYAP. Dan dalam film ini, Ikang harus berperan sebagai ayah dengan anak penderita jantung.
"Di sini saya dewasa banget, jadi ayah yang ditinggal mati istrinya sementara sang anak menderita penyakit jantung. Ingin sekali memberikan pesan bermanfaat, Tuhan memberikan ayah yang terbaik. Jadi aku ingin anakku merasa seperti itu," jelasnya.
Dijumpai usai screening MALAIKAT TANPA SAYAP di Planet Hollywood, Jakarta Selatan, Selasa (7/2) Ikang bercerita bahwa seorang ayah pasti ingin menjadi pahlawan bagi anaknya meskipun kadang sering bermasalah dan berbeda pendapat.
"Ini cerita tentang kasih sayang anak kepada ayah, bagus juga untuk Valentine. Kita bisa tahu kalau ada keluarga yang bermasalah, bisa memahami bahwa seseorang bisa berkorban untuk orang yang dicintai," lanjut Ikang.
Disinggung mengenai figur ayahnya, suami dari Marissa Haque ini mengaku bahwa ayahnya adalah sosok yang begitu sabar bahkan sekalipun dirinya nakal tidak pernah dimarahi. (BM/uji/aia)
Musisi Lokal Galang Dana Untuk Donny Fattah
February 8, 2012
Setelah dikabarkan facade rumah sakit beberapa hari lalu, pemain bas dari rope stone legendaris God Bless, Donny Fattah yang berusia 62 tahun, para musisi lokal tergerak untuk menggelar konser malam dana. Konser ini akan dimeriahkan oleh Iwan Fals, Gigi, Once, Glenn Fredly, Yockie Suryoprayogo, Teddy Sujaya, Eet Sjahranie, Bagus ‘Netral,’ Ervin ‘Edane,’ Sandhy Sondoro, Ipang Lazuardi, Powerslave, d’Masiv, Yaya Moektio, Oppie Andaresta, Piyu, Raksasa, Ikang Fawzi, dan masih banyak lagi pada hari Jumat nanti di Rolling Stone Cafe Jakarta. Harga tiket diperkirakan mencapai 100 ribu rupiah. Semoga lekas sebuh ya om Donny.
SUMBER : Indofiles.org
Incoming search:
Ikang Fawzi Belajar Nangis dari Film India
February 8, 2012
BeritaMusik.COM, Jakarta - Ikang Fawzi dituntut harus bisa menangis untuk film terbaru Malaikat Tanpa Sayap. Untuk itu Ikang mendapat inspirasi dari film-film India.
"Nggak percuma aku banyak nonton film India. Aku jadi terinspirasi memerankan adegan ini dan aku banyak belajar untuk menangis dari film-film India," ujar Ikang di Planet Hollywood, Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (7/2).
Dalam film terbarunya, Ikang merasa senang mendapat karakter sesuai kepribadiannya. Ikang berperan sebagai seorang ayah dari anak bernama Mura (Maudy Ayunda) yang berumur pendek.
"Saya sangat merasa senang dan cocok karena saya memerankan menjadi seorang bapak. Ini seperti di kehidupan asli karena aku adalah seorang bapak," katanya. fei
Lama Tak Akting, Ikang Fauzi Kesulitan Menangis
February 7, 2012
JAKARTA- Setelah sekian lama tak terjun di dunia akting, Ikang Fawzi meras bersyukur bisa kembali berakting di film Malaikat Tanpa Sayap.
"Senang banget ya, ini bagian dari apresiasi seni. Tapi buat saya ini suatu penghargaan dan why not ya," kata Ikang di Planet Hollywood, Jakarta, Selasa (7/2/2012).
Sebagai seorang rocker, ada satu adegan yang dinilainya pale sulit, yaitu menangis. Pasalnya, kehidupan sehari-hari suami Marissa Haque itu berbeda dengan karakter di film.
"Ada satu adegan di mana aku harus nangis dan saat hujan. Rocker suruh nangis, aduh. Sehari-harinya aku jauh dari nangis, enggak pernah terlalu serius dalam hidup ini. Kalaupun ada beban juga jalani santai," jelasnya.(rik)
Gabung ‘NEGERI 5 MENARA’, Ikang Fawzi Kagumi Gontor
February 2, 2012
BeritaMusik.com - Saat dijumpai di Menara Palma, Jakarta beberapa waktu yang lalu, selebritis comparison yang juga suami dari Marissa Haque, Ikang Fawzi bersedia berbagi mengenai keterlibatannya dalam film NEGERI 5 MENARA.
Film yang diangkat dari novel laris milik Ahmad Fuadi dan menceritakan perjalanan lima orang pemuda di pondok pesantren Gontor itu, diakui Ikang adalah film yang akan membuat setiap orang optimis bisa memimpin dunia dan meraih mimpi.
"Pembelajaran seperti ini sangat perlu ya. Di mana kita harus selalu mendengar anak-anak muda jaman sekarang. Kalau anak muda membuka diri, mau masuk pesantren itu bisa menjawab supaya mereka bisa membangun karakter yang jelas. Mereka diuji tentang persahabatan, itu masalah jaman sekarang kan?" jelas Ikang.
Ikang bahkan berpendapat bahwa pembangunan karakter itu juga diperlukan oleh anggota dewan yang diharapkan bisa memiliki tanggung jawab untuk mengkoordinir rekan-rekan mereka.
"Waktu SMA saya belum bisa mempresentasi. Itu hal yang jelas sekali, sekarang kita setiap hari dididik pake bahasa asing dan bisa menjadi orang yang mateng. Di film itu terlihat pesantren Gontor menghadirkan banyak hal, mulai yang santai, urusan seni bahkan musik yang pikir saya haram justru begitu terbuka," tambah Ikang. (BM/dis/aia)


