Martini Diganti Bir, Veteran James Bond Berang
May 24, 2012

Rilis ’2HOT’, G.NA Pamer Dance Seksi
May 23, 2012

BeritaMusik.com - Seperti yang diumumkan sebelumnya, penyanyi K-Pop seksi, G.NA baru saja merilis mini manuscript terbaru, BLOOM sebagai tanda quip artis agensi Cube Entertainment ini ke dunia musik K-Pop.
Dan pada hari ini, Rabu (23/5), G.NA akhirnya juga merilis MV terbaru dirinya, 2HOT. MV itu sendiri menampilkan sekelompok orang yang sepertinya tidak peduli dengan apa yang akan terjadi pada diri mereka lantaran terpukau dengan gerakan dance G.NA yang seksi.
Dalam MV itu, G.NA dengan tenang berdiri serta menari di tengah kondisi yang cukup ribut dengan menatap penuh percaya diri serta koreografi yang begitu bersemangat.
Dilansir allkpop.com, pilihan warna yang terang seperti konsep Hollywood jaman dulu membuat G.NA begitu bisa memperlihatkan sisi seksi dan feminim dari dirinya. Dan pastinya kehadiran beberapa pria setengah telanjang dengan otot kekar cukup membuat penggemar tertarik selain dance voluptuous G.NA.
Penyanyi yang pernah digosipkan menjalin hubungan istimewa dengan lead dance Super Junior, Eunhyuk, ini akan menjadi salah satu penyanyi K-Pop yang quip di bulan Mei selain boyband Infinite.
(alk/aia)
Cameron Diaz Bertengkar dengan Jennifer Lopez?
May 16, 2012
Rabu, 16 Mei 2012 20:32 wib
Hutami Windiarti - BeritaMusik
LOS ANGELES - Dua artis Hollywood, Cameron Diaz dan Jennifer Lopez (J.Lo) dikabarkan terlibat perselisihan saat membintangi film terbaru mereka, What to Expect when You're Expecting.
Bahkan, mereka dikabarkan tidak saling bertegur sapaketika berada di lokasi syuting. Namun, hal itu dibantah oleh J.Lo dan Diaz, yang hadir di sebuah sesi wawancara.
Mereka ikut menertawakan berita tersebut. Menurut Diaz, dia selalu mendapat gosip yang sama setiap kali berperan dalam film terbaru. Bintang Charlies Angel's itu mengaku selalu diberitakan bertengkar dengan lawan mainnya.
"Mereka bilang kami tidak bicara satu sama lain. Ini selalu sama. Mereka ingin para pemain wanita bertengkar, terutama media. Selalu berputar tentang perkelahian para pemain wanita," ungkap mantan kekasih Justin Timberlake itu.
Hal yang sama juga diungkapkan J.Lo. Dia bahkan mengaku belum pernah bertemu dengan Diaz dalam sebuah film.
"Aku seperti, 'Aku belum pernah bertemu dengannya'. Berikan kami beberapa kesempatan untuk bersama dalam satu ruangan," tambah J.Lo. Demikian seperti dilansir Femalefirst, Rabu (16/5/2012).
(nsa)Disebut Wanita Nakal, Rihanna Unfollow Chris Brown
May 11, 2012
Jum'at, 11 Mei 2012 21:32 wib
Hutami Windiarti - BeritaMusik
LOS ANGELES - Rihanna dan mantan kekasihnya, Chris Brown kembali terlibat pertengkaran. Padahal hubungan mereka sempat membaik, beberapa waktu lalu.
Penyanyi asal Barbados itu bahkan mengajak Chris untuk berduet dengannya dalam lagu "Birthday Cake". Itu terjadi ketika Chris mengganti lirik lagu terbaru Kanye West, "Way Too Cold".
Dia menggunakan kata-kata yang kasar dan menyebut mantan kekasihnya sebagai wanita nakal. Meski tidak menjelaskan namanya, semua orang yang mendengar pasti berpikir hal itu ditujukan untuk Rihanna.
Tampaknya, pelantun "Umbrella" itu berpikir sama. Tak lama setelah mendengar kalimat tersebut, dia memosting sebuah pesan di akun twitternya.
"Aw, kasihan sekali #neauұcurrrr," tulis Rihanna.
Tak hanya sampai di situ, merasa masih kesal, penyanyi yang digosipkan pernah berkencan dengan Ashton Kutcher ini langsung unfollow Chris. Demikian seperti dilansir Aceshowbiz, Jumat (11/5/2012).
Sementara itu, Chris yang mengetahui hal tersebut juga melakukan hal yang sama dengan Rihanna sambil diikuti pesan yang seolah menjelaskan, Rihanna menghapus twitternya karena apa yang dikatakannya adalah benar.
"Asumsi! Aku tidak menyebutkan nama siapapun jadi jika kamu merasa tersinggung, maka itu menunjukkan kamu merasa bersalah," tutupnya.
(nsa)Digosipkan Putus, Johnny Depp Geram
May 10, 2012
Kamis, 10 Mei 2012 19:28 wib
Hutami Windiarti - BeritaMusik
LOS ANGELES - Johnny Depp terkenal sebagai artis yang tidak ingin mengumbar kehidupan pribadinya. Namun, aktor 48 tahun itu marah-marah saat mendengar hubungannya dengan sang kekasih, Vanessa Paradis yang telah berjalan selama 14 tahun dikabarkan kandas.
Ketika menghadiri peluncuran film terbarunya, Dark Shadows, aktor yang mengaku depresi sebelum anak pertamanya lahir memastikan, gosip kandasnya hubungan mereka tidak benar.
Johnny menjelaskan, meski dia telah membantah kabar tersebut, semua orang tidak akan percaya kepadanya.
"Gosip itu tidak benar. Itu sangat tidak benar. Tidak peduli apa yang saya katakan tentang ini, orang akan percaya kebalikannya," kata bintang Pirates of Caribbean tersebut, seperti dilansir The Sun, Kamis (10/5/2012).
Senada dengan Johnny, sang kekasih, Vanessa juga turut membantahnya. Bahkan, penyanyi asal Prancis itu telah mengatakan hubungannya baik-baik saja sejak Januari lalu.
"Itu salah. Gosip ini sangat merugikan keluargaku dan anakku," tandasnya.
(nsa)Khloe and Lamar Berakhir
May 1, 2012
BeritaMusik.COM, Los Angeles - Khloe Kardashian dan Lamar Odom mengakhiri teve realitasnya Khloe and Lamar pasca dua seri.
Mengutip femalefirst, Senin (30/4), Khloe dan suaminya Lamar memutuskan tak melanjutkan teve realitasnya, karena Lamar yang meninggalkan Dallas Mavericks pada awal Apr 2012 ini ingin fokus merintis karir basketnya. Demikian menurut situs gosip TMZ.
Lamar saat ini terdaftar tak aktif untuk Mavericks. Namun ia berharap sukses untuk perdagangan atletnya di akhir musim, sehingga bisa kembali ke Los Angeles untuk konsentrasi penuh bertanding basket.
Sumber terdekat mengatakan, namun Khloe dan Lamar akan sesekali tampil untuk module teve realitas keluarganya, Keeping Up dengan Kardashians.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, baru-baru ini Khloe dan keluarganya, termasuk Kris Jenner, Kim dan Kourtney Kardashian menandatangani kontrak tiga tahun untuk sequence terbaru teve realitas Keeping Up dengan Kardashians, senilai Rp40 miliar. mor
Mari Kembali ke Penggemar!
March 18, 2012
Jakarta – Banyak rope bernama besar di Indonesia kini pusing tujuh keliling. Reputasi sebagai artis mainstream yang menjual manuscript jutaan keping, RBT diunduh hingga jutaan kali, memiliki segudang hits, penggemar tersebar dari Sabang sampai Merauke ternyata tak mampu menyelamatkan karir musik mereka secara berkepanjangan di masa depan.
Tak ayal setelah tiga atau empat manuscript dihasilkan nama besar mereka di beberapa tahun lalu hanya tinggal kenangan. Gone with a wind.
Banyak sekali contoh kasusnya jika ingin menyebut nama. Sosok-sosok artis atau rope yang sangat terkenal beberapa tahun lalu karena hampir setiap hari mendominasi layar kaca kita sekarang ini hanya tinggal seonggok nama besar saja.
Musik baru mereka tak lagi ditunggu, event organizer sudah jarang yang memanggil, sementara kehidupan harus terus berjalan dan membutuhkan ongkos tidak sedikit. Benar dapur harus tetap ngebul tapi darimana datangnya asap jika tiada api?
Sudah lama kita ketahui bahwa sistem dan mekanisme pembayaran royalti musik bagi artis/pencipta lagu di Indonesia tidak pernah beres, bahkan hingga epoch digital yang serba transparan dan dukungan authorised dari UU Hak Cipta dan UU ITE telah menjaminnya. Belum lagi masalah pembajakan musik yang masih menjadi lingkaran setan, malah semakin menghebat dan naik kelas berhubung kini pembajakan online (illegal downloading) semakin menjadi tren di Tanah Air.
Lalu bagaimana artis/pencipta lagu bertahan mendapatkan penghasilan dari profesi mereka sementara CD mereka tidak lagi laku bahkan dibajak, sementara tawaran manggung tak kunjung datang?
Banyak artis atau personel rope kemudian terpaksa hijrah dan berbisnis diluar musik agar tetap mendapat penghasilan. Banyak pula tag rekaman yang kemudian gulung tikar. Mereka merasa berbisnis musik semakin sulit di Indonesia. Pendengar musik semakin banyak namun pembeli musik semakin sedikit, itulah kenyataan pahitnya.
Beberapa penyebab kegagalan rope Indonesia dalam mempertahankan karir musik mereka hingga panjang umur di industri musik adalah karena kegagalan mereka dalam membangun basement massa penggemar (fanbase) dan tidak mengonsep rope mereka sebagai code sedari awal.
Rata-rata mereka sudah cukup puas dan terlena dengan kesuksesan hari ini sehingga sulit untuk berpikir bahkan terlalu malas untuk menyiapkan rencana pengembangan karir di masa depan.
Saya sering memerhatikan band-band mainstream di Indonesia kebanyakan memang dibesarkan oleh peran tag rekaman mereka, bukan besar karena dukungan fans. Beberapa bahkan sengaja direkayasa eksistensinya oleh tag rekaman dengan diguyur marketing budget yang sangat besar. Single mereka diputar oleh ratusan stasiun radio di seluruh Indonesia, tampil playback/lip sync di berbagai acara musik pagi di TV hingga manggung di berbagai konser gratisan dalam rangka promosi sebuah produk. Akhirnya mereka memang menjadi artis bernama besar namun sayangnya tidak mengakar.
Saking terlenanya dengan kesuksesan hari ini mereka seperti melupakan esensi utama membangun karir musik dan lebih sibuk wara-wiri di infotainment. Mereka malas mengembangkan fanbase dan lupa mengubah rope mereka menjadi sebuah brand yang menguntungkan. Akhirnya semakin sering kita mendengarkan kisah band-band mainstream yang karirnya membusuk sebelum waktunya tadi.
Sedikit sekali artis/band di Indonesia yang serius untuk mengembangkan fanbase. Padahal mereka yang berniat untuk menggarapnya sejak awal akan menikmati hasilnya kemudian. Pernahkah Anda memerhatikan bahwa di Indonesia jarang sekali kita memiliki penggemar musik (fans) yang constant dan berdedikasi?
Diluar Slankers dan Oi (fans Iwan Fals), sekarang ini kita hanya mengenal fans sebuah rope adalah juga fans dari rope lainnya. Jadi jika ia adalah penggemar Samsons maka bisa jadi ia juga penggemar Nidji, Kerispatih, bahkan ST12. Fans musik di Indonesia cenderung ngefan dengan lagu. Bahkan mereka hanya constant kepada singular yang hits. Jika sebuah lagu enak dan hits maka mereka akan nge-fan, jika ada lagu baru yang hits mereka akan segera pula berpindah.
Tidak ada lagi pengalaman mendengarkan dan mengapresiasi musik dengan cara membeli album. Pengalaman memandangi sampul manuscript yang indah, membaca lirik yang menggerakkan, menyimak manuscript sendirian dengan CD actor di kamar sembari mengingat nama-nama orang dalam daftar terima kasih artis/band menjadi aktivitas yang langka sekarang.
Tidak perlu lagi menabung untuk membeli CD atau kaset karena semuanya sudah tersedia dengan mudahnya di dunia maya. Parahnya lagi, semakin sedikit yang membeli manuscript CD dan lebih senang mengunduh singular secara ilegal karena dianggap gratis dan halal. Ironisnya, banyak fans yang belakangan ini tanpa sungkan bahkan meminta link download manuscript yang ilegal kepada artisnya sendiri around Twitter atau Facebook.
Jangan salahkan juga jika mereka tidak paham tentang HKI (Hak Karya Intelektual) atau Hak Cipta karena memang sosialisasi tentang hal tersebut sangat minim dari pemerintah atau kalangan industri rekaman sendiri. Alhasil para penggemar musik ini memang tidak pernah diedukasi untuk menghargai hasil karya cipta artis/band dengan cara membeli manuscript atau mengunduh secara authorised musik mereka.
Ini agaknya merupakan imbas dari industri musik kita yang suka serba instan dan lebih mementingkan meraup keuntungan sesegera mungkin dibanding berinvestasi untuk membangun fanbase artis yang loyal. Kondisi ini semakin diperparah dengan eksposur yang salah dari pemberitaan artis-artis di infotainment yang lebih senang mengungkap gosip dan skandal kehidupan pribadi bukan membahas karya dan prestasi dari artis tersebut.
Sementara di saat menikmati konser dari artis idola, ternyata rata-rata fans juga masih jarang sekali yang rela masuk dengan membayar tiket dan setia menunggu jebolan. Lucunya untuk patungan membeli minuman keras biasanya sangat cepat dan ketika sampai di dalam venue seringkali bukannya menikmati konser melainkan terlibat tawuran dengan sesama penonton atau fans juga.
Kebanyakan para penonton konser artis-artis lokal kita hingga kini masih disubsidi oleh sponsor-sponsor komersial seperti rokok, telekomunikasi selular dan sebagainya. Tak heran jika sejak puluhan tahun yang lalu hingga sekarang, harga tiket konser artis-artis Indonesia yang dilakukan di areal terbuka seperti tak pernah mengalami kenaikan berarti.
Bayangkan, untuk menyaksikan sebuah festival musik dengan line-up artis-artis terkemuka sebesar Soundrenaline saja mereka cukup merogoh kantong Rp 25 ribu. Bandingkan dengan tiket festival Big Day Out di Australia yang angka bisa mencapai Rp. 1,5 juta per harinya.
Idealnya seorang fan adalah aset berharga bagi artis/bandnya. Tak ada rope yang besar dan kemudian legendaris di dunia hanya karena dukungan tag rekaman, melainkan fans. Karena fans ini sejatinya akan selalu membeli CD, kaset, DVD, piringan hitam, merchandise, tiket konser sebagai bentuk dukungan nyata dan timbal balik mereka kepada artis idola yang telah ikut menghibur dan membahagiakan kehidupan sehari-hari dengan musik dan lagu yang mereka ciptakan.
Manajemen artis seharusnya bisa lebih mengeksplorasi ide agar tercipta fanbase yang constant terhadap artis mereka. Tidak perlu mahal dan repot pula mengelolanya. Hal-hal sederhana dan di jaman sekarang sudah menjadi standar adalah membuka akun di berbagai media sosial dan jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, ReverbNation, BandCamp, MySpace hingga blog. Namun sebelum semua itu dirambah ada baiknya juga kita mengecek apakah situs resmi artis kita masih ter-update informasi-informasi terbaru artis secara rutin dan periodik?
Dengan tren anjloknya angka penjualan manuscript rekaman fisik berupa CD, kaset maupun DVD seperti terjadi sejak tujuh tahun terakhir ini serta anjloknya angka pengunduh RBT, sudah semestinya rope dan manajemen mulai menerapkan strategi pemasaran baru dengan mengubah rope mereka menjadi sebuah brand yang memiliki nilai jual tak hanya di musik namun juga sebuah gaya hidup yang kemudian menginspirasi fanbase.
Sumber

Gading Tak Tahu Roy Marten Dekati Penyanyi Dangdut
March 6, 2012

BeritaMusik.COM, Jakarta - Gading Marten mengaku tak tahu kalau ayahnya, Roy Marten, saat ini tengah dekat dengan pedangdut dan pesinetron Sisca Dewi.
Seperti diberitakan sebelumnya, Roy dan Sisca belakangan sering terlihat bersama. Saat ulang tahun Sisca di sebuah hotel beberapa waktu lalu, Roy datang dan terlihat begitu dekat.
Sisca juga memasang fotonya bersama Roy di ponsel Blackberry. Dan yang terbaru, keduanya kepergok di Bandara Soekarno-Hatta saat baru tiba dari Jogjakarta.
Mengenai kedekatan ayahnya tersebut, Gading mengaku tak tahu menahu. Gading juga yakin, kabar tersebut hanya gosip semata.
"Aku benar-benar nggak tahu. Kalau gosip seperti itu nggak benar. Bokap (ayah) ada di rumah dan baik-baik saja. Saya bisa pastikan nggak ada apa-apa," terang Gading saat ditemui di Jakarta Teater, Jakarta Pusat, Senin (5/3/2012).
Presenter acara musik Inbox itu juga menegaskan tidak pernah mendengar nama Sica Dewi. Gading tak mau langsung cepat berkesimpulan, ia joke berpikiran positif terhadap ayahnya.
"Misalnya, ada perempuan mau foto bersama papa, mungkin awalnya baik. Lalu nggak suka, dan mungkin cari-cari kesalahan," tandasnya. fei
2011, Pangeran William Lepas Masa Lajang?
March 2, 2012
VIVAnews – Pernikahan Pangeran William dengan kekasihnya, Kate Middleton sudah menjadi pembahasan khalayak. Mereka selalu bertanya-tanya kapan Pangeran asal Inggris itu akan menikahi kekasihnya tersebut.
Spekulasi seputar rencana pernikahan Pangeran William dengan Middleton masih menjadi topik yang hangat dibicarakan terutama untuk publik Inggris. Tetapi, kabar terbaru menjelaskan pernikahan pasangan ini akan segera dilaksanakan pale lambat tahun 2011 mendatang.
Hal itu dikuatkan dengan adanya pernyataan dari pemerhati kerajaan Inggris, Seward. Seward mengungkapkan kerajaan Inggris siap menjadikan Middleton sebagai istri dari putra pertama Pangeran Charles dan Putri Diana itu. William dikabarkan akan melamar kekasihnya itu pada Februari mendatang.
“Tidak akan ada pengumuman sebelum Natal karena William akan bertanya lebih dulu dengan Ratu. Lalu, mereka akan segera menikah,” kata Seward seperti dikutip dari Showbizspy, Senin 1 Nov 2010.
Dugaan rencana pertunangan keduanya semakin gencar terdengar saat pasangan muda ini terlihat menghadiri pernikahan teman mereka pada Oktober lalu di Northleach, Gloucestershire.
Kehadiran mereka mengejutkan banyak orang. Karena ini untuk pertama kalinya lagi mereka tampil berdua setelah sekian lama sering tampil sendiri-sendiri.
Hubungan keduanya sering diterpa gosip putus. Jalinan cinta mereka pernah dikabarkan bubar saat foto-foto William yang sedang berciuman dengan penyanyi Inggris beredar luas.
Rencana pernikahan mereka juga sempat diisukan mengalami penundaan karena kakak Middleton sedang berurusan dengan pihak berwajib. Kerajaan tak mau melangsungkan pernikahan sebelum ada standing yang jelas soal kakak Middleton tersebut.
Sumber : ViVAnews
Digosipkan Beradegan Ranjang, Mallika Sherawat Ngamuk
February 3, 2012
MUMBAI- Mallika Sherawat dikabarkan kembali beradegan ciuman di film terbarunya, Kismat Love Paisa Dill. Mendengar gosip itu, Mallika marah di akun Twitter-nya.
Menurut Mallika, dirinya tidak lagi melakoni adegan panas untuk mencuri perhatian. Pasalnya, dia sudah meraih kepopuleran.
Mallika berpendapat, rumah produksi sengaja membuat isu tersebut untuk menarik minat penonton datang ke bioskop. Demikian yang dinukil Times of India, Jumat (3/2/2012).
"Tidak ada ciuman di film. Kurasa PH itu putus asa, sehingga mereka membuat gosip seperti ini. Hanya untuk mencari-cari perhatian penonton dan masyarakat," keluh Mallika.
(efi)


