Ario Bayu Bangga Adu Akting ke Mancanegara

February 19, 2012

TERKAIT

BeritaMusik.COM, Jakarta - Aktor muda Ario Bayu baru saja menyelesaikan proyek film bersama sineas dari mancanegara dalam film 'Dead Mine'. Ia merasa bangga film tersebut akan di putar di seluruh dunia.

"Gue ada proyek film 'Dead Mine', itu film HBO (Home Box Office) pertama di Asia. Pertama kali HBO syuting di asia dan itu melibatkan aktor dari Inggris, aktris dari Jepang dan dari Malaysia dan Indonesia ada Mike Lewis, sama Tigor," ungkap Ario bahagia saat ditemui di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Rencananya film tersebut akan di putar di seluruh dunia. Melalui kesempatan tersebut aktor pemeran film 'Catatan Harian SI Boy' itu berharap bisa melebarkan sayap aktingnya ke mancanegara.

"Ini akan dikeluarin secara tellurian jadi gue punya pengalaman, memang dari awal gue mau go internasional . Gue start diluar gue ambil beasiswa di Inggris tapi pas lulus gue malah ke Indonesia karena di Indonesia gue masih punya kesempatan kalau disana persaingannya luar biasa," tandasnya.

Selain film 'Dead Mine', aktor berusia 27 tahun itu juga terlibat dalam film 'Java Heat'yang disutradarai oleh O'Connor, sutradara film 'Darah Garuda'. Di film ini Ario berperan sebagai anggota Densus 88. Selain Ario Bayu film 'Java Heat' juga menampilkan Rio Dewanto, Atiqah Hasiholan, dan bintang Hollywood Mickey Rourke dan Kellan Lutz.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.BeritaMusik.com around ponsel dan Blackberry !

Darius Arahkan Anak Jadi Pesepakbola

January 25, 2012

JAKARTA, BeritaMusik.com - Aktor Darius Sinathrya mulai mengarahkan bakat dan minat anak pertamanya, Lionel Nathan Sinathrya Kartoprawiro (5), agar kelak bisa menjadi pesepakbola profesional. Langkah itu mulai dijajalnya dengan menyekolahkan anaknya ke akademi sepakbola FCB Escola Indonesia.

"Setelah tahu sekolahnya seperti apa, aku langsung berpikir agar anak aku bisa masuk. Pulang langsung ngomong sama Donna," ucapnya saat ditemui di Grand Indonesia, Jakarta, Rabu (25/1/2012).

Diakui Darius, jauh sebelum dikaruniai anak, ia bersama Donna sudah membicarakan keinginan agar anaknya kelak bisa menjadi pesepakbola. Setelah dikaruniai seorang anak pria dan mulai terlihat bakatnya, bintang film Darah Garuda ini pyn memiliki keyakinan bahwa anak pertamanya mampu mengasah si kulit bundar. Hal ini sudah dibuktikannya ketika Darius jerap mengajak anaknya bermain bola.

Meski begitu, Darius tetap memberi pelihan kepada anaknya. Darius mengaku tak akan memaksakan kehendak agar anaknya bisa menjadi penerus Lionel Messi. "Mudah-mudahan Lio mau, kan balik lagi ke anak minat ke mana, kalau mau masuk ke sini enggak ada salahnya," tutupnya.

Darius Arahkan Anak Jadi Pesepak Bola

January 25, 2012

JAKARTA, BeritaMusik.com — Aktor Darius Sinathrya mulai mengarahkan bakat dan minat anak pertamanya, Lionel Nathan Sinathrya Kartoprawiro (5), agar kelak bisa menjadi pesepak bola profesional. Langkah itu mulai dijajalnya dengan menyekolahkan anaknya ke akademi sepak bola FCB Escola Indonesia.

"Setelah tahu sekolahnya seperti apa, aku langsung berpikir agar anak aku bisa masuk. Pulang langsung ngomong sama Donna," ucapnya saat ditemui di Grand Indonesia, Jakarta, Rabu (25/1/2012).

Diakui Darius, jauh sebelum dikaruniai anak, ia bersama Donna sudah membicarakan keinginan agar anaknya kelak bisa menjadi pesepak bola. Setelah dikaruniai seorang anak pria dan mulai terlihat bakatnya, bintang film Darah Garuda ini joke memiliki keyakinan bahwa anak pertamanya mampu mengasah si kulit bundar. Hal ini sudah dibuktikannya ketika Darius kerap mengajak anaknya bermain bola.

Meski begitu, Darius tetap memberi pilihan kepada anaknya. Darius mengaku tak akan memaksakan kehendak agar anaknya bisa menjadi penerus Lionel Messi. "Mudah-mudahan Lio mau, kan balik lagi ke anak, minat ke mana. Kalau mau masuk ke sini, enggak ada salahnya," tutupnya.

Choki " Netral": Bermetamorposis

December 31, 2011

JAKARTA,BeritaMusik.com -- Musik stone tidak pernah mati sebab memiliki basement massa yang kuat. Penggemar stone juga tak mudah berpindah ke genre musik lain. Begitulah keyakinan Choki (35), gitaris rope Netral, yang ditemui pada Selasa (27/12/2011) menjelang pementasan ”Three2Rock” bersama Pas Band dan Edane di Rolling Stone Kafe Jakarta. Bahkan, katanya, kini muncul generasi baru penggemar rock.

Kami tak hanya membuat lagu rock. Ada juga lagu berirama hip-hop.

Petang hari menjelang pertunjukan, gerombolan remaja dan pekerja muda berbaju rapi sembari menenteng tas kerja menunggu di halaman kafe untuk masuk tempat pertunjukan.

Melihat kondisi itu, rope yang populer antara lain lewat lagu ”Garuda di Dadaku” ini, berusaha menyesuaikan diri dengan lagu yang bisa diterima generasi baru penggemar rock.

”Kami tak hanya membuat lagu rock. Ada juga lagu berirama hip-hop. Kreativitas harus terus jalan karena generasi kini tak kenal lagu-lagu Netral yang dulu. Dengan mendengarkan manuscript kami, akan terasa metamorfosanya,” ujar Choki.

Meski begitu, ciri khas rope yang beranggotakan Choki, Bagus (bas dan vokal), dan Eno (drum) ini tetap terasa; tampil spontan, kocak, dan sesekali meledak-ledak. ”Memang ciri seperti itulah yang biasanya ditunggu para Netralizer (sebutan untuk penggemar Netral),” kata Choki. (TRI)

Choki "Netral": Bermetamorfosis

December 31, 2011

JAKARTA, BeritaMusik.com — Musik stone tidak pernah mati sebab memiliki basement massa yang kuat. Penggemar stone juga tak mudah berpindah ke genre musik lain. Begitulah keyakinan Choki (35), gitaris rope Netral, yang ditemui pada Selasa (27/12/2011) menjelang pementasan ”Three2Rock” bersama Pas Band dan Edane di Rolling Stone Kafe Jakarta. Bahkan, katanya, kini muncul generasi baru penggemar rock.

Kami tak hanya membuat lagu rock. Ada juga lagu berirama hip-hop.

Petang hari menjelang pertunjukan, gerombolan remaja dan pekerja muda berbaju rapi sembari menenteng tas kerja menunggu di halaman kafe untuk masuk tempat pertunjukan.

Melihat kondisi itu, rope yang populer antara lain lewat lagu ”Garuda di Dadaku” ini berusaha menyesuaikan diri dengan lagu yang bisa diterima generasi baru penggemar rock.

”Kami tak hanya membuat lagu rock. Ada juga lagu berirama hip-hop. Kreativitas harus terus jalan karena generasi kini tak kenal lagu-lagu Netral yang dulu. Dengan mendengarkan manuscript kami, akan terasa metamorfosisnya,” ujar Choki.

Meski begitu, ciri khas rope yang beranggotakan Choki, Bagus (bas dan vokal), serta Eno (drum) ini tetap terasa; tampil spontan, kocak, dan sesekali meledak-ledak. ”Memang ciri seperti itulah yang biasanya ditunggu para Netralizer (sebutan untuk penggemar Netral),” kata Choki. (TRI)

Emir Mahira, Pemeran Utama Pria Terbaik

December 10, 2011

BeritaMusik.COM, Jakarta - Aktor cilik Emir Mahira meraih penghargaan sebagai Pemeran Utama Pria Terbaik di ajang FFI 2011. Emir meraih penghargaan berkat aktingnya yang memukau dalam film Rumah Tanpa Jendela.

Emir mengalahkan senior-seniornya seperti Alex Komang (Surat Kecil Untuk Tuhan), Ferdy Tahir (Masih Bukan Cinta Biasa), Oka Antara (Sang Penari) dan Tio Pakusadewo (Tebus).

"Yang jelas sih saya nggak nyangka. Saingan saya hebat-hebat, mereka jago-jago. Yang jelas senang banget," kata Emir polos, usai menerima penghargaan di Malam Anuegerah FFI 2011 di Kemayoran, Jakarta, Sabtu (10/12).

Saat ini Emir tengah menunggu film terbarunya, Garuda di Dadaku 2 tayang pada 15 Desember mendatang. Dengan penghargaan ini, Emir berharap bisa lebih maju kedepannya di bidang akting.

"Mudah-mudahan melalui penghargaan ini saya bisa membuat yang terbaik untuk perfilman Indonesia," harapnya.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.BeritaMusik.com around ponsel dan Blackberry !

Salman Aristo Harap ‘GARUDA DI DADAKU 2′ Lebih Sukses

December 8, 2011

BeritaMusik.com - Kesuksesan GARUDA DI DADAKU rupanya membuat para pekerja di balik film itu akhirnya merilis sekuelnya pada tahun 2011. Dan menurut kru yang terlibat, film sekuelnya kali ini akan lebih tumbuh dan berkembang.

"Sekuel itu bukan sesuatu yang mudah. Awalnya gak berniat bikin sekuel. Setelah piala AFF tahun lalu, kayaknya movement deh. Kita angkat cerita yang punya relasi tinggi. Konteks tetep sport, cuma ada yang baru kita tawarkan, makanya setiap karakter jadi tumbuh," papar Santi selaku produser.

Senada dengan Santi, penulis skenario, Salman Aristo juga menceritakan bahwa setiap karakter yang ada menjadi lebih berkembang.

"Di sini masing-masing karakternya tumbuh, jadi otomatis cerita berkembang. Tumbuh secara cerita, visual, teknis, dan semuanya. Dan kalo kita boleh berharap, jadi dua kali jumlah penontonnya," ungkap Salman.

Sama dari film pertama, GARUDA DI DADAKU 2, masih memasang sosok Emir Mahira dan Maudy Koesnaedi sebagai pengisi sosok utama. Di samping itu, ada nama aktor Rio Dewanto yang masuk dan turut terlibat.  (BM/uji/aia)

Rudi Soedjarwo: Saya Berhenti Buat Film Pocong

December 7, 2011

BeritaMusik.com - Kesuksesan film keluarga GARUDA DI DADAKU, rupanya membuat pihak produser membuat sekuelnya, GARUDA DI DADAKU 2. Menariknya, kali ini Rudi Soedjarwo menjadi sutradara film tersebut.

Saat ditemui usai screening film GARUDA DI DADAKU 2, di FX Mall, Selasa (6/12), Rudi yang selama ini sering dikenal menggarap film horor, rupanya enggan lagi membuat film hantu.

"Ini film saya yang ke-20. Saya berhenti bikin film pocong, supaya anak saya tidak takut pocong, tapi takut Tuhan. Saya membuat film bukan sekedar sebagai sutradara, tapi sebagai ayah," jelas Rudi.

Sutradara film remaja pale populer ADA APA DENGAN CINTA? ini mengaku bersyukur dengan terlibat dalam film yang juga dibintangi kembali oleh aktor remaja berbakat Emir Mahira itu.

"Saya berterima kasih pada semua expel dan kru yang udah kerja keras. Ini anugerah karena bikin mark drama, jarang di Indonesia membuat sekuel di mana film pertamanya sangat sukses. Jadi di sekuelnya ini kita ingin memberikan yang berbeda, harus lebih baik, itu komitmen kita. Mudah-mudahan ini bisa jadi standart baru," usainya panjang lebar.  (BM/uji/aia)

Emir Mahira Bersinar di Iran

December 6, 2011

JAKARTA, BeritaMusik.com - Kabar gembira datang dari aktor muda Emir Mahira. Baru-baru ini, dia mendapatkan penghargaan Best Performance pada ajang festival film di Teheran, Iran. Emir mendapatkan penghargaan itu lewat perannya sebagai Bayu Purnomo Jati dalam film Garuda Di Dadaku.

Mendapat penghargaan tersebut, tentu saja membuat Emir bahagia. Pasalnya, penghargaan tersebut diraihnya lewat film pertamanya. "Enggak nyangka lagi, waktu makan di rumah tiba-tiba dapat kabar. Seneng banget apalagi Garuda Di Dadaku juga film sudah lama, jadi ya enggak nyangka aja," ujarnya saat ditemui di FX Plaza, Jakarta, Selasa (6/12/2011).

Dengan penghargaan ini, kata Emir, berharap bisa memberi manfaat bagi kariernya ke depan di dunia film nasional. "Akting, ya pengalaman baru aja buat aku. Yang jelas penghargaan ini bisa bantu aku melanjutkan ke sekolah seni dan membantu masa depan juga," harap Emir.

Emir yang kembali tampil dalam sekuel film Garuda Di Dadaku 2, kembali menunjukkan kemampuan aktingnya. Di film garapan sutradara Rudi Soedjarwo itu, ia kembali berperan sebagai Bayu, yang kini mulai beranjak remaja. Peran tersebut dimainkannya dengan cukup apik.

Kali ini, ia beradu akting dengan Maudy Koesnaedi, Ramzi, Rendi Khrisna, Monica Syangbati, Muhammad Ali, Rio Dewanto, dan Aldo Tansani. Film ini akan diputar di seluruh bioskop di Indonesia, 15 Desember nanti.

Rio Dewanto Tak Mau Tinggalkan FTV

December 6, 2011

BeritaMusik.COM, Jakarta - Sejak sibuk akting di layar lebar, aktor Rio Dewanto jarang tampil di layar kaca FTV. Namun demikian ia mengaku tak bisa tinggalkan FTV.

Kekasih Atiqah Hasiholan itu menuturkan kesibukan di film cukup menyita waktu sehingga tak ada kesempatan akting di FTV yang telah membesarkan namanya.

"Untuk FTV juga nggak dikurangi sih, cuma ya waktunya aja. Saya nggak mungkin lah kacang lupa kulitnya. Kemarin ada yang nawarin tapi bentrok jadwalnya," terang Rio saat ditemui di FX Plaza, Senayan, Jakarta, (6/12).

Bahkan, pemeran Wisnu dalam film Garuda Di Dadaku 2 itu mengaku sudah rindu akting di FTV, lantaran lama ia tinggalkan.

"Sebenarnya saya juga kangen syuting FTV, mungkin tahun depan lah," tuturnya.

Rio merasa bangga aktingnya di FTV mengantarnya sukses di layar lebar.

"Di chatter terus dari teman-teman juga banyak memberi komen positif. Ya mudah-mudahan ini termasuk salah satu cara untuk memotivasi saya ke depannya lebih baik lagi," tutupnya. fei

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.BeritaMusik.com around ponsel dan Blackberry !

Next Page »