AfterSixHour
tag:blogger.com,1999:blog-6694849377121110467. 2011-08-16T00:41:51.161+07:00 . AfterSixHour. design, art, skateboarding, dan photography . AfterSix
Jauhari's Arts Blog - Materi-Materi ku

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

 

Mata Pelajaran            :   Seni Budaya / Seni Rupa

Kelas/Semester            :   X / 1 (ganjil)

Pertemuan ke              :   1

Alokasi Waktu            :   2 x 45 menit

Standar Kompetensi   :   Mengapresiasi karya seni

Kompetensi Dasar       :   Mengidentifikasi keunikan gagasan dan teknik dalam karya Seni Rupa terapan daerah setempat.

Indikator                     :   Gagasan teknik Seni Rupa terapan dijelaskan berdasarkan sejarah perkembangan Seni Rupa Nusantara.

 

 


I.           Tujuan Pembelajaran

Siswa dapat memahami dan menjelaskan sejarah perkembangan Seni Rupa Nusantara

 

II.        Materi Pelajaran

Metode Ilmiah (terlampir)

 

III.     Metode Pembelajaran

-      Ceramah

-      Presentasi

-      Tanya jawab

 

IV.     Langkah-langkah Pembelajaran

A.    Kegiatan Awal

-          Persiapan kelas.

-          Guru mengabsen siswa yang tidak hadir hari ini.

-          Guru memotivasi siswa dengan menanyakan “Apa yang dimaksud dengan sejarah? Dan apa itu seni rupa?”

-          Guru menyampaikan ke siswa tujuan pembelajaran hari ini.

B.     Kegiatan Inti

-          Dari jawaban siswa yang bermacam-macam dari “Sejarah dan Seni Rupa” guru menginformasikan ke siswa apa yang dimaksud dengan “Sejarah dan Seni Rupa”.

-          Guru menjelaskan sejarah perkembangan Seni Rupa Nusantara yaitu Seni Rupa zaman prasejarah, Hindhu – Budha dan Islam.

-          Guru memberikan contoh-contoh gambar seni rupa pada zaman prasejarah, Hindhu – Budha dan Islam.

-          Siswa merangkum semua yang telah dijelaskan oleh guru.

-          Tanya jawab antara guru dan siswa.

 

C.     Kegiatan Akhir

-          Guru bersama siswa menyimpulkan hasil pembelajaran

-          Guru memotivasi siswa berupa pemberian tugas pekerjaan rumah

 

V.        Alat/Bahan/Sumber:

-          Buku Seni Rupa SMA kelas X

-          Buku catatan siswa

 

VI.     Penilaian

-          Tanya jawab siswa

-          Tugas

-          Ulangan harian siswa

 

 

 

                    Mengetahui:                                                    Surabaya, 17 Juli 2007

    Kepala SMK Negeri 4 Surabaya                                      Guru Mata Pelajaran

 

 

 

               Dra.  A n i s a h                                              Jauhari Effendi, S.Pd.

                NIP. 131 605 070

Lampiran I

 

MATERI AJAR

SEJARAH PERKEMBANGAN SENI RUPA NUSANTARA

 

 

A.    SENI RUPA ZAMAN PRASEJARAH

Yaitu zaman dimana manusia belum mengenal sejarah/tulisan

Ciri-ciri:

-          Hidup berpindah-pindah (nomaden)

-          Mereka percaya bahwa alam mempunyai kekuatan tertentu yaitu kekuatan gaib dan roh leluhur.

 

v  Karya seni zaman presejarah

Umumnya berupa lukisan

a.   Lukisan dinding dalam gua

Kepercayaan manusia masa itu tentang dunia gaib pekerjaannya.

         Lukisan binatang buruan

  Mereka percaya bahwa kegiatan melukis dan lukisan itu sendiri memancarkan kekuatan magis yang akan mempengaruhi binatang yang akan mereka buru.

         Gambar tangan atau sosok manusia

  Sebagai ungkapan rasa duka atas kematian, sekaligus penghormatan pada arwah leluhur.

  Bahwa top tangan adalah milik mahluk halus yang pernah menghuni daerah tertentu sebelum daerah itu dihuni manusia.

b.  Bentuk topeng, perisai dan patung nenek moyang.

Lambang-lambang arwah sering muncul dalam bentuk design yang menghiasi karya-karya seni tersebut digunakan untuk upacara-upacara adat.

c.   Fetisisme

Benda bertuah yang dijakian jimat untuk melindungi pemakainya dari berbagai gangguan dan bahaya.

Totenisme

Umumnya berupa sosok setengah manusia dan setengah binatang yang dijelmakan dalam bentuk hiasan, lukisan dan patung.

 

v  Bahan

  Pada awalnya karya seni yang diilhami dari tradisi animis-magis itu terbuat dari kayu yang tidak tahan lama. Namun dalam perkembangannya mereka juga menggunakan bahan batu dan perunggu (Fetis dan totem)

  Batu atau daun-daunan (lukisan)

 

B.     SENI RUPA ZAMAN HINDU – BUDHA

v  Ciri-ciri

     Telah memiliki berbagai keahlian

    Sistem bercocok tanam, seni bangunan, seni pahat, pengolahan logam dan lain-lain.

     Bertempat tinggal menetap

     Berhubungan dengan bangsa-bangsa lain => Persia, Cina, dan India

     Abad ke-5 masehi, pengaruh India berasimilasi dengan kebudayaan yang ada di Nusantara.

     Sejarah klasik dimulai abad ke-5 m sampai ke-15 m yang sangat dipengaruhi kebudayaan agama Hindu-Budha => India

     Kesenian Nusantara tumbuh subur dibawah kekuasaan kerajaan.

     Aspek keagamaan dan aspek kesenian merupakan satu kesatuan.

 

v  Karya Seni

Periode Hindu – Budha merupakan babak peradaban yang pale banyak menghasilkan peninggalan karya seni.

     Seni patung dan seni Relief

    Mengungkapkan berbagai tema dan design yang dilandasi ajaran Hinduisme


a. Motif Padma:

    Merupakan simbol dari singgasana ketuhanan yang pale tinggi, kelahiran jagad raya, kelahiran sang Budha, kebenaran yang sesungguhnya, serta pusat energi yang suci dan keramat.

b. Motif Swastika

    Melambangkan energi dan keselarasan kosmos. (alam semesta)

c. Motif Kala

    Kepala yang melambangkan waktu.

d. Makara

    Sejenis mahluq menyerupai buaya, melambangkan sumber kehidupan.

e. Kinara

    Sejenis mahluq setengah manusia setengah burung yang melambangkan mahluq halus (Dewa) penghuni langit.

 

C.    SENI RUPA ZAMAN ISLAM

  Zaman pertengahan ditandai dengan masuknya agama Islam pada abad ke – 13 M dari Persia dan Gujarat.

-          Seni rupa zaman pertengahan ini sangat dipengaruhi oleh Islam.

-          Kesenian masih berpusat di Istana.

-          Kesenian yang digunakan sebagai sarana penyebaran agama.

-          Seni Islam adalah perpaduan antara kesenian yang sudah ada dengan kesenian Islam itu sendiri.

 

v  Karya Seni

1.      Seni Kaligrafi

Seni menulis => pintu gerbang masjid, istana dan hiasan keris, bendera, panji-panji kerajaan Islam dan juga busana batik.

2.      Makam

Bersifat dekoratif dan dihiasi tulisan arab

Ada dua jenis makam tua di Indonesia:


a.       Jenis yang mempunyai ciri bangunan lama (pra-Islam)

    Bermotif tanaman dan diselingi design geometris berbentuk dekoratif mirip bentuk mahkota pintu gerbang candi yang bermotif kala makara => pengaruh Majapahit

b.      Jenis makam yang dipengaruhi oleh bentuk dan design yang dipengaruhi kebudayaan luar nusantara.

    Terdapat hiasan mahkota dengan design daun dan bunga yang disusun sedemikian rupa hingga membentuk mahkota.

    Pengaruh kamboja di Gujarat

3.      Wayang

  Sebagai media yang populer dan efektif untuk dakwah keagamaan. Contoh: wayang kulit, wayang beber, wayang kayu, krucil, dan golek.

 

4.      Batik

Menurut Hasanuddin, bahwa pada waktu itu kegiatan membatik didasarkan pada 5 motivasi dasar.

a.       Membatik sebagai kegiatan sambilan wong cilik.

b.      Kegiatan membantik sebagai komoditas.

c.       Membatik sebagai tradisi kalangan bangsawan.

d.      Sebagai usaha dagang orang Cina dan Indo Belanda yang ragam hias dan fungsinya diperuntukkan bagi kalangan terbatas.

e.       Sebagai kebutuhan seni atau desain dengan konsep komtemporer.


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

 

Mata Pelajaran            :   Seni Budaya / Seni Rupa

Kelas/Semester            :   X / 1 (ganjil)

Pertemuan ke              :   2

Alokasi Waktu            :   2 x 45 menit

Standar Kompetensi   :   Mengidentifikasi keunikan gagasan dan teknik dalam karya Seni Rupa terapan daerah setempat.

Indikator                     :   Gagasan teknik Seni Rupa terapan dijelaskan berdasarkan sejarah perkembangan Seni Rupa Nusantara.

 


I.           Tujuan Pembelajaran

Siswa dapat memahami dan menjelaskan sejarah perkembangan Seni Rupa Nusantara

 

II.        Materi Pelajaran

Ilmiah (terlampir)

 

III.     Metode Pembelajaran

-      Ceramah

-      Presentasi

-      Tanya jawab

-      Diskusi kelompok

 

IV.     Langkah-langkah Pembelajaran

A.    Kegiatan Awal

-          Persiapan kelas

-          Absensi siswa

-          Guru menanyakan kepada siswa tentang materi sebelumnya

         “Apa yang dimaksud dengan Seni Rupa?”, “Apa yang dimaksud dengan Seni Rupa zaman prasejarah?”, “berikan contoh-contohnya!”

         “Sebutkan karya seni pada zaman Islam?”

         “Sebutkan hasil karya Seni Rupa zaman Hindu – Budha?”

B.     Kegiatan Inti

-          Guru menjelaskan pokok bahasan/materi baru yaitu Seni Rupa pengaruh Cina, Seni Rupa pengaruh Kolonial.

-          Guru memberikan contoh-contoh gambar Seni Rupa pada zaman Seni Rupa pengaruh Cina dan Kolonial.

-          Guru memberikan penjelasan tentang perbedaan antara seni Rupa terapan dan seni Rupa murni.

-          Siswa merangkum semua materi yang telah dijelaskan oleh Guru.

-          Tanya jawab antara Guru dan siswa.

-          Guru membentuk kelompok diskusi serta pemberian tugas untuk bahan diskusi pada siswa.

-          Guru dan siswa membahas hasil diskusi siswa.

C.     Kegiatan Akhir

-          Guru memotivasi siswa agar tetap belajar di rumah untuk menghadapi ulangan harian Minggu berikutnya.

 

V.        Alat/Bahan/Sumber:

-          Buku Seni Rupa SMA kelas X

-          Buku catatan siswa

 

VI.     Penilaian

-          Tanya jawab siswa

-          Tugas

-          Ulangan harian siswa

 

 

                    Mengetahui:                                                    Surabaya, 17 Juli 2007

    Kepala SMK Negeri 4 Surabaya                                      Guru Mata Pelajaran

 

 

               Dra.  A n i s a h                                              Jauhari Effendi, S.Pd.

                NIP. 131 605 070

Lampiran I

 

MATERI AJAR

SEJARAH PERKEMBANGAN SENI RUPA NUSANTARA

 

 

A.    SENI RUPA ZAMAN PRASEJARAH

Yaitu zaman dimana manusia belum mengenal sejarah/tulisan

Ciri-ciri:

-          Hidup berpindah-pindah (nomaden)

-          Mereka percaya bahwa alam mempunyai kekuatan tertentu yaitu kekuatan gaib dan roh leluhur.

 

v  Karya seni zaman presejarah

Umumnya berupa lukisan

a.   Lukisan dinding dalam gua

Kepercayaan manusia masa itu tentang dunia gaib pekerjaannya.

         Lukisan binatang buruan

  Mereka percaya bahwa kegiatan melukis dan lukisan itu sendiri memancarkan kekuatan magis yang akan mempengaruhi binatang yang akan mereka buru.

         Gambar tangan atau sosok manusia

  Sebagai ungkapan rasa duka atas kematian, sekaligus penghormatan pada arwah leluhur.

  Bahwa top tangan adalah milik mahluk halus yang pernah menghuni daerah tertentu sebelum daerah itu dihuni manusia.

b.  Bentuk topeng, perisai dan patung nenek moyang.

Lambang-lambang arwah sering muncul dalam bentuk design yang menghiasi karya-karya seni tersebut digunakan untuk upacara-upacara adat.

c.   Fetisisme

Benda bertuah yang dijakian jimat untuk melindungi pemakainya dari berbagai gangguan dan bahaya.

Totenisme

Umumnya berupa sosok setengah manusia dan setengah binatang yang dijelmakan dalam bentuk hiasan, lukisan dan patung.

 

v  Bahan

  Pada awalnya karya seni yang diilhami dari tradisi animis-magis itu terbuat dari kayu yang tidak tahan lama. Namun dalam perkembangannya mereka juga menggunakan bahan batu dan perunggu (Fetis dan totem)

  Batu atau daun-daunan (lukisan)

 

B.     SENI RUPA ZAMAN HINDU – BUDHA

v  Ciri-ciri

     Telah memiliki berbagai keahlian

    Sistem bercocok tanam, seni bangunan, seni pahat, pengolahan logam dan lain-lain.

     Bertempat tinggal menetap

     Berhubungan dengan bangsa-bangsa lain => Persia, Cina, dan India

     Abad ke-5 masehi, pengaruh India berasimilasi dengan kebudayaan yang ada di Nusantara.

     Sejarah klasik dimulai abad ke-5 m sampai ke-15 m yang sangat dipengaruhi kebudayaan agama Hindu-Budha => India

     Kesenian Nusantara tumbuh subur dibawah kekuasaan kerajaan.

     Aspek keagamaan dan aspek kesenian merupakan satu kesatuan.

 

v  Karya Seni

Periode Hindu – Budha merupakan babak peradaban yang pale banyak menghasilkan peninggalan karya seni.

     Seni patung dan seni Relief

    Mengungkapkan berbagai tema dan design yang dilandasi ajaran Hinduisme


a. Motif Padma:

    Merupakan simbol dari singgasana ketuhanan yang pale tinggi, kelahiran jagad raya, kelahiran sang Budha, kebenaran yang sesungguhnya, serta pusat energi yang suci dan keramat.

b. Motif Swastika

    Melambangkan energi dan keselarasan kosmos. (alam semesta)

c. Motif Kala

    Kepala yang melambangkan waktu.

d. Makara

    Sejenis mahluq menyerupai buaya, melambangkan sumber kehidupan.

e. Kinara

    Sejenis mahluq setengah manusia setengah burung yang melambangkan mahluq halus (Dewa) penghuni langit.

 

C. SENI RUPA ZAMAN ISLAM

  Zaman pertengahan ditandai dengan masuknya agama Islam pada abad ke – 13 M dari Persia dan Gujarat.

-          Seni rupa zaman pertengahan ini sangat dipengaruhi oleh Islam.

-          Kesenian masih berpusat di Istana.

-          Kesenian yang digunakan sebagai sarana penyebaran agama.

-          Seni Islam adalah perpaduan antara kesenian yang sudah ada dengan kesenian Islam itu sendiri.

 

v  Karya Seni

1.      Seni Kaligrafi

Seni menulis => pintu gerbang masjid, istana dan hiasan keris, bendera, panji-panji kerajaan Islam dan juga busana batik.

2.      Makam

Bersifat dekoratif dan dihiasi tulisan arab

Ada dua jenis makam tua di Indonesia:

a.       Jenis yang mempunyai ciri bangunan lama (pra-Islam)

    Bermotif tanaman dan diselingi design geometris berbentuk dekoratif mirip bentuk mahkota pintu gerbang candi yang bermotif kala makara => pengaruh Majapahit

b.      Jenis makam yang dipengaruhi oleh bentuk dan design yang dipengaruhi kebudayaan luar nusantara.

    Terdapat hiasan mahkota dengan design daun dan bunga yang disusun sedemikian rupa hingga membentuk mahkota.

    Pengaruh kamboja di Gujarat

3.      Wayang

  Sebagai media yang populer dan efektif untuk dakwah keagamaan. Contoh: wayang kulit, wayang beber, wayang kayu, krucil, dan golek.

4.      Batik

Menurut Hasanuddin, bahwa pada waktu itu kegiatan membatik didasarkan pada 5 motivasi dasar.

    1. Membatik sebagai kegiatan sambilan wong cilik.

    2. Kegiatan membantik sebagai komoditas.

    3. Membatik sebagai tradisi kalangan bangsawan.

    4. Sebagai usaha dagang orang Cina dan Indo Belanda yang ragam hias dan fungsinya diperuntukkan bagi kalangan terbatas.

    5. Sebagai kebutuhan seni atau desain dengan konsep komtemporer.

 

D.  SENI RUPA PENGARUH CINA

Hanya berpengaruh pada aspek kebendaan. Artinya hanya terdapat pada bentuk atau model, bukan pada aspek keagamaan/sosial – budaya.

-          Masuk pada tahun 250 dan 400 M.

-          Melalui hubungan perdagangan dan politik

 

v  Karya seni

1.      Arsitektur

         Jepara => masjid Kalinyamat

Terdapat pahatan batu gamping di dinding, menggambarkan ragam hias batu dan awan khas Cina.

         Jawa Timur => Candi Jalatuda => Abad 10

Menampakkan pengaruh Cina dalam bentuk liku-liku yang meliuk dan ragam awan.

         Bali => Istana Gianyar

Terdapat pada atap dan pintu gerbang Keraton dengan pola awan dan bebatuan (Mega mendung dan Wadasan)

         Pemasangan piring-piring Cina di dinding Istana dan masjid

Masjid di Banten, Demak, Kudus, Jepara, Cirebon dan Tuban.

Contoh :  Gerbang makam sunan Bonang => berwarna merah dan emas, serta pola ukiran khas Cina.

2.      Pola Warna

  Ragam hias yang pale populer adalah burung “Funiks” yang berekor panjang.

  Susunan corak ragam hias dan warna batik Cina dan pribumi saling mempengaruhi dan melengkapi.

     Cirebon => Batik Cirebon juga dikenal karena penggunaan pola ragam hias Cina, yaitu awan dan batu.

     Sumatra => sarung songket yang berbenang emas.

     Bali => kain perada yang juga berbenang emas.

     Pantai utara Jawa => menggunakan corak terang, serta memadukan lukisan burung dan bunga.

3.      Perabot dan benda-benda rumah tangga

  Abad ke – 16 M para bangsawan menggunakan kursi dan lounge sebagai tempat duduk.

     Perabotan taman

     Hiasan keramik/guci dan lain-lain

     Pot bunga

 

E. SENI RUPA PENGARUH KOLONIAL

Kedatangan bangsa Eropa di Nusantara pada abad ke – 16 M dalam bidang seni, pengaruh tersebut dapat dilihat antara lain pada seni arsitektur, busana dan wastra, serta perabot rumah tangga.

v  Karya Seni

1.      Arsitektur

         Pengaruh gaya Belanda => dicampur dengan arsitektur tradisional

    Ubin, jendela kaca timah, atap kaca dan terali besi yang ditempa

         Gaya tradisional yang dicampur dengan arsitektur Eropa

    Gedung-gedung di ITB  =>  atap gedung adalah Sunda besar dan bangunan lainnya merupakan gaya Eropa.

2.      Busana

Terdapat pada:

         Busana-busana istana untuk upacara kerajaan/acara resmi.

         Busana kenegaraan abdi dalem yang mengiringi kereta kuda sultan Yogyakarta dan Surakarta dalam iringan-iringan upacara.

         Dalam pola wastra, tenun atau batik misalnya:

Pola hiasan singa/ragam hias singa. Pola tersebut diambil dari lambang kerajaan Belanda yang tercetak pada uang logam Belanda.

3.      Perabot rumah tangga

Muncul pertama kali di kalangan istana, yaitu berupa kursi dan sofa.

 

v  Fokus Seni

-          Seni rupa murni : Seni rupa yang dibuat untuk mengekspresikan nilai budaya dan keindahan, misalnya: seni lukis.

-          Seni rupa terapan: Seni yang selain memiliki fungsi estetis, juga memiliki pragmatis, yaitu berfungsi untuk memenuhi keperluan hidup manusia, misalnya seni batik.


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

 

Mata Pelajaran            :   Seni Budaya / Seni Rupa

Kelas/Semester            :   X / 1 (ganjil)

Pertemuan ke              :   3

Alokasi Waktu            :   2 x 45 menit

Standar Kompetensi   :   Mengidentifikasi keunikan gagasan dan teknik dalam karya Seni Rupa terapan daerah setempat.

Indikator                     :   Gagasan teknik Seni Rupa terapan dijelaskan dan memberikan masing-masing contohnya.

 


I.           Tujuan Pembelajaran

Siswa dapat memahami dan menjelaskan sejarah perkembangan Seni Rupa Nusantara.

 

II.        Materi Pelajaran

Ilmiah (terlampir)

 

III.     Metode Pembelajaran

-      Pembagian soal

-      Tanya jawab

 

IV.     Langkah-langkah Pembelajaran

A.    Kegiatan Awal

-          Persiapan kelas

-          Absensi siswa

-          Guru menginstruksikan pada siswa untuk menutup buku dan mempersiapkan keperluan ujian/ulangan.

B.     Kegiatan Inti

-          Guru membacakan soal-soal yang diikuti oleh siswa menulis pada kertas ulangan yang telah disiapkan.

-          Siswa mengerjakan soal yang telah dicatat sebelumnya.

-          Siswa mengumpulkan tugas ulangan dalam waktu 70 menit.

-          Guru membahas jawaban-jawaban soal yang diberikan.

C.     Kegiatan Akhir

-          Guru mengingatkan pada siswa agar belajar di rumah.

-          Memberitahukan pada siswa bahwa minggu depan akan ada ulangan ke II.

-          Penutup.

 

V.        Alat/Bahan/Sumber:

-          Kertas folio bergaris

-          Bollpoint

 

VI.     Penilaian

-          Ulangan harian tertulis

 

 

 

                    Mengetahui:                                                    Surabaya, 18 Juli 2007

    Kepala SMK Negeri 4 Surabaya                                      Guru Mata Pelajaran

 

 

 

               Dra.  A n i s a h                                              Jauhari Effendi, S.Pd.

                NIP. 131 605 070


Lampiran I

 

LEMBAR PENILAIAN ULANGAN HARIAN

 

1.      Apakah yang anda ketahui tentang seni rupa zaman prasejarah?

Uraikan dengan singkat tentang sejarah perkembangan seni pada zaman tersebut!

2.      Gambar tangan sering dijadikan obyek lukisan oleh masyarakat prasejarah. Jelaskan apa yang ada ketahui tentang makna gambar tersebut!

3.      Dalam berburu, masyarakat prasejarah seringkali menggambar binatang buruannya. Apa makna dari penggambaran tersebut?

4.      Jelaskan apa yang dimaksud:

a.       Fetisisme

b.      Totenisme

5.      Uraikan (ceritakan) tentang perkembangan seni rupa zaman Hindu – Budha yang anda pahami.

6.      Karya seni rupa zaman Hindu – Budha, seperti seni patung dan seni service banyak mengungkapkan berbagai tema dan design yang dilandasi ajaran Hinduisme.

  1. Bunga teratai/padma berarti    :   ...................................................................

  2. Swastika yang berarti              :   ...................................................................

  3. Makasa yang berarti                :   ...................................................................

  4. Kinara yang berarti                 :   ...................................................................

7.      Uraikan pemahaman anda tentang perkembangan seni zaman Islam?

8.      Sebutkan contoh-contoh hasil seni rupa pengaruh Islam, serta buatlah uraian singkat tentang perkembangannya!

9.      Di Indonesia terdapat dua jenis makam tua, sebutkan dan jelaskan!

10.  Bagi masyarakat Nusantara, batik dibuat dengan motivasi antara lain?

 

Kriteria Nilai :


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

 

Mata Pelajaran            :   Seni Budaya / Seni Rupa

Kelas/Semester            :   X / 1 (ganjil)

Pertemuan ke              :   4

Alokasi Waktu            :   2 x 45 menit

Standar Kompetensi   :   Mengidentifikasi keunikan gagasan dan teknik dalam karya Seni Rupa terapan daerah setempat.

Indikator                     :   Menjelaskan gagasan teknik Seni Rupa terapan berdasarkan sejarah perkembangan Seni Rupa nusantara.

 


I.           Tujuan Pembelajaran

Siswa dapat memahami dan menjelaskan sejarah perkembangan Seni Rupa Nusantara.

 

II.        Materi Pelajaran

Ilmiah (terlampir)

 

III.     Metode Pembelajaran

-      Pemberian soal

-      Tanya jawab

-      Demonstrasi

 

IV.     Langkah-langkah Pembelajaran

A.    Kegiatan Awal

-          Persiapan kelas

-          Absensi siswa

-          Guru menginstruksikan pada siswa untuk menutup buku dan mempersiapkan keperluan ujian/ulangan.

B.     Kegiatan Inti

-          Guru membacakan soal-soal yang diikuti oleh siswa menulis pada kertas ulangan yang telah disiapkan.

-          Siswa mengerjakan soal yang telah dicatat sebelumnya.

-          Siswa mengumpulkan tugas ulangan dalam waktu 70 menit.

-          Guru membahas jawaban-jawaban soal yang diberikan.

D.    Kegiatan Akhir

-          Guru memotivasi siswa dengan pemberian tugas pekerjaan rumah berupa penciptaan kreasi seni. “Buatlah design batik baru yang diadaptasi dari design tradisional yang sudah ada di atas buku gambar ukuran A4 kemudian warnailah sesuai kreasimu”.

-          Guru mendemonstrasikan cara membuat desain batik.

-          Penutup.

 

V.        Alat/Bahan/Sumber:

-          Kertas folio bergaris

-          Bollpoint

 

VI.     Penilaian

-          Ulangan harian tertulis

 

 

 

 

                    Mengetahui:                                                    Surabaya, 18 Juli 2007

    Kepala SMK Negeri 4 Surabaya                                      Guru Mata Pelajaran

 

 

 

               Dra.  A n i s a h                                              Jauhari Effendi, S.Pd.

                NIP. 131 605 070


Lampiran I

 

LEMBAR PENILAIAN ULANGAN HARIAN

 

1.      Uraikan perkembangan seni pengaruh Cina berdasarkan pemahaman anda!

2.      Jenis-jenis karya seni apa saja yang mendapat pengaruh dari Cina? Uraikan karya-karya seni tersebut!

3.      Dalam seni arsitektur, bangunan mana saja di nusantara yang mendapat pengaruh Cina? Sebutkan dan uraikan dengan jelas!

4.      Ragam hias batik yang pale populer di Zaman Cina adalah burung “Funiks” deskripsikan dengan singkat gambaran ragam hias jenis ini.

5.      Jelaskan apa yang menjadi ciri khas batik Jawa yang dipengaruhi oleh budaya Cina!

6.      Pengaruh budaya Cina terdapat pula dalam perabot rumah tangga. Perabot jenis apa sajakah menurut anda yang mendapat pengaruh tersebut? Berikan penjelasan!

7.      Uraikan berdasarkan pemahaman anda tentang perkembangan seni pengaruh Eropa (kolonial)!

8.      Jenis-jenis karya seni apa sajakah yang mendapat pengaruh dari Eropa? Uraikan tiap karya seni tersebut dengan singkat dan jelas!

9.      Dalam seni arsitektur gedung ITB, tempak jelas perpaduan antara arsitektur tradisional Sunda dengan Eropa. Jelaskan pengaruh tersebut!

10.  Uraikan dengan singkat bagaimana latar belakang sosial – budaya seni rupa nusantara!

 

Kriteria Nilai :


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

 

Mata Pelajaran            :   Seni Budaya / Seni Rupa

Kelas/Semester            :   X / 1 (ganjil)

Pertemuan ke              :   5

Alokasi Waktu            :   2 x 45 menit

Standar Kompetensi   :   Mengapresiasi karya seni

Kompetensi Dasar       :   Mengidentifikasi keunikan gagasan dan teknik dalam karya Seni Rupa terapan daerah setempat.

Indikator                     :   Gagasan teknik Seni Rupa terapan dijelaskan berdasarkan sejarah perkembangan Seni Rupa Nusantara.

 


I.           Tujuan Pembelajaran

Siswa dapat memahami dan menjelaskan keragaman Seni Rupa terapan Nusantara.

 

II.        Materi Pelajaran

Metode Ilmiah (terlampir)

 

III.     Metode Pembelajaran

-      Ceramah

-      Presentasi

-      Tanya jawab

-      Diskusi kelompok

 

IV.     Langkah-langkah Pembelajaran

A.    Kegiatan Awal

-          Persiapan kelas.

-          Absensi siswa.

-          Guru menanyakan hasil kerja siswa yang berupa tugas rumah untuk membuat desain batik dan menyuruh siswa mengumpulkan tugas tersebut.

-          Guru membahas hasil karya siswa.

-          Guru menyampaikan ke siswa tujuan pembelajaran hari ini.

B.     Kegiatan Inti

-          Guru membuat blueprint berupa pemetaan konsep tentang keberagaman seni rupa terapan Nusantara.

-          Guru memberikan penjelasan satu persatu blueprint yang telah dibuat diikuti dengan siswa mencatat hal-hal yang penting.

-          Guru berinteraksi dengan siswa dengan cara tanya-jawab.

 

C.     Kegiatan Akhir

-          Guru memberi tugas pada siswa “tempat pensil hias”

-          Guru mendemonstrasikan cara untuk membuat tempat pensil hias.

-          “Tempat pensil hias dibuat beserta tema dan konsepnya”

-          Penutup

 

V.        Alat/Bahan/Sumber:

-          Buku catatan siswa

-          Buku Seni Rupa SMA kelas X

 

VI.     Penilaian

-          Tanya jawab siswa

-          Tugas

 

 

 

                    Mengetahui:                                                    Surabaya, 18 Juli 2007

    Kepala SMK Negeri 4 Surabaya                                      Guru Mata Pelajaran

 

 

 

 

               Dra.  A n i s a h                                              Jauhari Effendi, S.Pd.

                NIP. 131 605 070


Lampiran I

 

MATERI AJAR

KERAGAMAN SENI RUPA NUSANTARA

 

Pada pelajaran ini karya-karya seni rupa yang akan dibahas hanyalah karya-karya yang dibuat oleh masyarakat Nusantara pada zaman Prasejarah, zaman Hindu-Budha, dan zaman Islam.

 

A.    SENI HIAS

Umumnya seni hias terdapat pada kain tenunan dan ukiran pada kain atau batu. Biasanya orang menganggap bahwa kary seni hias dibuat untuk tujuan keindahan. Namun bagi masyarakat masa lampau, hal ini tidak lepas dari kepercayaan yang diyakini.

Contoh:

-          Hiasan pada kulit kayu dalam masyarakat Sentani, Papua. Motif ikan, kura-kura dan lain-lain yang dipakai dalam aktifitas memancing, dipercayai akan mendatangkan keberuntungan.

 

B.     SENI PATUNG

Secara umum pembuatan patung dinusantara tidak lepas dari kegiatan upacara yang dilakukan masyarakat. Namun terdapat pual patung-patung gerabah di epoch Majapahit yang diperkirakan dibuat sebagai cindra mata untuk tamu-tamu kerajaan tersebut.

Patung dikawasan nusantara meliputi:

a.       Patung yang berdiri sendiri (bukan bagian dari suatu bangunan)

b.      Patung service (menyatu dengan struktur bangunan)

Materi yang digunakan => batu, gerabah, dan kayu.

 


C.    SENI BANGUNAN

Masyarakat nusantara membuat bangunan dalam beberapa fungsi:

a.       Tempat tinggal => Rumah Joglo di Jawa Tengah

b.      Lumbung padi => Candi di Jawa, Pure di Bali dan lain-lain.

c.       Tempat beribadan => Toraja dan Jawa Barat.

 

D.    SENI ANYAM

Merupakan seni kerajinan masyarakat pedesaan Indonesia yang menyatu dalam kegiatan keseharian mereka. Pada awalnya kegiatan ini bertujuan memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari. Pada perkembangannya, hasil kerajinan ini menjadi karya seni yang dapat diperjual-belikan.

a.       Bahan => Gebang, daun kelapa muda, rotan, dan bambu

b.      Hasil karya => tikar, tas, dinding langit-langit, keranjang, topi, keranjang, dan lain-lain.

c.       Daerah penghasil => Tasikmalaya, NTT, Lombok, Padang, Bali, dan lain-lain.

 

E.     SENI TEMBIKAR

-          Muncul sejak zaman prasejarah

-          Dibuat untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dengan cara sederhana dan teknologi dasar.

-          Berkembang menjadi benda-benda hias.

-          Bahan dari tanah liat.

 

F.     SENI UKIR

-          Kayu banyak digunakan sebagai bahan ukir karena memiliki daya tahan sekaligus memiliki keindahan alami.

-          Seni ukir menjadi barang produksi yang bernilai tinggi di seluruh Indonesia.

 

G.    SENI SESAJEN

-          Selama berabad-abad seni sesajen merupakan dasar dari semua jenis ritual, upacara, dan adat istiadat.

-          Seni sesajen bisa meliputi seni makanan atau hiasan-hiasan lain yang biasa digunakan sebagai pelengkap sebuah upacara atau ritual.

-          Contoh : masyarakat Bali, sesajen (Banten) terdiri dari bagian makanan seperti tepung beras, bagian tubuh hewan, kertas, daun palem, kayu bambu dan rotan. Juga sering dipadukan unsur seni lain seperti lukisan, topeng dan wastra tenun.

-          Benda-benda tersebut disusun sedemikian rupa sehingga membentuk sebuah karya seni.

 

H.    LUKISAN WAYANG

-          Dalam pergelaran wayang Beber, gambar menjadi media yang berperan penting dalam membantu dalam menuturkan kisahnya.

-          Gambar dibuat dalam sebentang kertas atau kain (layar)

-          Setiap bentangan dapat berisi beberapa adegan (prompangan)

-          Tokoh-tokoh digambarkan menjadi 2 kelompok:

  Saling berhadapan (jagoan)

  Semua menghadap ke arah yang sama (playon)

 

I.       ILUSTRASI NASKAH

-          Sudah muncul sejak abad ke – 8 M

-          Seni ini merupakan ragam hias pada naskah tulis dalam media apapun

-          Selain berfungsi sebagai hiasan, pada naskah, ilustrasi naskah juga berfungsi sebagai gambaran atas kandungan isi cerita naskah yang bersangkutan.

 

J.      LUKISAN KACA

-          Ditemukan pertama kali di Belanda abad ke-14

-          Pada abad ke-19 lukisan kaca dikapalkan dari Belanda ke Jepang melalui Batavia (Jakarta) sehingga dikenal oleh orang Indonesia.

-          Berkembang pertama kali di lingkungan istana, karena pada masa itu kaca merupakan benda yang amat mahal.

-          Di Indonesia ada 2 jenis:

a.       Kaligrafi => Kaligrafi Arab, Aksara Jawa.

b.      Non Kaligrafi => tokoh-tokoh wayang, pemandangan, cerita rakyat, dan lain-lain.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

 

Mata Pelajaran            :   Seni Budaya / Seni Rupa

Kelas/Semester            :   X / 1 (ganjil)

Pertemuan ke              :   6

Alokasi Waktu            :   2 x 45 menit

Standar Kompetensi   :   Mengapresiasi karya Seni Rupa

Kompetensi Dasar       :   Menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan gagasan dan teknik dalam karya seni rupa terapan.

Indikator                     :   Menerapkan gagasan teknik seni rupa terapan berdasarkan sejarah perkembangan seni rupa nusantara dan hasil identifikasi teknik dan corak.

 


I.           Tujuan Pembelajaran

Siswa dapat menerapkan dan mempraktekkan sejarah perkembangan Seni Rupa Nusantara.

 

II.        Materi Pelajaran

Gambar nirmana (terlampir)

 

III.     Metode Pembelajaran

-      Ceramah

-      Demonstrasi

-      Presentasi

-      Tanya jawab

 

IV.     Langkah-langkah Pembelajaran

A.    Kegiatan Awal

-          Persiapan kelas.

-          Absensi siswa.

-          Guru menagih tugas rumah siswa berupa seni terapan “tempat pensil hias.”

-          Guru menyampaikan ke siswa tujuan pembelajaran hari ini.

B.     Kegiatan Inti

-          Guru memotivasi siswa dengan menanyakan “Apa yang dimaksud dengan Nirmana (rupa dasar).

-          Dari berbagai jawaban siswa, guru menginformasikan ke siswa apa yang dimaksud dengan Nirmana, dan apa tujuannya.

-          Guru memberikan catatan kecil kepada siswa dan mendemontrasikan wujud-wujud dan warna rupa dasar.

-          Guru memberikan contoh-contoh gambar rupa dasar.

-          Siswa merangkum semua yang telah dijelaskan oleh guru.

-          Tanya jawab antara guru dan siswa

 

C.     Kegiatan Akhir

-          Guru membentuk kelompok kecil, setiap kelompok 5 siswa.

-          Memberi tugas pada siswa untuk minggu selanjutnya yaitu membuat “Lingkaran Warna”.

-          Setiap/masing-masing kelompok diwajibkan membawa: cat print (sakura), kuas, gelas aqua dan kertas A3.

-          Sebagai PR, siswa membuat lingkaran 12 bagian

-          Penutup.

 

V.        Alat/Bahan/Sumber:

-          Buku Seni Rupa SMA kelas X

-          Buku catatan siswa

 

VI.     Penilaian

-          Kerapian

-          Estetika

-          Harmonisasi warna

 

                    Mengetahui:                                                    Surabaya, 19 Juli 2007

    Kepala SMK Negeri 4 Surabaya                                      Guru Mata Pelajaran

 

 

               Dra.  A n i s a h                                              Jauhari Effendi, S.Pd.

                NIP. 131 605 070

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

 

Mata Pelajaran            :   Seni Budaya / Seni Rupa

Kelas/Semester            :   X / 1 (ganjil)

Pertemuan ke              :   7

Alokasi Waktu            :   2 x 45 menit

Standar Kompetensi   :   Mengapresiasi karya Seni Rupa

Kompetensi Dasar       :   Menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan gagasan dan teknik dalam karya seni rupa terapan.

Indikator                     :   Menerapkan gagasan teknik seni rupa terapan berdasarkan sejarah perkembangan seni rupa nusantara dan hasil identifikasi teknik dan corak.

 


I.           Tujuan Pembelajaran

Siswa dapat menerapkan dan mempraktekkan sejarah perkembangan Seni Rupa Nusantara.

 

II.        Materi Pelajaran

Gambar nirmana => lingkaran warna

 

III.     Metode Pembelajaran

-      Demonstrasi

-      Praktek siswa

 

IV.     Langkah-langkah Pembelajaran

A.    Kegiatan Awal

-          Persiapan kelas.

-          Absensi siswa.

-          Guru menanyakan PR “Lingkaran 12 bagian” dan perlengkapan yang wajib dibawa oleh siswa.

-          Guru mengulang secara singkat teori lingkaran warna yang telah dibahas minggu sebelumnya.

B.     Kegiatan Inti

-          Guru mendemonstrasikan cara membuat warna primer, sekunder, dan tersier.

-          Guru memberikan contoh teknik mencampur warna yang baik.

-          Siswa mengerjakan tugas, yaitu memberi/membuat warna primer, sekunder dan tersier pada lingkaran 12 bagian yang telah dikerjakan di rumah.

-          Guru memantau kegiatan siswa

-          Siswa mengumpulkan hasil karyanya kepada guru.

-          Guru membahas hasil karya siswa

-          Guru menyimpulkan hasil kegiatan hari ini.

 

C.     Kegiatan Akhir

-          Guru memberi tugas rumah pada siswa berupa “Gradasi warna”.

-          Siswa membuat gradasi warna:

a.       Dari warna biru ke warna putih => 5 kolom

b.      Dari warna biru ke warna kuning => 5 kolom

c.       Dari warna biru ke warna merah => 5 kolom

d.      Dari warna biru ke warna hitam => 5 kolom

-          Sama dengan pertemuan sebelumnya, guru membentuk kelompok yang sama dengan teknis yang sama.

 

V.        Alat/Bahan/Sumber:

-          Alat           :   pensil, cat poster, kuas, gelas aqua

-          Bahan        :   Kertas A3

-          Sumber      :   Buku SMA Kelas X KTSP

 

VI.     Penilaian

-          Kerapian

-          Estetika

 

                    Mengetahui:                                                    Surabaya, 19 Juli 2007

    Kepala SMK Negeri 4 Surabaya                                      Guru Mata Pelajaran

 

 

               Dra.  A n i s a h                                              Jauhari Effendi, S.Pd.

                NIP. 131 605 070

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

 

Mata Pelajaran            :   Seni Budaya / Seni Rupa

Kelas/Semester            :   X / 1 (ganjil)

Pertemuan ke              :   8

Alokasi Waktu            :   2 x 45 menit

Standar Kompetensi   :   Mengapresiasi karya Seni Rupa

Kompetensi Dasar       :   Menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan gagasan dan teknik dalam karya seni rupa terapan.

Indikator                     :   Menerapkan gagasan teknik seni rupa terapan berdasarkan sejarah perkembangan seni rupa nusantara dan hasil identifikasi teknik dan corak.

 


I.           Tujuan Pembelajaran

Siswa dapat menerapkan dan mempraktekkan sejarah perkembangan Seni Rupa Nusantara.

 

II.        Materi Pelajaran

Gambar nirmana => Gradasi warna

 

III.     Metode Pembelajaran

-      Demonstrasi

-      Praktek siswa

 

IV.     Langkah-langkah Pembelajaran

A.    Kegiatan Awal

-          Persiapan kelas.

-          Absensi siswa.

-          Guru menanyakan PR “kolom” dan perlengkapan yang wajib dibawa oleh siswa.

-          Guru mengulang secara singkat teori slope warna yang telah dibahas minggu sebelumnya.

B.     Kegiatan Inti

-          Guru mendemonstrasikan cara membuat warna gradient.

-          Guru memberikan contoh mencampur warna yang baik.

-          Siswa mengerjakan tugas, yaitu memberi/membuat warna slope pada kolom-kolom yang sudah dibuat di rumah.

-          Guru memantau kegiatan siswa

-          Siswa mengumpulkan hasil karyanya kepada guru.

-          Guru membahas hasil karya siswa

-          Guru menyimpulkan hasil kegiatan hari ini.

 

C.     Kegiatan Akhir

-          Guru mengingatkan siswa untuk membawa kertas ukuran A3 dan pensil 4B/5B minggu depan.

-          Penutup

 

V.        Alat/Bahan/Sumber:

-          Alat           :   pensil, cat poster, kuas, gelas aqua

-          Bahan        :   Kertas A3

-          Sumber      :   Buku SMA Kelas X KTSP

 

VI.     Penilaian

-          Kerapian

-          Estetika

 

 

 

 

                    Mengetahui:                                                    Surabaya, 19 Juli 2007

    Kepala SMK Negeri 4 Surabaya                                      Guru Mata Pelajaran

 

 

 

               Dra.  A n i s a h                                              Jauhari Effendi, S.Pd.

                NIP. 131 605 070


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

 

Mata Pelajaran            :   Seni Budaya / Seni Rupa

Kelas/Semester            :   X / 1 (ganjil)

Pertemuan ke              :   9

Alokasi Waktu            :   2 x 45 menit

Standar Kompetensi   :   Mengapresiasi karya Seni Rupa terapan

Kompetensi Dasar       :   Menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan gagasan dan teknik dalam karya seni rupa.

Indikator                     :   Menerapkan gagasan teknik seni rupa terapan berdasarkan sejarah perkembangan seni rupa nusantara.

 


I.           Tujuan Pembelajaran

Siswa dapat menerapkan dan mempraktekkan sejarah perkembangan Seni Rupa berdasarkan bentuk.

 

II.        Materi Pelajaran

Gambar nirmana (terlampir)

 

III.     Metode Pembelajaran

-      Demonstrasi

-      Ceramah

-      Praktek

 

IV.     Langkah-langkah Pembelajaran

A.    Kegiatan Awal

-          Persiapan kelas.

-          Absensi siswa.

-          Guru memotivasi siswa dengan menanyakan apa yang dimaksud dengan “Gambar bentuk”?

-          Guru menyampaikan ke siswa tujuan pembelajaran hari ini.

 

B.     Kegiatan Inti

-          Dari jawaban siswa yang bermacam-macam dari “Gambar bentuk” guru memberikan penjelasan ke siswa apa yang dimaksud dengan “Gambar bentuk”.

-          Guru mendemonstrasikan cara menggambar bentuk yang benar yaitu dilihat dari sisi perspektif, cahaya dan bayangan.

-          Guru memberikan contoh gambar bentuk berupa kubus, kerucut dan tabung beserta teknik arsir dan bayangan.

-          Siswa mengerjakan tugas.

-          Siswa memantau kegiatan siswa satu-persatu.

-          Siswa mengumpulkan hasil karya siswa kepada guru.

-          Guru membahas hasil karya siswa.

-          Guru menyimpulkan hasil kegiatan hari ini.

 

C.     Kegiatan Akhir

-          Guru memberikan tugas pekerjaan Rumah untuk menggambar bentk benda di sekitar rumah, “tong sampah, televisi, gelas, botol, kursi meja, dan lain-lain besarta cahaya dan bayangannya.

-          Mengingatkan ke siswa bahwa minggu depan masih tetap membawa buku gambar A3 dan pensil 4B/5B dan contoh hewan.

-          Penutup

 

V.        Alat/Bahan/Sumber:

-          Alat           :   A3, pensil 4b/5B, penggaris

-          Bahan        :   Kertas

-          Sumber      :   Buku SMA Kelas X KTSP

 

VI.     Penilaian

-          Kerapian, Estetika, Proporsi dan bentuk

 

                    Mengetahui:                                                    Surabaya, 19 Juli 2007

    Kepala SMK Negeri 4 Surabaya                                      Guru Mata Pelajaran

 

 

               Dra.  A n i s a h                                              Jauhari Effendi, S.Pd.

                NIP. 131 605 070