RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Mata Pelajaran : Seni Budaya / Seni Rupa
Kelas/Semester : X / 1 (ganjil)
Pertemuan ke : 1
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit
Standar Kompetensi : Mengapresiasi karya seni
Kompetensi Dasar : Mengidentifikasi keunikan gagasan dan teknik dalam karya Seni Rupa terapan daerah setempat.
Indikator : Gagasan teknik Seni Rupa terapan dijelaskan berdasarkan sejarah perkembangan Seni Rupa Nusantara.
I. Tujuan Pembelajaran
Siswa dapat memahami dan menjelaskan sejarah perkembangan Seni Rupa Nusantara
II. Materi Pelajaran
Metode Ilmiah (terlampir)
III. Metode Pembelajaran
- Ceramah
- Presentasi
- Tanya jawab
IV. Langkah-langkah Pembelajaran
A. Kegiatan Awal
- Persiapan kelas.
- Guru mengabsen siswa yang tidak hadir hari ini.
- Guru memotivasi siswa dengan menanyakan “Apa yang dimaksud dengan sejarah? Dan apa itu seni rupa?”
- Guru menyampaikan ke siswa tujuan pembelajaran hari ini.
B. Kegiatan Inti
- Dari jawaban siswa yang bermacam-macam dari “Sejarah dan Seni Rupa” guru menginformasikan ke siswa apa yang dimaksud dengan “Sejarah dan Seni Rupa”.
- Guru menjelaskan sejarah perkembangan Seni Rupa Nusantara yaitu Seni Rupa zaman prasejarah, Hindhu – Budha dan Islam.
- Guru memberikan contoh-contoh gambar seni rupa pada zaman prasejarah, Hindhu – Budha dan Islam.
- Siswa merangkum semua yang telah dijelaskan oleh guru.
- Tanya jawab antara guru dan siswa.
C. Kegiatan Akhir
- Guru bersama siswa menyimpulkan hasil pembelajaran
- Guru memotivasi siswa berupa pemberian tugas pekerjaan rumah
V. Alat/Bahan/Sumber:
- Buku Seni Rupa SMA kelas X
- Buku catatan siswa
VI. Penilaian
- Tanya jawab siswa
- Tugas
- Ulangan harian siswa
Mengetahui: Surabaya, 17 Juli 2007
Kepala SMK Negeri 4 Surabaya Guru Mata Pelajaran
Dra. A n i s a h Jauhari Effendi, S.Pd.
NIP. 131 605 070
Lampiran I
MATERI AJAR
SEJARAH PERKEMBANGAN SENI RUPA NUSANTARA
A. SENI RUPA ZAMAN PRASEJARAH
Yaitu zaman dimana manusia belum mengenal sejarah/tulisan
Ciri-ciri:
- Hidup berpindah-pindah (nomaden)
- Mereka percaya bahwa alam mempunyai kekuatan tertentu yaitu kekuatan gaib dan roh leluhur.
v Karya seni zaman presejarah
Umumnya berupa lukisan
a. Lukisan dinding dalam gua
Kepercayaan manusia masa itu tentang dunia gaib pekerjaannya.
Lukisan binatang buruan
Mereka percaya bahwa kegiatan melukis dan lukisan itu sendiri memancarkan kekuatan magis yang akan mempengaruhi binatang yang akan mereka buru.
Gambar tangan atau sosok manusia
Sebagai ungkapan rasa duka atas kematian, sekaligus penghormatan pada arwah leluhur.
Bahwa top tangan adalah milik mahluk halus yang pernah menghuni daerah tertentu sebelum daerah itu dihuni manusia.
b. Bentuk topeng, perisai dan patung nenek moyang.
Lambang-lambang arwah sering muncul dalam bentuk design yang menghiasi karya-karya seni tersebut digunakan untuk upacara-upacara adat.
c. Fetisisme
Benda bertuah yang dijakian jimat untuk melindungi pemakainya dari berbagai gangguan dan bahaya.
Totenisme
Umumnya berupa sosok setengah manusia dan setengah binatang yang dijelmakan dalam bentuk hiasan, lukisan dan patung.
v Bahan
Pada awalnya karya seni yang diilhami dari tradisi animis-magis itu terbuat dari kayu yang tidak tahan lama. Namun dalam perkembangannya mereka juga menggunakan bahan batu dan perunggu (Fetis dan totem)
Batu atau daun-daunan (lukisan)
B. SENI RUPA ZAMAN HINDU – BUDHA
v Ciri-ciri
Telah memiliki berbagai keahlian
Sistem bercocok tanam, seni bangunan, seni pahat, pengolahan logam dan lain-lain.
Bertempat tinggal menetap
Berhubungan dengan bangsa-bangsa lain => Persia, Cina, dan India
Abad ke-5 masehi, pengaruh India berasimilasi dengan kebudayaan yang ada di Nusantara.
Sejarah klasik dimulai abad ke-5 m sampai ke-15 m yang sangat dipengaruhi kebudayaan agama Hindu-Budha => India
Kesenian Nusantara tumbuh subur dibawah kekuasaan kerajaan.
Aspek keagamaan dan aspek kesenian merupakan satu kesatuan.
v Karya Seni
Periode Hindu – Budha merupakan babak peradaban yang pale banyak menghasilkan peninggalan karya seni.
Seni patung dan seni Relief
Mengungkapkan berbagai tema dan design yang dilandasi ajaran Hinduisme
a. Motif Padma:
Merupakan simbol dari singgasana ketuhanan yang pale tinggi, kelahiran jagad raya, kelahiran sang Budha, kebenaran yang sesungguhnya, serta pusat energi yang suci dan keramat.
b. Motif Swastika
Melambangkan energi dan keselarasan kosmos. (alam semesta)
c. Motif Kala
Kepala yang melambangkan waktu.
d. Makara
Sejenis mahluq menyerupai buaya, melambangkan sumber kehidupan.
e. Kinara
Sejenis mahluq setengah manusia setengah burung yang melambangkan mahluq halus (Dewa) penghuni langit.
C. SENI RUPA ZAMAN ISLAM
Zaman pertengahan ditandai dengan masuknya agama Islam pada abad ke – 13 M dari Persia dan Gujarat.
- Seni rupa zaman pertengahan ini sangat dipengaruhi oleh Islam.
- Kesenian masih berpusat di Istana.
- Kesenian yang digunakan sebagai sarana penyebaran agama.
- Seni Islam adalah perpaduan antara kesenian yang sudah ada dengan kesenian Islam itu sendiri.
v Karya Seni
1. Seni Kaligrafi
Seni menulis => pintu gerbang masjid, istana dan hiasan keris, bendera, panji-panji kerajaan Islam dan juga busana batik.
2. Makam
Bersifat dekoratif dan dihiasi tulisan arab
Ada dua jenis makam tua di Indonesia:
a. Jenis yang mempunyai ciri bangunan lama (pra-Islam)
Bermotif tanaman dan diselingi design geometris berbentuk dekoratif mirip bentuk mahkota pintu gerbang candi yang bermotif kala makara => pengaruh Majapahit
b. Jenis makam yang dipengaruhi oleh bentuk dan design yang dipengaruhi kebudayaan luar nusantara.
Terdapat hiasan mahkota dengan design daun dan bunga yang disusun sedemikian rupa hingga membentuk mahkota.
Pengaruh kamboja di Gujarat
3. Wayang
Sebagai media yang populer dan efektif untuk dakwah keagamaan. Contoh: wayang kulit, wayang beber, wayang kayu, krucil, dan golek.
4. Batik
Menurut Hasanuddin, bahwa pada waktu itu kegiatan membatik didasarkan pada 5 motivasi dasar.
a. Membatik sebagai kegiatan sambilan wong cilik.
b. Kegiatan membantik sebagai komoditas.
c. Membatik sebagai tradisi kalangan bangsawan.
d. Sebagai usaha dagang orang Cina dan Indo Belanda yang ragam hias dan fungsinya diperuntukkan bagi kalangan terbatas.
e. Sebagai kebutuhan seni atau desain dengan konsep komtemporer.
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Mata Pelajaran : Seni Budaya / Seni Rupa
Kelas/Semester : X / 1 (ganjil)
Pertemuan ke : 2
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit
Standar Kompetensi : Mengidentifikasi keunikan gagasan dan teknik dalam karya Seni Rupa terapan daerah setempat.
Indikator : Gagasan teknik Seni Rupa terapan dijelaskan berdasarkan sejarah perkembangan Seni Rupa Nusantara.
I. Tujuan Pembelajaran
Siswa dapat memahami dan menjelaskan sejarah perkembangan Seni Rupa Nusantara
II. Materi Pelajaran
Ilmiah (terlampir)
III. Metode Pembelajaran
- Ceramah
- Presentasi
- Tanya jawab
- Diskusi kelompok
IV. Langkah-langkah Pembelajaran
A. Kegiatan Awal
- Persiapan kelas
- Absensi siswa
- Guru menanyakan kepada siswa tentang materi sebelumnya
“Apa yang dimaksud dengan Seni Rupa?”, “Apa yang dimaksud dengan Seni Rupa zaman prasejarah?”, “berikan contoh-contohnya!”
“Sebutkan karya seni pada zaman Islam?”
“Sebutkan hasil karya Seni Rupa zaman Hindu – Budha?”
B. Kegiatan Inti
- Guru menjelaskan pokok bahasan/materi baru yaitu Seni Rupa pengaruh Cina, Seni Rupa pengaruh Kolonial.
- Guru memberikan contoh-contoh gambar Seni Rupa pada zaman Seni Rupa pengaruh Cina dan Kolonial.
- Guru memberikan penjelasan tentang perbedaan antara seni Rupa terapan dan seni Rupa murni.
- Siswa merangkum semua materi yang telah dijelaskan oleh Guru.
- Tanya jawab antara Guru dan siswa.
- Guru membentuk kelompok diskusi serta pemberian tugas untuk bahan diskusi pada siswa.
- Guru dan siswa membahas hasil diskusi siswa.
C. Kegiatan Akhir
- Guru memotivasi siswa agar tetap belajar di rumah untuk menghadapi ulangan harian Minggu berikutnya.
V. Alat/Bahan/Sumber:
- Buku Seni Rupa SMA kelas X
- Buku catatan siswa
VI. Penilaian
- Tanya jawab siswa
- Tugas
- Ulangan harian siswa
Mengetahui: Surabaya, 17 Juli 2007
Kepala SMK Negeri 4 Surabaya Guru Mata Pelajaran
Dra. A n i s a h Jauhari Effendi, S.Pd.
NIP. 131 605 070
Lampiran I
MATERI AJAR
SEJARAH PERKEMBANGAN SENI RUPA NUSANTARA
A. SENI RUPA ZAMAN PRASEJARAH
Yaitu zaman dimana manusia belum mengenal sejarah/tulisan
Ciri-ciri:
- Hidup berpindah-pindah (nomaden)
- Mereka percaya bahwa alam mempunyai kekuatan tertentu yaitu kekuatan gaib dan roh leluhur.
v Karya seni zaman presejarah
Umumnya berupa lukisan
a. Lukisan dinding dalam gua
Kepercayaan manusia masa itu tentang dunia gaib pekerjaannya.
Lukisan binatang buruan
Mereka percaya bahwa kegiatan melukis dan lukisan itu sendiri memancarkan kekuatan magis yang akan mempengaruhi binatang yang akan mereka buru.
Gambar tangan atau sosok manusia
Sebagai ungkapan rasa duka atas kematian, sekaligus penghormatan pada arwah leluhur.
Bahwa top tangan adalah milik mahluk halus yang pernah menghuni daerah tertentu sebelum daerah itu dihuni manusia.
b. Bentuk topeng, perisai dan patung nenek moyang.
Lambang-lambang arwah sering muncul dalam bentuk design yang menghiasi karya-karya seni tersebut digunakan untuk upacara-upacara adat.
c. Fetisisme
Benda bertuah yang dijakian jimat untuk melindungi pemakainya dari berbagai gangguan dan bahaya.
Totenisme
Umumnya berupa sosok setengah manusia dan setengah binatang yang dijelmakan dalam bentuk hiasan, lukisan dan patung.
v Bahan
Pada awalnya karya seni yang diilhami dari tradisi animis-magis itu terbuat dari kayu yang tidak tahan lama. Namun dalam perkembangannya mereka juga menggunakan bahan batu dan perunggu (Fetis dan totem)
Batu atau daun-daunan (lukisan)
B. SENI RUPA ZAMAN HINDU – BUDHA
v Ciri-ciri
Telah memiliki berbagai keahlian
Sistem bercocok tanam, seni bangunan, seni pahat, pengolahan logam dan lain-lain.
Bertempat tinggal menetap
Berhubungan dengan bangsa-bangsa lain => Persia, Cina, dan India
Abad ke-5 masehi, pengaruh India berasimilasi dengan kebudayaan yang ada di Nusantara.
Sejarah klasik dimulai abad ke-5 m sampai ke-15 m yang sangat dipengaruhi kebudayaan agama Hindu-Budha => India
Kesenian Nusantara tumbuh subur dibawah kekuasaan kerajaan.
Aspek keagamaan dan aspek kesenian merupakan satu kesatuan.
v Karya Seni
Periode Hindu – Budha merupakan babak peradaban yang pale banyak menghasilkan peninggalan karya seni.
Seni patung dan seni Relief
Mengungkapkan berbagai tema dan design yang dilandasi ajaran Hinduisme
a. Motif Padma:
Merupakan simbol dari singgasana ketuhanan yang pale tinggi, kelahiran jagad raya, kelahiran sang Budha, kebenaran yang sesungguhnya, serta pusat energi yang suci dan keramat.
b. Motif Swastika
Melambangkan energi dan keselarasan kosmos. (alam semesta)
c. Motif Kala
Kepala yang melambangkan waktu.
d. Makara
Sejenis mahluq menyerupai buaya, melambangkan sumber kehidupan.
e. Kinara
Sejenis mahluq setengah manusia setengah burung yang melambangkan mahluq halus (Dewa) penghuni langit.
C. SENI RUPA ZAMAN ISLAM
Zaman pertengahan ditandai dengan masuknya agama Islam pada abad ke – 13 M dari Persia dan Gujarat.
- Seni rupa zaman pertengahan ini sangat dipengaruhi oleh Islam.
- Kesenian masih berpusat di Istana.
- Kesenian yang digunakan sebagai sarana penyebaran agama.
- Seni Islam adalah perpaduan antara kesenian yang sudah ada dengan kesenian Islam itu sendiri.
v Karya Seni
1. Seni Kaligrafi
Seni menulis => pintu gerbang masjid, istana dan hiasan keris, bendera, panji-panji kerajaan Islam dan juga busana batik.
2. Makam
Bersifat dekoratif dan dihiasi tulisan arab
Ada dua jenis makam tua di Indonesia:
a. Jenis yang mempunyai ciri bangunan lama (pra-Islam)
Bermotif tanaman dan diselingi design geometris berbentuk dekoratif mirip bentuk mahkota pintu gerbang candi yang bermotif kala makara => pengaruh Majapahit
b. Jenis makam yang dipengaruhi oleh bentuk dan design yang dipengaruhi kebudayaan luar nusantara.
Terdapat hiasan mahkota dengan design daun dan bunga yang disusun sedemikian rupa hingga membentuk mahkota.
Pengaruh kamboja di Gujarat
3. Wayang
Sebagai media yang populer dan efektif untuk dakwah keagamaan. Contoh: wayang kulit, wayang beber, wayang kayu, krucil, dan golek.
4. Batik
Menurut Hasanuddin, bahwa pada waktu itu kegiatan membatik didasarkan pada 5 motivasi dasar.
- Membatik sebagai kegiatan sambilan wong cilik.
- Kegiatan membantik sebagai komoditas.
- Membatik sebagai tradisi kalangan bangsawan.
- Sebagai usaha dagang orang Cina dan Indo Belanda yang ragam hias dan fungsinya diperuntukkan bagi kalangan terbatas.
- Sebagai kebutuhan seni atau desain dengan konsep komtemporer.
D. SENI RUPA PENGARUH CINA
Hanya berpengaruh pada aspek kebendaan. Artinya hanya terdapat pada bentuk atau model, bukan pada aspek keagamaan/sosial – budaya.
- Masuk pada tahun 250 dan 400 M.
- Melalui hubungan perdagangan dan politik
v Karya seni
1. Arsitektur
Jepara => masjid Kalinyamat
Terdapat pahatan batu gamping di dinding, menggambarkan ragam hias batu dan awan khas Cina.
Jawa Timur => Candi Jalatuda => Abad 10
Menampakkan pengaruh Cina dalam bentuk liku-liku yang meliuk dan ragam awan.
Bali => Istana Gianyar
Terdapat pada atap dan pintu gerbang Keraton dengan pola awan dan bebatuan (Mega mendung dan Wadasan)
Pemasangan piring-piring Cina di dinding Istana dan masjid
Masjid di Banten, Demak, Kudus, Jepara, Cirebon dan Tuban.
Contoh : Gerbang makam sunan Bonang => berwarna merah dan emas, serta pola ukiran khas Cina.
2. Pola Warna
Ragam hias yang pale populer adalah burung “Funiks” yang berekor panjang.
Susunan corak ragam hias dan warna batik Cina dan pribumi saling mempengaruhi dan melengkapi.
Cirebon => Batik Cirebon juga dikenal karena penggunaan pola ragam hias Cina, yaitu awan dan batu.
Sumatra => sarung songket yang berbenang emas.
Bali => kain perada yang juga berbenang emas.
Pantai utara Jawa => menggunakan corak terang, serta memadukan lukisan burung dan bunga.
3. Perabot dan benda-benda rumah tangga
Abad ke – 16 M para bangsawan menggunakan kursi dan lounge sebagai tempat duduk.
Perabotan taman
Hiasan keramik/guci dan lain-lain
Pot bunga
E. SENI RUPA PENGARUH KOLONIAL
Kedatangan bangsa Eropa di Nusantara pada abad ke – 16 M dalam bidang seni, pengaruh tersebut dapat dilihat antara lain pada seni arsitektur, busana dan wastra, serta perabot rumah tangga.
v Karya Seni
1. Arsitektur
Pengaruh gaya Belanda => dicampur dengan arsitektur tradisional
Ubin, jendela kaca timah, atap kaca dan terali besi yang ditempa
Gaya tradisional yang dicampur dengan arsitektur Eropa
Gedung-gedung di ITB => atap gedung adalah Sunda besar dan bangunan lainnya merupakan gaya Eropa.
2. Busana
Terdapat pada:
Busana-busana istana untuk upacara kerajaan/acara resmi.
Busana kenegaraan abdi dalem yang mengiringi kereta kuda sultan Yogyakarta dan Surakarta dalam iringan-iringan upacara.
Dalam pola wastra, tenun atau batik misalnya:
Pola hiasan singa/ragam hias singa. Pola tersebut diambil dari lambang kerajaan Belanda yang tercetak pada uang logam Belanda.
3. Perabot rumah tangga
Muncul pertama kali di kalangan istana, yaitu berupa kursi dan sofa.
v Fokus Seni
- Seni rupa murni : Seni rupa yang dibuat untuk mengekspresikan nilai budaya dan keindahan, misalnya: seni lukis.
- Seni rupa terapan: Seni yang selain memiliki fungsi estetis, juga memiliki pragmatis, yaitu berfungsi untuk memenuhi keperluan hidup manusia, misalnya seni batik.
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Mata Pelajaran : Seni Budaya / Seni Rupa
Kelas/Semester : X / 1 (ganjil)
Pertemuan ke : 3
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit
Standar Kompetensi : Mengidentifikasi keunikan gagasan dan teknik dalam karya Seni Rupa terapan daerah setempat.
Indikator : Gagasan teknik Seni Rupa terapan dijelaskan dan memberikan masing-masing contohnya.
I. Tujuan Pembelajaran
Siswa dapat memahami dan menjelaskan sejarah perkembangan Seni Rupa Nusantara.
II. Materi Pelajaran
Ilmiah (terlampir)
III. Metode Pembelajaran
- Pembagian soal
- Tanya jawab
IV. Langkah-langkah Pembelajaran
A. Kegiatan Awal
- Persiapan kelas
- Absensi siswa
- Guru menginstruksikan pada siswa untuk menutup buku dan mempersiapkan keperluan ujian/ulangan.
B. Kegiatan Inti
- Guru membacakan soal-soal yang diikuti oleh siswa menulis pada kertas ulangan yang telah disiapkan.
- Siswa mengerjakan soal yang telah dicatat sebelumnya.
- Siswa mengumpulkan tugas ulangan dalam waktu 70 menit.
- Guru membahas jawaban-jawaban soal yang diberikan.
C. Kegiatan Akhir
- Guru mengingatkan pada siswa agar belajar di rumah.
- Memberitahukan pada siswa bahwa minggu depan akan ada ulangan ke II.
- Penutup.
V. Alat/Bahan/Sumber:
- Kertas folio bergaris
- Bollpoint
VI. Penilaian
- Ulangan harian tertulis
Mengetahui: Surabaya, 18 Juli 2007
Kepala SMK Negeri 4 Surabaya Guru Mata Pelajaran
Dra. A n i s a h Jauhari Effendi, S.Pd.
NIP. 131 605 070
Lampiran I
LEMBAR PENILAIAN ULANGAN HARIAN
1. Apakah yang anda ketahui tentang seni rupa zaman prasejarah?
Uraikan dengan singkat tentang sejarah perkembangan seni pada zaman tersebut!
2. Gambar tangan sering dijadikan obyek lukisan oleh masyarakat prasejarah. Jelaskan apa yang ada ketahui tentang makna gambar tersebut!
3. Dalam berburu, masyarakat prasejarah seringkali menggambar binatang buruannya. Apa makna dari penggambaran tersebut?
4. Jelaskan apa yang dimaksud:
a. Fetisisme
b. Totenisme
5. Uraikan (ceritakan) tentang perkembangan seni rupa zaman Hindu – Budha yang anda pahami.
6. Karya seni rupa zaman Hindu – Budha, seperti seni patung dan seni service banyak mengungkapkan berbagai tema dan design yang dilandasi ajaran Hinduisme.
- Bunga teratai/padma berarti : ...................................................................
- Swastika yang berarti : ...................................................................
- Makasa yang berarti : ...................................................................
- Kinara yang berarti : ...................................................................
7. Uraikan pemahaman anda tentang perkembangan seni zaman Islam?
8. Sebutkan contoh-contoh hasil seni rupa pengaruh Islam, serta buatlah uraian singkat tentang perkembangannya!
9. Di Indonesia terdapat dua jenis makam tua, sebutkan dan jelaskan!
10. Bagi masyarakat Nusantara, batik dibuat dengan motivasi antara lain?
Kriteria Nilai :
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Mata Pelajaran : Seni Budaya / Seni Rupa
Kelas/Semester : X / 1 (ganjil)
Pertemuan ke : 4
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit
Standar Kompetensi : Mengidentifikasi keunikan gagasan dan teknik dalam karya Seni Rupa terapan daerah setempat.
Indikator : Menjelaskan gagasan teknik Seni Rupa terapan berdasarkan sejarah perkembangan Seni Rupa nusantara.
I. Tujuan Pembelajaran
Siswa dapat memahami dan menjelaskan sejarah perkembangan Seni Rupa Nusantara.
II. Materi Pelajaran
Ilmiah (terlampir)
III. Metode Pembelajaran
- Pemberian soal
- Tanya jawab
- Demonstrasi
IV. Langkah-langkah Pembelajaran
A. Kegiatan Awal
- Persiapan kelas
- Absensi siswa
- Guru menginstruksikan pada siswa untuk menutup buku dan mempersiapkan keperluan ujian/ulangan.
B. Kegiatan Inti
- Guru membacakan soal-soal yang diikuti oleh siswa menulis pada kertas ulangan yang telah disiapkan.
- Siswa mengerjakan soal yang telah dicatat sebelumnya.
- Siswa mengumpulkan tugas ulangan dalam waktu 70 menit.
- Guru membahas jawaban-jawaban soal yang diberikan.
D. Kegiatan Akhir
- Guru memotivasi siswa dengan pemberian tugas pekerjaan rumah berupa penciptaan kreasi seni. “Buatlah design batik baru yang diadaptasi dari design tradisional yang sudah ada di atas buku gambar ukuran A4 kemudian warnailah sesuai kreasimu”.
- Guru mendemonstrasikan cara membuat desain batik.
- Penutup.
V. Alat/Bahan/Sumber:
- Kertas folio bergaris
- Bollpoint
VI. Penilaian
- Ulangan harian tertulis
Mengetahui: Surabaya, 18 Juli 2007
Kepala SMK Negeri 4 Surabaya Guru Mata Pelajaran
Dra. A n i s a h Jauhari Effendi, S.Pd.
NIP. 131 605 070
Lampiran I
LEMBAR PENILAIAN ULANGAN HARIAN
1. Uraikan perkembangan seni pengaruh Cina berdasarkan pemahaman anda!
2. Jenis-jenis karya seni apa saja yang mendapat pengaruh dari Cina? Uraikan karya-karya seni tersebut!
3. Dalam seni arsitektur, bangunan mana saja di nusantara yang mendapat pengaruh Cina? Sebutkan dan uraikan dengan jelas!
4. Ragam hias batik yang pale populer di Zaman Cina adalah burung “Funiks” deskripsikan dengan singkat gambaran ragam hias jenis ini.
5. Jelaskan apa yang menjadi ciri khas batik Jawa yang dipengaruhi oleh budaya Cina!
6. Pengaruh budaya Cina terdapat pula dalam perabot rumah tangga. Perabot jenis apa sajakah menurut anda yang mendapat pengaruh tersebut? Berikan penjelasan!
7. Uraikan berdasarkan pemahaman anda tentang perkembangan seni pengaruh Eropa (kolonial)!
8. Jenis-jenis karya seni apa sajakah yang mendapat pengaruh dari Eropa? Uraikan tiap karya seni tersebut dengan singkat dan jelas!
9. Dalam seni arsitektur gedung ITB, tempak jelas perpaduan antara arsitektur tradisional Sunda dengan Eropa. Jelaskan pengaruh tersebut!
10. Uraikan dengan singkat bagaimana latar belakang sosial – budaya seni rupa nusantara!
Kriteria Nilai :
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Mata Pelajaran : Seni Budaya / Seni Rupa
Kelas/Semester : X / 1 (ganjil)
Pertemuan ke : 5
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit
Standar Kompetensi : Mengapresiasi karya seni
Kompetensi Dasar : Mengidentifikasi keunikan gagasan dan teknik dalam karya Seni Rupa terapan daerah setempat.
Indikator : Gagasan teknik Seni Rupa terapan dijelaskan berdasarkan sejarah perkembangan Seni Rupa Nusantara.
I. Tujuan Pembelajaran
Siswa dapat memahami dan menjelaskan keragaman Seni Rupa terapan Nusantara.
II. Materi Pelajaran
Metode Ilmiah (terlampir)
III. Metode Pembelajaran
- Ceramah
- Presentasi
- Tanya jawab
- Diskusi kelompok
IV. Langkah-langkah Pembelajaran
A. Kegiatan Awal
- Persiapan kelas.
- Absensi siswa.
- Guru menanyakan hasil kerja siswa yang berupa tugas rumah untuk membuat desain batik dan menyuruh siswa mengumpulkan tugas tersebut.
- Guru membahas hasil karya siswa.
- Guru menyampaikan ke siswa tujuan pembelajaran hari ini.
B. Kegiatan Inti
- Guru membuat blueprint berupa pemetaan konsep tentang keberagaman seni rupa terapan Nusantara.
- Guru memberikan penjelasan satu persatu blueprint yang telah dibuat diikuti dengan siswa mencatat hal-hal yang penting.
- Guru berinteraksi dengan siswa dengan cara tanya-jawab.
C. Kegiatan Akhir
- Guru memberi tugas pada siswa “tempat pensil hias”
- Guru mendemonstrasikan cara untuk membuat tempat pensil hias.
- “Tempat pensil hias dibuat beserta tema dan konsepnya”
- Penutup
V. Alat/Bahan/Sumber:
- Buku catatan siswa
- Buku Seni Rupa SMA kelas X
VI. Penilaian
- Tanya jawab siswa
- Tugas
Mengetahui: Surabaya, 18 Juli 2007
Kepala SMK Negeri 4 Surabaya Guru Mata Pelajaran
Dra. A n i s a h Jauhari Effendi, S.Pd.
NIP. 131 605 070
Lampiran I
MATERI AJAR
KERAGAMAN SENI RUPA NUSANTARA
Pada pelajaran ini karya-karya seni rupa yang akan dibahas hanyalah karya-karya yang dibuat oleh masyarakat Nusantara pada zaman Prasejarah, zaman Hindu-Budha, dan zaman Islam.
A. SENI HIAS
Umumnya seni hias terdapat pada kain tenunan dan ukiran pada kain atau batu. Biasanya orang menganggap bahwa kary seni hias dibuat untuk tujuan keindahan. Namun bagi masyarakat masa lampau, hal ini tidak lepas dari kepercayaan yang diyakini.
Contoh:
- Hiasan pada kulit kayu dalam masyarakat Sentani, Papua. Motif ikan, kura-kura dan lain-lain yang dipakai dalam aktifitas memancing, dipercayai akan mendatangkan keberuntungan.
B. SENI PATUNG
Secara umum pembuatan patung dinusantara tidak lepas dari kegiatan upacara yang dilakukan masyarakat. Namun terdapat pual patung-patung gerabah di epoch Majapahit yang diperkirakan dibuat sebagai cindra mata untuk tamu-tamu kerajaan tersebut.
Patung dikawasan nusantara meliputi:
a. Patung yang berdiri sendiri (bukan bagian dari suatu bangunan)
b. Patung service (menyatu dengan struktur bangunan)
Materi yang digunakan => batu, gerabah, dan kayu.
C. SENI BANGUNAN
Masyarakat nusantara membuat bangunan dalam beberapa fungsi:
a. Tempat tinggal => Rumah Joglo di Jawa Tengah
b. Lumbung padi => Candi di Jawa, Pure di Bali dan lain-lain.
c. Tempat beribadan => Toraja dan Jawa Barat.
D. SENI ANYAM
Merupakan seni kerajinan masyarakat pedesaan Indonesia yang menyatu dalam kegiatan keseharian mereka. Pada awalnya kegiatan ini bertujuan memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari. Pada perkembangannya, hasil kerajinan ini menjadi karya seni yang dapat diperjual-belikan.
a. Bahan => Gebang, daun kelapa muda, rotan, dan bambu
b. Hasil karya => tikar, tas, dinding langit-langit, keranjang, topi, keranjang, dan lain-lain.
c. Daerah penghasil => Tasikmalaya, NTT, Lombok, Padang, Bali, dan lain-lain.
E. SENI TEMBIKAR
- Muncul sejak zaman prasejarah
- Dibuat untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dengan cara sederhana dan teknologi dasar.
- Berkembang menjadi benda-benda hias.
- Bahan dari tanah liat.
F. SENI UKIR
- Kayu banyak digunakan sebagai bahan ukir karena memiliki daya tahan sekaligus memiliki keindahan alami.
- Seni ukir menjadi barang produksi yang bernilai tinggi di seluruh Indonesia.
G. SENI SESAJEN
- Selama berabad-abad seni sesajen merupakan dasar dari semua jenis ritual, upacara, dan adat istiadat.
- Seni sesajen bisa meliputi seni makanan atau hiasan-hiasan lain yang biasa digunakan sebagai pelengkap sebuah upacara atau ritual.
- Contoh : masyarakat Bali, sesajen (Banten) terdiri dari bagian makanan seperti tepung beras, bagian tubuh hewan, kertas, daun palem, kayu bambu dan rotan. Juga sering dipadukan unsur seni lain seperti lukisan, topeng dan wastra tenun.
- Benda-benda tersebut disusun sedemikian rupa sehingga membentuk sebuah karya seni.
H. LUKISAN WAYANG
- Dalam pergelaran wayang Beber, gambar menjadi media yang berperan penting dalam membantu dalam menuturkan kisahnya.
- Gambar dibuat dalam sebentang kertas atau kain (layar)
- Setiap bentangan dapat berisi beberapa adegan (prompangan)
- Tokoh-tokoh digambarkan menjadi 2 kelompok:
Saling berhadapan (jagoan)
Semua menghadap ke arah yang sama (playon)
I. ILUSTRASI NASKAH
- Sudah muncul sejak abad ke – 8 M
- Seni ini merupakan ragam hias pada naskah tulis dalam media apapun
- Selain berfungsi sebagai hiasan, pada naskah, ilustrasi naskah juga berfungsi sebagai gambaran atas kandungan isi cerita naskah yang bersangkutan.
J. LUKISAN KACA
- Ditemukan pertama kali di Belanda abad ke-14
- Pada abad ke-19 lukisan kaca dikapalkan dari Belanda ke Jepang melalui Batavia (Jakarta) sehingga dikenal oleh orang Indonesia.
- Berkembang pertama kali di lingkungan istana, karena pada masa itu kaca merupakan benda yang amat mahal.
- Di Indonesia ada 2 jenis:
a. Kaligrafi => Kaligrafi Arab, Aksara Jawa.
b. Non Kaligrafi => tokoh-tokoh wayang, pemandangan, cerita rakyat, dan lain-lain.
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Mata Pelajaran : Seni Budaya / Seni Rupa
Kelas/Semester : X / 1 (ganjil)
Pertemuan ke : 6
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit
Standar Kompetensi : Mengapresiasi karya Seni Rupa
Kompetensi Dasar : Menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan gagasan dan teknik dalam karya seni rupa terapan.
Indikator : Menerapkan gagasan teknik seni rupa terapan berdasarkan sejarah perkembangan seni rupa nusantara dan hasil identifikasi teknik dan corak.
I. Tujuan Pembelajaran
Siswa dapat menerapkan dan mempraktekkan sejarah perkembangan Seni Rupa Nusantara.
II. Materi Pelajaran
Gambar nirmana (terlampir)
III. Metode Pembelajaran
- Ceramah
- Demonstrasi
- Presentasi
- Tanya jawab
IV. Langkah-langkah Pembelajaran
A. Kegiatan Awal
- Persiapan kelas.
- Absensi siswa.
- Guru menagih tugas rumah siswa berupa seni terapan “tempat pensil hias.”
- Guru menyampaikan ke siswa tujuan pembelajaran hari ini.
B. Kegiatan Inti
- Guru memotivasi siswa dengan menanyakan “Apa yang dimaksud dengan Nirmana (rupa dasar).
- Dari berbagai jawaban siswa, guru menginformasikan ke siswa apa yang dimaksud dengan Nirmana, dan apa tujuannya.
- Guru memberikan catatan kecil kepada siswa dan mendemontrasikan wujud-wujud dan warna rupa dasar.
- Guru memberikan contoh-contoh gambar rupa dasar.
- Siswa merangkum semua yang telah dijelaskan oleh guru.
- Tanya jawab antara guru dan siswa
C. Kegiatan Akhir
- Guru membentuk kelompok kecil, setiap kelompok 5 siswa.
- Memberi tugas pada siswa untuk minggu selanjutnya yaitu membuat “Lingkaran Warna”.
- Setiap/masing-masing kelompok diwajibkan membawa: cat print (sakura), kuas, gelas aqua dan kertas A3.
- Sebagai PR, siswa membuat lingkaran 12 bagian
- Penutup.
V. Alat/Bahan/Sumber:
- Buku Seni Rupa SMA kelas X
- Buku catatan siswa
VI. Penilaian
- Kerapian
- Estetika
- Harmonisasi warna
Mengetahui: Surabaya, 19 Juli 2007
Kepala SMK Negeri 4 Surabaya Guru Mata Pelajaran
Dra. A n i s a h Jauhari Effendi, S.Pd.
NIP. 131 605 070
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Mata Pelajaran : Seni Budaya / Seni Rupa
Kelas/Semester : X / 1 (ganjil)
Pertemuan ke : 7
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit
Standar Kompetensi : Mengapresiasi karya Seni Rupa
Kompetensi Dasar : Menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan gagasan dan teknik dalam karya seni rupa terapan.
Indikator : Menerapkan gagasan teknik seni rupa terapan berdasarkan sejarah perkembangan seni rupa nusantara dan hasil identifikasi teknik dan corak.
I. Tujuan Pembelajaran
Siswa dapat menerapkan dan mempraktekkan sejarah perkembangan Seni Rupa Nusantara.
II. Materi Pelajaran
Gambar nirmana => lingkaran warna
III. Metode Pembelajaran
- Demonstrasi
- Praktek siswa
IV. Langkah-langkah Pembelajaran
A. Kegiatan Awal
- Persiapan kelas.
- Absensi siswa.
- Guru menanyakan PR “Lingkaran 12 bagian” dan perlengkapan yang wajib dibawa oleh siswa.
- Guru mengulang secara singkat teori lingkaran warna yang telah dibahas minggu sebelumnya.
B. Kegiatan Inti
- Guru mendemonstrasikan cara membuat warna primer, sekunder, dan tersier.
- Guru memberikan contoh teknik mencampur warna yang baik.
- Siswa mengerjakan tugas, yaitu memberi/membuat warna primer, sekunder dan tersier pada lingkaran 12 bagian yang telah dikerjakan di rumah.
- Guru memantau kegiatan siswa
- Siswa mengumpulkan hasil karyanya kepada guru.
- Guru membahas hasil karya siswa
- Guru menyimpulkan hasil kegiatan hari ini.
C. Kegiatan Akhir
- Guru memberi tugas rumah pada siswa berupa “Gradasi warna”.
- Siswa membuat gradasi warna:
a. Dari warna biru ke warna putih => 5 kolom
b. Dari warna biru ke warna kuning => 5 kolom
c. Dari warna biru ke warna merah => 5 kolom
d. Dari warna biru ke warna hitam => 5 kolom
- Sama dengan pertemuan sebelumnya, guru membentuk kelompok yang sama dengan teknis yang sama.
V. Alat/Bahan/Sumber:
- Alat : pensil, cat poster, kuas, gelas aqua
- Bahan : Kertas A3
- Sumber : Buku SMA Kelas X KTSP
VI. Penilaian
- Kerapian
- Estetika
Mengetahui: Surabaya, 19 Juli 2007
Kepala SMK Negeri 4 Surabaya Guru Mata Pelajaran
Dra. A n i s a h Jauhari Effendi, S.Pd.
NIP. 131 605 070
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Mata Pelajaran : Seni Budaya / Seni Rupa
Kelas/Semester : X / 1 (ganjil)
Pertemuan ke : 8
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit
Standar Kompetensi : Mengapresiasi karya Seni Rupa
Kompetensi Dasar : Menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan gagasan dan teknik dalam karya seni rupa terapan.
Indikator : Menerapkan gagasan teknik seni rupa terapan berdasarkan sejarah perkembangan seni rupa nusantara dan hasil identifikasi teknik dan corak.
I. Tujuan Pembelajaran
Siswa dapat menerapkan dan mempraktekkan sejarah perkembangan Seni Rupa Nusantara.
II. Materi Pelajaran
Gambar nirmana => Gradasi warna
III. Metode Pembelajaran
- Demonstrasi
- Praktek siswa
IV. Langkah-langkah Pembelajaran
A. Kegiatan Awal
- Persiapan kelas.
- Absensi siswa.
- Guru menanyakan PR “kolom” dan perlengkapan yang wajib dibawa oleh siswa.
- Guru mengulang secara singkat teori slope warna yang telah dibahas minggu sebelumnya.
B. Kegiatan Inti
- Guru mendemonstrasikan cara membuat warna gradient.
- Guru memberikan contoh mencampur warna yang baik.
- Siswa mengerjakan tugas, yaitu memberi/membuat warna slope pada kolom-kolom yang sudah dibuat di rumah.
- Guru memantau kegiatan siswa
- Siswa mengumpulkan hasil karyanya kepada guru.
- Guru membahas hasil karya siswa
- Guru menyimpulkan hasil kegiatan hari ini.
C. Kegiatan Akhir
- Guru mengingatkan siswa untuk membawa kertas ukuran A3 dan pensil 4B/5B minggu depan.
- Penutup
V. Alat/Bahan/Sumber:
- Alat : pensil, cat poster, kuas, gelas aqua
- Bahan : Kertas A3
- Sumber : Buku SMA Kelas X KTSP
VI. Penilaian
- Kerapian
- Estetika
Mengetahui: Surabaya, 19 Juli 2007
Kepala SMK Negeri 4 Surabaya Guru Mata Pelajaran
Dra. A n i s a h Jauhari Effendi, S.Pd.
NIP. 131 605 070
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Mata Pelajaran : Seni Budaya / Seni Rupa
Kelas/Semester : X / 1 (ganjil)
Pertemuan ke : 9
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit
Standar Kompetensi : Mengapresiasi karya Seni Rupa terapan
Kompetensi Dasar : Menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan gagasan dan teknik dalam karya seni rupa.
Indikator : Menerapkan gagasan teknik seni rupa terapan berdasarkan sejarah perkembangan seni rupa nusantara.
I. Tujuan Pembelajaran
Siswa dapat menerapkan dan mempraktekkan sejarah perkembangan Seni Rupa berdasarkan bentuk.
II. Materi Pelajaran
Gambar nirmana (terlampir)
III. Metode Pembelajaran
- Demonstrasi
- Ceramah
- Praktek
IV. Langkah-langkah Pembelajaran
A. Kegiatan Awal
- Persiapan kelas.
- Absensi siswa.
- Guru memotivasi siswa dengan menanyakan apa yang dimaksud dengan “Gambar bentuk”?
- Guru menyampaikan ke siswa tujuan pembelajaran hari ini.
B. Kegiatan Inti
- Dari jawaban siswa yang bermacam-macam dari “Gambar bentuk” guru memberikan penjelasan ke siswa apa yang dimaksud dengan “Gambar bentuk”.
- Guru mendemonstrasikan cara menggambar bentuk yang benar yaitu dilihat dari sisi perspektif, cahaya dan bayangan.
- Guru memberikan contoh gambar bentuk berupa kubus, kerucut dan tabung beserta teknik arsir dan bayangan.
- Siswa mengerjakan tugas.
- Siswa memantau kegiatan siswa satu-persatu.
- Siswa mengumpulkan hasil karya siswa kepada guru.
- Guru membahas hasil karya siswa.
- Guru menyimpulkan hasil kegiatan hari ini.
C. Kegiatan Akhir
- Guru memberikan tugas pekerjaan Rumah untuk menggambar bentk benda di sekitar rumah, “tong sampah, televisi, gelas, botol, kursi meja, dan lain-lain besarta cahaya dan bayangannya.
- Mengingatkan ke siswa bahwa minggu depan masih tetap membawa buku gambar A3 dan pensil 4B/5B dan contoh hewan.
- Penutup
V. Alat/Bahan/Sumber:
- Alat : A3, pensil 4b/5B, penggaris
- Bahan : Kertas
- Sumber : Buku SMA Kelas X KTSP
VI. Penilaian
- Kerapian, Estetika, Proporsi dan bentuk
Mengetahui: Surabaya, 19 Juli 2007
Kepala SMK Negeri 4 Surabaya Guru Mata Pelajaran
Dra. A n i s a h Jauhari Effendi, S.Pd.
NIP. 131 605 070


