Setelah pengambilan gambar di Ponorogo dan Bandung, film Negeri 5 Menara yang diangkat dari novel karya Ahmad Fuadi, menjalani syuting di Maninjau Kabupaten Agam Sumatera Barat pada 13-17 Sep 2011.
" Pengambilan gambar akan dilakukan di dua tempat, yaitu Danau Maninjau dan Kota Bukitinggi di mana hari ini tim dijadwalkan tiba di lokasi," kata Asisten Produser rumah produksi Million Pictures, Widya Wardhani Ichram di Padang, Senin (12/09/2011).
Dalam pengambilan gambar di Sumatera Barat sebanyak 110 kru beserta pemain terlibat langsung. Beberapa lokasi yang akan dijadikan tempat pengambilan gambar yaitu di Danau Maninjau, Lawang, Bayur, Matur, Kelok 44, sedangkan di Kota Bukittinggi di daerah Bancah, Belakang Balok dan Jam Gadang.
" Pengambilan gambar di Maninjau dan Bukittinggi lebih banyak mengambil adegan ketika Alif, pemeran utama masih berada di kampung halaman dan aktivitas sebelum berangkat ke Ponorogo," katanya.
Kemudian salah satu adegan yang akan diambil berada di jalur Kelok 44 yang menghubungkan Maninjau dengan Bukitinggi. Kemungkinan besar saat syuting dilaksanakan di Kelok 44 akan dilakukan buka tutup arus lalu lintas tergantung kondisi dan kebutuhan.
Film Negeri 5 Menara merupakan adaptasi dari novel best seller karya A Fuadi yang telah memenangkan berbagai penghargaan seperti Anugerah Pembaca Indonesia dan nominasi Khatulistiwa Literary Award yang disutradarai oleh Affandi Abdurrahman.
Novel ini juga memecahkan rekor penerbit Gramedia Pustaka Utama sebagai buku lokal terlaris dalam 37 tahun terakhir ini dan telah berhasil merebut hati para pembaca Indonesia.
Negeri 5 Menara berkisah tentang petualang Alif asal Maninjau Sumatera Barat dengan latar belakang sangat sederhana namun karena keteguhan dan kerja keras, ia bisa sukses bukan saja di negeri sendiri, namun di tingkat dunia.
Sejumlah nama terkenal terlibat dalam pembuatan film tersebut mulai dari Eros Eflin, Roy Rolang, hingga Citra Subiyakto.
Usai syuting di Maninjau akan dilanjutkan pengambilan terakhir di London, Inggris. (antara/dar)


