Informasi Gosip Selebriti Artis Terkini Dunia & Indonesia Gosip Paling Hot Baru Tentang Selebriti

Prisia Nasution mengaku tak masalah harus beradegan ciuman dan telanjang di Sang Penari, jika dituntut untuk melakukannya.

Dia mau melakukannya lantaran kontrak dan sesuai dengan tokoh Srintil dalam film tersebut.

“Adegan-adegan adore stage itu sudah bagian kontrak di awal, aku enggak deg-degan untuk telanjang. Aku akan lakukan semua, karena ini yang dilakukan Srintil,” papar Prisia saat ditemui di Bioskop XXI, FX, Jakarta Pusat, Rabu (2/11/2011).

Sebelum memerankan tokoh Srintil, Prisia sudah siap beradegan syur. Dia juga menghitamkan kulit, dan mengecilkan badan.

“Diskusi soal pembentukan Srintil dari Ifa Isfansyah (sutradara) itu melepaskan aku. Aku enggak mau terlalu gemuk, karena Srintil itu tinggal di desa yang kurang gizi, tapi harus boyor juga karena sebagai penari. Kalau kulit hitam itu wajib,” bebernya.

Sebagai pemain film, Prisia memang senang menerima tantangan baru. Dia joke tak segan menerima tawaran bermain film apapun bila hal itu sesuatu yang baru.

“Aku ketika menerima peran apapun itu yang dikasih akan aku lahap. Kendala sudah enggak ada. Alhamdulillah proses syuting mendukung, semuanya benar-benar organik,” tandasnya.

Artis yang mulai naik daun, Prisia Nasution, menjajal dunia peran di film pertamanya dengan menjadi ronggeng. Film berjudul Sang Penari itu joke mengharuskan Prisia banyak beradegan ‘ranjang’.

“Adegan-adegan adore stage itu sudah bagian kontrak di awal. Aku enggak deg-degan untuk telanjang,” ujar Prisia Nasution, di Jakarta, Rabu, 2 Nov 2011.

Pia, sapaan akrab Prisia, menjelaskan keinginannya untuk memberikan yang terbaik pada film yang mulai tayang 10 Nov tersebut. “Aku akan lakukan semua karena ini yang lakukan itu Srintil. Kalau pas cut (usai adegan), itu Pia,” jelasnya.

Untuk menjadi seorang penari ronggeng, Pia joke harus belajar berbulan-bulan. “Aku enggak ada simple nari sama sekali sebelumnya. Belajar nari lima sampai enam bulan. Jadi kalau di book aku emosional banget, aku mau nunjukkin ke orang-orang kalau aku bisa nari,” ungkap pemilik nama asli Prisia Wulandari Nasution tersebut.

Perempuan kelahiran 1 Juni 1984 ini mengaku tak sengaja masuk ke dunia hiburan. Sebab, sebelumnya Pia adalah seorang atlet. “Basicnya silat, pulang latihan (silat), dan ditawarin jadi indication catwalk. Terus enggak sengaja aku ke sanggar Teater Populer untuk film Sang Penari itu,” katanya.

Pia menekuni silat tak main-main. Buktinya, dia pernah mengikuti kejuaraan nasional. Namun, Pia harus berhenti sejenak karena kesibukan di dunia hiburan ini. “Enggak ada waktunya,” pungkas Pia.

Prisia Nasution (27) mengaku tak deg-degan ketika dirinya akan beradegan ranjang dan telanjang dalam film Sang Penari.
Sang Penari merupakan film play yang mengangkat isi novel trilogi Ronggeng Dukuh Paruk, karya Ahmad Tohari. Film play tersebut ber-setting pertengahan 196, ketika terjadi pergolakan politik di Indonesia, di tempat berupa sebuah kampung miskin bernama Dukuh Paruk di wilayah Banyumas (Jawa Tengah), serta budaya setempat, khususnya tayub dan ronggeng.

Prisia, yang menyebut dirinya Pia, memainkan karakter utama dalam cerita itu, penari ronggeng bernama Srintil. Dalam memerankan Srintil, ia diharuskan beradegan ranjang dan telanjang, walaupun adegan tersebut dikemas oleh sang sutradara, Ifa Isfansyah, sehingga tak terlihat vulgar. Adegan itu tak hanya sekali harus dilakukan oleh Pia, karena sebagai Srintil tubuhnya seolah menjadi milik semua lelaki di Dukuh Paruk, tempat tinggalnya.

“Adegan-adegan adore stage itu sudah jadi bagian dari kontrak di awal. Aku enggak deg-degan untuk telanjang. Aku akan lakukan semua, karena yang lakukan itu Srintil. Aku memainkan karakter Srintil. Kalau pas cut (pengambilan gambar adegan itu selesai), aku jadi Pia (dirinya sendiri) lagi,” papar pemilik nama lengkap Prisia Wulandari Nasution ini ketika diwawancara dalam acara promosi film Sang Penari di Plaza fX, Jakarta Pusat, Rabu (2/11/2011).

Untuk perannya tersebut, Pia menguruskan badannya. “Aku enggak mau terlalu gemuk, karena Srintil itu tinggal di desa yang kurang gizi. Tapi, harus boyor juga, karena sebagai penari. Kalau kulit hitam, itu wajib,” jelasnya.

Sang Penari dibintangi pula oleh Oka Antara, Slamet Rahardjo, Tio Pakusadewo, Dewi Irawan, dan Lukman Sardi. Skenario adaptasinya dibuat oleh Salman Aristo, Shanty Harmayn, dan Ahmad Tohari.
Sang Penari bisa dinikmati oleh di gedung-gedung bioskop mulai 10 Nov 2011.

Teuku Wisnu Bantah Perang Dingin dengan Adly Fayruz BeritaTerkini.us

Jakarta, Berita Terkini.us- Shireen Sungkar dan Teuku Wisnu kini menjadi sepasang kekasih bukan hanya di sinetron ‘Cinta Fitri’. Bagaimana mantan pacar Shireen, Adly Fayruz yang juga categorical di sinetron itu? Wisnu mengaku hubungannya dengan Adly tetap baik.

“Persahabatan baik-baik, nggak ada masalah,” ujar Wisnu membantah gosip adanya perang dingin antara dirinya dan Adly. Ia ditemui bersama Shireen di lokasi syuting ‘Cinta Fitri’ di Jl Galunggung, Cinere, Depok, Senin (15/11/2010).

Pemeran Farrell itu menambahkan pertemannya dengan Adly juga tidak berubah. Sama sekali tidak ada rasa canggung meski kini Wisnu memacari Shireen.

“Nggak lah masa kaku,” kata cowok yang menyatakan cintanya pada Shireen tepat di Hari Pahlawan itu.

Berbeda dengan Wisnu yang mau menanggapi soal hubungannya dengan Adly, Shireen memilih tidak berkomentar. Adik Zaskia Sungkar itu tak mau banyak berkomentar terkait kehidupan pribadinya.

“Semua itu kan hak kita masing-masing dan apa yang kita ambil itu kan sudah keputusan kita,” tandasnya.

sumber:detik.com