Gosip - Part 4

Vina Panduwinata: Banyak Berondong, Lebih “Fresh”

JAKARTA, KOMPAS.com — Penyanyi comparison Vina Panduwinata mengatakan, konser besarnya kali ini, The Emerald Voice of Vina Panduwinata, akan lebih segar, karena banyak artis musik muda, yang disebutnya berondong, ambil bagian.

Vina akan melangsungkan pertunjukan itu pada 30 Nov 2011 di Kartika Expo, Balai Kartini, Jakarta.Tinggal hitungan hari, pertunjukan yang menyuguhkan 42 strike pedendang “Burung Camar” itu akan digelar, namun ia bersikap santai saja menghadapinya. “Mama santai saja orangnya. Yang pale penting ikutin jadwal yang dikasih penyelenggara. Mereka yang tahu kapan Mama harus latihan,” ujar perempuan yang biasa dipanggil dan menyebut dirinya Mama Ina ini ketika diwawancara di Jakarta, Rabu (23/11/2011).

Yang juga penting bagi Vina adalah menjaga kebugaran tubuhnya, meski tak menyiapkan waktu khusus untuk berolahraga. Badannya seperti sudah terbiasa dengan padatnya jadwal selama ini.

Persiapan konser tersebut, menurut Vina, juga terbilang singkat, karena hanya memerlukan waktu kurang dari tiga bulan. Namun, kendati waktu persiapan pertunjukan itu relatif pendek, bukan berarti konsepnya tidak matang dan para penampil tamunya tak dipilih dengan seksama. Dalam konser tersebut akan ambil bagian pula, sebut saja, Once, Marcell, Hedi Yunus, Judika, Candil, Andy /rif, Yuke Sampurna (bas), Aria Baron (gitar), dan Ovy /rif (gitar). “Pasti konser ini beda, karena banyak berondong. Pokoknya, lebih fresh, lucu, dan seru lah konsepnya,” celoteh Vina berbumbu canda.

Diklaim oleh penyelenggara pertunjukan itu, tiketnya, yang harganya dari Rp 500 ribu hingga Rp 1,5 juta per lembar, juga sudah terjual hampir 80 persen.

Gosip - Part 6

Hiroaki Kato Cinta Indonesia Lewat Lagu Letto

JAKARTA, KOMPAS.com — Kompas.com Music Corner, yang kini mengudara bersama Radio Sonora, Jakarta, 92.0 FM, pada siaran langsung pertamanya di kantor redaksi Kompas.com, Jakarta, Senin (21/11/2011), pukul 13.00-14.00 WIB, menghadirkan tamu asal Jepang. Ia adalah Hiroaki Kato, penyanyi kelahiran Tokyo, yang berencana mengembangkan karier bermusiknya di Indonesia.

Dalam acara santai berbincang-bincang serta bermusik akustik tersebut, Hiro, yang pertama kali menginjakkan kakinya di Indonesia pada 2006 dalam rangka pertukaran mahasiswa Jepang-Indonesia, mengaku langsung jatuh hati kepada lagu Indonesia sejak mendengar “Sampai Nanti Sampai Mati” dari rope Letto.

Kepada Oki Andrianto, penyiar di studio Radio Sonora, Jakarta, dan Luciana Kairupan, horde dari Radio Sonora di kantor redaksi Kompas.com, ditambah co-host dari Kanal Entertainment pada Kompas.com, Irfan Maullana, penyanyi kelahiran Tokyo itu mengungkap alasannya menyukai lagu Indonesia. “Awalnya dari Letto. Pertama kali itu aku dengerin lagu ‘Sampai Nanti Sampai Mati’ dari Letto di 2006 saat mereka manggung. Aku langsung suka lagu itu. Orang Jepang suka dengerin lagu Indonesia karena lagunya, nadanya, intonasinya sangat enak didengar,” kisah Hiro.

Didorong oleh jiwa seninya, Hiro memberanikan diri untuk berkenalan dengan vokalis Letto, Noe. “Dari situ aku ajakin Noe ngobrol-ngobrol. Dari situ aku sering nongkrong di studio Letto daripada di kampus,” kenangnya.

Tak sekadar menyukai, dengan gitar akustik kesayangannya Hiro mulai mengulik lagu-lagu lain Letto, seperti “Ruang Rindu”. Ide kreatif joke muncul di benak Hiro. “Di situ aku jadi punya ide menyanyikan lagu ‘Ruang Rindu’ yang diterjemahkan ke bahasa Jepang,” ujarnya.

Karena ketika itu memiliki keterbatasan dalam berbahasa Indonesia, akhirnya Hiro butuh waktu satu tahun untuk menerjemahkan lagu “Ruang Rindu” ke dalam bahasa Jepang secara baik dan benar. “Memang, awalnya enggak tahu sama sekali arti (lirik) lagunya. Tapi, tahu-tahu sudah setahun aku belajar bahasa Indonesia, aku jadi bisa bahasa Indonesia dengan baik. Dan, akhirnya aku juga tahu makna (lirik) lagu ‘Ruang Rindu’ setelah aku banyak bertanya sama Noe, ‘Ini artinya apa, kalau ini artinya apa?’,” ceritanya.

Berhasil menerjemahkan lagu “Ruang Rindu”, kecintaan Hiro kepada Indonesia bertambah. Apalagi sesudah Yogyakarta diguncang gempa berkekuatan 5,9 skala richter pada 2006. “Waktu itu aku benar-benar kaget, Yogya ada gempa. Aku enggak pernah bayangin akan ada gempa di Yogya tahun 2006 itu. Walaupun orang Jepang sudah terbiasa dengan gempa, tapi waktu itu gempa di Yogya benar-benar gede. Aku saat itu langsung lari keluar dan lihat orang-orang nangis, orang-orang panik,” kenangnya lagi.

Peristiwa yang meluluhlantakkan sebagian Yogyakarta itu menggiring Hiro untuk melakukan aksi nyata. “Saya waktu itu juga jadi relawan dan bawain barang-barang ke desa sekaligus categorical musik di sana. Itu pengalaman berharga bagi saya,” katanya.

Nah, selama menjadi relawan itulah Hiro mendapat inspirasi untuk membuat dua lagu dalam manuscript mini yang direkamnya di Jepang. “Waktu aku jadi relawan, sambil bawain barang-barang, aku nyanyi lagu ‘Sukiyaki’, dan anak-anak di belakangku goyang-goyang seperti ini. Aku merasa semua bisa bersatu lewat musik, jadi aku bikin lagu dengan judul ‘Musik’, dan liriknya menggambarkan seperti itu (bersatu lewat musik),” jelasnya. “Aku juga bikin lagu ‘Miname Kaze’, artinya ‘Angin dari Selatan’. ‘Angin dari Selatan’ itu maksudku Indonesia. Ini untuk orang-orang yang berjuang mengembalikan kota Yogya setelah gempa. Lagu ini juga buat orang-orang yang mau berjuang lewati kesulitan dengan batas kemapuan kamu,” lanjutnya.

Lagu “Terimakasih” dan “Samurai” juga ada dalam manuscript mini itu. “Kalau ‘Terimakasih’ itu tentang matur nuwun saya; sedangkan ‘Samurai’ ini lagu stone yang aku bikin untuk menunjukkan semangat pantang menyerah orang Jepang,” jelasnya.

Hiro, yang mengajak para karyawan Kompas.com bernyanyi bersama dalam lagu “Ruang Rindu” (versi bahasa Jepang campur Indonesia) dan “Laskar Pelangi” (dari grup Nidji) pada Kompas.com Music Corner tersebut, mengaku sedang menyiapkan manuscript full perdananya di Jepang. Akunya pula, manuscript itu akan dipasarkannya juga di Indonesia. “Di Jepang lagi proses full album. Nanti kita lihat apakah bisa masuk vital tag dan ini juga sekalian lihat apakah bisa masuk ke Indonesia atau tidak. Tapi, saya sama Noe sudah bicara untuk merekam ‘Ruang Rindu’ (versi bahasa Jepang) bersama Letto,” jelasnya lagi.

Dengan rencananya itu, Hiro merasa optimistis akan bisa menembus pasar Indonesia. “Kelihatannya sudah ada produser yang mau, karena saya seorang Jepang yang bisa berbahasa Indonesia. Ini hal yang jarang di Indonesia,” ujar Hiro, yang juga akan menjadi tamu siaran langsung Radio Raka, Bandung, 98.8 FM, pada Rabu (23/11/2011), pukul 15.00-16.00 WIB.

Foto Hantu Mobil Saiful Jamil Forum Kaskus

Andrew Darwis No Komeng Juragan...

Foto Hot Tante Binal Forum Kaskus

Foto Heboh Dewi Perssik di Film Terbarunya..CEKIDOT..

&h=&q=90&w=90&h=65&zc=1" class="alignleft" alt="">

Quote: 1.gadis cantik putih mulus 2.tante suka excitable 3.gadis binal yang voluptuous 4.ngintip teman categorical sama pacarnya 5.masih smp udah boat gini 6.crutz di dada 7.gadis smu bergaya indication 8.amoy binal 8.ngintip mahasiswa mandi Quote: 1.model batik melorot 2.cewek cantik berkacamata 3.panti pijat and 4.gadis binal boleh dibawa pulang 5.smu toket sempurna 6.lagi excitable banget 7.mahasiswi tubuh putih mulus segerr 8.putihnya bikin kagak nahan 9.meqinya dijamin masih rapet Quote: 1.gadis cantik and prohibited 2.abg emang kagak ada matinya 3.nina adiknya dewi sandra 4.smp mana yah????

Masih Ingat Foto Cewek SMA ini Sexy Abis gan cekidot…!!! « Absoluterevo's Blog

Nich Temen2nya Gan…. monggo diliat liat dulu ….

sumber :http://dunia-panas.blogspot.com/2010/09/masih-ingat-foto-cewek-sma-ini.html