Memang Terlalu
Bekerja dan kuliah seolah menjadi semacam tuntutan hidup bagi manusia perkotaan. Kedua hal itu jadi memang membawa banyak keuntungan. Kita bekerja untuk dapet uang ...
Dunia-Unik

Seorang Kaskus Geek Yang Ingin Memberikan Informasi Unik-Unik di Sekitar Kalian!

Kumpulan Cerita Indomie yang Kocak dan Lucu banjaristi


Indomie... siapa yang gak kenal sama penganan khas Indonesia yang sudah mendunia ini Selain karena rasanya yang enak harganya juga murah Selain itu, ada beberapa Indomie khas daerah yang cuma diproduksi di daerah tertentu, contohnya kalo di tempat saya, Kalimantan Selatan, ada Indomie Soto Banjar Limau Kuit.... asemnya itu lho... kagak nahan Nah beberapa waktu ini lagi sepulchral iklan Indomie "Cerita Indomie-mu". Nah, di sini ada beberapa neh kumpulan cerita Indomie-mu yang kocak, unik, lucu, dan gokil...

Let's cekidot

1. CERITA INDOMIE KU
Waktu aku lagi kemah, aku kangen banget sama Indomie.
Terus, aku keluar perkemahan.
Sampai di warung terdekat, eh, Indomie nya habis.
Tanya di warung sebelahnya habis juga.
...Terpaksa deh beli Mie Sedaap.
Ternyata, Mie Sedap lebih enak dari Indomie
Itu cerita indomie ku. Apa cerita indomie mu??


2. Cerita Indomieku
Waktu itu aku dapat beasiswa kuliah ke Belanda. Suatu hari, bebeb saya nelpon. "Yank, kamu kangen gak sama aku? Udah lama gak ketemu " Terus aku jawab "yang pale aku kangenin, ya makan Indomie soto banjar" Bebeb saya marah: "jadi kamu gak kangen sama aku? Kalo begitu kita putus!"
Akhirnya saya ngejomblo di Belanda
Itu cerita indomie ku. Apa cerita indomie mu?

3. Cerita Indomie-ku
Tadi aku lapar... nyari nasi di dapur, habis... jadi mau beli Indomie ke warung di depan gang... Pas sampai warungnya tutup... Nyari ke warung yang agak jauh dikit, buka... tapi Indomienya habis... karena lapar terpaksa beli Sarimi Soto Koya... mantap... jadi berasa boat Charlie ST12... ternyata Sarimi lebih enak dari Indomie ♥
Itu cerita indomie ku. Apa cerita indomie mu?

4. Cerita Indomie-ku
Waktu kecil, pappy sering banget ngajakin aku nonton bola tengah malam. Waktu pappy nyuruh masak Indomie goreng buat berdua, ternyata Indomienya habis. Pas jalan ke warung, aku ketemu kuntilanak lagi makan Indomie. Lalu aku makan bareng dia... Ternyata dia pintar masak Indomie... Enyak enyak enyak
Itu cerita indomie ku. Apa cerita indomie mu?

5. Cerita Indomie-ku
Dulu wktu aku kecil, suka bnget makan Indomie...
Sekarang aku makin suka makan Indomie, jadi sekarang otak aku buntu karena kebanyakan makan bumbu Indomie yang banyak vetsinnya
Itu cerita indomie ku. Apa cerita indomie mu?

6. Cerita Indomie-ku
Dulu waktu aku masih duduk di bangku SMP...
Aku selalu bangun subuh untuk belajar...
tapi suatu hari aku lupa pasang alarm
sehingga aku telat bangun belajar dan sekolah,lalu papa
menyiram ku dengan kuah INDOMIE
Itu cerita indomie ku. Apa cerita indomie mu?

7. Cerita Indomie-ku
Pas rambutku gondrong, aku mau nyukur di tukang potong rambut di bawah pohon.
Karena gak hati-hati, rambutku kecukur semua.
Mama lalu bikinkan aku wig dari Indomie goreng.
Orang bilang, rambutku bagus, boat Sule...
Sekarang, 3 kali seminggu wig-nya aku ganti, ada yang rasa soto, Indomie goreng, slake bakar...
Itu cerita indomie ku. Apa cerita indomie mu?

8. Cerita Indomie-ku (Credit to Sujana)
Pas masih 3 tahun, rumahku kebanjiran... Dan pappy lebih memilih menyelamatkan sekardus Indomie dari pada menyelamatkan aku...
Itu cerita indomie ku. Apa cerita indomie mu?

9. Cerita Indomie-ku (Masih Credit to Sujana)
Pas dapat beasiswa kuliah di Italia, aku kangen banget sama Indomie... Tapi disana gak ada yang jual... Di salah satu toko, aku akhirnya beli Indomie yang udah direbonding, alias Spaghetti... Ternyata, Spaghetti lebih enak dari Indomie...
Itu cerita indomie ku. Apa cerita indomie mu?

Want more...? Part II of Cerita Indomie klik di sini

10. Cerita Indomie-ku
Dulu aku suka Indomie dulu aku memang suka (Ya-ya-ya)
Dulu aku gila Indomie dulu aku memang gila (Ya-ya-ya)

Sebelum vetsin-mu dapat merusakkan otak-ku (o-o, o-o)
Sebelum aku tahu vetsin-mu dapat menghancurkan otak-ku

Sekarang tak-tak-tak-tak
‘Ku tak mau tak mau tak-tak-tak-tak-tak
‘Ku tak mau tak mau tak (‘ku tak mau tak)
Sekarang tak-tak-tak-tak
‘Ku tak sudi tak sudi tak-tak-tak-tak-tak
‘Ku tak sudi tak sudi tak (‘ku tak sudi tak)
Itu cerita indomie ku. Apa cerita indomie mu?

11. Cerita Indomie-ku
Dulu, waktu pas bulan Ramadhan. sambil nunggu bedug maghrib, aku biasanya makan sebungkus Indomie...
Itu cerita indomie ku. Apa cerita indomie mu?

12. Cerita Indomie-ku
Dulu, tiap kali nonton  bola, pappy selalu bikinkan Indomie kesukaanku...
Sekarang nonton bola terasa berbeda..., sejak negara api menyerang...
Hanya avatar, ketua dari keempat elemen yang dapat menghentikannya...
Itu cerita indomie ku. Apa cerita indomie mu?

13.  Cerita Indomie-ku
Dulu, sejak kecil aku udah biasa disuapin Indomie sama ibuku... kadang juga di makan mentah-mentah... aku dan Indomie bagai pinang di belah 2... sampai suatu ketika aku tewas karena Indomie...
bukan karena keracunan indomie atau kolestrol...
tapi karena
ketabrak truk indomie...
Itu cerita indomie ku. Apa cerita indomie mu?

14.  Cerita Indomie-ku
Suatu hari aku ingin makan Indomie...
Kemudian aku segera menuju kompor gas untuk mulai masak...
Ehk ternyata gasnya habis. Aku esmosi banget. Ketika itu sayup-sayup kudengar suara teriakan KEBAKARAN!!!
Lalu aku bergegas mengambil panci & atmosphere kemudian berlari ke tempat kejadian
dan aku mulai masak indomie disana.
Itu cerita indomie ku. Apa cerita indomie mu?

15.  Cerita Indomie-ku
Waktu masih kecil, dulu aku sering makan Indomie bareng teman-teman, kadang ngak dimasak kadang dimasak, akhirnya aku KENA USUS BUNTU dan KANKER USUS bahkan 2 dari Teman saya sekarang meninggal, akibat kandungan MSG dan PENGAWET yang tinggi....

Itu cerita indomie ku. Apa cerita indomie mu?

16. Cerita Indomie-ku
Waktu aku liburan ke Jepang, aku lapar...
ku kira di situ ada warung mie indomie
eh ternyata itu bukan warung mie,
melainkan warung prostitusi...
Setelah aku datangi
ternyata aku ketemu sama Mie Yabi
Itu cerita indomie ku. Apa cerita indomie mu?

17. Cerita Indomie-ku
Dulu, aku dan pappy sering beli Indomie di warung... ada kari, ayam bawang, soto,... Tapi sekarang terasa berbeda, sejak ayah diejek penjaga warung "Laki kok suka yang rasa-rasa?!!!" Sejak saat itu kami makan Indomie gak pake bumbu...
Itu cerita indomie ku. Apa cerita indomie mu?

18. Cerita Indomie-ku
Pada suatu hari, aku pengen banget beli Indomie, aku pergi aja ke warung terdekat.
"Bang, ada Indomie?" "Ada" kata abangnya...
"Berapa?" "Seribu, dek"jawab abangnya...
"350 boleh bang....?"
  "Jangan di tawar"
Itu cerita indomie ku. Apa cerita indomie mu?

19. Cerita Indomie-ku
Dulu waktu ada bola ayah slalu bangunkan aku, dan ayah selalu membuatkan indomie ayam bawang lengkap dengan telor dan sawi,... lalu saat bola dimulai aku sangat serius menonoton nya, sangking serius nya aku ga kebagian indomie nya, akhirnya ayah hanya memberikan  kuah indomienya saja...
Itu cerita indomie ku. Apa cerita indomie mu?

20. Cerita Indomie-ku
Kemaren, saya dan temen saya pergi ke rumah Nadine.  Sambil ngobrol di teras, Nadine menghidangkan Indomie buat kami bertiga. Pas mau ambil sirup ke dapur, temen saya bilang "NADINE! Indomie buatan kamu... NUMERO UNO..."
Itu cerita indomie ku. Apa cerita indomie mu?

 Cerita Lucu Indomie Part II
...Dunia Baru... - Yang Mengendap

Jarang ada manusia yang bersikap gentle, mengakui kesalahan yang telah ia perbuat, meminta maaf lalu memperbaiki diri. Kebanyakan, manusia malah melimpahkan kesalahan pada orang lain. Ia berusaha ngeles, atau menghindar.

Akan lebih runyam lagi bila orang yang sebenarnya berada di pihak yang salah itu sudah merasa kuat, hebat, mampu dsb. Orang semacam ini, andaipun salah, biasanya tidak sekadar menyalahkan orang lain, tapi mengajak berdebat, bahkan menggertak pihak lain yang sebenarnya ia rugikan.

Anehkah jika ada manusia yang tidak mau disalahkan? Sebenarnya tidak aneh. Begitulah karakter manusia. Sejak dulu dan sampai nanti, pada hakikatnya manusia memang tidak pernah rela menerima hukuman atas apa-apa yang telah ia perbuat sendiri. Bagaimana cara kita menyikapi orang yang maunya menang sendiri dan tidak barangsedikitpun mau mengalah? Hanya ada tiga: Sabar, Sabar dan Sabar. Tak ada gunanya menghadapi mereka dengan kekerasan, karena kekerasan hanya akan melahirkan kekerasan berikutnya. Anggaplah tetangga yang berperilaku seperti ini sebagai ujian atas kesabaran kita. Lagipula, bukankah dengan sabar kita menjadi manusia yang dekat dengan Tuhan kita, Allah SWT?

Allah lah yang maha mengetahui, Ia tidak akan keliru menilai mana yang benar, mana yang salah. Allah tak akan salah menghukum makhluknya. Yang timbangan amal buruknya lebih berat akan dijebloskan ke dalam neraka, sedangkan yang amal baiknya lebih berat, dengan wajah tersenyum Allah janjikan masuk ke dalam syurga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya.

Tetapi, dasar manusia. Di akhirat nanti joke masih ada yang berusaha untuk menghindari hukuman, ngeles, dengan berbagai cara agar tidak dimasukkan ke dalam neraka. Misalnya, yaitu tadi: menyalahkan orang lain atas kesalahan yang jelas-jelas ia lakukan sendiri. Ia berharap Allah mengampuni, memaafkan bahkan menghapus dosanya karena ia berhasil menunjukkan orang lain sebagai penyebab utama kesalahannya. Jika bahasanya kita sederhanakan, mungkin dialognya akan seperti ini, “Ya Allah, saya tidak sholat bukan karena malas. Tapi karena saya sibuk mengurus anak-anak saya.” Atau, “Ya Allah, saya tidak berpuasa karena pekerjaan saya berat. Pokoknya, macam-macam alasan yang disampaikan dengan harapan terhindar dari hukuman.

Dan yang pale mudah digunakan sebagai taktik ngeles manusia untuk menghindari hukuman akibat ketidakpatuhannya kepada Allah adalah orang tua. Banyak ummat manusia yang merasa tidak bersalah jika tidak terbiasa sholat, tidak mampu mengaji, tidak hobi mendengar ceramah dsb hanya karena orang tuanya dulu tidak mengajarkan ilmu agama kepadanya. Karena itu, menurutnya, orang tua dan nenek moyangnyalah yang seharusnya bertanggung jawab kepada Allah.

Alasan seperti ini pula yang sudah Allah catat dan abadikan dalam Al Qur’an surat Al A’raf ayat 173. Pada ayat ini Allah telah mewanti-wanti agar tidak menyalahkan orang tua atau nenek moyang atas pembangkangan kita kepada Allah yang telah kita lakukan sendiri.

Mengapa kita tidak bisa menyalahkan orang lain, menuduh orang tua kita atau nenek moyang kita sehingga kita menjadi “kafir”? Bukankah mereka yang melahirkan dan mendidik kita? Jawaban atas pertanyaan itu bisa dilihat pada surat Al A’raf ayat 172. Allah berfirman: “Dan ingatlah ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi (tulang belakang) anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka (seraya berfirman), ‘Bukankah Aku ini Tuhanmu?’ Mereka menjawab, Betul, kami (roh-roh tersebut) bersaksi...”

Terlepas ada atau tidaknya campur tangan orang tua, nenek moyang, lingkungan, latarbelakang pendidikan, dsb, pada dasarnya kita harus menyadari bahwa roh dalam tubuh kita dulu telah bersaksi tentang Allah, dzat yang harus kita sembah dan tak boleh kita sekutukan. Maka, carilah kebenaran dan perbanyaklah kebajikan. Jangan menunggu diajak oleh orang lain. Ingat, di akhirat nanti, tak ada kesempatan lagi untuk ngeles.

Note: Tulisan ini pernah dimuat di buletin AN NUR, yang beredar di perumahan PURI GADING, BEKASI.

Renaldi Widanto