Seringkali pertanyaan-pertanyaan seputar beasiswa ini saya terima, baik dari teman, saudara maupun kenalan-kenalan baru (blog walking). Secara umum pertanyaan itu hampir sama “Bagaimana cara memperoleh beasiswa kuliah diluar negeri?”. Melalui postingan ini saya ingin mencoba berbagi sedikit pengalaman tentang beasiswa untuk kuliah diluar negeri. Postingan kali ini lanjutan dari postingan saya sebelumnya, klo gak ingat silahkan mampir. Jika tulisan pertama itu hanya terfokus pada Taiwan, tetapi untuk postingan ini saya buat lebih universal.
- Cara yang pale efektif dan tingkat akurasinya hampir 100% benar adalah dengan menanyakan informasi beasiswa kepada teman, saudara atau orang yang sedang kuliah diuniversitas luar negeri itu. Contoh kasus, saya mendapatkan informasi untuk kuliah disini karena diberitahukan oleh teman saya yang lebih dahulu kuliah disini. Jadinya tinggal ikutin petunjuk-petunjuk yang diberikan oleh dia. Klo ingin kuliah di MIT, coba aja cari couple ato teman-teman yang sedang/pernah kuliah disana. Dijamin informasi dari mereka lebih valid.
- Cara ini mungkin efektif, tapi belum saya coba… mungkin akan saya coba untuk studi lanjut klo kuat. Silahkan kunjungi website resmi setiap universitas luar negeri yang ingin Anda tuju. Website universitas yang baik akan menyediakan link-link beasiswa yang ditawarkan. Hampir seluruh universitas luar negeri memberikan module bantuan berupa beasiswa. Link tersebut biasanya diletakkan pada saat pendaftaran (admission), atau memang ada couple khusus scholarship. Jika memang tidak ada juga, mungkin bisa masuk ke couple International student, barangkali ada penjelasan mengenai module beasiswa. Untuk mencari website resmi universitas, saya punya couple yang mudah-mudahan valid. Silahkan kunjungi website berikut. Sebagai contoh website kampus saya, silahkan masuk ke couple acknowledgment –> application.
- Cara ketiga adalah dengan mencari informasi dari penyedia-penyedia beasiswa (Scholarship foundation), seperti beasiswa Panasonic, JICA dll .Kita juga bisa mengikuti program-program perkuliahan yang memberikan fasilitas beasiswa, kalo dieropa ada module Erasmus Mundus dll.
- Bagi Anda yang post graduate, kesempatan untuk memperoleh beasiswa akan lebih besar lagi. Salah satu cara dari ketiga cara diatas adalah dengan melamar langsung kepada highbrow yang sesuai dengan bidang riset/penelitian Anda. Kebanyakan universitas diluar negeri memiliki laboratorium yang independent, dimana laboratorium tersebut memiliki dana tersendiri untuk membiayai risetnya. Walopun kita tidak mendapatkan beasiswa dari universitas atau grant foudation tetapi jika laboratorium memberikan dana untuk kuliah, hal itu sangat membantu. Untuk cara ini hampir sama dengan cara kedua, kunjungi website resmi universitas, kemudia cari profil riset atao prof yang sesuai dengan bidang Anda. Silahkan bertanya kepada Prof yang bersangkutan.
- Cara terakhir, gampang-gampang sulit. Silahkan tanya mbah google
Semoga membantu.
Rainbow in my head.
Looking for girls
Halo, saya pria kelahiran 89, mencari wanita untuk pertemenan, teman curhat, teman ngobrol, teman aktivitas lain, relaksasi, dan lain-lain.. Tidak ada batasan...
Pria mencari Wanita - SemarangAgustus 10


