Sindir Syahrini, Marcel Pantang Bawa Pacar Sewaan
May 9, 2012
Rabu, 9 Mei 2012 20:44 wib
Egie Gusman - BeritaMusik
JAKARTA- Aktor sekaligus presenter Marcel Chandrawinata mengaku tidak setuju dengan kekasih sewaan seperti yang dituduhkan kepada Syahrini.
"Enggaklah, ngapain improving bawa teman saja, mau ikut enggak. Daripada sewa improving enggak usah dibawa saja," ujarnya saat ditemui di Central Park, Jakarta Barat, Rabu (9/5/2012).
Adik Nadine Chandrawinata itu mengaku lebih senang memberitahu kepada publik dengan apa yang dimiliki sekarang ini. Bila tidak memiliki kekasih, dirinya tidak mau memaksakan membawa pacar sewaan.
"Gue orangnya apa yang ada sekarang, itu yang akan gue kasih tahu ke orang. Kalau enggak ada buat apa," paparnya.
Sebagai publik figur, bintang film Catatan Akhir Sekolah itu menekankan tidak suka membohongi publik karena dirinya juga tidak suka dibohongi.
"Gue namanya ngebohongin publik, orang gue saja enggak suka dibohongin publik apa lagi ngebohongin," tekannya.
Syahrini kembali menjadi perhatian ketika memperkenalkan pria asal Malaysia yang diakuinya sebagai kekasih. Namun, pria yang dipanggil Bubu oleh Syahrini itu dituding hanya rekayasa Syahrini. Pria berkepala plontos itu diduga berasal dari Indonesia dan hanya disewa Syahrini untuk tampil di depan wartawan di pernikahan adiknya.
(rik)Helfi Kardit Soroti TKW Secara Positif
March 12, 2012
BeritaMusik.com - Sutradara Helfi CH Kardit mulai pengambilan gambar film terbarunya AKU MAU IBU PULANG di kawasan Bundaran HI Jakarta, Minggu (11/03/2012).
Helfi mengatakan film terbarunya itu seluruhnya akan mengambil lokasi di Jakarta, selain kawasan Bundaran HI juga di daerah Radio Dalam, Cawang dan Kramat Sention.
"Film ini memang mengisahkan anak Jakarta yang berjuang membantu ekonomi keluarga karena ayahnya sakit diabetes akut, sedangkan ibunya bekerja di luar negeri sebagai TKW," katanya setelah usai pengambilan gambar.
Namun, Helfi mengatakan film AKU MAU IBU PULANG akan memiliki rasa berbeda dari film-film yang bergenre sama sebelumnya. "Konsep utamanya adalah sesuatu yang wajar, tidak berlebihan atau didramatisasi," katanya.
Melalui konsep 'wajar' itu, ia ingin mengisahkan Si Jempol (Ikhsan) sebagai anak yang merindukan ibunya, tetapi tetap berusaha menjadi anak yang menyenangkan.
Meskipun mengangkat kisah anak yang ditinggal bekerja ibunya sebagai TKW di luar negeri, Helfi menolak menyebutkan film terbarunya itu sebagai kritik terhadap pengiriman TKW.
"Saya tidak menganggap menjadi TKW adalah sesuatu yang negatif, justru malah harus diapresiasi karena itu adaIah suatu perjuangan. Ibu yang menjadi TKW dalam film ini kami soroti dari sisi positif," lanjut Helfi.
Selain bintang cilik Ikhsan, Helfi juga menggandeng aktor dan aktris lain, seperti Tora Sudiro, Nadine Chandrawinata dan Happy Salma, namun ia belum bersedia menjelaskan pembagian peran mereka. "Masih menunggu kepastian dari pihak mereka," katanya.
Melihat perjalanan karir Helfi yang dikenal sebagai spesialis film horor, tahun 2012 ini akan menjadi movement baginya karena dua film garapannya yang bergenre play akan rilis bersamaan dalam waktu berdekatan, AKU MAU IBU PULANG pada 24 Mei dan BROKEN HEART pada 3 Mei. (antara/dar)
‘Diancam’ Nadine, Marcell Chandrawinata Tunda Nikah
January 31, 2012
JAKARTA- Marcell Chandrawinata ternyata sudah kebelet untuk segera menikah. Katanya, hidup terasa belum sempurna jika belum menikah.
"Inginnya nikah, kalau belum nikah siklus hidup belum komplet," ujar Marcell ketika ditemui di Studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (31/1/2012).
Namun saat ini keinginannya tersebut belum bisa terealisasi lantaran dia belum memiliki pasangan. Selama ini bintang film Catatan Akhir Sekolah itu memang agak selektif memilih pasangan.
"Gue harus cari yang ‘klik’ dulu, ketemu benar-benar suka, sifatnya gue suka, itu jodoh gue berarti. Sulit sih, improving yang sulit daripada kandas di tengah jalan, banyak banget perceraian," tandasnya.
Tapi bila keinginannya dapat terealisasi tahun ini atau tahun depan, Marcell juga harus menunggu kakaknya, Nadine Chandrawinata menikah. Kata Marcell, kakak tercintanya itu tidak mau dilangkahi.
"Inginnya tahun depan, atau tahun ini. Kalau orang Jawa enggak boleh ngelangkahin, Nadine bilang jangan ngelangkahin," tandasnya.
(rik)
Nadine Chandrawinata Larang Marcell Nikah
January 31, 2012
BeritaMusik.COM, Jakarta - Marcell Chandrawinata pasang aim menikah. Namun, Marcell dilarang Nadine Chandrawinata untuk nikah mendahuluinya.
"Inginnya tahun ini atau tahun depan. Tetapi kalau kata orang Jawa, nggak boleh ngelangkahin, Nadine bilang jangan nikah mendahuluinya," ujar Marcell di RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (31/1).
Namun melihat banyaknya perceraian di kalangan selebritis membuat aktor film Alexandria ini berpikir ulang untuk buru-buru menikah.
"Kalau belum nikah siklus hidup belum komplit. Tapi gue harus cari yang klik dulu, ketemu benar-benar suka. Sulit sih, tapi improving yang sulit dari pada kandas di tengah jalan. Kan, banyak banget perceraian," terangnya. aji
Nadine Chandrawinata Usir Marah Dengan Melukis?
November 13, 2011
BeritaMusik.com - Selain pecinta olahraga diving, ternyata Nadine Chandrawinata juga seorang penggemar seni lukis. Putri Indonesia tahun 2005 ini mengaku bahwa kesenangannya melukis sebenarnya sudah mulai muncul sejak kecil, namun dia baru getol menyalurkannya ketika masuk bangku kuliah.
Bagi wanita kelahiran Hannover, 8 Mei 1984 ini, melukis adalah satu pelampiasan amarah yang efektif. Pasalnya, sejak kecil dia sudah punya kebiasaan melampiaskan emosi dengan melukis. Hal ini tentunya lebih positif dibandingkan kegiatan tawuran yang kini banyak menjangkiti anak Indonesia.
"Aktif kuliah, tapi dari kecil memang sering nemenin mom melukis. Selain itu karena ketertarikan sama warna. Dan mom bilang kalo lagi marah lampiaskan lewat lukisan. Dari situ kebiasaanku," ungkap Nadine saat ditemui di acara syukuran dan syuting perdana film AZRAQ, Tebet Raya, Jakarta Selatan, Jumat (11/11) kemarin.
Untuk urusan aliran lukisan, Nadine mengakui bahwa dirinya cenderung tertarik pada aliran abstrak dan dia joke juga punya kekhasan sendiri dalam menghasilkan karya. Selama ini, dia juga telah mengikuti banyak kegiatan untuk mengasah kemampuan melukisnya dengan berbagai cara. (BM/hen/ris)
Mario Irwinsyah Terlibat Human Trafficking?
November 13, 2011
BeritaMusik.com - Film terbaru berjudul AZRAQ yang kini baru memasuki tahap awal syuting ini memang unik untuk diikuti. Berlatar belakang kehidupan TKW, film ini mengangkat banyak hal yang menarik dan benar-benar nyata terjadi dalam masyarakat, seperti halnya peran yang dimainkan oleh Mario Irwinsyah ini.
Berperan sebagai Ricky, seorang pemuda yang berlatar belakang LSM, putra Ida Leman ini harus dihadapkan pada kasus tellurian trafficking. Kekasih Ricky adalah seorang wartawan yang rela mengorbankan diri untuk sebuah data. Hal inilah yang kemudian memicu konflik.
"Sebagai pemuda bernama Ricky yang latar belakangnya LSM, pacar kebetulan wartawan dan rela mengorbankan diri untuk sebuah data. Jadi ini kasus tellurian trafficking," ungkapnya saat ditemui di acara syukuran dan syuting perdana film AZRAQ, Tebet Raya, Jakarta Selatan, Jumat (11/11) kemarin.
Dalam film ini, Mario akan dipasangkan dengan mantan Putri Indonesia 2005, Nadine Chandrawinata. Untuk mendalami karakter dan membangun chemistry dengan Nadine, Mario joke mengakui bahwa dirinya tidak terlalu sukar, dan cukup hanya dengan banyak mengobrol dengan lawan mainnya.
"Di sini ada action, play jadi banyak ngobrol sama Nadine," lanjutnya. (BM/hen/ris)
"Azraq", Film Aksi yang Memberi Nilai
November 12, 2011
JAKARTA, BeritaMusik.com - Peliknya masalah TKW (Tenaga Kerja Wanita) di Tanah Air, membuat Brajamusti Entertain tergelitik untuk mengangkatnya sebagai sebuah film. Dibantu oleh sutradara comparison Dedi Sutiadi.
Film ini bisa menjadi alternatif tontonan bagi pecinta film Tanah Air karena mengangkat genre action, dengan bumbu cinta di dalamnya. Dibintangi dari anggota PARFI (Persatuan Artis Film Indonesia) seperti Elma Theana juga ketuanya, Aa Gatot Braja Musti.
"Film ini dari waktu Aa Gatot mau jadi ketua umum, 'ya saya punya program' katanya, mau mengajak orang Parfi categorical film lagi. Sesuatu yang kongkrit karena langsung diwujudkan sekarang ya," ujar sang sutradara saat jumpa wartawan di Kemang, Jakarta, Jumat (11/11/2011).
Film ini bercerita tentang penyelundupan TKW dan human traficking. Fanny (Nadine Chandrawinata) seorang contributor coba menyelusup masuk ke tengah sindikat. Ada juga Ricky (Mario Irwinsyih) seorang aktivis LSM yang banyak membantu Fanny.
Ada pula Aa Gatot, yang menjadi pemilik pesantren di mana menjadi tumpuan para orangtua para TKW yang bingung karena anaknya hilang tiada kabar.
Azraq diharapkan bisa bentuk partisipasi aktif dari komunitas seni umumnya dan PARFI khusunya untuk membantu pemerintah dalam melakukan kampanye preventif agar tidak banyak korban yang jatuh.
"Niatnya film action tapi gak mungkin hanya berkelahi, mau menyampaikan sesuatu pada masyarakat," pungkas Aa Gatot.
Nadine Chandrawinata Prihatin Nasib TKW
November 12, 2011
BeritaMusik.com - Bermain dalam film AZRAQ rupanya membawa kesan tersendiri bagi Nadine Chandrawinata. Menurutnya, film ini sangat sesuai dengan refleksi kehidupan yang dialami oleh para TKW yang bekerja di luar negeri. Dia joke mengaku telah melakukan observasi untuk syuting film ini.
"Film ini melakukan riset juga di tempat-tempat yang memang khusus dan juga talk terhadap korban TKW. Jadi ya kita sebagai penyambung mereka," ungkapnya saat ditemui di acara syukuran dan syuting perdana film AZRAQ, Tebet Raya, Jakarta Selatan, Jumat (11/11) kemarin.
Selanjutnya, Nadine juga mengungkapkan keprihatinannya pada nasib TKW yang belakangan ini semakin memprihatinkan. Lewat film ini, dia berharap akan timbul sebuah pemikiran dan kesadaran dari berbagai pihak untuk turut serta dalam memperjuangkan kelayakan hidup para pahlawan devisa tersebut.
Selanjutnya, Nadine juga menyoroti masalah legalitas para tenaga kerja yang dikirim ke luar negeri. Hal ini seharusnya juga menjadi perhatian pemerintah dan warga Indonesia. Pasalnya, tenaga kerja yang ilegal sangat rentan terhadap berbagai ancaman kekerasan dan masalah kewarganegaraan.
"Aku memposisikan sebagai perempuan yang punya hak untuk berbicara, dan hidup. Aku berharap ada keadilan dan pemerintah bisa mempertanggungjawabkannya dan tegas untuk menyeleksi TKW agar gak illegal," lanjut Nadine. (BM/hen/ris)
Nadine Chandrawinata Berjuang Lewat Lukisan!
November 12, 2011
BeritaMusik.com - Memperjuangkan dan menunjukkan kepedulian kepada sesama memang tidak selalu haru dengan cara yang mahal dan berat. Hal inilah yang dibuktikan oleh Nadine Chandrawinata, yang mengaku memperjuangkan dan membuktikan eksistensi kaum perempuan lewat hobinya, yaitu melukis.
Menurut Nadine, dengan mencetak prestasi di bidang yang positif, maka kita akan dapat membuktikan kepada dunia bahwa kita mampu. Dengan berprestasi di segala bidang, maka kita dapat membuktikan pada dunia bahwa perempuan adalah sosok yang tegar dan berdedikasi tinggi.
"Aku kerja sama dengan LSM yang memang konsen ke pemberdayaan perempuan. Yang bisa aku lakukan di bidang seni dengan melukis," ungkap Nadine saat ditemui di acara syukuran dan syuting perdana film AZRAQ, Tebet Raya, Jakarta Selatan, Jumat (11/11) kemarin.
Selanjutnya, Nadine juga menegaskan bahwa kerjasama yang dilakukannya dengan LSM perempuan itu juga bisa menjadi kepanjangan tangan dari usaha perjuangan nasib para TKW di luar negeri. Dia joke mengaku telah melakukan observasi langsung untuk mencari tahu tentang kehidupan para pahlawan devisa tersebut.
"Terjun langsung ke TKW, aku sering bertanya karena aku orangnya pengen tahu. Ya di sini aku mencoba untuk menjadi perpanjang tangannya mereka," lanjutnya. (BM/hen/ris)
Film Azraq Ingin Saingi Rambo
November 12, 2011
JAKARTA- Tak mau kalah dengan film movement luar negeri, Gatot Brajamusti membuat film movement berjudul Arzaq.
Meski sibuk menjadi Ketua Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi), Aa Gatot tetap menyempatkan diri menjadi produser film Arzaq. Dia menggandeng Dedi Setiadi sebagai sutradara.
Film ini bercerita tentang sindikat perdagangan manusia, dan kisah pilu yang dialami Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Tak heran, cerita film disadur dari berbagai kisah nyata para TKI yang bekerja di luar negeri.
"Ini film movement tapi tentu bukan cuma tentang berkelahi. Tapi juga harus ada ceritanya. Kita gabungkan cerita kisah nyata. Mulai dari proses rekruitmen TKI ilegal, modus yang pernah ada di negara kita," jelas sang sutradara, Dedi Setiadi usai syukuran film Azraq di Tebet, Jakarta, Jumat (11/11/2011).
Sejumlah artis comparison seperti Piet Pagau, HIM Damsyik, beradu akting dengan juniornya seperti Mario Irwinsyah, Nadine Chandrawinata, Elma Theana, dan Yama Carlos. Menurut Dedi, film ini menandingi kehebatan film movement Amerika, Rambo.
"Azraq itu nama orang. Ingin seperti Rambo versi Indonesia. Tapi film ini enggak ada unsur politisnya seperti Rambo. Film ini murni ingin angkat tema betapa berbahayanya sindikat perdagangan manusia," tandasnya.(rik)


