Mario Irwinsyah Sering Dikritik Ida Leman
November 14, 2011
BeritaMusik.com - Menjadi seorang putra pasangan artis nampaknya menjadi suatu beban tersendiri bagi Mario Irwinsyah yang merupakan putra pasangan artis Irwinsyah dan Ida Leman ini. Mario mengungkapkan bahwa aktingnya sering di kritik oleh kedua orang tuanya itu.
"Banget. Pernah ada satu titik dia (Ida Leman) gak pernah puas. Komentar terus tapi ya gak masalah karena jadi tau untuk pembenahan yang lebih baik," jelas Mario kepada tim BeritaMusik.com™ di lokasi syuting film AZRAQ yang disutradarai oleh Dedi Sutiadi ini.
Selain itu, Mario juga mengungkapkan bahwa kualitas aktingnya sering dibanding-bandingkan dengan akting sang ibu, Ida Leman. Namun, Mario dengan besar hati menerima kritikan sang ibu karena dia yakin bahwa sang ibu memang lebih mengetahui seluk-beluk dunia akting lebih dari dirinya.
"Banget, sering sekali. Tapi ya kalo memang argumen dia bener gak dibantah. Kalo memang kesalahannya ada di script, modifying ya dia pasti ngerti.
Belakangan ini uda jarang komplain, tapi tetep masih ada," ungkap Mario.
Namun, walaupun sering beradu argumen mengenai akting, Mario mengaku bahwa sang ibu sangat mendukung karirnya di dunia ini. Dia menambahkan bahwa sang ibulah yang menyuruhnya untuk terus aktif untuk syuting. (BM/hen/nic)
Mario Irwinsyah Jajal Peran di Balik Layar
November 14, 2011
BeritaMusik.com - Banyak artis yang sekarang tengah menjajal keahliannya di balik layar. Setelah Astrid Tiar menjadi sutradara dalam film 7 CARA BERCINTA, Mario Irwinsyah juga mengungkapkan minatnya untuk menjajal bekerja di balik layar.
Dalam film AZRAQ, Mario tidak hanya melakoni peran saja. Namun, Dedi Sutiadi, sang sutradara film, ini memberikan kesempatan untuk mengutak-atik book film tersebut agar menjadi lebih baik. Bahkan, Mario yakin bahwa dirinya akan menghentikan kegiatannya di dunia syuting untuk mengambil sekolah untuk menapakkan langkahnya untuk lebih berperan di balik layar.
"Di film ini, Kang Dedi bilang ke gue ini ada book dibaca dan coba kasih choice siapa tau ada yang diubah untuk jadi lebih baik. Dedi sangat open," ungkapnya saat ditemui oleh tim BeritaMusik.com™ saat syuting perdana film AZRAQ arahan Dedi Sutiadi ini.
Memiliki peran di balik layar nampaknya bukan yang pertama dilakoni oleh Mario Irwinsyah di film ini. Mario mengungkapkan bahwa sebelumnya dirinya pernah dua kali menjadi assisten sutradara.
"Sudah pernah dua kali jadi astrada (assisten sutradara). Jadi uda pernah dicoba dan uda tau salahnya," jelas artis putra pasangan Ida Leman dan Irwinsyah ini. (BM/hen/nic)
Mario Irwinsyah Tinggalkan Syuting Demi Sekolah
November 14, 2011
BeritaMusik.com - Pendidikan memang merupakan salah satu hal yang terpenting dari hidup manusia. Begitu pula dengan apa yang dirasakan oleh Mario Inrwinsyah. Putra dari pasangan Irwinsyah dan Ida Leman ini rela meninggalkan syuting demi sekolah.
Ditemui di acara syukuran dan syuting perdana film AZRAQ, Jakarta Selatan, Jum'at (11/11), Mario Irwinsyah menyatakan bahwa dirinya siap untuk "menangguhkan" dunia party sementara waktu. Dia mengungkapkan bahwa hal itu akan ditempuhnya demi untuk melanjutkan sekolahnya.
"Rencananya memang pengen ambil sekolah. Semoga bisa jadi produser, director, sutradara, ya lihat nantilah kan ada stepnya," ungkapnya kepada tim BeritaMusik.com™.
Meskipun masih belum tahu akan melanjutkan bersekolah di mana, namun Mario berharap agar dirinya bisa melanjutkan sekolah di luar negeri. Agar impiannya ini terwujud, Mario berharap agar harga Dollar masih tetap turun.
"Di manapun lah, sekarang apapun dijual buat sekolah. Maunya di luar (negeri) kalo memang Dollar tetap masih turun," ungkap Mario sambil diiringi tawanya. (BM/hen/nic)
Elma Theana Ingin Jadi Penulis
November 14, 2011
BeritaMusik.com - Selain sibuk dengan film terbarunya yang berjudul AZRAQ, Elma Theana rupanya juga banyak menyibukkan diri dengan kegiatan lain. Sebagai ibu rumah tangga yang notabene memiliki cukup waktu di rumah, wanita 37 tahun ini mengaku banyak mengisi waktunya dengan mengikuti kegiatan masyarakat dan menulis.
Terkait dengan hobinya menulis, Elma mengaku telah melakukannya dengan sepenuh hati. Hingga saat ini banyak karya yang telah dihasilkannya, namun dia masih belum tahu bagaimana mengemas karyanya agar dapat diketahui oleh masyarakat luas.
"Saya juga suka nulis, suka melakukan observasi. Banyak banget buku-buku saya. Tapi saya bingung cara ngemasnya," ungkapnya saat ditemui dalam syukuran dan syuting perdana film AZRAQ di Tebet Raya, Jakarta Selatan, Jumat (11/11).
Wanita bernama lengkap Elma Theana Yuliantina ini memang mengakui bahwa dirinya belum cukup percaya diri untuk memasarkan karyanya secara luas. Namun dia berharap karyanya akan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Selama ini, tulisan yang banyak diangkatnya adalah yang bertema alam.
"Iya. Saya berharap suatu saat nanti apa yang saya tulis bisa memberikan manfaat kepada orang lain. Membaca alam, dan memikirkan apa hikmahnya. Sampai hal-hal yang jarang dilakukan orang ya. Jadi ini juga terbiasa untuk ada masalah saya memikirkan pasti ada hikmahnya," tutupnya. (BM/hen/ris)
Elma Theana: Sesibuk Apapun Harus Berkarya!
November 14, 2011
BeritaMusik.com - Kembali menekuni dunia entertainment, Elma Theana mengaku sangat antusias. Wanita yang kini telah berjilbab ini bahkan mengatakan bahwa karya adalah salah satu bentuk pembuktian dirinya sebagai seorang manusia.
Dalam film keempatnya ini, Elma Theana akan memerankan tokoh ibu dalam film besutan AA Gatot Bradjamusti. Dia merasa tidak canggung bekerja sama dengan AA Gatot karena sebelumnya sempat berada dalam satu padepokan yang sama.
"AA Gatot uda seperti kakak, saudara. Karena saya satu padepokan sama AA, merasakan kehangatannya dan sudah akrab.
Senegatif apapun kita di luar kata orang tapi kita harus punya karya. Jadi ini adalah salah satu buktinya," ungkap Elma ketika ditemui dalam syukuran dan syuting perdana film AZRAQ di Tebet Raya, Jakarta Selatan, Jumat (11/11).
Ketika ditanya apa kesibukannya saat ini, wanita yang kini berusia 37 ini mengaku hanya sibuk sebagai ibu rumah tangga. Selain mengemban tugas sebagai ibu rumah tangga, Elma juga aktif dalam berbagai kegiatan masyarakat seperti pengajian dan perkumpulan warga.
"Saya ibu rumah tangga, ikut pengajian-pengajian. Saya ikut 2 arisan. Arisan yang satu ini kita juga gak cuma ngumpul-ngumpul aja, tapi juga berkegiatan sosial. Misalnya, kita ke Lombok, buat satu kegiatan dan dana sebagian disisihkan untuk diberikan kepada yang memerlukan. Satu lagi arisannya baru kumpul-kumpul. Jadi biar balance," ungkapnya. (BM/hen/ris)
Mario Irwinsyah Ikut Menulis Script ‘AZRAQ’?
November 13, 2011
BeritaMusik.com - Berperan sebagai seorang pemuda yang berlatar belakang LSM, Mario Irwinsyah mengaku tidak mengalami kesulitan. Pasalnya, dia sendiri telah memiliki latar belakang sebagai aktivis LSM. Hal ini tentu saja memudahkan perannya sebagai Ricky dalam film terbaru yang berjudul AZRAQ.
"Untung banget kemarin dari Belitung dan ada temen yang ngajak ikutan LSM di daerah-daerah," ungkap Mario saat ditemui di acara syukuran dan syuting perdana film AZRAQ, Tebet Raya, Jakarta Selatan, Jumat (11/11) kemarin.
Ketika ditanya tentang kesulitan yang dihadapinya dalam memerankan adegan dalam film ini, Mario mengaku tidak ada. Menurutnya, satu-satunya kesulitan yang dialaminya adalah ketika dirinya harus terlibat dalam proses utak-atik naskah. Namun demikian, dia mengaku bangga dengan hasil kerjanya.
"Gak terlalu banyak walaupun banyak adegan action. Sulitnya aku terlibat utak atik book juga. Dan kang Deddy (sutradara) approve saran aku," lanjutnya. (BM/hen/ris)
Nadine Chandrawinata Usir Marah Dengan Melukis?
November 13, 2011
BeritaMusik.com - Selain pecinta olahraga diving, ternyata Nadine Chandrawinata juga seorang penggemar seni lukis. Putri Indonesia tahun 2005 ini mengaku bahwa kesenangannya melukis sebenarnya sudah mulai muncul sejak kecil, namun dia baru getol menyalurkannya ketika masuk bangku kuliah.
Bagi wanita kelahiran Hannover, 8 Mei 1984 ini, melukis adalah satu pelampiasan amarah yang efektif. Pasalnya, sejak kecil dia sudah punya kebiasaan melampiaskan emosi dengan melukis. Hal ini tentunya lebih positif dibandingkan kegiatan tawuran yang kini banyak menjangkiti anak Indonesia.
"Aktif kuliah, tapi dari kecil memang sering nemenin mom melukis. Selain itu karena ketertarikan sama warna. Dan mom bilang kalo lagi marah lampiaskan lewat lukisan. Dari situ kebiasaanku," ungkap Nadine saat ditemui di acara syukuran dan syuting perdana film AZRAQ, Tebet Raya, Jakarta Selatan, Jumat (11/11) kemarin.
Untuk urusan aliran lukisan, Nadine mengakui bahwa dirinya cenderung tertarik pada aliran abstrak dan dia joke juga punya kekhasan sendiri dalam menghasilkan karya. Selama ini, dia juga telah mengikuti banyak kegiatan untuk mengasah kemampuan melukisnya dengan berbagai cara. (BM/hen/ris)
Mario Irwinsyah Terlibat Human Trafficking?
November 13, 2011
BeritaMusik.com - Film terbaru berjudul AZRAQ yang kini baru memasuki tahap awal syuting ini memang unik untuk diikuti. Berlatar belakang kehidupan TKW, film ini mengangkat banyak hal yang menarik dan benar-benar nyata terjadi dalam masyarakat, seperti halnya peran yang dimainkan oleh Mario Irwinsyah ini.
Berperan sebagai Ricky, seorang pemuda yang berlatar belakang LSM, putra Ida Leman ini harus dihadapkan pada kasus tellurian trafficking. Kekasih Ricky adalah seorang wartawan yang rela mengorbankan diri untuk sebuah data. Hal inilah yang kemudian memicu konflik.
"Sebagai pemuda bernama Ricky yang latar belakangnya LSM, pacar kebetulan wartawan dan rela mengorbankan diri untuk sebuah data. Jadi ini kasus tellurian trafficking," ungkapnya saat ditemui di acara syukuran dan syuting perdana film AZRAQ, Tebet Raya, Jakarta Selatan, Jumat (11/11) kemarin.
Dalam film ini, Mario akan dipasangkan dengan mantan Putri Indonesia 2005, Nadine Chandrawinata. Untuk mendalami karakter dan membangun chemistry dengan Nadine, Mario joke mengakui bahwa dirinya tidak terlalu sukar, dan cukup hanya dengan banyak mengobrol dengan lawan mainnya.
"Di sini ada action, play jadi banyak ngobrol sama Nadine," lanjutnya. (BM/hen/ris)
"Azraq", Film Aksi yang Memberi Nilai
November 12, 2011
JAKARTA, BeritaMusik.com - Peliknya masalah TKW (Tenaga Kerja Wanita) di Tanah Air, membuat Brajamusti Entertain tergelitik untuk mengangkatnya sebagai sebuah film. Dibantu oleh sutradara comparison Dedi Sutiadi.
Film ini bisa menjadi alternatif tontonan bagi pecinta film Tanah Air karena mengangkat genre action, dengan bumbu cinta di dalamnya. Dibintangi dari anggota PARFI (Persatuan Artis Film Indonesia) seperti Elma Theana juga ketuanya, Aa Gatot Braja Musti.
"Film ini dari waktu Aa Gatot mau jadi ketua umum, 'ya saya punya program' katanya, mau mengajak orang Parfi categorical film lagi. Sesuatu yang kongkrit karena langsung diwujudkan sekarang ya," ujar sang sutradara saat jumpa wartawan di Kemang, Jakarta, Jumat (11/11/2011).
Film ini bercerita tentang penyelundupan TKW dan human traficking. Fanny (Nadine Chandrawinata) seorang contributor coba menyelusup masuk ke tengah sindikat. Ada juga Ricky (Mario Irwinsyih) seorang aktivis LSM yang banyak membantu Fanny.
Ada pula Aa Gatot, yang menjadi pemilik pesantren di mana menjadi tumpuan para orangtua para TKW yang bingung karena anaknya hilang tiada kabar.
Azraq diharapkan bisa bentuk partisipasi aktif dari komunitas seni umumnya dan PARFI khusunya untuk membantu pemerintah dalam melakukan kampanye preventif agar tidak banyak korban yang jatuh.
"Niatnya film action tapi gak mungkin hanya berkelahi, mau menyampaikan sesuatu pada masyarakat," pungkas Aa Gatot.
Nadine Chandrawinata Prihatin Nasib TKW
November 12, 2011
BeritaMusik.com - Bermain dalam film AZRAQ rupanya membawa kesan tersendiri bagi Nadine Chandrawinata. Menurutnya, film ini sangat sesuai dengan refleksi kehidupan yang dialami oleh para TKW yang bekerja di luar negeri. Dia joke mengaku telah melakukan observasi untuk syuting film ini.
"Film ini melakukan riset juga di tempat-tempat yang memang khusus dan juga talk terhadap korban TKW. Jadi ya kita sebagai penyambung mereka," ungkapnya saat ditemui di acara syukuran dan syuting perdana film AZRAQ, Tebet Raya, Jakarta Selatan, Jumat (11/11) kemarin.
Selanjutnya, Nadine juga mengungkapkan keprihatinannya pada nasib TKW yang belakangan ini semakin memprihatinkan. Lewat film ini, dia berharap akan timbul sebuah pemikiran dan kesadaran dari berbagai pihak untuk turut serta dalam memperjuangkan kelayakan hidup para pahlawan devisa tersebut.
Selanjutnya, Nadine juga menyoroti masalah legalitas para tenaga kerja yang dikirim ke luar negeri. Hal ini seharusnya juga menjadi perhatian pemerintah dan warga Indonesia. Pasalnya, tenaga kerja yang ilegal sangat rentan terhadap berbagai ancaman kekerasan dan masalah kewarganegaraan.
"Aku memposisikan sebagai perempuan yang punya hak untuk berbicara, dan hidup. Aku berharap ada keadilan dan pemerintah bisa mempertanggungjawabkannya dan tegas untuk menyeleksi TKW agar gak illegal," lanjut Nadine. (BM/hen/ris)


