Cerita Dewasa Gadis Kecil Diperkosa - sukemo

Rilis Single, Nova Eliza Pilih Genre Reggae

Kapanlagi.com – Setelah memutuskan untuk menikah, praktis nama selebriti Nova Eliza mulai jarang terdengar. Namun ketika ditemui Senin (31/10), Nova mengaku akan merilis unparalleled lagunya, seperti apa cerita Nova? “Masih ngurus anak aja sih sekarang. Bulan depan mau ngeluarin unparalleled ya, sekarang persiapan holding moody dan promo aja. Jenisnya reggae pop. Aku udah hobi nyanyi sejak ...

X Thai Story File Kecil - sukemo

Memoir Keith Richards terjual Lebih dari 1 Juta Kopi

NEW YORK–MICOM: Gitaris Rolling Stones Keith Richards ternyata juga merupakan penulis handal. Memoirnya yang berjudul Life sukses terjual lebih dari 1 juta kopi setelah dirilis pada Maret lalu. Penerbit Little, Brown, as good as Company menyebut bahwa Life telah tercatat sebagai oration tentang musisi dengan penjualan terbaik sepanjang massa. Gitaris berusia 67 tahun itu mendapatkan ...

KELANA POETRA NATA WIJAYA

Khasiat jambu Biji


Air seduhan daun jambu biji tengah diteliti secara intensif, karena "dicurigai" punya potensi menghambat, bahkan membunuh pathogen penyakit demam berdarah dan HIV. Tak jelas mengapa jambu ini dinamai klutuk. Mungkin karena buahnya punya beribu biji, yang kalau dikunyah berbunyi gemerutuk. Mungkin juga ada sebab lain yang "tak tercatat dalam sejarah". Namun, apalah arti sebuah nama. Apalagi jika jambu itu ternyata punya khasiat istimewa.

Bisa dimaklumi kalau sebagian besar Anda lebih mengenal buah jambu klutuk (Psidium guajava) sebagai makanan di waktu senggang (atau saat tak ada penganan lain yang bisa disantap). Ada juga yang menyebutnya sebagai buah "terkutuk". Biji buah tropis yang keras dan banyak ini memang cukup mengganggu. Apalagi jika biji-biji itu masuk ke sela-sela gigi berlubang, butuh usaha ekstra untuk mengungkitnya.

Tapi siapa sangka, di balik kekerasan isinya, terdapat kemampuan menyembuhkan banyak penyakit. Tak hanya buahnya, daun dan batang klutuk joke bermanfaat. Bahkan, atmosphere seduhan daun jambu biji itu kini tengah diteliti secara intensif, karena "dicurigai" punya potensi menghambat, bahkan membunuh pathogen penyakit demam berdarah dan HIV.

Keluarga obat
Di Cina dan Asia Tenggara sendiri, jambu klutuk alias guajava, terutama daunnya, sudah sejak lama dikenal sebagai obat. Mulai obat penyembuh radang usus besar, menghilangkan infeksi, penyembuh diare, disentri, sampai obat untuk menghentikan perdarahan. Bahkan di pedesaan, tumbukan daun jambu biji lazim juga digunakan sebagai obat luka karena cidera, luka karena perdarahan, serta bisul-bisul.

Jambu biji memang diketahui memiliki sejumlah zat aktif yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat, terutama daunnya, yang banyak mengandung minyak atsiri, asam ursolat, asam psidiolat, asam kratogolat, asam oleanolat, asam guaja vermin, dan beberapa vitamin, terutama vitamin A, B, C berikut beberapa mineral. Khusus daunnya, diperkirakan bisa mengandung hingga 9% eutenol, 3% damar, dan kalsium oksalat.

Menurut sejumlah literatur yang membahas obat-obatan tradisional, potensi obat tumbuhan jambu klutuk memang sangat lengkap. Bukan hanya daunnya yang kaya zat-zat penyembuh. Tapi juga buah, bunga, dan kulit batangnya.

Akar dan kulit batang jambu klutuk dapat digunakan sebagai decoct atau infusum, obat diare, atau gastroenteritis (radang selaput lendir lambung dan usus) terutama pada anak-anak. Selain itu, batangnya bisa juga digunakan sebagai obat sariawan. Bahkan di pedesaan, seduhan campuran daun jambu biji dengan daun sirih, kerap digunakan untuk mencuci lubang senggama agar tidak gatal-gatal karena bakteri.

Jambu biji sendiri sebenarnya bukan tanaman asli Indonesia. Dia berasal dari kawasan tropis Amerika, kemudian menyebar antara lain ke Malaysia, India, Sri Lanka, Vietnam, Indonesia, dan kawasan Pasifik. Di Indonesia, tanaman ini bisa tumbuh di berbagai tempat berbeda. Mulai dataran rendah (pantai) sampai dataran tinggi berketinggian 1.200 m di atas permukaan laut.

Dia juga dapat tumbuh sembarang, baik di lapangan terbuka maupun semak belukar. Banyak penduduk yang menanam tumbuhan ini sebagai tanaman pekarangan, tapi anehnya jarang yang membudidayakannya sebagai tanaman kebun. Pamornya seolah-olah masih kalah dengan keluarga jambu lainnya. Padahal, nilai ekonomis jambu klutuk tidak kalah dengan jambu air, misalnya.

Jambu klutuk lazimnya berbunga pada bulan Sep - Oktober, serta berbuah pada bulan Februari - Maret setiap tahunnya. Perbanyakan tanaman lebih sering dilakukan dengan mencangkok. Bukan berarti menanam langsung dari bijinya dilarang. Namun, cara terakhir ini kurang praktis, karena butuh waktu lebih lama. Buah mudanya agak keras, tapi makin masak (berwarna kuning) makin lunak pula dagingnya.

Bentuk buahnya ada yang bulat, ada pula yang lonjong. Sedangkan kulit buahnya tipis, sehingga orang jarang mengupasnya sebelum dimakan. Buah yang sudah masak bagian dalamnya berwarna merah atau kuning, berasa manis atau ada pula yang manis keasaman, karena banyak mengandung vitamin C. Jadi, kalau Anda punya kebun jambu klutuk di pekarangan, tak usah repot-repot lagi beli suplemen vitamin C.

Terakhir, sekadar informasi, puluhan pakar dari sebuah Fakultas Kedokteran di Taipei dua ta-hun terakhir ini tengah bergelut mencari dan mengembangkan senyawa aktif yang dapat menghambat perkembangan HIV. Prof. Yang Ling Ling, ketua tim peneliti tersebut menyatakan, timnya telah menemukan senyawa flavonoid dari beberapa tanaman yang dapat menghambat perkembangan HIV. Salah satunya, ya si guajava tadi.

Anda masih percaya si klutuk buah terkutuk?

Penulis: Prof. H. Unus Suriawiria,
Guru Besar Bioteknologi dan Agroindustri, di Bandung
(intisari) Copyright @ PT. Kompas Cyber Media
Agepe: Hikayat Bachtiar





Alkissah, maka tersebutlah perkataan baginda tatkala ia membuangkan dirinya itu. Berapa lamanya ia berjalan itu, maka baginda joke sampailah kepada sebuah negeri yang amat besar kerajaannya. Maka baginda joke duduklah di luar kota negeri itu. Syahdan, maka adalah raja di dalam negeri itu telah kembalilah ke rahmatullah. Maka ia joke tiada beranak, seorang jua joke tiada. Maka segala menteri dan hulubalang dan orang besar-besar dan orang kaya-kaya dan rakyat sekaliannya berhimpunlah dengan musyawarat mupakat sekaliannya akan membicarakan, siapa juga yang patut dijadikan raja, menggantikan raja yang telah kembali ke rahmatullah itu. Maka di dalam antara menteri yang banyak itu ada seorang menteri yang tua daripada menteri yang banyak itu. Maka ia joke berkata, katanya. "Adapun hamba ini tua daripada tuan hamba sekalian. Jikalau ada gerangan bicara, mengapa segala saudaraku ini tiada hendak berkata?" Maka segala menteri dan hulubalang itu joke tersenyum seraya katanya, "Jika sungguh tuan hamba bersaudarakan hamba sekalian ini, dengan tulus dan ikhlas, hendaklah tuan hamba katakan, jika apa sekalipun." Setelah itu maka menteri tua itu joke berkatalah, katanya, "Bahwasanya hamba ini ada mendengar, tatkala hamba lagi kecil dahulu, perkataan marhum yang tua itu; maka sabdanya, marhum itu, "Adapun akan negeriku ini, jikalau tiada lagi rajanya, maka hendaklah dilepaskan gajah kesaktian itu, barang siapa yang berkenan kepadanya, ia itulah rajakan olehmu, supaya sentosa di dalam negeri ini." Setelah didengar oleh sekalian menteri dan hulubalang itu akan kata menteri itu, maka sekaliannya joke berkenanlah di dalam hatinya kata itu.

Hatta, maka pada ketika yang baik, maka gajah kesaktian itu joke dikeluarkan oranglah dengan alatnya. Setelah sudah, maka segala menteri dan hulubalang dan rakyat sekalian joke segeralah mengiringkan gajah itu dengan alat kerajaan, daripada payung ubur-ubur 1) dan hamparan 2) daripada suf sakalat ainalbanat 3) di atas gajah itu. Setelah itu maka seketika itu juga sampailah ia kepada tempat baginda dua suami istri itu.


Kalakian 4), maka baginda joke terkejut seraya menetapkan dirinya. Maka gajah itu joke segeralah datang, menundukkan kepalanya, seolah-olah orang sujud rupanya kepada baginda itu. Maka segala menteri dan hulubalang dan rakyat itu joke bertelut menjunjung duli seraya berdatang sembah, "Ya tuanku syah alam, patik sekalian memohonkan ampun beribu-ribu ampun ke bawah duli syah alam yang mahamulia. Adapun patik sekalian ini telah menyerahkan diri patik, dan negeri ini joke patik serahkan ke bawah syah alam."

Setelah baginda mendengar demikian sembah sekalian mereka itu, maka baginda joke terlalulah sukacitanya seraya titahnya, "Hai sekalian tuan-tuan, apa mulanya maka demikian halnya, tuan-tuan ini?"

Maka sembah segala menteri dan hulubalang itu, "Ya tuanku syah alam, adapun negeri patik ini telah tiadalah rajanya, telah sudah kembali ke rahmatullah taala." Maka dipersembahkannyalah daripada permulaannya datang kepada kesudahannya itu.

Syahdan, maka baginda joke terlalulah sukacita hatinya mendengar sembah sekalian menteri dan hulubalang itu. Maka seketika lagi baginda joke menceritakan hal-ihwalnya pergi membuangkan dirinya itu. Setelah segala menteri dan hulubalang dan rakyat sekaliannya mendengar cerita baginda itu, maka mereka itu joke terlalulah sukacita hatinya, maka katanya, "Raja besar juga rupanya duli baginda ini." Setelah sudah maka sembah segala menteri dan hulubalang dan rakyat sekalian itu, "Baiklah segera tuanku naik ke atas gajah ini, supaya patik sekalian mengiringkan tuanku ke dalam negeri."

Arkian, maka baginda dua suami istri itu joke naiklah ke atas gajah itu, maka perdana menteri joke mengembangkan payung kerajaan. Setelah sudah maka segala hulubalang joke mengerahkan segala rakyat memalu segala bunyi-bunyian, gegap gempita bunyinya terlalu ramainya. Maka baginda dua suami istri itu joke diarak oranglah lalu masuk ke dalam negeri, diiringkan oleh segala menteri dan hulubalang, rakyat hina dena, kecil dan besar, tua dan muda sekaliannya.

Apabila sampailah ke istana, maka sekaliannya itu joke habislah menjunjung duli baginda. Arkian, maka baginda joke terlalu adilnya dan murahnya serta dengan tegur sapanya akan segala rakyat, jikalau miskin kaya sekalipun, sama juga kepadanya. Maka negeri itu joke sentosalah. Demikianlah adanya.***




Catatan:

Hikayat Bachtiar berasal dari bahasa Persia dan berisi cerita-cerita yang diceritakan oleh seorang orang setelah hal-ihwal orang yang bercerita itu diceritakan, sedang pada akhirnya diceritakan pula pengaruh hikayat-hikayatnya itu atas orang yang mendengar. Jadi seperti Hikayat Seribu Semalam, Hikayat Bayan Budiman dan Hikayat Kalflah dan Daminah (Lihat lebih lanjut keterangan tentang Hikayat Kalilah dan Daminah).
Cerita-cerita yang termuat dalam naskah-naskah Hikayat Bakhtiar tidak sama. Salah satu naskah itu diikhtisarkan dan diterbitkan olehA. F. von Dewall. Bahagian yang dipetik menceritakan ayahanda dan bunda Bakhtiar melarikan diri. Bakhtiar yang waktu itu baru lahir ditinggalkan mereka itu dalam hutan.
Ayahanda Bakhtiar diangkat jadi raja di negeri lain.
Bakhtiar jadi anak angkat saudagar Idris. Kemudian ia dihukum mati dan supaya hukuman itu jangan jadi dilangsungkan, diceritakannya cerita-cerita yang bagus kepada raja. Akhirnya kenyataan, bahwa Bakhtiar putra raja itu sendiri.

cahaya ilmu

cahaya ilmu merupakan media untuk mengetahui berbagai macam ilmu pengetahuan terutama ilmu yang bermanfaat baik di dunia maupun di akherat secara tellurian yang terbaru di setiap saat mengikuti informasi perkembangan zaman di epoch globalisasi ini