‘cerita dewasa’ Bercinta Dengan Gadis Kampung

December 10, 2011

Chat 2 me :) Free 30 min Chat time ! Try Now !

‘cerita dewasa’ Bercinta Dengan Gadis Kampung
Kala itu saya numpang kost di kediaman temanku yang sudah berkeluarga, berulang seorang putri muda temanku kebetulan numpang juga di kediaman itu, sebagai pengasuh anak-anak temanku itu, berhubung tunjangan istri bekerja.

Pada awalnya saya memandang putri itu Nani namanya, biasa-biasa saja, mahfum saya walaupun sudah layak dibilang mega (27) melainkan sekalipun belum sudah mengenal cewek secara spesial apalagi namanya pacaran, mahfum anak adam tuaku menekankan menodong keahlian bertambah penting bakal kala depan.

Apalagi setelah saya beres khotbah dan direk bekerja, saya merasa berhasil menikmati hasilku selama ini. Itu sekedar credentials mengapa putri itu saya penglihatan awam saja, akibat dia cuma berhasil SD sehingga saya minim tahu asalkan saya menyadari dek pendidikanku sendiri. Namun bermula yaum kehari Nani si putri itu selalu melayaniku menyediakan makan, melindungi kebersihan kamarku, dan apalagi mencuci bajuku yang terkadang reduction saya berharap walaupun saya sebenarnya awam mencuci sendiri, bakal melainkan adakalanya saya layak aktif kerja, sehingga waktuku terkadang serasa di buru-buru.

Rupanya putri itu sececah menaruh hati, tapi saya tak paham sekali. Terlihat bermula kiat memandangku, sehingga saya terkadang pura-pura memperhatikan ke jurusan lain. Sampai di 1 saat, dimana temanku beserta anak istrinya balik desa bakal 1 keperluan selama seminggu, sedangkan muda perempuannya akibat mesti menyediakan santap setiap kali untukku, tak diikutkan pulang, sehingga berdiam saya dan si putri Nina itu di rumah.

Rupanya kesendirian kami berdua menimbulkan hawa beda di rumah, dan senggat di 1 dini momen putri itu berulang menyapu kamarku yang kebetulan saya berulang bersiap beranjak kerja, masuklah putri itu bakal menyapu lantai. Sebagai mana kedudukan anak adam menyapu, lalu detik putri itu membungkuk, aduhh…, rupanya perh yang berulang bercermin tersapu juga sama pemandangan yang menakjubkanku. Dua lenggang melon yang berlimpah bugar terhidang di depanku sama putri itu, dengan sececah basa kadaluwarsa putri itu menyapaku barangkalisadar maupun tak dia sudah menarik perhatianku akibat payudaranya yang tak terbungkus BH, eksepsi dibalut baju yang berpotongan dada rendah. Dengan tak membuang kesempatan saya nikmati keindahan lenggang dada itu dengan bebas melalui kaca selama menyapu dikamarku.

Menjelang dia beres menyapu kamarku, tiba-tiba dia rangkul perutnya seraya mengerang kesakitan dan bagian hadapan yang menampakkan rasa perih yang melilit. Dengan gerak refleks, saya menggengam lengannya seraya saya pertanyaan apa yang dia rasakan. Sambil konstan mengerang dia balas bahwa rasa mules alat pencernaan tiba-tiba, lalu saya asuh dia ke kamarnya dengan konstan mengerang memegangi perutnya mencapai ditempat tidurnya. Kusuruh dia rebahan dan memintaku bakal diberikan remedi gesek bakal perutnya. Segera saya ambilkan dan seraya berjaga dia gesek perutnya bermula balik blousenya.

Tetapi tiba-tiba detik menggosok lagi-lagi dia mengerang dan mengaduh, sehingga membuatku sececah bingung dan membuatku cepat iring memegangi perutnya dan seraya iring mengurut juga. Dan nampak sececah kira berkurang rintihannya, seraya berulang konstan kuurut perutnya. Kepanikanku start buyar dan saya start terjaga berulang bakal keindahan lenggang dada putri itu bersamaan dengan bangkitnya perasaan putri itu selama saya urut mulanya start menelusuk ke tubuhnya merasakan kenikmatannya juga dan dengan tiba-tiba tanganku dipegangnya dan dibimbingnya tanganku ke halaman ladang berhiaskan lenggang melonnya yang berlimpah bugar dan saya turuti aja kenikmatan bersama ini bakal mengusap lenggang melon yang tak terbungkus itu, dan tanganku lantas menelusup diantara buah-buah itu seraya memetik-metik putingnya.

Gadis itu start mengerang nikmat, dan erangan licin dan memberi isyarat tanganku bakal lantas dan lantas memilin puting buahnya yang semakin menegang. Baru saya sadari bahwa bakal kali mula mula saya merasakan puting putri yang menegang asalkan berulang terangsang dengan erangannya yang membuat penisku yang bermula mulanya iring mengeras tambahan memencet di di celanaku yang sebenarnya sudah tersedia bakal beranjak kerja, bakal melainkan bakal selagi tertunda. “Eehh… Mas.. gelii.. tapi nikmat, aahh.. eehmm aduuhh nikmat mass..” Posisi dia detik itu seraya bersimpah membelakangiku, dan tiba-tiba dia menyandar ke dadaku seraya menengadahkan mukanya dan mulutnya mengendus-endus leherku.

Tanpa lempar waktu, mulutku joke kuenduskan ke lehernya dan selanjutnya congor kami sama-sama berpautan, sama-sama mengulum dan sama-sama menjulurkan alat perasa dengan padat nafsu, selagi tanganku lantas menyusuri buah-buah yang berlimpah itu bakal meningkatkan kegairahannya, berulang lengan putri itu start buyar kesadarannya sama kenikmatan itu dengan ditandai kegairahannya bakal melepas kaitan gaun bawahannya dan dilanjutkan ke kancing-kancing blousenya.

Kembali kesadaranku tertegun bakal mula mula kali saya menikmati keutuhan raga seorang putri yang cuma mengenakan CD-nya. Namun bakal detik itu juga saya terperanjat, “Eiitt, Nina ini sudah pukul delapan, saya mesti beranjak gawai wahh, saya terlambat”, kataku. Kami sama-sama tertegun penglihatan dan sama-sama seringai tertahan dan kabin kecil hari kami berpeluk cium, seraya saya berkata, “Entar saya beranjak dan saya cepat kembali, cuma bakal berharap ijin apabila saya tersedia keperluan yahh, gimana?”.
“He.. eh, Mas entar kita terusin berulang iya Mas, tapi ikrar lho, ehh tapi Mas?”.
“Kenapa Nan…” tanyaku.
“Mas kemot dulu dong lenggang dadaku, ntar terkini dapat berangkat”.
Achh lagi-lagi kenikmatan yang tak dapat ditunda pikirku, dengan “terpaksa” saya kemot putingnya dan dengan padat antusiasme saya kemot lenggang dadanya mencapai nyaris merata tanda kemotan di kedua lenggang dadanya, sampai-sampai si Nani tak beriktikad keganasanku. Kami sama-sama melepas pelukan yang seolah merupakan kerinduan yang selama ini lamban terpendam.

Kebetulan kantorku cuma beberapa ratus scale bermula kediaman kost yang saya tempati. Selesai saya menyampaikan alasan yang dapat diterima atasanku, cepat saya bergegas balik lagi. Ketika saya mencapai dirumah, yang benar setiap harinya hening di jam-jam kerja, lalu menambah kegairahanku durasi saya membuka gerbang hadapan yang tak terkunci, dan direk kukunci detik saya masuk. Tetapi pintu-pintu kabin tertutup. Maka yang mula mula saya tuju merupakan kamarku. Aku singkap kamarku bakal ubah baju kerjaku dengan hasrat bakal ubah baju kaos dengan lancingan pandak saja.

Aku singkap baju dan celanaku 1 persatu, dan detik saya cuma kenakan lancingan dalamku, tiba-tiba bermula belakang, Nina si putri itu sudah di kabin kecil mendekapku dan ohh, menakjubkan…, rupanya sedari mulanya dia saya tinggalkan, dia tak berulang kenakan bajunya seraya lantas menanti di kamarku. Maka balik kenikmatan dini itu saya teruskan lagi, dengan sama-sama meraba dan dengan ciuman yang padat antusiasme dan kami masing cuma mengenakan lancingan di saja, sehingga jangat kami dapat sama-sama bergesekan merasakan dekapan secara penuh, selagi kami berpelukan dan congor berciuman, penisku merasakan keempukan tonjolan buari di pangkal pukang Nani yang seolah terbelah 2 memberikan rumah ke gagang penisku. Sedangkan dadaku merasakan tonjolan lenggang dadanya yang licin dan torehan puting susunya di dadaku. Tanganku bergerak bermula punggungnya beralih ke pantatnya yang bundar bakal saya remas-remas, berulang tangannya konstan memegang celebration dan kepalaku dengan mulut, tepi dan alat perasa sama-sama mengulum. Lama kami di kedudukan berdiri “Eeehh… mmaas eehh eegh enaak cinta kasih ngg…, teruss, teruss… gelii… egghh eenaak” erangnya yang setiap detik pergi bermula mulutnya.

Kegairahan dini itu kami lanjutkan di dek kamarku bakal sama-sama berguling dan konstan sama-sama rangkul menaikkan antusiasme petting kami yang mula mula kali di dek kamarku. Maklum kabin indekost dengan ajang tidurku yang seadanya dan pas-pasan yang absolut minim betul bakal kegairahan petting yang memuncak di dini itu.

Dengan bebas lengan kami sama-sama bergerak ke lenggang dada, penis, puting dan 1 kondisi selama ini yang beres obsesiku merupakan keinginan yang terpendam bakal mengemot puting asalkan melihat lenggang dada cewek yang sedemikian bahenol dan menggairahkan, lalu saya tumpahkan obsesiku di kenikmatan dini itu bakal mula mula kalinya. “Mass cinta kasih terruss kemot pentilku.. mmaass gelii, geelii,… eehm Mas nikmat.. lantas jilatin pentilku teruss saya peengin di jilatin lantas pentilku..”. Dengan padat antusiasme mula mula saya puaskan menjilati putingnya yang saya rasakan semakin menegang dan begitu juga dengan penisku, seraya saya gesek-gesekkan ke tonjolan buari di selangkangannya.

Aku balik kira takjub momen gagang penisku merasa berair detik saya gesekkan di tonjolan buari pangkal pukang Nina yang berulang memakai CD, yang apalagi penisku seorang diri belum mengeluarkan cairan sperma. Maka seraya mulutku mengemot dan menjilati puting susunya, tanganku mencoba meraba pangkal pukang Nina diantara belahan daging, bakal melainkan tiba-tiba dia memekik “A’aa ehh jangan dulu Mas nggak kebal gelinya”.

Maka selagi saya lepaskan balik dan lengan ku balik meremas lenggang dadanya seraya memilin-milin putingnya “Mass… he’eh begitu kemotin pentilku teruss.., susuku diremass-re’eemas… e’eenak eeh… ehghhm… yangg geli…”. Penisku lantas saya gesek-gesekkan dicelah pangkal pukang Nina, “eeh,,eehh… eehh… eehh… eeheh… eh”. Demikian lenguhannya setiap saya gesek selangkangannya. “Mas… betot CD-ku dan lepaskan celanamu…”, mencapai di ucapan Nina tersebut lalu selagi kami terlepas pergumulan itu seraya saya dengan ragu dan deg-degan menarik pelan-pelan CD-nya yang berulang di kondisi celentang selagi saya bersimpah dan dia start angkut kakinya ke atas detik CD-nya start bergeser meninggalkan pantatnya, seraya lantas kutarik perlahan-lahan dengan sama-sama berpandangan alat penglihat bersama senyum-senyumnya yang nakal, lalu saya dihadapkan dengan sembulan apa yang disebut clitoris yang ditumbuhi rambut-rambut licin sececah ikal dan bllaass, terlepas sudah CD-nya tinggalah antara rapat-rapat menganga rada pinkish dan rada berair dengan sececah leleran cairan pekat bermula bolongan kenikmatan itu.

“Nin.. mengapa sih” tanyaku nakal, “Apanya… Mas” sahutnya seraya senyum, “Kalau dikemot-kemot payudaranya sama pentilnya tadi”. “Aduh rasanya geli banget, rasanya berhararta akan binasa aja tapi nikmat iih geli”. “Enggak perih dikemot dipentilnya tadi” tanyaku, “Enak.. Mas, rasanya pingin terus, apabila sudah yang kiri, lantas pingin yang kanan, rasanya pingin dikemot bareng-bareng sama congor Mas. Terus di liang kewanitaanku beres ikut-ikutan geli nyut-nyutan mencapai saya eeghh.. hemm gimana yach bergidik. hhmm” akunya. “Terus pingin berulang nggak dikemot-kemot?” tanyaku penasaran. “Iiih… Mas nakal, ya.. Pingin berulang dong”, seraya tangannya merayap ke selangkanganku yang berulang memakai CD, memencet penisku yang menonjol dan juga meremas. “Kalau muda Mas rasanya gimana tuh apabila kupegang-pegang gini?, geli nggak?” keingin-tahuannya mega juga. “Sama nikmat rasanya, pengin lantas dielus-elus sama Nina terus, geli eh-eh… eh” dengan penasaran dia mengesek-gesek betul bolongan penisku, beres geli rasanya.

“Kalau ininya dipegang-pegang gini gimana Mas?” seraya dia menggengam dan raba-raba lenggang pelirku.” Yah nikmat juga” tegasku seraya saya elus-elus pahanya yang tak begitu jernih tapi mulus. “Eh.., Mas mulanya kutipu, pura-pura sakit, ludes Mas kelihatannya masa bodoh saja”, seraya dia seringai bandel menggoda. Brengsek juga nih anak batinku, berani juga ngerjain aku. “Mas.. selama seminggu ini kita cuma berdua aja dirumah, lantas gimana enaknya Mas?” tanyanya seraya usil meremas-remas penisku yang konstan berdiri berulang saya memilin-milin puting susunya yang juga konstan tegang, “Kita kelonan lantas aja seminggu ini tengah hari ataupun malam”.

Kebetulan kerjaku selama ini cuma mencapai pukul 14.00 sudah pulang. Dia menggoda “Terus kelak apabila kelonan lantas Mas kelak nggak tersedia yang nyediain santap gimana dong”. “Yah nggak perlu santap asal kelonan lantas sama Nina entar kenyang”. Dia bangkit dan memelukku erat-erat dan diciuminya bibirku seraya lidahnya dijulurkan ke kerongkonganku. Sambil melepas dia berkata “Mas kita kelonan berulang yuk mencapai sore, lantas kelak bersiram bareng”. Tanganku start mengelus clitorisnya dan mulutku lantas mengulum bibirnya dan balik dia celentang di dek dan saya start menindihnya “Mas.. apabila gini lantas saya rasanya akan kolaps kenikmatan eehh… M eghhmm… aduuh… nikmat Mas di memekku.. geli rasanya teruuss eeghh… eghh”. Dan saya rasakan clitorisnya semakin basah, dan dengan lahapnya ujung tangan tengahku saya mencopot bermula clitnya bakal kujilati jariku dan saya rasakan nikmat gurihnya cairan pekat seorang cewek mula mula kalinya. “Eeehh.. eennak… aahh.. aahh uuhhgg uughhg uuhh… ehhehh” detik jariku balik menelusup kedalam bolongan clitorisnya.

Lenguhan mulutnya dan dengus napasnya menaikkan gairahku yang makin meningkat tapi saya ragu bakal menuruti naluriku mencoba memasukkan penisku ke bolongan senggamanya. Maka selagi saya kebal walupun penisku joke juga sudah semakin berair sama lendirku juga. Aku start merayap kebawah selangkangannya dan mulutku berhadapan dengan clitorisnya reduction dia sadari akibat matanya terpejam menikmati antusiasme yang dirasakan, detik lidahku start menjilatlubang clitorisnya, balik dia terpekik “aahhuughh huu… hu… egghh aduh… eggh nikmat, aduhh saya gimana nih Mass aahh saya nggak kuat, Mass… Mas.. eghh.. egh hhgeehh… Mas.” seraya dia saya perhatikan pantat, paha, alat pencernaan dan kakinya seolah kaku bagai kesakitan melainkan saya bimbang apabila dia sakit, dan malahan kepalaku dia memencet perkasa ke selangkangannya seraya lantas berteriak “hehehggheh ahh… ehhehh… huhh… mass… aku.. akuu rasanya… eghh” dan dia bangkit seraya menarik CD-ku yang berulang saya kenakan, dan blarr, penisku menantang berdiri “Mas masukkan Mas.. eeghheghh” dan dia angkut kakinya seraya celentang dia bentangkan lebar selangkangannya seraya tangannya membimbing penisku memasuki clitorisnya. “Mas.. guncang Mas eghh Mas yang dalam… guncang lantas selangkanganku aduhh eghh Mas enakk”.

Sambil melipat kaki, selagi tanganku sebagai tumpuan dan dengan bobot tubuhku saya tindihkan dan kuamblaskan penisku ke bolongan yang sedari mulanya sudah menunggu, dan saya rasakan sedotan bolongan yang amat banyak perkasa di gagang penisku yang rasanya dikemot-kemot. “Eehhgehhg… teruss. teruss Mas… maass nikmat guncang lantas aduuh rasanya saya nggak perkasa mass tersedia yang pergi eghh.. eeghh. eehhgg aduuhh.. mass…” “ahhgg-agh… Nani saya aduh egghh, Nani rasanya memekmu ngemot eghh eehhmm… nikmat… lantas sedot” “Mass nikmat… sekali nikmat… di sekali. Aahh aduh… hhaghhah Mass.., saya akan keluarrr”. “Aku juga Nan… ahhgh saya sudah akan keluar.. ahgghhah”. Dan saya mencopot penisku detik dia begitu bergetar dan menyedot sesap penisku sehingga saya tak kebal berulang bakal menyemburkan spermaku dan detik itu saya merasa dia terlepas bermula penisku, dia bangkit dan menyongsong gagang penisku dengan mulutnya menyambut semburan spermaku seraya tangannya menggosok bolongan clitorisnya, ditimpali dengan lenguhannya yang tak beraturan dimulutnya “Cppokklep.. plekk.. clepk.. clkek.. cslckek” suara mulutnya mengemot dan menyedot penisku selagi saya terasa bergetar dan tenagaku berangsur-angsur lemas, mencapai dia menjilati bekas benih di penisku dengan bersih.

Sesaat kabin kecil hari saya bobok ditempat tidurku tengah hari itu kelonan berdua yang tak terasa sudah pukul 3 sore, dan terkini kabin kecil hari bangkit dengan raga terasa kira pegal. Kami balik berpagut lamban dengan sama-sama rabaan dan remasan berulang di kondisi reduction busana. Akhirnya kami bersiram bersama dengan cairan yang sebelumnya kami. Itulah pengalaman mula mula kaliku menikmati hubungan kelamin dengan seorang putri desa bernama Nani.

Claim your 30 min FREE Chat ! Try Now !