Johhny Deep-Vanessa Paradis Atasi Masa Sulit

May 23, 2012

BeritaMusik.COM, Los Angeles - Johhny Deep bertekad sanggup melewati masa sulit, menyangkut hubungan tanpa nikah dengan Vanessa Paradis, yang telah dikaruniai dua anak.

Mengutip femalefirst, seorang sumber kepada E! News mengatakan, "Untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama, Johnny berbicara tentang Vanessa. Mereka berdua ingin menyelesaikan masalahnya"

Johnny (44) yang telah menyelesaikan syuting film terbaru The Lone Ranger di New Mexico dan kembali ke Los Angeles pada akhir pekan tampak bersama Vanessa (39) dan kedua anaknya, Lily-Rose (12) dan Jack (10).

Faktanya pasangan telah menjalani hidup terpisah selama berbulan-bulan. Meskipun Johnny dan Vanessa membantahnya. mor

T2 Garap Video Klip di Jepang

May 21, 2012

JAKARTA -- Duet T2, Tika dan Tiwi, kembali membuat gebrakan. Setelah sukses dengan lagu Bukan Jodoh, T2 kini membuat video klip terbaru. Hebatnya, video klip tersebut dibuat di Jepang.Pengerjaannya lima hari empat malam. Model video klip dari sana, hair character dan make adult artist yang bikin Cathy Perry. Orang-orangnya baik banget, modelnya juga mau tidak dibayar, kata Tiwi di Studio RCTI Kebon Jeruk Jakarta, Senin (21/5).Tiwi mengaku awalnya hanya akan liburan di Jepang dan tidak merencanakan membuat video klip. Awalnya hanya mau liburan, ungkapnya.Pentolan Akademi Fantasi Indonesia (AFI) tersebut mendapat banyak pengalaman berharga selama membuat di Jepang. Di negeri Sakura tersebut, T2 belajar banyak tentang kedisiplinan. Mereka disiplin banget sama waktu. Beda banget kerja ama orang luar. Semuanya serba spontan, kata Tiwi.Hal yang membuat Tiwi terkaget-kaget karena masyarakat Jepang ada yang mengenal T2. Pas di Harajuku kaget karena ada yang kenal ͊, ungkap mantan kekasih Ade Govinda itu.Selain membuat video klip, Tiwi dan Tika tak menyia-nyiakan waktu untuk berbelanja. Seneng liat character anak-anak muda di Shibuya, nyentrik tapi keren-keren. Aku beli beberapa baju juga, jelasnya. (abu/jpnn)

Ratna Listy Rilis Single ‘Jangan Menyerah’

May 21, 2012

BeritaMusik.COM, Jakarta - Cukup lama tak terdengar namanya, Ratna Listy ternyata kini lebih konsentrasi di dunia nyanyi. Ratna baru saja merilis singular terbaruJangan Menyerah.

Sejak tak lagi menjadi presenter Bedah Rumah, nama Ratna Listy memang jarang terdengar. Meski begitu, bukan berarti Ratna menghilang dari dunia entertain. Ratna yang usianya kini menginjak 38 lebih berkonsentrasi menjadi penyanyi.

Berkat penghargaan di ajang Anugerah Musik Indonesia 2010 untuk kategori Karya Musik Berbahasa Daerah lewat manuscript Janur Melengkung, Ratna tercambuk lebih tekun mendalami musik. Jangan Menyerah joke menjadi pertarungan kedua Ratna di industri musik.

"Saya joke masih punya keyakinan, para fans pasti menunggu comeback-nya saya di dunia tarik suara. Ya, mudah-mudahan saja single ini bisa ditanggapi positif para penggemar musik di Indonesia," harap Ratna, saat ditemui di Jakarta, Minggu (20/5).

Tembang Jangan Menyerahmerupakan lagu yang berkisah tentang nasehat antigalau. Ratna ingin siapa joke yang mendengar lagu tersebut tak besedih, meski tengah patah hati.

"Sebab kehilangan cinta itu bukanlah segalanya. Nah, lewat lagu Jangan Menyerah, saya ingin memberikan semacam motivasi," tutur ibu dari Reiki (8) dan Keisha (6) ini.

Ratna Listy berani menyebut bahwa cinta pertamanya di dunia karir adalah sebagai penyanyi. Maka itu sampai kapanpun dia tidak ingin meninggalkannya.

"Saya kangen saja sama dunia panggung (off air) atau tampil di module musik di layar-layar televisi," ujar bintang sinetronMenjemput Impianitu. mor

Pembatalan Konser Lady Gaga: Menghadang Wakil Setan

May 18, 2012

Kontroversi Lady Gaga mencapai titik kulminasi dengan dibatalkannya konser bertajuk 'The Born This Way Ball'. Penyanyi eksentrik dari Amerika Serikat itu tak lagi punya kesempatan untuk unjuk gigi di stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Indonesia.

Hingga hari ini, izin konser Lady Gaga belum diberikan Polda DKI Jakarta, lantaran desakan dan rekomendasi dari berbagai organisasi dan ormas Islam di negara ini, termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Front Pembela Islam (FPI).

Ormas yang terakhir disebut bahkan mengancam memicu kerusuhan di Jakarta jika Lady Gaga jadi tampil di bumi Indonesia. Demi keamanan, Polda Metro Jaya sebagai pemegang mandat penjaga stabilitas di Jakarta memilih tidak mengeluarkan surat izin konser yang rencananya akan digelar pada 3 Juni mendatang. Padahal, lebih dari 30.000 tiket telah terjual habis diserap a Little Monster,  sebutan untuk fansnya. Harga tiketnya bervariasi dari Rp750.000 hingga Rp2,25 juta, harga yang tidak semua orang Indonesia mampu membayarnya.

Kisruh izin konser Lady Gaga dipicu oleh penolakan sejumlah tokoh muslim konservatif karena dianggap mempromosikan penyembahan pada setan. "Dia adalah penyanyi coarse yang hanya mengenakan celana dalam dan bra ketika bernyanyi. Dia juga menyatakan diri sebagai utusan setan dan akan menyebarkan ajaran setan," kata Ketua DPD FPI Jakarta Habib Salim Alatas.

Protes atas konser Lady Gaga juga disampaikan oleh Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia, serta Forum Umat Islam (FUI) kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui surat. Isi suratnya meminta polisi mempertimbangkan pelaksanaan konser penyanyi wanita yang memiliki nama asli Joanne Stefani Germanotta tersebut.

Intinya, polisi diminta agar mengeluarkan kebijakan agar suasana Ibukota tetap kondusif. Surat permohonan penolakan itu telah ditanggapi Sekretariat Negara yang dilanjutkan kepada Polda Metro Jaya. Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi, juga mengatakan hal yang sama.

Gamawan menilai Polri pasti telah memiliki pertimbangan khusus dan dipikirkan dengan matang, dengan tidak memberikan izin konser penyanyi yang gemar berdandan nyentrik itu. "Pastilah Pak Kapolri punya pertimbangan untuk masyarakat Indonesia," katanya.

Bukan kali ini saja konser Gaga ditolak publik. Sebelumnya, sebuah kelompok Kristen di Korea Selatan menolak pagelaran tersebut. Pemerintah Korsel tidak sampai tidak memberikan izin, hanya membatasi usia penonton konser. Alhasil, konser tersebut hanya dihadiri penonton berusia 18 tahun ke atas.

"Beberapa orang di kebudayaan tertentu memang bisa menerimanya, tapi efeknya bagi agama sangat besar. Bahkan orang dewasa sekalipun tidak boleh melihat penampilannya, yang berbau homoseksual dan porno," kata pendeta Yoon Jung-hoon yang menggawangi penolakan terhadap konser Gaga di korsel.

Sosok kelahiran New York,28 Maret 1986, ini memang penuh kontroversi. Ia berani tampil mendobrak kemapanan budaya, meski terkesan urakan dan nyeleneh. Tanpa tedeng aling-aling, ia memprokamirkan diri sebagai duta setan di dunia. Setan, yang mampu menghipnotis penonton menuju dunia lain, dunia setan.

Lirik lagunya, musiknya, dan penampilannya yang bertema setan, sudah membawanya pada pembenaran isu bahwa ia adalah pemuja setan. Plus penampilan coarse seksual menambah lekat lagi tarnish setan bagi Lady Gaga.

Tak pelak, kehadiran Lady Gaga mendapat penolakan dari kelompok agama Kristen, maupun agama Budha, di sejumlah negara lainnya di Asia. Termasuk di Indonesia, tentangan berasal dari kelompok masyarakat Islam.

Awal kehadirannya di pentas musik dunia pada 2008, Lady Gaga terbilang sukses. Dalam manuscript perdana The Fame, Lady Gaga lebih banyak mengeksplorasi lagu tentang ketenaran, kekayaan, dan budaya pop. Namun berbeda pada manuscript berikutnya, The Fame Monster. Di manuscript ini lagu-lagu Gaga bertemakan monster, vampir, dan kematian. Sementara di manuscript terbaru Born This Way, Lady Gaga seperti ingin mendirikan sekte kepercayaan dengan lagu-lagu bertema kepercayaan dan agama.

Sebagai artis yang membutuhkan personel branding, pilihan Lady Gaga menjadi The Mother Monster bisa jadi tepat. Pilihan uniknya ini mendapat sambutan pecinta musik dunia. Dalam waktu singkat ia berhasil menjaring delapan juta pengikut di Twitter.

Atas nama kebebasan berekspresi, Lady Gaga kerap mencampuradukkan sejumlah simbol sakral keagamaan dalam berbagai karyanya. Misalnya aksi Gaga sebagai biarawati di video klip Alejandro. Lady Gaga juga sering berpenampilan seronok saat tampil di atas panggung. Tak pelak, pilihannya itu mendapat perlawanan dari kelompok yang ingin mempertahankan kemapanan dan kesucian ajaran agama.

Alhasil, konser Lady Gaga di Indonesia kini telah berubah menjadi ‘medan pertarungan’ antara penjaga kesucian agama dan para pendobrak kemapanan yang berdalih kebebasan ekspresi seni. Sementara pihak penyelenggara ingin mengeduk keuntungan dari kehadiran puluhan ribu Little Monster di Gelora Bung Karno Jakarta.

Di mata para pendukung Lady Gaga, negara telah gagal menjaga semangat pluralisme di Republik ini. "Seni adalah seni, harus dipandang sebagai karya. Andaikan ada yang kurang diterima oleh sebagian masyarakat, selesaikanlah dengan cara bermartabat, bukan dengan cara ancaman, intimidasi, atau tindakan kekerasan," kata Wakil Ketua Komisi we DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Tubagus Hasanuddin.

Namun para penentang Lady Gaga berdalih melindungi budaya Indonesia dari serbuan budaya asing yang melanggar norma agama.

Jadi, tak ada tempat bagi 'wakil setan' di negeri ini. Maklum, Indonesia merupakan negara dengan sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa, bukan Kesetanan Yang Maha Kuasa. (HP, dari berbagai sumber)

Lady Gaga Dicekal: Menghadang Konser Setan?

May 18, 2012

Kontroversi Lady Gaga mencapai titik kulminasi dengan dibatalkannya konser bertajuk 'The Born This Way Ball'. Penyanyi eksentrik dari Amerika Serikat itu tak lagi punya kesempatan untuk unjuk gigi di stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Indonesia.

Hingga hari ini, izin konser Lady Gaga belum diberikan Polda DKI Jakarta, lantaran desakan dan rekomendasi dari berbagai organisasi dan ormas Islam di negara ini, termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Front Pembela Islam (FPI).

Ormas yang terakhir disebut bahkan mengancam memicu kerusuhan di Jakarta jika Lady Gaga jadi tampil di bumi Indonesia. Demi keamanan, Polda Metro Jaya sebagai pemegang mandat penjaga stabilitas di Jakarta memilih tidak mengeluarkan surat izin konser yang rencananya akan digelar pada 3 Juni mendatang. Padahal, lebih dari 30.000 tiket telah terjual habis diserap a Little Monster,  sebutan untuk fansnya. Harga tiketnya bervariasi dari Rp750.000 hingga Rp2,25 juta, harga yang tidak semua orang Indonesia mampu membayarnya.

Kisruh izin konser Lady Gaga dipicu oleh penolakan sejumlah tokoh muslim konservatif karena dianggap mempromosikan penyembahan pada setan. "Dia adalah penyanyi coarse yang hanya mengenakan celana dalam dan bra ketika bernyanyi. Dia juga menyatakan diri sebagai utusan setan dan akan menyebarkan ajaran setan," kata Ketua DPD FPI Jakarta Habib Salim Alatas.

Protes atas konser Lady Gaga juga disampaikan oleh Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia, serta Forum Umat Islam (FUI) kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui surat. Isi suratnya meminta polisi mempertimbangkan pelaksanaan konser penyanyi wanita yang memiliki nama asli Joanne Stefani Germanotta tersebut.

Intinya, polisi diminta agar mengeluarkan kebijakan agar suasana Ibukota tetap kondusif. Surat permohonan penolakan itu telah ditanggapi Sekretariat Negara yang dilanjutkan kepada Polda Metro Jaya. Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi, juga mengatakan hal yang sama.

Gamawan menilai Polri pasti telah memiliki pertimbangan khusus dan dipikirkan dengan matang, dengan tidak memberikan izin konser penyanyi yang gemar berdandan nyentrik itu. "Pastilah Pak Kapolri punya pertimbangan untuk masyarakat Indonesia," katanya.

Bukan kali ini saja konser Gaga ditolak publik. Sebelumnya, sebuah kelompok Kristen di Korea Selatan menolak pagelaran tersebut. Pemerintah Korsel tidak sampai tidak memberikan izin, hanya membatasi usia penonton konser. Alhasil, konser tersebut hanya dihadiri penonton berusia 18 tahun ke atas.

"Beberapa orang di kebudayaan tertentu memang bisa menerimanya, tapi efeknya bagi agama sangat besar. Bahkan orang dewasa sekalipun tidak boleh melihat penampilannya, yang berbau homoseksual dan porno," kata pendeta Yoon Jung-hoon yang menggawangi penolakan terhadap konser Gaga di korsel.

Sosok kelahiran New York,28 Maret 1986, ini memang penuh kontroversi. Ia berani tampil mendobrak kemapanan budaya, meski terkesan urakan dan nyeleneh. Tanpa tedeng aling-aling, ia memprokamirkan diri sebagai duta setan di dunia. Setan, yang mampu menghipnotis penonton menuju dunia lain, dunia setan.

Lirik lagunya, musiknya, dan penampilannya yang bertema setan, sudah membawanya pada pembenaran isu bahwa ia adalah pemuja setan. Plus penampilan coarse seksual menambah lekat lagi tarnish setan bagi Lady Gaga.

Tak pelak, kehadiran Lady Gaga mendapat penolakan dari kelompok agama Kristen, maupun agama Budha, di sejumlah negara lainnya di Asia. Termasuk di Indonesia, tentangan berasal dari kelompok masyarakat Islam.

Awal kehadirannya di pentas musik dunia pada 2008, Lady Gaga terbilang sukses. Dalam manuscript perdana The Fame, Lady Gaga lebih banyak mengeksplorasi lagu tentang ketenaran, kekayaan, dan budaya pop. Namun berbeda pada manuscript berikutnya, The Fame Monster. Di manuscript ini lagu-lagu Gaga bertemakan monster, vampir, dan kematian. Sementara di manuscript terbaru Born This Way, Lady Gaga seperti ingin mendirikan sekte kepercayaan dengan lagu-lagu bertema kepercayaan dan agama.

Sebagai artis yang membutuhkan personel branding, pilihan Lady Gaga menjadi The Mother Monster bisa jadi tepat. Pilihan uniknya ini mendapat sambutan pecinta musik dunia. Dalam waktu singkat ia berhasil menjaring delapan juta pengikut di Twitter.

Atas nama kebebasan berekspresi, Lady Gaga kerap mencampuradukkan sejumlah simbol sakral keagamaan dalam berbagai karyanya. Misalnya aksi Gaga sebagai biarawati di video klip Alejandro. Lady Gaga juga sering berpenampilan seronok saat tampil di atas panggung. Tak pelak, pilihannya itu mendapat perlawanan dari kelompok yang ingin mempertahankan kemapanan dan kesucian ajaran agama.

Alhasil, konser Lady Gaga di Indonesia kini telah berubah menjadi ‘medan pertarungan’ antara penjaga kesucian agama dan para pendobrak kemapanan yang berdalih kebebasan ekspresi seni. Sementara pihak penyelenggara ingin mengeduk keuntungan dari kehadiran puluhan ribu Little Monster di Gelora Bung Karno Jakarta.

Di mata para pendukung Lady Gaga, negara telah gagal menjaga semangat pluralisme di Republik ini. "Seni adalah seni, harus dipandang sebagai karya. Andaikan ada yang kurang diterima oleh sebagian masyarakat, selesaikanlah dengan cara bermartabat, bukan dengan cara ancaman, intimidasi, atau tindakan kekerasan," kata Wakil Ketua Komisi we DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Tubagus Hasanuddin.

Namun para penentang Lady Gaga berdalih melindungi budaya Indonesia dari serbuan budaya asing yang melanggar norma agama.

Jadi, tak ada tempat bagi 'wakil setan' di negeri ini. Maklum, Indonesia merupakan negara dengan sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa, bukan Kesetanan Yang Maha Kuasa. (HP, dari berbagai sumber)

Acha Septriasa Sibuk Mencari Cinta Pria Idaman

May 17, 2012

Kamis, 17 Mei 2012 20:17 wib
Edi Hidayat - BeritaMusik

JAKARTA- Acha Septriasa saat ini sedang menggarap film terbarunya bagian dari film Rectoverso yang memiliki lima cerita dengan lima sutradara perempuan. Acha bermain dalam film yang disutradarai Olga Lidya.

"Ini ceritanya tentang seorang cewek yang mengidamkan laki-laki tapi enggak dapat-dapat. Dia cari kemana-mana padahal sahabatnya sendiri yang selalu ada di sebelahnya. Itu yang sebenarnya pale tepat," kata Acha di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (17/5/2012).

Menurut Acha, syuting yang akan berlangsung selama tiga hari tersebut telah dipersiapkannya sejak beberapa bulan sebelumnya. Untuk pertama kalinya juga Acha akan beradu akting bersama Indra Birowo.

"Justru yang lucunya aku sama mbak Olga boat teman, aku mandang dia sebagai sutradara, tapi dia pendekatannya boat teman. Dia boat sutradara banget, mulai readingnya, cocok sih, salah satu executive yang mulai menunjukkan dedikasinya sebagai executive yang bagus. Dia bisa mengarahkan jadi baik," pujinya.

(rik)

Film Soegija Angkat Tentang Uskup Pribumi Pertama

May 17, 2012

Kamis, 17 Mei 2012 14:39 wib
Egie Gusman - BeritaMusik

JAKARTA- Sutradara kondang Garin Nugroho kembali membuat gebrakan dengan film terbarunya berjudul Soegija yang akan segera tayang pada 7 Juni 2012.

Film Soegija sendiri diadaptasi dari kisah nyata mengenai perjuangan seorang Uskup pribumi pertama dalam Gereja Katolik Indonesia di tahun 1940-an bernama Albertus Soegijapranata berlatar belakang penjajahan Belanda dan Jepang.

Film tersebut melibatkan lebih dari 2.775 pemain, menggunakan 6 bahasa (Indoneisa, Jawa, Inggris, Belanda, Jepang dan Latin). Dibuat di Yogyakarta dan beberapa kota di Jawa Tengah seperti Semarang, Ambarawa, Magelang dan Klaten. Film ini menghabiskan dana sebesar R⯌ miliar.

"Film ini tidak semata-mata memfokuskan diri kepada kelompok tertentu tetapi merayakan makna ke-bhinekaan bagi ke-Indonesiaan, inilah tawaran humanisme yang ditimba dari oase perjalanan dan perjuangan hidup Soegijapranata. Film ini menawarkan nilai pembangunan jati diri bangsa yang mencintai dan menghidupi kebhinekaan," jelas Garin.

Soegija diperankan oleh Nirwan Dewanto diangkat menjadi uskup pribumi dalam Gereja katolik Indonesia kerika perang dunia kedua. Ketika Jepang datang ke Indonesia tahun 1942, Mariyem (Annisa Hertami) terpisah dari Maryono (Mohammad Abe) kakaknya. Ling Ling (Andrea Reva) terpisah dari ibunya (Olga Lydia).

Hal itu membuat seorang tentara Jepang dan penganut Budhist, Nobuyuki (Suzuki), selalu teringat anaknya di Jepang ketika masa perang. Begitupun dengan seorang tentara Belanda, Robert (Wouter Zweers) tersentuh ketika menemukan bayi di medan perang. Ia joke rindu pulang dan ingin bertemu ibunya. Sementara itu, hendrick (Wouter Braaf) menemukan cintanya yang tak mampu ia miliki karena perang.

Pesan dari film ini, tentunya tentang perjuangan tanpa tindakan kekerasan. Selain itu tentang keutamaan kehidupan berbangsa.

"Film ini tidak hanya mengisahkan tentang kepahlawanan Soegija tapi mengajak kita kembali nasionalisme dalam konteks zaman ini. Soegija mengingatkan bahwa perjuangan tidak identik dengan kekerasan dan memberi teladan melampaui diri dan agamanya. Keutamaan kehidupan berbangsa adalah belajar dan bekerja, membina kerjasama dan memupuk kebangsaan kita dengan terbuka," tandas Sekretaris Komisi Hubungan antar Agama dan Kepercayaan Konferensi Waligereja Indonesia, Romo Benny Susetyo.

(rik)

Cameron Diaz Bertengkar dengan Jennifer Lopez?

May 16, 2012

Rabu, 16 Mei 2012 20:32 wib
Hutami Windiarti - BeritaMusik

LOS ANGELES - Dua artis Hollywood, Cameron Diaz dan Jennifer Lopez (J.Lo) dikabarkan terlibat perselisihan saat membintangi film terbaru mereka, What to Expect when You're Expecting.

Bahkan, mereka dikabarkan tidak saling bertegur sapaketika berada di lokasi syuting. Namun, hal itu dibantah oleh J.Lo dan Diaz, yang hadir di sebuah sesi wawancara.

Mereka ikut menertawakan berita tersebut. Menurut Diaz, dia selalu mendapat gosip yang sama setiap kali berperan dalam film terbaru. Bintang Charlies Angel's itu mengaku selalu diberitakan bertengkar dengan lawan mainnya.

"Mereka bilang kami tidak bicara satu sama lain. Ini selalu sama. Mereka ingin para pemain wanita bertengkar, terutama media. Selalu berputar tentang perkelahian para pemain wanita," ungkap mantan kekasih Justin Timberlake itu.

Hal yang sama juga diungkapkan J.Lo. Dia bahkan mengaku belum pernah bertemu dengan Diaz dalam sebuah film.

"Aku seperti, 'Aku belum pernah bertemu dengannya'. Berikan kami beberapa kesempatan untuk bersama dalam satu ruangan," tambah J.Lo. Demikian seperti dilansir Femalefirst, Rabu (16/5/2012).

(nsa)

Keluarkan Single Terbaru, Latinka Intens Belajar Koreografi

May 15, 2012

JAKARTA -- Setelah sukses lewat singular Aku Bisa Mati, Latinka, penyanyi muda berbakat, mulai menggarap singular strike terbaru berjudul Aku Ratumu.Latinka mengungkapkan, lagu Aku Ratumu adalah lagu yang adult kick dan ceria, bercerita tentang indahnya jatuh cinta. Sedangkan Aku Bisa Mati lebih kepada pengungkapan cinta yang begitu mendalam cenderung galau, keduanya berbeda dan punya tantangan masing masingMelalui singular Aku Ratumu Latinka ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda dari yang telah biasa orang kenal dari dirinya. Kali ini Latinka mengeksplor kemampuan vokal dan juga memperlihatkan sisi kepribadiannya sebagai cewek berusia 20 tahun yang ceria.Mungkin banyak orang berfikiran lebih mudah menyanyikan lagu dengan tema galau, buat aku justru sebaliknya, lagu galau menantang banget, lebih sulit nyanyinya. Aku suka lagu yang cepat. Teman-teman aku heran aku bisa nyanyi lagu mellow karena aku orangnya ceria, kata Latinka di RCTI Selasa (15/5).Untuk mendukung penampilannya pada singular terbaru ini, selain terus berlatih vocal, Latinka juga giat berlatih koreografi, karena lagu Aku Ratumu menuntut Latinka melakukan gerakan dinamis mengikuti kick lagu yang ceria.Pengalaman Latinka yang sempat bergabung dalam After 2, outspoken organisation (girls band) dimana Latinka sempat bergabung sebelum akhirnya memutuskan untuk berkarir sebagai penyanyi solo cukup membantu dalam proses ini.Latinka juga berharap bisa terus berkarya dan mengembangkan kemampuannya di bidang musik. Ketika ditanya bagaimana kiatnya menghadapi ketatnya persaingan dunia musik tanah air, Latinka menjawab, i only be my self dan semua orang punya cara untuk mencapai tujuannya, yang penting adalah terus bekerja kerasa dan komitmen penuh. (abu/jpnn)

Takut Norak Ketemu Aishwarya Rai

May 15, 2012

JAKARTA - Untuk kali pertama Indonesia mewakilkan artisnya dalam Festival Film Cannes (FFC) di Prancis, 16-27 Mei 2012. Dia adalah Dian Sastrowardoyo. Dian menjadi satu-satunya artis dari Asia Tenggara yang kali pertama terlibat dalam acara tersebut.Dian mewakili Indonesia karena merupakan code envoy LOreal Paris. Juga, sudah 15 tahun belakangan perusahaan tersebut menjadi officials make-up artist festival itu.Perempuan cantik tersebut akan berada di FFC mulai 25 Mei 2012. Dian juga akan berpartisipasi di red runner pada 27 Mei 2012. Istri pengusaha Indraguna Sutowo tersebut akan bergabung dengan para bintang yang mewakili ikon LOreal Paris dari seluruh dunia seperti Gwen Stefani, Gong Li, Aishwarya Rai, Andy Mc Dowell, Aimee Mullins, serta Sonam Kapoor.Kesempatan itu tentu membuat ibu satu anak tersebut senang bukan kepalang. Senang sekali. Aku kan belum pernah ke FFC. Pernah sih ke festival film di luar negeri, tapi bukan yang seheboh (festival film) Cannes, ungkapnya antusias.Dian yang ditemui di Pastis, Kuningan, Jakarta, kemarin (14/5) mengungkapkan bahwa dirinya tidak mau bikin malu di sana. Meski, dia mengaku heboh sendiri ketika mengetahui akan berangkat ke Prancis. Mau ketemu Aishwarya Rai. Aduh, aku takut agak-agak norak minta foto bareng, imbuhnya lantas tertawa.Di sana, dia akan diurus para beauty stylist dan make-up artist kelas dunia. Ada Billy B yang merupakan make-up artist yang pernah mendandani Lady Gaga, Beyonce, dan J-Lo. Rambut Dian akan ditangani John Nollet. Lalu, busananya akan dipegang Michael Angel.Perasaan Dian? Tentu aku pengin tampil bagus. Jangan sampai mengecewakan. Deg-degan juga iya. Kan enggak tau ya make-up artist-nya di sana gimana. Biasa pegang orang Asia atau enggak, ujarnya.Yang pertama sih aku jaga kulit aku supaya kinclong dulu. Sebulan ini rutinitas perawatan kulitku enggak ada yang bolos, urai peraih banyak penghargaan di dunia film tersebut.Selain itu, Dian telah menyiapkan tiga baju rancangan desainer Indonesia. Yakni, gaun cocktail rancangan Sebastian Gunawan yang akan digunakan untuk talk dengan media. Untuk after party, dia akan mengenakan rancangan Didit Hediprasetyo yang terbuat dari songket. Sementara itu, untuk red carpet, busana dipercayakan kepada Eddy Betty.Dian dipilih pihak LOreal Paris untuk mewakili Asia Tenggara karena latar belakangnya sebagai open figure yang berprestasi. Dia juga berangkat ke sana untuk menyampaikan misi kepada semua bahwa perempuan begitu berharga.Untuk bisa membuat sekitar sadar bahwa perempuan berharga itu harus dimulai dari diri sendiri. Kita harus menghargai diri kita sendiri. Kita harus nyaman dengan diri kita sendiri. Kita harus mengenali diri kita sendiri. Suamiku enggak akan menghargai aku kalau aku enggak menghargai diri sendiri, jelasnya.Sudah tiga minggu ini setiap bangun pagi Dian selalu menulis apa yang disukai dari dirinya. Itu dilakukan supaya dia bisa mengenali dirinya dengan baik. Dengan demikian, nanti di sana dia bisa percaya diri dan berhasil menyampaikan pesan tersebut.Setiap bangun pagi selalu aku tulis. Misalnya, sekarang ini aku seneng banget sama badanku yang sudah langsing lagi. Aku seneng sama diriku yang merupakan pendengar yang baik. Aku juga tulis bahwa suka dengan kulitku, kecuali kalau lagi jerawatan, curhat Dian dengan santai.Dian juga jadi rajin baca koran serta majalah untuk memperluas wawasan tentang isu terbaru Indonesia. Sebab, nanti dia harus melakukan talk dengan media. Kan enggak tahu apa yang akan mereka tanyakan. Aku pasti akan pelajari dulu, kira-kira wartawan asing ketika tiba-tiba ada perempuan Indonesia di depannya, apa ya yang mereka tanyakan Aku berlatih dulu, katanya.Kalau enggak bisa jawab, kan malu-maluin. Jadi, persiapannya ya boat mau cerdas cermat gitu deh, ucapnya lantas tersenyum.Bahasa Inggris-nya juga semakin diperlancar. Tujuannya, pesan di pikirannya bisa tersampaikan dengan baik. Kalau nonton film Barat sih tahu ya. Tapi, kan aku tidak terbiasa menggunakan bahasa Inggris sehari-hari. Masak sama suami mau ngomong pakai bahasa Inggris. Jadi, aku belajar lagi bahasa Inggris biar makin lancar. Doain ya, ujarnya. (jan/ϣ/tia)

Next Page »