‘THE HAPPYTIME MURDERS’, Film Boneka Bertema Kriminal

March 13, 2012

BeritaMusik.com - Film yang menggabungkan pemeran manusia dan boneka sepertinya bukan lagi monopoli anak-anak. Sebuah film noir bertema kriminal berjudul THE HAPPYTIME MURDERS bakal menghadirkan boneka-boneka sebagai bintangnya. Tapi, jangan harap melihat boneka lucu seperti dalam THE MUPPETS

Pemilihan judulnya yang menarik membuat banyak orang penasaran akan jadi seperti apa film THE HAPPYTIME MURDERS nanti. Todd Berger sebagai penulis naskah bakal menuliskan cerita tentang dunia di mana boneka dan manusia hidup berdampingan, tapi sayangnya, boneka menjadi masyarakat kelas dua. Tokoh utama dalam film nantinya adalah boneka detektif yang sedang menelusuri jejak pembunuh berantai yang membantai para pemeran sequence TV klasik epoch 80-an, THE HAPPYTIME GANG.

Dari sekelumit kisah di atas, bisa dipastikan film ini menyajikan sesuatu yang berbeda sebagai film yang memakai boneka sebagai pemain utama. Konsep artistik yang telah beredar di dunia maya joke makin membuat penikmat film penasaran. Dua gambar yang dirilis adalah gambar tokoh protagonis, Phil Phillips dengan sebatang rokok di tangan.

Sedangkan foto yang satu lagi memperlihatkan Phillip sedang duduk di meja dan berinteraksi dengan manusia. Setting tempatnya tak tanggung-tanggung, tempat kejadian perkara dengan 'darah' boneka di mana. (Dari gambar yang ada sepertinya kapuk menjadi darah para boneka)

Nama Katherine Heigl dikabarkan bakal bermain dalam film ini meski banyak yang pesimis aktingnya mampu mendukung tema unik yang dibawakan. Setidaknya, film ini akan menjadi tontonan alternatif bagi anda yang suka boneka, namun tidak untuk anak-anak.   (cld/dka)

Saingi Superhero, Lucky Hakim Angkat Legenda Rakyat

January 23, 2012

BeritaMusik.com - Keheroikan tokoh-tokoh superhero negeri Pamam Sam, seperti Captain Amerika, Hulk, Spiderman dan Superman sangat membumi di mata masyarakat Indonesia. Serbuan film asing di tanah nusantara ini seakan tak bisa terbendung oleh kekuatan insan-insan perfilman Indonesia.

Melihat fenomena itu, aktor Lucky Hakim merasa terpanggil untuk membendung laju doktrinasi tokoh-tokoh superhero, dengan memproduksi FTV yang bercerita tentang legenda budaya Indonesia. Kecenderungan anak-anak muda Indonesia yang sudah mengikuti pola pikir dan tingkah laku culture Amerika, adalah salah satu sebab Lucky memproduksi FTV dengan environment legenda budaya nusantara.

"Saya sebagai produser sekaligus penulis di semua FTV tersebut. Yang ingin saya sampaikan adalah sebagai balancing dari terpaan budaya luar khususnya budaya barat. Sekarang adalah epoch globalisasi, sehingga kemajuan IPTEK dan informasi membuat pertukaran budaya, siapa kuat maka akan populer. Nah budaya barat yang kuat penyebarannya membuat masyarakat Indonesia menyerapnya secara berlebihan, bisa dilihat dari perubahan pola pikir dan tingkah laku para pemuda indonesia yang makin lama makin lebih mirip jadi pemuda Amerika. Mungkin dengan apa yang saya lakukan ini, bisa sedikit menjadi gerakan penyeimbang, supaya para remaja tahu akar budaya kita, walaupun sekedar legenda (mitos) kita bisa ambil pelajaran dari pesan moralnya," kata Lucky.

"FTV produksi saya sudah tayang di MNCTV dan Indosiar. Lebih dari 20 judul, antara lain 1. LEGENDA BATU BERSUJUD MALIN KUNDANG, 2. LEGENDA SELAT BALI, 3. DEWI CHANDRA KIRANA, 4. ARYO MENAK DAN TUJUH BIDADARI, 5. LEGENDA PUTRI MALU, 6. LIMA PUTRA KEMBAR, dan lain-lain. semua itu bertemakan budaya Nusantara, environment kerajaan-kerajaan seperti Pajajaran, Majapahit, Kerajaan Bali, Minangkabau. Dan rencana, saya akan pergi consult ke Indonesia tengah dan timur untuk sport lokasi, mau buat FTV tentang legenda-legenda Indonesia Timur dan kerajaan-kerajaan di sana," sambung Lucky saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta pada Kamis (19/1) lalu.

Lebih lanjut, Lucky menuturkan bahwa walaupun superhero lokal masih kalah populer dengan superhero import, namun bintang sinetron MUSLIMAH ini, tetap optimis bahwa tokoh legenda masyarakat dapat mengisi kekosongan nilai-nilai budaya daerah Indonesia.

"Kalo dibandingkan head to head dengan superhero import, tentu saja saat ini superhero Nusantara masih jauh kalah populer, karena memang segi pemasarannya minim, dan rata-rata superhero import itu selalu dikemas dengan bill tinggi. Sementara superhero lokal hanya bisa beraksi di film-film berbudget rendah. Seandainya saja saya dibudgetkan 50 miliar bikin film superhero lokal, saya yakin film itu akan sangat bersaing dengan superhero import. Karena secara SDM kita sudah ada, yaa kalau masih kurang dikit kita tetep bisa sewa tenaga ahli dari Hollywood (mereka kerja untuk kita). Tapi pada kenyataannya kita sering jadi kacung di negeri sendiri karena pemilik modalnya banyak yang WNA," lanjutnya.

"Kalau tanggapan masyarakat sejauh ini dengan FTV-FTV legenda yang saya produksi, alhamdulillah mereka welcome dan mengapresiasi dengan baik, terlihat dari share dan rating yang lumayan. Itu artinya masih ada harapan, ada celah-celah kesempatan bagi produser-produser yang berjiwa nasionalis tinggi untuk bisa berkarya, berusaha mencari keuntungan bisnis sambil melestarikan budaya Nusantara," lanjut Lucky.

Tak hanya gempuran dari tokoh superhero import yang masuk ke Indonesia, tapi FTV legenda rakyat juga mendapat pesaing utama dari FTV yang bersettingkan percintaan. Menanggapi hal itu, Lucky tidak keberatan asalkan tidak mengajarkan lifesyle yang terlalu import karena hal tersebut bisa memuluskan politik dagang negara industri film asing di Indonesia.

"FTV yang banyak beredar tentang romansa cinta sebenarnya saya setuju saja asal tidak mengajarkan lifestyle yang terlalu import, karena pada dasarnya budaya asing itu tidak benar-benar sesuai dengan budaya kita. Memang tidak bisa dipungkiri kalau budaya import itu memang sangat attractive bagi remaja indonesia. Nah itulah PR bagi para produser yang berjiwa nasionalis untuk membuat tayangan yang keren, menarik dan tetap melestarikan budaya nusantara," ulasnya.

"Karena menurut saya, sebenarnya ini adalah politik dagang negara-negara barat khususnya Amerika yang memang sengaja mengemas budaya mereka yang semenarik mungkin untuk dijual ke negara-negara berkembang, hingga menjadi trend dan keren. Artinya nanti ketika mereka mengirim produk-produk dagangan mereka ke Indonesia, mau tidak mau, para remaja kita akan sangat berbondong-bondong membelinya, karena biar dianggap keren, contohnya tiket Katy Perry laris manis, dan tiap semua konser musik dari artis Amerika selalu laris manis, semua film-film Hollywood selalu penuh penonton. Nah terbukti kan kalau ini semua ujung-ujungnya dagangan," papar Lucky(BM/buj/ris)

Silly Ngaku TVOne Setting Acara

November 24, 2011

BeritaMusik.com - Valencia Mieke Randa atau akrab disapa Silly dipanggil oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) terkait dugaan acara gift settingan yang ditayangkan oleh TVOne. Kepada KPI, Silly menceritakan semua yang dialaminya termasuk soal adanya acara settingan tersebut.

"Jadi hari ini kami memanggil Valencia untuk mengklarifikasi soal kasus dugaan gift settingan. Seperti sudah diketahui Silly datang ke acara tersebut karena diundang oleh Fifie Buntaran, dan akan menerima bantuan untuk Nando. Nando adalah anak yang sakit dan rencananya akan diberi dana," ujar Ezki Suyanto selaku Kordinator Isi Siaran (KPI) usai menemui Silly di kantor KPI, Gedung Bapetan Jl Gajah Mada, Jakarta Pusat, Kamis (24/11).

Namun sayangnya dalam acara tersebut, Silly tidak sama sekali menerima bantuan seperti yang dijanjikan. Bahkan, Silly mendengar sendiri kalau acara tersebut hanya settingan belaka.

"Setelah acara itu, dia tidak mendapatkan dana untuk Nando. Dia diberitahu kalau acara ini adalah settingan untuk TVOne. Bahkan contributor dan produser acaranya tahu kalau ini semuanya hanya settingan dan kepentingan gambar," ujar Ezki.

Karena kekecewaan tersebutlah, Silly yang datang ke acara tanggal 10 Nov meminta kepada TVOne untuk tidak menampilkan gambar dirinya.

"Dia juga mempertanyakan kredibilitas acara tersebut dan menghubungi Fifie dan contributor TVOne dan minta untuk tidak ditayangkan," pungkasnya.  (BM/adt/dar)

KPI Persilakan Fifie Buntaran Laporkan TVOne

November 23, 2011

BeritaMusik.com - Pihak Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) tidak akan ikut campur soal rencana artis Fifie Buntaran yang akan menempuh jalur hukum, melaporkan TVOne karena merasa dirugikan. Pihak KPI melihat hal itu sebagai hak setiap warga negara yang merasa dirugikan oleh siapapun dan mempersilakan jika hendak menempuh jalur hukum.

"Itu hak dia (Fifie Buntaran). Kalau KPI pake UU Penyiaran dan P3SPS. Kalau ada pihak lain yang menempuh di luar jalur itu, ya itu hak warga negara, KPI tidak akan terlibat," ungkap Ezki Suyanto selaku koordinator isi siaran KPI.

"TVOne merasa pihak yang diundang, bukan penyelenggara. Jadi kalau dipandang itu penipuan, TVOnee kan jadi korban. TVOne juga mengatakan sebagai korban. Jadi kalau semuanya bilang korban, siapa jadinya?" sahut Judha Reksawan selaku Komisioner KPI dengan nada bertanya.

Pihak TVOne, melalui Totok Suryanto selaku General Manager Internal Affairs memberikan klarifikasi ke KPI di Gedung Bapeten, Jl Gadjah Mada no.8, Jakarta Pusat, Senin (21/11/2011). TVOne menampik terlibat dalam acara gift yang dituduhkan settingan, kedatangannya hanya meliput acara sebagaimana contributor yang lain. KPI masih akan menelusuri adanya kemungkinan kerja sama antara TVOne dan penyelenggara gift settingan tersebut.

"Itu tadi kami tanya (adanya kerjasama), sejauh mana TVOne memahami bahwa module ini benar adanya, atau hanya settingan. Walaupun di BBM contributor TVOne, seolah-olah di rapat redaksi TVOne seolah-olah penipuan, tapi mereka mengatakan hasil rapat itu tidak termasuk penipuan," ungkapnya.

TVOne tetap menayangkan acara tersebut karena menganggap acara itu benar-benar ada (aktual), meski diakui tidak disetting khusus untuk Nando, bocah yang menderita gagal ginjal.

"Tahap berikutnya kami akan memanggil pihak pengadu (Valencia Mieke Randa atau Silly), serta bila perlu dua orang yang pihak TVOne undang," ungkap Judha.

KPI menegaskan pihak pengadu telah menyampaikan keberatannya yang seharusnya berdasarkan UU Penyiaran dan P3SPS harusnya diakomodir. Tayangan memang cuma 3 detik, namun 3 detik itu sangat berharga bagi pengadu.

"Yang pasti kita sudah meminta pihak TVOne untuk menjelaskan hal-hal yang masih 'missing link' itu, lalu kami akan memanggil Valencia untuk klarifikasi. Bisa kita pertemukan dengan TVOne, tapi tergantung Valencianya, kalau hanya mau bertemu dengan KPI, kami tidak memaksa," pungkas Ezki. (BM/adt/dar)

KPI: TVOne Abaikan Keberatan Silly

November 23, 2011

BeritaMusik.com - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) melihat adanya pengabaian oleh TVOne atas keluhan Valencia Mieke Randa atau Silly yang sebelumnya sudah disampaikan. Seharusnya TVOne mengakomodir permintaan yang bersangkutan, sesuai kesepakatan.

"Bisa saja bilang 3 detik pihak TVOne. Tapi si pengadu menganggap 3 detik itu bisa saja berharga untuk dia. Jadi ini bukan soal durasi, tapi soal bagaimana ada orang yang merasa menjadi korban dalam sebuah tayangan," ungkap Ezki Suyanto, selaku koordinator isi siaran KPI.

Pihak TVOne, melalui Totok Suryanto selaku General Manager Internal Affairs memberikan klarifikasi ke KPI di Gedung Bapeten, Jl Gadjah Mada no.8, Jakarta Pusat, Senin (21/11/2011). TVOne menampik terlibat dalam acara gift yang dituduhkan settingan, kedatangannya hanya meliput acara sebagaimana contributor yang lain. Pihaknya joke mengaku sudah melakukan pemotongan.

"Klarifikasinya, memang TVOne sudah melakukan pemotongan gambar, tapi masih ada gambar yang tayang. TVOne bilang itu bukan gambar utama, tapi Valencia berada di antara orang-orang dari sisi yang ditayangkan," sambung Judha Reksawan selaku Komisioner KPI.

KPI sendiri mengaku sudah menyaksikan rekaman tersebut. Dari sisi aturan, memang gambar itu tidak salah, menampilkan Ibu-ibu yang berkumpul. Tapi dari sisi pengadu yang keberatan dari gambar tersebut.

"Menurut kami pengadu sudah diabaikan hak-haknya meskipun hanya 3 detik saja dan tidak tighten up. Dia minta hal tersebut sebelum ditayangkan dan seharusnya diakomodir," ungkap Ezki.

Soal kenapa TVOne tetap menayangkan, Ezki mengungkapkan berdasarkan pernyataan Totok, kalau acara itu benar-benar ada dan mengaku tidak tahu-menahu soal adanya settingan atau apapun itu.

"Kenapa tetap ditayangkan, karena pihak TVOne menganggap acara itu benar-benar ada, tapi tidak disetting untuk si Nando. Itu ada keluarga desainer yang minta bantu," ungkapnya.  (BM/adt/dar)

tvOne Diundang Oleh Ina Lang, Bukan Fifie Buntaran

November 23, 2011

BeritaMusik.com - Komisi Penyiaran Indonesia, KPI memberikan pernyataan terkait kasus gift conform uncover yang dianggap settingan. Salah satu pernyataan mereka adalah tvOne diundang oleh Ina Lang dan bukan Fifie Buntaran dalam acara amal tersebut.

"Menurut tvOne, mereka diundang oleh Ina Lang bukan Fifie. Ina Lang itulah yang menelepon contributor tvOne untuk hadir dalam acara charity. Ketika ada keberatan, tvOne menelepon kepada Ina Lang. Lalu Ina Lang mengatakan tidak mengenal si pengadu (Valencia)," kata Ibu Ezki Suyanto selaku koordinator isi siaran KPI, di kantor KPI di gedung Bapeten, Jl Gadjah Mada no.8, Jakarta Pusat, Senin (21/11).

Dalam hal ini, KPI menyebut ada 4 pihak yang saling terkait. "Iya. Ina Lang, Fifie, Valencia (Silly), dan tvOne," tuturnya.

Namun demikian, ketika ditanya apa kaitan antara Ina Lang dan Fifie Buntaran, KPI tidak mau menjawab. Menurut mereka itu bukan wewenang KPI untuk menjelaskannya.

"Kita nggak sejauh itu karena bukan kewenangan KPI. Yang pasti kita sampaikan ke tvOne klarifikasi belum selesai, bahasa kami ada 'missing link' seperti liputannya tanggal 10 sampai tanggall 18, antara contributor dengan Valencia seperti apa komunikasinya seperti apa. Kalau komunikasi Ina Lang dan Fifie itu kewenangan tvOne," tandasnya. (BM/adt/sjw)

KPI Persoalkan Komunikasi Reporter tvOne

November 22, 2011

BeritaMusik.com - Komisi Penyiaran Indonesia memanggil pihak tvOne terkait kasus gift conform uncover settingan yang diduga digelar artis Fifie Buntaran. Sebelumnya ajang amal settingan tersebut sempat diungkap oleh aktivis Valencia M R. Selain itu salah seorang contributor stasiun TV tersebut juga sempat mengirim BBM bahwa acara ini adalah penipuan.

"Tidak ada environment (atau) indikasi penipuan itu jawaban mereka. Yang kami persoalkan, bagaimana komunikasi contributor dengan ibu Valencia. Soal gambar itu tidak berpengaruh. Ada BBM yang diberikan contributor kepada Ibu Silly seolah-olah ini ada penipuan dan seolah-olah tvOne sudah tahu, ini yang masih belum bisa tuntas klarifikasi," ucap Judha Reksawan selaku komisioner KPI, ditemui di kantor KPI di gedung Bapeten, Jl Gadjah Mada no.8, Jakarta Pusat, Senin (21/11).

Lalu terkait masalah ini apakah contributor bakal dipanggil ke KPI? Menanggapi pertanyaan tersebut Judha berharap bahwa tvOne melakukannya secar internal. Keputusan bahwa contributor bakal dihadirkan atau tidak menjadi kewenangan tvOne.

"Kami berharap mereka melakukannya secara inner berkaitan dengan masalah yang kami pertanyakan tadi. Intinya soal contributor itu berkaitan dengan tvOne. KPI hanya berhubungan dengan lembaga penyiaran. Reporter dihadirkan atau tidak nantinya, itu kewenangan tvOne. Tapi kami punya banyak pertanyaan tentang itu," ucap Ibu Ezki Suyanto selaku koordinator isi siaran. (BM/adt/sjw)

Bersihkan Nama, Fifie Buntaran Siap Buka-Bukaan

November 22, 2011

BeritaMusik.com - Artis Fifie Buntaran berusaha membersihkan namanya atas berita gift settingan yang belakangan ramai diberitakan oleh media massa. Saat ini pihaknya sedang mengumpulkan data-data dari semua pihak termasuk dari Valencia Mieke Randa atau Silly, pihak yang sebelumnya menyampaikan keberatan atas penggunaan nama untuk kepentingan tayangan Socialite di TVOne.

Sunan Kalijaga, selaku pengacara Fifie Buntaran mempersilahkan jika ada orang yang ingin melaporkan kliennya ke jalur hukum, dan pihaknya joke siap membeberkan semua fakta yang terjadi.

"Kita sekarang ini akan mengumpulkan information dari pihak TVOne, Mbak Silly dan kita. Karena klien kami sudah jelas-jelas rugi karena nama baiknya dan cenderung fitnah. Sampai detik ini belum ada karena kami akan mengumpulkan barang bukti," ungkap Sunan Kalijaga, di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta, tempat Nando dirawat, Senin (21/11/2011).

"Kalau memang ada yang mendahului dalam locus ini, kita akan buka-bukaan karena saya sudah pegang kartunya semua," tegas Sunan.

Fifie mengungkapkan kalau sudah sepakat antara Silly dan pihak TVOne untuk tidak menayangkan gambar Silly dan Nando di module itu, namun kenyataan masih muncul walaupun hanya satu detik. Silly keberatan karena acara itu hanya settingan belaka, dan tidak memberikan apapun pada Nando.

Menurut Fifie, masalahnya dengan Silly sendiri hanya sebuah mis komunikasi dan sudah diselesaikan. Fifie menyebutnya hanya masalah novice dirinya dengan aktivis sosial itu.

"Ini sebenarnya mis komunikasi saja antara saya dan Silly, tapi masalah novice saya dan Silly sudah selesai sebelum tayangan Socialite itu ada. Sebelumnya Silly dan saya sebelum konfirmasi bahwa gambar Silly tidak ada satu detik pun," jelas Fifie(BM/dis/dar)

KPI: Charity Nando, TV One Sebut Indikasi Penipuan

November 21, 2011

BeritaMusik.com - Kasus dugaan rekayasa acara penggalangan dana yang dituduhkan salah satu aktivis kemanusiaan Valencia MR (Silly) pada acara gift yang ditayangkan di Socialite TV One dan digagas oleh selebriti Fifie Buntaran memasuki babak baru. Di mana pihak Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) akhirnya memanggil TV One.

"Ini untuk merespon pengaduan masyarakat tentang acara itu. Kami mengundang pihak TV One untuk melakukan klarifikasi. Kami belum memutuskan apapun. Banyak pertanyaan yang belum dijawab," jelas Ezki Suyanto selaku koordinator isi siaran.

Disinggung mengenai kemungkinan Fifie akan dipanggil, Ezki berdalih itu merupakan hak dari TV One bukan KPI. KPI hanya berwenang menanyakan perihal pengaduan masyarakat.

"TV One bilang ada pengaduan pada Jumat (18/11) jam dua, ada komunikasi terhadap pengadu dan contributor agar gambarnya ditarik dan tidak ditayangkan. Kami juga menanyakan proses liputan seperti apa, karena katanya ada settingan untuk acara gift tersebut," lanjut Ezki.

"Yang belum bisa mereka jawab mengenai blog Silly. Tentang komunikasi seperti apa antara contributor dengan pengadu. Sepertinya pihak TV One tahu itu ada penipuan dan harusnya sebagai jurnalis fakta itu diungkapkan karena melibatkan nama Nando. Kami minta untuk diklarifikasi dan apa betul ada penipuan. Mereka bilang semua sudah diizinkan untuk ditayangkan setelah hasil rapat," tutupnya.  (BM/adt/aia)

Panggil TV One, KPI Enggan Undang Fifie Buntaran?

November 21, 2011

BeritaMusik.com - Kasus dugaan rekayasa acara penggalangan dana yang dituduhkan salah satu aktivis kemanusiaan Valencia MR (Silly) pada acara gift yang ditayangkan di Socialite TV One dan digagas oleh selebriti Fifie Buntaran memasuki babak baru. Di mana pihak Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) akhirnya memanggil TV One.

"Ini untuk merespon pengaduan masyarakat tentang acara itu. Kami mengundang pihak TV One untuk melakukan klarifikasi. Kami belum memutuskan apapun. Banyak pertanyaan yang belum dijawab," jelas Ezki Suyanto selaku koordinator isi siaran.

Disinggung mengenai kemungkinan Fifie akan dipanggil, Ezki berdalih itu merupakan hak dari TV One bukan KPI. KPI hanya berwenang menanyakan perihal pengaduan masyarakat.

"TV One bilang ada pengaduan pada Jumat (18/11) jam dua, ada komunikasi terhadap pengadu dan contributor agar gambarnya ditarik dan tidak ditayangkan. Kami juga menanyakan proses liputan seperti apa, karena katanya ada settingan untuk acara gift tersebut," lanjut Ezki.

"Yang belum bisa mereka jawab mengenai blog Silly. Tentang komunikasi seperti apa antara contributor dengan pengadu. Sepertinya pihak TV One tahu itu ada penipuan dan harusnya sebagai jurnalis fakta itu diungkapkan karena melibatkan nama Nando. Kami minta untuk diklarifikasi dan apa betul ada penipuan. Mereka bilang semua sudah diizinkan untuk ditayangkan setelah hasil rapat," tutupnya.  (BM/adt/aia)

Next Page »