StoS 2012, Semangat Tanpa Batas

February 20, 2012

BeritaMusik.com - Festival Film indie semakin beragam di Indonesia. Kebanyakan mereka menyoroti permasalahan sosial, politik dan lingkungan di negeri ini. Semangat itulah yang melatari StoS Film Festival 2012 dengan mengusung tema 'Semangat Tanpa Batas'.

StoS Film Festival kali ini digelar lebih panjang dari festival di tahun-tahun sebelumnya, mulai tanggal 22 - 26 Februari 2012 dan bertempat di Goethe Institut, Kine Forum dan Institut Français d'Indonésie. “Menyelamatkan lingkungan, berarti menyelamatkan bangsa. Semoga kehadiran StoS Film Festival memberi semangat tanpa batas bagi kita semua untuk bangun, bergandengan tangan, menjadi pelaku utama penyelamatan lingkungan,” tukas Voni Novita, Dewan Program StoS Film Festival ditemui di kawasan Cikini, Jumat (17/2/2012).

StoS Film Festival kali ini akan menayangkan 33 film dokumenter dan fiksi dan Pameran tentang Masyarakat Mollo yang berhasil memperjuangkan kearifan lokalnya dan memilih mempertahankan lingkungan, pangan lokal dan tenunnya, dari kegiatan yang merusak lingkungan. Sebelumnya telah terpilih 30 karya essai “Semangat Tanpa Batas” yang akan dipilih 5 pemenang utama di malam Penutupan Festival.

"Konflik agraria yang meminggirkan petani dan nelayan, pengerusakan lingkungan yang disebabkan oleh kegiatan pertambangan, perkebunan skala besar, reklamasi pantai, konversi hutan mangrove, dan pencemaran laut oleh perusahaan perikanan, menjadi pemandangan yang biasa, tanpa penindakan hukum yang tegas di negeri ini. Kini beban mereka bertambah dengan cuaca tak menentu akibat dampak perubahan iklim. Lebih parah lagi, Indonesia yang dikenal sebagai negara maritim sekaligus negara agraris, justru mengimpor kebutuhan pangannya. Mulai dari garam, ikan, beras, hingga bawang merah," imbuhnya.

Namun semangat masyarakat untuk terus berkarya dan bersolidaritas menyelamatkan kehidupan ini. Semangat ini yang membuat petani Brebes membuat benih padi tahan atmosphere asin, agar mereka dapat beradaptasi terhadap lahannya yang kerap tergenang atmosphere laut. Atau semangat masyarakat Mollo yang menggali kembali kearifan lokalnya mengelola lahan dan pangan lokal, meninggalkan tambang marmer. Juga semangat nelayan Langkat, Sumatera Utara yang mengusir perkebunan sawit skala besar dan memilih menyelamatkan hutan mangrove.

“Berjuta semangat yang bermunculan inilah yang ingin ditularkan StoS Film Festival kali ini. Kami ini berbagi semangat dan menyerukan semua pihak untuk bertindak bersama-sama untuk menyelamatkan lingkungan”, ungkap Ferdinan Ismail, Direktur StoS Film Festival 2012.   (BM/uji/sjw)