Dinda Hauw tak Kapok Dibotakin
May 23, 2012

Peran Dinda Hauw Tetap ‘Aman’
February 25, 2012
BeritaMusik.com - Posisi artis Dinda Hauw 'tetap aman' meski sebelumnya menimbulkan miskomunikasi saat berbicara tentang film terbarunya, Pesan Sang Jenderal.
"Posisi artis tetap, Dinda Hauw sebagai Erika, karena kami menemukan sesuatu. Mereka sudah punya chemistry yang kuat antar pemain. Anak-anak ini selalu kami biasakan SMS-an. Kalau ganti pemain tidak mungkin karena chemistrynya sudah dapat," ungkap Tri Bayu Aribowo.
Tri Bayu Aribowo, selaku Executive Producer Prima Media Sinema mencoba meluruskan pemberitaan yang beredar luas, mengenai keterlibatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam film layar lebar, Pesan Sang Jenderal.
Simpang siur pemberitaan bermula dari salah satu bintang remaja Dinda Hauw, yang juga bintangi film itu. Dia menangkap penjelasan, kalau film itu dibintangi oleh Presiden SBY, padahal yang dimaksud akan ada peran presiden dalam skenario ceritanya.
"Kan kasihan ini SBY tidak terlibat, tapi mulai dihancurkan oleh tokoh politik. Efeknya nggak terlalu, kami khawatir dengan berita ini karena ada nama Pak SBY, Menteri dan Bupati, kami takut komen dari lawan politik yang pasti negatif," ungkapnya.
Bayu tidak menampik kalau memang Presiden bersedia turut menjadi bintang di filmnya, namun hingga kini pihaknya belum melakukan pendekatan atau lobi apapun ke Istana. Bahkan saat ditemui, surat pemberitahuan ke Istana terkait penggunaan karakter Presiden joke belum dikirimkan.
"Usaha lobi belum ada, karena kami takut report syuting kami terganggu. Syuting kami kan jauh di Batu, Jawa Timur. Kami bisnis oriented, makanya film kami tidak mau berbau politik, kata orang, 'halah pencitraan', nah itu yang kami tidak mau," tegasnya.
Film Pesan Sang Jenderal, selain dibintangi Dinda Hauw sebagai Erika, juga didukung Aditya memerankan tokoh Bayu, Alex Komang, Ira Wibowo, Ali Sakieb. Syuting baru akan dimulai awal Maret di Batu, Jawa Timur. (BM/hen/dar)
Dinda Hauw Bantah Sebut Nama SBY
February 23, 2012
BeritaMusik.com - Nama aktris pendatang baru Dinda Hauw sempat mencuat ketika ada pemberitaan kalau orang nomor satu di negeri ini, Susilo Bambang Yudhoyono categorical di sebuah film garapan Prima Media Sinema yang berjudul Pesan Sang Jenderal yang baru akan syuting Maret nanti.
Dalam berita tersebut, disebutkan kalau Dinda akan bermain dalam satu film yang sama dengan SBY. Namun gadis yang sudah pernah memerankan beberapa film itu membantah kalau dirinya menyebut nama SBY.
"Aku hanya bilang ada tokoh presidennya aja, tapi bukan RI 1 (sekarang) yang main. Cuma ada sosok presidennya. Kok beritanya jadi begini ya. Jadi ditanya sama orang-orang kantor (PH). Mungkin aku terlalu senang saat dalam film itu diceritakan ada tokoh presidennya," ujarnya usai mempromosikan film terbarunya Seandainya di Dahsyat, RCTI, Jakbar, Kamis (23/2)
Bukan dirinya saja yang bingung dengan pemberitaan-pemberitaan yang menyebutkan SBY categorical film yang katanya keluar dari mulutnya itu. Sang Mama yang selalu menemaninya kemana dia pergi joke ikut khawatir.
"Mama yang sempat nanyain, akunya malah bingung. Jadi khawatir aja. Tapi Begitu ada konfirmasi langsung dari kantor soal kabar itu, aku agak lega," tutup aktris kelahiran Palembang itu. (BM/hen/faj)
Dinda Hauw Bingung Disebut Bocorkan Rencana SBY Main Film
February 23, 2012
JAKARTA- Dinda Hauw mengaku belum tahu akan benar-benar beradu akting dengan Presiden SBY di sebuah film. Namun, jika kabar itu benar, bintang film Surat Kecil untuk Tuhan itu gembira.
"Kalau memang benar beliau ikut main, ya senang banget. Tanyain saja sama orang kantor (Production House) lagi. Aku takut salah lagi. Berharap sih, berharap bisa categorical sama pak Presiden RI," ujarnya ketika ditemui di Studio RCTI Kebun Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (23/2/2012).
Dinda sebenarnya merasa heran ketika disebut membocorkan rencana akan beradu akting dengan SBY dalam sebuah film. Padahal, Dinda mengaku tak pernah menyebut akan bermain film bersama SBY.
"Aku hanya bilang ada tokoh presidennya saja, tapi bukan RI 1 yang main, cuma ada sosok presidennya. Kok beritanya jadi begini ya?. Jadi aku ditanya sama orang-orang kantor (PH). Mungkin aku terlalu senang saat dalam film itu diceritakan ada tokoh presidennya. Kalau ada waktu, mau banget minta maaf langsung ke presiden," tutupnya.(rik)
Bayu: Kalau SBY Bersedia Main Film, Gak Apa-Apa
February 23, 2012
BeritaMusik.com - Tri Bayu Aribowo, selaku Executive Producer Prima Media Sinema mencoba meluruskan pemberitaan yang beredar luas, mengenai keterlibatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam film layar lebar, Pesan Sang Jenderal.
Dijelaskan oleh Bayu, kalau sejauh ini sama sekali tidak ada skenario yang akan dimainkan oleh Presiden. Simpang siur pemberitaan bermula dari salah satu bintang remaja Dinda Hauw, yang membintangi film itu. Dia menangkap penjelasan, kalau film itu dibintangi oleh Presiden, padahal yang dimaksud akan ada peran presiden dalam skenario ceritanya.
Bayu joke mengaku sama sekali tidak tahu kalau ada pernyataan fotografer istana, yang mengatakan kalau Presiden bersedia syuting dalam film ini. Padahal belum pernah mengirim surat, bahkan surat izin penggunaan karakter Presiden dalam film itu juga belum dikirim.
"Kalau saya rasa kayaknya belum benar (keterlibatan SBY), karena kami belum sama sekali ketemu. Audiensi juga belum dan belum ada surat yang kami kirim. Memang kami akan syuting di Malang, tapi kalau tahu akan syuting sama Presiden, akan repot," ungkap Bayu.
"Makanya kami intinya surat itu akan kami layangkan, mau audiensinya kapan, tapi awal Maret kami tetap akan syuting, karena filmnya akan tayang Juni bertepatan dengan liburan sekolah," terangnya.
Bayu sendiri tidak menampik kalau memang Presiden bersedia turut menjadi bintang di filmnya. Karena berdasarkan informasi kalau Jubir Kepresidenan Julian Aldrin Pasha telah menggelar Preskon di Istana, soal keterlibatan Presiden SBY.
"Kalau baca berita dari teman pers, terus Beliau tertarik ya nggak apa-apa," tegas Bayu. (BM/hen/dar)
Presiden SBY Main di Film ‘Pesan Sang Jendral’?
February 22, 2012

BeritaMusik.COM, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY) dikabarkan akan bermain dalam film 'Pesan Sang Jendral' seperti yang dikatakan oleh salah seorang bintangnya, Dinda Hauw. Benarkah?
Namun menurut Tri Bayu Aribowo selaku Eksekutif Produser film 'Pesan Sang Jendral' membantah pernyataan Dinda. Tri juga meminta maaf atas kelancangan Dinda Hauw yang sudah salah persepsi.
"Kami meminta maaf atas kesalahan wawancara dari Dinda Hauw. Ini adalah kepolosan seorang anak membaca skenario bahwa presiden di sini (skenario) diartikan olehnya adalah Pak SBY. Kacamata dari Dinda Hauw presiden sekarang ya Presiden SBY," ujar Tri Bayu di kantor Prima Media Sinema, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Selasa (21/2) malam.
Dalam jumpa pers itu, Bayu mengaku bahwa pihaknya tidak pernah berencana untuk melibatkan Presiden SBY dalam produksi film 'Pesan Sang Jendral' itu. Sejak awal, Bayu sudah memiliki jadwal menghadap SBY untuk meminta izin atas penggunaan karakternya dalam film yang akan segera di produksi awal Maret nanti.
"Tapi kami tetap akan meminta izin ke SBY, bahwa kami akan izin ke SBY mengenai karakter yang akan dipakai itu presiden. Tapi ini fiksi, bukan presiden SBY," paparnya.
Setelah kabar SBY bermain film beredar, Bayu dan tim produksi mengaku belum mendapatkan reaksi negatif dari berbabagi pihak. Makanya, sebelum semakin melebar, Bayu langsung meluruskan kesalahan dari Dinda Hauw.
"Belum. Sepertinya tidak ada yang keberatan, kami dari manajemen ingin meluruskan dari kacamata Dinda Hauw," tandasnya. fei
Produser Bantah SBY Bintangi ‘PESAN SANG JENDRAL’
February 21, 2012
BeritaMusik.com - Film PESAN SANG JENDRAL siap menjadi sajian berbeda yang bercerita tentang semangat patriotisme seorang anak yang terinspirasi oleh Jenderal Sudirman. Dalam film tersebut sempat dikabarkan bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bakal ikut bermain, namun kabar tersebut buru-buru dibantah sang produser.
"Film ini mengangkat tentang seorang anak yang punya cita-cita besar dan terinspirasi dari Jenderal Sudirman. pesannya ini dari Sudirman untuk disampaikan ke Presiden. Pesannya 'Kemerdekaan sudah digenggaman, jangan dilepaskan lagi'," ucap Tri Bayu Aribowo, eksekutif produser film PESAN SANG JENDRAL, ditemui di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Selasa (21/2/2012).
Menurut Tri Bayu, kabar bahwa SBY bakal turut bermain dalam film tersebut muncul karena kesalahan wawancara dengan artis cilik Dinda Hauw. Demikian, produser meminta izin dari presiden untuk membuat film ini.
"Kita minta maaf atas kesalahan wawancara dari artis cilik Dinda Hauw. Diartikan dia categorical dengan SBY. Ini adalah film fiksi. Mungkin diartikan karena presiden saya ya SBY. Tapi kita juga akan izin ke SBY karena memakai sosok atau karakter presiden," ungkapnya.
Permintaan izin kepada Presiden tersebut dilakukan karena adanya karakter Presiden dalam film ini. Meski demikian, pihak produser menegaskan tidak ada keterlibatan baik Presiden, Menteri maupun Bupati dalam filmnya.
"Tidak ada. Menteri dan Bupati juga tidak ada. Kalau ada peran itu secara asli gak nyambung ceritanya. Karena ini cerita anak. Dan anak ini punya imajinasi yang luar biasa," ucapnya. (BM/hen/sjw)
Produser Bantah SBY Main Film
February 21, 2012
BeritaMusik.com - Film PESAN SANG JENDRAL siap menjadi sajian berbeda yang bercerita tentang semangat patriotisme seorang anak yang terinspirasi oleh Jenderal Sudirman. Dalam film tersebut sempat dikabarkan bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bakal ikut bermain, namun kabar tersebut buru-buru dibantah sang produser.
"Film ini mengangkat tentang seorang anak yang punya cita-cita besar dan terinspirasi dari Jenderal Sudirman. pesannya ini dari Sudirman untuk disampaikan ke Presiden. Pesannya 'Kemerdekaan sudah digenggaman, jangan dilepaskan lagi'," ucap Tri Bayu Aribowo, eksekutif produser film PESAN SANG JENDRAL, ditemui di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Selasa (21/2/2012).
Menurut Tri Bayu, kabar bahwa SBY bakal turut bermain dalam film tersebut muncul karena kesalahan wawancara dengan artis cilik Dinda Hauw. Demikian, produser meminta izin dari presiden untuk membuat film ini.
"Kita minta maaf atas kesalahan wawancara dari artis cilik Dinda Hauw. Diartikan dia categorical dengan SBY. Ini adalah film fiksi. Mungkin diartikan karena presiden saya ya SBY. Tapi kita juga akan izin ke SBY karena memakai sosok atau karakter presiden," ungkapnya.
Permintaan izin kepada Presiden tersebut dilakukan karena adanya karakter Presiden dalam film ini. Meski demikian, pihak produser menegaskan tidak ada keterlibatan baik Presiden, Menteri maupun Bupati dalam filmnya.
"Tidak ada. Menteri dan Bupati juga tidak ada. Kalau ada peran itu secara asli gak nyambung ceritanya. Karena ini cerita anak. Dan anak ini punya imajinasi yang luar biasa," ucapnya. (BM/hen/sjw)
Dinda Hauw: Olahraga Biar Tinggi
January 5, 2012
BeritaMusik.com - Memasuki usia 15 tahun, Dinda Hauw ingin cepat tambah tinggi. Pertumbuhannya memang belum maksimal, karenanya, pemain film SKUT dan MESTAKUNG ini rajin olahraga renang dan basket. Ia berharap olahraga tersebut dapat memacu tinggi badannya.
"Aku sempet les renang dulu. Awalnya aku suka aja biar sehat. Setelah bisa jadi hobi," ujarnya ditemui usai preview film AYAH KENAPA AKU BERBEDA?, Senin (14/11) di Senayan City. Rasa suka yang besar mendorongnya untuk selalu semangat meskipun sekarang sibuk promo film dan sekolah.
"Kalau ditanya pernah males atau enggak, nggak sama sekali. Soalnya aku nggak pernah males kalo buat olah raga. Biar sehat," tegasnya. Dina mengaku sering renang. "Bisa sEminggu bisa 3 atau 4 kali," imbuhnya.
Tak hanya renang, basket juga digelutinya sekarang. "sekarang lagi pengen banget basket. Aku lagi pengen tekun di basket biar tinggi juga," jelasnya. Sambil bergurau Dinda menolak dikatakan jika ketertarikannya pada basket untuk mendekati cowok cakep. "Apaan Mbak, ga gitu juga. Olahraga ya olahraga saja," pungkasnya sambil tertawa. (BM/uji/mae)
Prisia Nasution, Pemeran Utama Wanita Terbaik
December 10, 2011
BeritaMusik.COM, Jakarta - Prisia Nasution meraih penghargaan bergengsi sebagai Pemeran Utama Wanita Terbaik di ajang FFI 2011. Prisia meraih penghargaan lewat film perdananya, Sang Penari.
Prisia yang memiliki wanita indah ini mengalahkan pesaingnya dalam nominasi Pemeran Utama Wanita Terbaik, yakni Fanny Fabriana (True Love), Salma Paramitha (Rindu Purnama), Dinda Hauw (Surat Kecil Untuk Tuhan) dan Gita Novalista (The Miror Never Lies).
"Alhamdulillah. Ini film perta,a saya dan dapat penghargaan. Saya memang menunggu lama untuk categorical film, dan akhirnya keluar juga," terang Prisia, usai menerima penghargaan di Malam Anugerah FFI 2011 di Kemayoran, Jakarta, Sabtu (10/11).
Prisia sendiri mengaku tak berharap mendapatkan penghargaan. Bagi bintang FTV itu, penghargaan bergengsi sekelas FFI adalah sebuah bonus.
"Saat masuk nominasi, aku nggak tahu, karena aku lagi di luar kota. Sekarang aku sempatkan datang ke sini karena besok harus syuting lagi," ujar Prisia yang saat ini tengah syuting sequence Laskar Pelangi.


