‘AYAH KENAPA AKU BERBEDA’ Sulit Divisualisasi
November 15, 2011
Selasa, 15 Nov 2011 09:57
Sebagai seorang penulis naskah dalam film ini, Titien Watimena mengaku ada banyak tantangan yang harus dihadapi. Selain dirinya dituntut untuk panda-panda memilah adegan yang sesuai, naskah yang digarapnya joke juga harus sesuai dengan visi dan misi Rapi Film.
"Tantangan menentukan adegan mana yang ada di novel yang akan diambil untuk menyampaikan visi yang sesuai dengan visi Rapi Film," Titien saat ditemui usai preview film AYAH KENAPA AKU BERBEDA di Senayan City, Senin (14/11) kemarin.
Ternyata tantangan itu tidak hanya datang dari dalam bagian produksi saja. Jumlah pembaca novel yang mencapai angka 2 juta orang tersebut juga menjadi tantangan tersendiri karena dirinya harus mampu menempatkan visualisasi yang sesuai keinginan pembaca.
"Novelnya sudah sampai di 2 juta pembaca. Makanya harus bener-bener memilah mana yang mau divisualisasikan pada pembaca," lanjut Titien. (BM/uji/ris)


