Avip Priatna dan Kendala Musik Klasik
November 18, 2011
BeritaMusik.com - Konduktor Avip Priatna bakal mengadakan konser 20 tahun berkarya pada tanggal 3 Desember mendatang. Konduktor yang mampu menyabet berbagai penghargaan internasional, serta identik dengan musik klasik ini mengatakan syah untuk berkolaborasi dengan genre lain seperti cocktail dan jazz.
"Boleh aja (kolaborasi). Klasik itu sebenarnya ilmu dasar. Tapi klasik itu berkembang hingga ciptakan satu musik lain dalam waktu perjalanan tersebut, agak nge-pop misalnya. Sekarang kan jaman crossover ya, boat Michael Bolton nyanyi klasik dan sebaliknya. Yang penting ada benang merahnya. Jadi selama suffer gak masalah, saya sendiri suka categorical piano pop," kata Avip dijumpai eksklusif di jalan Daksa 5 No 4 Jakarta Selatan, Selasa (15/11) sore.
Selain itu konduktor ini sadar tentang betapa pentingnya musik klasik untuk diturunkan melalui sekolah musik yang bagus. Namun tentu ini tidak bisa secara instan bisa dirasakan hasilnya. Tidak adanya sekolah musik klasik yang bagus menjadi kendala tersendiri untuk menyampaikan ilmu di Indonesia.
"Walau di negara lain sama halangannya tapi mereka menyadari musik klasik adalah musik bukan sekedar hiburan tapi mencerminkan kebudayaan suatu bangsa," tuturnya.
"Di Jepang, Hongkong, Thailand, Philipina, Malaysia atau Singapura punya gedung konser hall. Mereka sadar kalo mau dibilang 'negara maju' jika ada gedung konser dan orchestranya. Sebab untuk ke arah sana cukup panjang, sekolah pendidikan yang cukup baik, gurunya," tandasnya kemudian. (BM/dis/sjw)
20 Tahun Berkarya Avip Priatna Tampil Klasik
November 16, 2011
BeritaMusik.com - Konduktor Avip Priatna yang mampu menyabet berbagai penghargaan di dalam dan mancanegara bakal mengadakan konser 20 tahun berkarya pada 3 Desember mendatang. Meski lekat dengan imej musik klasik, konduktor ini tak menutup diri dari genre lain seperti jazz maupun pop.
"Justru walau saya basicnya klasik tapi tiga kali setahun mempunyai module konser besar, ada tiga light misalnya bisa pop, jazz. Konser kemerdekaan selalu musik Indonesia dan berikan kesempatan komponis muda berkarya sebagai penulis premier. Sedangkan yang satunya, bisa ke Natal atau klasik lainnya," tutur Avip Priatna dijumpai eksklusif di jalan Daksa 5 No 4 Jakarta Selatan, Selasa (15/11) sore.
Bagi konduktor ini sah untuk melakukan kolaborasi. Sebelumnya di konser natal ia sempat berkolaborasi dengan penyanyi Bams Samsons serta Lea Simanjuntak. Namun untuk konser 20 tahun berkarya yang bakal ia gelar ini, kembali musik klasik dijadikan menu utama.
"Di konser Natal pernah kolaborasi dengan Bams Samsons, Lea Simanjuntak. Tapi untuk module sendiri tanggal 3 Desember saya tampilkan klasik. Juga untuk mencap kalo saya mainnya di klasik, bukan genre lain. Sehingga orang juga gak bingung dengan imej saya. Walau saya terbuka dengan kolaborasi genre apa aja," tandasnya. (BM/dis/sjw)


