Penyanyi Cilik "REYNALDI" Melakukan Metamorfosis - Kaskus - The Largest Indonesian Community
Masih ingat dengan artis cilik sekitar tahun 1990an awal bernama Reynaldi?\r\n\r\nReynaldi mantan pembawa acara KRUCIL di SCTV sekitar awal atau pertengahan tahun ...
AbNorMal wiTh Friend's
tag:blogger.com,1999:blog-3125210289795479010. 2011-07-07T23:46:45.966-07:00. AbNorMal wiTh Friend's. Segala Hal tentang tiga tahun bersama teman - teman seperjuangan ...
The Un-Official Website of Pure Saturday - Archives

Hujan mengguyur Bandung malam itu, minggu malam menjelang imlek, malam sewaktu sebuah konser bertajuk "Time For A Change, Time To Move On, a Concert of PURE SATURDAY" digelar di sebuah kota dimana frekuensi acara musik berkurang sejak tragedi tahun lalu.

Memasuki venue trademark PS terpampang dengan indahnya, kreatif.
Acara belum mulai padahal waktu sudah menunjukan jam setengah 8 malam. Tidak lama, formasi Elora naik ke atas panggung dengan alunan intro yang dimainkan oleh Arief dan Unyil The Milo.
Udhi mulai menggebuk drumnya, Pathetic Waltz mereka bawakan sebagai lagu pertama konser ini.

Sajak Melawan Waktu, lagu ketiga setelah Awan, perpaduan lirik lagu dan theatre backdrop visualnya pas sekali, sebuah jam analog besar di belakang Udhi menghiasi panggung selama lagu itu dibawakan.
Kemudian sebuah lagu yang jarang dibawakan oleh Pure Saturday, Belati, menjadi lagu ke-6 dalam setlist mereka.

Rekti The S.I.G.I.T diundang untuk berkolaborasi pada 2 lagu PS, Nyala dan Later The Saddest World Down. Setelahnya,  tanpa skenario, Adhi memainkan intro lagu dari Led Zeppelin, Whole Lotta Love me yang kemudian disambut bingung oleh rekti dan tawa dari personel PS yang lain, sepenggal lagu yang membuat GSG Itenas bergemuruh menyorakan kolaborasi ini.

Rekti The S.I.G.I.T turun dari panggung dan kemudian Iyo mengundang seseorang yang bersama dengan PS sejak pertama kali rope ini berdiri yaitu Suar Nasution yang baru saja dianugerahi anak ke-3, Suar naik keatas panggung dengan sambutan dari penonton, kawan dan keluarga di sekitar panggung! "Barang Antik" kata mereka, Selamat Suar atas kelahiran anaknya.

Suar mengambil gitarnya dan memainkan Sirkus dengan formasi PS Time For A Change, "Cerita tentang orang salah...." yang dilanjutkan dengan Kaca, kembali visualnya pas, kerusuhan yang terjadi di Indonesia "Lihat negeri ini... tak sanggup lagi berdiri...."

Dan lagi, sebuah lagu yang jarang dibawakan oleh Pure Saturday, A Song dari manuscript pertama mereka yang kemudian masuk ke dalam break. 5 menit visualnya kapal-kapalan yang menjadi sampul entrance manuscript mereka, salute! Cahaya masih redup, sosok seseorang yang bukan personel dari PS duduk diatas panggung dengan gitar akustik dan mulai memainkan gitarnya, lighting mulai mengarah ke gitaris tersebut dan barulah disadari kalau itu adalah Agung, gitaris Burgerkill. Sementara Agung berakustik, personel PS kembali naik ke panggung. Arief  mulai masuk ke dalam akustik dengan membawakan intro Labirin!!! Tidak bisa berkomentar apa-apa untuk lagu ini.

Sekarang di panggung sudah ada 5 orang gitaris, 1 Basis, 1 Drumer dan 1 Kibordis, formasi gitaris yang cukup banyak bukan? Setelah labirin selesai Agung masih memainkan gitar akustiknya dan memedleynya dengan Elora. Apik, akustik gedung ini bagus!

2 lagu Agung Burgerkill berkolaborasi dengan Pure Saturday, sebuah momen yang indah. Kini Iyo mengajak penonton yang sejak pertunjukan dimulai duduk damai menyaksikan untuk maju merapat ke panggung.

Coklat, suasana menjadi ramai karena sing a prolonged dari samping dan depan theatre yang berlanjut sampai ke akhir pertunjukan.
Setelah Spoken, Iyo memperkenalkan personel Pure Saturday Unyil The Milo yang setia menemani mereka dalam konser ini. Kocak, sewaktu unyil diperkenalkan, visible berubah menjadi gambar unyil, pak raden dan teman-temannya ditambah thesis unyil yang dimainkan oleh PS, semua joke tertawa, kecuali Unyil sendiri.

PS mengaransemen lagu Pulang untuk lagu terakhir pertunjukan ini, temponya lebih lambat dan santai, mendekati reggae tapi tidak. Na Na Na Na Na Na Na.. Good Bye...
Kali ini skenario pertunjukan berakhir tidak berhasil, mereka kembali membawakan lagu-lagunya yang lain. Buka, Kosong dan Enough. Setlist mereka sudah habis, 22 lagu sudah mereka bawakan.

Request Encore dari seisi GSG Itenas mereka sambut dengan Vapour Trail dan Boy's Don't Cry, pertunjukan selesai, semua senang, sebuah perjalanan, waktunya berubah, waktunya beranjak!

SetList:
intro
Pathetic Waltz
Awan
Sajak Melawan Waktu
Silence
Di Bangku Taman
Belati
Disana
Nyala attainment Rekti The S.I.G.I.T
Later.. a Saddest World Down attainment Rekti The S.I.G.I.T
Whole Lotta Love attainment Rekti The S.I.G.I.T
Sirkus
Kaca
A Song
break
Labirin attainment Agung Burgerkill
Elora attainment Agung Burgerkill
Coklat
Desire
Pagi
Spoken
Unyil Theme Song
Pulang
END-CORE
Buka
Kosong
Enough
Vapour Trail (Ride)
Boys Don't Cry (The Cure)

Photos by :
http://satriaramadhan.multiply.com/photos/album/145
http://dezig.multiply.com/photos/album/479/PureSaturdayTheConcert

Salute to we all.

PSP SATRASIA
tag:blogger.com,1999:blog-8759178046926449229. 2011-08-02t09:28:55.569+07:00. psp satrasia. module studi pendidikan bahasa dan sastra indonesia . psp satrasia
Aku: Jan 2004