Hilangkan Galau dengan Musik Klasik

May 21, 2012

Felicia Liviani Tandiono (BeritaMusik/Edward Luhukay)Jakarta - Perasaan "galau" yang kerap dirasakan remaja saat ini juga dirasakan oleh musikus muda Felicia Liviani Tandiono. Namun, alih-alih menumpahkan perasaannya di jejaring sosial, cewek 13 tahun ini memilih mengambil alat musik dan memainkan musik klasik yang menjadi kegemarannya.

Musik klasik telah menjadi teman setia pelajar kelas 1 SMP Ciputra Surabaya ini. Dengan alat-alat musik yang dikuasainya, yakni piano, biola, serta cello, Felice melantunkan nada nada indah melalui jemarinya. Di usia 3 tahun 5 bulan, Felicia mulai mengenal alat musik piano dengan belajar di Wisma Musik Rhapsody, Surabaya.

Belajar musik di usia dini membuat Felicia yang awalnya takut dengan suasana asing, perlahan mulai berani dan tampil percaya diri.

Mengenal piano, kemudian membuat Felicia tertarik dengan alat musik lainnya, biola. Di usia 4 tahun 6 bulan, Felicia kemudian belajar biola, dan hingga kini sudah meraih sejumlah penghargaan.

Di usia 6 tahun, Felicia mulai tertarik belajar Cello, setelah melihat kakaknya, Lita Liviani Tandiono, yang langganan gelar juara. Kini, di usianya yang menjelang 13 tahun, Felicia mulai belajar bermain alat musik harpa, dengan bimbingan Heidi Awuy.

"Aku itu orang yang ngga pernah puas dengan belajar dan selalu tertarik dengan hal baru. Kenapa kemudian belajar harpa, karena aku butuh tantangan baru. Buat aku, harpa itu menarik banget, suaranya tuh menghanyutkan," jelas Felicia kepada wartawan, belum lama ini di Jakarta.

Musik klasik memang menjadi dunia yang mengasyikkan bagi putri kedua dari pasangan Iwan Tandiono dan Ifiwati Wibowo ini. Apalagi kakak serta adik-adiknya juga menggeluti bidang yang sama. "Menggeluti musik klasik bukan paksaan dari kedua orangtuaku, aku menjalaninya dengan senang hati. Kalau anak-anak lain pas liburan sekolah mungkin mencari tempat liburan, kalau aku justru musisi mana yang membuka master class," jelas Felicia, yang juga personil Tiga Bidadari MURI ini.

Menguasai musik klasik yang tak umum bagi remaja seusianya, tak lantas membuat Felicia kehilangan masa remajanya. Ia tetaplah seorang remaja yang mempunyai pergaulan yang luas serta menggemari K-Pop hingga Justin Bieber. Selain sering menggondol gelar juara di berbagai perlombaan.

Dengan musik klasik yang ditekuninya, Felicia juga kerap tampil di berbagai acara. Mulai dari pernikahan, rising product, hingga acara perusahaan. Namun, saat tampil profesional, Felicia penuh kompromi. "Tentu saja nggak melulu memainkan musik klasik, aku kan harus menyesuaikan dengan selera penonton. Tapi, terkadang mereka heran saat melihat aku memainkan musik klasik, sering disebut kecil kecil cabe rawit, " kenang Felicia sambil tertawa.

Cewek kelahiran 9 Oktober 1999 ini, kini mantap bermusik. Dengan bermusik Felicia belajar tanggung jawab, lebih mandiri dan menjadi dewasa lebih dari usianya. EL jcomments on

Ari Sigit Kembali Tak Penuhi Panggilan Polisi

May 21, 2012


BeritaMusik.com - Tersangka kasus dugaan penipuan penggelapan dana proyek pengurugan senilai Rp2,5 miliar, Ari Haryo Wibowo Hardjojujanto alias Ari Sigit ingkar tidak memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya.

"Pengacara Ari Sigit mengatakan tidak bisa datang seperti yang mereka janjikan kemarin, mereka joke berjanji akan datang Rabu (23/5)," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Rikwanto di Jakarta, Senin (21/05/2012).

Awalnya, pengacara Ari Sigit menjanjikan akan menghadirkan cucu mantan Presiden Soeharto itu, guna menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Senin (21/5).

Rikwanto tidak bisa menjelaskan alasan Ari Sigit mangkir, tidak memenuhi panggilan penyidik. Penyidik menjatuhkan batas waktu agar memenuhi panggilan penyidik hingga Rabu (23/5) pukul 10.00 WIB. Polisi akan memanggil paksa dan menahan Ari Sigit, jika tidak memenuhi panggilan penyidik pada Rabu (23/05/2012).

Sebelumnya, pimpinan PT Krakatau Wajatama, Sutrisno dan Mariati melaporkan Ari Sigit sebagai pimpinan PT Dinamika Daya Andalan (Dinamika), terkait dugaan penggelapan dan penipuan dana mencapai Rp2,5 miliar, 27 Oktober 2011.

PT Krakatau Wajatama yang tercatat sebagai anak perusahaan Krakatau Steel tersebut, menunjuk perusahaan milik Ari Sigit, sebagai pelaksana proyek pengurugan tanah di Cilegon, Banten.

Pihak PT Krakatau Wajatama sudah membayarkan uang sebesar Rp2,5 miliar kepada perusahaan Ari Sigit sebagai jaminan pelaksanaan proyek pengurugan tanah.

Penyidik Polda Metro Jaya telah menetapkan lima tersangka, yakni Ari Sigit (Komisaris Utama PT Dinamika), Sunarno Hadi (Direktur Utama PT Dinamika, A, S dan D (karyawan PT Dinamika). (antara/dar)

Odi Mulya Kagumi Cerita ‘BERANDAL-BERANDAL CILIWUNG’

May 8, 2012

BeritaMusik.com - Lebaran bulan Agustus nanti, anak-anak Indonesia akan dihibur sebuah film baru, BERANDAL-BERANDAL CILIWUNG. Film anak-anak yang dibintangi oleh Ira Wibowo ini siap memberikan tontonan pengisi liburan bagi anak-anak.

Film yang diangkat dari novel terbitan Pustaka Jaya ini diakui Ody Mulya berisi banyak pesan dignified serta sangat menggambarkan keadaan Jakarta. "Tadinya mau angkat plek sebagaimana bukunya. Tapi karena kesannya Jakarta banget, kita bikin ceritanya lagi dengan pesan solidaritas lebih kental," ujar Ody saat ditemui di lokasi syuting di jalan Bina Marga, Kalibata, beberapa waktu lalu.

Ody, yang bertindak sebagai produser mengaku suka dan kagum dengan isi ceritanya. Oleh karenanya ia mempercayakan penggarapannya kepada Guntur, sutradara yang pernah menggarap sequence Laskar Pelangi.

"Kesempatan dapat konten dan naskah bagus ya baru ini. Ini susah sekali
dapat naskahnya. Itu buku kesukaan saya. Buku kan ceritanya jakarta
banget," paparnya. Bersamaan dengan rilis film ini nanti, novel anak-anak tersebut kabarnya bakal dicetak ulang.

Terlepas dari berita gembira ini, yang patut diamati tentu saja pilihan Ody Mulya untuk membuat film anak. Seperti yang kita tahu, Ody dikenal atas kegemarannya menggarap film horor bermuatan adegan seksi. "Dari dulu cita-cita sih, apalagi film ini bukunya kan bagus. Menarik untuk film keluarga. Lebih ke arah hiburan untuk semua usia," pungkasnya. (BM/uji/dka)

Ira Wibowo Mewariskan Kecintaan Akting ke Anak

May 5, 2012

BeritaMusik.com - Keluarga dan karirnya sebagai aktris adalah dua hal utama dalam kehidupan Ira Wibowo saat ini. Dan kecintaan Ira akan akting itu nampaknya diturunkannya pada putri sulungnya, Chika. Putri Ira dan Katon Bagaskara sebelumnya bermain dalam CINTAPUCCINO arahan Rudi Soedjarwo.

Meski demikian, Ira lebih menekankan pada pendidikan sang anak. Ia mengaku tak ingin membebani putrinya tersebut dengan banyak pekerjaan selama ia masih duduk di bangku sekolah.

"Biar dia sekolah dulu baru setelah itu kalo mau categorical film atau yang lain boleh deh. Tapi sebenarnya anaknya sih tertarik," ungkapnya saat ditemui di lokasi syuting film terbarunya, BERANDAL - BERANDAL CILIWUNG, jalan Bina Marga, Kalibata, beberapa waktu lalu.

Putri sulungnya yang menempuh studi di London School ini memang mewarisi minat yang sama seperti ibunya, termasuk soal pilihan pendidikan. "PR juga padahal ga diarahin. Dia ambil jurusan yang sama boat saya," ujarnya. Sedang si bungsu mewarisi minat yang sama seperti sang ayah, bidang musik. Adil jadinya ya, masing-masing mewarisi sifat ayah dan ibunya.

  (BM/uji/dka)

Ira Wibowo Tak Bisa Lepas Dari Peran Ibu

May 4, 2012

BeritaMusik.com - Aktris Ira Wibowo dengan pembawaannya yang kalem sepertinya tak bisa lepas dari peran seorang ibu. Dalam film terbarunya, BERANDAL-BERANDAL CILIWUNG, Ira joke kembali memerankan sosok ibu.

"Saya sih tadinya mau jadi Sisi (tokoh anak yang cewek). Ga mungkin lah ya. Karena emang udah ibu-ibu. Ya gimana lagi," candanya saat ditemui di lokasi syuting, jalan Bina Marga, Kalibata.

Ira pun sangat menikmati peran ibu yang dipercayakan kepadanya. Meski kerap menjalani peran sebagai ibu, bukan berarti peran yang dibawakannya selalu sama.
"Set kondisi cerita kan beda-beda. Ibunya juga beda-beda dalam setiap film," ujarnya.

Istri Katon Bagaskara ini tak keberatan meskipun mendapat peran kecil selama film anak seperti BERANDAL-BERANDAL CILIWUNG ini tetap dibuat. Menurutnya film anak harus terus dibuat dan disajikan sebagai pengisi liburan. "Di luar negeri juga gitu. Pas libur dikasih refreshing," jelasnya.

Film anak-anak terbaru ini bakal mengisahkan tentang berandal-berandal Ciliwung. Bukan berandal seperti yang kita kira, namun lebih kepada anak-anak penghuni bantaran sungai Ciliwung yang usil dan jahil. Oleh karenanya mereka dipanggil berandal oleh guru mereka. (BM/uji/dka)

Ira Wibowo, Senang Bola Sejak Kecil

May 2, 2012

JAKARTA -- Didaulat memerankan mafia yang memiliki tim futsal underground, Ira Wibowo diragukan memiliki pengetahuan sepakbola. Tapi ternyata, ibu tiga anak punya pengalaman menjadi pemain sepakbola wanita semasa menempuh pendidikan di bangku kuliah.Saya senang bola dari kecil. Kebetulan dulu lahir di Jerman yang merupakan negara bola juga. Saya juga pernah menjadi pemain waktu masih mahasiswa, kata Ira Wibowo saat screening film Hattrick di FX Senayan, Rabu (2/5).Istri Katon Bagaskara ini mengaku masih suka nonton bola, terutama jika ada perhelatan akbar seperti Piala Dunia atau Piala Eropa. Sekarang joke saya masih sering ngikutin, terutama kalau yang categorical adalah negara itu yang bikin saya pale semangat, jelasnya.Secara keseluruhan Ira Wibowo sangat suffer dengan perannya sebagai mafia. Biasanya saya harus berperan sebagai seorang yang lemah lembut, ini satu tantangan buat saya dan saya sangat menikmati, kata Ira.Menurutnya, semua orang wajib menonton film Hattrick. Itu karena sepakbola merupakan olahraga yang pale digemari di Indonesia.Pesan penting dalam film ini adalah perbedaan adalah kekuatan. Bagi laki-laki sepakbola tentu menjadi daya tarik tersendiri, nah kalau ceweknya, pemain cowoknya ganteng-ganteng, ungkap Ira. (abu/jpnn)

Hattrick, Film Kritik Politisasi Sepakbola

May 2, 2012

JAKARTA -- Film yang menceritakan futsal Indonesia Hattrick akan rilis pada 12 Mei mendatang. Film yang disutradarai oleh Robert Ronny ini juga berisikan kritik terhadap persepakbolaan Indonesia.Sepakbola itu adalah alat untuk menghibur rakyat. Pengalaman saya yang pernah ke negara-negara berkembang seperti Chili, Brazil dan Argentina, sepakbola itu benar-benar sebuah magnet, bisa memberikan semangat nasionalisme, kata Robert di FX Senayan Jakarta, Rabu (2/5).Sayangnyan, kata dia, di Indonesia sepakbola masih terus dipolitisasi. Kita sebenarnya ingin membuat film PSSI karena waktu itu PSSI sedang hujan kritik, ada ISL ada IPL. Ya sudahlah daripada kita categorical kubu-kubuan kita bikin yang fiksi saja, makanya idenya memunculkan underground, kata Robert.Robert menjelaskan, casting pemain dalam film ini cukup panjang. Robert mencari pemain yang bisa akting sekaligus bisa bermain bola juga. Hampir enam bulan kita mencari pemain, ungkapnya.Hattrick menceritakan turnamen Underground Futsal bertaraf internasional berlangsung tanpa pernah diketahui khalayak. Bu Bos (Ira Wibowo), seorang janda pimpinan mafia punya ambisi meneruskan cita-cita suaminya memiliki tim futsal.Toro (Lukman Sardi) ditunjuk sebagai pelatih futsal. Toro tahu pemain pilihannya punya ability bagus, meskipun mereka berbeda etnis dan berbeda latar kehidupan. Mereka juga punya masalah yang bisa mempengaruhi keutuhan tim.Samuel kehilangan figur bapak, Alung yang menunggu pengakuan kewarganegaraannya, hingga Anand yang dihantui rasa bersalah setelah kematian ibunya. Tapi Toro justru yakin perbedaan mereka adalah kekuatan timnya. (abu/jpnn)

Biasanya Lembut, Kini Jadi Mafia

May 2, 2012

JAKARTA -- Aktris comparison Ira Wibowo ternyata tidak hanya piawai berperan sebagai seorang perempuan yang lemah lembut. Istri Katon Bagaskara ini juga bisa berperan sebagai mafia.Hal ini ia buktikan saat berperan sebagai Bu Bos dalam film Hattrick. Di sini Ira menjadi seorang pemilik tim futsal yang mengikuti pertandingan futsal internasional bernama Zero Underground.Jadi tantangannya buat saya adalah bermain tidak seperti biasanya. Biasanya kan saya bermain sebagai orang yang sangat baik. Di film ini saya bermain sebagai seorang mafia yang memiliki tim futsal, kata Ira saat rising film Hattrick di FX Senayan, Rabu (2/5).Ia cukup kesulitan memerankan Bu Bos dengan pas karena biasanya mafia itu dimainkan oleh laki-laki. Jadi saya berusaha semaksimal mungkin bagaimana menjadi mafia tetapi tetap harus terlihat sebagai seorang perempuan, ungkapnya.Alur cerita film ini juga menarik karena selain diwarnai konflik pertandingan futsal, film ini juga memunculkan lima karakter pemain futsal berbeda dengan masalah yang juga berbeda.Di antara lima pemain, masing-masing punya karakter yang kuat. Kami ingin memperlihatkan bahwa sebenarnya perbedaan itu bisa menjadi sebuah kekuatan, kata Ira. (abu/jpnn)

Ale-Nia Setia Garap Indonesia Timur

April 29, 2012

PASANGAN selebritis Ari Sihasale dan Nia Zulkarnaen ikut memeriahkan acara amal untuk Indonesia Timur di FX Senayan Jakarta, Minggu (29/4). Dalam acara ini, Ari dan Nia ikut membuka counter berisikan karya yang terinspirasi dari Indonesia Timur.Nia dan Ari juga sedang menggarap film berjudul Di Timur Matahari yang diambil dari judul lagu karya WR Supratman. Ale -panggilan akrab Ari Sihasale- juga pernah membuat film berjudul Denias, Senandung di Atas Awan.Ale lahir di Tembagapura, Papua, 5 Oktober 1973. Ale adalah aktor dan musikus Indonesia keturunan Ambon. Ale pernah bergabung dengan grup vokal Cool Colours bersama Ari Wibowo, Surya Saputra dan Jonathan.Papua merupakan salah satu tempat yang indah di Indonesia, pemilihan lebih kepada kebutuhan cerita. Sangat indah, cantik. Kalau udah di sana, papar Nia istri Ale. (abu/jpnn)

Ira Wibowo Tularkan Cegah Kanker Serviks ke Anak

April 25, 2012

BeritaMusik.COM, Jakarta - Duta kampanye pencegahan kanker serviks, Ira Wibowo tak hanya membagikan ilmunya kepada masyarakat. Ira juga menularkan pengetahuannya kepada anak perempuannya, Chika Putri Bagaskara.

"Chika bantu saya jadi duta. Kan nggak selalu orangtua yang jadi guru buat anak. Tetapi anak juga bisa menjadi guru untuk orangtuanya," ungkap Ira di Jalan Bina Marga, Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu (25/4).

Ira mengaku dirinya sudah empat tahun bekerja sama dengan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) sebagai Duta Kampanye 'Bantu Cegah Kanker Serviks'.

"Aku masih menjadi duta cegah kanker serviks. Kami kampanye recognition dan knowledge. Aku sudah empat tahun jadi duta,"

Lalu, apa yang diterapkan Ira untuk dirinya?

"Saya selalu mix allegation setahun sekali. Itu untuk yang sudah nikah. Saya lakukan rutin. Kenapa saya tertarik, karena kampanye ini beda dengan yang lain. Ini bisa dicegah sejak dini. Ini kan, dari virus. Papsmear itu untuk deteksi dini," paparnya. aji

Next Page »