Antara MARS, Gilbert Joshua, dan Andra & The Backbone

April 25, 2012

Jakarta - Gilbert Joshua, pembetot bas Saint Loco, belakangan ini sibuk di belakang layar dengan menukangi MARS, sebuah rope baru yang disebut-sebut memiliki kemiripan dengan Andra & The Backbone.

Menurut siaran pers Major Key yang diterima BeritaMusiknews, Senin (23/4), Gilbert memproduseri lagu milik MARS. Salah satu tembang andalan dari rope yang memiiliki personil Ijal (vokal and gitar), Iman (bas), dan Andy (drum) ini, diberi titel Maaf.

"Ini ceritanya soal penyesalan. Soal cewek yang suka nyakitin cowoknya, lalu ceweknya minta balik lagi," ungkap Ijal kepada wartawan, saat ditemui di kawasan Tebet, Jakarta, Senin (23/4) siang.

Single perdana MARS tersebut dikemas dengan dash up-beat dan distorsi gitar, dan memiliki karakter musik khas racikan contingent ini. Meski bertema cinta, namun aransemen serta dash yang agak cepat tersebut, menurut MARS, bisa membuat orang yang mendengar lagu ini menjadi semangat.

Belakangan, pasca-sejumlah promo yang dilakukan di berbagai radio, segelintir orang menyebut karakter MARS sejenis dengan musik yang diusung Andra & The Backbone.

"Mungkin ada yang menyamakan MARS dengan Andra & The Backbone. Tapi sebenarnya, musik kita berbeda. Kita memasukkan unsur synthesizer dan unsur musik elektronik," kata Imam.

"Mungkin, karakter vokal dari kami yang ada kesamaan (dengan Andra & The Backbone)," tambahnya.

Menurut rencana, tembang Maaf bakal mengisi manuscript MARS yang bakal dirilis dalam waktu dekat. EL jcomments on

Rio Pemilik Rottrevore Records Meninggal Dunia

November 30, 2011

Dwinanda Satrio alias Rio, pemilik tag rekaman ekstrem steel pale berpengaruh di tanah air, Rottrevore Records dikabarkan tutup usia di Bandung pada Senin (28/11) pagi ini. Usianya 33 tahun.

Hingga berita ini diturunkan belum diketahui secara pasti penyebab wafatnya Rio, menurut keterangan Eben, gitaris Burgerkill, diduga Rio terkena serangan jantung ketika sedang tidur di Wisma Lanud Sulaeman, Bandung. Sehari sebelumnya ia ikut membantu penyelenggaraan acara Bandung Deathfest di sana.

Rottrevore Records adalah tag rekaman khusus musik ekstrem steel bergengsi yang didirikan oleh Rio dan Ferly pada tahun 2001 dan telah menjadi rumah yang berjasa besar bagi banyak rope ekstrem steel besar di Indonesia seperti Jasad, Siksakubur, Deadsquad, Forgotten, Funeral Inception, Death Vomit, Disinfected, Revenge, Dead Vertical dan sebagainya.

Rio juga sebelumnya dikenal sebagai salah satu gitaris tangguh dari rope genocide steel Jakarta medio pertengahan 90an, Bloody Gore yang namanya cukup dikenal di stage steel internasional. Seusai bandnya bubar Rio kemudian bergabung dengan rope genocide steel asal Bandung, Disinfected dan sempat tampil di ajang Bandung Berisik 4 pada awal Juni silam.

Pada tanggal 2 Oktober 2011 lalu, Rottrevore Records menggelar Rottrevore Deathfest dalam rangka merayakan ulang tahun labelnya yang ke-10 di Hanggar Teras, Pancoran, Jakarta. Pesta yang digelar secara besar-besaran dan dihadiri ribuan penonton tersebut antara lain menampilkan Deadsquad, Siksakubur, Dead Vertical, Panic Disorder dan sebagainya.

Kepergian Rio yang sangat mendadak ini segera saja menjadi kabar yang menghebohkan dan membawa duka yang mendalam bagi segenap stage steel di Indonesia.

”Selamat jalan @rottrevore dwinanda satrio (rio gendut), kita semua sangat kehilangan  Rest in assent saudaraku,” tulis Stevie Item, gitaris Deadsquad dan Andra and The Backbone di akun Twitter-nya.

”Turut berduka atas wafatnya teman kami rio, pemilik @Rottrevore records. rest in peace, brother..,” tulis akun Twitter resmi Koil.

”RIP Rio – @rottrevore Records. dedikasimu kepada dunia steel akan kami kenang selalu. unhappy day ,” tulis akun Twitter Seringai.

“Innalillahi.. Telah meninggal dunia sahabat kami Rio @Rottrevore Records Istirahat yg tenang ya lae, we’ll skip we bro ,” tulis akun Twitter resmi Burgerkill.

indofiles.org

Yenny ’3 Macan’ Duet Bareng Andra and The Backbone

November 16, 2011

BeritaMusik.COM, Jakarta - Yenny '3 Macan' sepertinya tak salah memilih bersolo karir. Buktinya, setelah memutuskan bersolo karir, jadwal manggung Yenny semakin padat.

Selain jadwal manggung yang padat di beberapa kota, bahkan ke luar negeri, Yenny juga dalam waktu dekat ini akan berduet dengan salah satu rope besar Tanah Air, Andra and The Backbone.

"18 NOvember nanti, Yennya akan tampil di acara entertainment sebuah bank swasta di Jakarta. Di situ, Yenny tampil sama Andra and The Backbone. Rencananya Yenny akan membawakan tujuh lagi. Dan beberapa di antaranya akan berkolaborasi bareng mereka," terang Yenny, saat dihubungi, Rabu (16/11).

Yenny memutuskan untuk bersolo karir lantaran jadwal manggung dengan 3 Macan cukup sepi. Meski begitu, Yenny tak lantas meninggalkan grup yang sudah membesarkan namanya itu.

Namun, sejak memutuskan bersolo karir, tawaran manggung malah cukup ramai. Bahkan dalam waktu dekat ini, Yenny sudah diantre untuk manggung di luar kota seperti Lampung, Palembang dan satu negara tetangga, Singapura.

"Alhamdulillah lumayan jobnya. Insyaallah, awal 2012 Yenny ada uncover di Singapore," katanya.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.BeritaMusik.com around ponsel dan Blackberry !

Andra and The Backbone Bangga Duet Sa’unine

November 12, 2011

BeritaMusik.COM, Jakarta - Grup orkestra Sa'unine berkolaborasi dengan Andra and The Backbone dengan membawakan lagu etnik. Keduanya menyajikan musik yang apik.

Acara berlangsung Kamis (11/11) malam di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ), Jakarta. Andra and The Backbone yang beranggotakan Andra (gitar) Stevie (gitar) dan Dedy (vokal) bermain di luar kebiasaannya.

Andra dan Stevie memainkan gitar akustik, dan diiring orkestra dari Sa'unine. Sedangkan Dedy sangat menikmati saat membawakan dua buah lagu Jali-jali dan Belaian Sayang.

Usai tampil dengan Sa'unine, Andra, Stevie dan Dedy mengaku sangat bangga. Sudah sejak lama mereka mengaku mengidolakan Sa'unine.

"Kami diajak untuk ikut konser Sa'uine ini. Saat dikasi tahu kami antusias kaerana memang saya ngefans banget sama mereka," terang Andra yang diamini Stevie dan Dedy usai tampil di GKJ.

Andra and The Backbone mengaku tidak tahu bagaimana versi asli dari lagu Jali-jali dan Belaian Sayang. Namun setelah ngobrol dengan Sa'unine, nada-nada itu mudah saja didapatkannya.

"Ini bukan etnik dan kebetulan Sa'unine ini membawakan lagu daerah dengan musik gesek. Kami diminta pilih lagu. Jali-jali kami pilih karena memang dari Jakarta dan memang gampang nyanyinya. Jadi ini bukan konser daerah, tapi kami berkolaborasi untuk musik gesek," timpal Dedy.

Sa'unine adalah kelompok orkestra dari Jogjakarta. Yang unik, mereka membawakan musik orkestra namun dengan lagu-lagu etnik Indonesia.

Mereka juga berusaha untuk mengubah paradigma orang terhadap musik orkestra. Musik orkestra yang terkenal dengan musik serius, perlahan diperkenalkan kepada masyarakat bawah.

Orkestra yang selama ini selalu ditampilkan di gedung-gedung mewah, Sa'unine membawanya ke tengah masyarakat bawah, seperti di lapangan bahkan di jalanan.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.BeritaMusik.com around ponsel dan Blackberry !

Penonton Antusias Saksikan Konser Sa`Unine

November 11, 2011

Sa`Unine String Orchestra (BeritaMusik/Edward Luhukay)Jakarta - Kehadiran kelompok musik gesek Sa`Unine String Orchestra Jakarta dalam konser di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ), Jum`at (11/11) malam, dipadati ratusan penonton.

Kelompok musik asal Yogyakarta ini membuai penonton dengan memainkan 14 lagu dari berbagai daerah yang diaransemen ulang dalam konser berdurasi dua jam dengan konduktor orkestra Oni Krisnerwinto.

Sebagai pembuka konser, Sa`Unine String Orchestra membawakan repertoar Tak Lelo Ledhung yang diaransemen oleh Dimawan Krisnowo Adji, dan dinyanyikan oleh Sruti Respati.

Tepuk tangan penonton membahana ketika repertoar Jali-jali dimainkan. Karya yang pernah dinyanyikan oleh seniman Betawi, Benyamin (almarhum) ini diiringi oleh permainan alat musik petik, gitar, serta vokal dari Andra & The Backbone.

"Menyanyi di GKJ jauh lebih menegangkan dibandingkan dihadapan puluhan ribu penonton dalam konser biasa," kata vokalis grup bandi itu, Deddi Suryadi di tengah konser.

"Kami mengambil langkah besar dengan berani keluar dari zona aman kami," lanjutnya.

Permainan gitar Stevie Item dan Andra Junaidi (yang tidak memainkan drum seperti biasa) nampaknya memberi warna berbeda pada penonton setelah disuguhi sembilan repertoar yang hanya memainkan alat musik gesek. EL, Ant