Abdee Negara: Slank (Mungkin) Tak Akan Golput Lagi

April 18, 2012

JAKARTA, BeritaMusik.com — Pada Pemilihan Umum Kepala Daerah atau Pilkada DKI Jakarta di beberapa periode yang lalu, para personel Slank—Kaka (vokal), Bimbim (drum), Abdee (gitar), Ridho (gitar), dan Ivan (bas)—mengaku tak menggunakan hak pilihnya alias golput. Namun, pada Pilkada DKI Jakarta mendatang, Slank kemungkinan akan ikut memilih calon gubernur.

"Slank beberapa tahun ini golput, tetapi kali ini kalau ada yang bisa dipilih kenapa enggak. Slank juga manusia, kalau ada yang bisa memenuhi harapan kenapa enggak," kata Abdee, ditemui di kawasan Kemang, Selasa (17/4/2012) malam.

Kalaupun belakangan Slank terlihat cukup dekat dengan salah satu bakal calon (balon) gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo atau Jokowi, menurut Ivan, hal tersebut bukan berarti Slank memberi dukungan kepada Wali Kota Solo tersebut untuk menjabat DKI 1.

"Kami enggak mendukung, tetapi idealnya sosok pemimpin itu ada di Jokowi. Ini sindiran juga buat para pemimpin, 'Kalau kalian mau jadi pemimpin, ini lho sosok yang ideal'," kata Ivan. "Kalau kami mendukung, berarti kalau konser sambil genjreng-genjreng 'Ayo pilih...'," timpal Bimbim. 

Abdee Slank: Jokowi Cocok Jadi Rocker

April 16, 2012

JAKARTA, BeritaMusik.com - Apa tanggapan awak Slank mengenai sosok bakal calon gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo? Di mata mereka, Wali Kota Solo tersebut punya jiwa kepemimpinan yang bagus, sekaligus penggemar musik stone tulen.

Di balik sosoknya yang bersahaja, Joko Widodo atau kerap disapa Jokowi adalah penggemar musik-musik cadas, seperti Metallica, Judas Priest, dan Lamb of God. Kecintaan Jokowi terhadap musik aliran keras ini kemudian ditulis oleh Yon Thayrun dalam buku "Jokowi, Pemimpin Rakyat Berjiwa Rocker".

Gitaris Slank, Abdee Negara, menilai kepribadian sederhana dan dekat dengan rakyat seperti dimiliki Jokowi sangat cocok dengan kriteria pemimpin yang mumpuni. Namun, Abdee menilai Jokowi lebih cocok menjadi seorang rocker. "Jadi pemimpin dia bagus, tapi dia lebih cocok jadi rocker," kata Abdee ketika dijumpai seusai menerima kedatangan Jokowi di markas Slank, Jalan Potlot III, Jakarta, Senin (16/4/2012).

Abdee mengatakan, kedatangan Jokowi ke markas Slank itu dalam rangka silaturahim dan membicarakan rencana Slank yang akan tampil di Solo International Ethnic Music Festival pada Juli mendatang.

Dalam kesempatan yang sama, penggebuk drum Slank, Bimo Setiawan Almachzumi atau Bimbim, mengatakan bahwa sudah lama warga Jakarta merindukan gubernur yang merakyat dan memiliki komitmen sosial yang tinggi seperti Jokowi. Dua hal itu juga menjadi perhatian utama Slank dalam menciptakan lagu. Maka wajar jika pertemuan Slank dan Jokowi itu juga membicarakan masalah Jakarta, seperti macet, banjir, prostitusi, dan judi.

Soal gaya kepemimpinan Jokowi, Bimbim menceritakan betapa Wali Kota Solo itu menunjukkan dirinya tidak pernah membuat jarak dengan warga Solo. Itu terlihat saat Slank menggelar konser di Solo dan Jokowi joke turut datang menyaksikan aksi mereka.

"Dia (Jokowi) sering ketemu sama kami di Solo. Dia sederhana, naik becak mau, nonton konser Slank juga jalan kaki. Nonton bareng penonton yang lain. Enggak ada jarak antara rakyat dan pemimpinnya," kata Bimbim.

Jokowi Dekati Slank

April 16, 2012

BeritaMusik IMAGES/MUNDRI WINANTO

Bakal calon gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo atau biasa disapa Jokowi (kemeja kotak-kotak) berfoto bersama personil Slank saat mendatangi markas Slank di Jalan Potlot, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Senin (16/4/2012). Kepada wartawan Jokowi mengatakan kunjungannya ke markas Slank bukan mencari dukungan tetapi hanya silaturahmi.

BeritaMusik IMAGES/MUNDRI WINANTO

Bakal calon gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo atau biasa disapa Jokowi (kemeja kotak-kotak) berfoto bersama personil Slank saat mendatangi markas Slank di Jalan Potlot, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Senin (16/4/2012). Kepada wartawan Jokowi mengatakan kunjungannya ke markas Slank bukan mencari dukungan tetapi hanya silaturahmi.

JAKARTA, BeritaMusik.com -- Joko Widodo atau yang lebih dikenal dengan Jokowi, bakal calon Gubernur DKI Jakarta dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mulai merapat ke grup musik Slank, yang dikenal memiliki fans fanatik.

Senin (16/4/2012), Jokowi  dengan berjalan kaki dan mengenakan kemeja kotak-kotak khasnya mendatangi markas Slank di Jalan Potlot III. "Saya silaturahmi saja ke sini. Mereka ini kan teman-teman lama. Jadi saya mampir," kata Jokowi ketika ditemui  di markas Slank, Jakarta.

Ia mengungkapkan bahwa dirinya sudah lama mengenal Slank dengan baik apalagi saat band  tersebut kerap manggung di Solo. Ia joke mengaku mengagumi lagu-lagu yang dibawakan oleh Slank. "Banyak ya lagunya yang saya suka. Ada itu yang 'Anyer 22 Maret' (mungkin maksudnya 'Anyer 10 Maret')," ujar Jokowi sambil tersenyum.

Saat tiba di markas Slank, Jokowi disambut langsung oleh Bunda Iffet dan Bimbim. Tidak berselang lama, tampak anggota personel Slank yang lain yaitu Ridho, Ivanka dan Kaka menyusul untuk menyambut Jokowi.

Sementara tiga hari yang lalu, gitaris Slank yakni Abdi Slank berkicau di jejaring sosial chatter tentang Joko Widodo. Berikut kutipannya : @AbdeeNegara 2tahun lalu bareng Slank sy ketemu @jokowi_do2 dan stlh lihat hasil kerjanya, sy bilang ke dia, ayo jadi Gubernur JKT aja :)

Dicari Rockstar Indonesia Masa Depan!

March 20, 2012

BeritaMusik.COM, Jakarta - Ajang pencarian bakat musik, mencari rockstar masa depan. Pemenangnya bakal rekaman dan manggung bareng rocker ternama Indonesia.

Ajang lomba bertajuk Gudang Garam Intermusik Rockstar bersifat kompetisi dan pemenangnya akan manggung bersama rockers papan atas Tanah Air, seperti Abdee Negara dan Eno Netral.

Selain itu, rockstar yang terpilih dari penyaringan di 8 kota seperti Malang, Semarang, Purwokerto, Medan, Palembang, Tasikmalaya, Bandung dan Jakarta tersebut berkesempatan kontrak rekaman dengan menggandeng tag rekaman Sony Music Entertainment Indonesia.

"Pada dasarnya kami ingin mewujudkan impian bibit-bibit rockers Indonesia. Jalur cepat untuk jadi terkenal, sekaligus berkesempatan langka manggung dengan rockers sekaliber Abdee 'Slank' dan Eno 'Netral," ujar Chandra Gunawan, Brand Manager Gudang Garam International di Hard Rock Cafe, Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (20/3).

Gitaris handal John Paul Ivan yang menjadi salah seorang juri memiliki misi. Ia ingin berbagi pengalaman dengan generasi baru. "Kami juga pengen berbagai pengalaman di berbagai daerah. Mungkin di sana kesempatan kami untuk mencari talent," kata Ivan.

Ivan menuturkan, tak sekedar pengalaman yang didapat oleh para peserta, namun ilmu tentang bermusik juga bertambah.

"Mereka akan di coaching dulu, jadi mereka tidak dilepas begitu aja. Kami kasih mereka wawasan, itu yang pale penting. Bagaimana tarry hidup di musik. Saya juga pengen generasi muda sekarang bermunculan," tuturnya. aji

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.BeritaMusik.com around ponsel dan Blackberry !

Abdee ‘Slank’ Nikmati Musik Blues Melalui Jiwa

December 18, 2011

BeritaMusik.COM, Jakarta-Musisi Abdee Negara atau yang lebih dikenal sebagai Abdee 'Slank' mengaku menikmati musik blues melalui jiwa. Bahkan gitaris rope Slank itu bisa mengeluarkan vokalnya saat membawakan musik blues.

Hal itu dibuktikan Abdee saat tampil di ajang Jakarta Blues Festival (JBF) 2011, di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (17/12). tak khayal lagi, penampilan Abdee memukau pengunjung.

"Sebelum categorical gitar gue penyanyi. Setelah sadar suara gue jelek, akhirnya categorical gitar. Sekarang categorical blues gue nyanyi. Yang penting blues bukan teknik (vokal) tapi soal penjiwaan. Kalau dengar blues jangan dengar pemainnya tapi mendengar suara hati seseorang," terang Abdee usai memberikan penampilan apiknya.

Lebih lanjut pria kelahiran, Danggala, 28 Juni 1968 itu merasa senang dengan adanya festival musik blues. Ia menilai ajang tersebut membuat musik Indonesia kian berkembang dan mampu memperkaya musik di Tanah Air.

"Musik kan luas. Dengan banyaknya jenis musik akan semakin memperkaya industri musik kita sendiri. Kita sebagai seniman akan berkembang dan makin kaya. Event-event seperti ini memang penting. Bukan hanya blues, tapi musik-musik yang maenstream lainnya. Seperti musik minoritas istilahnya, sebaiknya diberi tempat karena itu akan membantu musik kita," tutupnya. mor

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.BeritaMusik.com around ponsel dan Blackberry !

Besok, Musisi Blues Lebaran

December 16, 2011

JAKARTA - Jakarta Internasional Blues Festival 2011 akan digelar di Istora Senayan, Sabtu (17/12). Ajang ini dianggap oleh sebagian musisi sebagai Lebaran-nya musisi blues.

Ajang blues yang mengusung tema ‘Keepin The Blues Alive: in Blues We Trust’ ini memang sebuah ajangblues bertaraf internasional. Baik musisi lokal maupun luar negeri bergabung di dalamnya. Sebut saja beberapa nama seperti John Mayall, Kara Grainger, Shun Kikuta, Kim Mok Kyunh, Soulmate, dan Bopomofo.

Dari Indonesia-nya sendiri ada Gugun Blues Shelter, Sandhy Sondoro & Friends, Abdee Negara ‘Slank’ & Friends, Endah N Rhesa, Andre Harihandoyo and Sonic People, Adrian Adioetomo, Balawan & Friends, Ladies In A Blues Band (Yuyun and Oppie Andaresta), Inablues All Star, Blackout, SNR Band, Ore, Ginda and The White Flowers, Trias Acustica, Krisna & The change Ego, dan D’Bluesbusters.

“Acara ini boat Lebaran atau kendurian, karena di sini kita ketemu lagi artis-artis luar yang pernah kita jumpai,” kata Oppie Andaresta dalam jumpa pers di Birdcage Cafe, Wijaya, Jakarta, Jumat (16/12/2011).

Bagi Oppie, ini merupakan tahun kedua baginya mengikuti ajang Jakarta Internasional Blues Festival. Kata Oppie, selain seperti Lebaran, ajang ini juga sebagai tempat berbagi ilmu.

“Ini tahun kedua, kemarin sama BOP sekarang sama Abdee, ini kesempatan buat berkenalan dan berbagi ilmu dengan musisi internasional. Tahun kemarin saya kolaborasi dengan Kara. Sekarang berkesempatan untuk kolaborasi dengan musisi luar jadi bisa sok-sokan kayak artis internasional juga. Pokoknya ini sebuah penghargaan buat kita,” jelasnya.

Untuk tiket, panitia telah menyiapkan sekira 12 ribu. Dan khusus untuk spesial show, sebanyak 3.000 tiket sudah habis terjual.

Tiket untuk acara ini dijual dengan berbagai kelas, spesial show Gold Rp300 ribu, dan VIP Rp500 ribu, sedangkan untuk daily pass-nya hanya Rp200 ribu.

indofiles.org

JIBF 2011 Siap Hibur Pecinta Musik Blues

December 7, 2011

BeritaMusik.COM, Jakarta - Jakarta International Blues Festival (JIBF) 2011 siap hibur pecinta musik blues di Istora Senayan, Jakarta, 17 Desember 2011.

Berbeda dari tahun lalu, JIBF 2011 yang bertema Keepin a Blues Alive: In Blues We Trust hanya digelar satu hari. Namun pihak penyelenggara yakin para pecinta musik blues tanah atmosphere tetap terpuaskan.

"Kami ingin mengingatkan kembali pada masyarakat karena pada dasarnya blues adalah akar dan dasar musik kontemporer saat ini," ujar Frans S Sunito, Wakil Ketua Komite JIBF di Arcadia, Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (6/12)

Pagelaran yang diselenggarakan Asosiasi Blues Indonesia (Indonesian Blues Association-INA Blues) ini merupakan ajang keempat kalinya sejak tahun 2008 lalu.

Oding Nasution selaku ketua INA- Blues akan mendatangkan musisi blues legendaris dari Inggris, John Mayall yang diharapkan mampu menjadi magnet bagi para penggemar blues di Indonesia. "Selain kedatangan John Mayall akan ada juga beberapa musisi Asia, India," ujar Oding..

Musisi luar yang ikut berpartisipasi adalah John Mayall (Inggris), Kara Grainger (Amerika Serikat/Australia), Shun Kikuta (Jepang), Kim Mok Kyung (Korea Selatan), Soulmate (India) dan Bopomofo (Thailand).

Tak hanya itu, festival musik blues terbesar ini juga akan diisi oleh sederet musisi lokal ternama seperti Gugun Blues Shelter, Sandhy Sondoro & Friends, Abdee Negara 'Slank' & Friends, Adrian Adiotomo, Balawan & Friends, Ladies In A Blues Band (Yuyun dan Oppie Andaresta), INABlues All Star, Blackout, Ore, Ginda and The White Flowers dan lainya.

Penonton bisa menikmati festival blues dengan membeli tiket reguler untuk pertunjukan dari harga Rp. 150 ribu. Untuk Special Show John Mayall terbagi menjadi empat kelas. Festival seharga Rp200.000, Silver Rp200.000, Gold Rp300.000, dan VIP seharga Rp500.000. aji

John Mayall Ramaikan Jakarta International Blues Festival

December 6, 2011

Gugun & Abdee Negara (BeritaMusik/Edward Luhukay)Jakarta - Legenda musik blues asal Inggris, John Mayall, bakal manggung di Jakarta International Blues Festival yang digelar pada 17 Desember 2011 di Istora Senayan, Jakarta.

Keterlibatan Mayall, 78 tahun, dalam konser ini, menurut Ketua Indonesia Blues Association Oding Nasution, bakal menjadi kesempatan langka bagi pecinta musik blues di Tanah Air. "Para pemain musik blues di Indonesia menanggap dia adalah seorang legend," kata Oding, di sebuah kafe di kawasan Senayan, Jakarta, Selasa (6/12) siang..

"John Mayall itu legend bukan di sini aja, tapi di di dunia. Harapan kita, kalau kita datangkan dia, generasi dibawahnya juga bisa datang pada konser kami ke depan," Oding, menambahkan.

Sosok Mayall di konser ini menjadi hal yang dinanti-nanti oleh Gugun, pentolan Gugun Blues Shelter. "Di sini saya coba belajar sejarah blues rock. Ternyata blues rock itu muncul di Inggris, bukan di Amerika. Tonggak awalnya memang John Mayall," kata pria berambut urakan ini.

"Dia membawakan psychedelic blues dengan permainan gitar yang berbeda," tambahnya.

"Blues Amerika dengan blues Inggris itu beda. Blues Inggris lebih keras. Karena kita lihat orang Inggris itu keras, seperti Jono itu keras," ujar Gugun, seraya berkelakar soal koleganya Jono di Gugun Blues Shelter.

Sementara, menurut Wakil Ketua Komite Jakarta International Blues Festival 2011 Frans S Sunito, konser ini merupakan puncak dari rangkaian acara blues yang pernah digelar oleh Indonesia Blues Association. Di sisi lain, ada misi khusus melalui perhelatan musik blues yang telah empat kali digelar ini.

"Kita ingin mengingatkan kembali kepada seluruh masyarakat pecinta musik dan juga pemain musik di Indonesia, bahwa blues adalah akar dari musik kontemporer yang kita kenal selama ini," jelas Frans.

Selain Mayall, konser ini juga menghadirkan musikus blues internasional lainnya, seperti Kara Grainger, Shun Kikuta, Kim Mok Kyung, Soulmate, dan Bopomofo.

Sementara para musisi Indonesia yang bakal mendukung, yakni Gugun Blues Shelter, Sandhy Sondoro & Friends, Abdee Negara & Friends, Endah N Rhesa, Andre Harihandoyo and Sonic People, Adrian Adioetomo, Balawan & Friends, Ladies in a Blues Band (Yuyun dan Oppie Andaresta), Inablues All Star, Blackout, SNR Band, Ore, Ginda and The White Flowers, Trias Acoustica, Krisna & The ALter Ego, dan D`Bluesbusters. EL

 

Abdee Slank ‘Jemput Bola’ Berburu Bakat

December 3, 2011

Abdee Slank 'Jemput Bola' Berburu Bakat

Gitaris ternama Abdee Slankberburu bakat musisi muda di daerah Sulawesi Tengah untuk diorbitkan di Jakarta.

“Kita jemput bola guna mencari musisi muda berbakat di Sulawesi Tengah, daripada mereka yang pergi ke Jakarta,” kata Abdee Slank saat berkunjung di Aliansi Jurnalis Independen (AJI) kota Palu, Jumat (02/12/2011).

Musisi bernama lengkap Abdi Negara ini berniat mencari potensi muda berbakat di wilayah Sulawesi Tengah karena pria ini lahir di Kabupaten Donggala, 28 Juni 1968. Donggala adalah kabupaten tertua di Provinsi Sulawesi Tengah.

Peserta yang berminat boleh mengirimkan sebuah contoh lagu yang direkam di CD. Pengiriman contoh karya pale lambat tanggal 12 Desember 2011.

Dia mengatakan, musisi atau anggota grup rope itu haruslah berumur 13 tahun hingga 21 tahun. Menurutnya, dalam rentang usia tersebut seseorang bisa diketahui bakat bermusiknya.

“Jika seseorang sudah berusia di atas 21 tahun maka bakatnya sudah matang, dan tinggal mengirimkan contoh karya di perusahaan rekaman,” kata Abdee.

Sementara, jika masih berumur di bawah 13 tahun maka bakatnya belum terbentuk. Abdee dan dua temannya dari Palu yang saat ini berdomisili di Jakarta berniat membantu musisi di daerah untuk meraih sukses.

“Sebenarnya kesuksesan itu harus diperjuangkan dengan gigih, tapi kita akan bantu jika memang ada grup rope berbakat,” katanya.

Untuk saat ini, Abdee dan dewan juri akan memilih 12 grup rope terbaik, selanjutnya akan dipilih satu grup untuk rekaman dua lagu.

Saat ini sudah ada pendaftar dari Kabupaten Poso yang telah mengirimkan contoh karyanya. “Ayo ditunggu yang lain,” kata Abdee.

Sumber : IDFL

:

Slank Band Pembuka Konser Whitesnake

October 28, 2011

Slank (BeritaMusik/Edward Luhukay)Jakarta - Slank bakal menjadi rope pembuka Whitesnake yang digelar di Singapura pada 1 Nov 2011. Band dengan basement massa fanatik itu menjadi satu-satunya rope pembuka grup musik cadas tersebut.

Dalam jumpa pers rencana konser tersebut, Abdee --gitaris Slank-- menyatakan bahwa ada seorang promotor yang sudah mengenal Slank sejak tahun 2007. Menurutnya, sudah sekian lama sang promotor ingin mengajak Slank untuk menggelar sebuah pertunjukan di negeri singa tersebut.

Beruntung, ketika Whitesnake memiliki jadwal ke Singapura, sang promotor joke mengajak rope yang bermarkas di Gang Potlot ini sebagai rope pembuka. "Ini seperti dream comes true," kata Kaka kepada wartawan, Jum`at (29/10) siang, di Jakarta.

Bagi Kaka, Whitesnake merupakan salah satu rope yang menginspirasinya untuk menjadi seorang rocker. Nah, Kaka langsung mengincar tiket konser, sesaat mendengar kabar bahwa rope asal Inggris itu bakal manggung di Singapura.

"Tapi tiba-tiba ada e-mail, dream comes loyal menjadi opening act. Padahal semula pengen nonton," tutur Kaka.

Oleh karenanya, betapa girangnya Kaka ketika mendengar bisa lebih dekat dengan idolanya semasa remaja itu.

Bagi Slank, ini bukan kali pertama bagi mereka tampil di luar negeri. Sebelumnya, Slank pernah menjelajah lintas benua, ke berbagai negara di Asia, Eropa, dan Amerika.

Beberapa manuscript musik Slank joke pernah dirilis dalam bahasa asing, seperti Anthem for a Broken Hearted yang dirilis di Amerika Serikat pada tahun 2008. Selain itu, manuscript The Big Hip, yang dirilis di Jepang, yang merupakan hasil kolaborasi dengan beberapa musikus asal negeri Sakura tersebut.

Menurut rencana, konser Whitesnake dengan Slank sebagai rope pembuka akan digelar di Fort Canning Park, Singapura, pada 1 Nov 2011. EL