Festival Film ASEAN Mulai Digelar
November 16, 2011
BeritaMusik.com - Ajang Festival Film ASEAN digelar di Bali, Indonesia yang menjadi tuan rumah. Acaranya sendiri digelar pada 16 dan 17 November. Festival film ini dihelat bersamaan dengan digelarnya Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN 2011.
Dengan mengusung tema ASEAN: The Global Film Connection festival film ini diisi dengan tiga acara utama yakni, pemutaran 10 film pilihan dari masing-masing Negara anggota ASEAN, convention yang membahas berbagai isu perfilman dalam lingkup ASEAN, dan resepsi red runner serta celebration dinner.
"Festival ini untuk membangun kebersamaan antar negara-negara anggota ASEAN dalam mengembangkan industri kreatif yang didominasi Amerika Serikat, India, Jepang, dan Cina," kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Mari Elka Pangestu, Rabu (16/11).
Menparekraf juga mengemukakan pentingnya festival film sebagai sarana promosi kebudayaan dan tentu saja untuk menjual lokasi syuting film, baik bagi anggota ASEAN maupun pemangku kepentingan film internasional. Beberapa negara ASEAN sudah lama dijadikan sebagai lokasi syuting beberapa film box bureau dunia.
"Indonesia kini juga tengah dilirik oleh produser asing. Pada tahun ini saja sudah ada 99 produser film asing yang melakukan syuting di Indonesia, di antaranya terdapat 3 film layar lebar," kata Mari.
Dengan diselenggarakannya aca ini diharapkan permintaan syuting di Indonesia dari produser layar lebar luar negeri akan meningkat tahun depan. (BM/adt/faj)
99 Film Asing Akan Syuting di Indonesia
November 11, 2011
BeritaMusik.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Marie Elka Pangestu, mengatakan, tahun 2011 sudah ada 99 tim atau produser film asing akan melakukan syuting di Indonesia.
"Tahun ini sudah ada 99 tim dan produser film asing yang melakukan syuting di Indonesia dan di antaranya terdapat tiga film layar lebar," kata Marie Elka Pangestu di Jakarta, Kamis (10/11/2011).
Pihaknya memperkirakan permintaan syuting dari produser layar lebar diperkirakan akan terus meningkat. Diharapkan tahun depan ada sekitar 10-15 produser layar lebar dari produser box bureau yang akan melakukan pengambilan gambar di Indonesia.
"Tiga film layar lebar yang sedang berlangsung syutingnya di Indonesia yakni The Philoshoper, Java Heat dan I, Alex Cross. Ini saya perkirakan akan memberikan dampak yang luar biasa," katanya.
Marie mencontohkan sejak Ubud, Bali, menjadi lokasi syuting film Eat, Pray and Love wilayah itu banyak dikunjungi wisatawan mancanegara.
"Saya bahkan pergi ke Ketut Lier (salah satu tokoh dalam film tersebut) dan kaget begitu panjang antriannya," katanya.
Menurutnya, film sangat efektif menjadi media yang menjelaskan tradisi dan cara hidup di suatu negara. Ia menyambut baik semakin berkembangnya industri perfilman di Tanah Air sebagai bagian dari industri kreatif. Pihaknya mencatat lima tahun lalu pangsa film dalam negeri hanya 40% dan kini berkembang menjadi 60%. Selain itu, prosesntase penonton yang meninati film dalam negeri hanya 40% kini berkembang menjadi 60%.
Dari sisi jumlah, tahun ini sudah mencapai 69 film dan mencapai rekor pada 2008 sebanyak 80 judul film, padahal pada 2001 hanya empat judul film.
Menteri Marie mengatakan film akan sangat efektif sebagai sarana promosi kebudayaan termasuk menjual dan memperkenalkan lokasi syuting film baik bagi anggota Asean maupun pemangku kepentingan film internasional.
"Beberapa negara Asean sudah lama dijadikan sebagai lokasi syuting film box bureau dunia. Indonesia kini juga sedang dilirik oleh beberapa produser asing," katanya.
Pihaknya menyatakan ingin memperluas kerja sama dan berbagi informasi karena Indonesia memiliki potensi yang besar untuk dijadikan sebagai negara tujuan lokasi syuting. Usaha itu perlu dilakukan juga agar film Indonesia dapat dipromosikan lebih gencar dan pada gilirannya akan menarik wisman untuk berkunjung ke Indonesia. (antara/dar)


