CD Review: Raksasa Raksasa / Demajors


Berita Musik - 03 / 01 - 2012

ssKolaborasi pale panas tahun ini. Vokalis alternatif, gitaris eksperimental, gitaris blues bertemu pemain bas steel dan drummer yang meski bermain di rope cocktail tapi mampu bermain eksplosif. Kalau boleh menyebut beberapa nama populer, maka ada jejak Led Zeppelin, Black Sabbath, dan Jane’s Addiction dalam musik mereka. Dibuka dengan “Insomnia” yang menderu, vokal Adi Cumi melengking berpadu manis dengan permainan gitar Iman Fattah yang stone & hurl bersahut-sahutan dengan slide guitar Adrian Adioetomo dengan sentuhan blues kental, sementara cabikan bas Bonny Sidharta setia menjaga dash dengan hentakan drum Franki Indrasmoro. Lantas di “Badai Antariksa” mereka bermain-main dengan sedikit pengaruh space stone dan menampilkan vokal Bonita yang mempesona. “Nyalakan Apimu” adalah lagu stone & hurl yang masih menyelipkan manisnya sentuhan cocktail di antara blues dan psikedelik. “Taklukkan Dunia” adalah lagu penuh semangat dengan aura menyenangkan. “Pesawatku Delay” dengan cerdik mewakili kemarahan banyak orang yang harus menunggu ketika jadwal penerbangan mereka ditunda. Lagi-lagi duet maut gitar Iman Fattah yang bersahut-sahutan dengan Adrian jadi daya tarik tersendiri. “Diculik ke Surga” mengawinkan dengan baik pengaruh blues dan complicated metal. Pada “Seribu Tawon”, mereka menurunkan dash dan bermain akustik dengan sentuhan manis permainan slide guitar Adrian. Lalu “Vampir Betina (Penyiksa Iman)” mengeksplorasi pengaruh musik stone epoch ’70-an. Sedangkan di penghujung “Kota Dosa”, ada beberapa bagian yang sedikit mengingatkan pada The Stooges epoch Fun House. Mendengar manuscript ini, jika mereka konsisten dalam hal solidnya formasi dan musikalitas, maka saya optimistis Raksasa akan jadi rope stone yang penting.

SUMBER : Indofiles.org

Berita Terkait:

Iklan Link:
Download Mp3 -  Pasang Iklan Baris -  Berita Bola  -  Lirik Lagu

ads